Perumahan Elit Era Kolonial Jadi Tempat Nongkrong Anak Muda di Barat Pulau Jawa

6 menit baca
Chintya Puspita Sari
Ditulis oleh Chintya Puspita Sari diterbitkan
Dari Bandung, mari sejenak mengintip ke Blok M di Jakarta. (Sumber: Flickr/Mo Riza)
Dari Bandung, mari sejenak mengintip ke Blok M di Jakarta. (Sumber: Flickr/Mo Riza)

Bandung dan Jakarta senantiasa dibicarakan oleh banyak anak muda, sebagai kota dengan spot-spot nongkrong terbaik.

Jadi barometer fesyen pun jadi pembahasan sejarah dengan berbagai tema menarik.

Lebih menarik lagi, keduanya sama-sama terletak di bagian barat Pulau Jawa; dan salah satu tempat yang layak diulas kali ini ialah Blok M.

Pada tahun 1940-an lingkungan Blok M berisi komplek perumahan yang dirancang pemerintah Belanda yang masih menduduki Indonesia. Kawasan Gambir dan sekitarnya sudah di penuhi oleh penduduk, Belanda membuat kota kecil di Kebayoran dengan membangun kawasan perumahan elit dengan konsep kota dengan taman yang ada di Menteng, kawasan ini dibangun dengan beberapa Blok dari Blok A hingga Blok S dan Blok M menjadi kota pusatnya. 

Ditahun 1980-an Blok M berkembang menjadi pusat perbelanjaan dan menjadi kawasan identik bagi para anak muda kala itu. Banyak film layar lebar yang membuat Blok M menjadi salah satu lokasi nongkrong hits anak muda Jakarta.

Selain pusat perbelanjaan Blok M juga dikenal sebagai pusat hiburan malam, banyaknya cafe, bar dan tempat karaoke hingga larut malam. Jalan Melawai yang dikenal sebagai “Little Tokyo” karena banyaknya restoran Jepang di lingkungan tersebut. Banyaknya orang Indonesia yang bekerja di perusahaan-perusahaan Jepang yang beroperasi di Jakarta. 

Gedung percetakan uang peruri yang dibangun tahun 1955 mulai terbengkalai kemudian bangunan ini direvitalisasi menjadi M Bloc Space yang diresmikan pada pada tanggal 26 September 2019.  M Bloc Space berfungsi sebagai ruang kreatif untuk anak muda, tempat nongkrong dan pusat kolaborasi industri kreatif. M Bloc Space juga berperan untuk pemberdayaan UMKM dan pengusaha lokal. 

Pada masa Covid-19 berkurangnya pengunjung yang datang ke Blok M hal ini menyebabkan banyak pertokoan yang menutup usahanya. Setelah Covid Blok M kembali aktif dengan dibangunnya MRT dan Transjakarta untuk mempermudah mengakses kawasan Blok M. Bangunan-bangunan lama di ahlifungsikan menjadi tempat nongkrong. 

Baca Juga: Seperti Skincare-an, Laporan Keberlanjutan Mutlak Diperlukan Perusahaan!

Banyaknya lokasi di Blok M yang sudah diisi dengan bangunan dan toko-toko membuat berkurangnya ruang terbuka hijau. Pada tangggal 18 September 2022 direvitalisasi dan diresmikan pembangunan Taman Literasi Blok M yang bernama Taman Literasi Martha Christina Tiahahu. Taman ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan berorientasi transit Blok M dan Sisingamangaraja yang bertujuan untuk mengaktifkan ruang hijau dan publik di Jakarta. 

Blok M yang bertepatan di tengah kota Jakarta menjadi tempat untuk anak muda menikmati hari liburnya untuk berkunjung ke sana, bisa dikatakan Blok M tidak pernah sepi pengunjung karena setiap minggu selalu ada event yang diselenggarakan, seperti konser musik yang diisi oleh artis ternama di Indonesia, event makanan, kecantikan, olahraga dan lain sebagainya. Hal tersebut yang membuat daya tarik Blok M meningkat.

