Dari Bolendrang, Kolek, hingga Bala-bala: 7 Makanan 'Wajib' Ramadan di Tanah Pasundan

5 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Kolak pisang. (Sumber: Ayobandung.com)
Kolak pisang. (Sumber: Ayobandung.com)

RAMADAN sebentar lagi. Tanda tanda kedatangan bulan suci itu sudah tampak di depan mata. Di berbagai televisi Iklan sarung, sirup, dan obat mag sudah muncul. Kementerian Agama (Kemenag) mengatakan penetapan awal Ramadan 2026 antara pemerintah dan Muhammadiyah diprediksi berbeda. 

Dalam kalender Hijriah, awal Ramadan 2026 jatuh pada 19 Februari. Meski begitu, pemerintah tetap menunggu pelaksanaan sidang isbat. Sementara, ormas Muhammadiyah sudah menetapkan awal Ramadan 1447 H jatuh pada tanggal 18 Februari 2026. Di Indonesia perbedaan ini sudah mafhum, alias biasa terjadi. Oleh karena itu, tak perlu dipersoalkan.

Ramadan merupakan bulan suci yang penuh berkah. Yang menarik, di saat Ramadan banyak makanan khas Ramadan yang selalu ngangenin yang tentu saja berbeda-beda di setiap daerah. Saking khasnya, boleh dikatakan makanan tersebut  “wajib” keberadaannya di setiap Ramadan.

Berbagai makanan khas bulan Ramadan akan menambah keceriaan saat berbuka puasa bersama keluarga.

Berikut ini adalah 7 makanan khas Ramadan yang biasa terhidang di Tanah Pasundan dan bisa menjadi pilihan untuk berbuka puasa:

1. Bala-bala

Bala-bala adalah makanan wajib pertama di bulan Ramadan. Bala-bala adalah sebutan masyarakat Sunda untuk bakwan sayur, salah satu jajanan gorengan paling populer Tanah Pasundan. Makanan ini memiliki ciri khas tekstur renyah di luar namun lembut di dalam, dengan bahan utama campuran sayuran dan tepung terigu yang digoreng garing. Keberadaannya di saat buka puasa bisa mengalahkan lauk lainnya—bahkan daging sekalipun. Fiksimni di bawah ini menegaskan betapa pentingnya hidangan Bala-bala di saat buka puasa:

Bala-Bala

Isuk kénéh—uing rék ngantor—pamajikan geus tatanya. “Pak, buka puasa hoyong sareng naon? Ayam bakar, gulé, konro bakar, kangkung cah, soto, stéak sapi, atanapi spagheti? Ngaleueutna és buah, céndol, és pisang ijo, és sarang burung, atanapi kolek cau?”

“Kakara gé réngsé saur, geus tatanya buka,” témbal kuring.

“Ih, kapan kedah direncanakeun. Pan balanja mah kedah enjing kénéh. Bilih séépeun ku batur.” Pamajikan rada baeud.

“Kumaha engké wé lah.”

“Nya ari cekap ku kumaha engké onaman syukur atuh.” Pamajikan ngaléos.

Balik ka imah, ngong adan di méja makan mung aya bala-bala panas jeung sambel na coét.

Heu heu. Kudu ikhlas, buka puasa mah nikmat wé sanajan jeung bala-bala gé.

Gorengan Simanalagi (Foto: Ayobandung.com)
Gorengan Simanalagi (Foto: Ayobandung.com)

Nama "Bala-bala" berasal dari bahasa Sunda yang artinya "berantakan". Hal ini karena potongan sayuran seperti kol dan wortel di dalamnya terlihat tidak rapi atau 'bala' saat dicampur adonan dan digoreng. 

Bahan utama bala-bala meliputi kol, wortel, bawang, dan tepung terigu yang dicampur bumbu halus (bawang putih, merica, garam). Bala-bala—variasinya seperti gehu, cireng-- sering dianggap sebagai camilan "sejuta umat" karena harganya yang terjangkau dan rasa gurihnya. 

2. Bolendrang

Dulu, di tanah Pasundan di kampung atau di lembur-lembur menjelang dan di saat Ramadan biasanya ada budaya saling bertukar makanan—seperti rendang, ayam goreng, hingga sambal goreng ati. Kekhasan saling mengirim makan ini, dengan menggunakan rantang dari seng. Tumis-tumis –saking banyaknya terkumpul—kemudian dicampurkan dan dimasak lagi serta diangetin berkali-kali dan jadilah Bolendrang.

