Harapan Baru untuk Taman Tegallega sebagai Ruang Publik di Kota Bandung

Ruth Sestovia Purba
Ditulis oleh Ruth Sestovia Purba diterbitkan Kamis 18 Des 2025, 20:08 WIB
Area tribun Taman Tegalega terlihat sunyi pada Jumat, 5 Desember 2025, berlokasi di Jalan Otto Iskandardinata, Kelurahan Ciateul, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jawa Barat. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Ruth Sestovia Purba)

Area tribun Taman Tegalega terlihat sunyi pada Jumat, 5 Desember 2025, berlokasi di Jalan Otto Iskandardinata, Kelurahan Ciateul, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jawa Barat. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Ruth Sestovia Purba)

Bandung itu selalu punya cara menarik perhatian orang untuk datang ke kota ini, baik untuk kulineran , liburan atau sekedar mencari ketenangan. Dengan banyaknya area publik ,café dan lokasi untuk beraktivitas, Bandung terasa seperti sebuah kota yang selalu menyediakan ruang bagi siapa saja.

Akhir-akhir ini, tempat publik yang ada di Kota Bandung semakin banyak di manfaatkan untuk berolahraga, tempat berkumpul atau hanya bersantai sejenak menikmati sekitarnya.Salah satu area publik yang kembali ramai adalah Taman Tegallega yang tepat berada di pusat Kota. 

Taman Tegallega selama ini telah dikenal sebagai suatu tempat berkumpulnya masyarakat dan setelah mendapatkan perbaikan beberapa waktu lalu,keadaannya sekarang terlihat lebih tertata. Banyak orang yang datang berfoto atau menikmati tempat tersebut yang kini menjadi lebih luas dan rapi dibandingkan dengan sebelumnya.

Namun berdasarkan berbagai informasi yang saya dapatkan, keadaan di lapangan ternyata tidak selalu mencerminkan gambaran taman yang tampak teratur di media sosial. Beberapa postingan dan laporan dari masyarakat memperlihatkan adanya kerusakan pada fasilitas serta beberapa kawasan yang sudah mulai kurang terawat.

Berdasarkan laporan dari AyoBandung.com yang terbit pada Januari 2025,kerusakan infrastruktur di Taman Tegallega terjadi akibat peristiwa pencarian koin menggunakan aplikasi jagat yang sempat populer pada saat itu. Selama aktivitas permainan, sejumlah pengunjung menggali tanah,menginjak tanaman dan merusak trotoar hanya demi mendapatkan hadiah dari aplikasi tersebut.

Selain kerusakan pada infraktruktur, isu keamanan juga menjadi perhatian,beberapa pengalaman dari pengunjung menunjukkan bahwa suasana di Taman Tegallega belum sepenuhnya aman, terutama saat pengunjung sedang banyak. Ini mencerminkan bahwa ruang publik masih menghadapi isu sosial yang perlu mendapat perhatian.

Keluhan mengenai pungutan liar dan perilaku kurang sopan dari beberapa pengamen semakin menambah masalah di taman ini. Jika keadaan ini dibiarkan terus-menerus maka revitalisasi tidak akan berhasil karena yang seharusnya nyaman menjadi kurang kondusif untuk para pengunjung.

Permasalahan ini menggambarkan bahwa pengelolaan Taman Tegallega masih memerlukan perhatikan yang mendalam  agar ruang publik tetap bagus. Situasi ini menekankan perlunya pengelolaan yang lebih tertata dan berkelanjutan agar masyarakat dapat merasakan manfaat dari taman tersebut.

Kabinet M.Farhan harus menekankan pentingnya penataan kegiatan yang dapat merusak fasilitas agar tempat umum tetap terawat. Pengaturan pengawasan setiap hari perlu di perkuat melalui kerja sama antara petugas di lapangan untuk menghindari terjadinya kerusakan yang sama di masa mendatang.

Pengelola taman perlu membuat tanda dan pembatas untuk area yang rentan agar pengunjung menyadari batasan yang harus dihormati. Edukasi di lokasi harus dilakukan secara teratur agar pengunjung dapat berperilaku lebih bertanggung jawab kepada ruang publik yang ada.

Wali Kota Bandung, M. Farhan, harus memastikan bahwa upaya pengamanan diperkuat lagi dengan menempatkan lebih banyak petugas di daerah yang ramai. Sebuah sistem laporan yang cepat perlu dibuat agar setiap masalah dapat diselesaikan tanpa menunggu masalah menjadi lebih serius.

