Fasilitas Halte Bus Memprihatinkan, Warga Pempertanyakan Imbauan Naik Transportasi Umum

2 menit baca
Siti Octaviani
Ditulis oleh Siti Octaviani diterbitkan Rabu 31 Des 2025, 17:23 WIB
Pemberhentian bus tanpa fasilitas memadai terlihat di tepi Jl. Moch. Toha, Kota Bandung, Kamis (4/12/25). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Siti Octaviani)

Pemberhentian bus tanpa fasilitas memadai terlihat di tepi Jl. Moch. Toha, Kota Bandung, Kamis (4/12/25). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Siti Octaviani)

Kurangnya fasilitas halte bus di Kota Bandung kembali menjadi sorotan masyarakat, keluhan dari para pengguna transportasi umum mengenai fasilitas terus meningkat. Masyarakat mempertanyakan keseriusan Wali Kota Bandung M. Farhan dalam menyediakan fasilitas umum, karena titik pemberhentian bus dianggap tidak memenuhi standar kenyamanan dan keselamatan di Kota Bandung, Kamis 4 Desember 2025.

Nur Regita selaku pengguna transportasi umum, mengatakan bahwa kondisi halte bus di Kota Bandung, sebagai fasilitas yang kurang layak dan membuat masyarakat kebingungan. Di beberapa titik, halte hanya berupa plang kecil di pinggir trotoar yang tidak memiliki tempat duduk, peneduh, ataupun peta rute perjalanan.

“Banyak halte yang saya temui kurang memadai, bahkan di beberapa titik hanya ada satu plang kecil di pinggir trotoar yang membuat orang-orang bingung,” ujar wanita berambut panjang ini.

Halte yang seharusnya menjadi titik aman dan nyaman bagi pengguna justru terlihat seperti sekedar penanda, plang pemberhentian bus berdiri sendiri tanpa area tunggu yang layak. Keadaan ini menunjukkan kurangnya perhatian Wali Kota Bandung M. Farhan, terhadap sarana transportasi umum Kota Bandung, sehingga tidak sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat.

Masyarakat juga mengeluhkan waktu tunggu bus yang tidak menentu dan sering memakan waktu panjang, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengguna. Masalah fasilitas halte ini semakin diperburuk oleh jadwal kedatangan bus yang tidak konsisten, meskipun tersedia aplikasi Mitra Darat, masalah tersebut masih belum teratasi.

“Bus itu jarang datang tepat waktu dan kadang harus menunggu lama, padahal diinformasikan akan tiba setiap 10 menit, tetapi kenyataannya tidak sesuai,” keluhnya.

M. Farhan selaku Wali Kota Bandung, terus menghimbau masyarakat untuk beralih ke transportasi umum, namun fasilitas halte yang tersedia masih jauh dari harapan masyarakat. Ketidaksesuaian antara himbauan dan kondisi halte tersebut membuat penggunaan transportasi umum menjadi tidak efisien dan mempersulit masyarakat.

Saat ini, masyarakat memiliki keinginan untuk menggunakan transportasi umum, namun minimnya fasilitas halte membuat masyarakat ragu terhadap himbauan pria kelahiran 1970  tersebut. Ketimpangan antara ajakan pria berkacamata ini dengan kelayakan sarana yang tersedia, membuat masyarakat kehilangan keyakinan untuk menjadikan transportasi umum pilihan yang aman, nyaman, dan dapat diandalkan.

“Sebenarnya banyak masyarakat yang ingin menggunakan transportasi umum, tetapi fasilitas halte maupun rute dari Wali Kota Bandung masih kurang memadai,” ujar wanita berkacamata ini.

Baca Juga: Antara Kegunaan, Estetika, dan Tantangan Penggunaan

Dalam upaya memperbaiki layanan transportasi umum, masyarakat berharap agar Wali Kota Bandung M. Farhan lebih memperhatikan kelayakan halte bus sebagai sarana transportasi umum. Bagi masyarakat, menyediakan area tunggu yang layak menjadi langkah awal penting untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat.

