Polemik Tambang Galian C, Gerus Perbukitan Bandung Setiap Tahun

Mildan Abdalloh
Ditulis oleh Mildan Abdalloh diterbitkan Jumat 06 Feb 2026, 21:11 WIB
Ilustrasi tambang galian c. (Sumber: Ayobandung)

Ilustrasi tambang galian c. (Sumber: Ayobandung)

AYOBANDUNG.ID - Galian C menjadi masalah yang belum sepenuhnya terselesaikan di wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung. Keberadaannya kerap menimbulkan masalah, baik secara ekologis maupun bencana.

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat mencatat terdapat banyak galian C yang mengancam ekologi di wilayah Kabupaten Bandung, mulai dari Nagreg hingga Margaasih. Banyak tambang di kawasan tersebut dinilai mengancam lingkungan.

"Di daerah yang terdapat galian C terjadi degradasi perbukitan," ujar Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat, Wahyudin.

Baca Juga: Sejarah Panjang Freeport Indonesia, Tambang Emas Raksasa Pusara Kontroversi

Perbukitan yang ditambang lambat laun hilang karena diubah menjadi rupiah. Tanah, pasir, dan batuan dari perbukitan tersebut menjadi sumber bahan baku untuk kebutuhan pembangunan perumahan, baik di kawasan Bandung Raya maupun Jawa Barat.

Tanah-tanah dari bukit menjadi bahan pengurugan lahan yang akan digunakan sebagai kompleks perumahan. Begitu pula batu dan pasir yang menjadi bahan utama pembangunan beton dan tembok.

Dalam catatan yang dirangkum Walhi, setidaknya 15 hingga 20 hektare perbukitan hilang setiap tahunnya karena aktivitas tambang. Padahal, perbukitan tersebut merupakan kawasan imbuhan air.

"Itu hanya di kawasan Kabupaten Bandung. Belum termasuk di seluruh Jawa Barat," katanya.

Jumlah perbukitan atau area imbuhan air yang hilang di Jawa Barat sudah barang tentu luasnya mencapai ratusan hektare setiap tahunnya.

Padahal, perbukitan tersebut menjadi kawasan serapan air yang penting bagi kelangsungan hidup manusia. Berkurangnya area perbukitan juga memicu emisi karbon yang membuat cuaca menjadi lebih panas.

Baca Juga: DPRD Bandung Barat Pasang Badan untuk Tambang, Logika Ekonomi Pinggirkan Ekologi

"Kondisi ini juga memperparah potensi banjir, karena material tanah yang terbawa air akan membuat sedimentasi di sungai lebih cepat," ungkapnya.

Kerap Dikeluhkan Masyarakat

Keberadaan galian C juga kerap dikeluhkan warga sekitar. Seperti warga di RW 17, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung. Di area tersebut terdapat sebuah tambang yang dikelola oleh PT GLA.

Ketua RW setempat mengatakan, adanya tambang di desa tersebut membuat warga kerap mendapat masalah, terutama kebisingan.

"Kebisingan selalu dikeluhkan warga, apalagi ini tambang batu yang menggunakan alat berat," katanya.

Suara batu yang dipecahkan oleh alat berat setiap hari jelas terdengar warga. Begitu pula debu yang lebih banyak dibanding sebelum ada tambang di RW tersebut.

Baca Juga: Sejarah Padalarang dari Gua Pawon ke Rel Kolonial, hingga Industrialisasi dan Tambang Zaman Kiwari

Warga sendiri mendapat kompensasi berupa aliran dana rutin setiap bulan untuk kepentingan pembangunan infrastruktur dan posyandu bagi masyarakat sekitar.

"Memang banyak warga yang memprotes, tapi tidak sedikit juga yang mendapat pekerjaan dari tambang tersebut," katanya.

Perizinan yang Kerap Bermasalah

Tidak hanya memberi banyak dampak negatif, tidak sedikit galian C yang beroperasi tanpa izin resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dalam hal ini, Walhi mencatat setidaknya ada 170 izin usaha tambang di Jawa Barat yang kedaluwarsa namun masih tetap beroperasi. Akan tetapi, pemerintah seolah melakukan pembiaran.