Baca Juga: Mengenal Gedung Sate, Ikon Arsitektur dan Sejarah Kota Bandung

Penanganan pungutan liar tersebut harus dilakukan dengan cara operasi yang teratur serta penempatan titik-titik pengawasan di tempat yang rawan. Diperlukan pendekatan yang tegas namun tetap memperhatikan aspek kemanusiaan agar perbuatan tersebut bisa di hentikan tanpa mengganggu kenyaman setiap pengunjung yang datang.

Orang nomor satu di Kota Bandung ini M.Farhan harus menetapkan kriteria perawatan bulanan yang dapat diukur supaya keberlanjutan revitalisasi ini dapat di kontrol secara jelas. Kebijakan ini krusial untuk menjamin bahwa peningkatan kualitas ruang publik berlangsung dengan teratur dan memberikan manfaat yang nyata untuk masyarakat.

Harapan masyarakat Bandung ke pemerintah lebih bijak dalam memilih prioritas pengelolaan tempat umum demi kenyamanan bersama. Pengunjung juga perlu ikut menjaga sarana yang ada supaya Taman Tegallega tetapi sebagai ruang kota yang membanggakan. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ruth Sestovia Purba
Mahasiswa semester 3,Jurusan Digital Public Relations,Telkom University.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Jan 2026, 11:05 WIB

Interior Bus Listrik Metro sebagai Pengalaman Ruang Bergerak di Kota Bandung

Transportasi publik dalam konteks ini, dipahami sebagai ruang interior bergerak yang dialami secara nyata oleh pengguna/penumpang.
Bus listrik metro. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Biz 24 Jan 2026, 21:30 WIB

Menyelami Dinamika Properti Indonesia: Antara Regulasi, Pasar, dan Integritas Developer

Industri properti kini bukan lagi sekadar urusan semen dan baja, melainkan pertarungan kecerdasan dalam menafsirkan naskah regulasi yang terus berganti.
Industri properti kini bukan lagi sekadar urusan semen dan baja, melainkan pertarungan kecerdasan dalam menafsirkan naskah regulasi yang terus berganti. (Sumber: Freepik)
Beranda 24 Jan 2026, 09:15 WIB

Memaknai Filosofi Warna Wayang Golek sebagai Cermin Karakter dan Arti Kehidupan

Tak hanya posisi mahkota, warna pada wajah wayang juga menjadi kunci untuk memahami filosofi karakter.
Tatang Ruhiana dan koleksi wayan goleknya yang dijual di galeri Alan Ruchiat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 22:10 WIB

Normalisasi Sungai Mandiri: Kepemimpinan RT/RW Menjawab Tantangan Banjir

Kabupaten Bandung termasuk wilayah yang hampir setiap musim penghujan mengalami banjir di sejumlah titik.
Ketua RT 02 dan warga membersihkan tumbuhan liar dan semak semak di aliran sungai. (Foto: Jumali indrayanto)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 20:43 WIB

Kualitas Perjalanan Warga Bandung Menurun, Evaluasi Infrastruktur Transportasi Mengemuka

Kemacetan di Bandung membuat perjalanan harian warga lebih lama, menurunkan produktivitas, dan menurunkan kenyamanan mobilitas. Perlu pengaturan lalu-lintas lebih baik.
Pengendara terjebak macet di Buah Batu Ketika hujan turun, Senin (01/12/2025). (Foto: Nabila Khairunnisa P)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 19:47 WIB

Lisa Blackpink di Bandung Barat: Antara Gengsi Global dan Ujian Tatakrama Kita

Lisa Blackpink syuting di Bandung Barat? Intip alasan Netflix memilih Citatah dan bagaimana warga menyikapi bocornya lokasi syuting tersebut.
Salah satu tebing karst yang terus dijaga bersama adalah Tebing Citatah 125 karena di sinilah sejarah panjat tebing Indonesia bermula. (Sumber: Eiger)
Ayo Biz 23 Jan 2026, 17:24 WIB

Industri Sepak Bola Putri Indonesia Sedang Bertumbuh di Tengah Kekosongan Liga Resmi

Dari Bandung, Tangerang hingga Samarinda, gairah sepak bola putri tumbuh dengan cepat, menghadirkan pemandangan baru yang beberapa tahun lalu masih jarang terlihat.
Dari Bandung, Tangerang hingga Samarinda, gairah sepak bola putri tumbuh dengan cepat, menghadirkan pemandangan baru yang beberapa tahun lalu masih jarang terlihat. (Sumber: MilkLife Soccer Challenge)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 16:58 WIB

Menata Ulang Wajah Transportasi Bandung

Lalu lintas Bandung yang terbilang sangat padat telah menjadi masalah bagi warga sejak tahun 2024.
Kemacetan Bandung Pada malam hari (21.52 WIB) di Jln. Terusan Buah Batu. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Muhammad Airell Fairuzia)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 16:24 WIB

