Di Simpul Kredit dan Hunian: Transformasi Pembiayaan Perumahan dalam Lanskap Stabilitas Perbankan

Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan Selasa 24 Feb 2026, 18:47 WIB
Warga beraktivitas di salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Warga beraktivitas di salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Stabilitas sektor perbankan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir bukan sekadar optimisme kebijakan. Dalam publikasi Statistik Perbankan Indonesia 2025, Otoritas Jasa Keuangan mencatat kredit perbankan nasional tumbuh sekitar 10 persen secara tahunan, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) bruto terjaga di kisaran 2–3 persen.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, dalam konferensi pers kinerja sektor jasa keuangan yang dikutip berbagai media nasional, menegaskan bahwa stabilitas sektor keuangan tetap terjaga dengan permodalan yang kuat dan likuiditas yang memadai. Pernyataan tersebut memperkuat pembacaan bahwa ekspansi kredit berjalan dalam koridor kehati-hatian.

Intermediasi yang sehat berarti dana masyarakat tidak mengendap, melainkan mengalir ke sektor produktif. Di sinilah perbankan memainkan peran struktural: menjadi penghubung antara likuiditas dan kebutuhan riil ekonomi. Namun pertanyaan mendasarnya adalah, sektor mana yang menjadi jangkar pertumbuhan tersebut?

Jawabannya sebagian terletak pada perumahan. Data Produk Domestik Bruto menurut lapangan usaha yang dirilis Badan Pusat Statistik menunjukkan sektor konstruksi berkontribusi lebih dari 9 persen terhadap PDB nasional dalam beberapa tahun terakhir. Angka itu menempatkannya menjadi salah satu penggerak utama ekonomi riil. Setiap pembangunan rumah menciptakan permintaan terhadap bahan bangunan, tenaga kerja, logistik, hingga pembiayaan.

Perumahan bukan hanya konsumsi rumah tangga. Ia memiliki efek berganda yang panjang. Dalam perspektif ekonomi, pembiayaan perumahan adalah instrumen yang menghubungkan stabilitas sistem keuangan dengan kesejahteraan mikro. Ketika kredit perumahan tumbuh secara terukur, ia bukan hanya memperluas kepemilikan aset, tetapi juga memperkuat siklus ekonomi domestik.

Dalam konteks pembiayaan perumahan, peran Bank Tabungan Negara menjadi signifikan. Media bisnis Fortune Indonesia melaporkan laba bersih BTN mencapai sekitar Rp3,5 triliun pada 2025. Sementara itu, Detik Finance mencatat penyaluran kredit BTN menembus kisaran Rp357 triliun dengan pertumbuhan tahunan sekitar 7 persen.

Presiden Direktur BTN, Nixon Napitupulu, dikutip dalam laporan tersebut, menyatakan bahwa pertumbuhan kredit tetap difokuskan pada pembiayaan perumahan sebagai core business yang menjadi kekuatan fundamental perseroan. Ia juga menekankan bahwa transformasi digital dilakukan untuk mempercepat proses layanan tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.

Pertumbuhan 7 persen mungkin terlihat lebih moderat dibandingkan pertumbuhan kredit industri yang sekitar 10 persen. Namun dalam sektor yang sensitif terhadap suku bunga dan daya beli, stabilitas pertumbuhan sering kali lebih penting daripada ekspansi agresif. Ini mencerminkan strategi yang menempatkan keberlanjutan di atas akselerasi jangka pendek.

Salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Transformasi tidak berhenti pada angka laba dan kredit. Dalam rilis resmi perusahaan terkait program transformasi dan apresiasi media, BTN menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses pembiayaan hunian melalui inovasi layanan dan digitalisasi proses KPR. Dalam pernyataan resminya, manajemen BTN menyebut transformasi merupakan wujud komitmen nyata melayani negeri melalui inovasi layanan dan pembiayaan perumahan.

Lebih jauh, pembiayaan perumahan memiliki dimensi sosial yang tidak bisa diabaikan. Skema KPR, termasuk yang bersubsidi, membuka akses bagi kelompok masyarakat berpenghasilan tetap yang sebelumnya sulit menjangkau kredit perbankan. Di sinilah intermediasi keuangan beririsan langsung dengan inklusi ekonomi.