Budaya saling berkirim makanan di saat Ramadan dan menjelang Lebaran, ternyata masih melekat dan dipelihata secara turun temurun di Kampung Babakan Desa Bunijaya Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat. Semakin berkembangnya zaman, budaya atau kebiasaan ini semakin memudar. 

3. Ulen Ketan

Di bulan Ramadan, Bolendrang pasangannya adalah Ulen Ketan. Ulen Ketan yang digoreng panas-panas lalu dicocolkan ke Bolendrang yang--boleh medok boleh garing. Gelo, ngeunah pisan. Tapi, keberadaan Bolendrang sama Ulen Ketan biasanya terhidang di akhir-akhir puasa—mendekati Idulfitri.

Makanya, Ulen Ketan, makanan tradisional berbahan dasar ketan ini, selalu menjadi sajian wajib yang dinanti-nanti setiap kali Hari Raya tiba. Ulen, atau sering juga disebut uli dalam beberapa daerah, merupakan makanan khas masyarakat Sunda yang terbuat dari beras ketan yang dikukus dan ditumbuk hingga lembut, lalu dicetak padat. 

Biasanya ulen disajikan dalam bentuk kotakk atau pipih bulat, berwarna putih dari ketan biasa, atau keunguan jika menggunakan ketan hitam. Ada yang bilang, Ulen Ketan itu simbol kekompakan. Karena pas dibikinnya ditumbuk bareng-bareng, rame-rame.

Kini, meski zaman makin modern dan banyak makanan baru bermunculan, kehadiran Ulen Ketan tetap tak tergantikan. Ia bukan sekadar makanan, tapi juga bagian dari tradisi dan kenangan masa kecil yang melekat di setiap momen Lebaran masyarakat Sunda.

4. Kolak Pisang

Berbukalah dengan yang manis. Kalau tidak ada kurma, Kolak Pisang adalah salah satu jenis makanan bulan puasa yang paling populer di Tanah Pasundan, bahkan di Indonesia. Cara membuatnya gampang. Kombinasi dari pisang, gula merah, dan santan. Turunannya boleh candil, es campur, kolang kaling, atau semacamnya.

Kolak pisang juga mengandung banyak bahan alami yang dapat menjadi sumber energi. Gula ini akan membuatmu merasa kenyang lebih lama dan membantu mengendalikan nafsu makan. Selain itu, kolak pisang juga mengandung banyak serat yang akan membantu menjaga kesehatan usus.

5. Kerupuk Banjur

Rasanya bagi orang Sunda belum makan tanpa kerupuk. Kerupuk Banjur adalah jajanan khas Sunda, khususnya sangat populer saat Ramadan. Kerupuk (biasanya kerupuk mi kuning) disiram (dibanjur) dengan kuah bumbu oncom yang pedas, gurih, dan kental. Kuliner ini juga sering disebut Kerupuk Anclom atau Kerupuk Ojay, di mana kerupuk kuning disiram kuah oncom panas. 

Makanan ringan yang sudah menjadi budaya setiap memasuki bulan suci bagi umat muslim. Makanan tradisional itu pun hingga kini masih bertahan di tengah-tengah munculnya berbagai jenis makanan.

Pada dasarnya, Kerupuk Banjur ini merupakan cemilan yang terdiri dari kerupuk dengan dua jenis yakni kerupuk keriting (seperti mi) berwarna kuning dan kerupuk merah berukuran cukup besar.

Selain kerupuk, yang menjadikan ciri khas makanan tradisional ini adalah bumbu dan cara penyajiannya. Bumbu yang digunakan untuk kerupuk itu terbuat dari cabai rawit yang dipotong-potong, rempah-rempah serta oncom yang menjadi andalan dalam bumbu yang berkuah.

6. Ketupat

Di akhir Ramadan, Ketupat adalah makanan khas yang wajib  hadir, tidak saja di tanah Pasundan juga di Indonesia. Ketupat terbuat dari beras yang dibungkus dalam daun lontar atau daun palas. Ketupat memiliki berbagai manfaat dan karakteristik yang menjadikannya pilihan makanan yang tepat untuk bulan Ramadan. 

Ketupat juga mudah disiapkan. Mengingat perayaan bulan Ramadan adalah momen yang sibuk, maka Ketupat menjadi pilihan yang tepat karena proses pembuatannya relatif mudah. Dengan kandungan nutrisi yang baik, serta proses pembuatannya yang mudah dan cepat, Ketupat merupakan pilihan yang tepat.

