Taman Lansia Bandung usai Revitalisasi: Antara Harapan Baru dan Beragam Tantangan di Lapangan

3 menit baca
hilyatul auliya
Ditulis oleh hilyatul auliya diterbitkan
Lampu taman malam hari yang menerangi jalur pejalan kaki menunjukkan suasana sepi setelah hujan mengguyur Taman Lansia pada Rabu, 3 Desember 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Hilyatul Auliya)
Lampu taman malam hari yang menerangi jalur pejalan kaki menunjukkan suasana sepi setelah hujan mengguyur Taman Lansia pada Rabu, 3 Desember 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Hilyatul Auliya)

Bandung merupakan kota yang memiliki tempat yang sangat beragam untuk dikunjungi, salah satunya Taman Lansia. Taman ini berada di Jalan Cisangkuy, Kelurahan Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Taman Lansia Bandung menurut saya memiliki potensi besar sebagai ruang publik yang penting, namun menurut Heidi Surya Utama dan Priyendiswara Agustina Bella dalam Jurnal Evaluasi Taman Lansia Di Kota Bandung Dengan Konsep Place-Keeping menunjukkan bahwa taman ini belum sepenuhnya memenuhi standar taman kota. Fasilitas dasar seperti jalur pejalan kaki, tempat duduk, dan pengelolaan danau buatan masih terasa kurang ramah pengguna dan memerlukan peningkatan agar benar-benar dapat digunakan dengan nyaman oleh masyarakat.

Taman yang sudah berdiri sejak tahun 1885 ini memiliki nilai sejarah yang tidak kecil. Dahulu dikenal sebagai Taman Cisangkuy karena lokasinya yang berada di Jalan Cisangkuy, namun kemudian lebih terkenal sebagai Taman Lansia karena banyaknya pengunjung berusia lanjut yang sering beraktivitas di sini.

Revitalisasi yang dilakukan pada tahun 2014 sebenarnya memberikan harapan, tetapi tidak berlangsung lama. Kondisi taman kembali tidak terawat terlihat seperti taman mati, penutupan yang berlangsung pada Agustus lalu menunjukkan bahwa kerusakan fasilitas dan kurangnya perawatan merupakan masalah berulang yang belum terselesaikan.

Sebelum diresmikannya kembali hasil revitalisasi terakhir pada November 2025 yang telah dibagikan pada akun Instagram @humas_bandung, Taman Lansia juga mengalami berbagai masalah lain seperti kerusakan fasilitas fisik, penerangan yang tidak merata, kebersihan yang kurang terjaga, serta aksesibilitas yang belum sepenuhnya ramah bagi para lansia. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan masih belum maksimal.

Kunjungan Taman Lansia telah saya lakukan, tidak adanya ketersediaan area parkir membuat saya merasa  bingung dan tidak aman. Berdampak bagi pengunjung yang kesulitan memarkirkan kendaraannya secara aman dan tidak mengganggu jalan umum, hal ini tentu menurunkan kenyamanan dan dapat mengurangi kepercayaan publik terhadap Taman Lansia. 

Selain itu, peraturan larangan merokok tidak ditegakkan dengan serius karena adanya para perokok di dalam area taman membuat suasana yang seharusnya sehat dan segar menjadi tidak asri. Dan hal ini akan mengganggu kenyamanan terutama bagi para  pengunjung berusia lanjut maupun anak kecil. 

Belum berangsur lama dari pembukaan peresmian Taman Lansia telah terjadi kasus pencurian kabel lampu sepanjang 200 meter. Kejadian ini bisa membuat pengunjung menilai sistem keamanan masih sangat lemah dan menunjukkan bahwa CCTV saja tidak cukup untuk mencegah kasus pencurian.

Dengan melihat berbagai persoalan yang masih muncul setelah revitalisasi, Pemerintah kota Bandung Muhammad Farhan diharapkan tidak hanya perbaikan fisik semata, tetapi juga memperkuat pengelolaan, pengawasan, serta ketertiban di Taman Lansia. Upaya seperti penegakan aturan yang konsisten, juga peningkatan keamanan untuk bersama.

Pria kelahiran 1970 ini perlu memastikan bahwa pembangunan area parkir yang resmi di sekitar taman harus diutamakan. Ketersediaan area parkir tidak hanya meningkatkan kenyamanan pengunjung, tetapi juga memberikan rasa aman sehingga pengunjung tanpa perlu khawatir kendaraannya berada di tempat yang ilegal. 

Selain itu, penegakan aturan larangan merokok harus diperkuat. Saya berharap pria berkacamata ini dapat menghadirkan petugas lapangan yang secara aktif mengawasi dan mengingatkan pengunjung agar menaati aturan, demi menjaga kualitas udara taman sebagai ruang publik yang sehat bagi keluarga dan anak-anak. 

Baca Juga: Harapan Baru untuk Taman Tegallega sebagai Ruang Publik di Kota Bandung

Dari berbagai permasalahan yang ada, menurut saya orang nomor satu di Bandung ini perlu memperkuat pengawasan tidak hanya dengan teknologi seperti CCTV, tetapi juga dengan menempatkan petugas taman pada titik tertentu. Kehadiran penjaga fisik akan lebih bisa melindungi fasilitas taman dari pencurian. 

Peningkatan edukasi kepada pengunjung juga diperlukan. Seperti menyediakan fasilitas kampanye literasi ruang publik melalui informasi yang menarik, media sosial resmi, dan program volunteer. Edukasi yang tepat akan membantu pengunjung memahami pentingnya menjaga ketertiban dan kebersihan taman. 

Pada akhirnya, saya meyakini bahwa pendekatan yang menyeluruh dari Pria asal Bogor ini yang mencakup perbaikan fisik, penataan fasilitas, keamanan, pengawasan, serta edukasi publik akan menjadikan Taman Lansia sebagai ruang publik yang aman, nyaman, sehat, dan inklusif. Dengan pengelolaan yang tepat, taman ini dapat kembali menjadi kebanggaan warga Bandung. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)