Bandung dan Perjuangan Panjang Mengatasi Sampah

4 menit baca
M. Ilmi Hatta
Ditulis oleh M. Ilmi Hatta diterbitkan
Warga RW 19 Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antapani mengadaptasi pola penyelesaian sampah tanpa harus melakukan pengiriman ke TPA. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Warga RW 19 Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antapani mengadaptasi pola penyelesaian sampah tanpa harus melakukan pengiriman ke TPA. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)

AYOBANDUNG.ID - Kota Bandung sedang menghadapi ujian yang tidak ringan. Tumpukan sampah di sejumlah titik bukan hanya menghadirkan bau menyengat dan pemandangan yang mengganggu, tetapi juga menimbulkan kecemasan warga tentang masa depan kota ini. Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Kota Bandung yang dikomandani Wali Kota Bandung M. Farhan tidak tinggal diam. Berbagai langkah darurat dan perubahan sistem pengelolaan sampah sedang dijalankan secara bertahap untuk mencegah Bandung tenggelam dalam persoalan yang lebih besar.

Persoalan sampah di Kota Bandung bukan hanya sekadar urusan mengangkut limbah dari rumah ke tempat pembuangan akhir. Masalah sampah menyangkut kebiasaan dan budaya masyarakat dalam memperlakukan sampah, kesiapan infrastruktur, keterlibatan komunitas, hingga kemampuan pemerintah membangun sistem yang benar-benar berkelanjutan. Karena itu, perubahan yang sedang dilakukan Wali Kota Bandung dan jajarannya tidak semudah membalikkan telapak tangan dan tidak bisa diselesaikan hanya dalam hitungan hari atau bulan.

Salah satu langkah utama yang kini diterapkan adalah kewajiban memilah sampah dari rumah. Warga diminta memisahkan sampah organik, anorganik, dan residu sebelum diangkut petugas. Sampah organik diupayakan diolah lebih dekat dengan sumbernya, sementara sampah anorganik diarahkan untuk didaur ulang melalui bank sampah dan sistem pengelolaan lainnya. Kebijakan ini memang tidak selalu mudah diterima, tetapi pemerintah berusaha membangun kebiasaan baru yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Demi memudahkan warga menabung sampah, pengurus Bank Sampah Ikhtiar RW 15 secara rutin menjemput sampah pilahan dari rumah ke rumah. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Demi memudahkan warga menabung sampah, pengurus Bank Sampah Ikhtiar RW 15 secara rutin menjemput sampah pilahan dari rumah ke rumah. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Perubahan juga dilakukan di tingkat tempat penampungan sementara. TPS yang selama ini hanya menjadi lokasi penumpukan sampah mulai diubah menjadi tempat pengolahan terpadu. Di berbagai wilayah Kota Bandung, pemerintah bersama warga membangun fasilitas pengolahan berbasis komunitas melalui program GASLAH atau Gerakan Atasi Sampah Lanjut. Program ini menghadirkan komposter, budidaya maggot, biodigester, pencacah organik, hingga bank sampah yang dikelola warga setempat.

Langkah berikutnya adalah mendorong pasar tradisional, hotel, restoran, kafe, apartemen, sekolah, dan kantor untuk mengolah sampah organiknya secara mandiri. Pemerintah Kota Bandung juga membentuk Tim Reaksi Cepat Kebersihan yang bergerak menangani titik-titik darurat, membersihkan kawasan yang dipenuhi sampah, serta memantau lokasi rawan pada malam hingga dini hari. Kerja mereka sering tidak terlihat kamera maupun jurnalis, tetapi dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Namun harus diakui dengan jujur, seluruh program Pemerintah Kota Bandung itu belum berjalan sempurna. Mengubah kebiasaan jutaan warga jelas membutuhkan waktu. Tidak semua masyarakat sudah memahami pentingnya memilah sampah. Tidak semua wilayah memiliki lahan dan fasilitas pengolahan yang memadai. Masih ada petugas yang memerlukan pelatihan tambahan, dan masih banyak kawasan yang belum mampu menjalankan sistem pengelolaan secara optimal.

