Ramadan Tanpa Petasan, Bermain Lodong dan Belesong pun Jadi

Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan Kamis 12 Feb 2026, 20:22 WIB
Lodong selalu jadi pertanda datangnya Bulan Ramadan di sejumlah daerah Indonesia. (Sumber: Istimewa)

Lodong selalu jadi pertanda datangnya Bulan Ramadan di sejumlah daerah Indonesia. (Sumber: Istimewa)

DARI MASA ke masa petasan dan lodong selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari Ramadan. Keduanya merupakan bagian dari aktivitas ngabuburit masyarakat Sunda—meski kini bersaing dengan ngabuburit digital. Di kota-kota—meski sembunyi-sembunyi karena Petasan dilarang—anak-anak masih sering bermain Petasan--walaupun dengan Petasan kecil dengan suara yang tak terlalu kuat. Sementara, di pilemburan, keberadaan Lodong masih tetap berjaya dan dentuman kerasnya bak meriam sungguhan yang selalu dirindukan.

Penjual Petasan bisa ditangkap, bahkan dipenjara. Karena itu, peredaran Petasan dari Ramadan ke Ramadan selalu menjadi perhatian polisi. Pedagang yang kedapatan menjual Petasan berbahaya dan tidak sesuai ketentuan, akan diproses secara hukum. 

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak membeli dan menyalakan Petasan. Tidak hanya bisa mengganggu orang lain saat beribadah, tetapi juga  berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Di pilemburan, tak ada Petasan, Lodong pun jadi. Di kampung-kampung Lodong masih tetap menjadi mainan primadona mengisi waktu ngabuburit.. Misalnya, di Desa Gudang Kahuripan Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, warga di kampung ini masih bermain Lodong dan—sore sore memasuki Ramadan--biasa berkumpul di lapangan di dataran yang lebih tinggi.

Lodong adalah permainan meriam bambu yang konon berasal dari budaya Sunda. Permainan ini sangat digemari karena hanya cukup dengan sebatang bambu berukuran besar yang banyak tumbuh di kampung-kampung sekitar mereka.‬

‪Bambu itu kemudian dilubangi. Lubang itu Adalah tempat memasukkan bahan bakar yang berupa karbit dan kelak menjadi tempat menyulutkan api. Sudah begitu. Lalu, karbit dimasukkan. Tunggu sebentar, dan lubang itu sulut dengan api. Duaaarrr! Akan terdengar suara dentuman keras seperti suara meriam sungguhan.‬

Lodong adalah permainan meriam bambu yang konon berasal dari budaya Sunda. (Sumber: Istimewa)
Lodong adalah permainan meriam bambu yang konon berasal dari budaya Sunda. (Sumber: Istimewa)

‪Modal untuk bermain lodong tergolong ringan. Bambu banyak tersedia di daerah mereka. Paling butuh sedikit uang buat beli karbit. Dan bermain lodong tidak terlalu membahayakan, tetapi bila yang memainkannya anak-anak, tetap perlu pengawasan dari orang yang lebi tua.

Belesong

Di  Kabupaten Purwakarta bila Ramadan tiba-tiba sore-sore anak-anak mulai bergegas berangkat ke area persawahan tak jauh dari rumah mereka. Mereka memainkan permainan tradisional Belesong. Belesong ini terbuat dari kaleng bekas yang disambungkan menggunakan lakban hingga mencapai panjang kira-kira setengah hingga  satu meter.

Di ujung Belesong itu ditambah bekas botol air mineral ditambah magnet korek api gas sebagai bahan peledaknya. Mereka bermain Belesong tidak sendirian, melainkan bersama teman-temannya. 

