Meniru Strategi Gua Hira: Mengapa 'Escape' Harus Menjadi Jalan Pulang, Bukan Sekadar Pelarian

Nenah Haryati
Ditulis oleh Nenah Haryati diterbitkan Senin 09 Feb 2026, 19:02 WIB
Diskusi Ustaz Felix Siauw pada kanal Youtube Raymond Chin. (Sumber: Youtube Raymond Chin)

Diskusi Ustaz Felix Siauw pada kanal Youtube Raymond Chin. (Sumber: Youtube Raymond Chin)

Kita hidup dalam labirin rencana, menyusun strategi dari Plan A hingga Z demi mengejar rasa aman. Namun, makin banyak rencana yang kita ikat, makin sering kita merasa tak tenang; cemas akan masa depan, gentar mendengar cemooh orang, hingga sesak ditekan tuntutan pekerjaan. Padahal, sekeren apa pun skenario yang kita tulis, Tuhan selalu punya cara untuk "mengambil alih" pena kita. Terkadang, Dia perlu mematahkan rencana kita agar kita terdampar di pulau kesunyian—tempat di mana kita dipaksa berhenti berlari hanya untuk menemukan siapa diri kita yang sebenarnya.

Lihatlah Chuck Noland dalam film Cast Away. Ia adalah representasi manusia modern yang memuja kesibukan dan menjunjung tinggi waktu di atas segalanya. Namun, saat ia merasa persiapannya sudah matang untuk terbang melintasi samudera, badai besar meruntuhkan segalanya. Pesawat itu jatuh, menyisakan Chuck seorang diri di sebuah pulau terpencil. Di sana, ia dipaksa mempelajari keadaan demi keselamatan hidupnya. Tak ada lagi asisten atau jam digital; yang tersisa hanyalah pohon kelapa dan ikan-ikan kecil yang ia tangkap demi mengganjal lapar. Kecelakaan itu bukan sekadar tragedi, melainkan bentuk intervensi Tuhan untuk membuktikan bahwa sehebat apa pun kendali manusia, tetap ada Zat Maha Kuasa yang memegang kemudi takdir.

Proses

Ilustrasi escape (Sumber: Unplash)
Ilustrasi escape (Sumber: Unplash)

pengasingan paksa yang dialami Chuck ini memiliki resonansi yang kuat dengan sejarah agung umat Islam. Berabad-abad silam, Rasulullah SAW memilih untuk mengasingkan diri dari hiruk-pikuk kaum Quraisy di keheningan Gua Hira. Langkah ini bukanlah sebuah pelarian dari pahitnya kenyataan, melainkan sebuah strategi agung untuk menjemput kejernihan wahyu dan mencari jati diri yang hakiki di hadapan Sang Pencipta.

Konsep menepi ini kembali hangat dibahas dalam program "Escape" di kanal YouTube Raymond Chin bersama Ustaz Felix Siauw. Dalam diskusinya, beliau menekankan bahwa penjara terbesar adalah pikiran kita sendiri yang sering kali dibatasi oleh sistem pendidikan atau lingkungan.

Selama 11 bulan, kita sering kali hanya menjadi 'peserta ujian' yang pasif di sekolah kehidupan; terkurung dalam pilihan ganda yang disodorkan lingkungan dan ekspektasi orang lain. Kita memilih jalan A, B, atau C bukan karena itu keputusan kita, melainkan karena hanya itu pilihan yang tersedia di atas kertas. Maka, Ramadan hadir sebagai 'pulau terpencil' yang sengaja dikirimkan Tuhan.

Di bulan suci ini, kita dipaksa untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia yang menyesakkan. Inilah momen repurpose—saatnya menata ulang serakan rencana hidup yang mungkin selama ini berantakan. Jika Chuck Noland di film Cast Away harus kehilangan segalanya untuk menemukan arti sebuah napas, maka kita diberikan satu bulan khusus untuk melepas belenggu pikiran dan kembali menyusun tujuan hidup yang lebih bermakna di hadapan-Nya.

Namun, menepi juga harus memiliki tujuan yang jelas. Jangan sampai "Escape" kita hanya sekadar ikut-ikutan tren atau malah membuat kita hilang arah seperti fenomena "Nihilis Penguin" yang dibahas Eno Bening. Di mana seekor penguin mengasingkan diri dari kawanannya karena disorientasi, bukan karena perjuangan. Ia berjalan menuju gunung es yang sunyi hanya karena linglung; ia menepi menuju kehancuran, bukan pencerahan. Jangan sampai atas nama self-healing, kita justru hanya lari tanpa kompas, yang akhirnya malah membuat kita karam dalam kesunyian yang sia-sia.

Baca Juga: Ketika Iklan Sirup Jadi Penanda Ramadan Sudah Dekat

Menjelang Ramadan yang kian mengetuk pintu, alangkah indahnya jika kita mulai menanam benih kesadaran dari sekarang. Sebuah benih penguatan diri yang tak hanya tumbuh subur di musim perayaan, tapi mengakar kuat dalam kejujuran. Ramadan seharusnya lebih dari sekadar riuh rendah rencana buka bersama, atau sekadar euforia memburu baju baru demi pengakuan mata manusia.

