Dari Bolendrang, Kolek, hingga Bala-bala: 7 Makanan 'Wajib' Ramadan di Tanah Pasundan

Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan Selasa 10 Feb 2026, 14:50 WIB
Kolak pisang. (Sumber: Ayobandung.com)

Kolak pisang. (Sumber: Ayobandung.com)

RAMADAN sebentar lagi. Tanda tanda kedatangan bulan suci itu sudah tampak di depan mata. Di berbagai televisi Iklan sarung, sirup, dan obat mag sudah muncul. Kementerian Agama (Kemenag) mengatakan penetapan awal Ramadan 2026 antara pemerintah dan Muhammadiyah diprediksi berbeda. 

Dalam kalender Hijriah, awal Ramadan 2026 jatuh pada 19 Februari. Meski begitu, pemerintah tetap menunggu pelaksanaan sidang isbat. Sementara, ormas Muhammadiyah sudah menetapkan awal Ramadan 1447 H jatuh pada tanggal 18 Februari 2026. Di Indonesia perbedaan ini sudah mafhum, alias biasa terjadi. Oleh karena itu, tak perlu dipersoalkan.

Ramadan merupakan bulan suci yang penuh berkah. Yang menarik, di saat Ramadan banyak makanan khas Ramadan yang selalu ngangenin yang tentu saja berbeda-beda di setiap daerah. Saking khasnya, boleh dikatakan makanan tersebut  “wajib” keberadaannya di setiap Ramadan.

Berbagai makanan khas bulan Ramadan akan menambah keceriaan saat berbuka puasa bersama keluarga.

Berikut ini adalah 7 makanan khas Ramadan yang biasa terhidang di Tanah Pasundan dan bisa menjadi pilihan untuk berbuka puasa:

1. Bala-bala

Bala-bala adalah makanan wajib pertama di bulan Ramadan. Bala-bala adalah sebutan masyarakat Sunda untuk bakwan sayur, salah satu jajanan gorengan paling populer Tanah Pasundan. Makanan ini memiliki ciri khas tekstur renyah di luar namun lembut di dalam, dengan bahan utama campuran sayuran dan tepung terigu yang digoreng garing. Keberadaannya di saat buka puasa bisa mengalahkan lauk lainnya—bahkan daging sekalipun. Fiksimni di bawah ini menegaskan betapa pentingnya hidangan Bala-bala di saat buka puasa:

Bala-Bala

Isuk kénéh—uing rék ngantor—pamajikan geus tatanya. “Pak, buka puasa hoyong sareng naon? Ayam bakar, gulé, konro bakar, kangkung cah, soto, stéak sapi, atanapi spagheti? Ngaleueutna és buah, céndol, és pisang ijo, és sarang burung, atanapi kolek cau?”

“Kakara gé réngsé saur, geus tatanya buka,” témbal kuring.

“Ih, kapan kedah direncanakeun. Pan balanja mah kedah enjing kénéh. Bilih séépeun ku batur.” Pamajikan rada baeud.

“Kumaha engké wé lah.”

“Nya ari cekap ku kumaha engké onaman syukur atuh.” Pamajikan ngaléos.

Balik ka imah, ngong adan di méja makan mung aya bala-bala panas jeung sambel na coét.

Heu heu. Kudu ikhlas, buka puasa mah nikmat wé sanajan jeung bala-bala gé.

Gorengan Simanalagi (Foto: Ayobandung.com)
Gorengan Simanalagi (Foto: Ayobandung.com)

Nama "Bala-bala" berasal dari bahasa Sunda yang artinya "berantakan". Hal ini karena potongan sayuran seperti kol dan wortel di dalamnya terlihat tidak rapi atau 'bala' saat dicampur adonan dan digoreng. 

Bahan utama bala-bala meliputi kol, wortel, bawang, dan tepung terigu yang dicampur bumbu halus (bawang putih, merica, garam). Bala-bala—variasinya seperti gehu, cireng-- sering dianggap sebagai camilan "sejuta umat" karena harganya yang terjangkau dan rasa gurihnya. 

2. Bolendrang

Dulu, di tanah Pasundan di kampung atau di lembur-lembur menjelang dan di saat Ramadan biasanya ada budaya saling bertukar makanan—seperti rendang, ayam goreng, hingga sambal goreng ati. Kekhasan saling mengirim makan ini, dengan menggunakan rantang dari seng. Tumis-tumis –saking banyaknya terkumpul—kemudian dicampurkan dan dimasak lagi serta diangetin berkali-kali dan jadilah Bolendrang.

