Pengorbanan Tidak Pernah Mati dalam Kehidupan Manusia

4 menit baca
Pernando Aigro S
Ditulis oleh Pernando Aigro S diterbitkan Jumat 15 Mei 2026, 17:11 WIB
Ilustrasi peristiwa Kenaikan Yesus Kristus yang dimaknai sebagai simbol pengorbanan, harapan, dan ketulusan dalam kehidupan manusia. (Sumber: Designed by Freepik)

Ilustrasi peristiwa Kenaikan Yesus Kristus yang dimaknai sebagai simbol pengorbanan, harapan, dan ketulusan dalam kehidupan manusia. (Sumber: Designed by Freepik)

Indonesia sejak lama dikenal sebagai negara yang hidup dengan keberagaman suku, budaya, dan agama. Dalam keberagaman tersebut, setiap peringatan hari besar sejatinya tidak hanya menjadi bagian dari tradisi suatu kelompok saja, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai kehidupan yang dapat dimaknai bersama untuk kebaikan bersama (Bonum Commune). Hari ini, banyak saudara umat Kristiani di Indonesia hingga berbagai penjuru dunia memperingati Kenaikan Yesus Kristus sebagai salah satu peristiwa penting dalam iman Kristen. Namun lebih dari sekadar perayaan keagamaan, peringatan ini juga menyimpan makna tentang pengorbanan, ketulusan, serta harapan yang masih sangat relevan dengan kehidupan manusia hari ini. Manusia mungkin telah berubah begitu jauh dari waktu ke waktu, tetapi nilai pengorbanan tidak pernah benar-benar hilang dalam kehidupan manusia.

Kenaikan Yesus Kristus merupakan peristiwa yang menandai kenaikan Yesus ke surga setelah kebangkitan-Nya dari kematian. Berdasarkan catatan Alkitab, peristiwa ini terjadi 40 hari setelah Kebangkitan-Nya atau Paskah. Peristiwa tersebut dijelaskan dalam beberapa bagian Alkitab, mulai dari Kisah Para Rasul 1:9-12 ketika Yesus terangkat ke surga di depan para murid-Nya, lalu Lukas 24:50-53 saat Yesus memberkati murid-muridnya sebelum naik ke surga, serta Markus 16:19 yang menjelaskan Yesus naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah. Sehingga peristiwa ini bagi umat kristiani tidak hanya dipahami sebagai kebangkitan Yesus saja, melainkan juga menjadi simbol pengorbanan Yesus atas dosa umat manusia dan kemenangan atas maut.

Dalam tradisi Kristen, Kenaikan Yesus Kristus selalu diperingati 40 hari setelah Hari Paskah atau perayaan kebangkitan Yesus Kristus. Karena Hari Paskah tahun 2026 jatuh pada 5 April, maka peringatan Kenaikan Yesus tahun ini berlangsung pada 14 Mei 2026. Momen ini biasanya diperingati melalui ibadah, doa bersama, hingga berbagai tradisi di sejumlah daerah dan negara. Namun di balik perayaan tersebut, terdapat nilai yang sebenarnya masih berkaitan dengan kehidupan manusia saat ini, yakni tentang pengorbanan, ketulusan, dan harapan di tengah kehidupan yang semakin sibuk dan penuh tuntutan.

Sayangnya, manusia sering kali hidup dalam dunia yang terlalu sibuk untuk memahami makna pengorbanan itu sendiri. Banyak orang menikmati hasil dari sebuah perjuangan tanpa benar-benar melihat siapa yang telah rela mengorbankan waktu, tenaga, bahkan dirinya sendiri demi orang lain. Padahal dalam kehidupan sehari-hari, pengorbanan hadir dalam bentuk yang sederhana dan diam-diam: orang tua yang bekerja tanpa mengeluh demi keluarga, seseorang yang menahan lelah agar orang lain tetap bahagia, hingga mereka yang terus bertahan hidup meski keadaan tidak selalu berpihak kepadanya.

Tidak semua pengorbanan dihargai, sebab kehidupan hari ini sering membuat ketulusan justru menjadi sesuatu yang dimanfaatkan. (Sumber: Pixabay | Foto: Mohamed Hassan)
Tidak semua pengorbanan dihargai, sebab kehidupan hari ini sering membuat ketulusan justru menjadi sesuatu yang dimanfaatkan. (Sumber: Pixabay | Foto: Mohamed Hassan)

Memaknai Pengorbanan dalam Kehidupan Manusia

Di tengah kehidupan saat ini, manusia perlahan hidup dalam dunia yang semakin sibuk mengejar dirinya sendiri. Banyak orang ingin dihargai, dipahami, dan dicintai, tetapi pada saat yang sama mulai kehilangan kepedulian terhadap sesamanya. Kehidupan modern membuat manusia terbiasa melihat hasil tanpa pernah benar-benar memikirkan proses dan pengorbanan yang ada di baliknya. Manusia menikmati kenyamanan, tetapi lupa bahwa sering kali ada seseorang yang harus menahan lelah agar kenyamanan itu tetap ada.

