Bandung dan Perjuangan Panjang Mengatasi Sampah

M. Ilmi Hatta
Ditulis oleh M. Ilmi Hatta diterbitkan Jumat 15 Mei 2026, 10:49 WIB
Warga RW 19 Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antapani mengadaptasi pola penyelesaian sampah tanpa harus melakukan pengiriman ke TPA. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)

Warga RW 19 Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antapani mengadaptasi pola penyelesaian sampah tanpa harus melakukan pengiriman ke TPA. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)

AYOBANDUNG.ID - Kota Bandung sedang menghadapi ujian yang tidak ringan. Tumpukan sampah di sejumlah titik bukan hanya menghadirkan bau menyengat dan pemandangan yang mengganggu, tetapi juga menimbulkan kecemasan warga tentang masa depan kota ini. Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Kota Bandung yang dikomandani Wali Kota Bandung M. Farhan tidak tinggal diam. Berbagai langkah darurat dan perubahan sistem pengelolaan sampah sedang dijalankan secara bertahap untuk mencegah Bandung tenggelam dalam persoalan yang lebih besar.

Persoalan sampah di Kota Bandung bukan hanya sekadar urusan mengangkut limbah dari rumah ke tempat pembuangan akhir. Masalah sampah menyangkut kebiasaan dan budaya masyarakat dalam memperlakukan sampah, kesiapan infrastruktur, keterlibatan komunitas, hingga kemampuan pemerintah membangun sistem yang benar-benar berkelanjutan. Karena itu, perubahan yang sedang dilakukan Wali Kota Bandung dan jajarannya tidak semudah membalikkan telapak tangan dan tidak bisa diselesaikan hanya dalam hitungan hari atau bulan.

Salah satu langkah utama yang kini diterapkan adalah kewajiban memilah sampah dari rumah. Warga diminta memisahkan sampah organik, anorganik, dan residu sebelum diangkut petugas. Sampah organik diupayakan diolah lebih dekat dengan sumbernya, sementara sampah anorganik diarahkan untuk didaur ulang melalui bank sampah dan sistem pengelolaan lainnya. Kebijakan ini memang tidak selalu mudah diterima, tetapi pemerintah berusaha membangun kebiasaan baru yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Demi memudahkan warga menabung sampah, pengurus Bank Sampah Ikhtiar RW 15 secara rutin menjemput sampah pilahan dari rumah ke rumah. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Demi memudahkan warga menabung sampah, pengurus Bank Sampah Ikhtiar RW 15 secara rutin menjemput sampah pilahan dari rumah ke rumah. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Perubahan juga dilakukan di tingkat tempat penampungan sementara. TPS yang selama ini hanya menjadi lokasi penumpukan sampah mulai diubah menjadi tempat pengolahan terpadu. Di berbagai wilayah Kota Bandung, pemerintah bersama warga membangun fasilitas pengolahan berbasis komunitas melalui program GASLAH atau Gerakan Atasi Sampah Lanjut. Program ini menghadirkan komposter, budidaya maggot, biodigester, pencacah organik, hingga bank sampah yang dikelola warga setempat.

Langkah berikutnya adalah mendorong pasar tradisional, hotel, restoran, kafe, apartemen, sekolah, dan kantor untuk mengolah sampah organiknya secara mandiri. Pemerintah Kota Bandung juga membentuk Tim Reaksi Cepat Kebersihan yang bergerak menangani titik-titik darurat, membersihkan kawasan yang dipenuhi sampah, serta memantau lokasi rawan pada malam hingga dini hari. Kerja mereka sering tidak terlihat kamera maupun jurnalis, tetapi dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Namun harus diakui dengan jujur, seluruh program Pemerintah Kota Bandung itu belum berjalan sempurna. Mengubah kebiasaan jutaan warga jelas membutuhkan waktu. Tidak semua masyarakat sudah memahami pentingnya memilah sampah. Tidak semua wilayah memiliki lahan dan fasilitas pengolahan yang memadai. Masih ada petugas yang memerlukan pelatihan tambahan, dan masih banyak kawasan yang belum mampu menjalankan sistem pengelolaan secara optimal.

