Kebahagiaan dan Harapan yang Tumbuh Kembali di Tengah Perjuangan Anak Penderita Kanker

Arin Dyah Arista Widya
Ditulis oleh Arin Dyah Arista Widya diterbitkan Selasa 30 Des 2025, 10:35 WIB
Anak-anak penderita kanker yang singgah di rumah singgah YKAKI. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Arin Dyah)

Anak-anak penderita kanker yang singgah di rumah singgah YKAKI. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Arin Dyah)

Divonis penyakit kanker sejak kecil tak membuat penderitanya patah semangat. Mereka tumbuh berkembang dengan kebahagiaan dan kesemangatan yang tak dapat di jelaskan dengan sebuah kalimat. Mereka justru memiliki semangat hidup yang tinggi di Tengah penyakit yang mereka hadapi. Gambaran ini tampak terurai jelas pada anak-anak penderita kanker, di rumah singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Bandung.

Jl. Dr. Setiabudi No.86H, Hegarmanah, Kec. Cidadap, Kota Bandung, menjadi saksi bisu perjuangan anak-anak melawan penyakit. Rumah singgah ini membantu para orang tua maupun pendamping penderita penyakit kanker untuk memperoleh hak nya dalam bidang Kesehatan dan Pendidikan. Rumah singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Bandung juga menyediakan segala fasilitas yang dibutuhkan oleh para penderita kanker secara gratis.

Ruang kelas, Pendamping professional, ruang istirahat yang memadai, dapur, playground, dan lingkungan dibawah pengawasan pendamping sehingga menciptakan lingkungan yang iklusif dan aman bagi anak-anak penderita kanker. Di rumah singgah ini juga, mereka didampingi dan diawasi dalam menjalankan pengobatan seperti medical check-up hingga kemoterapi. Tak hanya itu jadwal kegiatan, aktivitas hingga makanan mereka sehari-hari sangat disesuaikan dengan kebutuhan penderita kanker.

Rumah singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Bandung juga kerap mengadakan aktivitas Kerjasama yang berkolaborasi dengan pihak eksternal yang mendukung kesejahteraan penderita kanker. Seperti komunitas-komunitas lokal, Universitas, dsb.

Salah satu anak penderita kanker yang bersinggah di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Bandung Adalah Syifa (8). Syifa tak sendiri, selama ia singgah ia didampingi oleh ibunya. Selama singgah Syifa selalu mengikuti aktivas dengan baik. Ia juga aktif dalam beberapa kegiatan yang diselenggarakan rumah singgah YKAKI Bandung.  

Selama di rumah singgah Syifa menyatakan bahwa ia sangat senang karena dapat bertemu dan berkenalan dengan teman-teman yang ada di sana. Namun, ia juga terkadang merasa sedih karena jauh dari lingkungan rumah nya. 

Ia memiliki semangat belajar yang sangat tinggi namu, ada beberapa kesempatan yang mengharuskan ia tidak dapat mengikuti Pelajaran setiap harinya karena pengobatan yang ia Jalani.

“Aku sekolah juga kak tapi kadang-kadang juga ga masuk sekolah karena berobat ke rumah sakit,”  Ujarnya.

Hingga umurnya yang ke- delapan ini ia masih berusaha melawan penyakitnya dengan kebahagian dan keceriaan yang terurai di wajahnya.

Untungnya Rumah singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Bandung menyediakan fasilitas Pendidikan yang memadai. Sehingga anak-anak penderita kanker yang tertinggal Pelajaran di sekolah nya tetap bisa mengikuti dan mengejar Pelajaran dengan baik dan dengan dampingan para pembimbing yang ada di rumah singgah.

Baca Juga: Hikayat Konflik Lahan Bandung Zoo, Kala Satwa jadi Korban Perebutan Hak Kebun Binatang

Kegiatan yang dilaksanakan di rumah singgah juga membantu anak-anak penderita kanker untuk merasakan kebahagiaan dan kesempatan yang setara dengan anak-anak pada umumnya. Kegiatan seperti melukis totebag, merajut, public speaking dan aktivitas kreativitas lainnya menunjang perbaikan psikologi yang mungkin mereka rasakan akibat proses pengobatan yang Panjang.