7. Opor Ayam

Pasangan Ketupat adalah Opor Ayam. Keduanya wajib terhidang di akhir Ramadan dan Idul Fitri. Opor Ayam memiliki kombinasi rasa manis, asam, pedas, dan gurih yang menyegarkan lidah. Dengan kandungan bumbu-bumbu rempah, makanan ini memiliki ciri khas yang khas. Selain itu, bumbu-bumbu rempah yang terkandung dalam Opor Ayam juga menambah aroma dan cita rasa yang kuat.

Waktu yang dibutuhkan untuk menyiapkan Opor Ayam cukup singkat. Selain dengan Ketupat, Opor Ayam bisa tersaji dengan nasi putih. Dengan kombinasi rasa yang enak dan kaya nutrisi, makanan ini menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk berbuka puasa. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 16:11

Manipulasi Terselubung di Balik Penggunaan Kata Nett Zero Emission pada Perusahan Perbankan

Membahas bagaimana istilah Net Zero Emission (NZE) yang digunakan sebagai strategi pencitraan dengan menyoroti pentingnya transparansi, verifikasi independen, dan sanksi yang tegas.

Cerobong asap yang mengeluarkan asap menembus kabut tebal, yang menyoroti masalah atau kekhawatiran tentang polusi udara. (Sumber: Pexels | Foto: Сергей Нестеров)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 15:08

Pentingnya Kecerdasan Finansial di Tengah Kemudahan Transaksi Digital

Esai ini membahas pentingnya kecerdasan finansial di tengah kemudahan transaksi digital yang dapat mendorong perilaku konsumtif.

Pecahan uang seratus ribu rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 14:37

Ketergantungan Program MBG: Potret Penjajahan Era Modern

Ketika sebuah negara memiliki kendali yang sangat besar terhadap distribusi kebutuhan dasar masyarakat. Maka akankah muncul relasi baru dari ketergantungan antara negara dengan warganya

Siswa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 9 Bandung, Jalan Suparmin, Pajajaran, Kota Bandung pada Senin, 6 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 13:14

Untuk Apa Jawa Barat Memiliki 37 BUMD?

Masalah muncul ketika semua BUMD diletakkan dalam keranjang yang sama.

Kantor Bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 12:50

Setelah Status Guru PPPK Diambil Alih Pemerintah Pusat, Apa yang Terjadi?

Banyak yang mempertanyakan nasib dan status PPPK Non-Guru saat ini yang sistem penggajiannya menjadi urusan daerah.

Ilustrasi pegawai dengan status PPPK (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 10:41

Mampukah Bandung Bersaing Menjadi Global City

Global city menjadi tujuan kota-kota besar untuk diakui secara internasional. Dan, Kota Bandung memiliki potensi yang sangat besar menjadi salah satu Global City. Tinggal bagaimana cara mewujudkan.

Sejumlah apartemen dan hotel berdiri di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 08:33

Anwar Tohari Mencari Mati: Antara Abab, Dendam, Muslihat, & Kebenaran

Anwar Tohari atau Warto Kemplung yang di desanya dianggap sebelah mata, seorang pembual.

Buku "Anwar Tohari Mencari Mati". (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 21 Agu 2026, 08:13

Kota Bandung Masih Menarik Wisatawan? Angka-angka Ini Menceritakannya

Setelah anjlok drastis akibat pandemi, wisatawan ke Kota Bandung kini melampaui level 2019. Simak tren kunjungan domestik dan mancanegara 2019-2025.

Wisatawan menikmati wahana kuda tunggang di kawasan Jalan Cilaki, Kota Bandung, pada momen libur hari raya Idulfitri 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 07:54

Habis Agustusan, Tibalah Sampah

Kemerdekaan bukan hanya tentang bebas memasang umbul-umbul, membuat karnaval, menggelar lomba, menikmati panggung hiburan, lalu pulang meninggalkan (seonggok, tumpukan) sampah.

Beginilah sampah properti arak-arakan, karnaval 17 Agustusan (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 20 Agu 2026, 19:28

Menjahit Ulang Nasib Cibaduyut, Menjaga Barometer Kualitas ala Koku Footwear

Kisah Koku Footwear, UMKM sepatu kulit asal Cibaduyut, yang berhasil menembus pasar mancanegara dan mempertahankan warisan kerajinan lokal di tengah digitalisasi perdagangan Indonesia.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin, pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear di Taman Cibaduyut Endah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)