Di sisi lain, Kota Bandung menghasilkan sekitar 1.500 ton sampah setiap hari. Jumlah sebesar itu belum sepenuhnya bisa ditangani oleh kapasitas pengolahan yang tersedia saat ini. Karena itulah Wali Kota Bandung M. Farhan dan jajarannya memerlukan masa transisi yang realistis agar perubahan besar ini tidak berhenti di tengah jalan.

Aktivitas pengangkutan sampah menuju TPA Sarimukti di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Selasa 6 Mei 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha Sauqi)
Aktivitas pengangkutan sampah menuju TPA Sarimukti di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Selasa 6 Mei 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha Sauqi)

Sebenarnya ada dua harapan yang bisa diajukan kepada Kementerian Lingkungan Hidup. Pertama, memberi ruang bagi insinerator berizin untuk beroperasi maksimal sebagai solusi sementara bagi residu yang sulit diolah. Kedua, memberikan izin terbatas untuk pembuangan residu ke TPA Sarimukti dengan tonase yang terus dikurangi secara bertahap. Permintaan ini bukan bentuk kemunduran dari komitmen lingkungan, melainkan upaya menjaga agar kota tetap berjalan sambil sistem pengelolaan diperkuat sedikit demi sedikit.

Kota Bandung sesungguhnya sedang belajar menjadi kota yang lebih bertanggung jawab terhadap sampahnya sendiri. Wali kota dan jajarannya sedang bekerja, warga sedang beradaptasi, dan perubahan sedang berlangsung meski belum sempurna. Karena itu, yang dibutuhkan saat ini bukan hanya kritik, tetapi juga kesabaran, dukungan, dan kerja bersama.

Persoalan sampah tidak pernah selesai hanya dengan menyalahkan pemerintah atau masyarakat semata. Kota ini membutuhkan kesadaran kolektif bahwa setiap bungkus makanan, sisa dapur, dan plastik yang dibuang sembarangan akan kembali menjadi masalah bersama. Jika perubahan ini dijaga secara konsisten, Kota Bandung memiliki kesempatan untuk bangkit menjadi kota yang lebih bersih, sehat, dan bermartabat tanpa meninggalkan warganya di tengah proses yang berat.

Kota Bandung membutuhkan ruang untuk berbenah, bukan sekadar penilaian yang terburu-buru. Di balik setiap kebijakan yang dijalankan, ada upaya panjang untuk mengubah budaya, memperkuat sistem, dan menjaga agar kota ini tetap layak dihuni generasi mendatang. Perjalanan menuju kota yang lebih bersih memang tidak mudah, tetapi langkah itu sudah dimulai dan perlu dijaga bersama.

Kesadaran lingkungan harus tumbuh dari rumah, sekolah, tempat kerja, hingga ruang-ruang publik. Perubahan yang berkelanjutan hanya dapat tercapai jika pemerintah dan masyarakat bergerak dalam arah yang sama. Jalan menuju kota yang bersih mungkin sulit, tetapi perjalanan panjang telah dimulai dan harus terus dikerjakan secara kolektif.

Kota Bandung tidak boleh menyerah menghadapi persoalan ini karena masa depan kota dipertaruhkan. Semoga langkah-langkah Wali Kota Bandung M. Farhan beserta jajarannya dan masyarakat Kota Bandung menjadi kebaikan nyata bagi bumi, bagi kota, dan bagi generasi yang akan mewarisi Bandung dari kita.***

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Ayo Netizen 15 Mei 2026, 20:08

'Jejak Rupa', Ruang Refleksi Perjalanan Seni Tjetjep Rohendi Rohidi

Pameran “Jejak Rupa” menghadirkan 123 karya Tjetjep Rohendi Rohidi yang merekam hubungan manusia dengan alam, ingatan, dan perubahan zaman.

Poster Jejak Rupa. (Sumber: Galeri Dago Thee Huis)
Ayo Netizen 15 Mei 2026, 17:11

Pengorbanan Tidak Pernah Mati dalam Kehidupan Manusia

Peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus menjadi refleksi bahwa manusia perlahan mulai memanfaatkan ketulusan seseorang dibanding menghargai pengorbanannya.