Di sisi lain, Kota Bandung menghasilkan sekitar 1.500 ton sampah setiap hari. Jumlah sebesar itu belum sepenuhnya bisa ditangani oleh kapasitas pengolahan yang tersedia saat ini. Karena itulah Wali Kota Bandung M. Farhan dan jajarannya memerlukan masa transisi yang realistis agar perubahan besar ini tidak berhenti di tengah jalan.

Aktivitas pengangkutan sampah menuju TPA Sarimukti di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Selasa 6 Mei 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha Sauqi)
Aktivitas pengangkutan sampah menuju TPA Sarimukti di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Selasa 6 Mei 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha Sauqi)

Sebenarnya ada dua harapan yang bisa diajukan kepada Kementerian Lingkungan Hidup. Pertama, memberi ruang bagi insinerator berizin untuk beroperasi maksimal sebagai solusi sementara bagi residu yang sulit diolah. Kedua, memberikan izin terbatas untuk pembuangan residu ke TPA Sarimukti dengan tonase yang terus dikurangi secara bertahap. Permintaan ini bukan bentuk kemunduran dari komitmen lingkungan, melainkan upaya menjaga agar kota tetap berjalan sambil sistem pengelolaan diperkuat sedikit demi sedikit.

Kota Bandung sesungguhnya sedang belajar menjadi kota yang lebih bertanggung jawab terhadap sampahnya sendiri. Wali kota dan jajarannya sedang bekerja, warga sedang beradaptasi, dan perubahan sedang berlangsung meski belum sempurna. Karena itu, yang dibutuhkan saat ini bukan hanya kritik, tetapi juga kesabaran, dukungan, dan kerja bersama.

Persoalan sampah tidak pernah selesai hanya dengan menyalahkan pemerintah atau masyarakat semata. Kota ini membutuhkan kesadaran kolektif bahwa setiap bungkus makanan, sisa dapur, dan plastik yang dibuang sembarangan akan kembali menjadi masalah bersama. Jika perubahan ini dijaga secara konsisten, Kota Bandung memiliki kesempatan untuk bangkit menjadi kota yang lebih bersih, sehat, dan bermartabat tanpa meninggalkan warganya di tengah proses yang berat.

Kota Bandung membutuhkan ruang untuk berbenah, bukan sekadar penilaian yang terburu-buru. Di balik setiap kebijakan yang dijalankan, ada upaya panjang untuk mengubah budaya, memperkuat sistem, dan menjaga agar kota ini tetap layak dihuni generasi mendatang. Perjalanan menuju kota yang lebih bersih memang tidak mudah, tetapi langkah itu sudah dimulai dan perlu dijaga bersama.

Kesadaran lingkungan harus tumbuh dari rumah, sekolah, tempat kerja, hingga ruang-ruang publik. Perubahan yang berkelanjutan hanya dapat tercapai jika pemerintah dan masyarakat bergerak dalam arah yang sama. Jalan menuju kota yang bersih mungkin sulit, tetapi perjalanan panjang telah dimulai dan harus terus dikerjakan secara kolektif.

Kota Bandung tidak boleh menyerah menghadapi persoalan ini karena masa depan kota dipertaruhkan. Semoga langkah-langkah Wali Kota Bandung M. Farhan beserta jajarannya dan masyarakat Kota Bandung menjadi kebaikan nyata bagi bumi, bagi kota, dan bagi generasi yang akan mewarisi Bandung dari kita.***

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Ayo Netizen 18 Agu 2026, 18:41

Pemborosan Pangan dalam Lingkungan Rumah serta Dampaknya Terhadap Lingkungan

Mengurangi food waste menjadi langkah sederhana untuk menjaga lingkungan dan mendukung ketahanan pangan.