Budaya saling berkirim makanan di saat Ramadan dan menjelang Lebaran, ternyata masih melekat dan dipelihata secara turun temurun di Kampung Babakan Desa Bunijaya Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat. Semakin berkembangnya zaman, budaya atau kebiasaan ini semakin memudar. 

3. Ulen Ketan

Di bulan Ramadan, Bolendrang pasangannya adalah Ulen Ketan. Ulen Ketan yang digoreng panas-panas lalu dicocolkan ke Bolendrang yang--boleh medok boleh garing. Gelo, ngeunah pisan. Tapi, keberadaan Bolendrang sama Ulen Ketan biasanya terhidang di akhir-akhir puasa—mendekati Idulfitri.

Makanya, Ulen Ketan, makanan tradisional berbahan dasar ketan ini, selalu menjadi sajian wajib yang dinanti-nanti setiap kali Hari Raya tiba. Ulen, atau sering juga disebut uli dalam beberapa daerah, merupakan makanan khas masyarakat Sunda yang terbuat dari beras ketan yang dikukus dan ditumbuk hingga lembut, lalu dicetak padat. 

Biasanya ulen disajikan dalam bentuk kotakk atau pipih bulat, berwarna putih dari ketan biasa, atau keunguan jika menggunakan ketan hitam. Ada yang bilang, Ulen Ketan itu simbol kekompakan. Karena pas dibikinnya ditumbuk bareng-bareng, rame-rame.

Kini, meski zaman makin modern dan banyak makanan baru bermunculan, kehadiran Ulen Ketan tetap tak tergantikan. Ia bukan sekadar makanan, tapi juga bagian dari tradisi dan kenangan masa kecil yang melekat di setiap momen Lebaran masyarakat Sunda.

4. Kolak Pisang

Berbukalah dengan yang manis. Kalau tidak ada kurma, Kolak Pisang adalah salah satu jenis makanan bulan puasa yang paling populer di Tanah Pasundan, bahkan di Indonesia. Cara membuatnya gampang. Kombinasi dari pisang, gula merah, dan santan. Turunannya boleh candil, es campur, kolang kaling, atau semacamnya.

Kolak pisang juga mengandung banyak bahan alami yang dapat menjadi sumber energi. Gula ini akan membuatmu merasa kenyang lebih lama dan membantu mengendalikan nafsu makan. Selain itu, kolak pisang juga mengandung banyak serat yang akan membantu menjaga kesehatan usus.

5. Kerupuk Banjur

Rasanya bagi orang Sunda belum makan tanpa kerupuk. Kerupuk Banjur adalah jajanan khas Sunda, khususnya sangat populer saat Ramadan. Kerupuk (biasanya kerupuk mi kuning) disiram (dibanjur) dengan kuah bumbu oncom yang pedas, gurih, dan kental. Kuliner ini juga sering disebut Kerupuk Anclom atau Kerupuk Ojay, di mana kerupuk kuning disiram kuah oncom panas. 

Makanan ringan yang sudah menjadi budaya setiap memasuki bulan suci bagi umat muslim. Makanan tradisional itu pun hingga kini masih bertahan di tengah-tengah munculnya berbagai jenis makanan.

Pada dasarnya, Kerupuk Banjur ini merupakan cemilan yang terdiri dari kerupuk dengan dua jenis yakni kerupuk keriting (seperti mi) berwarna kuning dan kerupuk merah berukuran cukup besar.

Selain kerupuk, yang menjadikan ciri khas makanan tradisional ini adalah bumbu dan cara penyajiannya. Bumbu yang digunakan untuk kerupuk itu terbuat dari cabai rawit yang dipotong-potong, rempah-rempah serta oncom yang menjadi andalan dalam bumbu yang berkuah.

6. Ketupat

Di akhir Ramadan, Ketupat adalah makanan khas yang wajib  hadir, tidak saja di tanah Pasundan juga di Indonesia. Ketupat terbuat dari beras yang dibungkus dalam daun lontar atau daun palas. Ketupat memiliki berbagai manfaat dan karakteristik yang menjadikannya pilihan makanan yang tepat untuk bulan Ramadan. 

Ketupat juga mudah disiapkan. Mengingat perayaan bulan Ramadan adalah momen yang sibuk, maka Ketupat menjadi pilihan yang tepat karena proses pembuatannya relatif mudah. Dengan kandungan nutrisi yang baik, serta proses pembuatannya yang mudah dan cepat, Ketupat merupakan pilihan yang tepat.

7. Opor Ayam

Pasangan Ketupat adalah Opor Ayam. Keduanya wajib terhidang di akhir Ramadan dan Idul Fitri. Opor Ayam memiliki kombinasi rasa manis, asam, pedas, dan gurih yang menyegarkan lidah. Dengan kandungan bumbu-bumbu rempah, makanan ini memiliki ciri khas yang khas. Selain itu, bumbu-bumbu rempah yang terkandung dalam Opor Ayam juga menambah aroma dan cita rasa yang kuat.

