Menumbuhkan Kreativitas Anak di Masa Golden Age

kurniawan abuwijdan
Ditulis oleh kurniawan abuwijdan diterbitkan Selasa 10 Feb 2026, 12:26 WIB
Hasil mewarnai kaos pada acara Gebyar Himpaudi Kabupaten Bandung. (Sumber: Paud Arifah)

Hasil mewarnai kaos pada acara Gebyar Himpaudi Kabupaten Bandung. (Sumber: Paud Arifah)

Setiap anak terlahir unik dan membawa potensi kecerdasannya masing-masing. Menurut teori kecerdasan majemuk (Multiple Intelligences) Howard Gardner, terdapat sembilan jenis kecerdasan pada anak, yaitu kecerdasan bahasa, logis-matematis, visual, kinestetik, musik, intrapersonal, interpersonal, naturalis, serta eksistensial atau moral. Setiap anak memiliki kombinasi kecerdasan yang berbeda, yang perlu dipahami dan dikembangkan melalui pendekatan yang tepat.

Masa anak usia dini merupakan periode emas (golden age) dalam perkembangan manusia. Pada fase ini, otak anak berkembang sangat pesat, rasa ingin tahu tinggi, dan imajinasi tumbuh secara alami. Karena itu, kreativitas perlu dirangsang melalui berbagai kegiatan yang menyenangkan, bermakna, dan sesuai dengan dunia anak — yaitu dunia bermain.

Pada fase inilah stimulasi yang tepat menjadi kunci untuk membantu anak berkembang secara optimal, tidak hanya secara akademik tetapi juga emosional, sosial, dan spiritual.

Salah satu bentuk stimulasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan tahunan HIMPAUDI Kabupaten Bandung dalam acara Gebyar Kreativitas Anak Usia Dini, berupa lomba kreativitas anak usia dini yang terdiri dari lomba menari, mewarnai, tahfidz, dan olahraga. Kegiatan yang diselenggarakan di GOR Futsal Rancalame Desa Nagrak pada 4 Februari 2026 ini diikuti oleh Taman Kanak-kanak (TK), Kelompok Bermain (KB), dan PAUD se-Kecamatan Cangkuang serta dihadiri oleh Muspika setempat.

Kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan ruang belajar yang memberi kesempatan kepada anak untuk berekspresi, mencoba hal baru, dan membangun rasa percaya diri.

Lomba menari membantu anak mengenal irama, melatih koordinasi gerak, serta mengekspresikan diri melalui seni. Lomba mewarnai menjadi sarana mengembangkan imajinasi, kreativitas visual, dan motorik halus. Lomba tahfidz melatih daya ingat sekaligus menanamkan nilai-nilai spiritual sejak dini. Sementara kegiatan olahraga menumbuhkan kebiasaan hidup sehat, kerja sama, dan sportivitas.

Suasana Lomba Mewarnai pada acara gebyar Kreativitas Anak Usia Dini GOR Rancalame Ds Nagrak. (Sumber: Paud Arifah)
Suasana Lomba Mewarnai pada acara gebyar Kreativitas Anak Usia Dini GOR Rancalame Ds Nagrak. (Sumber: Paud Arifah)

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak benar-benar diberi ruang untuk berekspresi secara bebas tanpa intervensi orang tua maupun guru pendamping. Orang tua hanya menyaksikan dari luar arena sambil memberikan dukungan dan semangat. Tanpa disadari, keinginan orang tua agar anak tampil sempurna seringkali justru membatasi kebebasan ekspresi anak, padahal kebebasan mencoba merupakan bagian penting dari proses tumbuh kembang mereka.

Dalam pendidikan anak usia dini, keberanian mencoba jauh lebih penting daripada kemenangan. Pengalaman tampil, mendapat apresiasi dari lingkungan sekitar, dan merasakan kebersamaan menjadi bekal berharga dalam membentuk karakter anak di masa depan.

Baca Juga: Kerja Sama Desain Industri Menciptakan Nilai Tambah dan Lapangan Kerja

Yang tak kalah penting, kegiatan ini juga mempererat kolaborasi antara guru, orang tua, lembaga PAUD, dan pemerintah dalam mendukung perkembangan anak secara menyeluruh. Dukungan lingkungan yang positif akan membuat anak merasa aman dan berani menunjukkan potensinya.

Melalui kegiatan lomba kreativitas anak usia dini, kita diingatkan bahwa setiap anak memiliki potensi unik yang perlu diberi ruang untuk tumbuh. Dari kegiatan sederhana namun bermakna inilah kreativitas, kemandirian, dan rasa percaya diri anak mulai terbentuk.

