Bukan di Studio Mahal: Pengantin dan Wisudawan Pilih Jalan ABC buat Pamer Cinta dan Gelar

Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan Sabtu 07 Feb 2026, 14:22 WIB
Pasangan yang akan menikah melakukan sesi foto prewedding di Jalan ABC, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Pasangan yang akan menikah melakukan sesi foto prewedding di Jalan ABC, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID - Pagi belum sepenuhnya cerah ketika Jalan ABC mulai dipenuhi aktivitas. Rolling door toko-toko jam, kaus kaki, dan aksesori terbuka setengah; lampu neon masih berkedip malas. Batang-batang pohon di trotoar tertiup angin tipis, seolah menunggu langkah pertama manusia di hari itu. Deru kendaraan belum beradu sengit, meski klakson sesekali terdengar pendek, menambah ritme pagi.

Di tengah jalan yang biasanya dipadati kendaraan, tampak pemandangan tak biasa. Sepasang pengantin berdiri di trotoar. Pria dengan balutan jas hitam dan wanitanya memakai gaun putih. Sementara seorang fotografer bersiap dengan kamera. Jalan ABC pagi itu seakan berhenti sejenak—bukan karena macet, melainkan karena cinta dan janji hidup.

Fenomena berfoto di ruang publik seperti ini bukan sekadar tren sesaat. Sejak awal tahun, Jalan ABC mulai menjadi pilihan bagi mereka yang ingin mengabadikan momen penting—baik pernikahan maupun wisuda—bukan di studio tertutup, melainkan di ruang kota yang nyata dan hidup.

Baca Juga: Zaman Sudah Serba Digital, Penjual Arloji Lawas Masih Bertahan di Jalan ABC

Bagi Rudiat dan pasangannya, Jalan ABC Kota Bandung menyimpan jejak cerita romantis mereka. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Bagi Rudiat dan pasangannya, Jalan ABC Kota Bandung menyimpan jejak cerita romantis mereka. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Rudiat (26), salah satu pengantin yang memilih Jalan ABC sebagai lokasi foto pernikahan, menuturkan alasannya panjang lebar sebelum kamera mulai memotret.

“Awalnya aku pikir foto wedding itu harus di gedung atau taman yang sudah diatur rapi. Tapi pas lihat hasil foto teman yang diambil di jalan, energinya beda banget. Jalan itu bukan cuma latar, tapi bagian dari cerita kita. Ada ritme, ada denyut hidup. Apalagi kalau pagi-pagi, suasananya benar-benar beda. Itu yang aku suka,” ujarnya sambil merapikan bunga di buketnya.

Rudiat juga mengamati reaksi orang-orang yang melintas saat sesi foto berlangsung. Beberapa menoleh, sebagian tersenyum, ada pula yang berhenti sejenak untuk memotret.

“Awalnya agak kikuk, tapi justru itu bikin foto-fotonya lebih hidup. Ada interaksi, ada spontanitas,” katanya.

Rendy Ristia Pratama (24), fotografer yang menangani sesi pernikahan pagi dan wisuda sore, mengatakan bahwa Jalan ABC memiliki kualitas visual yang sulit dihadirkan di ruang tertutup.

“Kalau di studio, semua latar bisa kita atur. Tapi di jalan, cahaya, bayangan, bahkan kendaraan yang lewat bisa jadi elemen visual. Itu yang bikin foto punya karakter. Tadi pas wedding aja, ada klakson yang nggak sengaja masuk frame, tapi malah jadi bagus karena suasananya benar-benar kota,” ujar Rendy sambil memastikan pengaturan kameranya.

Menurutnya, waktu menjadi faktor penting. Sesi pernikahan dipilih pada pagi hari karena jalan masih lengang dan cahaya matahari memantul lembut dari bangunan sekitar.

Baca Juga: Hikayat Perampokan Toko Emas ABC Bandung, Ketika Pasirkoja Berubah jadi Ladang Peluru

“Jam delapan biasanya sudah mulai ramai. Jadi kami incar waktu sepi supaya tetap nyaman,” katanya.

