Pagi Mengurus Ternak, Siang Mengurus Viewers, Cerita Homeless Media @infolembang_update

Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan Senin 09 Feb 2026, 07:38 WIB
Pengelola akun homeless media @infolembang_update, Yadi Mulyadi.

Pengelola akun homeless media @infolembang_update, Yadi Mulyadi.

AYOBANDUNG.ID - Matahari baru saja menampakkan sinarnya di ufuk timur Lembang ketika Yadi Mulyadi (36) mulai berkutat dengan aroma khas jerami dan uap susu segar. Di sebuah kandang sederhana, ia dengan terampil mengurus sapi ternaknya—sebuah kegiatan yang telah menjadi sumber penghidupannya selama bertahun-tahun. Namun, di saku celananya, ponsel pintar terus bergetar, menyuguhkan informasi tentang kemacetan di Setiabudi, kecelakaan di Parongpong, hingga laporan “akamsi” yang kehilangan barang atau pertanyaan dari wisatawan yang hendak berkunjung ke Lembang.

Yadi adalah seorang peternak sapi perah. Namun, bagi lebih dari 26 ribu pengikut di dunia maya, ia dikenal sebagai “Google Berjalan” di balik akun Instagram @infolembang_update, sebuah akun homeless media yang kini menjadi salah satu sumber utama informasi di wilayah Bandung Utara.

Baca Juga: Info Ciumbuleuit, Homeless Media yang Hidup dari Kepercayaan Warga Sekitar

Tampilan akun instagram @infolembang_update (Sumber: @infolembang_update)
Tampilan akun instagram @infolembang_update (Sumber: @infolembang_update)

Kisah Bermula dari Kecelakaan yang Viral

Semua ini bermula dari sebuah kejadian yang tidak direncanakan. Dua tahun lalu, Yadi hanyalah pengguna media sosial biasa. Namun, satu video yang ia unggah tentang kecelakaan lalu lintas di depan HokBen Setiabudi mengubah segalanya. Video tersebut meledak dan ditonton lebih dari 16 juta kali.

“Awalnya akun pribadi. Tapi waktu update kecelakaan itu lumayan viral. Follower otomatis naik jadi 10 ribu. Dari situ saya pikir, ya sudah, diseriusin saja,” kenang Yadi antusias.

Tujuan Yadi sebenarnya sederhana: memberikan informasi yang berguna bagi masyarakat Lembang. Ia menyadari bahwa di era digital, kecepatan informasi menjadi kebutuhan utama. Hampir semua orang memiliki ponsel, dan semua ingin mengetahui peristiwa di sekitar mereka secara langsung.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Info Coblong, Media Akar Rumput yang Menjadi Jembatan Aspirasi dan Etalase UMKM Warga

Memanfaatkan Waktu di Antara Mengurus Ternak

Mengelola media secara mandiri di tengah kesibukan sebagai peternak bukanlah hal mudah. Yadi harus pandai membagi waktu. Sejak pagi hingga siang, ia fokus mengurus ternak. Jika ada informasi mendesak, ia akan turun langsung ke lapangan. Di sela waktu senggang, ia beralih peran menjadi editor, kurator, sekaligus reporter.

“Saya curi-curi waktu. Pagi fokus peternakan sampai siang. Sore balik lagi ke kandang. Makanya manajemen kontennya masih belum stabil, karena benar-benar dikelola sendiri,” ujarnya.

Selama dua tahun terakhir, @infolembang_update memiliki lima akun media sosial aktif, yakni Instagram, TikTok, Facebook, Threads, dan YouTube. Namun, karena keterbatasan waktu dan tenaga, Yadi lebih fokus mengunggah konten di Instagram, TikTok, dan Facebook.

Konten yang ia sajikan pun beragam, mulai dari berita kriminal, informasi kehilangan, lowongan pekerjaan, hingga promosi UMKM lokal. Karena keterbatasan sumber daya, Yadi kerap menggunakan sistem mirroring dengan membagikan berita dari media lain, termasuk Ayo Bandung, dengan tetap mencantumkan sumber.

