Musrenbang, Prakarsa, dan Ketimpangan Anggaran Pembangunan Kota Bandung

2 menit baca
Dadang Suhenda
Ditulis oleh Dadang Suhenda diterbitkan
Halte di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Raka Miftah)
Halte di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Raka Miftah)

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) selalu diposisikan sebagai jantung pembangunan partisipatif di Kota Bandung. Dari rembug warga di tingkat RT dan RW, masyarakat diajak membicarakan persoalan paling nyata di lingkungannya seperti: jalan rusak, minim penerangan, sanitasi, air bersih, hingga rumah tidak layak huni. Pada tahap ini, partisipasi warga sejatinya berjalan dengan baik. Namun persoalan justru muncul ketika aspirasi tersebut memasuki ruang perencanaan formal.

Banyak usulan warga tidak berlanjut karena terbentur kamus usulan. Diantaranya: perbaikan jalan harus tercatat dalam SK jalan Wali Kota, PSU perumahan wajib diserahkan pengembang kepada pemerintah kota, terdapat ketentuan lebar jalan dan volume minimal pekerjaan, hingga syarat kepemilikan rumah untuk program rutilahu. Situasi ini diperparah oleh fakta bahwa sebagian persyaratan teknis kerap baru mucul setelah usulan disampaikan oleh RT dan RW. Akibatnya, Musrenbang perlahan bergeser dari ruang dialog menjadi mekanisme seleksi administratif.

Kota Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: uji kanggo gumilang)
Kota Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: uji kanggo gumilang)

Program Prakarsa hadir sebagai jalur alternatif. Kehadiran program ini patut diapresiasi karena memberi harapan bagi usulan yang tidak tertampung dalam Musrenbang. Namun Prakarsa pun belum sepenuhnya lepas dari persoalan sistemik, terutama pada sistem input kegiatan dan harga yang masih dikunci secara kaku.

Dalam beberapa jenis kegiatan, pengusul hanya disodori pilihan spesifikasi dan harga tertinggi. Contohnya pada pengadaan mesin submersible air, sistem hanya menyediakan spesifikasi hingga 2,5 PK, padahal kebutuhan di lapangan sering kali cukup ¾ PK dengan harga jauh lebih rendah. Ketika sistem memaksa spesifikasi berlebih, potensi pemborosan anggaran dan ketidaktepatan program menjadi konsekuensi yang sulit dihindari.

Persoalan Musrenbang dan Prakarsa semakin kompleks ketika dikaitkan dengan pola pembagian anggaran. Kota Bandung sejatinya telah memiliki instrumen penting berupa klasifikasi hasil analisis LACI RW, yang membagi wilayah ke dalam kategori Pratama, Muda, Madya, dan Utama. Secara logika kebijakan, wilayah dengan klasifikasi Pratama dan Muda—yang relatif tertinggal—seharusnya menjadi fokus utama pembangunan.

Baca Juga: Sukuk: Di Balik Kegagalan Narasi, Ada Patriotisme yang Tertahan

Namun yang terjadi saat ini, alokasi anggaran masih cenderung dibagi rata. Bahkan terdapat kecenderungan wilayah dengan klasifikasi terendah justru menerima porsi lebih kecil dibanding wilayah yang sudah relatif mapan. Kondisi ini diperparah oleh penggunaan basis data pembangunan yang belum terintegrasi secara optimal. LACI RW seharusnya dikombinasikan dengan DTSEN, SK kawasan kumuh, dan data sektoral lainnya agar kebijakan lebih tajam dan tepat sasaran.

Pada akhirnya, persoalan Musrenbang dan Program Prakarsa bukan semata soal teknis perencanaan, melainkan soal keberpihakan kebijakan. Selama kamus usulan tetap kaku, sistem harga tidak fleksibel, dan anggaran dibagi tanpa mempertimbangkan tingkat ketertinggalan wilayah, pembangunan partisipatif akan sulit mencapai tujuannya.

