Jalur Lelah, 'Lampu Merah Abadi' di Jalan Soekarno Hatta

Gisca Laudya Pramesti
Ditulis oleh Gisca Laudya Pramesti diterbitkan Senin 29 Des 2025, 15:31 WIB
Potret antrean kendaraan di lampu merah Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (3 Desember 2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Gisca Laudya Pramesti)

Potret antrean kendaraan di lampu merah Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (3 Desember 2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Gisca Laudya Pramesti)

Kota Bandung seringkali disebut sebagai Paris Van Java yang menjanjikan kenyamanan, seni, dan kemajuan infrastrukturnya. Namun, kota nyaman dan ramah warga itu seketika hilang dikalahkan oleh antrean kendaraan dan durasi lampu merah yang sangat lama di perempatan Jalan Soekarno Hatta-Ibrahim Adjie. Warga Bandung sudah seringkali mengeluhkan keluhan serius kepada Walikota Bandung M. Farhan terkait kemacetan yang sangat parah.

Durasi lampu merah yang tidak efisien dan kumpulnya kendaraan sudah menjadi pemandangan wajib yang menyulitkan aktivitas warga yang melewati lampu merah Soekarno Hatta. Pemerintah kota harus segera mengatasi masalah kemacetan ini, karena jalan yang layak menunjukkan kota yang sejahtera bagi penduduknya sebagaimana dihimpun langsung dari Jalan Soekarno Hatta No. 526, Cijaura, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung, Rabu (3/12/2025).

Kemacetan di lampu merah Soekarno Hatta bukan lagi hal yang baru, melainkan sudah menjadi masalah biasa yang terjadi hampir setiap hari. Karena kepadatan lalu lintas yang tinggi dan durasi lampu merah yang lama, titik kemacetan terparah berada di sekitar persimpangan Kiaracondong.

“Sudah menjadi makanan sehari-hari saya kepanasan di stopan Kircon, capek cuma mau gimana lagi, satu-satunya akses jalan besar untuk ke rumah saya lewat sini,” ujar Abidin, seorang warga yang berdomisili di kawasan Soekarno Hatta. Pak Abidin merasa waktunya terbuang sia-sia di jalan karena pemerintah kota masih belum memberikan solusi untuk mengurangi kemacetan sehari-hari.

Selain itu, banyaknya titik putar balik yang tidak terkontrol menyebabkan jumlah kendaraan semakin tinggi. Di titik putar balik, banyak kendaraan yang melintas secara mendadak dengan cepat, membahayakan pengendara dan menyebabkan kemacetan yang semakin padat. Oleh karena itu, baik pengendara maupun pejalan kaki harus waspada dan hati-hati saat melintas di sekitar Jalan Soekarno Hatta.

Kemacetan di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa 2 Desember 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Gisca Laudya Pramesti)
Kemacetan di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa 2 Desember 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Gisca Laudya Pramesti)

Titik putar balik yang tidak terkontrol dan semakin naiknya volume kendaraan setiap harinya menjadi pemicu banyaknya kecelakaan dan kemacetan yang terjadi di sepanjang Jalan Soekarno Hatta. Warga mengharapkan titik putar balik liar ditertibkan dan ada peraturan lalu lintas yang serius.

“Berbahaya sekali jika terus dibiarkan U-Turn liar ini, sudah banyak memakan korban. Macet juga semakin menjadi. Seharusnya bisa langsung diperbaiki demi kenyamanan dan keamanan warga,” ujar Abidin.

Penduduk lokal hingga pengunjung yang melintasi Jalan Soekarno Hatta mengalami dampak negatif dari masalah kemacetan ini. Mereka harus rela bergabung dengan orang lain, menghabiskan waktu yang tidak produktif, dan akhirnya harus kehilangan kesempatan berharga untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Pemerintah kota harus menyadari betapa pentingnya mempunyai komitmen untuk membuat Bandung menjadi kota yang nyaman bagi warganya. Untuk memulai, Walikota dapat memeriksa sistem lalu lintas dan penataan jalan secara menyeluruh. Pengecekan ini harus melibatkan ahli transportasi agar menemukan solusi soal durasi lampu merah yang efektif dan mengatur titik putar balik yang tidak terkontrol.