"Belum ada tindakan tegas terhadap perusahaan tambang yang izinnya telah kedaluwarsa tapi masih beroperasi," kata Wahyudin.

Baca Juga: Jadi Zona Lindung Utama KBU, Rentetan Banjir dan Longsor Timpa Lembang dalam Sepekan

Beberapa tindakan yang dilakukan hanya menyasar kasus yang viral, seperti sebuah tambang di Kecamatan Margaasih yang sempat ramai beberapa waktu lalu. Akan tetapi, pemerintah tidak bisa berbuat banyak karena tambang yang berada di Desa Lagadar tersebut memiliki izin.

"Izin kami lengkap dan sedang memasuki pengajuan perpanjangan kedua," ucap Kurniawan, perwakilan PT GLA.

Ihwal dampak yang ditimbulkan, pihaknya mengklaim telah melakukan berbagai mitigasi berupa jarak aman serta pembagian zonasi (trek) yang memisahkan area operasional dengan wilayah tinggal warga.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, M. Akhiri Hailuki, mengatakan masalah perizinan galian C merupakan kewenangan pemerintah provinsi. Akan tetapi, apabila perizinannya bermasalah, dia berharap pemerintah provinsi melakukan tindakan tegas.

"Termasuk apabila aktivitas galian C tersebut memberi dampak negatif kepada masyarakat, lebih baik cabut saja izinnya," ucap Hailuki.

Baca Juga: Bencana Longsor Cisarua, Tragedi Kelabu di Hulu KBU

Butuh Mitigasi

Keberadaan galian C yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan besar menjadikan pemerintah harus segera melakukan mitigasi sejak sekarang.

Dalam hal ini, seluruh lapisan pemerintah harus melakukan evaluasi terhadap tanggung jawab perusahaan tambang. Pemerintah harus mengawasi secara ketat pelaksanaan reklamasi oleh perusahaan tambang.

"Pemerintah daerah juga jangan berlindung dari keterbatasan wewenang. Pemerintah kabupaten memiliki hak otonomi untuk memberikan rekomendasi izin baru. Harus juga melakukan pengawasan reklamasi yang banyak diabaikan oleh perusahaan tambang," kata Wahyudin.

Hal ini terutama harus dilakukan di daerah rawan bencana seperti Kabupaten Bandung. Mitigasi bencana, baik longsor, banjir, maupun banjir bandang yang berisiko tinggi akibat aktivitas tambang, harus ditingkatkan kembali agar masyarakat tidak terkena dampak negatif.

Baca Juga: Belajar dari Banjir Sumatra: Komunikasi Politik Bencana Lingkungan

"Ketegasan pemerintah bisa mencegah bencana lebih besar di kemudian hari. Memang sekarang belum terjadi bencana, tapi kalau tidak ada upaya reklamasi, bukan tidak mungkin bekas tambang menimbulkan masalah besar yang berisiko mengancam nyawa," katanya.

Wahyudin mengakui keberadaan galian C juga memberi dampak positif bagi pemerintah, baik melalui pajak, bea perizinan, maupun dampak ekonomi bagi masyarakat. Akan tetapi, ada hal lain yang harus dipikirkan, terutama ancaman jangka panjang berupa kerusakan lingkungan yang juga bisa menimbulkan kerugian besar akibat bencana yang ditimbulkan.

News Update

Ayo Jelajah 06 Feb 2026, 21:11 WIB

Polemik Tambang Galian C, Gerus Perbukitan Bandung Setiap Tahun

Walhi mencatat 15–20 hektare perbukitan hilang tiap tahun di Kabupaten Bandung akibat tambang. Kawasan imbuhan air ikut tergerus.
Ilustrasi tambang galian c. (Sumber: Ayobandung)
Bandung 06 Feb 2026, 19:52 WIB

Rahasia Pondok Pesantren di Ciwidey Menjadi Penyelamat Pasokan Pangan Jawa Barat Saat Beban Ekonomi Semakin Berat