Inilah saatnya memperbarui iman, sebagaimana Chuck Noland memperbarui harapannya di tengah samudra yang luas. Jadikan satu bulan ke depan sebagai "Gua Hira" pribadi untuk menata ulang rencana yang sempat patah. Pada akhirnya, biarkan Ramadan membantu kita untuk keluar dari penjara pikiran, agar saat hari kemenangan tiba, kita tak lagi berdiri di persimpangan jalan dengan jiwa yang bimbang, melainkan dengan arah hidup yang jauh lebih terang. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nenah Haryati
Tentang Nenah Haryati
Mahasiswa yang hobi mengamati sisi lain kehidupan sehari-hari, terutama yang dialami Generasi Z.

Berita Terkait

Ngadulag Euy!

Ayo Netizen 08 Feb 2026, 12:23 WIB
Ngadulag Euy!

News Update

Beranda 09 Feb 2026, 21:43 WIB

Laporan Toxic 20 Ungkap Bahaya PLTU di Jawa Barat bagi Lingkungan dan Warga

Tiga PLTU yang masuk dalam daftar tersebut adalah PLTU Cirebon, PLTU Indramayu, dan PLTU Pelabuhan Ratu.
Diskusi publik yang digelar AJI, WALHI dan Trend Asia di Perpustakaan Bunga di Tembok, Bandung, pada 9 Februari 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Feb 2026, 19:02 WIB

Meniru Strategi Gua Hira: Mengapa 'Escape' Harus Menjadi Jalan Pulang, Bukan Sekadar Pelarian

Sambut Ramadan bukan sekadar ritual, tapi momen repurpose jiwa dari penjara pikiran.
Diskusi Ustaz Felix Siauw pada kanal Youtube Raymond Chin. (Sumber: Youtube Raymond Chin)
Bandung 09 Feb 2026, 18:04 WIB

Elegansi Syar’i dan Komitmen Bumi, Menilik Ambisi Alia Karenina Membangun "Green Syari" di Bandung

Di tengah hiruk-pikuk industri tekstil Jawa Barat, masih sedikit pemain lokal yang berani bermain di ranah natural fabric untuk busana muslimah yang tertutup rapat.
Founder dari brand Haadiya Syari, Alia Karenina. (Sumber: dok Haadiya Syari)
Bandung 09 Feb 2026, 17:05 WIB

Saat Slankers dan Begundal Bersaudara: Narasi Kesetaraan dalam Perayaan 15 Tahun Simfoni Distorsi di Bandung

Bandung sering kali dijuluki sebagai laboratorium kreativitas yang tak pernah tidur, tempat di mana distorsi dan harmoni berkelindan menciptakan identitas kota yang unik
Penampilan Slank dalam festival musik Hellprint Supermusic United Day 9 di Tritan Point Bandung pada Minggu, 8 Februari 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Feb 2026, 16:43 WIB

Pelestarian Lingkungan, HIMKAS Bandung Raya Gelar Penanaman Bibit Pohon di Desa Buniara

HIMKAS Bandung Raya menggelar penanaman sekitar 150 bibit pohon.
Mahasiswa HIMKAS Bandung Raya bersama warga setempat melakukan penanaman bibit pohon di kawasan Curug Janari, Kampung Campaka, Desa Buniara, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang. (Sumber: Dok. HIMKAS Bandung Raya | Foto: Jajang Shofar Khoerudin)
Ayo Netizen 09 Feb 2026, 14:07 WIB

Negara Hadir Memihak Guru Honorer

Selama bertahun-tahun, guru honorer memikul beban kerja yang setara dengan guru ASN, namun berada dalam keterbatasan status dan penghasilan.
Potret acara Hari Guru Nasional (Sumber: kemendikdasmen.go.id | Foto: kemendikdasmen)
Ayo Netizen 09 Feb 2026, 11:49 WIB

Momentum Ramadan sebagai Pembentukan Mentalitas Produktif

Bulan Ramadan merupakan momentum untuk menggenjot produktivitas nasional, daerah hingga produktivitas pribadi.
Ilustrasi mentalitas produktif industri kue kering saat bulan Ramadan (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Feb 2026, 10:29 WIB

Ketika Iklan Sirup Jadi Penanda Ramadan Sudah Dekat

Bagi banyak orang Indonesia, itulah pertanda paling jujur bahwa Ramadan sudah dekat.
Iklan sirup Marjan di bulan puasa (Sumber: YouTube.com/Marjan Boudoin)
Ayo Netizen 09 Feb 2026, 08:41 WIB

Menjeritnya Pendidikan Indonesia

Pendidikan adalah hak segala bangsa yang harus diterima oleh semua Warga Negara Indonesia sebagai konsekuensi atas regulasi yang telah ditetapkan.
Tulisan terakhir anak SD di NTT. (Sumber: Istimewa)
Beranda 09 Feb 2026, 07:38 WIB

