Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Musrenbang, Prakarsa, dan Ketimpangan Anggaran Pembangunan Kota Bandung

Dadang Suhenda
Ditulis oleh Dadang Suhenda diterbitkan Rabu 11 Feb 2026, 17:29 WIB
Halte di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Raka Miftah)

Halte di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Raka Miftah)

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) selalu diposisikan sebagai jantung pembangunan partisipatif di Kota Bandung. Dari rembug warga di tingkat RT dan RW, masyarakat diajak membicarakan persoalan paling nyata di lingkungannya seperti: jalan rusak, minim penerangan, sanitasi, air bersih, hingga rumah tidak layak huni. Pada tahap ini, partisipasi warga sejatinya berjalan dengan baik. Namun persoalan justru muncul ketika aspirasi tersebut memasuki ruang perencanaan formal.

Banyak usulan warga tidak berlanjut karena terbentur kamus usulan. Diantaranya: perbaikan jalan harus tercatat dalam SK jalan Wali Kota, PSU perumahan wajib diserahkan pengembang kepada pemerintah kota, terdapat ketentuan lebar jalan dan volume minimal pekerjaan, hingga syarat kepemilikan rumah untuk program rutilahu. Situasi ini diperparah oleh fakta bahwa sebagian persyaratan teknis kerap baru mucul setelah usulan disampaikan oleh RT dan RW. Akibatnya, Musrenbang perlahan bergeser dari ruang dialog menjadi mekanisme seleksi administratif.

Kota Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: uji kanggo gumilang)
Kota Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: uji kanggo gumilang)

Program Prakarsa hadir sebagai jalur alternatif. Kehadiran program ini patut diapresiasi karena memberi harapan bagi usulan yang tidak tertampung dalam Musrenbang. Namun Prakarsa pun belum sepenuhnya lepas dari persoalan sistemik, terutama pada sistem input kegiatan dan harga yang masih dikunci secara kaku.

Dalam beberapa jenis kegiatan, pengusul hanya disodori pilihan spesifikasi dan harga tertinggi. Contohnya pada pengadaan mesin submersible air, sistem hanya menyediakan spesifikasi hingga 2,5 PK, padahal kebutuhan di lapangan sering kali cukup ¾ PK dengan harga jauh lebih rendah. Ketika sistem memaksa spesifikasi berlebih, potensi pemborosan anggaran dan ketidaktepatan program menjadi konsekuensi yang sulit dihindari.

Persoalan Musrenbang dan Prakarsa semakin kompleks ketika dikaitkan dengan pola pembagian anggaran. Kota Bandung sejatinya telah memiliki instrumen penting berupa klasifikasi hasil analisis LACI RW, yang membagi wilayah ke dalam kategori Pratama, Muda, Madya, dan Utama. Secara logika kebijakan, wilayah dengan klasifikasi Pratama dan Muda—yang relatif tertinggal—seharusnya menjadi fokus utama pembangunan.

Baca Juga: Sukuk: Di Balik Kegagalan Narasi, Ada Patriotisme yang Tertahan

Namun yang terjadi saat ini, alokasi anggaran masih cenderung dibagi rata. Bahkan terdapat kecenderungan wilayah dengan klasifikasi terendah justru menerima porsi lebih kecil dibanding wilayah yang sudah relatif mapan. Kondisi ini diperparah oleh penggunaan basis data pembangunan yang belum terintegrasi secara optimal. LACI RW seharusnya dikombinasikan dengan DTSEN, SK kawasan kumuh, dan data sektoral lainnya agar kebijakan lebih tajam dan tepat sasaran.

Pada akhirnya, persoalan Musrenbang dan Program Prakarsa bukan semata soal teknis perencanaan, melainkan soal keberpihakan kebijakan. Selama kamus usulan tetap kaku, sistem harga tidak fleksibel, dan anggaran dibagi tanpa mempertimbangkan tingkat ketertinggalan wilayah, pembangunan partisipatif akan sulit mencapai tujuannya.

