Kebahagiaan dan Harapan yang Tumbuh Kembali di Tengah Perjuangan Anak Penderita Kanker

2 menit baca
Arin Dyah Arista Widya
Ditulis oleh Arin Dyah Arista Widya diterbitkan
Anak-anak penderita kanker yang singgah di rumah singgah YKAKI. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Arin Dyah)
Anak-anak penderita kanker yang singgah di rumah singgah YKAKI. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Arin Dyah)

Divonis penyakit kanker sejak kecil tak membuat penderitanya patah semangat. Mereka tumbuh berkembang dengan kebahagiaan dan kesemangatan yang tak dapat di jelaskan dengan sebuah kalimat. Mereka justru memiliki semangat hidup yang tinggi di Tengah penyakit yang mereka hadapi. Gambaran ini tampak terurai jelas pada anak-anak penderita kanker, di rumah singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Bandung.

Jl. Dr. Setiabudi No.86H, Hegarmanah, Kec. Cidadap, Kota Bandung, menjadi saksi bisu perjuangan anak-anak melawan penyakit. Rumah singgah ini membantu para orang tua maupun pendamping penderita penyakit kanker untuk memperoleh hak nya dalam bidang Kesehatan dan Pendidikan. Rumah singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Bandung juga menyediakan segala fasilitas yang dibutuhkan oleh para penderita kanker secara gratis.

Ruang kelas, Pendamping professional, ruang istirahat yang memadai, dapur, playground, dan lingkungan dibawah pengawasan pendamping sehingga menciptakan lingkungan yang iklusif dan aman bagi anak-anak penderita kanker. Di rumah singgah ini juga, mereka didampingi dan diawasi dalam menjalankan pengobatan seperti medical check-up hingga kemoterapi. Tak hanya itu jadwal kegiatan, aktivitas hingga makanan mereka sehari-hari sangat disesuaikan dengan kebutuhan penderita kanker.

Rumah singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Bandung juga kerap mengadakan aktivitas Kerjasama yang berkolaborasi dengan pihak eksternal yang mendukung kesejahteraan penderita kanker. Seperti komunitas-komunitas lokal, Universitas, dsb.

Salah satu anak penderita kanker yang bersinggah di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Bandung Adalah Syifa (8). Syifa tak sendiri, selama ia singgah ia didampingi oleh ibunya. Selama singgah Syifa selalu mengikuti aktivas dengan baik. Ia juga aktif dalam beberapa kegiatan yang diselenggarakan rumah singgah YKAKI Bandung.  

Selama di rumah singgah Syifa menyatakan bahwa ia sangat senang karena dapat bertemu dan berkenalan dengan teman-teman yang ada di sana. Namun, ia juga terkadang merasa sedih karena jauh dari lingkungan rumah nya. 

Ia memiliki semangat belajar yang sangat tinggi namu, ada beberapa kesempatan yang mengharuskan ia tidak dapat mengikuti Pelajaran setiap harinya karena pengobatan yang ia Jalani.

“Aku sekolah juga kak tapi kadang-kadang juga ga masuk sekolah karena berobat ke rumah sakit,”  Ujarnya.

Hingga umurnya yang ke- delapan ini ia masih berusaha melawan penyakitnya dengan kebahagian dan keceriaan yang terurai di wajahnya.

Untungnya Rumah singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Bandung menyediakan fasilitas Pendidikan yang memadai. Sehingga anak-anak penderita kanker yang tertinggal Pelajaran di sekolah nya tetap bisa mengikuti dan mengejar Pelajaran dengan baik dan dengan dampingan para pembimbing yang ada di rumah singgah.

Baca Juga: Hikayat Konflik Lahan Bandung Zoo, Kala Satwa jadi Korban Perebutan Hak Kebun Binatang

Kegiatan yang dilaksanakan di rumah singgah juga membantu anak-anak penderita kanker untuk merasakan kebahagiaan dan kesempatan yang setara dengan anak-anak pada umumnya. Kegiatan seperti melukis totebag, merajut, public speaking dan aktivitas kreativitas lainnya menunjang perbaikan psikologi yang mungkin mereka rasakan akibat proses pengobatan yang Panjang.

