Simfoni Hijau Tanah Priangan: Mengupas Cita Rasa Kearifan Lokal Gastronomi Sunda

5 menit baca
Badiatul Muchlisin Asti
Ditulis oleh Badiatul Muchlisin Asti diterbitkan Kamis 14 Mei 2026, 11:37 WIB
Makanan khas Sunda nasi tutug oncom, di Bandung, Jawa Barat. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Dudygr)

Makanan khas Sunda nasi tutug oncom, di Bandung, Jawa Barat. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Dudygr)

Tanah Priangan tidak hanya menjanjikan pemandangan hijau yang memanjakan mata, tetapi juga simfoni rasa yang berakar kuat pada kearifan lokal. Seringkali, kuliner Sunda dipandang sebelah mata sebagai "makanan sederhana" karena dominasi sayur mentah dan pengolahan yang tampak praktis. Padahal, jika kita menilik lebih dalam, setiap suapan menyimpan filosofi tentang hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Mendiang Bondan Winarno sering menggunakan istilah "mak nyus" untuk menggambarkan kelezatan yang paripurna, dan dalam khazanah kuliner Sunda, istilah itu bukan sekadar pujian, melainkan pengakuan atas kedalaman rasa yang lahir dari kreativitas tanpa batas.

Keajaiban Oncom: Dari Ampas Menjadi Legenda

Oncom adalah monumen kreativitas masyarakat Sunda dalam menyiasati keterbatasan. Lahir dari proses fermentasi bungkil kacang tanah atau ampas tahu, oncom membuktikan bahwa bahan yang sering dianggap "sisa" bisa bertransformasi menjadi kuliner kelas dunia.

Identitas unik oncom terletak pada fleksibilitasnya yang mampu tampil bersahaja namun tetap menggugah selera melalui kekayaan olahan yang merentang dari hidangan rumahan hingga kudapan populer. Oncom seringkali hadir dalam sajian seperti ulukutek leunca dan pepes yang memberikan ledakan rasa gurih serta segar, atau diolah menjadi sambal oncom berkarakter kuat yang menjadi topping legendaris untuk serabi, nasi kuning, hingga saus cocol ulen bakar.

Sebagai kudapan ikonik, oncom menjadi ruh utama dalam combro serta isian pedas untuk lontong maupun nasi tutug oncom yang setia menjadi pengganjal perut di perjalanan. Bahkan dalam penyajian klasiknya, oncom cukup diiris tebal, dibumbui garam, lalu digoreng atau dibakar untuk menjadi teman sempurna bagi sepiring nasi hangat.

Bagi orang Sunda, oncom bisa dan biasa diolah bersama berbagai macam makanan untuk lauk pauk atau juga dipakai untuk campuran sayur.

Nasi Timbel: Solusi "Packaging" Tradisional yang Jenius

Nasi timbel adalah potret estetika dan kepraktisan yang menyatu. Jauh sebelum wadah plastik modern dikenal, masyarakat Sunda telah menemukan cara jenius untuk membawa bekal perjalanan. Syarat mutlak nasi timbel yang autentik adalah penggunaan nasi pulen yang dibungkus daun pisang saat kepulan uap panasnya masih membumbung.

Proses ini menciptakan aroma aromatik dari daun yang layu terkena panas, sebuah sensasi unik yang tidak bisa digantikan oleh wadah apa pun. Kreativitas dalam membungkus ini pun berkembang menjadi ciri khas kuat dalam budaya kuliner Sunda, yang tidak hanya terbatas pada hidangan utama seperti pepes, tetapi juga merambah ke berbagai kudapan tradisional yang ikonik seperti awug, bubur lolos, buras, katimus, hingga nagasari.

Kini, nasi timbel telah berevolusi. Di berbagai rumah makan, hadir variasi nasi timbel yang dibakar terlebih dahulu sebelum disajikan. Sentuhan api ini memberikan aroma asap (smoky) yang khas dan daya tarik visual yang kuat. Lebih dari sekadar rasa, tampilan nasi timbel yang bersahaja di atas piring bambu mampu membangkitkan memori akan suasana perdesaan Sunda yang asri dan tenang.

"Kuluban Sunda": Tradisi Lalapan yang Berusia Seribu Tahun

Banyak yang mengira kegemaran makan sayuran mentah adalah tren gaya hidup sehat modern. Faktanya, tradisi lalapan telah mendarah daging di Bumi Pasundan selama lebih dari satu milenium. Hal ini dibuktikan dalam Prasasti Taji tahun 901 Masehi yang mencatat istilah 'Kuluban Sunda', yang secara harfiah berarti lalap atau sajian sayur-sayuran segar.

Keanekaragaman jenis tanaman yang dikonsumsi masyarakat Sunda memiliki jumlah yang sangat mencengangkan. Berdasarkan penelitian Prof. Unus Suriawiria, ditemukan tidak kurang dari 200 jenis tanaman yang lazim dijadikan lalap oleh masyarakat tersebut. Jika masyarakat umum biasanya hanya mengenal selada atau timun, meja makan orang Sunda tampil jauh lebih berwarna dan kaya rasa dengan kehadiran berbagai bahan alami yang unik.