Pembangunan kota bukan sekadar soal angka dan prosedur, melainkan tentang keberanian berpihak pada kebutuhan yang paling nyata. Musrenbang dan Prakarsa hanya akan bermakna jika mampu menembus batas sistem dan hadir di gang-gang kecil tempat harapan warga tumbuh. Di sanalah keadilan pembangunan seharusnya bermula. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dadang Suhenda
Peneliti demografi sosial di BRIN, menautkan riset dan pengabdian sebagai Ketua Forum RW Panyileukan serta Direktur Bank Sampah RESIK 04.

Berita Terkait

News Update

Bandung 30 Mar 2026, 17:03

The Hallway Space: Menyulap Pasar Tradisional Jadi Ruang Bisnis Kreatif Anak Bandung

The Hallway Space, ruang kebebasan dengan fungsi sebagai wadah cakupan kolektif dari para pelaku industri kreatif yang memiliki visi untuk bertumbuh bersama dalam satu cakupan ekosistem.

The Hallway Space, ruang kebebasan dengan fungsi sebagai wadah cakupan kolektif dari para pelaku industri kreatif yang memiliki visi untuk bertumbuh bersama dalam satu cakupan ekosistem. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 16:24

Anomali Saat Lebaran Tahun 1980-an

Pada hari Lebaran banyak orang-orang yang terlibat dalam permainan lotre atau judi padahal kbaru saja menjalani shaum Ramadan

Masjid Agung Bandung (Alun-Alun) pada tahun 1980-an. (Sumber: Twitter | Foto: @arbainrambey)
Linimasa 30 Mar 2026, 15:12

Jejak Serangan Berdarah Israel terhadap Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon

Sejarah mencatat berbagai serangan terhadap UNIFIL di Lebanon, dari tragedi Qana 1996 hingga insiden terbaru yang menewaskan prajurit Indonesia.

Latihan bersama Kontingen Garuda dengan Lebanese Armed Forces. (Sumber: tniad.mil.id)
Beranda 30 Mar 2026, 14:43

Jejak Perjalanan Motor Pemudik dari Kiaracondong ke Kampung Halaman

Mudik tak selalu identik dengan lelah di jalan. Lewat program Motis, ratusan sepeda motor diangkut dengan kereta dari Kiaracondong, menghadirkan perjalanan pulang yang lebih aman, ringan, dan manusiaw

Rapi berjejer, sepeda motor pemudik yang sudah “dibungkus” siap diberangkatkan menuju tujuan masing-masing. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 13:56

Kakarén dan Hidup Setelah Lebaran

Kakarén Lebaran bisa dibaca sebagai metafora yang menarik.

produksi kue kering di pabrik kue J&C Cookies, Cimenyan, Kabupaten Bandung pada Rabu, 27 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 12:37

Transportasi Laut Pemudik: Antara Pelayaran Rakyat Anak Tiri dan Pelayaran Pelat Merah Anak Emas

Kegiatan penyeberangan dengan pelayaran rakyat sarat dengan bahaya.

Ilustrasi kapal pelayaran rakyat. (Sumber: Pexels | Foto: Agus Triwinarso)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 09:40

Ketika Utilitas Melanggar Ruang Manfaat Jalan

Utilitas seperti kabel menjuntai dan galian kabel di permukaan jalan di Bandung melanggar ruang manfaat jalan.

Lakalantas tunggal di Jalan Perintis Kemerdekaan akibat bekas galian kabel PLN, Kamis (26/3/2026). (Sumber: Instagram/@im.bethh___)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 08:40

Jabar Mesti Berani Revolusi untuk Mencetak SDM Terbarukan

SDM terbarukan memiliki etos kerja, kompetensi, daya literasi, kreativitas dan inovasi yang sesuai dengan tantangan zaman

Ilustrasi revolusi ketenagakerjaan di Jabar (Sumber: Meta | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 18:16

Prospek Usaha Florikultura saat Lebaran dan Reinventing Kota Kembang

Prospek usaha bunga potong atau Florikultura saat lebaran bisa reinventing predikat kota kembang.

