RAMADAN 1447 H memasuki hari keempat. Sementara warga Muhammadiyah memasuki hari kelima. Salah satu berkah Ramadan, di mana-mana—setiap hari sore-sore menjelang berbuka puasa—mendadak muncul Pasar Takjil, Pasar Ramadan, Pasar Kaget atau Pasar Senggol, entahlah pasar apa namanya--di lapangan, jalan lebar, dan tempat strategis yang keberadaan tempatnya seolah tak direncanakan, tiba-tiba ada begitu saja. Barang yang dijual di Pasar Takjil sangat beragam keperluan takjil: mulai dari makanan berat, cemilan, gorengan, kolak kolek, kerupak-kerupuk, buah-buahan, dan lain-lain.
Di Kabupaten Bandung, misalnya: Di Warung Lobak; Ciherang; Jelekong; Pemda Kab. Bandung; Gading Tutuka; Taman Kopo Indah; Baleendah; Sapan; Di Kota Bandung: Punclut; Gedebage; Terusan Kiaracondong; Arcamanik; sekitar Masjid Salman; Babakansari; Pasirjati; Cisaranten Kulon; Gasibu; Cipadung; Cikadut; Tegallega: Batununggal; Cibaduyut.
Yang membuat Pasar Takjil menarik, di antaranya adalah suasananya yang meriah dan penuh kejutan. Kita bisa memenuhi keperluan takjil sambil ngabuburit. Bayangkan saja, tiba-tiba ada puluhan pedagang dengan berbagai dagangan keperluan takjil dan harga yang kadang lebih murah daripada pasar. Kita tak menduga sebelumnya.
Selain ajang ngabuburit, Pasar Takjil juga jadi ajang buat warga sekitar bersilaturahmi dan berinteraksi. Biasanya, orang-orang yang datang ke Pasar Takjil tidak cuma buat belanja, tapi juga buat saling ber-hai halo ketemu tetangga yang membuat seru dan menyenangkan.
Baca Juga: Sejarah Es Cendol Elizabeth yang Selalu Menjadi Minuman 'Bintang' di Saat Ramadan
Para pedagangnya, selain UMKM, eh tak disangka ternyata para tetangga kita sendiri yang tiba-tiba jadi pedagang kolak atau pedagang gorengan. Ini contoh celotehan yan terjadi Pasar Takjil Parken, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung:
“Eh, Bu Tati sekarang jualan gorengan, toh?” tanya Bu Agus.
“Eh, Bu Agus. Iya, Bu, mengisi waktu luang sekalian ngemanfaatin peluang.”
“Kalau begitu, saya beli bala-bala 20, gehu 20. Mau bikin di rumah, saya enggak sempat.”
“Mangga, Bu Agus. Saya kasih bonus 2 ya.”
“Nuhun.”
Bagi pedagang UMKM, Pasar Takjil juga jadi kesempatan emas buat mengenalkan produk mereka ke lebih banyak orang. Karena pasar ini dadakan dan ramai pengunjung, para pedagang bisa dapet exposure lebih besar. Ditambah lagi, tak ada biaya sewa di Pasar Takjil ini.
Baca Juga: Ngabuburead: Menemukan Ketenangan di Tengah Riuh Ramadan Jawa Barat
Tempat lain di sekitar Soreang yang ada Pasar Takjil adalah kawasan Jalan Gading Tutuka. Sudah lama kawasan ini menjadi favorit warga untuk ngabuburit sekaligus tempat berbelanja keperluan takjil.
Tidak berbelanja keperluan Takjil, banyak anak muda dan juga orangtua bersama anak-anaknya datang ke tempat ini sekaligus berbuka puasa di tempat ini. Sebab, kawasan Gading Tutuka selalu ramai dan banyak juga tempat yang asyik untuk berbuka. (*)