Ilustrasi peristiwa Kenaikan Yesus Kristus yang dimaknai sebagai simbol pengorbanan, harapan, dan ketulusan dalam kehidupan manusia. (Sumber: Designed by Freepik)
Ayo Netizen 15 Mei 2026, 14:22

Media Liberal sebagai 'Sekolah Kedua' dan Krisis Moral Pelajar

Media liberal telah menjadi “sekolah kedua” yang membentuk pelajar dengan nilai kekerasan, hedonisme, dan kebebasan tanpa batas dalam sistem sekuler kapitalistik.

Ilustrasi media sosial. (Sumber: Pexels/Pixabay)
Wisata & Kuliner 15 Mei 2026, 10:56

Panduan Wisata Kebun Raya Cibodas, Taman Tertua di Kaki Gede Pangrango

Panduan wisata Kebun Raya Cibodas mencakup sejarah, koleksi tanaman, taman sakura, akses lokasi, harga tiket, serta tips berkunjung di kawasan dataran tinggi.

Kebun Raya Cibodas. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 15 Mei 2026, 10:49

Bandung dan Perjuangan Panjang Mengatasi Sampah

Kota Bandung tengah berjuang membenahi persoalan sampah lewat perubahan sistem, keterlibatan warga, dan upaya membangun budaya lingkungan yang berkelanjutan.

Warga RW 19 Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antapani mengadaptasi pola penyelesaian sampah tanpa harus melakukan pengiriman ke TPA. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Beranda 15 Mei 2026, 10:34

Bandung, Dongeng, dan Cara Baru Menjinakkan Ketakutan akan Sesar Lembang

Komunitas Sesar Lembang Kalcer memakai dongeng, musik, dan seni untuk membangun kesadaran mitigasi gempa di Bandung tanpa menebar ketakutan.

Wisatawan lokal berwisata ke Tebing Keraton yang berada di Cimenyan, Kabupaten Bandung, dan berada di atas permukaan Sesar Lembang, Sabtu 27 April 2024 (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 15 Mei 2026, 10:25

Hari Lahir Tatar Sunda 18 Mei 669: Sulit untuk Disimpulkan karena 'Omong Kosong'

Amat banyak kritik terlontar saat Pemprov Jabar secara resmi menetapkan 18 Mei sebagai Hari Lahir Tatar Sunda.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran di Kabupaten Sumedang, Sabtu malam (2/5/2026). (Sumber: Pemprov Jabar)
Ayo Netizen 15 Mei 2026, 09:12

Bandung sebagai Ensiklopedi Buku

Peringatan Hari Buku Nasional tidak hanya menjadi seremonial belaka tetapi bagaimana bisa menjadi refleksi dalam membangun citra kota Bandung

Pasar Buku Bekas Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Mei 2026, 20:19

Ketika Kemacetan Bisa Ditembus dengan Pengawalan

Fenomena pengawalan kendaraan di tengah kemacetan memunculkan persoalan keadilan ruang jalan, keselamatan lalu lintas, dan budaya privilese dalam sistem transportasi.

Rombongan kendaraan menembus antrean keluar Gerbang Tol Pasteur dengan bantuan pengawalan polisi. (Sumber: Dok. Penulis)
Wisata & Kuliner 14 Mei 2026, 17:18

Wisata Karang Tawulan, Pantai Tebing di Tasikmalaya dengan Lanskap Samudra Hindia

Karang Tawulan menawarkan panorama tebing karang, ombak besar Samudra Hindia, serta spot melihat Pulau Nusa Manuk dan situs ziarah ulama di Tasikmalaya selatan.

Pantai Karang Tawulan Tasikmalaya. (Sumber: Pemprov Jabar)
Ayo Netizen 14 Mei 2026, 15:40

Ketika GOR Saparua Bandung Berguncang oleh Deretan Rocker Kawakan

Atmosfer rock Bandung yang sedang bergairah membuat “Super Rock ’84” menjadi salah satu pertunjukan paling semarak.

