Pengorbanan Tidak Pernah Mati dalam Kehidupan Manusia

4 menit baca
Pernando Aigro S
Ditulis oleh Pernando Aigro S diterbitkan
Ilustrasi peristiwa Kenaikan Yesus Kristus yang dimaknai sebagai simbol pengorbanan, harapan, dan ketulusan dalam kehidupan manusia. (Sumber: Designed by Freepik)
Ilustrasi peristiwa Kenaikan Yesus Kristus yang dimaknai sebagai simbol pengorbanan, harapan, dan ketulusan dalam kehidupan manusia. (Sumber: Designed by Freepik)

Indonesia sejak lama dikenal sebagai negara yang hidup dengan keberagaman suku, budaya, dan agama. Dalam keberagaman tersebut, setiap peringatan hari besar sejatinya tidak hanya menjadi bagian dari tradisi suatu kelompok saja, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai kehidupan yang dapat dimaknai bersama untuk kebaikan bersama (Bonum Commune). Hari ini, banyak saudara umat Kristiani di Indonesia hingga berbagai penjuru dunia memperingati Kenaikan Yesus Kristus sebagai salah satu peristiwa penting dalam iman Kristen. Namun lebih dari sekadar perayaan keagamaan, peringatan ini juga menyimpan makna tentang pengorbanan, ketulusan, serta harapan yang masih sangat relevan dengan kehidupan manusia hari ini. Manusia mungkin telah berubah begitu jauh dari waktu ke waktu, tetapi nilai pengorbanan tidak pernah benar-benar hilang dalam kehidupan manusia.

Kenaikan Yesus Kristus merupakan peristiwa yang menandai kenaikan Yesus ke surga setelah kebangkitan-Nya dari kematian. Berdasarkan catatan Alkitab, peristiwa ini terjadi 40 hari setelah Kebangkitan-Nya atau Paskah. Peristiwa tersebut dijelaskan dalam beberapa bagian Alkitab, mulai dari Kisah Para Rasul 1:9-12 ketika Yesus terangkat ke surga di depan para murid-Nya, lalu Lukas 24:50-53 saat Yesus memberkati murid-muridnya sebelum naik ke surga, serta Markus 16:19 yang menjelaskan Yesus naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah. Sehingga peristiwa ini bagi umat kristiani tidak hanya dipahami sebagai kebangkitan Yesus saja, melainkan juga menjadi simbol pengorbanan Yesus atas dosa umat manusia dan kemenangan atas maut.

Dalam tradisi Kristen, Kenaikan Yesus Kristus selalu diperingati 40 hari setelah Hari Paskah atau perayaan kebangkitan Yesus Kristus. Karena Hari Paskah tahun 2026 jatuh pada 5 April, maka peringatan Kenaikan Yesus tahun ini berlangsung pada 14 Mei 2026. Momen ini biasanya diperingati melalui ibadah, doa bersama, hingga berbagai tradisi di sejumlah daerah dan negara. Namun di balik perayaan tersebut, terdapat nilai yang sebenarnya masih berkaitan dengan kehidupan manusia saat ini, yakni tentang pengorbanan, ketulusan, dan harapan di tengah kehidupan yang semakin sibuk dan penuh tuntutan.

Sayangnya, manusia sering kali hidup dalam dunia yang terlalu sibuk untuk memahami makna pengorbanan itu sendiri. Banyak orang menikmati hasil dari sebuah perjuangan tanpa benar-benar melihat siapa yang telah rela mengorbankan waktu, tenaga, bahkan dirinya sendiri demi orang lain. Padahal dalam kehidupan sehari-hari, pengorbanan hadir dalam bentuk yang sederhana dan diam-diam: orang tua yang bekerja tanpa mengeluh demi keluarga, seseorang yang menahan lelah agar orang lain tetap bahagia, hingga mereka yang terus bertahan hidup meski keadaan tidak selalu berpihak kepadanya.