Baca Juga: Sampah Kota Bandung: Antara Program, Partisipasi Warga, dan Tantangan Kepemimpinan

Untuk jangka Panjang, Walikota M. Farhan harus berkonsentrasi pada pengurangan durasi lampu merah yang efektif. Tujuannya adalah untuk mengurangi kemacetan dan kelelahan warga yang menghabiskan waktu di persimpangan Soekarno Hatta setiap hari. Solusi jangka panjang ini harus dipenuhi agar Jalan Soekarno Hata dapat menjadi tempat yang lancar, tertib, dan nyaman bagi para warga dan pengunjung.

Perbaikan di Jalan Soekarno Hatta ini  adalah bukti komitmen Walikota untuk membuat warga tidak lagi merasa diabaikan haknya. “Harapannya, Pak M. Farhan selaku Walikota Bandung bersedia mendengarkan catatan warga dan segera bertindak tegas,” ujar Abidin menutup percakapan. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Gisca Laudya Pramesti
Mahasiswi Digital Public Relations Telkom University

Berita Terkait

News Update

Beranda 25 Feb 2026, 06:39

Makhluk Kecil Ini Ungkap Kondisi Sebenarnya Air Sungai di Teras Cikapundung

Penelitian terbaru di Teras Sungai Cikapundung menunjukkan bahwa kualitas air di hulu sungai Bandung kini berada dalam status tercemar sedang akibat limbah domestik dan aktivitas peternakan

Petugas bersama masyarakat melakukan bersih-bersih Teras Cikapundung, Kota Bandung, Kamis 16 Mei 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 24 Feb 2026, 18:47

Di Simpul Kredit dan Hunian: Transformasi Pembiayaan Perumahan dalam Lanskap Stabilitas Perbankan

Di simpul antara kebijakan makro dan kebutuhan rumah tangga, pembiayaan perumahan berdiri sebagai jembatan.

Warga beraktivitas di salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Beranda 24 Feb 2026, 15:31

Ramadan di Masjid Lautze 2: Saling Berbagi dan Tak Pernah Bertanya Latar Belakang

Pengemis, pengemudi ojek online, pekerja harian, musafir, hingga warga sekitar yang sekadar ingin mampir, duduk dalam barisan yang sama. Tak ada kursi khusus, tak ada sekat sosial.

Suasana ramadan di Masjid Lauetze 2 di Jalan Tamblong, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 15:01

Miskin di Ruang yang Rusak: Menggugat Politik Kemiskinan Ekologis di Indonesia

Mengkritik politik kemiskinan ekologis: warga miskin hidup di ruang rusak, sementara bansos hanya jadi solusi tambal sulam struktural.

Gundukan sampah. (Sumber: Pexels | Foto: Mumtahina Tanni)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 13:37

Ramadan yang Bukan Sekadar Fasting dalam Bahasa Inggris

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, seseorang tidak cukup hanya memahami konsep fasting.

Umat Muslim beribadah di Bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Annas Arfnahri)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 11:58

15 Istilah Penting Ramadan yang Mudah Dipahami WNA Nonmuslim di Indonesia

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, memahami istilah-istilah kuncinya adalah langkah awal yang penting.

Pedagang takjil di bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Umar ben)
Beranda 24 Feb 2026, 11:52

RW 15 Tembus FYP, Bangunin Sahur Jadi Wadah Berkarya Anak Sekeloa Selatan

Tradisi bangunin sahur anak-anak muda Sekelo Selatan sudah berjalan sejak 2007. Bukan sekadar keliling kampung, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi lintas generasi yang kini viral di media sosial.

Anak-anak muda Sekeloa Selatan pelaku tradisi bangunin sahur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 08:09

Puasa Perisai Konsumtif

Jangan sampai nilai-nilai Ramadan ini tereduksi menjadi sekadar simbol dan rutinitas di tengah derasnya arus budaya konsumtif.

Pengunjung belanja pada Gelar Produk Pasar Tani di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 18 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 20:20

Reforma Agraria di Punclut: Negara Hadir atau Abai?