Merek saling beradu kencang. Menurut mereka, bermain Belesong lebih aman dibandingkan Petasan atau Lodong karena tidak mengeluarkan percikan api dan hanya menghasilkan suara saja. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Bandung 12 Feb 2026, 21:44 WIB

Tren Lebaran 2026: J&C Cookies Usung Konsep "Kukis Kalcer" dan Camilan Gluten Free

Tradisi mudik dan silaturahmi Idul Fitri 2026 diprediksi akan semakin berwarna dengan munculnya tren kuliner baru yang lebih inklusif.
J&C Cookies memperkenalkan lini produk terbaru mereka yang dirancang untuk memenuhi selera generasi masa kini tanpa meninggalkan cita rasa autentik yang telah melegenda. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Beranda 12 Feb 2026, 21:22 WIB

Bandung Zine Fest 2026, Ruang Kolektif Media Alternatif dari Shanghai Hingga Garut

Lebih dari sekadar ajang pameran, festival ini menjadi ruang silaturahmi bagi penerbit mandiri yang tidak bergantung pada modal besar.
Suasana Bandung Zine Fest 2026 di Gedung Tjap Sahabat di Cibadak, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 12 Feb 2026, 20:22 WIB

Ramadan Tanpa Petasan, Bermain Lodong dan Belesong pun Jadi

Sejak dahulu petasan dan lodong selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari Ramadan.
Lodong selalu jadi pertanda datangnya Bulan Ramadan di sejumlah daerah Indonesia. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 12 Feb 2026, 16:22 WIB

Kartu Mati, Pengobatan Terhenti

Penonaktifan jutaan peserta PBI BPJS membuat warga Bandung kehilangan akses berobat. Padahal Islam punya cara pandang yang khas terkait kesehatan masyarakat.
Kartu Indonesia Sehat (KIS) merupakan kartu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 12 Feb 2026, 13:43 WIB

Komunikasi Keluarga dalam Mengatasi Bunuh Diri

Bunuh diri pada anak menandakan terputusnya saluran komunikasi antara anak dan orang tua.
Bunuh diri pada anak menandakan terputusnya saluran komunikasi antara anak dan orang tua. (Sumber: Unsplash | Foto: K. Mitch Hodge)
Ayo Netizen 12 Feb 2026, 11:18 WIB

Tradisi ‘Nglabur’ Rumah saat Ramadan, Filosofi Bersih Diri dan Mencerahkan Suasana Hati

Melabur alias mengecat tembok dengan gamping menciptakan hasil akhir yang artistik, bertekstur, alami, dan ramah lingkungan.
Ilustrasi melabur rumah dengan batu kapur atau gamping. (Sumber: Pexels | Foto: Sergey Meshkov)
Ayo Netizen 12 Feb 2026, 08:49 WIB

3 Jejak Heroik K.H. Anwar Musaddad yang Terlupakan 

Ketua Kokesin di Makkah, Kepala Syuumuka dan Pendiri Hizbullah Priangan menjadi novelty dalam kajian tokoh KH Anwar Musaddad yang membuktikan jasa, kiprah dan perjuangan (pahlawan) kemanusiaan.
Cover buku KH. Anwar Musaddad: Ketua Kokesin dan Pendiri Hizbullah Priangan karya Iip D. Yahya, terbitan Lakpesdam PWNU Jawa Barat (2025). (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Mayantara 12 Feb 2026, 07:04 WIB

Keranjingan Info Bites Konten Religi 

Jelang Ramadan, salah satu fenomena yang terus menguat adalah keranjingan scrolling video pendek religi.
Ilustrasi muslimah sedang memandang smartphone. (Sumber: Pexels | Foto: MART PRODUCTION)
Ayo Netizen 11 Feb 2026, 21:40 WIB

Ngabuburit di Bandung Tahun 1980-an

Tentang awal Ramadan dan ngabuburit warga Kota Bandung tahun 1980-an.
Gedung de Majestic, salah satu bioskop tertua di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Bandung 11 Feb 2026, 20:08 WIB

Rahasia Putu Ayu Simpang Dago Bertahan 18 Tahun di Tengah Gempuran Dessert Kekinian

Lapak kaki lima yang menjual putu ayu ini berhasil bertahan dengan pakem kualitas rasa yang mengembalikan memori sejak kecil pada indera perasa para konsumennya.
Lapak kaki lima yang menjual putu ayu ini berhasil bertahan dengan pakem kualitas rasa yang mengembalikan memori sejak kecil pada indera perasa para konsumennya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Bandung 11 Feb 2026, 19:29 WIB