Pembangunan kota bukan sekadar soal angka dan prosedur, melainkan tentang keberanian berpihak pada kebutuhan yang paling nyata. Musrenbang dan Prakarsa hanya akan bermakna jika mampu menembus batas sistem dan hadir di gang-gang kecil tempat harapan warga tumbuh. Di sanalah keadilan pembangunan seharusnya bermula. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 06 Okt 2026, 19:22

Ruang Kreatif Revitalisasi Bahasa Ibu

Sering kali orang tua jarang menggunakan bahasa daerah di rumah karena memilih membiasakan anak berbahasa Indonesia. Terkait ini ketika orang tua berlatar beda suku dan beda bahasa.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 18:23

Mengenang Peristiwa G30S Melalui Lembaran Berita Yudha

Membuka kembali Berita Yudha edisi 30 Oktober 1965, berarti membuka sebuah jendela menuju Indonesia beberapa pekan setelah G30S.

Halaman Muka surat kabar Berita Yudha edisi Oktober 1965, yang merekam pemberitaan mengenai situasi dan peristiwa penting di Indonesia pasca-G30S. (Foto: Kin Sanubary)
Bandung 06 Okt 2026, 17:53

Mengintip Potensi Ekonomi Kreatif Kota Bandung Lewat Layar Perfilman dan Kolaborasi Komunitas

Tren pemutaran film independen, festival sinema alternatif, hingga pertumbuhan ruang pemutaran komunitas di Kota Kembang membuktikan tingginya dahaga publik terhadap ragam narasi visual.

Bandung World Cinema (BWC) 2026 dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif di Kota Bandung.
Sejarah 06 Okt 2026, 17:16

Sejarah Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia

Jejak naturalisasi Timnas Indonesia bukan fenomena baru. Perjalanan dari Van der Vin pada era 1950-an hingga gelombang diaspora saat ini.

Pemain Timnas Indonesia dalam laga kontra Thailand dalam Asean Cup 2026. (Sumber: Vidio)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 17:03

Bandung, Banjir, dan Rutinitas Tahunan yang Tak Pernah Ada Solusi

Banjir di Bandung kerap kali menjadi event tahunan yang tidak pernah menemukan solusi yang pasti.

Banjir Tahunan di Kab. Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 16:29

Pesona Garut: 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Lanskap alam Kabupaten Garut menyajikan kekayaan vegetasi dan topografi yang memikat.

Situ Cangkuang, Leles, Garut. (Sumber: Wikimedia Commons/Lisensi CC | Foto: Mssetiadi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 15:33

Cagar Budaya dan Ragam Gaya Bangunannya di Kota Bandung

Jelajahi pesona sejarah Kota Bandung melalui jejak Cagar Budaya. Temukan kisah unik di balik arsitektur ikonis Art Deco, situs kolonial dan warisan legendaris yang tetap lestari hingga kini.

Gedung Sate, Bandung, 2024 (Sumber: Wikipedia | Foto: Rahmat Denas)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 13:08

RT/RW di Bandung Tidak Perlu Jadi Densus 88 Kecil-kecilan

Teror adalah peristiwa langka. Pergantian penghuni kontrakan adalah peristiwa sehari-hari.

Tim Densus 88. (Sumber: ayobandung.com | Foto: suara.com via ayobandung.com)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 10:49

Membincangkan Hujan di Musim Kemarau

Membicarakan hujan dalam kacamata kesadaran lingkungan dan seni.

Ilustrasi musim hujan. (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 06:30

PHBS Sebagai Modalitas Kesehatan Warga Kota Bandung

Tahun 2026 ini, influenza tipe A ini menjadi gambaran yang sama, meski oleh pemerintah tidak lagi di-covidkan. Namun kekhawatiran masyarakat tetap trauma dan ketakutan berlebihan.

