Ketika GOR Saparua Bandung Berguncang oleh Deretan Rocker Kawakan

4 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan Kamis 14 Mei 2026, 15:40 WIB
Pentas musik Super Rock ’84 menghiasi halaman surat kabar INTI JAYA edisi Mei 1984, yang kala itu memberitakan gegap gempita konser rock di GOR Saparua Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)

Pentas musik Super Rock ’84 menghiasi halaman surat kabar INTI JAYA edisi Mei 1984, yang kala itu memberitakan gegap gempita konser rock di GOR Saparua Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)

Di antara hiruk-pikuk Kota Bandung yang terus berubah, nama GOR Saparua tetap melekat sebagai salah satu ruang paling bersejarah dalam perjalanan musik anak muda Indonesia. Pada era 1980 hingga 1990-an, gedung yang berada di kawasan Jalan Ambon itu bukan hanya dikenal sebagai arena olahraga, melainkan panggung sakral bagi berbagai konser musik rock, pop, jazz, hingga underground. Dari gedung inilah suara gitar listrik, sorak penonton, dan gegap gempita generasi muda Bandung pernah bergema nyaris setiap pekan. Banyak musisi besar lahir, tumbuh, dan dikenang lewat penampilan-penampilan mereka di Saparua, menjadikannya simbol penting perkembangan budaya musik modern di Kota Kembang.

Empat puluh dua tahun silam, tepatnya pada edisi Minggu ke-2 Mei 1984, surat kabar INTI JAYA Jakarta memuat kabar tentang sebuah pagelaran musik rock besar yang  mengguncang Kota Bandung. Bertempat di Gedung Sport Hall Gelora Saparua, konser bertajuk “Super Rock ’84”  berlangsung pada 13 Mei 1984 pukul 19.00 WIB, digarap oleh promotor muda penuh semangat, Yonny Dores melalui YD Enterprises.

Pada era 1980-an, Bandung memang dikenal sebagai salah satu barometer musik rock Indonesia. GOR Saparua bukan sekadar gedung olahraga, melainkan ruang bersejarah tempat bertemunya anak-anak muda, dentuman amplifier, rambut gondrong, jaket denim, hingga semangat kebebasan khas musik cadas masa itu.

Konser bertema “Super Rock ’84” sengaja dirancang untuk mempertemukan para rocker lintas kelompok dalam satu panggung besar. Sebuah konsep yang saat itu tergolong istimewa karena menghadirkan banyak nama besar rock Indonesia dalam satu pertunjukan.

Salah satu penampil utama yang paling mendapat apresiasi dari penonton adalah grup legendaris Bandung, Giant Step. Band yang dikenal sebagai pelopor progressive rock Indonesia itu tampil dengan formasi lengkap, yakni Benny Soebardja sebagai leader, gitaris sekaligus vokalis, didampingi Uce F. Tekol pada bass, Albert Warnerin pada gitar melodi, Triawan dan Erwin Badudu di keyboard, serta Jelly Tobing di posisi drum.

Tak hanya Giant Step, panggung “Super Rock ’84” juga menghadirkan sederet rocker kawakan yang sudah akrab di telinga penikmat musik rock nasional saat itu. Nama-nama seperti Arthur Kaunang dari SAS, Deddy Dores dari Superkid, Kiki dari Freedom dan Primas, Choqi eks Jerman Group, Budhy Trilogi, Mat Bitel Band, hingga rocker cilik Dadan Sukma ikut meramaikan suasana.

Para musisi tersebut tampil dalam format kolaborasi, saling menunjukkan kemampuan musikal mereka di atas panggung. Deddy Dores mengisi gitar melodi dan vokal, Arthur Kaunang serta Kiki memperkuat bass dan piano, sementara Choqi memainkan keyboard. Konsep “all star rock concert” semacam ini menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton Bandung pada masa itu.

Dalam pemberitaan tersebut, konser Super Rock '84  dibanjiri penonton. Atmosfer rock Bandung yang sedang bergairah membuat “Super Rock ’84” menjadi salah satu pertunjukan paling semarak dibanding konser-konser serupa yang pernah digelar.

