Bandung dan Perjuangan Panjang Mengatasi Sampah

4 menit baca
M. Ilmi Hatta
Ditulis oleh M. Ilmi Hatta diterbitkan Jumat 15 Mei 2026, 10:49 WIB
Warga RW 19 Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antapani mengadaptasi pola penyelesaian sampah tanpa harus melakukan pengiriman ke TPA. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)

Warga RW 19 Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antapani mengadaptasi pola penyelesaian sampah tanpa harus melakukan pengiriman ke TPA. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)

AYOBANDUNG.ID - Kota Bandung sedang menghadapi ujian yang tidak ringan. Tumpukan sampah di sejumlah titik bukan hanya menghadirkan bau menyengat dan pemandangan yang mengganggu, tetapi juga menimbulkan kecemasan warga tentang masa depan kota ini. Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Kota Bandung yang dikomandani Wali Kota Bandung M. Farhan tidak tinggal diam. Berbagai langkah darurat dan perubahan sistem pengelolaan sampah sedang dijalankan secara bertahap untuk mencegah Bandung tenggelam dalam persoalan yang lebih besar.

Persoalan sampah di Kota Bandung bukan hanya sekadar urusan mengangkut limbah dari rumah ke tempat pembuangan akhir. Masalah sampah menyangkut kebiasaan dan budaya masyarakat dalam memperlakukan sampah, kesiapan infrastruktur, keterlibatan komunitas, hingga kemampuan pemerintah membangun sistem yang benar-benar berkelanjutan. Karena itu, perubahan yang sedang dilakukan Wali Kota Bandung dan jajarannya tidak semudah membalikkan telapak tangan dan tidak bisa diselesaikan hanya dalam hitungan hari atau bulan.

Salah satu langkah utama yang kini diterapkan adalah kewajiban memilah sampah dari rumah. Warga diminta memisahkan sampah organik, anorganik, dan residu sebelum diangkut petugas. Sampah organik diupayakan diolah lebih dekat dengan sumbernya, sementara sampah anorganik diarahkan untuk didaur ulang melalui bank sampah dan sistem pengelolaan lainnya. Kebijakan ini memang tidak selalu mudah diterima, tetapi pemerintah berusaha membangun kebiasaan baru yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Demi memudahkan warga menabung sampah, pengurus Bank Sampah Ikhtiar RW 15 secara rutin menjemput sampah pilahan dari rumah ke rumah. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Demi memudahkan warga menabung sampah, pengurus Bank Sampah Ikhtiar RW 15 secara rutin menjemput sampah pilahan dari rumah ke rumah. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Perubahan juga dilakukan di tingkat tempat penampungan sementara. TPS yang selama ini hanya menjadi lokasi penumpukan sampah mulai diubah menjadi tempat pengolahan terpadu. Di berbagai wilayah Kota Bandung, pemerintah bersama warga membangun fasilitas pengolahan berbasis komunitas melalui program GASLAH atau Gerakan Atasi Sampah Lanjut. Program ini menghadirkan komposter, budidaya maggot, biodigester, pencacah organik, hingga bank sampah yang dikelola warga setempat.

Langkah berikutnya adalah mendorong pasar tradisional, hotel, restoran, kafe, apartemen, sekolah, dan kantor untuk mengolah sampah organiknya secara mandiri. Pemerintah Kota Bandung juga membentuk Tim Reaksi Cepat Kebersihan yang bergerak menangani titik-titik darurat, membersihkan kawasan yang dipenuhi sampah, serta memantau lokasi rawan pada malam hingga dini hari. Kerja mereka sering tidak terlihat kamera maupun jurnalis, tetapi dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Namun harus diakui dengan jujur, seluruh program Pemerintah Kota Bandung itu belum berjalan sempurna. Mengubah kebiasaan jutaan warga jelas membutuhkan waktu. Tidak semua masyarakat sudah memahami pentingnya memilah sampah. Tidak semua wilayah memiliki lahan dan fasilitas pengolahan yang memadai. Masih ada petugas yang memerlukan pelatihan tambahan, dan masih banyak kawasan yang belum mampu menjalankan sistem pengelolaan secara optimal.

Di sisi lain, Kota Bandung menghasilkan sekitar 1.500 ton sampah setiap hari. Jumlah sebesar itu belum sepenuhnya bisa ditangani oleh kapasitas pengolahan yang tersedia saat ini. Karena itulah Wali Kota Bandung M. Farhan dan jajarannya memerlukan masa transisi yang realistis agar perubahan besar ini tidak berhenti di tengah jalan.

