Negara Hadir Memihak Guru Honorer

Muhamad Ikhwan A A
Ditulis oleh Muhamad Ikhwan A A diterbitkan Senin 09 Feb 2026, 14:07 WIB
Potret acara Hari Guru Nasional (Sumber: kemendikdasmen.go.id | Foto: kemendikdasmen)

Potret acara Hari Guru Nasional (Sumber: kemendikdasmen.go.id | Foto: kemendikdasmen)

Keputusan negara tercermin dari ke mana anggaran publik diarahkan. Dalam konteks pendidikan, peningkatan kesejahteraan guru—khususnya guru honorer non-ASN—menjadi indikator penting sejauh mana negara benar-benar hadir menjamin mutu pendidikan nasional.

Memasuki tahun 2026, kebijakan pemerintah yang mengalokasikan anggaram lebih dari Rp14 triliun untuk kesejahteraan guru non-ASN menunjukkan arah yang semakin jelas: guru honorer tidak lagi dipandang sebagai pelengkap sistem, melainkan bagian inti dari pembangunan pendidikan.

Selama bertahun-tahun, guru honorer memikul beban kerja yang setara dengan guru ASN, namun berada dalam keterbatasan status dan penghasilan. Sistem honorarium berbasis jam mengajar membuat pendapatan mereka tidak menentu dan rentan secara ekonomi.

Padahal, dari perspektif profesional, tanggung jawab pedagogis guru honorer tidak berbeda dengan guru tetap (Mulyasa, 2006). Karena itu, intervensi kebijakan negara menjadi keharusan yang wajib dilaksanakan sebagai investasi Sumber Daya Manusia (SDM), bukan pilihan.

Arah Kebijakan yang Kian Tegas

Melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pemerintah menegaskan komitmen memperbaiki tata kelola guru secara bertahap dan berkelanjutan. Fokusnya tidak hanya pada kesejahteraan, tetapi juga penataan status, sertifikasi, dan perlindungan profesi. Pendekatan ini menandai pergeseran kebijakan dari solusi jangka pendek menuju reformasi struktural yang lebih sistemik (Kemendikdasmen, 2026).

Langkah ini penting dicatat sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjawab problem lama dunia pendidikan. Guru honorer non-ASN tidak lagi ditempatkan dalam posisi ambigu, melainkan mulai ditarik masuk ke dalam sistem yang lebih pasti dan berkeadilan.

Ilustrasi sekolah di Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: el jusuf)
Ilustrasi sekolah di Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: el jusuf)

Setidaknya adal lima langkah konkret negara dalam mewujudkan kesejahteraan guru honorer Non-ASN. Pertama, pengangkatan guru honorer menjadi ASN melalui skema PPPK. Dalam lima tahun terakhir, lebih dari 900 ribu guru honorer diangkat menjadi ASN PPPK.

Kebijakan ini memberi kepastian status kerja sekaligus akses terhadap sistem penggajian dan jaminan sosial yang lebih layak (BKN, 2025). Ini merupakan terobosan paling mendasar dalam penataan guru. Hal ini akan terus dilakukan sebagai bentuk keberpihakan negara.

Kedua, perluasan akses Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi guru non-ASN. Sepanjang 2024–2025, lebih dari 750 ribu guru non-ASN mengikuti PPG. Melalui kebijakan ini, negara memastikan peningkatan kualitas berjalan seiring dengan pengakuan profesional melalui sertifikasi pendidik (Kemendikdasmen, 2025).

Ketiga, kenaikan insentif guru non-ASN dari Rp300.000 menjadi Rp400.000 per bulan mulai 2026. Dengan anggaran sekitar Rp1,8 triliun untuk 377.143 guru, kebijakan ini mencerminkan komitmen bertahap pemerintah dalam memperbaiki kesejahteraan dasar guru honorer.

Keempat, peningkatan Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru non-ASN bersertifikat pendidik menjadi Rp2 juta per bulan. Pemerintah mengalokasikan Rp11,5 triliun untuk 392.870 guru non-ASN pada 2026. Kenaikan ini menegaskan bahwa profesionalisme guru dihargai secara konkret, bukan sekadar simbolik.

Kelima, Tunjangan Khusus Guru (TKG) bagi wilayah 3T. Guru non-ASN yang bertugas di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar memperoleh tunjangan Rp2 juta per bulan. Tahun 2026, anggaran TKG mencapai Rp706 miliar untuk 28.892 guru, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Kebijakan ini menunjukkan sensitivitas negara terhadap ketimpangan geografis pendidikan.

Dampak di Tingkat Lapangan

Berbagai kebijakan tersebut mulai dirasakan di tingkat sekolah. Tunjangan yang diterima guru tidak hanya menopang kebutuhan keluarga, tetapi juga meningkatkan kapasitas profesional, mulai dari mengikuti pelatihan hingga memperkaya bahan ajar. Sejalan dengan temuan UNESCO (2021), kesejahteraan guru berkontribusi langsung pada peningkatan mutu pembelajaran dan stabilitas lingkungan pendidikan.