Tidak semua pengorbanan dihargai, sebab kehidupan hari ini sering membuat ketulusan justru menjadi sesuatu yang dimanfaatkan. (Sumber: Pixabay | Foto: Mohamed Hassan)
Tidak semua pengorbanan dihargai, sebab kehidupan hari ini sering membuat ketulusan justru menjadi sesuatu yang dimanfaatkan. (Sumber: Pixabay | Foto: Mohamed Hassan)

Memaknai Pengorbanan dalam Kehidupan Manusia

Di tengah kehidupan saat ini, manusia perlahan hidup dalam dunia yang semakin sibuk mengejar dirinya sendiri. Banyak orang ingin dihargai, dipahami, dan dicintai, tetapi pada saat yang sama mulai kehilangan kepedulian terhadap sesamanya. Kehidupan modern membuat manusia terbiasa melihat hasil tanpa pernah benar-benar memikirkan proses dan pengorbanan yang ada di baliknya. Manusia menikmati kenyamanan, tetapi lupa bahwa sering kali ada seseorang yang harus menahan lelah agar kenyamanan itu tetap ada.

Ironisnya, pengorbanan justru sering dianggap sebagai sesuatu yang biasa, bahkan terkadang dimanfaatkan oleh banyak orang. Ketulusan dipandang sebagai kelemahan, kebaikan dianggap dapat digunakan sesuka hati, dan orang yang terus mengalah justru sering menjadi pihak yang paling terluka. Tidak sedikit manusia yang hanya datang ketika membutuhkan bantuan, tetapi perlahan menghilang ketika harus belajar menghargai perjuangan orang lain, begitu pula dalam kehidupan sosial, manusia semakin mudah menuntut dipahami, tetapi semakin sulit memahami.

Peristiwa tersebut sebenarnya sudah sering kita lihat, bahkan kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari, ketika banyak anak menikmati pendidikan dan kehidupan yang layak tanpa benar-benar memahami bagaimana orang tuanya bekerja keras setiap hari demi memenuhi kebutuhan mereka, sementara di luar sana masih banyak anak yang belum dapat hidup dengan layak karena kondisi sosial dan ekonomi. Di balik itu juga, ada orang tua yang menahan lelah, mengubur keinginannya sendiri, bahkan tetap bekerja saat sakit agar keluarganya tetap hidup dengan baik.

Lalu yang sangat disayangkan adalah mereka yang berbuat baik namun dimanfaatkan karena kebaikannya. Mereka dicari saat dibutuhkan, tetapi dilupakan ketika tidak lagi memberi manfaat. Kehidupan hari ini membuat manusia lebih mudah menghargai mereka yang pandai mencari perhatian dibanding mereka yang tulus membantu tanpa ingin dipuji.

Karena itu, peringatan Kenaikan Yesus Kristus hari ini seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai bagian dari perayaan umat Kristiani semata, tetapi juga sebagai refleksi bagi seluruh manusia tentang arti pengorbanan dalam kehidupan. Selama manusia masih lebih sibuk menuntut dibanding menghargai, lebih mudah memanfaatkan dibanding peduli, serta lebih tertarik pada pencitraan dibanding ketulusan, maka pengorbanan perlahan hanya akan dianggap sebagai ketulusan yang bisa dimanfaatkan.

Lalu di tengah kehidupan ini, apakah manusia masih benar-benar mampu menghargai ketulusan orang lain, atau justru hanya pandai memanfaatkannya? (*)

REFERENSI

  • Universitas Negeri Surabaya (UNESA). (n.d.). Kenaikan Isa Al-Masih: Sejarah, Tanggal Peringatan, dan Maknanya bagi Umat Kristen.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Pernando Aigro S
Mahasiswa FH Unpar. Quotes "Jangan takut gagal, karna gagal ga takut kamu"- Leonico Joedo. 🗿

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 16:11

Manipulasi Terselubung di Balik Penggunaan Kata Nett Zero Emission pada Perusahan Perbankan

Membahas bagaimana istilah Net Zero Emission (NZE) yang digunakan sebagai strategi pencitraan dengan menyoroti pentingnya transparansi, verifikasi independen, dan sanksi yang tegas.

