Di balik Senyapnya Teras Cihampelas, Ada Cerita para Pejuang Rupiah

Rinjani kalila Syarief
Ditulis oleh Rinjani kalila Syarief diterbitkan Senin 29 Des 2025, 20:49 WIB
Suasana sepi di sepanjang koridor saat beberapa pedagang tetap bertahan di tengah ramainya kota, 28 November 2025. (Foto: Rinjani Kalila Syarief)

Suasana sepi di sepanjang koridor saat beberapa pedagang tetap bertahan di tengah ramainya kota, 28 November 2025. (Foto: Rinjani Kalila Syarief)

Di bawah panasnya matahari, dengan langkah manusia yang dulu memadati tempat duduk kini hanya angin berhembus lebih sering. Semua itu terjadi di sebuah koridor panjang yaitu Teras Cihampelas. (28/12/25)

Bangunan seperti jembatan yang dibangun di atas Jl. Cihampelas ini disebut Teras Cihampelas, yang dibuka pada tahun 2017 bertujuan untuk anti kemacetan dan ruang tongkrongan publik atau warung makan alternatif. Namun, kini banyak pihak yang menilai tidak berjalan dengan optimal.

Pedagang sehari-harinya lebih dipenuhi waktu duduk menunggu, daripada melayani pembeli. Berharap ada satu atau dua pengunjung yang singgah ke warung mereka. Bahkan sekarang beberapa warung tampak kosong dan ditinggalkan dikarenakan sepi.

Selain itu, beberapa pengunjung juga mengeluhkan minimnya tempat peneduh untuk pembeli makan di tempat dan sekedar duduk beristirahat. Hal ini berdampak pada menurunnya aktivitas wisatawan dan para pedagang UMKM yang memanfaatkan lokasi tersebut sebagai tempat berjualan.

Ami ialah salah satu pedagang aktif. Ia hanya sekedar berjualan beragam minuman ditengah kesepian koridor. “Tenda udah pada jelek sekarang dan meja, kursi pun harusnya bisa diganti dengan layak agar pembeli pada betah di sini juga” ujar Ami.

“Faktor disini sepi bisa jadi setelah covid, neng. Beberapa fasilitas seperti kayu dan dinding pun rusak, tapi sekarang sudah diurus dan direnovasikan” ujar Ami pedagang minuman di Teras Cihampelas.

Ami sendiri selaku pedagang dari tahun 2020 berharap agar Teras Cihampelas ini yang disebut ikon wisata diramaikan kembali, agar mendukung para UMKM lainnya yang berdagang disini. Selain direnovasi pemerintah bisa membantu aktif promosikan Teras Cihampelas ini agar lebih dikenal luas.

“Tempatnya kalo buat nongkrong sebenernya enak ya, bawa temen-temen juga. Terus biasanya banyak pekerja dari Cihampelas Walk yang mau makan murah juga kadang makan di sini” ujar Fadya, salah satu pengunjung di Teras Cihampelas.

Suasana pembeli di koridor Teras Cihampelas. 28, November 2025. (Foto: Rinjani Kalila Syarief)

Teras Cihampelas memiliki potensi besar untuk terus menjadi ruang publik yang jika dikelola dengan baik. Warga Bandung berharap adanya respon baik dari pemerintah setempat, terkait masalah-masalah kritikan dari para UMKM yang terjadi di Teras Cihampelas.

Dengan adanya acara kecil seperti live music di Teras Cihampelas dan bantuan promosi dari pemerintah ataupun influencer semoga nantinya akan berdampak baik bagi UMKM pejuang rupiah di sana.

Baca Juga: Pungli dan Parkir Liar Mengurangi Kepercayaan Publik

Membiarkan fasilitas senilai puluhan miliar ini terbengkalai, sangat disayangkan untuk tidak ada tindakan lanjutan terhadap fasilitas ini. Sebagai pemimpin kota, Muhammad Farhan mempunyai tanggung jawab untuk menjaga fasilitas kota dengan baik dan mendengarkan keluhan para pedagang setempat.

Teras Cihampelas ialah salah satu simbol inovasinya kota Bandung, dan adanya revitalisasi menjadi langkah penting untuk mengembalikan fungsi utamanya sebagai ruang publik dan mengembangkan UMKM. Pemerintah kota Bandung diharapkan dapat menjadikan kritik masyarakat sebagai dasar untuk menghadirkan pembaruan yang lebih baik dan kreatif di kota ini. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Rinjani kalila Syarief
Mahasiswi Digital Public Relations Tel-U
Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

News Update

Ayo Netizen 09 Jan 2026, 20:34 WIB

Bandung dan Tawanan Kota yang Terjajah Diam-Diam: Sebuah Resolusi Baru

Kota bergerak maju, tapi belum pulih. Di balik modernitas, tersisa warisan kolonial yang membentuk birokrasi, selera, dan mimpi warga.
Persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan tahun 1910-an. (Sumber: kitlv)
Beranda 09 Jan 2026, 19:07 WIB

Sebelum Terlambat 2030, Strategi Komunikasi SDGs Harus Melampaui Jargon Birokrasi

SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif.
SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 17:49 WIB

Keamanan Data dan Masa Depan AI: Jalan Panjang Membangun Kepercayaan Publik

Di Indonesia, AI sudah semakin relevan dan meresap ke dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari rekomendasi konten hiburan, aplikasi belajar daring, hingga layanan finansial digital.
Ilustrasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI). (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 17:14 WIB