Berbagai kebijakan yang ditempuh pemerintah menunjukkan satu pesan penting: negara mulai menempatkan kesejahteraan guru honorer sebagai agenda strategis, bukan sekadar isu teknis pendidikan. Alokasi anggaran, penataan status, serta penguatan tunjangan menjadi indikator bahwa negara tidak lagi mengambil jarak, melainkan hadir melalui keputusan kebijakan yang terukur untuk mewujudkan kesejahteraan guru honorer.

Baca Juga: Ketika AI Menjadi Guru, Etika Jadi Korban Pertama Mahasiswa

Ke depan, konsistensi pelaksanaan dan keberanian politik menjadi kunci. Pemerintah perlu memastikan seluruh kebijakan berjalan tepat sasaran, tepat waktu, berkelanjutan, dan tidak terjebak pada pendekatan tambal sulam.

Sebab, menjaga martabat guru honorer sejatinya adalah menjaga kualitas pendidikan nasional itu sendiri untuk mencerdaskan bangsa. Di titik inilah, keberpihakan negara diuji: apakah kebijakan ini terus diperkuat sebagai investasi jangka panjang, atau berhenti sebagai capaian administratif semata. Rakyat tentu berharap yang pertama. Semoga. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhamad Ikhwan A A
Manajer Program Al Wasath Institute

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Mar 2026, 19:20

10 Netizen Terpilih Februari 2026: Bandung Raya dan Bulan Puasa

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Pameran Al-Qur’an Mushaf Sundawi berhias motif khas budaya Jawa Barat di Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 05 Mar 2026, 14:47

Sejarah Bandung Dijuluki Twente van Indonesië, Kota Kembang Diproyeksikan jadi Pusat Industri

Catatan koran 1949 menggambarkan Bandung dipenuhi pabrik tekstil yang membuatnya dibandingkan dengan Twente di Belanda.

Nederlandsch-Indische Metaalwaren en Emballage Fabrieken (NIMEF) di Bandung tahun 1950-an (Sumber: Wikimedia)
Mayantara 05 Mar 2026, 14:05

Kemarahan Digital Perang Iran dan Keuntungannya bagi Platform Media Sosial

Beberapa hari terakhir ini, linimasa media sosial dan juga WhatsApp Group di Indonesia dipenuhi umpatan dan kutukan.

Imbauan pemberhentian perang. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 05 Mar 2026, 12:06

Suara Tionghoa Menyigi Ruang Dialog, Sosial, Ekonomi, dan Budaya

Ruang perjumpaan dari berbagai umat beragama menjadi taman bertumbuh, tempat pengalaman yang dibagikan tanpa takut, juga tempat identitas dirayakan tanpa curiga.

Suara Tionghoa di Majalengka. (Dok. Penulis)
Beranda 05 Mar 2026, 11:53

Night Walk di Bulan Ramadan, Kaki Besi Perkuat Tren Komunitas Jalan Kaki di Bandung

Meski digelar pada bulan Ramadan, antusiasme peserta tidak surut. Dengan dress code serba hitam yang telah ditentukan panitia, para peserta memadati trotoar dengan tambahan aksesori khas.

Salah satu event komunitas Kaki Besi. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)
Seni Budaya 05 Mar 2026, 10:03

Sejarah Tari Saman, Jejak Warisan Syeikh di Dataran Tinggi Gayo

Jejak nama Saman dikaitkan dengan ulama abad ke-14 dan pengaruh Islam di Aceh, membentuk tarian komunal yang sarat syair moral.

Pagelaran Tari Saman terbesar di dunia dengan 12.262 penari. Acara kolosal ini diadakan pada 13 Agustus 2017 di Stadion Seribu Bukit, Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Mar 2026, 09:25

Renungan Ramadan dan Jadwal Puasa Bandung 1969 dalam Koran Lawas

Membuka kembali lembaran surat kabar lama sering menghadirkan pengalaman yang unik.

Surat kabar Berdikari terbitan Bandung, 28 November 1969, bertepatan dengan 18 Ramadan 1389 Hijriah (57 tahun silam). (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 05 Mar 2026, 06:55

Berawal dari Konten Viral, Kaki Besi Menjadi Komunitas Jalan Kaki Terbesar di Bandung

Berawal dari konten viral di media sosial, Komunitas Kaki Besi berkembang menjadi komunitas jalan kaki terbesar di Bandung. Didirikan oleh Insan Buana, Kaki Besi kini memiliki puluhan ribu pengikut.