Jika kembali pada data makro, stabilitas NPL di kisaran 2–3 persen menurut OJK menjadi indikator bahwa ekspansi kredit masih berada dalam batas risiko yang terkendali. Dalam berbagai kesempatan, OJK menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas aset. Pesan regulator ini relevan bagi sektor pembiayaan perumahan yang berjangka panjang dan sensitif terhadap siklus ekonomi.

Tantangan tentu tidak ringan. Daya beli masyarakat, volatilitas pasar global, serta dinamika harga properti menjadi faktor yang harus dikelola. Namun justru dalam situasi seperti itulah strategi yang terukur menjadi pembeda antara ekspansi yang rapuh dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Baca Juga: Meneguhkan Rumah Bersama

Menariknya, transformasi korporasi juga diikuti oleh upaya membangun ekosistem komunikasi yang lebih terbuka. Angka-angka seperti 10 persen pertumbuhan kredit, 2–3 persen NPL, Rp357 triliun penyaluran kredit, atau Rp3,5 triliun laba bersih hanyalah indikator. Apa yang lebih penting adalah bagaimana indikator tersebut diterjemahkan menjadi akses terhadap hunian yang lebih luas dan stabilitas sistem keuangan yang lebih kokoh.

Di simpul antara kebijakan makro dan kebutuhan rumah tangga, pembiayaan perumahan berdiri sebagai jembatan. Dan transformasi yang dijalankan bukan semata tentang pertumbuhan neraca, melainkan tentang mempertemukan stabilitas ekonomi dengan aspirasi paling mendasar untuk memiliki tempat tinggal yang layak. (*)

Berita Terkait

News Update

Beranda 24 Feb 2026, 18:47

Di Simpul Kredit dan Hunian: Transformasi Pembiayaan Perumahan dalam Lanskap Stabilitas Perbankan

Di simpul antara kebijakan makro dan kebutuhan rumah tangga, pembiayaan perumahan berdiri sebagai jembatan.

Warga beraktivitas di salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Beranda 24 Feb 2026, 15:31

Ramadan di Masjid Lautze 2: Saling Berbagi dan Tak Pernah Bertanya Latar Belakang

Pengemis, pengemudi ojek online, pekerja harian, musafir, hingga warga sekitar yang sekadar ingin mampir, duduk dalam barisan yang sama. Tak ada kursi khusus, tak ada sekat sosial.

Suasana ramadan di Masjid Lauetze 2 di Jalan Tamblong, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 15:01

Miskin di Ruang yang Rusak: Menggugat Politik Kemiskinan Ekologis di Indonesia

Mengkritik politik kemiskinan ekologis: warga miskin hidup di ruang rusak, sementara bansos hanya jadi solusi tambal sulam struktural.

Gundukan sampah. (Sumber: Pexels | Foto: Mumtahina Tanni)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 13:37

Ramadan yang Bukan Sekadar Fasting dalam Bahasa Inggris

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, seseorang tidak cukup hanya memahami konsep fasting.

Umat Muslim beribadah di Bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Annas Arfnahri)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 11:58

15 Istilah Penting Ramadan yang Mudah Dipahami WNA Nonmuslim di Indonesia

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, memahami istilah-istilah kuncinya adalah langkah awal yang penting.

Pedagang takjil di bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Umar ben)
Beranda 24 Feb 2026, 11:52

RW 15 Tembus FYP, Bangunin Sahur Jadi Wadah Berkarya Anak Sekeloa Selatan

Tradisi bangunin sahur anak-anak muda Sekelo Selatan sudah berjalan sejak 2007. Bukan sekadar keliling kampung, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi lintas generasi yang kini viral di media sosial.

Anak-anak muda Sekeloa Selatan pelaku tradisi bangunin sahur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 08:09

Puasa Perisai Konsumtif

Jangan sampai nilai-nilai Ramadan ini tereduksi menjadi sekadar simbol dan rutinitas di tengah derasnya arus budaya konsumtif.

Pengunjung belanja pada Gelar Produk Pasar Tani di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 18 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 20:20

Reforma Agraria di Punclut: Negara Hadir atau Abai?

Di lereng yang menjadi bagian dari Kawasan Bandung Utara (KBU) itu, warga telah puluhan tahun menggarap lahan ex-erfpacht verponding.