Selain itu, masyarakat berharap pria kelahiran 1970 selaku Wali Kota Bandung akan secara aktif mendorong masyarakat untuk menggunakan transportasi umum upaya mengurangi kemacetan. Ajakan tersebut, tentunya akan berhasil jika diiringi dengan perbaikan fasilitas yang nyata yang dapat dilihat oleh masyarakat secara langsung. Wali Kota Bandung M. Farhan, dapat menunjukkan keseriusannya dalam membangun sistem transportasi umum yang layak bagi masyarakat dengan memenuhi kebutuhan dasar ini. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Siti Octaviani
Mahasiswi Digital Public Relations Telkom University 2024

Berita Terkait

News Update

Bandung 08 Jun 2026, 19:34

Menilik Eksistensi Dawa Rempah, Racikan Minuman Herbal Tradisional dengan Sentuhan Modern

Gaya hidup sehat turut menjadi tren kekinian yang santer digandrungi oleh masyarakat di masa kini. Salah satu caranya lewat menjaga kesehatan dan kebugaran.

Dawa Rempah (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 18:31

Hari Laut Sedunia, Masih Adakah Prospek Galangan Kapal di Jabar?

Masih sedikit industri galangan kapal di Jabar. Padahal provinsi ini memiliki sebelas pelabuhan yang bisa digunakan sebagai prasarana galangan kapal.

Ilustrasi Hari Laut Sedunia 2026, pemandangan Pantai Jayanti di Kecamatan Cidaun. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Muhammad Ikhsan)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 18:01

Polemik Penggusuran Perumahan Warga di Anyer Dalam akibat Pembangunan oleh KAI

Perumahan Warga di Anyer Dalam digusur untuk pembangunan yang dilakukan oleh oleh KAI merupakan kejadian yang terjadi 5 tahun yang lalu.

Foto Grafiti Bekas 2021 di Tembok Menyusuri di Jalan Serang menyusuri Jalan Anyer Dalam, 17 April 2026. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Hikmat Nur Hidayat)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 17:29

Polemik SPPG Sukabumi: Antara Harapan Gizi dan Alarm Nyata bagi Gen Z

Tercatat sudah tiga kali gelombang unjuk rasa terjadi di pertengahan tahun ini.

Dokumentasi demo SPPG Sukabumi
Beranda 08 Jun 2026, 17:04

Bandung Pernah Jadi Kiblat Musik Indie, Kini Para Musisi Berusaha Merebutnya Kembali

Bandung pernah menjadi salah satu pusat musik independen Indonesia. Melalui Bandung Music Indie, para musisi kini berupaya membangun kembali ruang bersama dan semangat kolektif yang mulai memudar.

Atmosfer hangat dan akrab mewarnai gelaran Bandung Music Indie saat musisi lintas generasi dan penikmat musik bertemu dalam satu ruang yang sama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 16:53

Gedung BAT Cirebon, Pusat Industri yang Kini Hidup sebagai Cagar Budaya Kota

Bukan hanya bangunan kosong, Gedung BAT Cirebon merupakan saksi bisu kejayaan industri kolonial di Kota Cirebon.

Potret Gedung BAT Cirebon saat ini (Sumber: siceppot.cirebonkota.go.id)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 15:07

Gor Saparua sebagai Ruang Ekspresi Anak Muda dan Panggung Musik Kota Bandung

Satu tempat yang sekarang banyak dipakai orang untuk mencurahkan keringat selama 1990-an-2000-an.

Gor Saparua Bandung. (Sumber: Magang Ayobandung | Foto: Miftahul Zikri)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 12:00

Perempuan yang Menjerit-Membuncah Keheningan Malam Kota Bandung

Bahkan di keheningan malam pun perempuan selalu ramai dengan isi kepalanya.

Suasana alam di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: KOSONGDANSATU)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 10:41

Ibu Kota di Bawah Hujan Plastik: Bagaimana Peran Pemerintah dalam Mengatasinya?

Hujan mikroplastik di Ibu Kota dan pernah menjadi berita hangat pada 2025 akhir tahun.

