Hikayat Pasar Baru Bandung, Bermula dari Kerusuhan Ciguriang 1842

4 menit baca
Hengky Sulaksono
Ditulis oleh Hengky Sulaksono diterbitkan
Pasar Baru Bandung (Sumber: Ayobandung)
Pasar Baru Bandung (Sumber: Ayobandung)

AYOBANDUNG.ID - Pasar Baru Bandung bukan sekadar tempat belanja kain murah dan oleh-oleh khas Tanah Sunda. Di balik gegap gempita tawar-menawar dan kepulan asap dari pedagang makanan kaki lima, pasar yang kini berdiri megah di pusat kota itu menyimpan cerita panjang soal kota, konflik, dan perubahan wajah ekonomi Bandung sejak abad ke-19.

Tak banyak warga Bandung tahu bahwa pasar ini lahir dari tragedi berdarah. Kisah berdirinya Pasar Baru bermula dari kehancuran pasar lama di kawasan Ciguriang. Lokasi ini sekarang dikenal sebagai sekitaran Jalan Kepatihan, yang dulu menjadi pusat niaga warga Bandung. Namun, pada akhir 1842, kawasan itu luluh lantak oleh kobaran api.

Pemicunya adalah seorang pria keturunan Tionghoa Muslim asal Kudus bernama Munada. Ia bekerja pada Nagel, Asisten Residen Bandung. Dalam buku Menguak Pasar Tradisional Indonesia (2012), disebutkan bahwa Munada diberi amanah mengelola anggaran untuk pengadaan angkutan kereta. Namun ia menyalahgunakan kepercayaan tersebut—uang negara digunakan untuk kepentingan pribadi. Akibatnya, ia dipenjara oleh Nagel.

Dendam pun membara. Munada membalas perlakuan itu dengan menggalang dukungan dari beberapa orang, termasuk Raden Naranata, seorang priyayi yang juga punya masalah pribadi dengan penguasa kolonial. Mereka membakar Pasar Ciguriang. Aksi itu bukan hanya menghanguskan pusat perdagangan, tetapi juga memicu kekacauan besar yang menyebar hingga kawasan Alun-alun, Jalan Raya Pos, Pangeran Sumedangweg (kini Jalan Otto Iskandardinata), hingga ke Babatan dan Jalan ABC.

Dalam tulisannya Babah Liem Siang alias Munada, Atep Kurnia menukil pendapat Edi S. Ekadjati dan Aam Masduki dalam Wawacan Carios Munada (1993: 4), yang menyebut ada empat naskah penting berkaitan dengan sosok Munada. Keempatnya adalah Wawacan Carios Munada, Sajarah Timbanganten, Kitab Pancakaki, dan Babad Adipati Aria Martanagara. Munada, digambarkan sebagai seorang mualaf Tionghoa, sempat dipercaya Asisten Residen Nagel dalam proyek pengadaan kereta. Kepercayaan itu ia khianati.

Dalam naskah kuno Wawacan Carios Munada, yang kini menjadi koleksi Perpustakaan Universitas Leiden, disebut bahwa kerusuhan besar ini berpuncak pada tanggal 30 Desember 1842. Dalam teks yang ditulis Mas Kartadinata berdasarkan wawancara dengan saksi-saksi hidup saat itu, disebutkan Munada bukan sekadar pelaku pembakaran, tapi juga pembunuh Nagel. Dalam Kitab Pancakaki (Cod. Or. 6499), yang ditulis Raden Natadimaja di Sumedang, peristiwa pembunuhan Nagel disebut terjadi pada 28 Desember 1845.

Tragedi itu membuat para pedagang tercerai-berai. Sebagai langkah penanganan, pemerintah Hindia Belanda membuka area baru untuk para pedagang pada 1844, di sisi barat kawasan Pecinan. Di sinilah cikal bakal Pasar Baru Bandung berdiri.

Pasar Terbersih di Hindia Belanda

Walau lahir dari kekacauan, Pasar Baru berkembang menjadi titik vital ekonomi lokal. Letaknya strategis, dekat dengan Stasiun Bandung yang baru beroperasi beberapa dekade kemudian, membuatnya kian ramai dan mudah diakses oleh pedagang maupun pembeli dari luar kota.

Berdasarkan catatan sejarawan A. Sobana Hardjasaputra, keputusan memindahkan pusat perdagangan ke tempat itu juga didorong oleh kedekatan dengan jalur logistik dan mobilitas warga. Aktivitas ekonomi di kawasan tersebut bahkan sudah terlihat sebelum penetapan resmi sebagai pasar.

Beberapa pengusaha dari masa itu kini diabadikan sebagai nama jalan di sekitar pasar, jejak yang menunjukkan peran mereka dalam menghidupkan denyut perdagangan kota ini.

Perkembangan besar Pasar Baru terjadi pada 1926 saat pemerintah kolonial memperluas kawasan pasar. Kompleks pertokoan dibangun lebih tertata, dan dua pos penjagaan bergaya arsitektur khas—atap diagonal dari bahan mirip ebonit—didirikan untuk mengapit jalan masuk utama. Estetika dan keteraturan ini mengantar Pasar Baru meraih predikat “Pasar Terbersih se-Hindia Belanda” pada 1935.

Zaman berganti. Modernisasi mulai menggusur wajah-wajah lama. Pada 1970, dilakukan perombakan besar-besaran. Pos-pos khas itu hilang, digantikan bangunan semi permanen dengan deretan toko di depan dan los-los pedagang di belakang. Aroma kolonial perlahan sirna, diganti suasana khas pasar tradisional yang padat, ramai, dan apa adanya.

Puncak transformasi datang pada awal abad ke-21. Pemerintah Kota Bandung memutuskan membangun ulang seluruh kompleks menjadi pasar modern berkonsep trade center. Proyek dimulai pada 2001 dan rampung dua tahun kemudian. Wajah Pasar Baru berubah total: menjulang hingga delapan lantai, lengkap dengan eskalator, area parkir, dan sistem keamanan yang lebih tertib.

Tapi satu hal yang tetap tinggal: semangat niaga yang membumi. Di balik etalase modern, masih ada semangat ribuan pedagang kecil yang mewarisi denyut sejarah panjang pasar ini, dari puing-puing kerusuhan ke arus deras perdagangan kota.

Kini, Pasar Baru bukan hanya menjadi saksi perputaran rupiah harian, tapi juga saksi hidup tentang bagaimana kota ini menata kembali dirinya usai terbakar oleh amarah dan pengkhianatan, lalu bangkit menjadi simbol perniagaan yang terus bertahan menghadapi zaman.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)