SOR Saparua Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
SOR Saparua Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)

Menariknya, promosi acara kala itu masih sangat mengandalkan radio dan penjualan tiket secara langsung. Tiket konser  diperoleh di sekretariat Jalan Citamiang 23 Bandung, juga melalui beberapa radio populer seperti Radio Famor, Radio OZ, dan Radio Megantara. Radio-radio tersebut memang memiliki peran besar dalam membangun kultur musik anak muda Bandung era 1980-an.

Kini, puluhan tahun telah berlalu. Namun jejak konser “Super Rock ’84” di GOR Saparua tetap menjadi bagian penting dari sejarah musik rock Indonesia. Ia bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan gambaran semangat zaman ketika Bandung menjadi salah satu pusat denyut rock nasional tempat para musisi, promotor, radio, dan penonton muda bersatu dalam satu dentuman suara gitar listrik yang membahana hingga larut malam.

Kini lapangan dan GOR Saparua kembali disiapkan sebagai sarana olahraga yang terbuka bagi masyarakat. Di kawasan ini tersedia berbagai fasilitas, mulai dari lapangan basket, arena sepatu roda, bola voli, hingga wahana wall climbing yang kerap dimanfaatkan para pencinta olahraga ekstrem.

Sebagian pengunjung datang untuk berolahraga serius, sementara yang lain memilih sekadar berjalan kaki santai atau melakukan jogging ringan di area sekitar. Semua dapat disesuaikan dengan minat, kebutuhan, dan kemampuan fisik masing-masing.

Meski identik sebagai pusat kegiatan olahraga, kawasan Saparua juga masih kerap digunakan untuk beragam kegiatan lain, mulai dari acara komunitas, pertunjukan hiburan, hingga berbagai agenda publik yang melibatkan masyarakat luas.

Bagi generasi yang pernah merasakan atmosfernya, GOR Saparua bukan sekadar bangunan tua, melainkan ruang kenangan yang menyimpan denyut masa muda. Di tempat itu, ribuan penonton pernah bernyanyi bersama, berdesakan di depan panggung, hingga larut dalam dentuman musik yang membentuk identitas zamannya.

Meski era telah berubah dan banyak venue modern bermunculan, nama GOR Saparua tetap hidup dalam ingatan sebagai salah satu saksi penting kejayaan musik Bandung era 80-90an — sebuah tempat ketika musik, persahabatan, dan semangat kebebasan menyatu dalam suasana yang sulit tergantikan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Jun 2026, 11:04

Karya Purbakala di Hari Purbakala: Sambung Menyambung Tentang Kota Bandung

Karya-karya mahasiswa arkeologi tentang Kota Bandung

Sebuah gua alami yang menyimpan situs purbakala, Gua Pawon. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nuryahya64)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:31

Mengenang Ny. Liem: Maestro Boga dari Kota Kembang dan Legacy di Industri Tata Boga Indonesia

Ny. Liem menempati posisi penting sebagai pionir yang menetapkan standar emas dalam seni pembuatan kue dan pastry.

Produk kemasan dari toko Ny. Liem di Jln. Naripan No.52, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Google Maps Review | Foto: Elvita Yuli)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:19

Peran para Pendukung Tim Lokal di Kota Bandung Terhadap Keberlangsungan Persib

Menelaah faktor keberhasilan Maung Bandung pada periode terbaru di era sepakbola modern.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 08:40

Biaya Parkir: Faktor Kecil yang Ternyata Menentukan Pilihan Kita Saat Belanja

Biaya parkir ternyata ikut menentukan pilihan tempat belanja kita. Kecil tapi berdampak besar pada persepsi, kepuasan, dan loyalitas konsumen.

Keputusan Konsumen untuk belanja goyah karena adanya parkir (Foto: muhammad yogi)
Bandung 15 Jun 2026, 21:16

Kolaborasi Bekali Kopi Bersama Petani Lembang Dorong Peningkatan Ekonomi dan Regenerasi Sektor Kopi

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting.

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 18:19

UMKM 'Jangan Cuma Dagang' untuk Berkembang, Belajar dari Perjalanan Bisnis Kebab Factory

Bagi Widya, Rumah BUMN Bandung bukan sekadar tempat pelatihan.

Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 17:27

Perjalanan Sate Maranggi sebagai Kuliner Khas Kabupaten Purwakarta

Lebih dari sekadar nilai gastronomi, Sate Maranggi mengandung nilai-nilai sosial sebagai pemersatu masyarakat Purwakarta.

