Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Fasilitas Halte Bus Memprihatinkan, Warga Pempertanyakan Imbauan Naik Transportasi Umum

Siti Octaviani
Ditulis oleh Siti Octaviani diterbitkan Rabu 31 Des 2025, 17:23 WIB
Pemberhentian bus tanpa fasilitas memadai terlihat di tepi Jl. Moch. Toha, Kota Bandung, Kamis (4/12/25). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Siti Octaviani)

Pemberhentian bus tanpa fasilitas memadai terlihat di tepi Jl. Moch. Toha, Kota Bandung, Kamis (4/12/25). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Siti Octaviani)

Kurangnya fasilitas halte bus di Kota Bandung kembali menjadi sorotan masyarakat, keluhan dari para pengguna transportasi umum mengenai fasilitas terus meningkat. Masyarakat mempertanyakan keseriusan Wali Kota Bandung M. Farhan dalam menyediakan fasilitas umum, karena titik pemberhentian bus dianggap tidak memenuhi standar kenyamanan dan keselamatan di Kota Bandung, Kamis 4 Desember 2025.

Nur Regita selaku pengguna transportasi umum, mengatakan bahwa kondisi halte bus di Kota Bandung, sebagai fasilitas yang kurang layak dan membuat masyarakat kebingungan. Di beberapa titik, halte hanya berupa plang kecil di pinggir trotoar yang tidak memiliki tempat duduk, peneduh, ataupun peta rute perjalanan.

“Banyak halte yang saya temui kurang memadai, bahkan di beberapa titik hanya ada satu plang kecil di pinggir trotoar yang membuat orang-orang bingung,” ujar wanita berambut panjang ini.

Halte yang seharusnya menjadi titik aman dan nyaman bagi pengguna justru terlihat seperti sekedar penanda, plang pemberhentian bus berdiri sendiri tanpa area tunggu yang layak. Keadaan ini menunjukkan kurangnya perhatian Wali Kota Bandung M. Farhan, terhadap sarana transportasi umum Kota Bandung, sehingga tidak sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat.

Masyarakat juga mengeluhkan waktu tunggu bus yang tidak menentu dan sering memakan waktu panjang, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengguna. Masalah fasilitas halte ini semakin diperburuk oleh jadwal kedatangan bus yang tidak konsisten, meskipun tersedia aplikasi Mitra Darat, masalah tersebut masih belum teratasi.

“Bus itu jarang datang tepat waktu dan kadang harus menunggu lama, padahal diinformasikan akan tiba setiap 10 menit, tetapi kenyataannya tidak sesuai,” keluhnya.

M. Farhan selaku Wali Kota Bandung, terus menghimbau masyarakat untuk beralih ke transportasi umum, namun fasilitas halte yang tersedia masih jauh dari harapan masyarakat. Ketidaksesuaian antara himbauan dan kondisi halte tersebut membuat penggunaan transportasi umum menjadi tidak efisien dan mempersulit masyarakat.

Saat ini, masyarakat memiliki keinginan untuk menggunakan transportasi umum, namun minimnya fasilitas halte membuat masyarakat ragu terhadap himbauan pria kelahiran 1970  tersebut. Ketimpangan antara ajakan pria berkacamata ini dengan kelayakan sarana yang tersedia, membuat masyarakat kehilangan keyakinan untuk menjadikan transportasi umum pilihan yang aman, nyaman, dan dapat diandalkan.

“Sebenarnya banyak masyarakat yang ingin menggunakan transportasi umum, tetapi fasilitas halte maupun rute dari Wali Kota Bandung masih kurang memadai,” ujar wanita berkacamata ini.

Baca Juga: Antara Kegunaan, Estetika, dan Tantangan Penggunaan

Dalam upaya memperbaiki layanan transportasi umum, masyarakat berharap agar Wali Kota Bandung M. Farhan lebih memperhatikan kelayakan halte bus sebagai sarana transportasi umum. Bagi masyarakat, menyediakan area tunggu yang layak menjadi langkah awal penting untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat.

Selain itu, masyarakat berharap pria kelahiran 1970 selaku Wali Kota Bandung akan secara aktif mendorong masyarakat untuk menggunakan transportasi umum upaya mengurangi kemacetan. Ajakan tersebut, tentunya akan berhasil jika diiringi dengan perbaikan fasilitas yang nyata yang dapat dilihat oleh masyarakat secara langsung. Wali Kota Bandung M. Farhan, dapat menunjukkan keseriusannya dalam membangun sistem transportasi umum yang layak bagi masyarakat dengan memenuhi kebutuhan dasar ini. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Siti Octaviani
Mahasiswi Digital Public Relations Telkom University 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 26 Mei 2026, 09:51

Dupan, Ketika Citarum Menolak Surut

Banjir kembali merendam Sapan Bandung. Luapan Sungai Citarum membuat Dupan terus hidup sebagai langganan genangan warga.