Waktu yang dibutuhkan untuk menyiapkan Opor Ayam cukup singkat. Selain dengan Ketupat, Opor Ayam bisa tersaji dengan nasi putih. Dengan kombinasi rasa yang enak dan kaya nutrisi, makanan ini menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk berbuka puasa. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 15 Mei 2026, 20:08

'Jejak Rupa', Ruang Refleksi Perjalanan Seni Tjetjep Rohendi Rohidi

Pameran “Jejak Rupa” menghadirkan 123 karya Tjetjep Rohendi Rohidi yang merekam hubungan manusia dengan alam, ingatan, dan perubahan zaman.

Poster Jejak Rupa. (Sumber: Galeri Dago Thee Huis)
Ayo Netizen 15 Mei 2026, 17:11

Pengorbanan Tidak Pernah Mati dalam Kehidupan Manusia

Peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus menjadi refleksi bahwa manusia perlahan mulai memanfaatkan ketulusan seseorang dibanding menghargai pengorbanannya.

Ilustrasi peristiwa Kenaikan Yesus Kristus yang dimaknai sebagai simbol pengorbanan, harapan, dan ketulusan dalam kehidupan manusia. (Sumber: Designed by Freepik)
Ayo Netizen 15 Mei 2026, 14:22

Media Liberal sebagai 'Sekolah Kedua' dan Krisis Moral Pelajar

Media liberal telah menjadi “sekolah kedua” yang membentuk pelajar dengan nilai kekerasan, hedonisme, dan kebebasan tanpa batas dalam sistem sekuler kapitalistik.

Ilustrasi media sosial. (Sumber: Pexels/Pixabay)
Wisata & Kuliner 15 Mei 2026, 10:56

Panduan Wisata Kebun Raya Cibodas, Taman Tertua di Kaki Gede Pangrango

Panduan wisata Kebun Raya Cibodas mencakup sejarah, koleksi tanaman, taman sakura, akses lokasi, harga tiket, serta tips berkunjung di kawasan dataran tinggi.

Kebun Raya Cibodas. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 15 Mei 2026, 10:49

Bandung dan Perjuangan Panjang Mengatasi Sampah

Kota Bandung tengah berjuang membenahi persoalan sampah lewat perubahan sistem, keterlibatan warga, dan upaya membangun budaya lingkungan yang berkelanjutan.

Warga RW 19 Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antapani mengadaptasi pola penyelesaian sampah tanpa harus melakukan pengiriman ke TPA. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Beranda 15 Mei 2026, 10:34

Bandung, Dongeng, dan Cara Baru Menjinakkan Ketakutan akan Sesar Lembang

Komunitas Sesar Lembang Kalcer memakai dongeng, musik, dan seni untuk membangun kesadaran mitigasi gempa di Bandung tanpa menebar ketakutan.

Wisatawan lokal berwisata ke Tebing Keraton yang berada di Cimenyan, Kabupaten Bandung, dan berada di atas permukaan Sesar Lembang, Sabtu 27 April 2024 (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 15 Mei 2026, 10:25

Hari Lahir Tatar Sunda 18 Mei 669: Sulit untuk Disimpulkan karena 'Omong Kosong'

Amat banyak kritik terlontar saat Pemprov Jabar secara resmi menetapkan 18 Mei sebagai Hari Lahir Tatar Sunda.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran di Kabupaten Sumedang, Sabtu malam (2/5/2026). (Sumber: Pemprov Jabar)
Ayo Netizen 15 Mei 2026, 09:12

Bandung sebagai Ensiklopedi Buku

Peringatan Hari Buku Nasional tidak hanya menjadi seremonial belaka tetapi bagaimana bisa menjadi refleksi dalam membangun citra kota Bandung

Pasar Buku Bekas Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Mei 2026, 20:19

Ketika Kemacetan Bisa Ditembus dengan Pengawalan

Fenomena pengawalan kendaraan di tengah kemacetan memunculkan persoalan keadilan ruang jalan, keselamatan lalu lintas, dan budaya privilese dalam sistem transportasi.

Rombongan kendaraan menembus antrean keluar Gerbang Tol Pasteur dengan bantuan pengawalan polisi. (Sumber: Dok. Penulis)
Wisata & Kuliner 14 Mei 2026, 17:18

Wisata Karang Tawulan, Pantai Tebing di Tasikmalaya dengan Lanskap Samudra Hindia

Karang Tawulan menawarkan panorama tebing karang, ombak besar Samudra Hindia, serta spot melihat Pulau Nusa Manuk dan situs ziarah ulama di Tasikmalaya selatan.