Meski begitu, ia memiliki prinsip kuat dalam menjaga kredibilitas. Setiap laporan yang masuk melalui pesan langsung selalu ia verifikasi terlebih dahulu.

“Sekarang saya pasti menemui orang yang bersangkutan, cari informasinya, pastikan kebenarannya, baru saya edit dan unggah,” tegasnya.

Baca Juga: Modal Kolaborasi dan Relasi, Cerita SeputarSoettaBdg Bertahan di Tengah Riuhnya Media di Bandung

Selain di Instagram, @infolembang_update juga menyampaikan informasinya melalui Facebook. (Sumber: @infolembang_update)
Selain di Instagram, @infolembang_update juga menyampaikan informasinya melalui Facebook. (Sumber: @infolembang_update)

Tekanan dan Rintangan Pengelola Homeless Media

Menjadi pengelola media lokal tidak selalu menyenangkan. Yadi pernah mengalami intimidasi. Salah satu pengalaman yang paling ia ingat terjadi ketika ia mengunggah video lama tentang keributan di sebuah warung yang melibatkan pihak tertentu. Setelah itu, teror melalui pesan langsung hingga ancaman fisik sempat menghantui ponselnya.

“Pernah diintimidasi, diteror lewat DM. Akhirnya saya sadar diri dan menghapus videonya, karena merasa masih pemula,” ceritanya.

Selain intimidasi, statusnya sebagai pengelola media tanpa badan hukum resmi sering membuatnya dipandang sebelah mata di lapangan. Ia pernah mengalami kesulitan akses saat hendak meliput bencana longsor di Cisarua. Pengalaman itu membuatnya berharap ada wadah resmi yang dapat memberikan perlindungan, keamanan, dan legitimasi bagi pengelola media masyarakat seperti dirinya.

Harapan Kecil di Balik Layar

Kini, @infolembang_update mulai memasuki ranah finansial. Dari yang semula sekadar hobi, Yadi kini telah menetapkan tarif iklan. Ia menerapkan sistem subsidi silang. Untuk usaha mikro dan kecil, ia mematok tarif sekitar Rp100.000 hingga Rp200.000. Sementara untuk perusahaan besar, biayanya jauh lebih tinggi.

“Penghasilan dari iklan itu sebenarnya cuma buat kuota dan ongkos. Belum bisa buat gaji tim,” tuturnya.

Meski demikian, Yadi menyimpan harapan besar. Ia bercita-cita memiliki tim lapangan dan editor sendiri agar informasi dari Lembang dapat disebarkan lebih cepat dan akurat. Ia juga berharap pemerintah daerah suatu saat mau melirik dan bekerja sama dengan media lokal seperti miliknya, karena merekalah yang paling dekat dengan denyut kehidupan masyarakat.

News Update

Beranda 09 Feb 2026, 21:43 WIB

Laporan Toxic 20 Ungkap Bahaya PLTU di Jawa Barat bagi Lingkungan dan Warga

Tiga PLTU yang masuk dalam daftar tersebut adalah PLTU Cirebon, PLTU Indramayu, dan PLTU Pelabuhan Ratu.
Diskusi publik yang digelar AJI, WALHI dan Trend Asia di Perpustakaan Bunga di Tembok, Bandung, pada 9 Februari 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Feb 2026, 19:02 WIB

Meniru Strategi Gua Hira: Mengapa 'Escape' Harus Menjadi Jalan Pulang, Bukan Sekadar Pelarian

Sambut Ramadan bukan sekadar ritual, tapi momen repurpose jiwa dari penjara pikiran.
Diskusi Ustaz Felix Siauw pada kanal Youtube Raymond Chin. (Sumber: Youtube Raymond Chin)
Bandung 09 Feb 2026, 18:04 WIB

Elegansi Syar’i dan Komitmen Bumi, Menilik Ambisi Alia Karenina Membangun "Green Syari" di Bandung

