Seperti Skincare-an, Laporan Keberlanjutan Mutlak Diperlukan Perusahaan!

3 menit baca
Antonio Alfio
Ditulis oleh Antonio Alfio diterbitkan
Perusahaan yang tidak menyusun laporan keberlanjutan berisiko kehilangan kepercayaan publik. (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Perusahaan yang tidak menyusun laporan keberlanjutan berisiko kehilangan kepercayaan publik. (Sumber: Pexels/Ron Lach)

Seperti rutinitas skincare yang membutuhkan waktu dan biaya, laporan keberlanjutan kerap dipandang sebagai beban tambahan bagi perusahaan, padahal merupakan investasi jangka panjang yang menguntungkan.

Secara langsung, laporan ini memungkinkan perusahaan untuk melakukan efisiensi sumber daya yang berdampak pada profitabilitas perusahaan. Secara tidak langsung, laporan ini juga berdampak pada hal-hal yang lebih tidak kasat mata, seperti meningkatnya kepercayaan publik dan peluang pendanaan dari investor yang sadar akan isu lingkungan.

Dampak positif laporan keberlanjutan terhadap perusahaan dapat dilihat melalui perusahaan Puma, yang mencatatkan lonjakan nilai saham sebesar 4.000% setelah secara konsisten menerbitkan laporan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnisnya.

Selain Puma, Unilever juga menunjukkan bahwa komitmen terhadap laporan keberlanjutan dapat mendorong pertumbuhan profitabilitas, terbukti dengan peningkatan signifikan laba bersih sebesar 15% (€3,4 miliar) pada tahun 2024 yang didorong oleh pengurangan biaya dan peningkatan efisiensi operasional.

Penyampaian laporan keberlanjutan secara terbuka mencerminkan komitmen perusahaan terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan tanggung jawab lingkungan dan sosial. Transparansi berarti perusahaan bersedia membuka informasi penting kepada publik, sementara akuntabilitas menunjukkan kesediaan perusahaan untuk bertanggung jawab atas dampak dari operasional bisnisnya.

Ketika publik melihat bahwa perusahaan jujur dalam mengungkapkan informasi, serta bersedia mengakui dan memperbaiki dampaknya terhadap lingkungan dan sosial, kepercayaan pun tumbuh secara alami.

Seiring waktu, kepercayaan dari publik akan memperkuat citra perusahaan sebagai entitas yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada isu keberlanjutan.

PT Unilever Indonesia menjadi salah satu perusahaan yang berhasil membangun reputasi positif berkat konsistensinya dalam mempublikasikan laporan keberlanjutan yang transparan dan komprehensif.

Melalui pengungkapan laporan keberlanjutan secara berkala, perusahaan dapat mengidentifikasi peluang efisiensi penggunaan sumber daya. Dengan data yang akurat, perusahaan dapat mengidentifikasi area mana saja yang berpotensi mengalami pemborosan, sehingga langkah penghematan dapat diterapkan secara tepat sasaran.

Upaya ini tidak hanya menurunkan biaya produksi, tetapi juga membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, seperti pengurangan emisi gas rumah kaca dan limbah beracun.

Ilustrasi produk Puma. (Sumber: Pexels/Ashutosh Sonwani)
Ilustrasi produk Puma. (Sumber: Pexels/Ashutosh Sonwani)

Hal ini dapat dilihat pada Puma, yang pada tahun 2011 mengungkap dampak lingkungan sebesar €145 juta dan kemudian melakukan efisiensi dengan mengurangi konsumsi air hingga 1 juta liter per tahun serta menghemat 8.500 ton kertas. Inisiatif ini tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga mendorong efisiensi operasional dan profitabilitas perusahaan dalam jangka panjang.

Meningkatnya kesadaran investor terhadap isu keberlanjutan menjadikan laporan keberlanjutan sebagai alat strategis untuk menarik pendanaan jangka panjang. Banyak investor kini tidak hanya mempertimbangkan kinerja keuangan, tetapi juga menilai bagaimana perusahaan mengelola dampak lingkungan dan sosialnya. Perusahaan yang secara konsisten menyampaikan laporan keberlanjutan dinilai memiliki manajemen risiko yang lebih baik dan orientasi jangka panjang yang lebih jelas.

BlackRock, perusahaan manajemen aset terbesar di dunia, secara terbuka menyatakan bahwa keberlanjutan adalah standar baru dalam strategi investasinya, dengan berkomitmen untuk memprioritaskan investasi pada perusahaan yang memiliki strategi keberlanjutan yang kuat. Hal ini menunjukkan bahwa keterbukaan terhadap aspek keberlanjutan juga membuka akses terhadap sumber pendanaan yang lebih luas dan stabil.

Layaknya seseorang yang tidak menggunakan skincare dan akhirnya menghadapi berbagai masalah kulit di kemudian hari, perusahaan yang tidak menyusun laporan keberlanjutan berisiko kehilangan kepercayaan publik dan kesulitan beradaptasi dengan tuntutan pasar yang terus berkembang.

Walaupun tidak memberikan hasil secara instan, laporan keberlanjutan terbukti mendukung keberlangsungan dan profitabilitas perusahaan melalui manfaat strategis jangka panjang.

Peningkatan citra perusahaan, efisiensi sumber daya, dan akses pendanaan jangka panjang merupakan nilai tambah yang dapat diperoleh melalui komitmen keberlanjutan.

Perusahaan yang menerbitkan laporan keberlanjutan secara konsisten akan siap untuk membangun keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Dengan demikian, laporan keberlanjutan seharusnya tidak lagi dipandang sebagai beban tambahan, melainkan investasi yang membawa keuntungan berkelanjutan bagi perusahaan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)