Aktivitas pengangkutan sampah menuju TPA Sarimukti di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Selasa 6 Mei 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha Sauqi)
Aktivitas pengangkutan sampah menuju TPA Sarimukti di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Selasa 6 Mei 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha Sauqi)

Sebenarnya ada dua harapan yang bisa diajukan kepada Kementerian Lingkungan Hidup. Pertama, memberi ruang bagi insinerator berizin untuk beroperasi maksimal sebagai solusi sementara bagi residu yang sulit diolah. Kedua, memberikan izin terbatas untuk pembuangan residu ke TPA Sarimukti dengan tonase yang terus dikurangi secara bertahap. Permintaan ini bukan bentuk kemunduran dari komitmen lingkungan, melainkan upaya menjaga agar kota tetap berjalan sambil sistem pengelolaan diperkuat sedikit demi sedikit.

Kota Bandung sesungguhnya sedang belajar menjadi kota yang lebih bertanggung jawab terhadap sampahnya sendiri. Wali kota dan jajarannya sedang bekerja, warga sedang beradaptasi, dan perubahan sedang berlangsung meski belum sempurna. Karena itu, yang dibutuhkan saat ini bukan hanya kritik, tetapi juga kesabaran, dukungan, dan kerja bersama.

Persoalan sampah tidak pernah selesai hanya dengan menyalahkan pemerintah atau masyarakat semata. Kota ini membutuhkan kesadaran kolektif bahwa setiap bungkus makanan, sisa dapur, dan plastik yang dibuang sembarangan akan kembali menjadi masalah bersama. Jika perubahan ini dijaga secara konsisten, Kota Bandung memiliki kesempatan untuk bangkit menjadi kota yang lebih bersih, sehat, dan bermartabat tanpa meninggalkan warganya di tengah proses yang berat.

Kota Bandung membutuhkan ruang untuk berbenah, bukan sekadar penilaian yang terburu-buru. Di balik setiap kebijakan yang dijalankan, ada upaya panjang untuk mengubah budaya, memperkuat sistem, dan menjaga agar kota ini tetap layak dihuni generasi mendatang. Perjalanan menuju kota yang lebih bersih memang tidak mudah, tetapi langkah itu sudah dimulai dan perlu dijaga bersama.

Kesadaran lingkungan harus tumbuh dari rumah, sekolah, tempat kerja, hingga ruang-ruang publik. Perubahan yang berkelanjutan hanya dapat tercapai jika pemerintah dan masyarakat bergerak dalam arah yang sama. Jalan menuju kota yang bersih mungkin sulit, tetapi perjalanan panjang telah dimulai dan harus terus dikerjakan secara kolektif.

Kota Bandung tidak boleh menyerah menghadapi persoalan ini karena masa depan kota dipertaruhkan. Semoga langkah-langkah Wali Kota Bandung M. Farhan beserta jajarannya dan masyarakat Kota Bandung menjadi kebaikan nyata bagi bumi, bagi kota, dan bagi generasi yang akan mewarisi Bandung dari kita.***

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Ayo Netizen 16 Jun 2026, 11:04

Karya Purbakala di Hari Purbakala: Sambung Menyambung Tentang Kota Bandung

Karya-karya mahasiswa arkeologi tentang Kota Bandung

Sebuah gua alami yang menyimpan situs purbakala, Gua Pawon. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nuryahya64)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:31

Mengenang Ny. Liem: Maestro Boga dari Kota Kembang dan Legacy di Industri Tata Boga Indonesia

Ny. Liem menempati posisi penting sebagai pionir yang menetapkan standar emas dalam seni pembuatan kue dan pastry.

Produk kemasan dari toko Ny. Liem di Jln. Naripan No.52, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Google Maps Review | Foto: Elvita Yuli)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:19

Peran para Pendukung Tim Lokal di Kota Bandung Terhadap Keberlangsungan Persib

Menelaah faktor keberhasilan Maung Bandung pada periode terbaru di era sepakbola modern.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 08:40

Biaya Parkir: Faktor Kecil yang Ternyata Menentukan Pilihan Kita Saat Belanja

Biaya parkir ternyata ikut menentukan pilihan tempat belanja kita. Kecil tapi berdampak besar pada persepsi, kepuasan, dan loyalitas konsumen.

Keputusan Konsumen untuk belanja goyah karena adanya parkir (Foto: muhammad yogi)
Bandung 15 Jun 2026, 21:16

Kolaborasi Bekali Kopi Bersama Petani Lembang Dorong Peningkatan Ekonomi dan Regenerasi Sektor Kopi

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting.