Sate Maranggi khas Purwakarta (Sumber: Dokumentasi milik pribadi)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 16:44

Panduan Wisata Kuliner Empal Gentong Cirebon, Jejak Sejarah Kota Pelabuhan dalam Semangkuk Kuah

Kenali sejarah empal gentong Cirebon, perbedaannya dengan empal asem, rekomendasi warung legendaris, serta tips menikmati hidangan khas ini.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 16:40

Punya Varian Produk Tak Biasa, Kebab Factory Bisa Ekspor ke Malaysia dan Singapura berkat 'Ide Anak'

Perjalanan Kebab Factory, UMKM Kota Bandung yang terkenal dengan produk uniknya.

Kebab ice cream mellowberry, salah satu varian produk Kebab Faktory di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 15:54

Wayang Wong: Kesenian Unik yang Mengganti Peran Boneka Menggunakan Manusia

Tentang wayang wong, salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggabungkan tari, musik, dan drama.

Wayang Wong Ramayana. (Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 13:17

Hijrah, Ubah, dan Arah

Hijrah digital bukanlah tentang meninggalkan teknologi, melainkan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk mendekat pada nilai-nilai kebaikan.

Diskusi Film "Hijrah Digital" Ajak Mahasiswa Refleksi Literasi Digital dan Peran AI dalam Keberagamaan (Sumber: instagram @moeslimah_produktif)
Beranda 15 Jun 2026, 13:02

Jejak Ksatria di Gang Maksudi: Menjaga Amanah, Menghidupkan Nadi Ekonomi Negeri

Kisah Hasan, seorang kurir JNE di Bandung yang sempat dibegal saat berteduh karena hujan, namun kini sudah kembali bekerja berkat bantuan dari tempatnya bekerja.

Kepala Cabang Utama JNE Bandung Iyus Rustandi menyerahkan bantuan sepeda motor baru kepada Hasan sebagai bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan karyawannya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Linimasa 15 Jun 2026, 12:58

Ketika Selisih Harga BBM Terasa Sampai Akhir Bulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengendara memilih antre demi mendapatkan Pertalite.

Pengendara rela mengantre lebih panjang di SPBU setelah kenaikan harga BBM Pertamax. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 11:28

Dulu Pakai Ritual, Kini Pakai Kimia: Perubahan Praktik Bertani di Desa Pamoyanan

Perjalanan pertanian Desa Pamoyanan merekam pergeseran dari sistem kepercayaan Sunda Buhun menuju metode pertanian modern yang dianggap lebih efektif dan rasional.

Foto Hamparan sawah di Desa Pamoyanan, Cianjur Selatan, pada 21 Maret 2026. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nadhil Ayudiya Az Zahra)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 09:59

Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

Mengatasi krisis bahan baku industri tekstil dengan ulat sutra.

Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)
Beranda 15 Jun 2026, 09:46

Jejak Persib di Kota Bandung, Jalan-jalan Bobotoh Menyusuri Memori yang Nyaris Dilupakan

Bobotoh menyusuri jejak sejarah Persib di berbagai sudut Kota Bandung, mengungkap kisah, tempat, dan memori yang nyaris terlupakan oleh waktu.

Peserta Bobotoh Story Walk menyusuri jalanan Bandung sambil mendengarkan kisah-kisah yang membentuk sejarah Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 15 Jun 2026, 08:43

Layangan Adu, Hobi yang Tidak Lekang oleh Usia

Layangan adu tetap digemari lintas usia dan menjadi ruang silaturahmi para pehobinya.

Layangan adu, hobi yang tak mengenal usia. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 08:40

Sinergi Batalyon Pangan dengan Petani Mengatasi Deflasi Komoditas Pertanian

Eksistensi Yonif TP sebaiknya turut menyelesaikan masalah hilir komoditas pertanian hingga ke pasar induk atau pasar tradisional serta pasar modern.

Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 19:00

Di Era Digital Kita Hidup dalam Situasi Alone Together

Di era digital, kita telah terjebak dengan hubungan teknologi dalam berkoneksi dengan sesama.

Ilustrasi teknologi digital di sekitar generasi muda saat ini. (Sumber: Pexels/Ron Lach)