Official Persib Logo
1933
1933

Taman Lansia Bandung usai Revitalisasi: Antara Harapan Baru dan Beragam Tantangan di Lapangan

hilyatul auliya
Ditulis oleh hilyatul auliya diterbitkan Rabu 24 Des 2025, 15:41 WIB
Lampu taman malam hari yang menerangi jalur pejalan kaki menunjukkan suasana sepi setelah hujan mengguyur Taman Lansia pada Rabu, 3 Desember 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Hilyatul Auliya)

Lampu taman malam hari yang menerangi jalur pejalan kaki menunjukkan suasana sepi setelah hujan mengguyur Taman Lansia pada Rabu, 3 Desember 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Hilyatul Auliya)

Bandung merupakan kota yang memiliki tempat yang sangat beragam untuk dikunjungi, salah satunya Taman Lansia. Taman ini berada di Jalan Cisangkuy, Kelurahan Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Taman Lansia Bandung menurut saya memiliki potensi besar sebagai ruang publik yang penting, namun menurut Heidi Surya Utama dan Priyendiswara Agustina Bella dalam Jurnal Evaluasi Taman Lansia Di Kota Bandung Dengan Konsep Place-Keeping menunjukkan bahwa taman ini belum sepenuhnya memenuhi standar taman kota. Fasilitas dasar seperti jalur pejalan kaki, tempat duduk, dan pengelolaan danau buatan masih terasa kurang ramah pengguna dan memerlukan peningkatan agar benar-benar dapat digunakan dengan nyaman oleh masyarakat.

Taman yang sudah berdiri sejak tahun 1885 ini memiliki nilai sejarah yang tidak kecil. Dahulu dikenal sebagai Taman Cisangkuy karena lokasinya yang berada di Jalan Cisangkuy, namun kemudian lebih terkenal sebagai Taman Lansia karena banyaknya pengunjung berusia lanjut yang sering beraktivitas di sini.

Revitalisasi yang dilakukan pada tahun 2014 sebenarnya memberikan harapan, tetapi tidak berlangsung lama. Kondisi taman kembali tidak terawat terlihat seperti taman mati, penutupan yang berlangsung pada Agustus lalu menunjukkan bahwa kerusakan fasilitas dan kurangnya perawatan merupakan masalah berulang yang belum terselesaikan.

Sebelum diresmikannya kembali hasil revitalisasi terakhir pada November 2025 yang telah dibagikan pada akun Instagram @humas_bandung, Taman Lansia juga mengalami berbagai masalah lain seperti kerusakan fasilitas fisik, penerangan yang tidak merata, kebersihan yang kurang terjaga, serta aksesibilitas yang belum sepenuhnya ramah bagi para lansia. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan masih belum maksimal.

Kunjungan Taman Lansia telah saya lakukan, tidak adanya ketersediaan area parkir membuat saya merasa  bingung dan tidak aman. Berdampak bagi pengunjung yang kesulitan memarkirkan kendaraannya secara aman dan tidak mengganggu jalan umum, hal ini tentu menurunkan kenyamanan dan dapat mengurangi kepercayaan publik terhadap Taman Lansia. 

Selain itu, peraturan larangan merokok tidak ditegakkan dengan serius karena adanya para perokok di dalam area taman membuat suasana yang seharusnya sehat dan segar menjadi tidak asri. Dan hal ini akan mengganggu kenyamanan terutama bagi para  pengunjung berusia lanjut maupun anak kecil. 

Belum berangsur lama dari pembukaan peresmian Taman Lansia telah terjadi kasus pencurian kabel lampu sepanjang 200 meter. Kejadian ini bisa membuat pengunjung menilai sistem keamanan masih sangat lemah dan menunjukkan bahwa CCTV saja tidak cukup untuk mencegah kasus pencurian.

Dengan melihat berbagai persoalan yang masih muncul setelah revitalisasi, Pemerintah kota Bandung Muhammad Farhan diharapkan tidak hanya perbaikan fisik semata, tetapi juga memperkuat pengelolaan, pengawasan, serta ketertiban di Taman Lansia. Upaya seperti penegakan aturan yang konsisten, juga peningkatan keamanan untuk bersama.

Pria kelahiran 1970 ini perlu memastikan bahwa pembangunan area parkir yang resmi di sekitar taman harus diutamakan. Ketersediaan area parkir tidak hanya meningkatkan kenyamanan pengunjung, tetapi juga memberikan rasa aman sehingga pengunjung tanpa perlu khawatir kendaraannya berada di tempat yang ilegal. 