Fokus pada sektor domestik, terutama ketahanan pangan, kini menjadi prioritas utama agar guncangan ekonomi dunia tidak langsung memukul daya beli masyarakat di tingkat akar rumput.
Al-Ittifaq bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan telah bertransformasi menjadi "pusat saraf" distribusi pangan yang mampu menggerakkan ekonomi desa secara profesional. (Sumber: instagram.com/alittifaq.coop)
Ayo Netizen 06 Feb 2026, 18:05 WIB

Bahasa Iklan Ramadan: Antara Religiusitas dan Strategi Komersial

Dalam dunia pemasaran, Ramadan adalah musim puncak.
Ilustrasi simbol-simbol Ramadan. (Sumber: Pexels | Foto: Anna Tarazevich)
Bandung 06 Feb 2026, 17:14 WIB

Salon Jadi Galeri, Bentuk Eksperimen Estetika Baru di Bandung ala Grey Hair and Nail Artistry

Grey Hair and Nail Artistry hadir mendobrak sekat kaku antara ruang pameran dan ruang perawatan kecantikan, menciptakan sebuah harmoni visual yang belum pernah ada sebelumnya.
Grey Hair and Nail Artistry hadir mendobrak sekat kaku antara ruang pameran dan ruang perawatan kecantikan, menciptakan sebuah harmoni visual yang belum pernah ada sebelumnya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 06 Feb 2026, 15:06 WIB

Enak dan Asyik, Munggahan di Sop Kambing 999 Pak Kumis Pasar Segar TKI

Soal harga, Sop Kambing 999 Pak Kumis Pasar Segar Taman Kopo Indah ini bersaing dengan warung sop kambing lainnya.
Soal harga, Sop Kambing 999 Pak Kumis Pasar Segar Taman Kopo Indah ini bersaing dengan warung sop kambing lainnya. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 06 Feb 2026, 14:51 WIB

AI Menjanjikan Kemudahan dan Kecepatan, Tapi Siapa yang Menanggung Risikonya?

Isu AI kerap hanya dijadikan alat untuk memperkuat pujian terhadap kecanggihan teknologi, tanpa membuka ruang kritik yang konstruktif.
Ilustrasi penggunaan mesin AI dalam pekerjaan. (Sumber: Berke Citak on Unsplash)
Ayo Netizen 06 Feb 2026, 14:21 WIB

Tasbih Digital sebagai Sarana Zikir di Tengah Perkembangan Teknologi

Tasbih digital menjadi bukti nyata bagaimana Islam mampu menyesusikan dirinya dengan setiap medan perkembangan zaman yang deras ini
Ilustrasi tasbih yang belum digital. (Sumber: Pexels | Foto: Thirdman)
Ayo Jelajah 06 Feb 2026, 13:48 WIB

Jejak Tentara Bayaran Rusia dari Indonesia, Kisah Para Desertir di Bawah Komando Kremlin

Perang ribuan kilometer dari Indonesia tetap menarik warga Indonesia. Dua desertir ini memperlihatkan sisi gelap konflik global dan tekanan hidup personal.
Muhammad Rio (tengah), mantan polisi Indonesia yang menjadi tentara bayaran di Rusia berfoto bersama kesatuannya.
Ayo Netizen 06 Feb 2026, 13:12 WIB

Hayu Opsih

Tradisi kampung yang terkadang dianggap sederhana, kolot, justru syarat makna yang terdalam.
Tradisi bersih-bersih di Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) jelang Ramadan. (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 06 Feb 2026, 11:35 WIB

Tanda-Tanda Ramadan dan Berkah di Bulan Suci

Berikut beberapa “rasa” yang saya alami yang menunjukkan semakin dekatnya Ramadan.
Alquran dan kurma. (Sumber: Unsplash | Foto: Masjid Pogung Dalangan)
Ayo Netizen 06 Feb 2026, 08:16 WIB