Secercah harapan dan asa muncul perlahan bagi anak-anak penderita kanker. Semangat bertahan hidup, semangat belajar yang tinggi, Dukungan sosial yang memadai, membuat rumah singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Bandung menjadi tempat yang memancarkan cahaya kehidupan yang mungkin pernah padam sesaat. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Arin Dyah Arista Widya
Mahasiswa Ilmu Komunikasi dan penulis pemula yang mempelajari jurnalistik, berfokus pada isu, dan penulisan faktual secara akurat dan bertanggung jawab.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Agu 2026, 20:21

Pengalaman Berburu Kopi di Warung, Toko dan Pabrik Kopi Tua di Kota Bandung

Menjelajahi aroma kopi legendaris Bandung! Simak keseruan berburu racikan kopi terbaik mulai dari warung legendaris, toko bersejarah, hingga pabrik kopi tua yang masih kokoh berdiri di Paris van Java.

Warung Kopi Purnama di Jalan Braga, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 19:10

Festival Film Bandung: Konsisten Merawat Apresiasi Perfilman Indonesia

Festival Film Bandung bukan sekadar seremoni tahunan. Selama hampir empat dekade, FFB telah menjadi bagian dari perjalanan perfilman Indonesia.

Para penerima Penghargaan Terpuji Festival Film Bandung (FFB) 2026 berfoto bersama usai acara penganugerahan. (Foto: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 17:37

Selamat Tinggal Terminal Cicaheum, Selamat Tinggal ‘Warnas Bi Yayah’ dan ‘JPO Preman Pensiun’

Terminal ini dilekatkan dengan tokoh-tokoh preman jalanan, pencopet, hingga aktivitas terminal sehari-hari di Bandung.

Warung nasi Bi Yayah. Ya, yang kedua, warung nasi milik Yuli Yumiati atau yang memerankan tokoh Bi Yayah di sinetron “Preman Pensiun” ikut terkenal seiring popularitas sinetron ini. (Sumber: Facebook)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 15:18

Jejak 'Mak Nyus' Sunda di Ibu Kota: Telaah Historis dan Kurasi Kuliner Jawa Barat Pilihan Bondan Winarno

Masakan Sunda bukan sekadar hidangan pelengkap, melainkan bagian penting dari identitas rasa yang turut membentuk selera masyarakat metropolitan.

Hidangan dari Dapur Sunda, Jl. Cipete Raya No.13, Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan. (Sumber: Google Review | Foto: merry silviani)
Sejarah 26 Agu 2026, 13:54

Sejarah Gedung Sate Bandung, Jejak Kolonial yang Bertahan Lebih dari Seabad

Gedung Sate dibangun pada 1920 sebagai pusat pemerintahan kolonial. Simak sejarahnya hingga menjadi ikon Jawa Barat.

Baris berbaris serdadu wanita KNIL di area Gedung Sate pada tahun 1949. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 26 Agu 2026, 12:42

Jelajah Goa Sunyaragi, Labirin Batu Karang di Jantung Kota Cirebon

Jelajahi Goa Sunyaragi Cirebon, kompleks bersejarah dengan lorong batu karang, arsitektur unik, tiket masuk, dan tips berkunjung.

Wisata Goa Sunyaragi Cirebon. (Sumber: Instagram @goasunyaragi)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 12:23

Peringkat Nabi Muhammad saw. Dalam Kasus Tabloid Monitor Tahun 1990

Kisah tahun 1990 ini, berawal dari survei 50 tokoh yang dikagumi oleh pembaca tabloid Monitor dan memunculkan demonstrasi masyarakat

Klarifikasi dan permintaan Tabloid Monitor atas edisi 15 Oktober 1990 yang kontroversial. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 10:28

Pasar Baru Bandung dan Penyakit 'Kota Branding'

Upaya pem-branding-an memang penting. Kota perlu dikenal. Kawasan perlu memiliki daya tarik. Tetapi, branding hanyalah lapisan paling luar dari sebuah ekosistem. 

Pasar Baru Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Regia Ramadhina Revalgian/Magang)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 08:44

Jika Pohon-Pohon di Kalimantan Bisa Bernyanyi dan Hewan di Dalamnya Bisa Bicara

Manusia seringkali lupa bahwa di bumi ini mereka hidup tidak sendirian melainkan berdampingan dengan mahluk hidup lainnya yang juga harus dijaga kelestariannya.