Selain itu, penegakan aturan larangan merokok harus diperkuat. Saya berharap pria berkacamata ini dapat menghadirkan petugas lapangan yang secara aktif mengawasi dan mengingatkan pengunjung agar menaati aturan, demi menjaga kualitas udara taman sebagai ruang publik yang sehat bagi keluarga dan anak-anak. 

Baca Juga: Harapan Baru untuk Taman Tegallega sebagai Ruang Publik di Kota Bandung

Dari berbagai permasalahan yang ada, menurut saya orang nomor satu di Bandung ini perlu memperkuat pengawasan tidak hanya dengan teknologi seperti CCTV, tetapi juga dengan menempatkan petugas taman pada titik tertentu. Kehadiran penjaga fisik akan lebih bisa melindungi fasilitas taman dari pencurian. 

Peningkatan edukasi kepada pengunjung juga diperlukan. Seperti menyediakan fasilitas kampanye literasi ruang publik melalui informasi yang menarik, media sosial resmi, dan program volunteer. Edukasi yang tepat akan membantu pengunjung memahami pentingnya menjaga ketertiban dan kebersihan taman. 

Pada akhirnya, saya meyakini bahwa pendekatan yang menyeluruh dari Pria asal Bogor ini yang mencakup perbaikan fisik, penataan fasilitas, keamanan, pengawasan, serta edukasi publik akan menjadikan Taman Lansia sebagai ruang publik yang aman, nyaman, sehat, dan inklusif. Dengan pengelolaan yang tepat, taman ini dapat kembali menjadi kebanggaan warga Bandung. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

hilyatul auliya
Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University

News Update

Beranda 23 Mei 2026, 08:49

Persib di Ambang Juara, Pedagang Kecil Otista Bersiap "Lebaran"

Euforia Persib menuju juara membawa berkah bagi pedagang kecil di Otista. Penjual jersey dan bendera ikut panen rezeki dari ramainya warga menyambut pesta juara.

Deretan lapak penjual jersey dan bendera Persib di kawasanTegalega Kota Bandung, Jumat, 22 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 19:17

Senayan Bergema untuk Persib Sejak 1995 dan Kini 2026 

Kemenangan Persib Bandung selangkah lagi menuju juara Liga Super Indonesia 2026 membuat kenangan mendekat.

Sutiono Lamso dan Kekey Zakaria menjadi pahlawan kemenangan Persib pada partai final di Stadion Senayan, Jakarta. (Sumber: Tabloid Tribun Olahraga, 1995 | Foto: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 18:07

Gaya Hidup Demi 'Eksposur': Puncak Komedi Finansial dan Cara Waras biar Gak Tekor

Hemat pangkal kaya itu mutlak, tapi di zaman sekarang, hemat itu butuh mental baja!

Kini, media sosial menjadi panggung global, tempat siapa pun bisa menampilkan diri, membentuk citra, dan menarik perhatian. (Sumber: Pexels/RDNE Stock project)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 17:19

Lebaran Haji Tempo Dulu

Hari Raya Idul Adha pada tempo dulu lebih dikenal dengan nama Lebaran Haji.

Artikel pada salah satu koran yang terbit tahun 1936. (Sumber: Delpher.nl)
Beranda 22 Mei 2026, 15:02

Hutan di Papua Selatan yang Dincar untuk PSN Seluas 3,5 Juta Lapangan Sepakbola Standar FIFA

Film dokumenter Pesta Babi menyoroti 2,5 juta hektare hutan Papua yang masuk proyek pangan dan energi, setara 3,5 juta lapangan bola.

Tayangan di film Pesta Babi. (Sumber: Jubi TV)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 13:08

Urban Legend Rel Kereta Api: Bukan Setannya yang Budeg tapi Manusianya yang Bebal

Kadang manusia lebih setan dari setan itu sendiri. Satu tindakan impulsif atas pilihan pribadi sering kali justru mengkambinghitamkan mahluk di dunia lain.

Kereta Rel Listrik (KRL). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: TyewongX)
Wisata & Kuliner 22 Mei 2026, 11:14

Jelajah Pesona Green Canyon Karawang, Sungai Jernih di Tengah Tebing Lumut Hijau

Green Canyon Karawang menawarkan sungai jernih, tebing lumut hijau, canyoning, dan suasana alam sejuk di kawasan Pangkalan.

Green Canyon Karawang. (Sumber: KCIC)
Komunitas 22 Mei 2026, 08:47

Cara Anti Leumpunk Club Susur Sudut Tersembunyi Kota Bandung Pakai GPS Sungut dan Modal Tawa

Menatap Bandung dari gang sempit bersama Anti Leumpunk Club. Modal tanya warga dan saling ledek, jalan kaki 8 km jadi ruang sehat yang penuh tawa.

