Di bawah panasnya matahari, dengan langkah manusia yang dulu memadati tempat duduk kini hanya angin berhembus lebih sering. Semua itu terjadi di sebuah koridor panjang yaitu Teras Cihampelas. (28/12/25)
Bangunan seperti jembatan yang dibangun di atas Jl. Cihampelas ini disebut Teras Cihampelas, yang dibuka pada tahun 2017 bertujuan untuk anti kemacetan dan ruang tongkrongan publik atau warung makan alternatif. Namun, kini banyak pihak yang menilai tidak berjalan dengan optimal.
Pedagang sehari-harinya lebih dipenuhi waktu duduk menunggu, daripada melayani pembeli. Berharap ada satu atau dua pengunjung yang singgah ke warung mereka. Bahkan sekarang beberapa warung tampak kosong dan ditinggalkan dikarenakan sepi.
Selain itu, beberapa pengunjung juga mengeluhkan minimnya tempat peneduh untuk pembeli makan di tempat dan sekedar duduk beristirahat. Hal ini berdampak pada menurunnya aktivitas wisatawan dan para pedagang UMKM yang memanfaatkan lokasi tersebut sebagai tempat berjualan.
Ami ialah salah satu pedagang aktif. Ia hanya sekedar berjualan beragam minuman ditengah kesepian koridor. “Tenda udah pada jelek sekarang dan meja, kursi pun harusnya bisa diganti dengan layak agar pembeli pada betah di sini juga” ujar Ami.
“Faktor disini sepi bisa jadi setelah covid, neng. Beberapa fasilitas seperti kayu dan dinding pun rusak, tapi sekarang sudah diurus dan direnovasikan” ujar Ami pedagang minuman di Teras Cihampelas.
Ami sendiri selaku pedagang dari tahun 2020 berharap agar Teras Cihampelas ini yang disebut ikon wisata diramaikan kembali, agar mendukung para UMKM lainnya yang berdagang disini. Selain direnovasi pemerintah bisa membantu aktif promosikan Teras Cihampelas ini agar lebih dikenal luas.
“Tempatnya kalo buat nongkrong sebenernya enak ya, bawa temen-temen juga. Terus biasanya banyak pekerja dari Cihampelas Walk yang mau makan murah juga kadang makan di sini” ujar Fadya, salah satu pengunjung di Teras Cihampelas.

Teras Cihampelas memiliki potensi besar untuk terus menjadi ruang publik yang jika dikelola dengan baik. Warga Bandung berharap adanya respon baik dari pemerintah setempat, terkait masalah-masalah kritikan dari para UMKM yang terjadi di Teras Cihampelas.
Dengan adanya acara kecil seperti live music di Teras Cihampelas dan bantuan promosi dari pemerintah ataupun influencer semoga nantinya akan berdampak baik bagi UMKM pejuang rupiah di sana.
Baca Juga: Pungli dan Parkir Liar Mengurangi Kepercayaan Publik
Membiarkan fasilitas senilai puluhan miliar ini terbengkalai, sangat disayangkan untuk tidak ada tindakan lanjutan terhadap fasilitas ini. Sebagai pemimpin kota, Muhammad Farhan mempunyai tanggung jawab untuk menjaga fasilitas kota dengan baik dan mendengarkan keluhan para pedagang setempat.
Teras Cihampelas ialah salah satu simbol inovasinya kota Bandung, dan adanya revitalisasi menjadi langkah penting untuk mengembalikan fungsi utamanya sebagai ruang publik dan mengembangkan UMKM. Pemerintah kota Bandung diharapkan dapat menjadikan kritik masyarakat sebagai dasar untuk menghadirkan pembaruan yang lebih baik dan kreatif di kota ini. (*)
