Keunikan Wilayah: Di Kecamatan Sirampog, Kawah Gunung Api Jadi Kebun dan Permukiman

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Kawah hasil letusan samping yang berada di Kecamatan Sirampog. (Sumber: Citra satelit: Google maps)
Kawah hasil letusan samping yang berada di Kecamatan Sirampog. (Sumber: Citra satelit: Google maps)

Ini kisah keunikan suatu wilayah yang berada di Negeri Cincinapi, wilayah yang diuntai gunung-gunungapi. Kisah tentang kawah gunung api kecil, yang menjadi bagian dari sistem Gunung Slamet (+3.432 m dpl).

Kawah gunung api yang sedang tertidur pulas ini, berada di Desa Batursari, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Tentu, masih banyak lagi gunungapi purba yang sudah sangat tua, sehingga bentuknya sudah tak menyerupai gunungapi lagi. Padahal, berjuta tahun yang lalu, gunung-gunung itu pernah menjadi gunungapi aktif yang meledak-ledak. Walaupun kini secara administratif Gunung Slamet berada di luar wilayah Kabupaten Brebes, namun, gunungapi aktif inilah yang paling dekat dengan Kabupaten Brebes, dan pengaruh alaminya terasa nyata. 

Gunungapi aktif seperti Gunung Slamet, terus tumbuh membangun dirinya hingga kini. Gunungapi ini sewaktu-waktu akan meledakkan energinya, membagikan abu kesuburan, pasir, bebatuan, yang tersebar ke sekeliling gunungapi yang menjadi pusat letusan. 

Letusan gunungapi itu ada letusan eksplosif, letusan yang meledak-ledak, yang menghamburkan material letusan ke angkasa. Dan, letusan efusif, letusan yang melelehkan lava di lereng gunung dan di lembah. Kedua letusan ini, material letusannya keluar dari kawah utama. Kawah di gunung api strato atau gunung api komposit, umumnya berada di puncak gunung.

Ada juga magma yang sedang menuju ke kawah di puncak gunung melalui pipa atau saluran utama, namun karena energi magma yang datang tidak cukup kuat untuk mendobrak lava yang sudah membatu di leher gunungapi, maka ada kalanya magma itu menerobos melalui rekahan-rekahan patahan yang berada di dalam lereng gunung, atau melalui rekahan yang dibentuk oleh tekanan yang kuat, yang memicu terbentuknya rekahan di dalam tubuh gunung api. Terjadilah letusan di lereng gunung atau di kaki gunung. Letusan samping ada juga yang menyebut letusan lateral. Letusan samping ini ada yang berenergi sangat kuat, sehingga dapat menghancurkan dan mengambrukkan dinding gunung. Namun ada juga letusan samping yang energinya tidak besar, jejak letusannya membentuk kawah-kawah kecil atau kerucut skoria di lereng atau di kaki gunung.

Inilah kawah kecil hasil letusan samping, dengan jarak lurus dari kawah pusat Gunung Slamet sekitar 11 km. Lokasinya berada di perbatasan antara Kabupaten Brebes dengan Kabupaten Tegal. Di Sebelah barat kawah ini terdapat Gunung Sembung yang termasuk Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog.

Kawah ini berada di Kabupaten Brebes, persisnya berada di perbatasan antara Desa Batursari, Kecamatan Sirampog, dengan Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Kawah yang sedang tertidur lelap ini secara administratif berada di Desa Batursari, Desa Sridadi, dan Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog. Di dasar kawah ini sudah tidak menunjukkan adanya kegiatan kegunungapian, seperti layaknya lahan di sekitarnya, sehingga oleh penduduk dijadikan kawasan pertanian dan permukiman.

Kawah kecil ini garis tengahnya 895 m. Tinggi dinding lengkungan lereng kawah sebelah timur laut – timur – tenggara adalah 60 m. Bibir kawah tertinggi berada pada ketinggian +1.420 m dpl. Sedangkan dasar kawahnya berada pada ketinggian +1.360 m dpl. Permukaan dasar kawah miring ke arah barat laut dengan beda tinggi sekitar 20 m di kedua ujungnya. Keliling kawah sekitar 3,76 km, dengan luas kawah sekitar 1,10 km².

Di Kabupaten Brebes, hanya ada satu kawah hasil letusan samping Gunung Slamet di lereng barat. Sedangkan yang berada di Kabupaten Tegal, terutama yang berada di sebelah timur laut – timur - tenggara Gunung Slamet, jumlahnya sebanyak 32 kawah kecil dan kerucut skoria.

Baca Juga: Asal-usul Nama Geografis Baribis 

Di dalam kawah yang sedang tertidur itu, kini sudah dijadikan kebun sayur dan permukiman warga. Permukiman di kawah sebelah barat masuk ke dalam Dukuh Rebo, Desa Sridadi. Di sebelah timur kawah dihuni oleh warga Dukuh Beran, Dukuh Anggrung, dan Dukuh Sragen. Di kawah sisi utara dihuni oleh warga Dukuh Cirem, Desa Batursari. Di kawah sisi selatan dihuni oleh warga Dukuh Rendeh dan Dukuh Warni, Desa Dawuhan. Dan di tengah kawah dihuni oleh warga Dukuh Anggrung.

Untuk melengkapi kebutuhan warganya, di dasar kawah ini sudah disediakan tempat pemakaman umum (TPU) yang berlokasi di Dukuh Anggrung, Desa Batursari. Dibangun Sekolah Dasar Negeri (SDN) Batursari 02 di Dukuh Anggrung, Desa Batursari, dan Sekolah Menengah Pertama (SMPN) 4 Sirampog yang berlokasi di Desa Batursari. Di sana sudah terdapat lapangan olahraga Sahitya di Dukuh Beran, Desa Batursari, lapangan Badaraksa di Dukuhgua, Desa Sridadi, lapangan bola Bima di Dukuh Semangkung, Desa Dawuhan.

Inilah satu keunikan gejala kebumian yang terdapat di Kabupaten Brebes, berupa kawah kecil yang tertidur pulas hasil letusan samping Gunung Slamet. Situs kebumian ini sangat baik bila dijadikan sumber belajar tentang vulkanisme dan pascavulkanik bagi para pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Brebes. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)