Pada akhirnya, pendidikan anak usia dini bukan tentang siapa yang paling cepat atau paling hebat, tetapi tentang bagaimana setiap anak dapat berkembang dengan bahagia sesuai tahap usianya. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

kurniawan abuwijdan
Network Marketer dan Peternak Pemula

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Feb 2026, 20:05 WIB

Romantika Siaran Radio Bandung di Bulan Ramadhan Era 1990-an

Ketika gelombang udara menjadi teman ibadah dan penjaga waktu.
Kin Sanubary, saat mengisi acara bincang ringan Radio Bandung jaman dulu di sebuah stasiun radio. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Bandung 10 Feb 2026, 18:32 WIB

Transformasi Senyap Industri Otomotif Bandung dalam Mengejar Ambisi Kendaraan Berkelanjutan

Industri otomotif di Jawa Barat tengah mengalami pergeseran transformasi fundamental dari mesin pembakaran internal menuju ekosistem elektrifikasi yang lebih matang.
Industri otomotif di Jawa Barat tengah mengalami pergeseran transformasi fundamental dari mesin pembakaran internal menuju ekosistem elektrifikasi yang lebih matang. (Sumber: Chery Indonesia)
Ayo Netizen 10 Feb 2026, 14:50 WIB

Dari Bolendrang, Kolek, hingga Bala-bala: 7 Makanan 'Wajib' Ramadan di Tanah Pasundan

Berikut ini adalah 7 makanan khas Ramadan yang biasa terhidang di Tanah Pasundan dan bisa menjadi pilihan untuk berbuka puasa.
Kolak pisang. (Sumber: Ayobandung.com)
Beranda 10 Feb 2026, 14:26 WIB

Pangan CENTILS: Merajut Tradisi, Rasa, dan Kebersamaan di Langit Ciburial

Di tengah lingkaran, seorang penari tradisional bergerak anggun mengikuti irama buhun khas Rawabogo, Ciwidey.
Partisipan Pangan Centil bermain babalunan sarung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 10 Feb 2026, 12:26 WIB

Menumbuhkan Kreativitas Anak di Masa Golden Age

Setiap anak terlahir unik dan membawa potensi kecerdasannya masing-masing.
Hasil mewarnai kaos pada acara Gebyar Himpaudi Kabupaten Bandung. (Sumber: Paud Arifah)
Ayo Netizen 10 Feb 2026, 09:35 WIB

Kerja Sama Desain Industri Menciptakan Nilai Tambah dan Lapangan Kerja

Desain industri dan manufaktur di Kota Bandung perlu bersinergi agar bisa berkembang pesat.
Hendro Wangsanegara, industrialis dan pendiri PT Pudak sedang menunjukkan komponen machining pesanan PT Kapal Api (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Beranda 10 Feb 2026, 07:15 WIB

Merawat Ingatan Kampung Lewat Instagram, Kisah di Balik Homeless Media @cipicungbergerak

Bagi Fajar, nilai utama dari aktivitas ini bukan terletak pada keuntungan materi, melainkan pada keberlanjutan pembelajaran
Kawasan Cipicung Girang atau yang akrab disebut sebagai daerah Punclut. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Beranda 09 Feb 2026, 21:43 WIB

Laporan Toxic 20 Ungkap Bahaya PLTU di Jawa Barat bagi Lingkungan dan Warga

Tiga PLTU yang masuk dalam daftar tersebut adalah PLTU Cirebon, PLTU Indramayu, dan PLTU Pelabuhan Ratu.
Diskusi publik yang digelar AJI, WALHI dan Trend Asia di Perpustakaan Bunga di Tembok, Bandung, pada 9 Februari 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Feb 2026, 19:02 WIB

Meniru Strategi Gua Hira: Mengapa 'Escape' Harus Menjadi Jalan Pulang, Bukan Sekadar Pelarian

Sambut Ramadan bukan sekadar ritual, tapi momen repurpose jiwa dari penjara pikiran.
Diskusi Ustaz Felix Siauw pada kanal Youtube Raymond Chin. (Sumber: Youtube Raymond Chin)
Bandung 09 Feb 2026, 18:04 WIB

Elegansi Syar’i dan Komitmen Bumi, Menilik Ambisi Alia Karenina Membangun "Green Syari" di Bandung

