Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Jalur Lelah, 'Lampu Merah Abadi' di Jalan Soekarno Hatta

Gisca Laudya Pramesti
Ditulis oleh Gisca Laudya Pramesti diterbitkan Senin 29 Des 2025, 15:31 WIB
Potret antrean kendaraan di lampu merah Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (3 Desember 2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Gisca Laudya Pramesti)

Potret antrean kendaraan di lampu merah Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (3 Desember 2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Gisca Laudya Pramesti)

Kota Bandung seringkali disebut sebagai Paris Van Java yang menjanjikan kenyamanan, seni, dan kemajuan infrastrukturnya. Namun, kota nyaman dan ramah warga itu seketika hilang dikalahkan oleh antrean kendaraan dan durasi lampu merah yang sangat lama di perempatan Jalan Soekarno Hatta-Ibrahim Adjie. Warga Bandung sudah seringkali mengeluhkan keluhan serius kepada Walikota Bandung M. Farhan terkait kemacetan yang sangat parah.

Durasi lampu merah yang tidak efisien dan kumpulnya kendaraan sudah menjadi pemandangan wajib yang menyulitkan aktivitas warga yang melewati lampu merah Soekarno Hatta. Pemerintah kota harus segera mengatasi masalah kemacetan ini, karena jalan yang layak menunjukkan kota yang sejahtera bagi penduduknya sebagaimana dihimpun langsung dari Jalan Soekarno Hatta No. 526, Cijaura, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung, Rabu (3/12/2025).

Kemacetan di lampu merah Soekarno Hatta bukan lagi hal yang baru, melainkan sudah menjadi masalah biasa yang terjadi hampir setiap hari. Karena kepadatan lalu lintas yang tinggi dan durasi lampu merah yang lama, titik kemacetan terparah berada di sekitar persimpangan Kiaracondong.

“Sudah menjadi makanan sehari-hari saya kepanasan di stopan Kircon, capek cuma mau gimana lagi, satu-satunya akses jalan besar untuk ke rumah saya lewat sini,” ujar Abidin, seorang warga yang berdomisili di kawasan Soekarno Hatta. Pak Abidin merasa waktunya terbuang sia-sia di jalan karena pemerintah kota masih belum memberikan solusi untuk mengurangi kemacetan sehari-hari.

Selain itu, banyaknya titik putar balik yang tidak terkontrol menyebabkan jumlah kendaraan semakin tinggi. Di titik putar balik, banyak kendaraan yang melintas secara mendadak dengan cepat, membahayakan pengendara dan menyebabkan kemacetan yang semakin padat. Oleh karena itu, baik pengendara maupun pejalan kaki harus waspada dan hati-hati saat melintas di sekitar Jalan Soekarno Hatta.

Kemacetan di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa 2 Desember 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Gisca Laudya Pramesti)
Kemacetan di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa 2 Desember 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Gisca Laudya Pramesti)

Titik putar balik yang tidak terkontrol dan semakin naiknya volume kendaraan setiap harinya menjadi pemicu banyaknya kecelakaan dan kemacetan yang terjadi di sepanjang Jalan Soekarno Hatta. Warga mengharapkan titik putar balik liar ditertibkan dan ada peraturan lalu lintas yang serius.

“Berbahaya sekali jika terus dibiarkan U-Turn liar ini, sudah banyak memakan korban. Macet juga semakin menjadi. Seharusnya bisa langsung diperbaiki demi kenyamanan dan keamanan warga,” ujar Abidin.

Penduduk lokal hingga pengunjung yang melintasi Jalan Soekarno Hatta mengalami dampak negatif dari masalah kemacetan ini. Mereka harus rela bergabung dengan orang lain, menghabiskan waktu yang tidak produktif, dan akhirnya harus kehilangan kesempatan berharga untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Pemerintah kota harus menyadari betapa pentingnya mempunyai komitmen untuk membuat Bandung menjadi kota yang nyaman bagi warganya. Untuk memulai, Walikota dapat memeriksa sistem lalu lintas dan penataan jalan secara menyeluruh. Pengecekan ini harus melibatkan ahli transportasi agar menemukan solusi soal durasi lampu merah yang efektif dan mengatur titik putar balik yang tidak terkontrol.

Baca Juga: Sampah Kota Bandung: Antara Program, Partisipasi Warga, dan Tantangan Kepemimpinan

Untuk jangka Panjang, Walikota M. Farhan harus berkonsentrasi pada pengurangan durasi lampu merah yang efektif. Tujuannya adalah untuk mengurangi kemacetan dan kelelahan warga yang menghabiskan waktu di persimpangan Soekarno Hatta setiap hari. Solusi jangka panjang ini harus dipenuhi agar Jalan Soekarno Hata dapat menjadi tempat yang lancar, tertib, dan nyaman bagi para warga dan pengunjung.

