Harapan Baru untuk Taman Tegallega sebagai Ruang Publik di Kota Bandung

3 menit baca
Ruth Sestovia Purba
Ditulis oleh Ruth Sestovia Purba diterbitkan
Area tribun Taman Tegalega terlihat sunyi pada Jumat, 5 Desember 2025, berlokasi di Jalan Otto Iskandardinata, Kelurahan Ciateul, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jawa Barat. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Ruth Sestovia Purba)
Area tribun Taman Tegalega terlihat sunyi pada Jumat, 5 Desember 2025, berlokasi di Jalan Otto Iskandardinata, Kelurahan Ciateul, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jawa Barat. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Ruth Sestovia Purba)

Bandung itu selalu punya cara menarik perhatian orang untuk datang ke kota ini, baik untuk kulineran , liburan atau sekedar mencari ketenangan. Dengan banyaknya area publik ,café dan lokasi untuk beraktivitas, Bandung terasa seperti sebuah kota yang selalu menyediakan ruang bagi siapa saja.

Akhir-akhir ini, tempat publik yang ada di Kota Bandung semakin banyak di manfaatkan untuk berolahraga, tempat berkumpul atau hanya bersantai sejenak menikmati sekitarnya.Salah satu area publik yang kembali ramai adalah Taman Tegallega yang tepat berada di pusat Kota. 

Taman Tegallega selama ini telah dikenal sebagai suatu tempat berkumpulnya masyarakat dan setelah mendapatkan perbaikan beberapa waktu lalu,keadaannya sekarang terlihat lebih tertata. Banyak orang yang datang berfoto atau menikmati tempat tersebut yang kini menjadi lebih luas dan rapi dibandingkan dengan sebelumnya.

Namun berdasarkan berbagai informasi yang saya dapatkan, keadaan di lapangan ternyata tidak selalu mencerminkan gambaran taman yang tampak teratur di media sosial. Beberapa postingan dan laporan dari masyarakat memperlihatkan adanya kerusakan pada fasilitas serta beberapa kawasan yang sudah mulai kurang terawat.

Berdasarkan laporan dari AyoBandung.com yang terbit pada Januari 2025,kerusakan infrastruktur di Taman Tegallega terjadi akibat peristiwa pencarian koin menggunakan aplikasi jagat yang sempat populer pada saat itu. Selama aktivitas permainan, sejumlah pengunjung menggali tanah,menginjak tanaman dan merusak trotoar hanya demi mendapatkan hadiah dari aplikasi tersebut.

Selain kerusakan pada infraktruktur, isu keamanan juga menjadi perhatian,beberapa pengalaman dari pengunjung menunjukkan bahwa suasana di Taman Tegallega belum sepenuhnya aman, terutama saat pengunjung sedang banyak. Ini mencerminkan bahwa ruang publik masih menghadapi isu sosial yang perlu mendapat perhatian.

Keluhan mengenai pungutan liar dan perilaku kurang sopan dari beberapa pengamen semakin menambah masalah di taman ini. Jika keadaan ini dibiarkan terus-menerus maka revitalisasi tidak akan berhasil karena yang seharusnya nyaman menjadi kurang kondusif untuk para pengunjung.

Permasalahan ini menggambarkan bahwa pengelolaan Taman Tegallega masih memerlukan perhatikan yang mendalam  agar ruang publik tetap bagus. Situasi ini menekankan perlunya pengelolaan yang lebih tertata dan berkelanjutan agar masyarakat dapat merasakan manfaat dari taman tersebut.

Kabinet M.Farhan harus menekankan pentingnya penataan kegiatan yang dapat merusak fasilitas agar tempat umum tetap terawat. Pengaturan pengawasan setiap hari perlu di perkuat melalui kerja sama antara petugas di lapangan untuk menghindari terjadinya kerusakan yang sama di masa mendatang.

Pengelola taman perlu membuat tanda dan pembatas untuk area yang rentan agar pengunjung menyadari batasan yang harus dihormati. Edukasi di lokasi harus dilakukan secara teratur agar pengunjung dapat berperilaku lebih bertanggung jawab kepada ruang publik yang ada.

Wali Kota Bandung, M. Farhan, harus memastikan bahwa upaya pengamanan diperkuat lagi dengan menempatkan lebih banyak petugas di daerah yang ramai. Sebuah sistem laporan yang cepat perlu dibuat agar setiap masalah dapat diselesaikan tanpa menunggu masalah menjadi lebih serius.

Baca Juga: Mengenal Gedung Sate, Ikon Arsitektur dan Sejarah Kota Bandung

Penanganan pungutan liar tersebut harus dilakukan dengan cara operasi yang teratur serta penempatan titik-titik pengawasan di tempat yang rawan. Diperlukan pendekatan yang tegas namun tetap memperhatikan aspek kemanusiaan agar perbuatan tersebut bisa di hentikan tanpa mengganggu kenyaman setiap pengunjung yang datang.

Orang nomor satu di Kota Bandung ini M.Farhan harus menetapkan kriteria perawatan bulanan yang dapat diukur supaya keberlanjutan revitalisasi ini dapat di kontrol secara jelas. Kebijakan ini krusial untuk menjamin bahwa peningkatan kualitas ruang publik berlangsung dengan teratur dan memberikan manfaat yang nyata untuk masyarakat.

Harapan masyarakat Bandung ke pemerintah lebih bijak dalam memilih prioritas pengelolaan tempat umum demi kenyamanan bersama. Pengunjung juga perlu ikut menjaga sarana yang ada supaya Taman Tegallega tetapi sebagai ruang kota yang membanggakan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)