Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Ngadulag Euy!

Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan Minggu 08 Feb 2026, 12:23 WIB
Salah satu lapak pedagang kulit dan bedug di Jalan Ir. H. Djuanda, Linggajaya, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Kamis, 29 April 2021). (Sumber: Ayotasik.com | Foto: Heru Rukanda)

Salah satu lapak pedagang kulit dan bedug di Jalan Ir. H. Djuanda, Linggajaya, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Kamis, 29 April 2021). (Sumber: Ayotasik.com | Foto: Heru Rukanda)

Masih segar dalam ingatan. Waktu itu setelah salat Zuhur berjamaah. Ajengan memanggil anak-anak yang biasa ngaji untuk menabuh bedug sebagai penanda esok hari saum dimulai.

Tradisi ngadulag (kuramas) dilakukan sehari sebelum puasa Ramadan tiba. Biasanya momen ini menjadi waktu yang paling dinanti. Pasalnya, anak-anak dapat ngadulag dengan suka ria, gembira, leluasa, tanpa batasan dan larangan dari Marbot, Mang Apud, Mang Ase.

Bedanya dengan menjelang Idulfitri, iduladha. Kebiasaan ini dilakukan sejak salat subuh sampai salat Id (lebaran, kurban). Untuk dulag kuramas dilakukan setelah salat Zuhur, hingga magrib dan dilanjut setelah salat taraweh malam pertama. 

Irama bedug yang ditabuh khas, berbeda dari pukulan yang menandai masuknya lima waktu salat. Dentangnya tidak sekadar bunyian, melainkan bahasa yang menyampaikan kabar, membangun suasana, dan mengikat perasaan gembira bersama atas datangnya bulan suci. 

Di pedesaan, bedug menjadi satu-satunya alat komunikasi sosial-keagamaan yang menghubungkan manusia dengan waktu, tradisi, dan makna kebersamaan yang diwariskan turun-temurun.

Bedug di masjid Darussalam Bungbulang Garut Kidul, Selasa, 2 April 2024. (Sumber: Istimewa | Foto: Nuralimat Hakiah (pun alo))

Merawat Tradisi, Ragam Ngadulag

Memang tidak sembarang orang bisa menabung bedug karena masyarakat Sunda biasanya menabuh dengan pola tertentu untuk menyampaikan suatu pesan kebaikan.

Ngadulag adalah tanda awal dalam ajaran (agama) Islam, seorang muslim perlu merasa senang dalam menyambut Ramadan.

Dengan melakukan ngadulag menjadi salah satu tradisi yang masih lestari sampai sekarang, khususnya di masyarakat Islam suku Sunda. Tradisi ini dilaksanakan pada (sehari) Bulan Ramadan sampai perayaan Idulfitri di Tanah Pasundan.

Ngadulag berasal dari tradisi akar rumput masyarakat desa di wilayah Jawa Barat untuk memeriahkan malam-malam bulan Ramadan. 

Lambat laun, tradisi ngadulag terus berkembang untuk memeriahkan malam takbiran dengan diiringi dentuman meriam karbit dari bambu (lorong) yang dibunyikan oleh remaja setempat.

Tradisi ngadulag memiliki arti tertentu dari setiap ketukannya. R.A. Danadibrata (2006:177) dan Rachmatullah Ading Affandie (RAF) (1984:50) menyebutkan beberapa jenis penanda dalam tradisi membanggakan itu.

Dulag kuramas, pola menabuh bedug untuk memberikan tanda berkeramas.

Biasanya irama dan pola ini akan dibunyikan pada satu hari jelang Ramadan, untuk mengajak warga setempat mensucikan diri dengan berkeramas sebelum melakukan puasa di esok hari.

Dulag jaman, yang ditandai dengan dibunyikan saat masuknya waktu sahur. Biasanya sang penabuh di masjid setempat akan menabuhnya pada pukul 02.00 selama sekitar sepuluh menit. 

Selama waktu itu, dulag dipukul secara perlahan-lahan, berhenti beberapa menit, kemudian dibunyikan lagi secara perlahan, kemudian berhenti lagi sampai pukul 03.00 WIB.