Ilustrasi penderita influenza.
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 20:09

Ruang Terbuka Hijau di 30 Kecamatan di Kota Bandung

Artikel ini mengulas kondisi Ruang Terbuka Hijau di 30 kecamatan Kota Bandung. Temukan sebaran, fasilitas publik, keasrian lingkungan dan upaya pelestarian taman kota demi Bandung yang lebih asri.

Aktivitas warga di taman Alun-Alun Cicendo, Kota Bandung, Sabtu, 9 Juli 2022. (Sumber: Ayobandung | Foto: Magang Foto/Algifari Tohaga Abdillah)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 19:22

Ketika Wajah-Wajah Populer Mengisi Halaman Majalah Selecta Edisi Oktober 1970

Membuka kembali majalah lawas selalu menghadirkan sensasi tersendiri. Begitu pula ketika kembali membaca Majalah Selecta edisi Oktober 1970.

Hastarita Abdullah, fotomodel 17 tahun, tampil di sampul depan Majalah Selecta edisi Oktober 1970. Sementara Trio Nindya Sisters, tiga bersaudari asal Solo, tampil di sampul belakang, 56 tahun silam. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 17:03

10 Netizen Terpilih September 2026, Menangkap Ragam Isu Bandung dan Jawa Barat

Redaksi Ayobandung.id mengumumkan 10 penulis terbaik kanal "Ayo Netizen" untuk periode September 2026, dengan total hadiah tetap Rp1,5 juta.

Simulasi penanganan bencana gempa bumi akibat Sesar Lembang. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 16:16

Ronda Malam: Mereka yang Berjaga saat Warga Terlelap

Ketika warga terlelap, petugas ronda tetap terjaga. Di RW 10 Kelurahan Karang Mekar, Kota Cimahi, ronda malam menjadi ikhtiar keamanan sekaligus bukti bahwa semangat gotong royong masih menyala.

Ilustrasi warga Indonesia sedang ronda. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan Gemini AI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 15:02

Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandung

Kota Bandung kini terus berbenah menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH). Selain berfungsi menjaga keseimbangan alam dan menekan polusi, kehadiran taman kota ini juga menjadi sarana rekreasi warga.

Taman di Jl. Tongkeng No.46, Merdeka, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 13:41

Mencegah KBGO di Kampus: Bukan Lagi Soal Perempuan Menjaga Diri

Seruan agar perempuan "pandai menjaga diri" di ruang digital tak lagi cukup. Kampus harus hadir secara sistemik menjamin ekosistem belajar yang aman bagi mahasiswi.

Pembukaan Latsar CPNS Tahun 2022 (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SkTAN)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 11:04

Kesehatan Mental Kita di Hari Sumpah Pemuda

Refleksi peringatas Sumpah Pemuda dengan isu keshatan mental.

Sumpah Pemuda & Kesehatan Mental. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 10:14

Amit-Amit, Jangan sampai Keranda Jadi Alat Ukur Tata Kota

Keranda seharusnya hanya mengantar manusia ke tempat peristirahatan terakhir. Ia jangan sampai berubah menjadi alat ukur apakah sebuah kota bekerja dengan baik atau tidak.

Lahan pekuburan di salah satu sudut Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 19:10

Batik dari Warisan Budaya Tradisional Menuju Fashion Internasional

Tahun 2009, UNESCO telah telah memasukkan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Batik perlu bergerak dari craft based economy menuju creative fashion industry. Dan dari produk menjadi nilai.

Koleksi batik Retno Mulyo. (Sumber: Batik Retno Mulyo)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 16:38

Memikirkan Kembali Sumber Daya Energi Baru: Terbarukan Berbiaya Murah dan Ramah Lingkungan

Mengulas solusi energi baru dan terbarukan yang murah serta ramah lingkungan.

Pengelola Waduk Jatiluhur menyebutkan kemarau panjang pada Juli 2023 menyebabkan tinggi muka air waduk mengalami penyusutan hingga 10 meter atau 2 meter diambang batas kritis. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)