Lalapan dan sambal terasi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Lalapan dan sambal terasi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)

Kekayaan ini tercermin dari penggunaan bahan-bahan eksotis seperti leunca dan kenikir, hingga penggunaan buah nangka muda serta petai yang memberikan tekstur kontras dalam setiap suapan. Selain itu, kehadiran honje atau bunga kecombrang turut memberikan sentuhan aroma floral yang khas, mempertegas karakter kuliner Sunda yang tidak hanya segar, tetapi juga memiliki kedalaman aroma yang tidak ditemukan pada budaya kuliner lainnya.

Satu yang musti disebut saat membincang lalap, yaitu sambal. Dalam gastronomi Sunda, lalap dan sambal adalah pasangan yang terikat dalam simbiosis rasa; lalap akan terasa hambar tanpa sentuhan sambal yang pedas menggigit. Namun, kegemaran ini bukan tanpa alasan. Secara fungsional, kebiasaan mengonsumsi sambal berkaitan erat dengan kondisi geografis wilayah Priangan.

Suhu udara pegunungan yang cenderung dingin membuat masyarakatnya membutuhkan asupan yang mampu menstimulasi panas tubuh. Di sinilah sambal berperan—bukan hanya sebagai penyedap, melainkan sebagai penghangat badan di tengah sejuknya udara dataran tinggi. Rasa pedas yang membakar di lidah memberikan kenyamanan tersendiri, menciptakan kehangatan yang menjalar hingga ke jiwa.

Kontribusi Signifikan dalam Dunia "Street Food" Indonesia

Tak dapat dipungkiri, kuliner Sunda adalah pilar penting yang memperkaya khazanah jajanan Nusantara. Banyak hidangan yang bermula dari gerobak pinggir jalan di Bandung atau Bogor kini telah menjelma menjadi favorit nasional.

Kuliner Sunda telah memberikan berbagai kontribusi gemilang bagi khazanah boga Indonesia, mulai dari deretan street food populer seperti batagor, cireng, siomay, seblak, hingga martabak manis Bandung yang digemari lintas generasi. Selain camilan, wilayah ini juga melahirkan hidangan legendaris yang kaya rasa seperti Sate Maranggi, Mi Kocok, Soto Mi Bogor, Laksa, hingga Ayam Bakar Pasundan dan Bekakak.

Pengalaman bersantap pun semakin lengkap dengan kehadiran minuman tradisional yang menyegarkan maupun menghangatkan seperti bajigur, bandrek, es goyobod, es oyen, es sekoteng, dan es cincau. Sebagai pelengkap, kekayaan kuliner ini juga dikenal melalui buah tangan ikoniknya yang telah mendunia, mulai dari manisnya dodol Garut dan peuyeum Bandung, hingga gurihnya tahu Sumedang dan segarnya asinan Bogor.

Menjelajahi khazanah kuliner Sunda adalah upaya menghargai bagaimana tradisi, mitos, dan politik pangan berkelindan dalam sepiring hidangan. Dari kearifan mengolah oncom hingga sejarah seribu tahun 'Kuluban Sunda', setiap elemennya menunjukkan bahwa kuliner bukan sekadar soal rasa, melainkan identitas bangsa yang melegenda.

Seluruh pengetahuan mendalam ini, termasuk tradisi dan tata cara makan masyarakat Sunda, dibedah secara tuntas oleh Prof. Murdijati Gardjito, Heni Pridia, dan Marosimy Millaty dalam buku "Kuliner Sunda, Nikmat Sedapnya Melegenda" (2019). Buku ini tidak hanya menjadi referensi sejarah, tetapi juga panduan praktis karena dilengkapi dengan lebih dari 200 resep tradisional yang bisa Anda coba di dapur sendiri. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Badiatul Muchlisin Asti
Penulis dan jurnalis warga. Peminat kajian sejarah lokal dan kuliner Indonesia. Buku terbarunya "Grobogan Untold Story: Tokoh, Tradisi, dan Kuliner" (2025).

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Jun 2026, 13:10

Hak Siar Piala Dunia oleh TVRI, Ekonomi Nobar dan Pengembangan Konten Lokal

Potensi ekonomi nobar yang luar biasa, mesti dikelola lebih baik dengan berbagai kreativitas masyarakat. 

Suasana nonton bareng Piala Dunia 2026 di Taman Film, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ananda Muhammad Firdaus)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 11:04

Karya Purbakala di Hari Purbakala: Sambung Menyambung Tentang Kota Bandung

Karya-karya mahasiswa arkeologi tentang Kota Bandung

Sebuah gua alami yang menyimpan situs purbakala, Gua Pawon. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nuryahya64)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:31

Mengenang Ny. Liem: Maestro Boga dari Kota Kembang dan Legacy di Industri Tata Boga Indonesia

Ny. Liem menempati posisi penting sebagai pionir yang menetapkan standar emas dalam seni pembuatan kue dan pastry.

