Persib, Bobotoh, dan Komunikasi Kota yang Membiru

3 menit baca
Aldin Aldama Dosen Fikom Unisba
Ditulis oleh Aldin Aldama Dosen Fikom Unisba diterbitkan
Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Ada momen ketika sepak bola berhenti menjadi sekadar pertandingan, dan berubah menjadi peristiwa komunikasi publik yang melibatkan emosi, identitas, bahkan imajinasi kolektif. Itulah yang terjadi ketika Persib Bandung menorehkan sejarah sebagai juara tiga musim berturut-turut pada 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026—sebuah capaian yang belum pernah terjadi di era modern sepak bola Indonesia.

Namun yang lebih menarik untuk dibaca bukan hanya soal trofi, melainkan bagaimana kemenangan itu “dikomunikasikan” melalui konvoi besar yang membirukan Bandung. Jalanan yang dipenuhi ribuan Bobotoh, nyanyian tanpa henti, dan simbol-simbol kebanggaan menjadi teks sosial yang layak ditafsirkan dalam perspektif ilmu komunikasi.

Komunikasi Ritual di Jalanan Kota

Konvoi Persib sejatinya adalah praktik komunikasi ritual. James W. Carey menyebut komunikasi tidak hanya soal penyampaian informasi, tetapi juga tentang berbagi makna, partisipasi, dan membangun kebersamaan dalam suatu komunitas. Dalam kerangka ini, konvoi bukan sekadar pawai kemenangan, melainkan upacara sosial yang merawat identitas kolektif Bobotoh.

Ketika ribuan orang mengenakan atribut biru dan bergerak bersama, mereka sedang menegaskan keanggotaan simbolik dalam “komunitas imajiner” Persib. Ritual ini memperkuat solidaritas, bahwa komunikasi ritual mengikat individu melalui partisipasi emosional dan simbolik.

Dengan demikian, kemeriahan konvoi bukanlah kebetulan, melainkan kebutuhan sosial. Ia menjadi medium untuk “mengalami bersama” kemenangan, bukan hanya mengetahui kemenangan.

Dari Stadion ke Jalan: Ekspansi Komunikasi Massa

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Persib juara memang dimulai dari stadion, tetapi gaungnya meluas melalui mekanisme komunikasi massa. Media, siaran langsung, hingga percakapan digital memperbesar peristiwa tersebut menjadi agenda publik. Dalam teori komunikasi massa, media memiliki kemampuan menyebarkan informasi secara luas dan simultan ke khalayak besar, sehingga membentuk persepsi kolektif masyarakat.

Tidak mengherankan jika konvoi kemudian dipadati ribuan orang. Mereka bukan hanya hadir karena berada di lokasi, tetapi karena telah “dipanggil” oleh narasi yang dibangun media dan percakapan publik. Inilah yang dalam agenda-setting disebut sebagai kemampuan media menentukan apa yang dianggap penting oleh publik.

Bandung, pada hari itu, bukan hanya kota yang merayakan kemenangan klub, melainkan ruang komunikasi terbuka di mana pesan kemenangan direproduksi secara terus-menerus oleh massa.

Bobotoh dan Identitas Kolektif

Sepak bola, sebagaimana banyak penelitian komunikasi dan sosiologi tunjukkan, adalah arena pembentukan identitas sosial. Dukungan terhadap klub bukan sekadar preferensi, tetapi menjadi bagian dari siapa seseorang.

Dalam konteks Persib, Bobotoh bukan hanya penonton, melainkan aktor komunikasi yang aktif. Mereka menciptakan makna melalui nyanyian, atribut, hingga konvoi. Proses ini menunjukkan bahwa khalayak tidak lagi pasif, melainkan turut memproduksi pesan.

Fenomena ini juga selaras dengan konsep “crowd influence” dalam komunikasi olahraga, di mana kerumunan tidak hanya menyaksikan, tetapi ikut membentuk suasana, makna, bahkan arah peristiwa itu sendiri. Konvoi Persib menjadi bukti bahwa komunikasi tidak selalu terjadi melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan kolektif.

Euforia dan Potensi Ambivalensi

Namun, kita perlu jujur melihat sisi lain. Energi kolektif dalam konvoi memiliki dua wajah. Ia bisa menjadi perekat sosial yang kuat, tetapi juga berpotensi menjadi chaos jika tidak dikelola dengan baik. Studi tentang crowd dynamics menunjukkan bahwa emosi massa yang tinggi dapat dengan cepat berubah arah.