Cerobong asap yang mengeluarkan asap menembus kabut tebal, yang menyoroti masalah atau kekhawatiran tentang polusi udara. (Sumber: Pexels | Foto: Сергей Нестеров)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 15:08

Pentingnya Kecerdasan Finansial di Tengah Kemudahan Transaksi Digital

Esai ini membahas pentingnya kecerdasan finansial di tengah kemudahan transaksi digital yang dapat mendorong perilaku konsumtif.

Pecahan uang seratus ribu rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 14:37

Ketergantungan Program MBG: Potret Penjajahan Era Modern

Ketika sebuah negara memiliki kendali yang sangat besar terhadap distribusi kebutuhan dasar masyarakat. Maka akankah muncul relasi baru dari ketergantungan antara negara dengan warganya

Siswa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 9 Bandung, Jalan Suparmin, Pajajaran, Kota Bandung pada Senin, 6 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 13:14

Untuk Apa Jawa Barat Memiliki 37 BUMD?

Masalah muncul ketika semua BUMD diletakkan dalam keranjang yang sama.

Kantor Bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 12:50

Setelah Status Guru PPPK Diambil Alih Pemerintah Pusat, Apa yang Terjadi?

Banyak yang mempertanyakan nasib dan status PPPK Non-Guru saat ini yang sistem penggajiannya menjadi urusan daerah.

Ilustrasi pegawai dengan status PPPK (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 10:41

Mampukah Bandung Bersaing Menjadi Global City

Global city menjadi tujuan kota-kota besar untuk diakui secara internasional. Dan, Kota Bandung memiliki potensi yang sangat besar menjadi salah satu Global City. Tinggal bagaimana cara mewujudkan.

Sejumlah apartemen dan hotel berdiri di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 08:33

Anwar Tohari Mencari Mati: Antara Abab, Dendam, Muslihat, & Kebenaran

Anwar Tohari atau Warto Kemplung yang di desanya dianggap sebelah mata, seorang pembual.

Buku "Anwar Tohari Mencari Mati". (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 21 Agu 2026, 08:13

Kota Bandung Masih Menarik Wisatawan? Angka-angka Ini Menceritakannya

Setelah anjlok drastis akibat pandemi, wisatawan ke Kota Bandung kini melampaui level 2019. Simak tren kunjungan domestik dan mancanegara 2019-2025.

Wisatawan menikmati wahana kuda tunggang di kawasan Jalan Cilaki, Kota Bandung, pada momen libur hari raya Idulfitri 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 07:54

Habis Agustusan, Tibalah Sampah

Kemerdekaan bukan hanya tentang bebas memasang umbul-umbul, membuat karnaval, menggelar lomba, menikmati panggung hiburan, lalu pulang meninggalkan (seonggok, tumpukan) sampah.

Beginilah sampah properti arak-arakan, karnaval 17 Agustusan (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 20 Agu 2026, 19:28

Menjahit Ulang Nasib Cibaduyut, Menjaga Barometer Kualitas ala Koku Footwear

Kisah Koku Footwear, UMKM sepatu kulit asal Cibaduyut, yang berhasil menembus pasar mancanegara dan mempertahankan warisan kerajinan lokal di tengah digitalisasi perdagangan Indonesia.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin, pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear di Taman Cibaduyut Endah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 18:57

Ini Omah Sawah: Tempat Makan Hidden Gem Sekaligus Cozy di Cianjur

Cianjur yang menjadi julukan kota santri ini selain punya ikonik tauco ternyata banyak tempat kuliner hidden gem yang wajib disambangi

Cianjur memang selalu punya tempat menarik untuk dikunjungi (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 17:08

Bakul Pikul Kopi Tubruk di Terminal Kebon Kalapa Bandung

Nostalgia Terminal Kebon Kalapa Bandung (1964-1996) lewat aroma kopi tubruk bakul pikul.

Terminal Kebon Kalapa, Kota Bandung, pada 1980-an. (Sumber: Facebook | Foto: Foto2 TEMPO DOELOE kita semua)