Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Bandung yang Tenang tanpa Gangguan Modus Penipuan

Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan Kamis 01 Jan 2026, 12:57 WIB
Modus Penipuan Voucher Kanker di depan Masjid Salman ITB (17/12/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Modus Penipuan Voucher Kanker di depan Masjid Salman ITB (17/12/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Siang itu, pada 17 Desember 2025 saya sedang bersantai di pelataran masjid Salman ITB selepas mengikuti salah satu kegiatan literasi. Memandang hilir-mudik para mahasiswa dengan berbagai macam kepentingan. Menikmati semilir angin yang dihasilkan berbagai macam pohon rindang yang berdiri gagah disekitaran taman.

Dari jauh nampak dua orang mahasiswa laki-laki yang sedang berjalan menuju pelataran masjid. Mereka duduk tepat 50 meter di depan saya. Keduanya membuka kotak bekal nasi juga jajanan sambil berbincang mengenai perkuliahan.

Tak lama dari itu datang seorang perempuan dengan nada yang sangat jelas berkata: "Kakak, mohon maaf mengganggu waktunya, boleh minta waktunya sebentar kak. Gak lama ko cuman 5 menit aja."

Mendengar itu rasanya ingin memberi tahu bahwa itu termasuk ke dalam modus penipuan. Tapi ada sedikit segan untuk memberitahu karena saya pribadi tidak mengenal kedua mahasiswa tersebut.

Tak disangka kedua laki-laki itu mempersilahkan perempuan tersebut untuk menyampaikan maksud dan tujuannya. Terdengar secara samar bahwa perempuan tersebut memperkenalkan perihal yayasan kanker. Kemudian menawarkan kedua mahasiswa tersebut untuk membeli voucher makanan yang bisa di klaim ke beberapa restoran yang dianggap menjadi bagian dari donasi untuk badan amal kanker. Tentu banyak terdapat kerancuan dari penawaran tersebut.

Setelah penjelasan yang dirasa seperti meyakinkan ternyata kedua mahasiswa tersebut menolak tawaran perempuan tadi dan berkata: "Saya udah dua kali dapat yang beginian, kak," sambil sedikit tertawa yang membuat perempuan tersebut bergegas segera menghampiri teman perempuan yang lain yang juga sedang menawarkan hal serupa kepada sejumlah mahasiswa yang menuju pelataran Masjid Salman ITB.

Tak lama dari itu terdengar salah seorang mahasiswa di depan saya berkata demikian, "Ah, itu mah modus, kebiasaan orang kaya gitu emang harus dikasih pelajaran," ungkapnya pada seorang teman disampingnya.

Kejadian tersebut mengingatkan saya pada pengalaman serupa yang saya dapatkan di kantin Salman ITB. Saat sedang makan bersama teman ada seorang pria yang menawarkan hal yang sama. Namun kali ini saya jauh lebih tenang menghadapinya karena jauh sebelumnya saya pernah tertipu dengan modus yang sama di tahun 2018.

Saat itu saya sedang berkunjung ke Ciwalk Bandung untuk mencari pekerjaan sampingan di sebuah stand brand kosmetik yang cukup terkenal di Bandung. Namun alih-alih saya menemukan tempat untuk walk interview-- saya justru bertemu dengan dua orang perempuan yang berpenampilan seperti mahasiswa menghampiri saya.

Masih dengan sapaan yang sama: "Kakak mohon maaf mengganggu waktunya, boleh saya minta waktunya sebentar." Sebagai orang yang tidak enakan saat itu saya mengiyakan saja. Modus yang digunakan sangat template, pertama menarik empati kita dengan memperkenalkan badan amal kanker yang mereka kelola dengan memperlihatkan sejumlah dokumentasi penyitas. Sebagai sesama perempuan melihat korban kanker perempuan lainnya tentu siapa yang tidak berempati. Kedua, setelah empati kita tersentuh-- yang bersangkutan meyakinkan bahwa ini bukan bermaksud meminta sumbangan tapi meminta kerelaan hati untuk membantu penyitas kanker.

Selanjutnya kedua perempuan tersebut meminta saya untuk menyumbang dengan nominal yang cukup besar dengan penawaran awal Rp. 200.000 melalui voucher makanan yang bisa diklaim pada setiap restoran yang terafiliasi dengan badan amal kanker tersebut.