Pagi Mengurus Ternak, Siang Mengurus Viewers, Cerita Homeless Media @infolembang_update

Selain intimidasi, statusnya sebagai pengelola media tanpa badan hukum resmi sering membuatnya dipandang sebelah mata di lapangan.
Pengelola akun homeless media @infolembang_update, Yadi Mulyadi.
Ayo Netizen 08 Feb 2026, 18:22 WIB

Romantisme Mendengarkan Radio 'Sempal Guyon Parahyangan'

Syahdunya mendengar dongeng Sunda legendaris pada era 1990-an.
Radio transistor jadul milik Kin Sanubary, yang dipakai mendengarkan Dongeng Sunda sejak era tahun 90-an. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 08 Feb 2026, 15:44 WIB

Pohon Itu Bukan Sekedar Tiang Pancang Penghalang Longsor

Manfaat pohon sangat nyata bagi alam dan bagi kehidupan manusia.
Butir-butir embun yang dijaring daun cemara gunung di lereng Gunung Rinjadi dari arah Aikberik. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T Bachtiar)
Bandung 08 Feb 2026, 12:48 WIB

Kisah di Balik Haadiya Syari: Menemukan Cahaya dalam Kehilangan dan Makna Baru di Modest Fashion

Haadiya Syari hadir di tengah hiruk-pikuk industri busana Muslimah dengan membawa pesan yang lebih tenang, lebih dalam, dan penuh ketakwaan.
Haadiya Syari hadir di tengah hiruk-pikuk industri busana Muslimah dengan membawa pesan yang lebih tenang, lebih dalam, dan penuh ketakwaan. (Sumber: Haadiya Syari)
Ayo Netizen 08 Feb 2026, 12:23 WIB

Ngadulag Euy!

Bedug (ngabedug, ngadulag) bukan sekadar alat, melainkan napas bersama, bahasa tanpa ujaran. Dari tabuhannya, waktu menemukan kesepakatan, iman mengetuk kesadaran, dan kebersamaan dijaga dan dirawat.
Salah satu lapak pedagang kulit dan bedug di Jalan Ir. H. Djuanda, Linggajaya, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Kamis, 29 April 2021). (Sumber: Ayotasik.com | Foto: Heru Rukanda)
Ayo Netizen 08 Feb 2026, 08:55 WIB

KBBI Bukan Hakim Agung, Meski Hadirnya Kerap Menghakimi para Penulis

Bagi sebagian penulis Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kitab suci.
Potret wanita muda Asia yang cantik - konsep gaya hidup wanita bahagia (Sumber: freepik.com | Foto: jcomp)
Bandung 07 Feb 2026, 19:30 WIB

Menakar Dampak Relaksasi Kredit bagi Gairah Ekonomi di Bumi Parahyangan

Optimisme perbankan dalam menyambut tahun 2026 tidak hanya muncul begitu saja, melainkan didorong oleh strategi pemberian insentif yang tepat sasaran.
Optimisme perbankan dalam menyambut tahun 2026 tidak hanya muncul begitu saja, melainkan didorong oleh strategi pemberian insentif yang tepat sasaran. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Bandung 07 Feb 2026, 17:36 WIB

Cerita Bakso Tahu Doraemon: Dari Koleksi Pribadi hingga Jadi Rezeki Lintas Generasi

Doraemon, menjadi nama yang sangat familiar bagi generasi yang tumbuh di tahun 80-an hingga 90-an termasuk bagi Sri Martiani, selaku pemilik lapak baso tahu Doraemon.
Doraemon, menjadi nama yang sangat familiar bagi generasi yang tumbuh di tahun 80-an hingga 90-an termasuk bagi Sri Martiani, selaku pemilik lapak baso tahu Doraemon. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Beranda 07 Feb 2026, 14:22 WIB

Bukan di Studio Mahal: Pengantin dan Wisudawan Pilih Jalan ABC buat Pamer Cinta dan Gelar

Di Jalan ABC, gaun putih dan toga hitam bukan sekadar pakaian. Keduanya menjadi simbol momen ketika waktu sempat berhenti sejenak.
Pasangan yang akan menikah melakukan sesi foto prewedding di Jalan ABC, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 07 Feb 2026, 12:14 WIB

Potret Pocong QRIS, Potret Kreativitas Jalanan di Tengah Sulitnya Lapangan Kerja

Bagi Toni dan rekan-rekannya sesama pekerja “hantu-hantuan”, yang terpenting adalah ada hasil yang bisa dibawa pulang.
Cosplayer pocong di Lembang memanfaatkan QRIS untuk menerima uang dari warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Jelajah 06 Feb 2026, 21:11 WIB

Polemik Tambang Galian C, Gerus Perbukitan Bandung Setiap Tahun

Walhi mencatat 15–20 hektare perbukitan hilang tiap tahun di Kabupaten Bandung akibat tambang. Kawasan imbuhan air ikut tergerus.
Ilustrasi tambang galian c. (Sumber: Ayobandung)