Ironisnya, pengorbanan justru sering dianggap sebagai sesuatu yang biasa, bahkan terkadang dimanfaatkan oleh banyak orang. Ketulusan dipandang sebagai kelemahan, kebaikan dianggap dapat digunakan sesuka hati, dan orang yang terus mengalah justru sering menjadi pihak yang paling terluka. Tidak sedikit manusia yang hanya datang ketika membutuhkan bantuan, tetapi perlahan menghilang ketika harus belajar menghargai perjuangan orang lain, begitu pula dalam kehidupan sosial, manusia semakin mudah menuntut dipahami, tetapi semakin sulit memahami.

Peristiwa tersebut sebenarnya sudah sering kita lihat, bahkan kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari, ketika banyak anak menikmati pendidikan dan kehidupan yang layak tanpa benar-benar memahami bagaimana orang tuanya bekerja keras setiap hari demi memenuhi kebutuhan mereka, sementara di luar sana masih banyak anak yang belum dapat hidup dengan layak karena kondisi sosial dan ekonomi. Di balik itu juga, ada orang tua yang menahan lelah, mengubur keinginannya sendiri, bahkan tetap bekerja saat sakit agar keluarganya tetap hidup dengan baik.

Lalu yang sangat disayangkan adalah mereka yang berbuat baik namun dimanfaatkan karena kebaikannya. Mereka dicari saat dibutuhkan, tetapi dilupakan ketika tidak lagi memberi manfaat. Kehidupan hari ini membuat manusia lebih mudah menghargai mereka yang pandai mencari perhatian dibanding mereka yang tulus membantu tanpa ingin dipuji.

Karena itu, peringatan Kenaikan Yesus Kristus hari ini seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai bagian dari perayaan umat Kristiani semata, tetapi juga sebagai refleksi bagi seluruh manusia tentang arti pengorbanan dalam kehidupan. Selama manusia masih lebih sibuk menuntut dibanding menghargai, lebih mudah memanfaatkan dibanding peduli, serta lebih tertarik pada pencitraan dibanding ketulusan, maka pengorbanan perlahan hanya akan dianggap sebagai ketulusan yang bisa dimanfaatkan.

Lalu di tengah kehidupan ini, apakah manusia masih benar-benar mampu menghargai ketulusan orang lain, atau justru hanya pandai memanfaatkannya? (*)

REFERENSI

  • Universitas Negeri Surabaya (UNESA). (n.d.). Kenaikan Isa Al-Masih: Sejarah, Tanggal Peringatan, dan Maknanya bagi Umat Kristen.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Pernando Aigro S
Mahasiswa FH Unpar. Quotes "Jangan takut gagal, karna gagal ga takut kamu"- Leonico Joedo. 🗿

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Jun 2026, 13:10

Hak Siar Piala Dunia oleh TVRI, Ekonomi Nobar dan Pengembangan Konten Lokal

Potensi ekonomi nobar yang luar biasa, mesti dikelola lebih baik dengan berbagai kreativitas masyarakat. 

Suasana nonton bareng Piala Dunia 2026 di Taman Film, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ananda Muhammad Firdaus)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 11:04

Karya Purbakala di Hari Purbakala: Sambung Menyambung Tentang Kota Bandung

Karya-karya mahasiswa arkeologi tentang Kota Bandung

Sebuah gua alami yang menyimpan situs purbakala, Gua Pawon. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nuryahya64)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:31

Mengenang Ny. Liem: Maestro Boga dari Kota Kembang dan Legacy di Industri Tata Boga Indonesia

Ny. Liem menempati posisi penting sebagai pionir yang menetapkan standar emas dalam seni pembuatan kue dan pastry.

Produk kemasan dari toko Ny. Liem di Jln. Naripan No.52, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Google Maps Review | Foto: Elvita Yuli)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:19

Peran para Pendukung Tim Lokal di Kota Bandung Terhadap Keberlangsungan Persib

Menelaah faktor keberhasilan Maung Bandung pada periode terbaru di era sepakbola modern.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 08:40

Biaya Parkir: Faktor Kecil yang Ternyata Menentukan Pilihan Kita Saat Belanja

Biaya parkir ternyata ikut menentukan pilihan tempat belanja kita. Kecil tapi berdampak besar pada persepsi, kepuasan, dan loyalitas konsumen.