Di lereng yang menjadi bagian dari Kawasan Bandung Utara (KBU) itu, warga telah puluhan tahun menggarap lahan ex-erfpacht verponding.

Pertemuan warga Punclut (Foto: Dokumen Mang Aqli)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 16:20

Kumpulan Kata yang Mendadak Ramai Diucap Pas Ramadan

Berikut kumpulan kata khas Ramadan yang sering digunakan beserta maknanya.

Ilustrasi santri. (Sumber: Pixabay)
Bandung 23 Feb 2026, 15:25

Strategi Bertahan Gado Gado Gerobakan Cibadak Menembus Batas Zaman dan Pandemi

Merintis bisnis bukanlah wacana yang mudah. Perencanaan yang matang hingga eksekusi bisnis sampai di tahap mempunyai pelanggan setia, bukanlah proses yang mudah.

Kuliner tradisional yakni gado-gado gerobakan di kawasan Cibadak milik Efendi Wahyudin. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 14:18

Di Balik Kumpulan Kata Khas Ramadan, Memahami Bahasa dan Makna Sosial

Memahami istilah-istilah khas Ramadan berarti memahami bagaimana bahasa berfungsi sebagai medium pengalaman kolektif.

Seorang anak sedang mengaji. (Sumber: Pixabay | Foto: Joko_Narimo)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 12:13

Bahasa yang Menjadi Kontrol Sosial Kala Ramadan

Di Bulan Suci ini, bahasa menjaga puasa kita tetap tuntas dengan baik.

Ilustrasi orang Indonesia berkumpul di sebuah warung. (Sumber: Pexels | Foto: Noval Gani)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 09:07

Mendadak Pasar Takjil Ramadan

Yang membuat Pasar Takjil menarik, di antaranya adalah suasananya yang meriah dan penuh kejutan.

Pasar Takjil dadakan di Jalan Gading Tutuka, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 18:04

Sejarah Es Cendol Elizabeth yang Selalu Menjadi Minuman 'Bintang' di Saat Ramadan

Kisah Es Cendol Elizabeth berawal dari cerita Haji Rohman pada 1972 yang ditinggal pergi ayahnya.

Es Cendol Elizabeth. (Sumber: Instagram @escendolelizabethofficial)
Bandung 22 Feb 2026, 15:08

Manisnya Berkah Ramadan di Jalan Cibadak, Kisah Pak Heri Merawat Tradisi Es Goyobod di Tengah Gempuran Zaman

Eksistensi pedagang Es Goyobod di kota kembang membuktikan bagaimana peran kuliner tradisional tetap hidup di zaman yang terus berkembang dan tak terbatas ini.

Eksistensi pedagang Es Goyobod di kota kembang membuktikan bagaimana peran kuliner tradisional tetap hidup di zaman yang terus berkembang dan tak terbatas ini. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 15:02

Ngabuburead: Menemukan Ketenangan di Tengah Riuh Ramadan Jawa Barat

Inilah tren 'Ngabuburead', cara baru menepi lewat konten digital yang lebih intim dan berisi.

Media digital. (Sumber: Unsplash | Foto: @felirbe)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 11:43

Lembang Tempo Dulu

Dahulu Lembang adalah sebuah kawasan hijau yang pada masa VOC memiliki sebuah upeti istimewa.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 09:36

Miéling Poé Basa Indung: Jejak Panjang Pers Sunda

Denyut pers Sunda sebenarnya telah terdengar sejak akhir abad ke-19 melalui penerbitan seperti Sunda Almanak (1894) dan Panemu Guru (1906).

Wajah baru Majalah Mangle dalam manajemen Pusat Budaya Sunda Unpad. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 22 Feb 2026, 07:10

Tak Ada yang Berbuka Sendirian: Cerita Ramadan, Relawan, dan Sampah yang Dipilah di Salman ITB

Saat azan Magrib mendekat, halaman sekitar Masjid Salman ITB dipenuhi aroma makanan berbuka yang tertata rapi di atas meja-meja panjang

Masjid Salman ITB menyiapkan sekitar 800 porsi berbuka setiap hari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)