Pantai Karang Tawulan Tasikmalaya. (Sumber: Pemprov Jabar)
Ayo Netizen 14 Mei 2026, 15:40

Ketika GOR Saparua Bandung Berguncang oleh Deretan Rocker Kawakan

Atmosfer rock Bandung yang sedang bergairah membuat “Super Rock ’84” menjadi salah satu pertunjukan paling semarak.

Pentas musik Super Rock ’84 menghiasi halaman surat kabar INTI JAYA edisi Mei 1984, yang kala itu memberitakan gegap gempita konser rock di GOR Saparua Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Mei 2026, 11:37

Simfoni Hijau Tanah Priangan: Mengupas Cita Rasa Kearifan Lokal Gastronomi Sunda

Tanah Priangan tidak hanya menjanjikan pemandangan hijau yang memanjakan mata, tetapi juga simfoni rasa yang berakar kuat pada kearifan lokal.

Makanan khas Sunda nasi tutug oncom, di Bandung, Jawa Barat. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Dudygr)
Ayo Netizen 14 Mei 2026, 10:49

6 Tahapan Sertifikasi Profesi BNSP, Fresh Graduate Wajib Tahu!

Masih bingung bagaimana alur sertifikasi profesi BNSP? Simak 6 tahapan sertifikasi profesi BNSP lengkap mulai dari pendaftaran, asesmen, hingga terbit sertifikat kompetensi resmi.

Ilustrasi wisuda kuliah. (Sumber: Pexels | Foto: Gül Işık)
Beranda 13 Mei 2026, 21:00

Satu Tahun ayobandung.id dan Krisis Ingatan Kota

Setahun ayobandung.id diperingati lewat seminar tentang krisis ingatan Kota Bandung, membahas toponimi, lingkungan, dan pentingnya menjaga hubungan warga dengan kotanya.

T. Bachtiar berfoto bersama mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran usai seminar tentang toponimi, lingkungan, dan krisis ingatan Kota Bandung di Jatinangor, Selasa (13/5/2026). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 13 Mei 2026, 20:39

KDM dan Mas Nunu di Tahun 1990-an

Tahun 1990-an dua model rambut Demi Moore dan Keanu Reeves menggila mempengaruhi kawula muda Bandung dan ada istilah KDM atau Korban Demi Moore.

Tahun 1990-an dua model rambut Demi Moore dan Keanu Reeves menggila mempengaruhi kawula muda Bandung dan ada istilah KDM atau Korban Demi Moore. (Sumber: Facebook | Foto: Jadulover)
Wisata & Kuliner 13 Mei 2026, 18:37

Panduan Wisata Situ Gede Tasikmalaya, Botram di Danau Kota dengan Lanskap Tenang

Panduan wisata Situ Gede Tasikmalaya, danau alami dengan Pulau Nusa, perahu wisata, serta kisah tradisi lisan tentang Eyang Prabudilaya.

Wisata Situ Gede Tasikmalaya. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 13 Mei 2026, 16:58

Bandung Lautan Sampah

Kota Bandung masih menghadapi tantangan serius dengan 200 ton sampah per hari tidak terangkut.

Tumpukan sampah di Pasar Gedebage. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Ayo Netizen 13 Mei 2026, 14:15

Peran dan Tantangan Perempuan Multiidentitas di Kota Bandung

Kota Bandung tidak lepas dari peran seorang perempuan baik sebagai penggerak ekonomi kreatif maupun keterlibatannya dalam bidang sosial yang tidak luput dri tantangan sebagai perempuan multiidentitas.

Acara Bedah Buku Multiidentitas Karya Zahid Ibrahim (Sabtu, 09 Mei 2026) Gramedia Merdeka Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Wisata & Kuliner 13 Mei 2026, 06:42

5 Pantai Pilihan di Pelabuhan Ratu Sukabumi yang Wajib jadi Itinerary Wisata

Rekomendasi 5 pantai di Pelabuhan Ratu Sukabumi dengan karakter berbeda, dari pantai ramah keluarga hingga spot surfing terbaik.

Wisata Pantai Karang Hawu Palabuhanratu Sukabumi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 12 Mei 2026, 19:46

Lembangku Sayang, Lembangku Malang: Warga Lokal yang Termarjimalkan

Kawasan tempat tinggal saya sekarang di Lembang adalah sebuah tempat yang dahulunya hanyalah hutan belantara tak bertuan.

Tanjakan Cibogo tahun 1955. Masih kebun dan sawah, dan sekarang kebun semakin terdesak, sawah telah hilang. (Sumber: wereldculturn.nl)