Fasilitas Halte Bus Memprihatinkan, Warga Pempertanyakan Imbauan Naik Transportasi Umum

2 menit baca
Siti Octaviani
Ditulis oleh Siti Octaviani diterbitkan
Pemberhentian bus tanpa fasilitas memadai terlihat di tepi Jl. Moch. Toha, Kota Bandung, Kamis (4/12/25). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Siti Octaviani)
Pemberhentian bus tanpa fasilitas memadai terlihat di tepi Jl. Moch. Toha, Kota Bandung, Kamis (4/12/25). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Siti Octaviani)

Kurangnya fasilitas halte bus di Kota Bandung kembali menjadi sorotan masyarakat, keluhan dari para pengguna transportasi umum mengenai fasilitas terus meningkat. Masyarakat mempertanyakan keseriusan Wali Kota Bandung M. Farhan dalam menyediakan fasilitas umum, karena titik pemberhentian bus dianggap tidak memenuhi standar kenyamanan dan keselamatan di Kota Bandung, Kamis 4 Desember 2025.

Nur Regita selaku pengguna transportasi umum, mengatakan bahwa kondisi halte bus di Kota Bandung, sebagai fasilitas yang kurang layak dan membuat masyarakat kebingungan. Di beberapa titik, halte hanya berupa plang kecil di pinggir trotoar yang tidak memiliki tempat duduk, peneduh, ataupun peta rute perjalanan.

“Banyak halte yang saya temui kurang memadai, bahkan di beberapa titik hanya ada satu plang kecil di pinggir trotoar yang membuat orang-orang bingung,” ujar wanita berambut panjang ini.

Halte yang seharusnya menjadi titik aman dan nyaman bagi pengguna justru terlihat seperti sekedar penanda, plang pemberhentian bus berdiri sendiri tanpa area tunggu yang layak. Keadaan ini menunjukkan kurangnya perhatian Wali Kota Bandung M. Farhan, terhadap sarana transportasi umum Kota Bandung, sehingga tidak sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat.

Masyarakat juga mengeluhkan waktu tunggu bus yang tidak menentu dan sering memakan waktu panjang, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengguna. Masalah fasilitas halte ini semakin diperburuk oleh jadwal kedatangan bus yang tidak konsisten, meskipun tersedia aplikasi Mitra Darat, masalah tersebut masih belum teratasi.

“Bus itu jarang datang tepat waktu dan kadang harus menunggu lama, padahal diinformasikan akan tiba setiap 10 menit, tetapi kenyataannya tidak sesuai,” keluhnya.

M. Farhan selaku Wali Kota Bandung, terus menghimbau masyarakat untuk beralih ke transportasi umum, namun fasilitas halte yang tersedia masih jauh dari harapan masyarakat. Ketidaksesuaian antara himbauan dan kondisi halte tersebut membuat penggunaan transportasi umum menjadi tidak efisien dan mempersulit masyarakat.

Saat ini, masyarakat memiliki keinginan untuk menggunakan transportasi umum, namun minimnya fasilitas halte membuat masyarakat ragu terhadap himbauan pria kelahiran 1970  tersebut. Ketimpangan antara ajakan pria berkacamata ini dengan kelayakan sarana yang tersedia, membuat masyarakat kehilangan keyakinan untuk menjadikan transportasi umum pilihan yang aman, nyaman, dan dapat diandalkan.

“Sebenarnya banyak masyarakat yang ingin menggunakan transportasi umum, tetapi fasilitas halte maupun rute dari Wali Kota Bandung masih kurang memadai,” ujar wanita berkacamata ini.

Baca Juga: Antara Kegunaan, Estetika, dan Tantangan Penggunaan

Dalam upaya memperbaiki layanan transportasi umum, masyarakat berharap agar Wali Kota Bandung M. Farhan lebih memperhatikan kelayakan halte bus sebagai sarana transportasi umum. Bagi masyarakat, menyediakan area tunggu yang layak menjadi langkah awal penting untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat.

Selain itu, masyarakat berharap pria kelahiran 1970 selaku Wali Kota Bandung akan secara aktif mendorong masyarakat untuk menggunakan transportasi umum upaya mengurangi kemacetan. Ajakan tersebut, tentunya akan berhasil jika diiringi dengan perbaikan fasilitas yang nyata yang dapat dilihat oleh masyarakat secara langsung. Wali Kota Bandung M. Farhan, dapat menunjukkan keseriusannya dalam membangun sistem transportasi umum yang layak bagi masyarakat dengan memenuhi kebutuhan dasar ini. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)