Tentu sebagai pencari kerja sampingan yang saat itu saya hanya membawa Rp.20.000 untuk ongkos saja merasa tidak sanggup jika harus memenuhi permintaan tersebut. Mendengar demikian kedua perempuan tersebut menawarkan pilihan lain untuk menggunakan kartu debit dan mengambil uang tunai di ATM. Saat itu saya tidak punya kartu ATM tapi yang bersangkutan tetap memaksa dan akan mengantar saya ke ATM terdekat untuk mengambil uang tunai.

Rasanya saat itu saya mulai merasa terintimidasi oleh keduanya. Saya sampaikan bahwa saya tidak membawa uang lebih jadi saya memutuskan untuk tidak membantu. Namun keduanya sangat piawai menekan saya untuk merasa tidak enak jika tidak membantu.

"Ya sudah, kakak ada uang cash berapa di saku?" Tanya-nya dengan penuh desakan.

"Cuman Rp.20.000 saja ka untuk ongkos ini juga."

"Gak papa ka Rp.20.000 saja sudah membantu untuk donasi kanker, kok."

Dengan situasi seperti itu rasanya saya tidak bisa menolak dan memberikan uang ongkos itu secara cuma-cuma. Akhirnya saya pulang jalan kaki dari Ciwalk menuju kosan saya di Kebon Kopi Cimahi selama kurang lebih 1 jam.

Semenjak kejadian tersebut saya cari tahu tentang badan amal yang bersangkutan dan ternyata ini merupakan salah satu modus penipuan.

Tujuh tahun berselang saya kira modus seperti ini sudah tidak ada. Hingga saya bertemu kembali dengan oknum serupa di kawasan Masjid Salman ITB. Rasanya sangat disayangkan karena Bandung dipenuhi dengan oknum -oknum seperti ini yang terkadang saya pribadi menjadi tidak nyaman ketika berkegiatan di ruang publik seperti taman, masjid atau pusat keramaian kota seperti alun-alun, mall atau jalan Braga.

Menggangu Kenyamanan Wisatawan atau Warga Lokal

Jujur sebagai warga Kota Bandung saya pribadi merasa tidak nyaman dengan kehadiran para oknum penipu yang berkedok badan amal untuk menipu para korbannya. Kejadian seperti ini hampir tersebar di beberapa titik pusat keramaian di Kota Bandung.

Misalnya saja ketika berkunjung ke Alun-alun Kota Bandung atau sejumlah jalan Braga-- modus seperti ini akan sangat mudah ditemui -- hanya saja memakai produk dan cara yang berbeda.

Waktu itu saya bersama teman berniat untuk bersantai di deretan kursi yang ada di Jalan Braga. Tak lama berselang datang dua orang menawarkan produk minuman dengan dalih membantu usaha UMKM. Namun harga yang ditawarkan untuk satu buah minuman sedikit lebih mahal karena harganya per botolnya Rp.50.000 dan orang yang bersangkutan meminta saya untuk membeli 2 botol dengan dalih jualan agar cepat habis sehingga dirinya bisa segera memenuhi tugas kuliah kewirausahaan di kampusnya.

Tentu masih banyak modus serupa yang berkeliaran di Kota Bandung yang menurut saya pribadi sangat mengganggu kenyamanan wisatawan. Penawaran yang memaksa seringkali membuat saya stres saat menghadapi modus seperti itu.

Menurut saya hal ini juga bisa menjadi citra buruk bagi Kota Bandung jika masalah demikian dianggap sepele.

Perhatian Pemerintah Setempat dan Kesadaran Masyarakat

Modus penipuan memang agak sulit untuk diberantas karena para oknum selalu punya modus terbaru untuk mencari korbannya. Namun sebagai warga Kota Bandung saya selalu punya optimisme agar pemerintah setempat bisa memperhatikan permasalahan ini. Saya berharap para pemilik kebijakan bisa menertibkan para oknum tersebut demi Bandung yang lebih tenang dan aman.

Pihak yang berwenang dengan hukum juga wajib membuat peraturan dan penerapan sanksi kepada mereka yang melakukan modus penipuan. Tentu tujuannya selain membuat jera bisa menekan angka kriminalitas jauh lebih besar.

Selain itu juga mesti ada kolaborasi dengan kesadaran masyarakat perihal hal ini. Menjadi warga Bandung yang tidak hanya punya empati yang tinggi tapi juga diimbangi dengan rasionalitas sehingga tidak mudah untuk dibohongi. Dengan pemahaman literasi yang lebih baik -- saya yakin kesadaran masyarakat bisa menekan angka kriminalitas penipuan bertumbuh semakin subur.