Banjir akibat hujan deras di Jakarta. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 09:43

Fenomena Geologi Mata Air Asin dalam Memori Kolektif dan Toponimi Desa Ciuyah

Fenomena mata air asin di Desa Ciuyah, Kab. Sumedang, berasal dari air laut purba (connate water).

Kondisi terkini situs mata air asin purba (connate water) di Desa Ciuyah, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, saat didokumentasikan pada 28 Maret 2026 pukul 10.50 WIB. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Fatia Siti Biladi)
Wisata & Kuliner 08 Jun 2026, 09:42

Panduan Wisata Sea World: Dunia Bawah Laut yang Bisa Dijelajahi dalam 3 Jam

Panduan lengkap Sea World Ancol mulai dari harga tiket, Antasena Tunnel, feeding shark, Jellyfish Sphere, hingga tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Sea World Indonesia. (Sumber: KCIC)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 09:02

Rompi "Psikolog Klinis" di Puskesmas: Niat Baik yang Menabrak Aturan

Pemasangan rompi bertuliskan "Psikolog Klinis" di puskesmas menuai sorotan. Di balik niat baik meningkatkan layanan, ada aturan profesi yang dipertanyakan.

Seorang warga berkonsultasi dengan psikolog di Puskesmas Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Rabu 13 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 08:26

Wujudkan Optimasi Pajak Bumi dan Bangunan dengan Drone  

Mengelola Pajak Bumi dan Bangunan dengan drone sangat efektif untuk melakukan pemetaan udara, pemutakhiran data blok, dan penilaian properti secara presisi.

Demo drone produksi Iter Aero di Kabupaten Subang terkait dengan bidang perkebunan (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 07 Jun 2026, 19:05

Bangsa Penghafal: Ketika Pancasila Dipisahkan dari Tradisi Berpikir yang Melahirkannya

Pancasila tidak lahir dari hafalan. Ia lahir dari pergulatan pemikiran yang panjang. Ironisnya, bangsa yang mewarisinya justru semakin terbiasa menghafal daripada memahami.

Bung Karno (Foto: Dokumen Historia.ID)
Bandung 07 Jun 2026, 18:19

Dari K-Pop hingga Kuliner, Mengintip Cara Bandung dan Korea Selatan Ubah Hubungan Kultural Jadi Peluang Bisnis Kreatif

Dari kegemaran menikmati musik hingga tren produk kecantikan, adaptasi kultural ini perlahan tapi pasti membuka ruang-ruang usaha baru yang melibatkan para pelaku industri kreatif lokal.

“Oullim Korea: Rhythm & Recipes” yang memadati 23 Paskal Shopping Center, Bandung, pada 5–7 Juni 2026.
Bandung 07 Jun 2026, 15:04

Dari Tren Jadi Cuan, Kisah Mawaru Matcha Ekspansi Ratusan Gerai Lewat Minuman Kalcer

Gelombang hype yang mengakar dari tren makanan hingga minuman kalcer masa kini seperti dessert, kopi, sampai matcha greentea, kian menarik respons positif masyarakat.

Mawaru Matcha. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Sejarah 07 Jun 2026, 09:41

Riwayat Cibiru, Pusat Kesenian Hingga Kemacetan

Cibiru dikenal karena kemacetannya, tetapi kawasan ini juga menjadi rumah bagi benjang dan wayang golek.

Kondisi kemacetan di Cibiru, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 07 Jun 2026, 08:33

Jelajah Yogyakarta untuk Pemula: Destinasi, Kuliner, dan Itinerary Pilihan

Panduan lengkap untuk pertama kali ke Yogyakarta, mulai dari transportasi, tempat menginap, wisata budaya, hingga kuliner khas yang wajib dicoba.

Tugu Jogja. (Sumber: Kemenparekraf)
Ayo Netizen 07 Jun 2026, 07:09

Menelusuri Jejak Bioskop Capitol di Sukabumi

mengenai bioskop capitol di sukabumi, yang pernah menjadi pusat hiburan masyarakat ditahun 90-an

Bioskop Capitol sudah ada sejak masa kolonial Belanda. (Sumber: Dokumentasi Penulis)