Perbaikan di Jalan Soekarno Hatta ini  adalah bukti komitmen Walikota untuk membuat warga tidak lagi merasa diabaikan haknya. “Harapannya, Pak M. Farhan selaku Walikota Bandung bersedia mendengarkan catatan warga dan segera bertindak tegas,” ujar Abidin menutup percakapan. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Gisca Laudya Pramesti
Mahasiswi Digital Public Relations Telkom University

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 26 Mei 2026, 09:51

Dupan, Ketika Citarum Menolak Surut

Banjir kembali merendam Sapan Bandung. Luapan Sungai Citarum membuat Dupan terus hidup sebagai langganan genangan warga.

Banjir Citarum di Sapan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 09:29

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026

PT PLN Nusantara Power UP Cirata sukses memborong penghargaan bergengsi TOP CSR Awards 2026 atas komitmen keberlanjutan sosial mereka.

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 08:21

Remitologisasi Sunda: Milangkala Tatar Sunda Mestinya 11 Oktober

Remitologisasi merupakan hak, bahkan kewajiban, bagi suatu bangsa yang sedang krisis jatidiri. Namun, mesti dilakukan dengan baik dan benar.

Prasasti Kebon Kopi II/Prasasti Pasir Muara. (Sumber: Leiden Library)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 07:40

Fenomena Mematikan Centang Biru pada WhatsApp dalam Perspektif Etika Komunikasi Digital

Fenomena mematikan centang biru WhatsApp mencerminkan perubahan etika komunikasi digital antara kebutuhan privasi, kenyamanan, dan ekspektasi respons instan.

Ilustrasi fenomena mematikan fitur centang biru pada WhatsApp. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 19:25

Bandung Kembali Berpestapora untuk Tiga Kali Berturut-turut

Persib Bandung resmi menyambit gelar Liga Indonesia yang ke-5 kalinya dalam tiga kali berturut-turut. Euforia perayaan di Kota Bandung pun kembali menjadi perhatian.

Para Bobotoh merayakan gelar juara Persib Bandung di Liga Super Indonesia 2025/2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis).
Ayo Biz 25 Mei 2026, 18:51

Cerita dari Sumedang Utara, ‘Revolusi Mindset’ Warga Margamukti hingga Jadi Desa BRILiaN

Masuk 15 besar Desa BRILiaN 2025 bukan garis finish, melainkan titik awal bagi Desa Margamukti.

Kepala Desa Margamukti, Siti Nuraeni Sofa (tengah berjilbab hitam baju orange) saat acara promosi B2B budidaya melon premium. (Sumber: Ayobandung.id/Aris Abdulsalam)
Linimasa 25 Mei 2026, 17:18

Sisa-sisa Kejayaan Persib Bandung di Si Jalak Harupat

Si Jalak Harupat masih menyimpan jejak kejayaan Persib lewat pedagang jersey dan kenangan juara liga.

Kondisi pedagang suvenir Persib di Stadion Si Jalak Harupat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 15:29

Persib Juara ala Atomic Habits

Analisa kemenangan Persib lewat Prinsip Atomic Habits-nya James Clear.

Pemain Persib Bandung mengangkat piala usai pertandingan melawan Persijap Jepara dalam Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Sabtu 23 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 12:10

Magot, dan Kesabaran Warga Bandung Mengurus Sampah Dapur

Majelis Ta'lim Baitul Mu'min membuat acara pengajian mengundang mahasiswa ITB menggelar pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga dengan menggunakan magot BSF atau larva Black Soldier Fly.

Jamaah Masjid Baitul Mu'min Mengikuti Pelatihan Pengolahan sampah dengan Magot. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Uwes Fatoni)
Beranda 25 Mei 2026, 10:17

Bandung Berpesta Semalaman untuk Persib, Petugas dan Warga Lokal Bersihkan Sampah Sejak Pagi Buta

Pas datang tadi mah kondisinya kacau, Kang. Pabalatak pisan. Plastik, botol minuman, bungkus makanan, bekas flare, pokokna loba pisan.

Handoyo bersama warga dan unsur kewilayahan ikut turun membersihkan sampah bekas konvoi di kawasan Pasupati, Senin 25 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 10:16

Persib, Bobotoh, dan Komunikasi Kota yang Membiru

Persib juara bukan sekadar prestasi, tetapi peristiwa komunikasi publik. Konvoi bobotoh menjadi bahasa kolektif yang membangun identitas, emosi, dan solidaritas kota.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 25 Mei 2026, 09:45

Support System yang Membentuk Ekosistem: Potret UMKM Bandung Hari Ini

Seperti inilah cara ekosistem UMKM di bawah binaan BRI menjalani arah bisnis yang sehat.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)