Bila Munggahan di Bandung: Alhamdulillah Bisa Botram Khidmat di Kebon Binatang

Dalam tradisi Sunda, munggahan memang bukan sekadar makan bersama.
Warga memanfaatkan ruang terbuka hijau di Kebun Binatang Bandung untuk bersantai dan makan bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Farisi)
Beranda 06 Feb 2026, 07:26 WIB

Kisah Alun-alun Cicendo yang Masih Ramai oleh Harapan tapi Minim Perhatian

Ruang publik ini berada di persimpangan antara tujuan awal sebagai ruang bersama warga dan realitas pengelolaan yang belum konsisten.
Anak-anak bermain di Alun-alun Cicendo yang kondisinya memprihatinkan karena tidak dirawat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Bandung 05 Feb 2026, 21:08 WIB

Jawa Barat Kerahkan Strategi Demi Amankan Stok Pangan dan Stabilitas Harga Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026

Menghadapi siklus tahunan lonjakan konsumsi menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, Jawa Barat mulai memperketat pengawasan di sektor riil guna memastikan stabilitas harga di tingkat konsumen.
Menghadapi siklus tahunan lonjakan konsumsi menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, Jawa Barat mulai memperketat pengawasan di sektor riil guna memastikan stabilitas harga di tingkat konsumen. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Bandung 05 Feb 2026, 19:29 WIB

Grey Cube, Nafas Baru di Dago dan Ambisi Memperkuat Jantung Seni Rupa Bandung

Kehadiran Grey Cube menandai babak baru dalam cara masyarakat khususnya Bandung mengapresiasi karya seni kontemporer.
Kehadiran Grey Cube menandai babak baru dalam cara masyarakat khususnya Bandung mengapresiasi karya seni kontemporer. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Jelajah 05 Feb 2026, 18:20 WIB

Sejarah Peristiwa Cimareme 1919, Perlawanan Petani Garut yang Dipicu Krisis Pangan

Krisis pangan Hindia Belanda mengubah kebijakan wajib jual padi menjadi kekerasan. Cimareme 1919 mencatat bagaimana sawah berubah menjadi medan perang.
Wilayah Cimareme Garut tempo dulu (repro dari buku Haji Hasan Arif Riwayat Hidup dan Perjuangannya) (Sumber: NU Online)
Ayo Netizen 05 Feb 2026, 17:25 WIB

10 Netizen Terpilih Januari 2026: Resolusi untuk Bandung 2026

Sepuluh penulis terbaik yang berhasil menorehkan karya-karya berkualitas di kanal Ayo Netizen sepanjang Januari 2026.
Kota Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: uji kanggo gumilang)
Bandung 05 Feb 2026, 17:04 WIB

AyoBandung Gelar Workhsop Pembuatan Konten Media Sosial untuk Umum, Pemula hingga Pelaku UMKM Merapat!

AyoBizz melalui kanal utama AyoBandung.id membuka pendaftaran workshop pembuatan konten media sosial berbasiskan artificial intelligence (AI) bagi pemula, pelaku UMKM, pegiat media sosial, dan lainnya
AyoBizz melalui kanal utama AyoBandung.id membuka pendaftaran workshop pembuatan konten media sosial berbasiskan artificial intelligence (AI) bagi pemula, pelaku UMKM, pegiat media sosial, dan lainnya.
Bandung 05 Feb 2026, 16:49 WIB

Surabi Mang Encu: Jajanan Jadul, Bertahan di Malam Kosambi yang Kian Sepi

Surabi Mang Encu menciptakan momentum dagangnya sejak senja muncul, hingga hampir tengah malam waktu setempat.
Surabi Mang Encu menciptakan momentum dagangnya sejak senja muncul, hingga hampir tengah malam waktu setempat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 05 Feb 2026, 15:45 WIB

Sawala Pemajuan Kebudayaan 12 Februari 2026: Mengembalikan Kebudayaan ke Warga, Menjaga Bandung dari Kehilangan Nurani

Sawala Pemajuan Kebudayaan Bandung 12 Februari 2026 penting dihadiri warga, karena di sanalah arah kebudayaan ditentukan.
Pendopo Kota Bandung (Sumber: Arsip Pribadi Penulis | Foto: Penulis)