Di balik Senyapnya Teras Cihampelas, Ada Cerita para Pejuang Rupiah

2 menit baca
Rinjani kalila Syarief
Ditulis oleh Rinjani kalila Syarief diterbitkan
Suasana sepi di sepanjang koridor saat beberapa pedagang tetap bertahan di tengah ramainya kota, 28 November 2025. (Foto: Rinjani Kalila Syarief)
Suasana sepi di sepanjang koridor saat beberapa pedagang tetap bertahan di tengah ramainya kota, 28 November 2025. (Foto: Rinjani Kalila Syarief)

Di bawah panasnya matahari, dengan langkah manusia yang dulu memadati tempat duduk kini hanya angin berhembus lebih sering. Semua itu terjadi di sebuah koridor panjang yaitu Teras Cihampelas. (28/12/25)

Bangunan seperti jembatan yang dibangun di atas Jl. Cihampelas ini disebut Teras Cihampelas, yang dibuka pada tahun 2017 bertujuan untuk anti kemacetan dan ruang tongkrongan publik atau warung makan alternatif. Namun, kini banyak pihak yang menilai tidak berjalan dengan optimal.

Pedagang sehari-harinya lebih dipenuhi waktu duduk menunggu, daripada melayani pembeli. Berharap ada satu atau dua pengunjung yang singgah ke warung mereka. Bahkan sekarang beberapa warung tampak kosong dan ditinggalkan dikarenakan sepi.

Selain itu, beberapa pengunjung juga mengeluhkan minimnya tempat peneduh untuk pembeli makan di tempat dan sekedar duduk beristirahat. Hal ini berdampak pada menurunnya aktivitas wisatawan dan para pedagang UMKM yang memanfaatkan lokasi tersebut sebagai tempat berjualan.

Ami ialah salah satu pedagang aktif. Ia hanya sekedar berjualan beragam minuman ditengah kesepian koridor. “Tenda udah pada jelek sekarang dan meja, kursi pun harusnya bisa diganti dengan layak agar pembeli pada betah di sini juga” ujar Ami.

“Faktor disini sepi bisa jadi setelah covid, neng. Beberapa fasilitas seperti kayu dan dinding pun rusak, tapi sekarang sudah diurus dan direnovasikan” ujar Ami pedagang minuman di Teras Cihampelas.

Ami sendiri selaku pedagang dari tahun 2020 berharap agar Teras Cihampelas ini yang disebut ikon wisata diramaikan kembali, agar mendukung para UMKM lainnya yang berdagang disini. Selain direnovasi pemerintah bisa membantu aktif promosikan Teras Cihampelas ini agar lebih dikenal luas.

“Tempatnya kalo buat nongkrong sebenernya enak ya, bawa temen-temen juga. Terus biasanya banyak pekerja dari Cihampelas Walk yang mau makan murah juga kadang makan di sini” ujar Fadya, salah satu pengunjung di Teras Cihampelas.

Suasana pembeli di koridor Teras Cihampelas. 28, November 2025. (Foto: Rinjani Kalila Syarief)

Teras Cihampelas memiliki potensi besar untuk terus menjadi ruang publik yang jika dikelola dengan baik. Warga Bandung berharap adanya respon baik dari pemerintah setempat, terkait masalah-masalah kritikan dari para UMKM yang terjadi di Teras Cihampelas.

Dengan adanya acara kecil seperti live music di Teras Cihampelas dan bantuan promosi dari pemerintah ataupun influencer semoga nantinya akan berdampak baik bagi UMKM pejuang rupiah di sana.

Baca Juga: Pungli dan Parkir Liar Mengurangi Kepercayaan Publik

Membiarkan fasilitas senilai puluhan miliar ini terbengkalai, sangat disayangkan untuk tidak ada tindakan lanjutan terhadap fasilitas ini. Sebagai pemimpin kota, Muhammad Farhan mempunyai tanggung jawab untuk menjaga fasilitas kota dengan baik dan mendengarkan keluhan para pedagang setempat.

Teras Cihampelas ialah salah satu simbol inovasinya kota Bandung, dan adanya revitalisasi menjadi langkah penting untuk mengembalikan fungsi utamanya sebagai ruang publik dan mengembangkan UMKM. Pemerintah kota Bandung diharapkan dapat menjadikan kritik masyarakat sebagai dasar untuk menghadirkan pembaruan yang lebih baik dan kreatif di kota ini. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)