Karena itu, imbauan ketertiban dari manajemen dan aparat bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari komunikasi krisis. Pesan-pesan tersebut mencoba mengarahkan euforia agar tetap berada dalam koridor yang aman dan produktif.

Di sinilah pentingnya komunikasi publik yang efektif: memastikan bahwa makna yang ingin dibangun—yakni kebanggaan dan kebersamaan—tidak berubah menjadi konflik atau gangguan sosial.

Pada akhirnya, konvoi Persib adalah bahasa. Ia berbicara tentang kemenangan, tentang identitas, solidaritas, dan kebanggaan lokal. Dalam perspektif komunikasi, peristiwa ini memperlihatkan bagaimana simbol-simbol sederhana—warna biru, lagu suporter, iring-iringan kendaraan—dapat menjadi sistem makna yang kompleks.

Persib yang juara tiga kali berturut-turut mungkin akan tercatat dalam statistik. Tetapi konvoi yang menyertainya akan hidup dalam ingatan kolektif. Ia adalah cerita tentang bagaimana sebuah kota berbicara pada dirinya sendiri, melalui jalanan yang penuh sesak, suara yang menggema, dan rasa memiliki yang tak bisa diukur.

Dan di tengah semua itu, kita belajar satu hal: komunikasi tidak selalu membutuhkan kata-kata. Kadang, ia cukup hadir dalam lautan manusia yang bergerak bersama, merayakan satu nama—PERSIB BANDUNG. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Aldin Aldama Dosen Fikom Unisba
Dosen & Praktisi Komunikasi

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Jul 2026, 20:05

Melihat Dunia dari Bandung: Dari Objek Kolonial ke Subjek Global

Suara Bandung tidak selalu terdengar konsisten. Kadang menguat, kadang tenggelam. Tergantung pada konteks global yang sedang berlangsung.

Museum Konferensi Asi-Afrika. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 18:01

Urgensi Bandara Husein Sastranegara Menuju Konektivitas ASEAN

Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung perlu segera mendesak agar pemerintah pusat mengijinkan rute internasional untuk Bandara Husein

Bandara Husein Sastranegara dilihat dari lantai 9 Gedung Pusat Manajemen PT Dirgantara Indonesia. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 17:00

Jejak-jejak Sejarah 'Kawadanaan' di Kecamatan Lembang

Salah satu potensi dan daya tarik wisata sejarah yang dimiliki Kota Lembang yaitu bangunan “Pendopo eks Kawedanaan”.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 16:44

Luas 150 Hektar, Bagaimana Cara Jelajah TMII dalam Sehari?

Bingung keliling TMII dalam sehari? Cek rute terbaik, rekomendasi anjungan, kereta gantung, museum, hingga atraksi Tirta Cerita.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 16:28

Ada Lohbener, Ada Losarang

Semula, toponimi dua kecamatan ini adalah toponim sungai yang mengalir melintasi Indramayu.

Lokasi Lohbener dan Losarang di Kabupaten Indramayu. (Sumber: Google maps)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 15:22

Sisa Peradaban Lama di Utara Bandung

Tak jauh dari kawasan Kebun Binatang Bandung terdapat arca Ganesha yang terdapat di gerbang depan Institut Teknologi Bandung.

Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 14:46

Menimbang Kembali Peran Ayah dalam Memperingati Hari Ayah Nasional

Maka di Hari Ayah Nasional ini, mari kita mencoba untuk menimbang dan melihat kembali, bagaimana peran ayah sesungguhnya terhadap anak-anak dan keluarganya.

Ilustrasi seorang ayah dan anaknya. (Sumber: Pexels | Foto: Faisal Allam)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 14:03

Panduan Wisata Situ Gunung Sukabumi: Tiket, Jembatan Gantung, dan Curug Sawer

Panduan lengkap Situ Gunung Sukabumi, mulai dari harga tiket, jalur wisata, Jembatan Gantung terpanjang di Asia Tenggara, Curug Sawer, hingga cara menuju lokasi.

Danau Situ Gunung Sukabumi.
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 13:34

Diskursus Intelektual dalam Pendidikan Bernuansa Islami

Era teknologi telah memunculkan paradigma baru, bahwa pemikiran-pemikiran baru mengalami diskursus intelektual. Apakah ini juga menjadi tantangan bagi pendidikan bernuansa islami.