Pentas musik Super Rock ’84 menghiasi halaman surat kabar INTI JAYA edisi Mei 1984, yang kala itu memberitakan gegap gempita konser rock di GOR Saparua Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Mei 2026, 11:37

Simfoni Hijau Tanah Priangan: Mengupas Cita Rasa Kearifan Lokal Gastronomi Sunda

Tanah Priangan tidak hanya menjanjikan pemandangan hijau yang memanjakan mata, tetapi juga simfoni rasa yang berakar kuat pada kearifan lokal.

Makanan khas Sunda nasi tutug oncom, di Bandung, Jawa Barat. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Dudygr)
Ayo Netizen 14 Mei 2026, 10:49

6 Tahapan Sertifikasi Profesi BNSP, Fresh Graduate Wajib Tahu!

Masih bingung bagaimana alur sertifikasi profesi BNSP? Simak 6 tahapan sertifikasi profesi BNSP lengkap mulai dari pendaftaran, asesmen, hingga terbit sertifikat kompetensi resmi.

Ilustrasi wisuda kuliah. (Sumber: Pexels | Foto: Gül Işık)
Beranda 13 Mei 2026, 21:00

Satu Tahun ayobandung.id dan Krisis Ingatan Kota

Setahun ayobandung.id diperingati lewat seminar tentang krisis ingatan Kota Bandung, membahas toponimi, lingkungan, dan pentingnya menjaga hubungan warga dengan kotanya.

T. Bachtiar berfoto bersama mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran usai seminar tentang toponimi, lingkungan, dan krisis ingatan Kota Bandung di Jatinangor, Selasa (13/5/2026). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 13 Mei 2026, 20:39

KDM dan Mas Nunu di Tahun 1990-an

Tahun 1990-an dua model rambut Demi Moore dan Keanu Reeves menggila mempengaruhi kawula muda Bandung dan ada istilah KDM atau Korban Demi Moore.

Tahun 1990-an dua model rambut Demi Moore dan Keanu Reeves menggila mempengaruhi kawula muda Bandung dan ada istilah KDM atau Korban Demi Moore. (Sumber: Facebook | Foto: Jadulover)
Wisata & Kuliner 13 Mei 2026, 18:37

Panduan Wisata Situ Gede Tasikmalaya, Botram di Danau Kota dengan Lanskap Tenang

Panduan wisata Situ Gede Tasikmalaya, danau alami dengan Pulau Nusa, perahu wisata, serta kisah tradisi lisan tentang Eyang Prabudilaya.

Wisata Situ Gede Tasikmalaya. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 13 Mei 2026, 16:58

Bandung Lautan Sampah

Kota Bandung masih menghadapi tantangan serius dengan 200 ton sampah per hari tidak terangkut.

Tumpukan sampah di Pasar Gedebage. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Ayo Netizen 13 Mei 2026, 14:15

Peran dan Tantangan Perempuan Multiidentitas di Kota Bandung

Kota Bandung tidak lepas dari peran seorang perempuan baik sebagai penggerak ekonomi kreatif maupun keterlibatannya dalam bidang sosial yang tidak luput dri tantangan sebagai perempuan multiidentitas.

Acara Bedah Buku Multiidentitas Karya Zahid Ibrahim (Sabtu, 09 Mei 2026) Gramedia Merdeka Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Wisata & Kuliner 13 Mei 2026, 06:42

5 Pantai Pilihan di Pelabuhan Ratu Sukabumi yang Wajib jadi Itinerary Wisata

Rekomendasi 5 pantai di Pelabuhan Ratu Sukabumi dengan karakter berbeda, dari pantai ramah keluarga hingga spot surfing terbaik.

Wisata Pantai Karang Hawu Palabuhanratu Sukabumi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 12 Mei 2026, 19:46

Lembangku Sayang, Lembangku Malang: Warga Lokal yang Termarjimalkan

Kawasan tempat tinggal saya sekarang di Lembang adalah sebuah tempat yang dahulunya hanyalah hutan belantara tak bertuan.

Tanjakan Cibogo tahun 1955. Masih kebun dan sawah, dan sekarang kebun semakin terdesak, sawah telah hilang. (Sumber: wereldculturn.nl)