Salah satu event Komunitas Kaki Besi. Dalam waktu kurang dari satu tahun, komunitas ini mencatat ribuan anggota aktif. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)
Bandung 04 Mar 2026, 21:33

Menilik Eksistensi Kue Balok Kang Didin, Kuliner Legendaris Bandung sejak 1950 yang Melawan Arus Zaman

Bertempat di Jalan Abdul Rahman Saleh, No. 52, Husen Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Kue Balok Kang Didin disebut berbeda dari ciri khas kue balok lainnya.

Bertempat di Jalan Abdul Rahman Saleh, No. 52, Husen Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Kue Balok Kang Didin disebut berbeda dari ciri khas kue balok lainnya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 16:42

Kisah Ramadan dalam Lagu ‘Lebaran Sebentar Lagi’

Lagu Lebaran Sebentar Lagi merupakan salah satu lagu remake dari band Gigi yang sebelumnya dinyanyikan pertama kali oleh Bimbo. 

Salat Idulfitri. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Beranda 04 Mar 2026, 15:22

Hampir 9 Tahun Bertahan, Begini Cara Dagelan Jabar Mengikuti Perubahan Zaman di Instagram

Berawal dari repost meme receh khas tongkrongan warganet Jawa Barat, akun ini tak memaksa diri menjadi media berita, tetapi juga tak bertahan sebagai sekadar akun humor.

Admin Dagelan Jabar Nono Sugianto. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 15:04

Cikalintu, Tempat yang Keliru Dipilih

Dalam nama Cikalintu, kata 'Kalintu' berarti keliru atau ditukar.

Toponim Cikalintu dalam Peta Topografi Lembar Bandoeng Tahun 1905 (diperbaiki dari peta tahun 1904). Dipetakan oleh Topographisch Bureau, Batavia. (Sumber: Peta koleksi KITLV Heritage)
Sejarah 04 Mar 2026, 14:46

Misteri Danau Cipanas Rancaekek, Tempat Pemandian Bupati Bandung Zaman Dulu

Warga menyebut penambangan bukit Gunung Cipanas memicu lenyapnya sumber panas yang dulu jadi tempat rekreasi elite Bandung.

Danau Cipanas Rancaekek. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 13:30

Benny Soebardja Pelopor Progresif Rock Indonesia

Musisi rock asal Bandung, Benny Soebardja, dikenal lewat band-band yang pernah ia bentuk, mulai dari The Peels, Shark Move, hingga Giant Step.

Benny Soebardja dengan vinyl "Shark Move" (1973) di Delft, Belanda. Dijuluki oleh media asing sebagai The Godfather of Indonesian Progrock Underground. (Sumber: Istimewa)
Ikon 04 Mar 2026, 13:15

Jejak Pitalka, Roti Pipih Ramadan dari Kosovo yang Bertahan Sejak Era Ottoman

anya muncul setahun sekali di Kosovo, pitalka menjadi warisan kuliner sejak masa Ottoman yang tetap hidup di meja iftar Prizren.

Pitalka, roti khas Kosovo yang jadi iftar Ramadan.
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 11:09

Siwok Cante, Konsep Puasa dalam Masyarakat Sunda Pra-Islam

Siwok cante, merupakan salah satu hal yang harus dihindari oleh mereka yang sedang mengemban tugas negara.

Buku hasil transliterasi dan terjemahan pertama Sanghyang Siksakandang Karesian bersama dua naskah Sunda kuna lainnya oleh Tim Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda 1987. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 09:38

Bukan Sekadar Nunggu Azan Magrib, 5 Aktivitas Ngabuburit Berfaedah

Sejatinya, ngabuburit bukan sekadar cara “mengisi waktu”, menunggu azan magrib.

Aktivitas apik ngabuburit di Masjid Raya Al Jabbar. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 03 Mar 2026, 20:40

Sentuhan Estetika di Balik The Edit, Titik Temu Kurasi Fashion Muslim Premium di Bandung

The Edit menghadirkan ruang kurasi fashion yang tidak sekadar menjual produk, namun juga mengusung karya, karakter, dan cerita dari para desainer berbakat Indonesia.

The Edit menghadirkan ruang kurasi fashion yang tidak sekadar menjual produk, namun juga mengusung karya, karakter, dan cerita dari para desainer berbakat Indonesia. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 03 Mar 2026, 19:24

Rumah Tumbuh, Akses Menguat: Ujian Transformasi BTN di Tengah Rekor Pembiayaan

Di tengah lanskap itu, PT Bank Tabungan Negara (BTN) tampil sebagai aktor sentral.

Pekerja merampungkan proyek rumah subsidi di El Hago Residence, Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang (3/12/2020). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Deni Suhendar/Magang)
Seni Budaya 03 Mar 2026, 16:37

Sejarah Batik Pekalongan, Warisan Budaya dari Pantura Sejak 1802

Sejak awal 1800-an, batik di Pekalongan berkembang dari perdagangan pesisir hingga diakui UNESCO sebagai bagian jejaring kota kreatif dunia.

Kain sarung motif batik Pekalongan tahun 1980-an di Museum Honolulu. (Sumber: Wikimedia)