Secercah harapan dan asa muncul perlahan bagi anak-anak penderita kanker. Semangat bertahan hidup, semangat belajar yang tinggi, Dukungan sosial yang memadai, membuat rumah singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Bandung menjadi tempat yang memancarkan cahaya kehidupan yang mungkin pernah padam sesaat. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Arin Dyah Arista Widya
Mahasiswa Ilmu Komunikasi dan penulis pemula yang mempelajari jurnalistik, berfokus pada isu, dan penulisan faktual secara akurat dan bertanggung jawab.

Berita Terkait

News Update

Beranda 11 Apr 2026, 08:51

JPO Berkarat dan Berlubang Membahayakan Pelajar di Batas Kota Bandung–Cimahi, Tanggung Jawab Siapa?

JPO di Jalan Amir Machmud rusak parah: lantai berlubang, berkarat, dan tanpa atap pelindung, membahayakan pejalan kaki terutama pelajar.

Pelejar berjalan di JPO di Jalan Amir Machmud, perbatasan Kota Bandung dan Cimahi, Jumat, 10 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 20:01

Antara Bandung yang Kubayangkan dan Kenyataan yang Kutemui

Bagi banyak orang, Bandung selalu punya tempat istimewa dalam imajinasi.

Jalan Asia-Afrika, depan Alun-Alun Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Suci Firda)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 18:23

WFH sebagai Cermin Budaya Kerja Aparatur

Hilangnya kehadiran fisik dalam WFH menantang organisasi untuk membangun sistem penilaian kerja yang berbasis output dan tanggung jawab.

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Diskominfo Depok)
Bandung 10 Apr 2026, 16:36

Mengenal Dongmoon Dimsum, Ikon Kuliner Baru di Pasar Cihapit yang Viral Lewat Varian Mentai

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum tetap kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung.

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ikon 10 Apr 2026, 15:17

Sejarah Istana Cipanas, Warisan Kolonial di Kaki Gunung Gede Pangrango

Istana Cipanas bermula dari rumah singgah abad ke-18, berkembang menjadi istana kepresidenan yang menyimpan jejak kolonial, perang, hingga keputusan penting negara

Lukisan Istana Cipanas, Cianjur, tahun 1880-1890-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:26

Jelajah Wisata Pangalengan dengan Pilihan Tempat Menginapnya

Pangalengan punya sejarah penginapan panjang, dari Berghotel hingga glamping modern di Rahong dan Situ Cileunca dengan nuansa alam yang menenangkan.

Muara Rahong Hills, salah satu glamping tempat menginap wisatawan di Pangalengan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:18

Panduan Wisata Gunung Guntur, "Semeru"-nya Jawa Barat dengan Panorama Spektakuler

Gunung Guntur menawarkan jalur berpasir terjal, panorama pegunungan luas, serta pengalaman mendaki unik di gunung berapi aktif dekat pusat Kota Garut.

Gunung Guntur dilihat dari kawasan pemandian Cipanas, Garut (Sumber: Wikimedia)
Beranda 10 Apr 2026, 09:29

Power of Ibu-ibu Cibogo Mengubah Sampah Jadi Gerakan Kolektif yang Berdampak Nyata

Power of Ibu-Ibu Cibogo mengubah pengelolaan sampah rumah tangga menjadi gerakan kolektif yang berdampak, menghadirkan solusi lingkungan sekaligus manfaat sosial dan ekonomi bagi warga.

Ibu-ibu di Cibogo, Kecamatan Sukajadi mengolah sampah rumah tangga yang memberikan perubahan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 08:30

Tren Rambut Lady Diana

Kehebohan para wanita Kota Bandung dari berbagai kalangan usia meniru gaya rambut Lady Diana saat tahun 1980-an

Lady Diana. (Sumber: Flickr | Foto: Joe Haupt)
Bandung 09 Apr 2026, 19:40

Urgensi Literasi Keuangan dan Akselerasi Sektor Riil demi Resiliensi Ekonomi Jawa Barat

Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar: bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi?