Pertemuan warga Punclut (Foto: Dokumen Mang Aqli)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 16:20

Kumpulan Kata yang Mendadak Ramai Diucap Pas Ramadan

Berikut kumpulan kata khas Ramadan yang sering digunakan beserta maknanya.

Ilustrasi santri. (Sumber: Pixabay)
Bandung 23 Feb 2026, 15:25

Strategi Bertahan Gado Gado Gerobakan Cibadak Menembus Batas Zaman dan Pandemi

Merintis bisnis bukanlah wacana yang mudah. Perencanaan yang matang hingga eksekusi bisnis sampai di tahap mempunyai pelanggan setia, bukanlah proses yang mudah.

Kuliner tradisional yakni gado-gado gerobakan di kawasan Cibadak milik Efendi Wahyudin. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 14:18

Di Balik Kumpulan Kata Khas Ramadan, Memahami Bahasa dan Makna Sosial

Memahami istilah-istilah khas Ramadan berarti memahami bagaimana bahasa berfungsi sebagai medium pengalaman kolektif.

Seorang anak sedang mengaji. (Sumber: Pixabay | Foto: Joko_Narimo)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 12:13

Bahasa yang Menjadi Kontrol Sosial Kala Ramadan

Di Bulan Suci ini, bahasa menjaga puasa kita tetap tuntas dengan baik.

Ilustrasi orang Indonesia berkumpul di sebuah warung. (Sumber: Pexels | Foto: Noval Gani)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 09:07

Mendadak Pasar Takjil Ramadan

Yang membuat Pasar Takjil menarik, di antaranya adalah suasananya yang meriah dan penuh kejutan.

Pasar Takjil dadakan di Jalan Gading Tutuka, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 18:04

Sejarah Es Cendol Elizabeth yang Selalu Menjadi Minuman 'Bintang' di Saat Ramadan

Kisah Es Cendol Elizabeth berawal dari cerita Haji Rohman pada 1972 yang ditinggal pergi ayahnya.

Es Cendol Elizabeth. (Sumber: Instagram @escendolelizabethofficial)
Bandung 22 Feb 2026, 15:08

Manisnya Berkah Ramadan di Jalan Cibadak, Kisah Pak Heri Merawat Tradisi Es Goyobod di Tengah Gempuran Zaman

Eksistensi pedagang Es Goyobod di kota kembang membuktikan bagaimana peran kuliner tradisional tetap hidup di zaman yang terus berkembang dan tak terbatas ini.

Eksistensi pedagang Es Goyobod di kota kembang membuktikan bagaimana peran kuliner tradisional tetap hidup di zaman yang terus berkembang dan tak terbatas ini. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 15:02

Ngabuburead: Menemukan Ketenangan di Tengah Riuh Ramadan Jawa Barat

Inilah tren 'Ngabuburead', cara baru menepi lewat konten digital yang lebih intim dan berisi.

Media digital. (Sumber: Unsplash | Foto: @felirbe)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 11:43

Lembang Tempo Dulu

Dahulu Lembang adalah sebuah kawasan hijau yang pada masa VOC memiliki sebuah upeti istimewa.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 09:36

Miéling Poé Basa Indung: Jejak Panjang Pers Sunda

Denyut pers Sunda sebenarnya telah terdengar sejak akhir abad ke-19 melalui penerbitan seperti Sunda Almanak (1894) dan Panemu Guru (1906).

Wajah baru Majalah Mangle dalam manajemen Pusat Budaya Sunda Unpad. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 22 Feb 2026, 07:10

Tak Ada yang Berbuka Sendirian: Cerita Ramadan, Relawan, dan Sampah yang Dipilah di Salman ITB

Saat azan Magrib mendekat, halaman sekitar Masjid Salman ITB dipenuhi aroma makanan berbuka yang tertata rapi di atas meja-meja panjang

Masjid Salman ITB menyiapkan sekitar 800 porsi berbuka setiap hari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Biz 21 Feb 2026, 21:53

Konektivitas Singapore Airlines Group Jadi Motor Penggerak Pariwisata Inbound Indonesia

Ia menyebutkan bahwa Indonesia, bersama China dan Australia, merupakan pasar penerimaan pariwisata (tourism receipt) utama bagi Singapura.

Maskapai Singapore Airlines. (Sumber: singaporeair)