Banjir Citarum di Sapan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 09:29

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026

PT PLN Nusantara Power UP Cirata sukses memborong penghargaan bergengsi TOP CSR Awards 2026 atas komitmen keberlanjutan sosial mereka.

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 08:21

Remitologisasi Sunda: Milangkala Tatar Sunda Mestinya 11 Oktober

Remitologisasi merupakan hak, bahkan kewajiban, bagi suatu bangsa yang sedang krisis jatidiri. Namun, mesti dilakukan dengan baik dan benar.

Prasasti Kebon Kopi II/Prasasti Pasir Muara. (Sumber: Leiden Library)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 07:40

Fenomena Mematikan Centang Biru pada WhatsApp dalam Perspektif Etika Komunikasi Digital

Fenomena mematikan centang biru WhatsApp mencerminkan perubahan etika komunikasi digital antara kebutuhan privasi, kenyamanan, dan ekspektasi respons instan.

Ilustrasi fenomena mematikan fitur centang biru pada WhatsApp. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 19:25

Bandung Kembali Berpestapora untuk Tiga Kali Berturut-turut

Persib Bandung resmi menyambit gelar Liga Indonesia yang ke-5 kalinya dalam tiga kali berturut-turut. Euforia perayaan di Kota Bandung pun kembali menjadi perhatian.

Para Bobotoh merayakan gelar juara Persib Bandung di Liga Super Indonesia 2025/2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis).
Ayo Biz 25 Mei 2026, 18:51

Cerita dari Sumedang Utara, ‘Revolusi Mindset’ Warga Margamukti hingga Jadi Desa BRILiaN

Masuk 15 besar Desa BRILiaN 2025 bukan garis finish, melainkan titik awal bagi Desa Margamukti.

Kepala Desa Margamukti, Siti Nuraeni Sofa (tengah berjilbab hitam baju orange) saat acara promosi B2B budidaya melon premium. (Sumber: Ayobandung.id/Aris Abdulsalam)
Linimasa 25 Mei 2026, 17:18

Sisa-sisa Kejayaan Persib Bandung di Si Jalak Harupat

Si Jalak Harupat masih menyimpan jejak kejayaan Persib lewat pedagang jersey dan kenangan juara liga.

Kondisi pedagang suvenir Persib di Stadion Si Jalak Harupat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 15:29

Persib Juara ala Atomic Habits

Analisa kemenangan Persib lewat Prinsip Atomic Habits-nya James Clear.

Pemain Persib Bandung mengangkat piala usai pertandingan melawan Persijap Jepara dalam Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Sabtu 23 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 12:10

Magot, dan Kesabaran Warga Bandung Mengurus Sampah Dapur

Majelis Ta'lim Baitul Mu'min membuat acara pengajian mengundang mahasiswa ITB menggelar pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga dengan menggunakan magot BSF atau larva Black Soldier Fly.

Jamaah Masjid Baitul Mu'min Mengikuti Pelatihan Pengolahan sampah dengan Magot. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Uwes Fatoni)
Beranda 25 Mei 2026, 10:17

Bandung Berpesta Semalaman untuk Persib, Petugas dan Warga Lokal Bersihkan Sampah Sejak Pagi Buta

Pas datang tadi mah kondisinya kacau, Kang. Pabalatak pisan. Plastik, botol minuman, bungkus makanan, bekas flare, pokokna loba pisan.

Handoyo bersama warga dan unsur kewilayahan ikut turun membersihkan sampah bekas konvoi di kawasan Pasupati, Senin 25 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 10:16

Persib, Bobotoh, dan Komunikasi Kota yang Membiru

Persib juara bukan sekadar prestasi, tetapi peristiwa komunikasi publik. Konvoi bobotoh menjadi bahasa kolektif yang membangun identitas, emosi, dan solidaritas kota.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 25 Mei 2026, 09:45

Support System yang Membentuk Ekosistem: Potret UMKM Bandung Hari Ini

Seperti inilah cara ekosistem UMKM di bawah binaan BRI menjalani arah bisnis yang sehat.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)