Menjelang sore, Jalan ABC kembali berubah. Toko-toko yang sejak pagi buka mulai menutup satu per satu. Langit berwarna jingga, klakson kendaraan semakin sering terdengar, dan suasana menjadi lebih dinamis.

Bosan dengan foto studio, sekelompok mahasiswa yang baru selesai wisuda berfoto bersama di Jalan ABC, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Bosan dengan foto studio, sekelompok mahasiswa yang baru selesai wisuda berfoto bersama di Jalan ABC, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Di waktu inilah Syewal Mohammad Allvy (23) bersiap dengan toga wisudanya—mengganti gaun putih dengan kain hitam, simbol peralihan menuju fase hidup yang baru.

Syewal memilih Jalan ABC sebagai lokasi foto wisuda karena merasa suasana jalanan mencerminkan perjalanan kuliahnya.

“Kalau studio itu keren, tapi terlalu steril. Aku mau foto wisuda yang benar-benar ngingetin aku sama jalanan, sama kehidupan kota. Di sinilah aku banyak menghabiskan waktu selama kuliah. Rasanya kayak ada catatan perjalanan yang tersimpan,” katanya sambil merapikan toga.

Respons pengguna jalan pun beragam. Ada yang menyapa, tersenyum, bahkan sempat bertepuk tangan ketika sesi wisuda dimulai.

“Kadang aku mikir, ini bukan cuma foto wisuda. Ini kayak dokumentasi hubunganku sama kota ini,” tambahnya.

Baca Juga: Sejarah Jalan ABC Bandung, Benarkah Rasis?

Memotret di ruang publik tentu bukan tanpa kendala. Rendy mengaku selalu memperhatikan arus lalu lintas dan memilih titik yang paling aman.

“Kita nggak mau ganggu orang lain. Tapi tetap pengin hasil fotonya autentik dan nyata. Jadi harus pintar cari sudut yang aman dan nyaman,” jelasnya.

Menjelang senja, Jalan ABC kembali ke ritme keseharian. Toko-toko tutup, kendaraan memadat, klakson bersahutan. Arus kehidupan kota berjalan seperti biasa.

Namun, bagi mereka yang berdiri di sana pagi dan sore tadi, ruang publik itu bukan sekadar jalur lalu lintas. Ia telah menjadi ruang tempat kehidupan direkam.

Di Jalan ABC, gaun putih dan toga hitam bukan sekadar pakaian. Keduanya menjadi simbol momen ketika waktu sempat berhenti sejenak, lalu tertinggal sebagai kenangan yang tak lekang oleh waktu.

News Update

Beranda 07 Feb 2026, 14:22 WIB

Bukan di Studio Mahal: Pengantin dan Wisudawan Pilih Jalan ABC buat Pamer Cinta dan Gelar

Di Jalan ABC, gaun putih dan toga hitam bukan sekadar pakaian. Keduanya menjadi simbol momen ketika waktu sempat berhenti sejenak.
Pasangan yang akan menikah melakukan sesi foto prewedding di Jalan ABC, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 07 Feb 2026, 12:14 WIB

Potret Pocong QRIS, Potret Kreativitas Jalanan di Tengah Sulitnya Lapangan Kerja

Bagi Toni dan rekan-rekannya sesama pekerja “hantu-hantuan”, yang terpenting adalah ada hasil yang bisa dibawa pulang.
Cosplayer pocong di Lembang memanfaatkan QRIS untuk menerima uang dari warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Jelajah 06 Feb 2026, 21:11 WIB

Polemik Tambang Galian C, Gerus Perbukitan Bandung Setiap Tahun

Walhi mencatat 15–20 hektare perbukitan hilang tiap tahun di Kabupaten Bandung akibat tambang. Kawasan imbuhan air ikut tergerus.
Ilustrasi tambang galian c. (Sumber: Ayobandung)
Bandung 06 Feb 2026, 19:52 WIB