Kota Wisata dengan Beban Mobilitas Tinggi: Tantangan Tata Transportasi Bandung

Pemerintah sudah mencoba menerapkan berbagai cara untuk mengatasi permasalahan kemacetan, namun masih tak kunjung menemukan solusi yang tepat.
Kemacetan arus lalu lintas di ruas jalan Buah Batu, Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, menjadi pemandangan sehari hari bagi warga yang melintas (03/12/2025). (Sumber: Ramadhan Dwiadya Nugraha)
Ayo Biz 23 Jan 2026, 15:58 WIB

Menjaga Pertumbuhan di Tengah Krisis Fiskal: Strategi Obligasi dan Sukuk Jawa Barat

Ekonomi Jawa Barat pada Triwulan II 2025 tumbuh solid sebesar 5,23% year-on-year. Namun, di balik angka yang tampak menjanjikan itu, terdapat bayangan tantangan fiskal yang semakin nyata.
Ilustrasi obligasi dan sukuk daerah memperluas inklusi keuangan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 15:01 WIB

Ketika Mobilitas Tersendat, Kepercayaan Publik Ikut Tergerus

Kemacetan yang terus menerus terjadi membuat masyarakat Bandung semakin resah.
Pengendara mobil dan motor yang menunggu macet di malam hari (02/11/2025). (Foto: Sherina Khairunisa)
Ayo Jelajah 23 Jan 2026, 14:03 WIB

Kisah Para Warga Bandung yang Terjerat Tipu Daya Judi Online Kamboja

Judi online jaringan Kamboja menjalar hingga Bandung lewat iklan kerja digital. Anak muda direkrut sebagai operator dari rumah kontrakan atau luar negeri dengan janji gaji bulanan yang terlihat wajar.
Ilustrasi judi Kamboja.
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 13:38 WIB

Dana Indonesiana Tertunda, Pelestari Budaya Ngada Alami Tekanan Mental

Dana Indonesiana belum cair, program budaya Ngada tertunda, pelakunya menghadapi tekanan sosial dan mental di kampungnya sendiri.
Desa Adat Bena. (Sumber: Arsip pribadi narasumber)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 12:08 WIB

Catatan Awal Tahun dari Wargi Bandung

Januari 2026 tiba, udara Bandung terasa berbeda.
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di dekat Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 10:07 WIB

Semestinya Kita Berefleksi dari Bencana Sumatra

Peristiwa ini bukan sekadar kabar duka dari satu wilayah, melainkan cermin rapuhnya kesiapsiagaan kita menghadapi bencana yang berulang.
Sisa banjir di Sumatra Barat pada awal Desember 2025. (Sumber: pkp.go.id)
Beranda 23 Jan 2026, 06:49 WIB

Konsistensi infoantapani Menyapa Warga Antapani Selama 12 Tahun, Bukan Cuma Urusan Algoritma dan Engagement

Akun ini tidak ingin dipandang sebagai media yang semata-mata mengutamakan kecepatan, namun juga tidak memilih gaya bahasa yang saklek, kaku, atau terlalu formal.
Owner dan founder @infoantapani, Venda Setya Nugraha. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 06:33 WIB

Bunderan Cibiru dan Tumpukan Kendaraan

Bunderan Cibiru menjadi salah satu titik macet yang ada di Bandung.
Macet menjelang Malam Natal dan Tahun Baru. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 22 Jan 2026, 21:00 WIB

Hanya 'Keajaiban' yang Bisa Menuntaskan Masalah Kemacetan di Kota Bandung

Macetnya Kota Bandung kerap menjadi sorotan, bagaimana cara mengatasinya?
Padatnya Kota Bandung pada sore hari, Rabu (3/12/2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Venecia Fiantika)
Ayo Biz 22 Jan 2026, 18:39 WIB

Industri Belajar Bernapas Hijau: Ketika Sustainability Jadi Nafas Baru

Dengan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, industri dapat menekan dampak negatif melalui efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan pemanfaatan bahan baku ramah lingkungan.
Dengan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, industri dapat menekan dampak negatif melalui efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan pemanfaatan bahan baku ramah lingkungan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 22 Jan 2026, 18:14 WIB

Cinta Bobotoh pada PERSIB, Sebuah Kesetiaan Tanpa Syarat

Kesetiaan Bobotoh terhadap PERSIB Bandung yang tidak bergantung pada kemenangan atau prestasi semata.
Jadi warna lain yang menyapa di laga Persib, Bobotoh Unyu-unyu bukan sekadar pendukung tapi wajah baru dalam dinamika suporter sepak bola Indonesia. (Sumber: dok. Bobotoh Unyu-unyu)