Di tengah hiruk-pikuk industri tekstil Jawa Barat, masih sedikit pemain lokal yang berani bermain di ranah natural fabric untuk busana muslimah yang tertutup rapat.
Founder dari brand Haadiya Syari, Alia Karenina. (Sumber: dok Haadiya Syari)
Bandung 09 Feb 2026, 17:05 WIB

Saat Slankers dan Begundal Bersaudara: Narasi Kesetaraan dalam Perayaan 15 Tahun Simfoni Distorsi di Bandung

Bandung sering kali dijuluki sebagai laboratorium kreativitas yang tak pernah tidur, tempat di mana distorsi dan harmoni berkelindan menciptakan identitas kota yang unik
Penampilan Slank dalam festival musik Hellprint Supermusic United Day 9 di Tritan Point Bandung pada Minggu, 8 Februari 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Feb 2026, 16:43 WIB

Pelestarian Lingkungan, HIMKAS Bandung Raya Gelar Penanaman Bibit Pohon di Desa Buniara

HIMKAS Bandung Raya menggelar penanaman sekitar 150 bibit pohon.
Mahasiswa HIMKAS Bandung Raya bersama warga setempat melakukan penanaman bibit pohon di kawasan Curug Janari, Kampung Campaka, Desa Buniara, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang. (Sumber: Dok. HIMKAS Bandung Raya | Foto: Jajang Shofar Khoerudin)
Ayo Netizen 09 Feb 2026, 14:07 WIB

Negara Hadir Memihak Guru Honorer

Selama bertahun-tahun, guru honorer memikul beban kerja yang setara dengan guru ASN, namun berada dalam keterbatasan status dan penghasilan.
Potret acara Hari Guru Nasional (Sumber: kemendikdasmen.go.id | Foto: kemendikdasmen)
Ayo Netizen 09 Feb 2026, 11:49 WIB

Momentum Ramadan sebagai Pembentukan Mentalitas Produktif

Bulan Ramadan merupakan momentum untuk menggenjot produktivitas nasional, daerah hingga produktivitas pribadi.
Ilustrasi mentalitas produktif industri kue kering saat bulan Ramadan (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Feb 2026, 10:29 WIB

Ketika Iklan Sirup Jadi Penanda Ramadan Sudah Dekat

Bagi banyak orang Indonesia, itulah pertanda paling jujur bahwa Ramadan sudah dekat.
Iklan sirup Marjan di bulan puasa (Sumber: YouTube.com/Marjan Boudoin)
Ayo Netizen 09 Feb 2026, 08:41 WIB

Menjeritnya Pendidikan Indonesia

Pendidikan adalah hak segala bangsa yang harus diterima oleh semua Warga Negara Indonesia sebagai konsekuensi atas regulasi yang telah ditetapkan.
Tulisan terakhir anak SD di NTT. (Sumber: Istimewa)
Beranda 09 Feb 2026, 07:38 WIB

Pagi Mengurus Ternak, Siang Mengurus Viewers, Cerita Homeless Media @infolembang_update

Selain intimidasi, statusnya sebagai pengelola media tanpa badan hukum resmi sering membuatnya dipandang sebelah mata di lapangan.
Pengelola akun homeless media @infolembang_update, Yadi Mulyadi.
Ayo Netizen 08 Feb 2026, 18:22 WIB

Romantisme Mendengarkan Radio 'Sempal Guyon Parahyangan'

Syahdunya mendengar dongeng Sunda legendaris pada era 1990-an.
Radio transistor jadul milik Kin Sanubary, yang dipakai mendengarkan Dongeng Sunda sejak era tahun 90-an. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 08 Feb 2026, 15:44 WIB

Pohon Itu Bukan Sekedar Tiang Pancang Penghalang Longsor

Manfaat pohon sangat nyata bagi alam dan bagi kehidupan manusia.
Butir-butir embun yang dijaring daun cemara gunung di lereng Gunung Rinjadi dari arah Aikberik. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T Bachtiar)
Bandung 08 Feb 2026, 12:48 WIB

Kisah di Balik Haadiya Syari: Menemukan Cahaya dalam Kehilangan dan Makna Baru di Modest Fashion

Haadiya Syari hadir di tengah hiruk-pikuk industri busana Muslimah dengan membawa pesan yang lebih tenang, lebih dalam, dan penuh ketakwaan.
Haadiya Syari hadir di tengah hiruk-pikuk industri busana Muslimah dengan membawa pesan yang lebih tenang, lebih dalam, dan penuh ketakwaan. (Sumber: Haadiya Syari)