Semakin banyaknya fenomena pemungutan liar dan menjamurnya parkir liar di Kota Bandung yang dapat menimbulkan kerasahan dan mengurangi rasa percaya masyakarat terhadap pemerintah kota. Kota Bandung seolah-olah kini dibiarkan dengan maraknya premanisme jalanan yang berpura -pura menjadi tukang parkir atau pengatur jalanan.
Pemerinta Kota Bandung di tangan Muhammad Farhan Wali Kota Bandung sekarang, Seharusnya dapat mengambil tindakan tegas demi memberantas praktik parkir liar dan pungli. Tidak ada aksi yang berkelanjutan oleh instansi terkait terhadap pembiaran yang bahkan jauh lebih buruk terhadap keterlibatan oknum-oknum di dalamnya.
Terkadang harga yang dipatok oleh tukang parkir liar ini tidak masuk akal jauh melampaui tarif yang seharusnya.dari pusat perbelanjaan hingga jalan umum, telah menjadi partik pungli berjamah yang merampas hak konsumen dan justur menambah biaya yang dikeluarkan dari situ banyak Masyarakat mulai mengeluhkan.
Baca Juga: Hakim: Penentu Keadilan atau Corong Undang-Undang?
Sekarang sorotoan kini mengarah pada walikota Bandung, Muhammad Farhan, yang baru saja menjabat. Dengan membawa visi Bandung UTAMA janji ketertiban dan keamanan publik seperti tidak terealisasi di Tengah marakanya kasus ini.
Lalu, kinerja Dinas Perhubungan dan Satpol PP yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam hal penertiban seperti tidak ada aksinya. Operasi penertiban yang dilakukan selama ini seperti hanya bersifat formalitas tanpa ada efek yang berdampak signifikan.
Wali Kota Bandung belum menunjukan jiwa leadership yang cukup untuk membongkar akar dari masalah yang telah lama terjadi. Kepemimpinan yang kuat seharusnya dapat memotong kasus-kasus parkir liar atau pungli. (*)