Dulag taraweh dan dulag tadarus, yang menandai masuknya waktu salat tarawih dan tadarus Alquran. Dulag fitrah (dulag lilikuran), yang menandakan masuknya malem lilikuran (hari ke-21 Ramadan hingga 1 Syawal).

Biasanya, dulag ini dilakukan untuk memberikan aba-aba dimulainya masa pembayaran zakat fitrah. Danadibrata dan Rachmatullah menegaskan pola ketukan dari masing-masing ngadulag memiliki pola yang berbeda, sehingga akan menjadi ciri khas di masing-masing waktu tersebut. 

Ngadulag artinya menabuh bedug dengan berirama dulag. Penabuhnya penduduk sekitar masjid, mulai dari anak-anak hingga orang tua-dewasa. 

Dengan demikian, ngadulag bisa disebut sebagai proses pembumian Islam di Tatar Sunda dan Indonesia pada umumnya, karena di daerah asal Islam tidak ditemukan bedug dan kohkol. (Ajip Rosidi, 2000:109, Didi Turmudzi, 2017:320, PK PII Jabar, 2006:208, Merdeka Jabar, Rabu, 12 Mei 2021 07:07:00 WIB, Kumparan 10 Desember 2023 18:13 WIB).

Karikatur tradisi ngadulag pada saat lebaran di masyarakat Priangan tempo dulu. (Sumber: Istimewa | Foto: buku Ramadhan di Priangan, Haryoto Kunto)
Karikatur tradisi ngadulag pada saat lebaran di masyarakat Priangan tempo dulu. (Sumber: Istimewa | Foto: buku Ramadhan di Priangan, Haryoto Kunto)

Dulag kuramas, Simbol Momen Suci

Atep Kurnia, penulis sekaligus pemerhati budaya Sunda menjelaskan tradisi jelang puasa yang terlalu sayang dilupakan begitu saja. Salah satu yang menarik adalah dulag karamas.

Dulag karamas biasanya dilakukan saat siang, sehari sebelum puasa datang. Kala itu, beduk dibunyikan menandakan waktunya keramas untuk menyambut puasa keesokan hari. Keramas menjadi simbol tubuh yang bersih menyambut momen suci.

Saat beduk berbunyi, warga tidak keramas di rumah. Masyarakat biasanya datang ke mata air hingga penampungan air di pinggir sungai. Mereka keramas bersama-sama dan hanyut dalam kegembiraan.

Tidak ada sampo kimia dalam prosesi ini. Jonathan Rigg, penulis kamus bahasa Sunda-Inggris (1862), mengatakan, warga zaman dulu menggunakan tanaman kicaang (Hippobroma longiflora). Tanaman obat ini punya antibiotik alami untuk meredakan infeksi dan peradangan.

Selain itu, bahan lain yang digunakan adalah abu batang padi (lebu pare) hingga pucuk alang-alang (pucuk eurih). Sama seperti kicaang, keduanya punya manfaat sebagai antibiotik. (Kompas, 06 Mar 2025 15:57 WIB).

Tukang Ngabedug Ditengah Himpitan Ekonomi dan Makin Berkurangnya Sawah Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Tukang Ngabedug Ditengah Himpitan Ekonomi dan Makin Berkurangnya Sawah Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)

Ngadulag (menabuh bedug) adalah tradisi memukul bedug di masjid-masjid di Bandung Barat. Untuk di Kampung Sirnagalih Desa Ciptaharja Kecamatan Cipatat tradisi ngadulag biasa dilakukan 2 hari menjelang Ramadan.

Kebiasaan ini dijalankan untuk mengingatkan warga bahwa sebentar lagi masuk Ramadan. Tak hanya ditabuh di Masjid, biasa bedug di arak berkeliling kampung.

Baca Juga: KBBI Bukan Hakim Agung, Meski Hadirnya Kerap Menghakimi para Penulis

Tradisi Ngadulag di KBB memang dijalankan juga saat masuk Ramadhan yakni sebagai pengingat waktu sahur serta malam takbiran. Menariknya, para penabuh rata-rata pemuda itu akan membunyikan dulag dengan pola tertentu. Uniknya, di beberapa daerah digelar perlombaan Ngadulag. (Ayo Bandung, Kamis, 24 Maret 2022 | 14:18 WIB).