Rahasia Pondok Pesantren di Ciwidey Menjadi Penyelamat Pasokan Pangan Jawa Barat Saat Beban Ekonomi Semakin Berat

Fokus pada sektor domestik, terutama ketahanan pangan, kini menjadi prioritas utama agar guncangan ekonomi dunia tidak langsung memukul daya beli masyarakat di tingkat akar rumput.
Al-Ittifaq bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan telah bertransformasi menjadi "pusat saraf" distribusi pangan yang mampu menggerakkan ekonomi desa secara profesional. (Sumber: instagram.com/alittifaq.coop)
Ayo Netizen 06 Feb 2026, 18:05 WIB

Bahasa Iklan Ramadan: Antara Religiusitas dan Strategi Komersial

Dalam dunia pemasaran, Ramadan adalah musim puncak.
Ilustrasi simbol-simbol Ramadan. (Sumber: Pexels | Foto: Anna Tarazevich)
Bandung 06 Feb 2026, 17:14 WIB

Salon Jadi Galeri, Bentuk Eksperimen Estetika Baru di Bandung ala Grey Hair and Nail Artistry

Grey Hair and Nail Artistry hadir mendobrak sekat kaku antara ruang pameran dan ruang perawatan kecantikan, menciptakan sebuah harmoni visual yang belum pernah ada sebelumnya.
Grey Hair and Nail Artistry hadir mendobrak sekat kaku antara ruang pameran dan ruang perawatan kecantikan, menciptakan sebuah harmoni visual yang belum pernah ada sebelumnya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 06 Feb 2026, 15:06 WIB

Enak dan Asyik, Munggahan di Sop Kambing 999 Pak Kumis Pasar Segar TKI

Soal harga, Sop Kambing 999 Pak Kumis Pasar Segar Taman Kopo Indah ini bersaing dengan warung sop kambing lainnya.
Soal harga, Sop Kambing 999 Pak Kumis Pasar Segar Taman Kopo Indah ini bersaing dengan warung sop kambing lainnya. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 06 Feb 2026, 14:51 WIB

AI Menjanjikan Kemudahan dan Kecepatan, Tapi Siapa yang Menanggung Risikonya?

Isu AI kerap hanya dijadikan alat untuk memperkuat pujian terhadap kecanggihan teknologi, tanpa membuka ruang kritik yang konstruktif.
Ilustrasi penggunaan mesin AI dalam pekerjaan. (Sumber: Berke Citak on Unsplash)
Ayo Netizen 06 Feb 2026, 14:21 WIB

Tasbih Digital sebagai Sarana Zikir di Tengah Perkembangan Teknologi

Tasbih digital menjadi bukti nyata bagaimana Islam mampu menyesusikan dirinya dengan setiap medan perkembangan zaman yang deras ini
Ilustrasi tasbih yang belum digital. (Sumber: Pexels | Foto: Thirdman)
Ayo Jelajah 06 Feb 2026, 13:48 WIB

Jejak Tentara Bayaran Rusia dari Indonesia, Kisah Para Desertir di Bawah Komando Kremlin

Perang ribuan kilometer dari Indonesia tetap menarik warga Indonesia. Dua desertir ini memperlihatkan sisi gelap konflik global dan tekanan hidup personal.
Muhammad Rio (tengah), mantan polisi Indonesia yang menjadi tentara bayaran di Rusia berfoto bersama kesatuannya.
Ayo Netizen 06 Feb 2026, 13:12 WIB

Hayu Opsih

Tradisi kampung yang terkadang dianggap sederhana, kolot, justru syarat makna yang terdalam.
Tradisi bersih-bersih di Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) jelang Ramadan. (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 06 Feb 2026, 11:35 WIB