Ayu dan Meiyama bersama rekannya di Anti Leumpunk Club di Lapangan Saparua, Kamis 21 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 08:35

Buku, Keluarga, dan Literasi

Buku menjadi jendela dunia yang pertama kali dikenalkan dari rumah, sebelum anak mengenal ruang belajar yang lebih luas, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat.

Seseorang sedang asyik membaca (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Beranda 21 Mei 2026, 21:21

Ekosistem Digital Kian Bising, Media Lokal Didorong Kembali ke Publik

Media lokal didorong kembali mengutamakan kepentingan publik di tengah ancaman AI, hilangnya trafik klik, dan maraknya buzzer di ruang digital.

Pembukaan Jateng Media Summit 2026, Kamis (21/5/2026). (Sumber: Suara.com | Foto: Budi Arista Romadhoni)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 20:34

Reformasi Dibungkam, Otoritarianisme Gaya Baru Bangkit Kembali

Pembatalan sepihak kegiatan peringatan 28 Tahun Reformasi di Jakarta bukan lagi sekadar persoalan administrasi hotel.

Peringatan 28 Tahun Reformasi 98 di Jakarta. (Foto: Dokumen pribadi)
Beranda 21 Mei 2026, 19:31

Papua Bukan Tanah Kosong, Tapi Terus Dianggap Tanah Tanpa Suara

Film Pesta Babi memperlihatkan Papua dari sudut yang jarang terlihat: ketakutan, kehilangan tanah, dan pembangunan yang meninggalkan luka.

Hofni Sibetai mahasiswa asal Papua menyampaikan pandangannya seusai nobar Pesta Babi di Pusat Studi Bahasa Jepang Universitas Padjadjaran, Rabu 20 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 19:03

Malam Jum’at Bukan Sekadar Baca Yasin: Menyelami Kedalaman Ritual Spiritual Warga NU

Ritual kebanyakan warga Nu membaca yasin pada malam jumat sudah menjadi sebuat tradisi

Seorang warga Bandung sedang membaca Alquran. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 17:17

Cintapada, Padasuka, Padaasih, Toponim yang Merekam Kekayaan Alam dan Kekhawatiran

Kata 'pada' terdapat dalam berbagai kata dan sering terkait dengan makna alam, tempat, atau daerah.

Kampung Cipadakati di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung. (Sumber: Peta: Google maps)
Wisata & Kuliner 21 Mei 2026, 16:00

Jelajah Kuliner Roti Bandung, dari Bakery Viral Kekinian hingga Toko Jadul Legendaris

Bandung punya banyak bakery populer, mulai dari artisan sourdough modern hingga toko roti jadul dengan resep yang hampir tidak berubah.

Ilustrasi roti hits di Bandung.
Ayo Biz 21 Mei 2026, 15:38

Ketika QRIS Jadi ‘Game Changer’ Ekosistem Pembayaran Nasional, UMKM Terbantu Signifikan

QRIS adalah game changer dalam ekosistem pembayaran nasional.

Pegawai Cikopi Mang Eko saat melayani konsumen di Arcamanik, Kota Bandung, (11/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Linimasa 21 Mei 2026, 14:48

Dari Tragedi Sampah ke Konservasi, Wajah Baru Eks TPA Leuwigajah

Dua dekade setelah longsor maut 2005, eks TPA Leuwigajah kini dijadikan area konservasi di Cimahi.

Lahan eks TPA Leuwigajah. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 12:20

Ketika Reformasi Mulai Bergulir

Di tengah tekanan Orde Baru yang masih terasa, pers mulai tampil lebih berani.

Sejumlah surat kabar menyoroti gelombang demonstrasi pada era Reformasi Mei 1998. (Sumber: Surat kabar Kedaulatan Rakyat dan Berita Buana | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 09:21

Siswa Tahun 1980-an adalah Generasi Tangguh

Ketangguhan para siswa tahun 1980-an adalah jawaban dalam menangani bebagai permasalahan generasinya.

Ilustrasi siswa. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 08:32

Bandung Review, Membangun Kesadaran Kolektif

Hegemoni sosial seharusnya menjadi semangat untuk membangun kesadaran kolektif, dengan mengadopsi nilai-nilai lokal seperti someah, silih asah, silih asih dan silih asuh untuk membangun kota inklusif

Keramaian kawasan Cikapundung Bandung yang menjadi salah satu pusat aktivitas kota. (Foto: Agus Wahyudi)