Di tengah hiruk-pikuk industri tekstil Jawa Barat, masih sedikit pemain lokal yang berani bermain di ranah natural fabric untuk busana muslimah yang tertutup rapat.
Founder dari brand Haadiya Syari, Alia Karenina. (Sumber: dok Haadiya Syari)
Bandung 09 Feb 2026, 17:05 WIB

Saat Slankers dan Begundal Bersaudara: Narasi Kesetaraan dalam Perayaan 15 Tahun Simfoni Distorsi di Bandung

Bandung sering kali dijuluki sebagai laboratorium kreativitas yang tak pernah tidur, tempat di mana distorsi dan harmoni berkelindan menciptakan identitas kota yang unik
Penampilan Slank dalam festival musik Hellprint Supermusic United Day 9 di Tritan Point Bandung pada Minggu, 8 Februari 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Feb 2026, 16:43 WIB

Pelestarian Lingkungan, HIMKAS Bandung Raya Gelar Penanaman Bibit Pohon di Desa Buniara

HIMKAS Bandung Raya menggelar penanaman sekitar 150 bibit pohon.
Mahasiswa HIMKAS Bandung Raya bersama warga setempat melakukan penanaman bibit pohon di kawasan Curug Janari, Kampung Campaka, Desa Buniara, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang. (Sumber: Dok. HIMKAS Bandung Raya | Foto: Jajang Shofar Khoerudin)
Ayo Netizen 09 Feb 2026, 14:07 WIB

Negara Hadir Memihak Guru Honorer

Selama bertahun-tahun, guru honorer memikul beban kerja yang setara dengan guru ASN, namun berada dalam keterbatasan status dan penghasilan.
Potret acara Hari Guru Nasional (Sumber: kemendikdasmen.go.id | Foto: kemendikdasmen)
Ayo Netizen 09 Feb 2026, 11:49 WIB

Momentum Ramadan sebagai Pembentukan Mentalitas Produktif

Bulan Ramadan merupakan momentum untuk menggenjot produktivitas nasional, daerah hingga produktivitas pribadi.
Ilustrasi mentalitas produktif industri kue kering saat bulan Ramadan (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Feb 2026, 10:29 WIB

Ketika Iklan Sirup Jadi Penanda Ramadan Sudah Dekat

Bagi banyak orang Indonesia, itulah pertanda paling jujur bahwa Ramadan sudah dekat.
Iklan sirup Marjan di bulan puasa (Sumber: YouTube.com/Marjan Boudoin)
Ayo Netizen 09 Feb 2026, 08:41 WIB

Menjeritnya Pendidikan Indonesia

Pendidikan adalah hak segala bangsa yang harus diterima oleh semua Warga Negara Indonesia sebagai konsekuensi atas regulasi yang telah ditetapkan.
Tulisan terakhir anak SD di NTT. (Sumber: Istimewa)
Beranda 09 Feb 2026, 07:38 WIB

Pagi Mengurus Ternak, Siang Mengurus Viewers, Cerita Homeless Media @infolembang_update

Selain intimidasi, statusnya sebagai pengelola media tanpa badan hukum resmi sering membuatnya dipandang sebelah mata di lapangan.
Pengelola akun homeless media @infolembang_update, Yadi Mulyadi.
Ayo Netizen 08 Feb 2026, 18:22 WIB

Romantisme Mendengarkan Radio 'Sempal Guyon Parahyangan'

Syahdunya mendengar dongeng Sunda legendaris pada era 1990-an.
Radio transistor jadul milik Kin Sanubary, yang dipakai mendengarkan Dongeng Sunda sejak era tahun 90-an. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 08 Feb 2026, 15:44 WIB

Pohon Itu Bukan Sekedar Tiang Pancang Penghalang Longsor

Manfaat pohon sangat nyata bagi alam dan bagi kehidupan manusia.
Butir-butir embun yang dijaring daun cemara gunung di lereng Gunung Rinjadi dari arah Aikberik. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T Bachtiar)
Bandung 08 Feb 2026, 12:48 WIB