Blok M membuka peluang besar bagi pelaku UMKM dan wirausahawan muda untuk berinovasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. (Sumber: Flickr/Joe Mud)
Blok M membuka peluang besar bagi pelaku UMKM dan wirausahawan muda untuk berinovasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. (Sumber: Flickr/Joe Mud)

Tidak kalah dengan tempat lucu di Blok M, Photo Booth menjadi salah satu ciri khas dari Blok M, para anak muda bisa mengabadikan moment dengan orang tersayang. Lebih dari 10 tempat Photo Both yang ada di Blok M, mereka memiliki berbagai jenis Photo Both dengan konsep yang berbeda-beda mulai dari sebuah kotak hingga Photo Both dengan tema di dalam Hotel, beberapa Photo Both menawarkan harga yang cukup terjangkau  yang membuat para anak muda bisa merasakan semua moment tanpa harus mengeluarkan uang banyak untuk kembali mengunjungi Blok M. 

Blok M memiliki sejumlah Photo Booth populer dan unik yang berlokasi di Blok M Square. Beberapa di antaranya adalah Pictant House yang menghadirkan berbagai ruangan bertema seperti laundry room, dapur, kamar mandi, dan kamar tidur, kemudian ada Mobil Vintage Photobooth yang menyuguhkan nuansa berada di dalam mobil klasik bergaya Vintage.

Selain itu, terdapat Portrait Flagship Photobooth dengan konsep modern yang terletak di lantai UG, serta Photodump Hotel Photobooth yang mengusung tema hotel mewah dan berada di lantai Ground, tepat di depan area ATM.

Blok M juga memiliki daya tarik di sektor makanan, kawasan Blok M terdapat daerah yang dikenal dengan “Little Tokyo” karena banyaknya populasi Jepang yang tinggal dan bekerja di area tersebut.  Didalamnya terdapat banyak  makanan Jepang yang bisa dinikmati, mulai dari tempat perbelanjaan seperti Papaya Fresh Market yang menjual kebutuhan sehari-hari dan menjual bahan makanan dan bumbu masakan ala Jepang.

Restoran Jepang di Blok M yang terkenal dengan cita rasa khasnya seperti, Kira-Kira Ginza dengan ciri khas saat akan memasuki area tempat makan diwajibkan untuk melepas alas kaki terlebih dahulu dan tersedia rak buku berisi aneka komik Jepang dari berbagai genre, Daitokyo Sakaba didalamnya terdapat bilik-bilik private room yang menjadi ciri khasnya selain itu juga ada mini bar yang berhadapan langsung ke area dapur berkonsep terbuka.

Restoran Kenjiro dengan desain interiornya yang mewah dan berhasil hunian tradisional ala Negeri Sakura. Futago restauran yang terkenal dengan makanan Creamy Miso Udon yang menghidangkan kuah miso dengan mie Udon yang bertekstur kenyal dan masih banyak lagi restoran dengan konsep Jepang di sana.

Selain makanan Jepang Blok M juga menyediakan makanan Indonesia yang tidak kalah enak, Gultik atau singkatan dari “Gulai Tikungan” adalah hidangan legendaris yang berasal dari Jakarta, khususnya kawasan Blok M. Awalnya, pedagang gulai sapi membuka lapak mereka di tikungan Jalan Mahakam, Blok M, sehingga disebut gulai tikungan.

Gultik merupakan sajian berupa gulai dan nasi. Istilah Gultik dikenal banyak orang sejak tahun 1997. Meskipun berada di Jakarta, banyak pedagang gultik yang berasal dari luar Jakarta. 

Inovasi yang muncul dari berbagai pengusaha yang ingin membangun bisnisnya di Blok M, membuat peluang pengusaha muda dan UMKM untuk membuat ide atau inovasi yang menjadi lapangan pekerja bagi masyarakat dengan begitu tingkat kesejahteraan masyarakat dan perekonomian Indonesia akan meningkat. Dengan hal tersebut Blok M tidak akan sepi pengunjung karena banyaknya tempat yang disediakan.

Banyaknya toko dan tempat-tempat yang dibangun tidak mengurangi ruang terbuka hijau sebagai pendamping. Dibangunnya Taman Literasi Martha Christina Tiahahu sangat membantu dalam sirkulasi udara dari padatnya pengunjung di Blok M. Selain itu juga bisa dengan dibangun tanaman-tanaman kecil di sepanjang jalan atau trotoar jalan raya. Hal tersebut membuat sirkulasi udara di Blok M terus terjaga, pengunjung tidak akan mengalami kepanasan atau berkurangnya udara karena oksigen dari tanaman akan terus terjaga. 