Pasar kembang Wastukencana kota Bandung (Sumber: pasarbungawastukencana.com)
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 14:03

Habis Lebaran, Terbitlah Hajatan

Menikah di bulan Syawal menjadi simbol dimulainya kehidupan baru dengan jiwa yang kembali fitri, suci.

Pemerintah Kota Bandung menggelar nikah gratis bagi 10 pasangan dengan dengan berbagai fasilitas dalam rangka Hari Jadi Kota Bandung ke-215. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 12:06

Syawal adalah Harapan

Bulan Syawal—sebuah fase yang bukan sekadar penanda berakhirnya ibadah sebulan penuh, melainkan awal dari harapan yang diperbarui.

Pemudik sepeda motor melintasi Kota Bandung pada Sabtu, 14 Maret 2025, dengan pilihan perjalanan hemat dan berbagai konsekuensinya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mar 2026, 09:43

Sejarah Tahu Gejrot, Legenda Kuliner yang Berawal dari Pabrik di Pesisir Cirebon

Tahu gejrot lahir dari industri tahu di Cirebon, berkembang dari makanan buruh menjadi jajanan jalanan legendaris di banyak kota.

Tahu gejrot khas Cirebon.
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 09:20

Jalan Gelap di Bandung Memperbesar Risiko Keselamatan bagi Semua Pengguna Jalan

Jalan gelap di Bandung meningkatkan risiko kecelakaan dan kejahatan.

Jalan 'miskin lampu' di Bandung. (Sumber: Instagram @infobandungkota)
Beranda 28 Mar 2026, 11:07

Pedagang Mengenang Terminal Cicaheum yang Tak Lagi Ramai

Terminal Cicaheum di Bandung kini tak lagi seramai dulu. Pedagang lama bertahan di tengah penurunan penumpang, perubahan transportasi, dan kenangan masa lalu yang masih membekas.

Tak lagi dipadati penumpang, Terminal Cicaheum kini menyisakan cerita dan kenangan di setiap sudutnya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 28 Mar 2026, 10:29

Kemacetan Pacira Saat Lebaran Ubah Pola Wisatawan

Kemacetan parah di jalur Pacira saat Lebaran berdampak pada kunjungan wisata, sebagian naik signifikan, sebagian lainnya justru turun.

Satlantas Polresta Bandung mengurai kemacetan di jalur Ciwidey. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 22:02

Jejak Bahasa, Dakwah, dan Tradisi Lebaran di Jawa dalam Kata ‘Ketupat

Sejak kapan ketupat menjadi simbol Idul Fitri? Dan benarkah kata “kupat” berasal dari “ngaku lepat”—mengakui kesalahan?

Warga menganyam daun kelapa menjadi cangkang ketupat di kawasan Blok Ketupat, Caringin, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 18:01

Mengenang Sambas Mangundikarta, Penyiar RRI–TVRI dan Pencipta Lagu Manuk Dadali

Nama Sambas Mangundikarta tidak dapat dipisahkan dari Kota Bandung.

Sambas Mangundikarta, sosok panutan dalam dunia penyiaran Indonesia. (Sumber: Istimewa)
Ikon 27 Mar 2026, 17:33

Sejarah Salak Pondoh, Buah Ikon Jogja dari Empat Biji Pemberian

Salak pondoh yang kini menjadi ikon pertanian Sleman berawal dari empat biji yang ditanam di lereng Merapi sekitar 1917. Dari kebun kecil desa, buah ini berkembang menjadi komoditas besar.

Ilustrasi salak Pondoh.
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 16:27

Lebaran Telah Usai, Keselamatan Kerja Industri Distribusi BBM Tidak Boleh Kendor

Musim pancaroba menyebabkan temperatur ekstrim, ancaman puting beliung dan sambaran petir setiap saat mengancam aktivitas industri distribusi BBM.

Ilustrasi kasus kebakaran akibat kecelakaan kerja pada industri distribusi BBM (Sumber: Meta | Foto: Arif Minardi)