Ilustrasi sampah makanan. (Sumber: Pexels | Foto: Sarah Chai)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 18:08

Pengaruh AI dalam Meningkatkan Efektivitas dan Akurasi di Dunia Akuntansi

Dalam dunia akuntansi Artificial Intelligence memudahkan dalam penyusunan laporan keuangan, meminimalisir kesalahan, mendeteksi adanya kecurangan, dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat.

ilustrasi dunia akuntansi. (Sumber: Pexels | Foto: RDNE Stock project)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 17:09

Masa Depan Forensic Accounting: Optimalisasi Artificial Intelligence dan Data Analytics dalam Mengungkap Korupsi di Indonesia

Memahami bagaimana peran dari artificial intelligence dan data analysis dalam forensic accounting dalam mengungkap fraud dan korupsi di Indonesia.

Ilustrasi akuntan. (Sumber: Pexels | Foto: Mikhail Nilov)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 15:30

Penggunaan Artificial Intelligence dan Simulasi Studi Kasus dalam Mengatasi Masalah Mahasiswa Akuntansi

AI dan simulasi studi kasus membantu mahasiswa akuntansi memahami perubahan standar, membandingkan GAAP, IFRS, dan SAK, serta melatih kemampuan menghadapi permasalahan akuntansi secara lebih realistis

Ilustrasi penggunaan AI. Simulasi studi kasus dan penggunaan Artificial Intelligence (AI) menjadi solusi inovatif untuk berbagai kendala yang dialami oleh mahasiswa akuntansi.
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 14:37

KDM Minta Maaf Gara-gara 80.000 Warga Jabar Masih Gelap-gelapan

Kang Dedi Mulyadi menyoroti 81 tahun kemerdekaan Indonesia. Ia menilai pemerintah masih memiliki pekerjaan besar untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di seluruh Jawa Barat secara merata.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, saat upacara hari kemerdekaan di Gedung Sate.  (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 13:48

Membaca Bahasa Kekuasaan di Balik Fenomena Pemasangan Pagar Mal Agustus 2026

Ketika mal-mal besar mendadak berpagar tinggi lalu semua pihak buru-buru membantah kaitannya dengan kerusuhan, yang tersingkap justru ketakutan itu sendiri.

Ilustrasi pagar di mal. (Sumber: Pexels | Foto: Thiago Calamita)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 10:49

Mengisi Kemerdekaan dengan Ilmu dan Integritas

Mari mengisi kemerdekaan dengan ilmu yang mencerahkan, pendidikan yang memanusiakan, teknologi yang beretika, agama yang menebarkan kedamaian, dan pengabdian yang menghadirkan kemaslahatan.

Ilustrasi bendera Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Daris Ardiansyah)
Wisata & Kuliner 18 Agu 2026, 10:06

Kebun Teh Jayanegara Sukabumi, Wisata Perkebunan dengan Panorama Gunung Salak

Hamparan kebun teh, kabut pagi, dan udara sejuk menjadi daya tarik utama Kebun Teh Jayanegara di Kecamatan Kabandungan, Sukabumi.

Kebun Teh Jayanegara Sukabumi. (Sumber: Instagram @smiling.wetjava)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 08:15

81 Tahun Merdeka, Untuk Siapa Kemerdekaan Bekerja?

Mungkin persoalannya bukan apakah Indonesia telah merdeka, melainkan ke mana kemerdekaan itu dibawa dan untuk siapa ia bekerja.

Pada sebuah acara peringatan Hari Kemerdekaan di Gedung Indonesia Menggugat. (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 07:48

Makna Hari Kemerdekaan: Wujudkan Bandung Berdikari dengan Optimasi Aset

Mewujudkan Bandung berdikari, mesti mengembangkan lebih banyak lagi ragam profesi atau jenis pekerjaan masa kini.

Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Pemkot Bandung (Sumber: bandung.go.id)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 21:22

Kedaulatan Komunikasi sebagai Wajah Baru Kemerdekaan

Di usia ke-81 RI, kemerdekaan bukan hanya soal wilayah, tetapi kedaulatan komunikasi: kemampuan berpikir jernih, memverifikasi kebenaran, dan berdialog sehat di tengah gempuran algoritma dan hoaks.

Apakah kemerdekaan hanya sebatas bebas dari kolonialisme fisik? (Sumber: Pexels/ahmad syahrir)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 19:20

Mengenai ‘Tujuh Belas Agustusan’ dan Apa Itu Fotografi pada Sejarah Visual (Bagian 2)

Menelusuri hubungan sejarah dan fotografi, dari foto sebagai rekaman masa lalu hingga teknologi visual mutakhir yang membuka cara baru dalam membaca sejarah.

Foto Cipanas Garut dengan view Gunung Guntur yang diambil Thilly Weissenborn. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 16:20

El Bahar dan Sang Merah Putih Menjelang Hari Kemerdekaan

Koran yang usianya kini telah mencapai 57 tahun itu hadir hanya dua hari menjelang peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Suratkabar El Bahar, salah satu surat kabar yang dikenal kritis dan cukup disegani pada masanya. (Koleksi: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 15:00

Mengenai ‘Tujuh Belas Agustusan’, dan Apa Itu Fotografi pada Sejarah Visual (Bagian 1)

Mengulas sejarah fotografi di Indonesia, perannya sebagai sumber sejarah visual, serta persoalan pelestarian arsip foto dalam merekam perjalanan kemerdekaan Indonesia.

Ilustrasi foto klasik. (Sumber: Pexels | Foto: tapoy)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 13:02

Refleksi Indonesia Merdeka

Dalam refleksi Indonesia merdeka adalah Indonesia harus terus belajar menjadi Indonesia yang adil, berdaulat, beradab dan manusiawi, itulah kemerdekaan sesungguhnya.

Acara pengibaran bendera Merah Putih berukuran 10×18 meter di Tebing Hawu, Kabupaten Bandung Barat, Senin 17 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 11:26

Bendera Berkibar Janji Ditebar

81 tahun kemerdekaan bukan semata-mata untuk kepentingan negara yang punya hajat. Tetapi masyarakat yang memiliki harapan untuk merdeka. Hidup di negeri ini dengan jutaan cita-cita.

Warga membentangkan bendera Merah Putih raksasa berukuran 10x18 meter sebagai persiapan pengibaran pada 17 Agustus 2026 di Tebing Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 10:05

Pendakian Gunung Bukit Tunggul via Taman Bincarung: Trek Pendakian, Lokasi, dan Harga Tiket

Pendakian Gunung Bukit Tunggul via Bincarung, informasi trek pendakian, lokasi gunung, dan harga tiket yang perlu diketahui sebelum melakukan pendakian.

Peta Pendakian Gunung Bukit Tunggul via Bincarung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Rio Praja)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 09:22

Ketimpangan Terselubung di Balik Pilihan Kos Mahasiswa

Ketimpangan dalam soal pilihan tempat kos mungkin tidak selalu kentara, tetapi dampaknya nyata dan berlapis.

Mahasiswa baru salah satu PTN mengikuti Sidang Terbuka Penerimaan Mahasiswa Baru. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Agu 2026, 21:58

Dari Kaki Gunung Wayang ke Ruang Sidang Doktoral: Saatnya Pendidikan Belajar Mengenali Keunikan

Jika setiap anak berbeda, mengapa sistem pendidikan kita masih begitu gemar menyeragamkan? Kisah Luthfi dari Kertasari membuka pertanyaan itu.

Luthfi Audia Pribadi dalam ujian promosi doktor di UPI, 13 Agustus 2026.
Ayo Netizen 16 Agu 2026, 18:15

Efektivitas Perusahaan Listrik sebagai Perusahaan Monopoli?

Ada berbagai bentuk pasar dalam perekonomian. Apakah perusahaan listrik sebagai perusahaan monopoli efektif?

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.