Tanda-Tanda Ramadan dan Berkah di Bulan Suci

Berikut beberapa “rasa” yang saya alami yang menunjukkan semakin dekatnya Ramadan.
Alquran dan kurma. (Sumber: Unsplash | Foto: Masjid Pogung Dalangan)
Ayo Netizen 06 Feb 2026, 08:16 WIB

Bila Munggahan di Bandung: Alhamdulillah Bisa Botram Khidmat di Kebon Binatang

Dalam tradisi Sunda, munggahan memang bukan sekadar makan bersama.
Warga memanfaatkan ruang terbuka hijau di Kebun Binatang Bandung untuk bersantai dan makan bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Farisi)
Beranda 06 Feb 2026, 07:26 WIB

Kisah Alun-alun Cicendo yang Masih Ramai oleh Harapan tapi Minim Perhatian

Ruang publik ini berada di persimpangan antara tujuan awal sebagai ruang bersama warga dan realitas pengelolaan yang belum konsisten.
Anak-anak bermain di Alun-alun Cicendo yang kondisinya memprihatinkan karena tidak dirawat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Bandung 05 Feb 2026, 21:08 WIB

Jawa Barat Kerahkan Strategi Demi Amankan Stok Pangan dan Stabilitas Harga Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026

Menghadapi siklus tahunan lonjakan konsumsi menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, Jawa Barat mulai memperketat pengawasan di sektor riil guna memastikan stabilitas harga di tingkat konsumen.
Menghadapi siklus tahunan lonjakan konsumsi menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, Jawa Barat mulai memperketat pengawasan di sektor riil guna memastikan stabilitas harga di tingkat konsumen. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Bandung 05 Feb 2026, 19:29 WIB

Grey Cube, Nafas Baru di Dago dan Ambisi Memperkuat Jantung Seni Rupa Bandung

Kehadiran Grey Cube menandai babak baru dalam cara masyarakat khususnya Bandung mengapresiasi karya seni kontemporer.
Kehadiran Grey Cube menandai babak baru dalam cara masyarakat khususnya Bandung mengapresiasi karya seni kontemporer. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Jelajah 05 Feb 2026, 18:20 WIB

Sejarah Peristiwa Cimareme 1919, Perlawanan Petani Garut yang Dipicu Krisis Pangan

Krisis pangan Hindia Belanda mengubah kebijakan wajib jual padi menjadi kekerasan. Cimareme 1919 mencatat bagaimana sawah berubah menjadi medan perang.
Wilayah Cimareme Garut tempo dulu (repro dari buku Haji Hasan Arif Riwayat Hidup dan Perjuangannya) (Sumber: NU Online)
Ayo Netizen 05 Feb 2026, 17:25 WIB

10 Netizen Terpilih Januari 2026: Resolusi untuk Bandung 2026

Sepuluh penulis terbaik yang berhasil menorehkan karya-karya berkualitas di kanal Ayo Netizen sepanjang Januari 2026.
Kota Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: uji kanggo gumilang)
Bandung 05 Feb 2026, 17:04 WIB

AyoBandung Gelar Workhsop Pembuatan Konten Media Sosial untuk Umum, Pemula hingga Pelaku UMKM Merapat!

AyoBizz melalui kanal utama AyoBandung.id membuka pendaftaran workshop pembuatan konten media sosial berbasiskan artificial intelligence (AI) bagi pemula, pelaku UMKM, pegiat media sosial, dan lainnya
AyoBizz melalui kanal utama AyoBandung.id membuka pendaftaran workshop pembuatan konten media sosial berbasiskan artificial intelligence (AI) bagi pemula, pelaku UMKM, pegiat media sosial, dan lainnya.
Bandung 05 Feb 2026, 16:49 WIB

Surabi Mang Encu: Jajanan Jadul, Bertahan di Malam Kosambi yang Kian Sepi

Surabi Mang Encu menciptakan momentum dagangnya sejak senja muncul, hingga hampir tengah malam waktu setempat.
Surabi Mang Encu menciptakan momentum dagangnya sejak senja muncul, hingga hampir tengah malam waktu setempat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)