Anak-anak beragama Islam sedang mengaji di masjid. (Sumber: Pexels/Hera hendrayana)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 12:09

Redesain Kota Bandung: Sehat Rakyatnya Jaya Kotanya

Dapat kita ketahui bahwa kesehatan merupakan salah satu kebijakan yang perlu diambil sesegera mungkin selain pendidikan.

Suasana Jalan Braga, Kota Bandung saat diberlakukannya Braga Free Vehicle pada Sabtu, 4 Mei 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 09:47

Menyusuri Jejak Dunia Hiburan Indonesia Era Tahun 70-an

Annie Rae sebagai pendatang baru tengah menanjak popularitasnya di blantika musik pop Indonesia.

Sampul Majalah Variasari edisi Juli 1970 yang menampilkan Annie Rae, biduanita ternama asal Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 08:01

Kecerdasan Buatan dalam Waktu ke Waktu

Menelusur sejarah perkembangan kecerdasan buatan.

Kecerdasan buatan bukan sekadar teknologi, tetapi sebagai pemahaman bahwa menusia selalu mencari lebih dari Batasan yang telah ada.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 21:54

Masjid Agung Al-Ittihad: Representasi Multikulturalisme di Kota Benteng

eberadaan Masjid Agung Al-Ittihad memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding fungsi religius semata.

Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. (Sumber: Pemerintah Kota Tangerang)
Wisata & Kuliner 09 Jul 2026, 18:37

Kerak Telor Betawi, Kuliner Tradisional Jakarta dengan Sejarah Panjang

Kerak Telor merupakan kuliner khas Betawi yang menjadi ikon Jakarta. Simak sejarah, bahan, cara memasak, dan fakta menarik di balik hidangan legendaris ini.

Kerak Telor Betawi.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 18:00

Asal Usul dan Perkembangan Ampiang Dadiah: Tradisi Kuliner Minangkabau dari Masa ke Masa

Membahas Ampiang Dadiah yogurt yang terbuat dari susu kerbau berasal dari Sumatera Barat.

Es Ampiang Dadiah, dibeli di Pasar Ateh, Bukittinggi. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:48

69 Tahun Navigasi Birokrasi: Mengukuhkan LAN sebagai Think Tank Strategis di Tengah Badai Disrupsi

LAN RI di usia ke-69 memperkuat perannya sebagai think tank strategis yang mendorong transformasi birokrasi melalui inovasi, digitalisasi, dan kebijakan berbasis bukti menuju Indonesia Emas 2045.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. (Sumber: LAN RI)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:11

Antara Bandung dan Yogyakarta, Semarak Kuliner Tiada Henti

Kuliner menjadi patron wisata yang menarik wisatawan. Bandung dan Yogyakarta memiliki karakter budaya yang berbeda, tetapi dengan wisata kuliner, dua kota itu menghadirkan Indonesia kini.

Kehadiran Tjitarum sebagai toko bolu dan kue bukan sekadar membuka ruang baru bagi wisatawan untuk membeli buah tangan. Namun simbol bagaimana kuliner bisa menjadi bahasa pelestarian budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:59

Bedah Konsistensi Strategi Digital PR pada Peluncuran Mobil Listrik Keluaran Terbaru

Peluncuran New Air ev & Cloud EV bukti konsistensi Wuling bangun citra kendaraan listrik modern. Lewat web & Instagram, Wuling tampilkan pesan & visual inovatif masa depan.

Ilustrasi mobil listrik. (Sumber: Wuling Motors)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:05

Menari, Merayakan Masa Kecil

Setiap tarian memang berhenti saat musik usai, tapi cerita ihwal keberanian Kakang berjoged untuk pertama kalinya akan terus hidup, tumbuh subur saat dirawat, dipelihara, dipupuk & menari dalam hati.

Kakang bergaya sebelum tampil menari di spot foto yang ada serambi masjid Al-Hidayah, Kebonterong Cibiru Kota Bandung, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 15:05

Menelusuri Jejak Rasa (Bagian II): Penjaga Memori dan Tradisi Kuliner Bandung

Setelah membedah lima ikon pertama pada bagian sebelumnya, mari kita lanjutkan penelusuran enam ikon kuliner legendaris lainnya.

Hidangan Warung Kopi Purnama (Foto: GMAPS)