Bandung Semakin Padat, Saatnya Berbenah Sebelum Terlambat

Kemacetan di Bandung dipicu kendaraan berlebih, jalan sempit, angkutan umum kurang baik, wisatawan, dan parkir liar.
Kemacetan di salah satu ruas jalan Kota Bandung di Jl. A. Yani  Kacapiring. 01/12/25 (Sumber: Naila Husna Ramadan)
Beranda 09 Jan 2026, 16:37 WIB

Wajah Lain Wisata Delman di Kota Bandung: Romantis bagi Wisatawan, Berat bagi Kuda

Tantangan besarnya adalah kebutuhan akan regulasi yang mampu menjembatani kepentingan hewan, kusir, dan penumpang secara adil.
Ade, kusir delman di sekitar wilayah Gedung Sate. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 16:28 WIB

Food Genomics, Teknologi Nutrisi Presisi yang Mengubah Cara Anak Muda Makan

Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik.
Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 16:13 WIB

Balai Kota Bandung sebagai Promotor Produk Kriya Unggulan Glassware dan Mesin Roaster Kopi

Gedung balai kota mesti bisa menjadi promotor bagi kriya glassware eksklusif dan mesin roaster kopi buatan Bandung.
Halaman balai kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Jelajah 09 Jan 2026, 16:00 WIB

Hikayat Tamasya Baheula di Kawah Putih Ciwidey, Tempat Healing Kompeni yang Sepi dan Sunyi

Kawah Putih Ciwidey tampil sebagai tujuan berat dan hening dalam Gids van Bandoeng 1927 lengkap dengan belerang dan tanjakan panjang.
Lukisan Kawah Putih Franz Wilhelm Junghuhn. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:43 WIB

Penipuan Online: Apakah Ada Hukumnya?

Penipuan melalui telepon berkembang lebih cepat daripada aturan hukumnya.
Media dalam jaringan (daring). (Sumber: Pexels | Foto: Torsten Dettlaff)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:06 WIB

'Berkawan' dengan Gelapnya Jalan Soekarno Hatta

Jalan Soekarno Hatta makin gelap karena lampu PJU mati, membuat warga merasa was-was setiap melintas.
Jalan Soekarno Hatta ramai malam hari, motor, dan mobil bergerak di tengah padatnya arus, (01/12/2025). (Sumber: Fayyaza Jasmine | Foto: Fayyaza Jasmine)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 14:39 WIB

Bobotoh Cek! Cara Beli Single Ticket Pertandingan PERSIB di Aplikasi Resmi

Cara membeli single ticket pertandingan kandang PERSIB Bandung melalui aplikasi resmi PERSIB (PERSIBapp).
Pemain Persib Bandung, Adam Alis. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 13:26 WIB

Bandung Terus Diganggu oleh Pungli yang Tak Kunjung Teratasi

Pungli terus mengganggu kenyamanan warga Bandung muncul berulang di berbagai ruang publik, menunjukkan lemahnya pengawasan dan kebutuhan akan tindakan tegas untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Area parkir di salah satu kawasan kuliner Bandung yang sedang dipadati oleh beberapa kendaraan, terutama pada jam makan siang (4/12/2025). (Sumber: Keira Khalila K | Foto: Keira Khalila K)
Beranda 09 Jan 2026, 11:20 WIB

PKL Cicadas Tolak Jalur BRT, Spanduk Protes Bermunculan: Kami Butuh Kepastian, Bukan Sekadar Proyek

Berdasarkan temuan di lapangan, kegelisahan pedagang memuncak setelah adanya pendataan mendadak yang dilakukan dua kali, masing-masing oleh konsultan dan Satpol PP.
Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Cicadas menolak pembangunan jalur Bus Rapid Transit (BRT). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:27 WIB

Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia

Suasana akrab dan inspiratif menyelimuti acara "Weekend Retreat" yang diselenggarakan oleh Bright Scholarship Regional Bandung.
Membangun Visi dan Networking: Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung Bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:01 WIB

Optimalisasi Keterampilan Pemrograman dalam Kehidupan Sehari-Hari

Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya?
Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya? (Sumber: Pexels | Foto: hitesh choudhary)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 07:53 WIB

Bentuk Sadar Toleransi terhadap Penganut Sunda Wiwitan

Kesadaran toleransi sedang ramai digaungkan, namun terkadang hanya dirasakan oleh penganut agama resmi versi pemerintah.
Podcast bersama Bapak Ira Indrawardana, S.Sos., M.Si., Dosen Antropologi Universitas Padjajaran. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Paguyuban Project)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:32 WIB

Dari Ancaman TPA hingga Harapan Transformasi

Sampah menumpuk, citra kota terancam. Bagaimana Bandung mengubah krisis jadi peluang?
Tumpukan sampah yang mencerminkan darurat lingkungan yang butuh solusi cepat di Gudang Selatan, Bandung, Jawa Barat, (01/12/2025). (Sumber: Azzahra Syifa Lestari)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:16 WIB

Kenapa Stoikisme Lebih Ampuh daripada Terjerat Pinjol? Seni Menghadapi Quarter Life Crisis

Jangan sampai salah langkah demi gengsi! Kenali cara hadapi Quarter Life Crisis dengan Stoikisme agar terhindar dari jeratan Pinjol.
Ilustrasi perasaan tersesat dan lelah mental saat menghadapi Quarter Life Crisis. (Sumber: unplash | Foto: Mehran Biabani)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 19:19 WIB

Kota Bandung dan Krisis Sampah

Kota Bandung kembali berada dalam sorotan publik akibat persoalan sampah yang tak kunjung teratasi.
Gunung"sampah di daerah warga jl. buanasari II no.1 , Kota Bandung pada Selasa, 2 Desember 2025. (Foto:Muhammad Fiqri A.)