Rahasia Resep Sekoteng Raja yang Membuat Warga Bandung Rela Mengantre Malam Hari

Tak hanya muncul sebab adanya kebutuhan warga, Sekoteng Raja menjadi suatu upaya bagaimana sebuah usaha dapat bertahan dan berperan sebagai salah satu pilar yang menjaga ekonomi rakyat.
Pemilik Sekoteng Raja, yakni Thema Mendrofa. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 11 Feb 2026, 17:29 WIB

Musrenbang, Prakarsa, dan Ketimpangan Anggaran Pembangunan Kota Bandung

Mengulas Musrenbang dan Prakarsa di Kota Bandung yang masih terkendala kamus usulan, sistem kaku, dan alokasi anggaran yang belum berpihak pada wilayah tertinggal.
Halte di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Raka Miftah)
Ayo Netizen 11 Feb 2026, 15:48 WIB

Sukuk: Di Balik Kegagalan Narasi, Ada Patriotisme yang Tertahan

Mengubah paradigma sukuk dari instrumen keuangan menjadi instrumen kebijakan mengajak warga ikut berperan dalam pembangunan, melihat langsung dampaknya di sekolah, jalan, ataupun fasilitas publik.
Replika Seulawah 001 di Blang Padang, Bandara Aceh : Simbol Kontribusi Rakyat Dalam Sejarah Pembangunan Indonesia. (Sumber: Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0) | Foto: Si Gam Aceh)
Ayo Netizen 11 Feb 2026, 13:21 WIB

Ramadan Mencerahkan Literasi Pekerja dan Hubungan Industrial

Literasi yang merupakan jendela profesionalitas perlu dibuka lebar-lebar pada bulan Ramadan.
Ilustrasi terkait peningkatan literasi oleh Generation Girl Bandung. (Sumber: Generation Girl Bandung | Foto: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 11 Feb 2026, 11:40 WIB

Refleksi Ekologis, ke Mana Perginya Jurig?

Jurig adalah bahasa Sundanya hantu. Hantu yang menampakkan dirinya dengan jelas disebut bungkeuleukan.
Ilustrasi pohon. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Beranda 11 Feb 2026, 10:49 WIB

Di Balik Bedil Karet dan Gasing Bambu, Ada Misi Besar Menjaga Masa Depan Anak

Ia ingin anak-anak masa kini kelak mengingat pengalaman bermain di lapangan, bukan hanya kenangan tentang layar sentuh.
Komunitas Petra Nusa bertujuan memberikan edukasi pelestarian permainan tradisional Nusantara. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 11 Feb 2026, 09:21 WIB

Ngabuburit Digital: Bahasa Sunda di Era Reels dan Shorts

Ngabuburit telah berpindah ruang. Dari jalanan ke linimasa.
Ngabuburit telah berpindah ruang. Dari jalanan ke linimasa. (Sumber: Pexels | Foto: RDNE Stock project)
Ayo Netizen 10 Feb 2026, 20:05 WIB

Romantika Siaran Radio Bandung di Bulan Ramadhan Era 1990-an

Ketika gelombang udara menjadi teman ibadah dan penjaga waktu.
Kin Sanubary, saat mengisi acara bincang ringan Radio Bandung jaman dulu di sebuah stasiun radio. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Bandung 10 Feb 2026, 18:32 WIB

Transformasi Senyap Industri Otomotif Bandung dalam Mengejar Ambisi Kendaraan Berkelanjutan

Industri otomotif di Jawa Barat tengah mengalami pergeseran transformasi fundamental dari mesin pembakaran internal menuju ekosistem elektrifikasi yang lebih matang.
Industri otomotif di Jawa Barat tengah mengalami pergeseran transformasi fundamental dari mesin pembakaran internal menuju ekosistem elektrifikasi yang lebih matang. (Sumber: Chery Indonesia)
Ayo Netizen 10 Feb 2026, 14:50 WIB

Dari Bolendrang, Kolek, hingga Bala-bala: 7 Makanan 'Wajib' Ramadan di Tanah Pasundan

Berikut ini adalah 7 makanan khas Ramadan yang biasa terhidang di Tanah Pasundan dan bisa menjadi pilihan untuk berbuka puasa.
Kolak pisang. (Sumber: Ayobandung.com)