Keputusan Konsumen untuk belanja goyah karena adanya parkir (Foto: muhammad yogi)
Bandung 15 Jun 2026, 21:16

Kolaborasi Bekali Kopi Bersama Petani Lembang Dorong Peningkatan Ekonomi dan Regenerasi Sektor Kopi

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting.

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 18:19

UMKM 'Jangan Cuma Dagang' untuk Berkembang, Belajar dari Perjalanan Bisnis Kebab Factory

Bagi Widya, Rumah BUMN Bandung bukan sekadar tempat pelatihan.

Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 17:27

Perjalanan Sate Maranggi sebagai Kuliner Khas Kabupaten Purwakarta

Lebih dari sekadar nilai gastronomi, Sate Maranggi mengandung nilai-nilai sosial sebagai pemersatu masyarakat Purwakarta.

Sate Maranggi khas Purwakarta (Sumber: Dokumentasi milik pribadi)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 16:44

Panduan Wisata Kuliner Empal Gentong Cirebon, Jejak Sejarah Kota Pelabuhan dalam Semangkuk Kuah

Kenali sejarah empal gentong Cirebon, perbedaannya dengan empal asem, rekomendasi warung legendaris, serta tips menikmati hidangan khas ini.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 16:40

Punya Varian Produk Tak Biasa, Kebab Factory Bisa Ekspor ke Malaysia dan Singapura berkat 'Ide Anak'

Perjalanan Kebab Factory, UMKM Kota Bandung yang terkenal dengan produk uniknya.

Kebab ice cream mellowberry, salah satu varian produk Kebab Faktory di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 15:54

Wayang Wong: Kesenian Unik yang Mengganti Peran Boneka Menggunakan Manusia

Tentang wayang wong, salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggabungkan tari, musik, dan drama.

Wayang Wong Ramayana. (Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 13:17

Hijrah, Ubah, dan Arah

Hijrah digital bukanlah tentang meninggalkan teknologi, melainkan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk mendekat pada nilai-nilai kebaikan.

Diskusi Film "Hijrah Digital" Ajak Mahasiswa Refleksi Literasi Digital dan Peran AI dalam Keberagamaan (Sumber: instagram @moeslimah_produktif)
Beranda 15 Jun 2026, 13:02

Jejak Ksatria di Gang Maksudi: Menjaga Amanah, Menghidupkan Nadi Ekonomi Negeri

Kisah Hasan, seorang kurir JNE di Bandung yang sempat dibegal saat berteduh karena hujan, namun kini sudah kembali bekerja berkat bantuan dari tempatnya bekerja.

Kepala Cabang Utama JNE Bandung Iyus Rustandi menyerahkan bantuan sepeda motor baru kepada Hasan sebagai bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan karyawannya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Linimasa 15 Jun 2026, 12:58

Ketika Selisih Harga BBM Terasa Sampai Akhir Bulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengendara memilih antre demi mendapatkan Pertalite.

Pengendara rela mengantre lebih panjang di SPBU setelah kenaikan harga BBM Pertamax. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 11:28

Dulu Pakai Ritual, Kini Pakai Kimia: Perubahan Praktik Bertani di Desa Pamoyanan

Perjalanan pertanian Desa Pamoyanan merekam pergeseran dari sistem kepercayaan Sunda Buhun menuju metode pertanian modern yang dianggap lebih efektif dan rasional.

Foto Hamparan sawah di Desa Pamoyanan, Cianjur Selatan, pada 21 Maret 2026. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nadhil Ayudiya Az Zahra)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 09:59

Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

Mengatasi krisis bahan baku industri tekstil dengan ulat sutra.

Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)
Beranda 15 Jun 2026, 09:46

Jejak Persib di Kota Bandung, Jalan-jalan Bobotoh Menyusuri Memori yang Nyaris Dilupakan

Bobotoh menyusuri jejak sejarah Persib di berbagai sudut Kota Bandung, mengungkap kisah, tempat, dan memori yang nyaris terlupakan oleh waktu.

Peserta Bobotoh Story Walk menyusuri jalanan Bandung sambil mendengarkan kisah-kisah yang membentuk sejarah Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 15 Jun 2026, 08:43

Layangan Adu, Hobi yang Tidak Lekang oleh Usia

Layangan adu tetap digemari lintas usia dan menjadi ruang silaturahmi para pehobinya.

Layangan adu, hobi yang tak mengenal usia. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 08:40

Sinergi Batalyon Pangan dengan Petani Mengatasi Deflasi Komoditas Pertanian

Eksistensi Yonif TP sebaiknya turut menyelesaikan masalah hilir komoditas pertanian hingga ke pasar induk atau pasar tradisional serta pasar modern.

Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)