Produk kemasan dari toko Ny. Liem di Jln. Naripan No.52, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Google Maps Review | Foto: Elvita Yuli)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:19

Peran para Pendukung Tim Lokal di Kota Bandung Terhadap Keberlangsungan Persib

Menelaah faktor keberhasilan Maung Bandung pada periode terbaru di era sepakbola modern.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 08:40

Biaya Parkir: Faktor Kecil yang Ternyata Menentukan Pilihan Kita Saat Belanja

Biaya parkir ternyata ikut menentukan pilihan tempat belanja kita. Kecil tapi berdampak besar pada persepsi, kepuasan, dan loyalitas konsumen.

Keputusan Konsumen untuk belanja goyah karena adanya parkir (Foto: muhammad yogi)
Bandung 15 Jun 2026, 21:16

Kolaborasi Bekali Kopi Bersama Petani Lembang Dorong Peningkatan Ekonomi dan Regenerasi Sektor Kopi

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting.

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 18:19

UMKM 'Jangan Cuma Dagang' untuk Berkembang, Belajar dari Perjalanan Bisnis Kebab Factory

Bagi Widya, Rumah BUMN Bandung bukan sekadar tempat pelatihan.

Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 17:27

Perjalanan Sate Maranggi sebagai Kuliner Khas Kabupaten Purwakarta

Lebih dari sekadar nilai gastronomi, Sate Maranggi mengandung nilai-nilai sosial sebagai pemersatu masyarakat Purwakarta.

Sate Maranggi khas Purwakarta (Sumber: Dokumentasi milik pribadi)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 16:44

Panduan Wisata Kuliner Empal Gentong Cirebon, Jejak Sejarah Kota Pelabuhan dalam Semangkuk Kuah

Kenali sejarah empal gentong Cirebon, perbedaannya dengan empal asem, rekomendasi warung legendaris, serta tips menikmati hidangan khas ini.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 16:40

Punya Varian Produk Tak Biasa, Kebab Factory Bisa Ekspor ke Malaysia dan Singapura berkat 'Ide Anak'

Perjalanan Kebab Factory, UMKM Kota Bandung yang terkenal dengan produk uniknya.

Kebab ice cream mellowberry, salah satu varian produk Kebab Faktory di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 15:54

Wayang Wong: Kesenian Unik yang Mengganti Peran Boneka Menggunakan Manusia

Tentang wayang wong, salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggabungkan tari, musik, dan drama.

Wayang Wong Ramayana. (Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 13:17

Hijrah, Ubah, dan Arah

Hijrah digital bukanlah tentang meninggalkan teknologi, melainkan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk mendekat pada nilai-nilai kebaikan.

Diskusi Film "Hijrah Digital" Ajak Mahasiswa Refleksi Literasi Digital dan Peran AI dalam Keberagamaan (Sumber: instagram @moeslimah_produktif)
Beranda 15 Jun 2026, 13:02

Jejak Ksatria di Gang Maksudi: Menjaga Amanah, Menghidupkan Nadi Ekonomi Negeri

Kisah Hasan, seorang kurir JNE di Bandung yang sempat dibegal saat berteduh karena hujan, namun kini sudah kembali bekerja berkat bantuan dari tempatnya bekerja.

Kepala Cabang Utama JNE Bandung Iyus Rustandi menyerahkan bantuan sepeda motor baru kepada Hasan sebagai bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan karyawannya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Linimasa 15 Jun 2026, 12:58

Ketika Selisih Harga BBM Terasa Sampai Akhir Bulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengendara memilih antre demi mendapatkan Pertalite.

Pengendara rela mengantre lebih panjang di SPBU setelah kenaikan harga BBM Pertamax. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 11:28

Dulu Pakai Ritual, Kini Pakai Kimia: Perubahan Praktik Bertani di Desa Pamoyanan

Perjalanan pertanian Desa Pamoyanan merekam pergeseran dari sistem kepercayaan Sunda Buhun menuju metode pertanian modern yang dianggap lebih efektif dan rasional.

Foto Hamparan sawah di Desa Pamoyanan, Cianjur Selatan, pada 21 Maret 2026. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nadhil Ayudiya Az Zahra)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 09:59

Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

Mengatasi krisis bahan baku industri tekstil dengan ulat sutra.

Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)
Beranda 15 Jun 2026, 09:46

Jejak Persib di Kota Bandung, Jalan-jalan Bobotoh Menyusuri Memori yang Nyaris Dilupakan

Bobotoh menyusuri jejak sejarah Persib di berbagai sudut Kota Bandung, mengungkap kisah, tempat, dan memori yang nyaris terlupakan oleh waktu.

Peserta Bobotoh Story Walk menyusuri jalanan Bandung sambil mendengarkan kisah-kisah yang membentuk sejarah Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 15 Jun 2026, 08:43

Layangan Adu, Hobi yang Tidak Lekang oleh Usia

Layangan adu tetap digemari lintas usia dan menjadi ruang silaturahmi para pehobinya.

Layangan adu, hobi yang tak mengenal usia. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 08:40

Sinergi Batalyon Pangan dengan Petani Mengatasi Deflasi Komoditas Pertanian

Eksistensi Yonif TP sebaiknya turut menyelesaikan masalah hilir komoditas pertanian hingga ke pasar induk atau pasar tradisional serta pasar modern.

Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)