Kisah di Balik Haadiya Syari: Menemukan Cahaya dalam Kehilangan dan Makna Baru di Modest Fashion

Haadiya Syari hadir di tengah hiruk-pikuk industri busana Muslimah dengan membawa pesan yang lebih tenang, lebih dalam, dan penuh ketakwaan.
Haadiya Syari hadir di tengah hiruk-pikuk industri busana Muslimah dengan membawa pesan yang lebih tenang, lebih dalam, dan penuh ketakwaan. (Sumber: Haadiya Syari)
Ayo Netizen 08 Feb 2026, 12:23 WIB

Ngadulag Euy!

Bedug (ngabedug, ngadulag) bukan sekadar alat, melainkan napas bersama, bahasa tanpa ujaran. Dari tabuhannya, waktu menemukan kesepakatan, iman mengetuk kesadaran, dan kebersamaan dijaga dan dirawat.
Salah satu lapak pedagang kulit dan bedug di Jalan Ir. H. Djuanda, Linggajaya, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Kamis, 29 April 2021). (Sumber: Ayotasik.com | Foto: Heru Rukanda)
Ayo Netizen 08 Feb 2026, 08:55 WIB

KBBI Bukan Hakim Agung, Meski Hadirnya Kerap Menghakimi para Penulis

Bagi sebagian penulis Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kitab suci.
Potret wanita muda Asia yang cantik - konsep gaya hidup wanita bahagia (Sumber: freepik.com | Foto: jcomp)
Bandung 07 Feb 2026, 19:30 WIB

Menakar Dampak Relaksasi Kredit bagi Gairah Ekonomi di Bumi Parahyangan

Optimisme perbankan dalam menyambut tahun 2026 tidak hanya muncul begitu saja, melainkan didorong oleh strategi pemberian insentif yang tepat sasaran.
Optimisme perbankan dalam menyambut tahun 2026 tidak hanya muncul begitu saja, melainkan didorong oleh strategi pemberian insentif yang tepat sasaran. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Bandung 07 Feb 2026, 17:36 WIB

Cerita Bakso Tahu Doraemon: Dari Koleksi Pribadi hingga Jadi Rezeki Lintas Generasi

Doraemon, menjadi nama yang sangat familiar bagi generasi yang tumbuh di tahun 80-an hingga 90-an termasuk bagi Sri Martiani, selaku pemilik lapak baso tahu Doraemon.
Doraemon, menjadi nama yang sangat familiar bagi generasi yang tumbuh di tahun 80-an hingga 90-an termasuk bagi Sri Martiani, selaku pemilik lapak baso tahu Doraemon. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Beranda 07 Feb 2026, 14:22 WIB

Bukan di Studio Mahal: Pengantin dan Wisudawan Pilih Jalan ABC buat Pamer Cinta dan Gelar

Di Jalan ABC, gaun putih dan toga hitam bukan sekadar pakaian. Keduanya menjadi simbol momen ketika waktu sempat berhenti sejenak.
Pasangan yang akan menikah melakukan sesi foto prewedding di Jalan ABC, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 07 Feb 2026, 12:14 WIB

Potret Pocong QRIS, Potret Kreativitas Jalanan di Tengah Sulitnya Lapangan Kerja

Bagi Toni dan rekan-rekannya sesama pekerja “hantu-hantuan”, yang terpenting adalah ada hasil yang bisa dibawa pulang.
Cosplayer pocong di Lembang memanfaatkan QRIS untuk menerima uang dari warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Jelajah 06 Feb 2026, 21:11 WIB

Polemik Tambang Galian C, Gerus Perbukitan Bandung Setiap Tahun

Walhi mencatat 15–20 hektare perbukitan hilang tiap tahun di Kabupaten Bandung akibat tambang. Kawasan imbuhan air ikut tergerus.
Ilustrasi tambang galian c. (Sumber: Ayobandung)