Baca Juga: Historisitas Rel Mati, Jejak Besi Bandoeng—Soemedang dalam Lintasan Waktu

Blok M telah berkembang dari kawasan perumahan elit era kolonial menjadi pusat gaya hidup urban dan destinasi favorit anak muda di Jakarta.

Kawasan ini terus mengalami revitalisasi, mulai dari pembangunan M Bloc Space sebagai ruang kreatif hingga Taman Literasi Martha Christina Tiahahu sebagai ruang hijau publik. Blok M menawarkan berbagai daya tarik, seperti tempat nongkrong unik, photobooth tematik, beragam event, serta kuliner lokal dan internasional, khususnya masakan Jepang.

Selain menjadi tempat hiburan, Blok M juga membuka peluang besar bagi pelaku UMKM dan wirausahawan muda untuk berinovasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan tetap menjaga keseimbangan antara pembangunan dan ruang terbuka hijau, Blok M akan terus menjadi pilihan ternyaman dan tempat nongkrong untuk anak muda karena semua tersedia di Blok M. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Chintya Puspita Sari
Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS

News Update

Wisata & Kuliner 07 Jul 2026, 15:29

Jelajah Waduk Saguling, PLTA Surga Budidaya Ikan dan Wisata Favorit Pemancing

Waduk Saguling tidak hanya memasok listrik, tetapi juga menjadi sentra perikanan air tawar dengan puluhan ribu keramba jaring apung di Bandung Barat.

Waduk Saguling. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Jul 2026, 10:49

Mengepakkan Sayap Ekonomi Kerakyatan Ketika Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara

Semenjak dinamakan Husein Sastranegara menjadi bandara komersial telah memberikan manfaat yang luas bagi penerbangan domestik maupun internasional.

Petugas membersihkan salahsatu fasilitas Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Rabu 25 Juni 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 07 Jul 2026, 09:06

Menjahit Harapan di Tengah Sepinya Pasar Thrifting Gedebage

Di tengah sepinya Pasar Cimol Gedebage, Dedi tetap bertahan sebagai penjahit pakaian thrifting. Feature ini mengangkat perjuangannya menghidupi keluarga sekaligus menjaga profesi warisan orang tuanya.

Pasar Cimol Gedebage. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 18:01

Membaca Ulang Jogja Dua yang Kini Bertransformasi Jadi 'Buah Dua'

Asal-usul julukan “Jogja 2” yang disematkan kepada Buahdua, Sumedang, melalui tinjauan sejarah pada masa Agresi Militer Belanda II, juga peran warga memaknai julukan tersebut.

Monumen Perjuangan Jogja 2 di Desa Darongdong (Sumber: Ilustrasi | Foto: Ilustrasi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:49

Jejak Otentisitas Kuliner Bumi Pasundan: Tinjauan 8 Resep Warisan dalam Karya Ny. Tuty Latief (1976)

Pada tahun 1976, sebuah pustaka boga berjudul Resep Masakan Daerah hadir sebagai dokumentasi penting bagi khazanah kuliner Nusantara.

Pepes ikan emas (pais lauk mas) Sunda. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 17:41

Rujak Cingur Surabaya, Kuliner Legendaris Sejak 1930-an

Kenali sejarah rujak cingur Surabaya, bahan khas, warung legendaris, Festival Rujak Uleg, hingga tips menikmati kuliner Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Rujak Cingur Surabaya.
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:03

Perjalanan Panjang Mie Ayam: Dari Makanan Pendatang hingga jadi 'Comfort Food' Sejuta Umat

Rasanya sudah biasa ketika pergi ke mana pun, pasti ada gerobak atau warung mie ayam yang berjualan.

Foto mie ayam dari warung pinggir jalan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Syabil Rasyidan)
Bandung 06 Jul 2026, 16:15

Kisah Ratri Wijaya Nakhodai 3 Lini Mode: Potret Tangguh UMKM Bandung yang Ogah Gulung Tikar Digilas Zaman

Di tengah ketatnya persaingan pasar digital dan pergeseran tren yang bergerak secepat kilat, para kreator lokal dituntut untuk tidak sekadar bertahan, melainkan terus beradaptasi dan bertransformasi.