Kini, tradisi ngabedug, ngadulag perlahan ditinggalkan. Tergerus oleh zaman, digantikan teknologi pengeras suara (toa) masjid. Bedug dan kohkol yang kian jarang terdengar. Dahulu setia menggantung di serambi yang perlahan mulai dilupakan. Padahal sebagai jantung masjid tradisional Jawa Barat.

Walhasil, di pedesaan, bedug (ngabedug, ngadulag) bukan sekadar alat, melainkan napas bersama, bahasa tanpa ujaran. Dari tabuhannya, waktu menemukan kesepakatan, iman mengetuk kesadaran, dan kebersamaan dijaga dan dirawat. Hayu ah urang ngadulag euy! (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 30 Mar 2026, 19:45

Ganti Profesi Usai Lebaran, Mencari yang Lebih Cocok dengan Semangat Zaman

Banyak lulusan sekolah atau perguruan tinggi yang tidak langsung cocok dengan pekerjaan atau profesi pertamanya.

Pekerja menyelkesaikan produksi tas di salah satu pabrik produksi di Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Bandung 30 Mar 2026, 17:03

The Hallway Space: Menyulap Pasar Tradisional Jadi Ruang Bisnis Kreatif Anak Bandung

The Hallway Space, ruang kebebasan dengan fungsi sebagai wadah cakupan kolektif dari para pelaku industri kreatif yang memiliki visi untuk bertumbuh bersama dalam satu cakupan ekosistem.

The Hallway Space, ruang kebebasan dengan fungsi sebagai wadah cakupan kolektif dari para pelaku industri kreatif yang memiliki visi untuk bertumbuh bersama dalam satu cakupan ekosistem. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 16:24

Anomali Saat Lebaran Tahun 1980-an

Pada hari Lebaran banyak orang-orang yang terlibat dalam permainan lotre atau judi padahal kbaru saja menjalani shaum Ramadan

Masjid Agung Bandung (Alun-Alun) pada tahun 1980-an. (Sumber: Twitter | Foto: @arbainrambey)
Linimasa 30 Mar 2026, 15:12

Jejak Serangan Berdarah Israel terhadap Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon

Sejarah mencatat berbagai serangan terhadap UNIFIL di Lebanon, dari tragedi Qana 1996 hingga insiden terbaru yang menewaskan prajurit Indonesia.

Latihan bersama Kontingen Garuda dengan Lebanese Armed Forces. (Sumber: tniad.mil.id)
Beranda 30 Mar 2026, 14:43

Jejak Perjalanan Motor Pemudik dari Kiaracondong ke Kampung Halaman

Mudik tak selalu identik dengan lelah di jalan. Lewat program Motis, ratusan sepeda motor diangkut dengan kereta dari Kiaracondong, menghadirkan perjalanan pulang yang lebih aman, ringan, dan manusiaw

Rapi berjejer, sepeda motor pemudik yang sudah “dibungkus” siap diberangkatkan menuju tujuan masing-masing. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 13:56

Kakarén dan Hidup Setelah Lebaran

Kakarén Lebaran bisa dibaca sebagai metafora yang menarik.

produksi kue kering di pabrik kue J&C Cookies, Cimenyan, Kabupaten Bandung pada Rabu, 27 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 12:37

Transportasi Laut Pemudik: Antara Pelayaran Rakyat Anak Tiri dan Pelayaran Pelat Merah Anak Emas

Kegiatan penyeberangan dengan pelayaran rakyat sarat dengan bahaya.

Ilustrasi kapal pelayaran rakyat. (Sumber: Pexels | Foto: Agus Triwinarso)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 09:40

Ketika Utilitas Melanggar Ruang Manfaat Jalan

Utilitas seperti kabel menjuntai dan galian kabel di permukaan jalan di Bandung melanggar ruang manfaat jalan.

Lakalantas tunggal di Jalan Perintis Kemerdekaan akibat bekas galian kabel PLN, Kamis (26/3/2026). (Sumber: Instagram/@im.bethh___)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 08:40

Jabar Mesti Berani Revolusi untuk Mencetak SDM Terbarukan

SDM terbarukan memiliki etos kerja, kompetensi, daya literasi, kreativitas dan inovasi yang sesuai dengan tantangan zaman

Ilustrasi revolusi ketenagakerjaan di Jabar (Sumber: Meta | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 18:16

Prospek Usaha Florikultura saat Lebaran dan Reinventing Kota Kembang

Prospek usaha bunga potong atau Florikultura saat lebaran bisa reinventing predikat kota kembang.