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 18:19

UMKM 'Jangan Cuma Dagang' untuk Berkembang, Belajar dari Perjalanan Bisnis Kebab Factory

Bagi Widya, Rumah BUMN Bandung bukan sekadar tempat pelatihan.

Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 17:27

Perjalanan Sate Maranggi sebagai Kuliner Khas Kabupaten Purwakarta

Lebih dari sekadar nilai gastronomi, Sate Maranggi mengandung nilai-nilai sosial sebagai pemersatu masyarakat Purwakarta.

Sate Maranggi khas Purwakarta (Sumber: Dokumentasi milik pribadi)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 16:44

Panduan Wisata Kuliner Empal Gentong Cirebon, Jejak Sejarah Kota Pelabuhan dalam Semangkuk Kuah

Kenali sejarah empal gentong Cirebon, perbedaannya dengan empal asem, rekomendasi warung legendaris, serta tips menikmati hidangan khas ini.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 16:40

Punya Varian Produk Tak Biasa, Kebab Factory Bisa Ekspor ke Malaysia dan Singapura berkat 'Ide Anak'

Perjalanan Kebab Factory, UMKM Kota Bandung yang terkenal dengan produk uniknya.

Kebab ice cream mellowberry, salah satu varian produk Kebab Faktory di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 15:54

Wayang Wong: Kesenian Unik yang Mengganti Peran Boneka Menggunakan Manusia

Tentang wayang wong, salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggabungkan tari, musik, dan drama.

Wayang Wong Ramayana. (Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 13:17

Hijrah, Ubah, dan Arah

Hijrah digital bukanlah tentang meninggalkan teknologi, melainkan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk mendekat pada nilai-nilai kebaikan.

Diskusi Film "Hijrah Digital" Ajak Mahasiswa Refleksi Literasi Digital dan Peran AI dalam Keberagamaan (Sumber: instagram @moeslimah_produktif)
Beranda 15 Jun 2026, 13:02

Jejak Ksatria di Gang Maksudi: Menjaga Amanah, Menghidupkan Nadi Ekonomi Negeri

Kisah Hasan, seorang kurir JNE di Bandung yang sempat dibegal saat berteduh karena hujan, namun kini sudah kembali bekerja berkat bantuan dari tempatnya bekerja.

Kepala Cabang Utama JNE Bandung Iyus Rustandi menyerahkan bantuan sepeda motor baru kepada Hasan sebagai bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan karyawannya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Linimasa 15 Jun 2026, 12:58

Ketika Selisih Harga BBM Terasa Sampai Akhir Bulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengendara memilih antre demi mendapatkan Pertalite.

Pengendara rela mengantre lebih panjang di SPBU setelah kenaikan harga BBM Pertamax. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 11:28

Dulu Pakai Ritual, Kini Pakai Kimia: Perubahan Praktik Bertani di Desa Pamoyanan

Perjalanan pertanian Desa Pamoyanan merekam pergeseran dari sistem kepercayaan Sunda Buhun menuju metode pertanian modern yang dianggap lebih efektif dan rasional.

Foto Hamparan sawah di Desa Pamoyanan, Cianjur Selatan, pada 21 Maret 2026. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nadhil Ayudiya Az Zahra)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 09:59

Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

Mengatasi krisis bahan baku industri tekstil dengan ulat sutra.

Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)
Beranda 15 Jun 2026, 09:46

Jejak Persib di Kota Bandung, Jalan-jalan Bobotoh Menyusuri Memori yang Nyaris Dilupakan

Bobotoh menyusuri jejak sejarah Persib di berbagai sudut Kota Bandung, mengungkap kisah, tempat, dan memori yang nyaris terlupakan oleh waktu.

Peserta Bobotoh Story Walk menyusuri jalanan Bandung sambil mendengarkan kisah-kisah yang membentuk sejarah Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 15 Jun 2026, 08:43

Layangan Adu, Hobi yang Tidak Lekang oleh Usia

Layangan adu tetap digemari lintas usia dan menjadi ruang silaturahmi para pehobinya.

Layangan adu, hobi yang tak mengenal usia. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 08:40

Sinergi Batalyon Pangan dengan Petani Mengatasi Deflasi Komoditas Pertanian

Eksistensi Yonif TP sebaiknya turut menyelesaikan masalah hilir komoditas pertanian hingga ke pasar induk atau pasar tradisional serta pasar modern.

Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 19:00

Di Era Digital Kita Hidup dalam Situasi Alone Together

Di era digital, kita telah terjebak dengan hubungan teknologi dalam berkoneksi dengan sesama.

Ilustrasi teknologi digital di sekitar generasi muda saat ini. (Sumber: Pexels/Ron Lach)