Ratri Wijaya dikenal sebagai desainer sekaligus entrepreneur sukses yang menaungi tiga brand fashion sekaligus, yaitu Rumah Batik Wijaya, Kamaku, dan Alaiya. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 16:01

10 Netizen Terpilih Juni 2026, Menangkap Momentum dengan Kualitas

Per Juni 2026 dan seterusnya penulis tidak lagi dibatasi satu tema besar, melainkan dipersilakan mengangkat isu apa pun yang relevan dengan momentum.

Website ayobandung.id. (Sumber: Unsplash | Foto: Alex Knight)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 14:14

Mendefinisikan Ulang Nation Branding: Ketika Identitas Bangsa Tak Lagi Ditentukan dari Atas

Artikel ini mengulas partisipasi publik dalam pemilihan logo HUT ke-81 RI sebagai paradigma baru nation branding yang memperkuat legitimasi, reputasi, dan identitas kolektif Indonesia.

logo HUT ke-81 RI. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:40

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang: Nostalgia Berujung Meriah Bersama Java Jive

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang membuktikan bahwa persahabatan yang terjalin sejak bangku sekolah tetap hidup meski waktu terus berjalan.

Band legendaris asal Bandung, Java Jive, tampil menghibur dan menyemarakkan Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:19

Demokratisasi Keahlian: Reinvensi Peran SME dalam Ekosistem Corporate University

Reinvensi peran SME dalam Corporate University mengubah pelatihan menjadi ekosistem pembelajaran berkelanjutan yang relevan, adaptif, dan berdampak pada kinerja organisasi.

Ilustrasi ASN. (Sumber: diskominfo.bandaacehkota.go.id)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 12:47

Lagu Kontroversial 'Lalaki Langit' dari Bupati Purwakarta

Kontroversi Lagu "Lalaki Langit" buatan Bupati Purwakarta menuai kritik panas dari netizen hingga berujung permintaan maaf.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein. (Sumber: ppid.purwakartakab.go.id)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 12:40

Pantai Sayang Heulang, Wisata dengan View Eksotis di Garut Selatan yang Wajib Dikunjungi

Pantai Sayang Heulang Garut menawarkan karang raksasa, gumuk pasir, camping, dan sunset indah. Ketahui harga tiket, lokasi, aktivitas, serta tips berkunjung terbaru.

Pantai Sayang Heulang Garut. (Sumber: Instagram @pantaisayangheulang)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 11:38

Kaum Prekariat, Mimpi yang Digantung Zaman

Kaum Prekariat sampai saat ini hanya menggantungkan impiannya untuk meningkatkan taraf hidup.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 10:25

Tari Bali: Kaya akan Ritual Sakral hingga Berkembang menjadi Tarian Penyambutan

Sejarah keindahan tarian tradisional Bali dan makna dibaliknya.

Gambaran posisi Penari Pendet duduk saat menari dalam sebuah acara. (Sumber: Arsip Nasional)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 09:41

Sate Maranggi: Narasi Evolusi, Filosofi, dan Diplomasi Budaya di Balik Ikon Kuliner Purwakarta

Kekuatan utama Sate Maranggi tersebut justru terletak pada teknik marinasinya yang intens.

Sate Maranggi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunwan Kartapranata)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 08:40

Rupiah Kuat Harapan Tertinggi Masyarakat

Kekuatan Rupiah harus diperhatikan dengan seksama.

Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 20:03

Menelusuri Akar Sejarah Pasunda Bubat dan Kondisi Kedua Kerajaan Pascatragedi

Peristiwa Pasunda Bubat dan Kondisi Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sunda Pasca-Pasunda Bubat berdasarkan catatan kitab-kitab kuno.

Ilustrasi Pasunda Bubat (Sumber: Wikimedia commons)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 18:11

Komentar Jahat yang Mendongkrak Penjualan PUKA

Hate comment yang membanjiri TikTok PUKA justru mendongkrak penjualan scrunchie buatan para penyandang disabilitas.

Proses produksi aksesori di PUKA, dikerjakan langsung oleh teman-teman penyandang disabilitas (Sumber: Penulis | Foto: Lupita Sari Ayuning Cahya Nugraha)