Pasar kembang Wastukencana kota Bandung (Sumber: pasarbungawastukencana.com)
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 14:03

Habis Lebaran, Terbitlah Hajatan

Menikah di bulan Syawal menjadi simbol dimulainya kehidupan baru dengan jiwa yang kembali fitri, suci.

Pemerintah Kota Bandung menggelar nikah gratis bagi 10 pasangan dengan dengan berbagai fasilitas dalam rangka Hari Jadi Kota Bandung ke-215. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 12:06

Syawal adalah Harapan

Bulan Syawal—sebuah fase yang bukan sekadar penanda berakhirnya ibadah sebulan penuh, melainkan awal dari harapan yang diperbarui.

Pemudik sepeda motor melintasi Kota Bandung pada Sabtu, 14 Maret 2025, dengan pilihan perjalanan hemat dan berbagai konsekuensinya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mar 2026, 09:43

Sejarah Tahu Gejrot, Legenda Kuliner yang Berawal dari Pabrik di Pesisir Cirebon

Tahu gejrot lahir dari industri tahu di Cirebon, berkembang dari makanan buruh menjadi jajanan jalanan legendaris di banyak kota.

Tahu gejrot khas Cirebon.
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 09:20

Jalan Gelap di Bandung Memperbesar Risiko Keselamatan bagi Semua Pengguna Jalan

Jalan gelap di Bandung meningkatkan risiko kecelakaan dan kejahatan.

Jalan 'miskin lampu' di Bandung. (Sumber: Instagram @infobandungkota)
Beranda 28 Mar 2026, 11:07

Pedagang Mengenang Terminal Cicaheum yang Tak Lagi Ramai

Terminal Cicaheum di Bandung kini tak lagi seramai dulu. Pedagang lama bertahan di tengah penurunan penumpang, perubahan transportasi, dan kenangan masa lalu yang masih membekas.

Tak lagi dipadati penumpang, Terminal Cicaheum kini menyisakan cerita dan kenangan di setiap sudutnya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 28 Mar 2026, 10:29

Kemacetan Pacira Saat Lebaran Ubah Pola Wisatawan

Kemacetan parah di jalur Pacira saat Lebaran berdampak pada kunjungan wisata, sebagian naik signifikan, sebagian lainnya justru turun.

Satlantas Polresta Bandung mengurai kemacetan di jalur Ciwidey. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 22:02

Jejak Bahasa, Dakwah, dan Tradisi Lebaran di Jawa dalam Kata ‘Ketupat

Sejak kapan ketupat menjadi simbol Idul Fitri? Dan benarkah kata “kupat” berasal dari “ngaku lepat”—mengakui kesalahan?

Warga menganyam daun kelapa menjadi cangkang ketupat di kawasan Blok Ketupat, Caringin, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 18:01

Mengenang Sambas Mangundikarta, Penyiar RRI–TVRI dan Pencipta Lagu Manuk Dadali

Nama Sambas Mangundikarta tidak dapat dipisahkan dari Kota Bandung.

Sambas Mangundikarta, sosok panutan dalam dunia penyiaran Indonesia. (Sumber: Istimewa)
Ikon 27 Mar 2026, 17:33

Sejarah Salak Pondoh, Buah Ikon Jogja dari Empat Biji Pemberian

Salak pondoh yang kini menjadi ikon pertanian Sleman berawal dari empat biji yang ditanam di lereng Merapi sekitar 1917. Dari kebun kecil desa, buah ini berkembang menjadi komoditas besar.

Ilustrasi salak Pondoh.
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 16:27

Lebaran Telah Usai, Keselamatan Kerja Industri Distribusi BBM Tidak Boleh Kendor

Musim pancaroba menyebabkan temperatur ekstrim, ancaman puting beliung dan sambaran petir setiap saat mengancam aktivitas industri distribusi BBM.

Ilustrasi kasus kebakaran akibat kecelakaan kerja pada industri distribusi BBM (Sumber: Meta | Foto: Arif Minardi)