Ilustrasi. Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi. (Sumber: Ayobiz.id/Gemini Generated)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 18:18

Asyiknya Berburu Koran Era 2000-an

Berburu koran tidak hanya mencari informasi, berita, ilmu pengetahuan, melainkan momentum bersejarah saat menerima (menjemput), ikhtiar, harapan dan kenyataan untuk terus belajar sepanjang hayat.

Aa Akil, anak kedua tengah asyik baca koran, Sabtu (4/4/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Wisata & Kuliner 09 Apr 2026, 16:40

Wisata Pantai Patimban, Pesisir Subang Utara yang jadi Pelabuhan Logistik

Pantai Patimban tawarkan sunset, kuliner laut, dan suasana santai, namun kini berubah sejak hadirnya Pelabuhan Internasional.

Pantai Patimban Subang. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 09 Apr 2026, 16:39

Beralih ke Motor Listrik, Ojol Hadapi Dilema Antara Hemat Biaya dan Keterbatasan Jarak

Peralihan ojol ke motor listrik menghadirkan efisiensi biaya, namun dibayangi tantangan jarak tempuh dan infrastruktur, memaksa pengemudi lebih cermat mengatur strategi kerja.

Rizki Ahmad sedang melakukan pengisian baterai motor listrik di Kantor Pos Ujung Berung Kota Bandung, pada Kamis, 9 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 15:02

4 Ide Tulisan Hari Besar Terkait Tema Ayonetizen April 2026: Kartini, Asia-Afrika, sampai Hari Puisi

Bulan April penuh dengan momentum yang bisa diubah jadi cerita.

Warga berwisata di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu, 30 April 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 09 Apr 2026, 13:42

Menjembatani Kreativitas dan Regulasi: Menilik Tantangan Ekonomi Kreatif di Bandung

Pemerintah dan pelaku ekraf Bandung bedah regulasi & standar harga pengadaan dalam Ruang Dialog Ekraf guna dorong dampak ekonomi nyata.

Ilustrasi. Ekonomi kreatif (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 13:14

Dari Sampah Menjadi Penjernih Sungai

Mahasiswa Tel-U menggagas website edukasi Ecoenzyme untuk atasi banjir Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Ilustrasi banjir yang menggenang Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 12:03

Doktrin Pemikiran Manusia

Dalam konteks apapun, doktrin menjadikan sebuah pemikiran otak manusia menjadi lebih aktif dalam berbagai permasalahan.

Ilustrasi manusia. (Sumber: Pexels | Foto: beytlik)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 11:18

Acara Radio Legendaris Top Hits Pop Indonesia (THPI) dari Radio Ganesha Bandung

Di Bandung, salah satu acara yang paling ditunggu adalah Top Hits Pop Indonesia (THPI).

Daftar lagu Top Hits Pop Indonesia edisi Desember 1990 yang dimuat di surat kabar Suara Pembaruan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 09 Apr 2026, 09:55

Menjembatani Kesenjangan Internet: Antara Fiber, FWA, dan Harapan 5G

Kesenjangan akses internet di Indonesia masih tinggi, sehingga kombinasi fiber optik, 4G, 5G, dan FWA serta kolaborasi pemerintah dan operator jadi kunci pemerataan broadband.

Suasana Seminar Teknologi FTTH, FWA & Mobile Broadband di Aula Timur ITB Kampus Ganesa, yang membahas strategi pemerataan akses internet di tengah kesenjangan infrastruktur digital di Indonesia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 09:54

Rambu dan Marka yang Tidak Dipelihara: Ancaman Sunyi di Jalanan Bandung

Rambu pudar, tertutup, dan marka hilang meningkatkan risiko kecelakaan di Bandung. Masalah ini menegaskan pentingnya pemeliharaan infrastruktur jalan.

Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)