Menjadi orang baik memang termasuk ke dalam akhlak yang mulia. Tapi jangan jadi orang baik yang bodoh karena mudah untuk dibohongi. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 26 Mei 2026, 09:51

Dupan, Ketika Citarum Menolak Surut

Banjir kembali merendam Sapan Bandung. Luapan Sungai Citarum membuat Dupan terus hidup sebagai langganan genangan warga.

Banjir Citarum di Sapan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 09:29

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026

PT PLN Nusantara Power UP Cirata sukses memborong penghargaan bergengsi TOP CSR Awards 2026 atas komitmen keberlanjutan sosial mereka.

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 08:21

Remitologisasi Sunda: Milangkala Tatar Sunda Mestinya 11 Oktober

Remitologisasi merupakan hak, bahkan kewajiban, bagi suatu bangsa yang sedang krisis jatidiri. Namun, mesti dilakukan dengan baik dan benar.

Prasasti Kebon Kopi II/Prasasti Pasir Muara. (Sumber: Leiden Library)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 07:40

Fenomena Mematikan Centang Biru pada WhatsApp dalam Perspektif Etika Komunikasi Digital

Fenomena mematikan centang biru WhatsApp mencerminkan perubahan etika komunikasi digital antara kebutuhan privasi, kenyamanan, dan ekspektasi respons instan.

Ilustrasi fenomena mematikan fitur centang biru pada WhatsApp. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 19:25

Bandung Kembali Berpestapora untuk Tiga Kali Berturut-turut

Persib Bandung resmi menyambit gelar Liga Indonesia yang ke-5 kalinya dalam tiga kali berturut-turut. Euforia perayaan di Kota Bandung pun kembali menjadi perhatian.

Para Bobotoh merayakan gelar juara Persib Bandung di Liga Super Indonesia 2025/2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis).
Ayo Biz 25 Mei 2026, 18:51

Cerita dari Sumedang Utara, ‘Revolusi Mindset’ Warga Margamukti hingga Jadi Desa BRILiaN

Masuk 15 besar Desa BRILiaN 2025 bukan garis finish, melainkan titik awal bagi Desa Margamukti.

Kepala Desa Margamukti, Siti Nuraeni Sofa (tengah berjilbab hitam baju orange) saat acara promosi B2B budidaya melon premium. (Sumber: Ayobandung.id/Aris Abdulsalam)
Linimasa 25 Mei 2026, 17:18

Sisa-sisa Kejayaan Persib Bandung di Si Jalak Harupat

Si Jalak Harupat masih menyimpan jejak kejayaan Persib lewat pedagang jersey dan kenangan juara liga.

Kondisi pedagang suvenir Persib di Stadion Si Jalak Harupat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 15:29

Persib Juara ala Atomic Habits

Analisa kemenangan Persib lewat Prinsip Atomic Habits-nya James Clear.

Pemain Persib Bandung mengangkat piala usai pertandingan melawan Persijap Jepara dalam Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Sabtu 23 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 12:10

Magot, dan Kesabaran Warga Bandung Mengurus Sampah Dapur

Majelis Ta'lim Baitul Mu'min membuat acara pengajian mengundang mahasiswa ITB menggelar pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga dengan menggunakan magot BSF atau larva Black Soldier Fly.

Jamaah Masjid Baitul Mu'min Mengikuti Pelatihan Pengolahan sampah dengan Magot. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Uwes Fatoni)
Beranda 25 Mei 2026, 10:17

Bandung Berpesta Semalaman untuk Persib, Petugas dan Warga Lokal Bersihkan Sampah Sejak Pagi Buta

Pas datang tadi mah kondisinya kacau, Kang. Pabalatak pisan. Plastik, botol minuman, bungkus makanan, bekas flare, pokokna loba pisan.

Handoyo bersama warga dan unsur kewilayahan ikut turun membersihkan sampah bekas konvoi di kawasan Pasupati, Senin 25 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 10:16

Persib, Bobotoh, dan Komunikasi Kota yang Membiru

Persib juara bukan sekadar prestasi, tetapi peristiwa komunikasi publik. Konvoi bobotoh menjadi bahasa kolektif yang membangun identitas, emosi, dan solidaritas kota.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 25 Mei 2026, 09:45

Support System yang Membentuk Ekosistem: Potret UMKM Bandung Hari Ini

Seperti inilah cara ekosistem UMKM di bawah binaan BRI menjalani arah bisnis yang sehat.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)