Orang utan di hutan Kalimantan. (Sumber: Pexels | Foto: Tim Morgan)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 07:38

Nama, Doa, dan Ikhtiar

Yang membuat nama menjadi bermakna bukan hanya rangkaian hurufnya. Ada harapan orang tua, perjalanan hidup yang mengiringinya, dan tanggung jawab pemilik nama untuk menjadikan doa sebagai kehidupan.

Ilustrasi nama orang sunda yang sudah hampir punah. (Sumber: Pixabay by Pexels)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 18:01

Mengurangi Emisi Karbon Semen Lewat Campuran Bubuk Basalt

Produksi semen konvensional menyumbang emisi karbon dunia secara signifikan. Penggunaan bubuk basalt dapat menggantikan sebagian porsi semen konvensional tanpa merusak karakteristiknya.

Ilustrasi utama, semen konvensional (semen OPC) (Foto: Tunas Niaga Konstruksindo)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 16:57

Harga Daging Ayam Melambung Tinggi, Simalakama Makanan Bergizi

Masalah klasik peternakan rakyat terkait dengan pakan dan pengadaan bibit ayam perlu segera dibenahi.

Ilustrasi pedagang daging ayam di pasar tradisional (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 13:45

Uswah: Ketika Orang Tua Ingin Melahirkan Keturunan yang Saleh

Jika ingin anak menjadi saleh, jangan hanya sibuk menasihatinya. Jadilah teladan yang baik. Sebab anak mungkin lupa kata-kata kita, tetapi ia akan mengingat siapa kita di hadapannya.

Ringkasan tulisan. (Sumber: chtgpt | Foto: chtgpt)
Mayantara 25 Agu 2026, 10:04

Ketika Visual Menjadi Mata Uang di Ruang Digital

Di media sosial, perhatian telah berubah menjadi semacam mata uang baru.

Pengguna media sosial. (Sumber: Pexels | Foto: Ivan S)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 08:57

Cerita Pedagang Asongan di Bus MGI Bandung-Sukabumi

Banyak cerita kehidupan rakyat yang terdengar dari percakapan sederhana di transportasi umum. Untuk mengerti orang lain kadang kita perlu melihatnya sendiri.

Setiap orang yang kita temui pasti memiliki cerita dan tantangan hidupnya sendiri. Begitu juga dengan mereka yang berjuang menawarkan dagangannya di dalam bus (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 20:00

Kaukus Indonesia dalam Potret Merdeka

Bagaimanakah kita melihat potret Indonesia merdeka kini? Pertanyaan yang muncul, karena proses historis panjang seakan dilupakan. Barangkali, kaukus Indonesia telah kehilangan sosok tokoh.

Panjat pinang, salah satu lomba yang sering digelar saat Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus. (Sumber: Pexels | Foto: a Ayyeee Ayyeee)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 18:13

Nasib Kuyang dalam Kebakaran Hutan Kalimantan

Ketika hutan kalimantan terbakar mungkin kuyang bisa protes kepada manusia dengan menyebar teror tapi bagaimana dengan pohon, hewan atau penghuni hutan lainnya?

Ilustrasi orang utan di tengah kebakaran hutan. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 17:07

Jejak Rasa dari Negeri Tirai Bambu: Menelusuri Warisan Kuliner Tionghoa yang Mengakar di Bandung

Kedatangan bangsa Tionghoa membawa teknik pengolahan pangan yang secara organik berfusi dengan bahan lokal, menciptakan identitas kuliner baru yang diterima secara luas.

Cakwe Lie Tjay Tat di Gor Pajajaran, Jl. Pajajaran No.37, Pasir Kaliki, Kec. Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Google Review | Foto: Buyung)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 16:19

Pengalaman Berburu Buku Tua di Toko Buku Tua di Kota Bandung

Seratus persen buku-buku kuliahku aku beli di Pasar Buku Palasari. Aku sering sempatkan untuk berburu membeli buku-buku tua dan buku-buku baru, bahkan termasuk ke pasar-pasar loak di Kota Bandung.

Toko Buku di bagian depan Pasar Buku Palasari. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ridwan K)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:50

Dari Josepha Alexandra Kita Belajar untuk Berani dan Kritis Terhadap Kesewenang-wenangan

LCC 4 Pilar MPR RI yang seharusnya memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai pancasila, dan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda, bukan malah mempertontonkan arogansi orang dewasa.

Potret Josepha Alexandra saat mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat. (Sumber: YouTube | Foto: @MPRRIOfficial)