Ketika Persija, Persib, dan Persis Bantu Korban Tragedi Trowek

5 menit baca
Dimas Wahyu Indrajaya
Ditulis oleh Dimas Wahyu Indrajaya diterbitkan Jumat 08 Mei 2026, 22:35 WIB
Pemandangan mengenaskan kecelakaan kereta api di Trowek, Tasikmalaya, Jawa Barat pada 28 Mei 1959. (Sumber: Harian Umum)

Pemandangan mengenaskan kecelakaan kereta api di Trowek, Tasikmalaya, Jawa Barat pada 28 Mei 1959. (Sumber: Harian Umum)

Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, menjadi sorotan khalayak pada pengujung April 2026. Tepatnya pada Senin, 27 April, terjadi kecelakaan yang melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) di stasiun kota satelit bagi Jakarta tersebut.

Kronologinya, bermula dari satu unit mobil taksi Green SM yang mogok di perlintasan dan tertemper oleh KRL dari arah Cikarang menuju Jakarta. Situasi ini membuat KRL dari arah sebaliknya menunda perjalanan di Stasiun Bekasi Timur sampai menunggu sinyal aman untuk jalan.

Dalam posisi berhenti itu, KA Argo Bromo Anggrek melaju dari arah Jakarta sehingga lokomotifnya menabrak gerbong belakang KRL yang dikhususkan untuk penumpang perempuan. Imbas dari kejadian itu puluhan penumpang di gerbong perempuan menderita luka-luka, dan nahasnya di antaranya terdapat 16 orang kehilangan nyawa.

Duka menganga lantas terasa dan masih terus terasa selang sepekan tragedi memilukan itu. Bantuan-bantuan pun berdatangan bagi korban yang masih dirawat dan keluarga korban yang ditinggalkan. Dari PT Kereta Api Indonesia, instansi pemerintah, hingga sejumlah organisasi kemanusiaan nasional turun tangan memberikan santunan. Sesama pengguna KRL yang ikut prihatin turut pula memperlihatkan simpati dengan meletakkan rangkaian bunga di Stasiun Bekasi Timur.

Peristiwa kecelakaan kereta yang memakan korban jiwa sejatinya bukan kali ini saja terjadi di Indonesia. Semenjak negara ini merdeka, terdapat banyak tragedi yang menimpa dunia perkeretaapian nasional.

Dari banyaknya tragedi salah satunya terjadi di Trowek pada 1959. Saat itu kereta api yang hendak melintas di jalur menanjak tidak kuat sehingga membuat empat gerbong penumpang masuk jurang. Peristiwa mengenaskan ini lalu mengundang simpati banyak orang termasuk dari kalangan pencinta sepak bola dalam negeri.

Tragedi KA Trowek

Pada 28 Mei 1959, kereta api trayek Banjar – Bandung melintas di Trowek, dekat dengan Kota Tasikmalaya. Kereta dengan penumpang berjumlah ratusan itu tiba-tiba kesulitan menjinakkan lintasan rel menanjak yang bersinggungan dengan tebing curam.

Majalah Star Weekly dalam artikel “Terdjadinja Ketjelakaan Kereta Api di Trowek” terbitan 6 Juni 1959, mengabarkan kronologi sebelum terjadinya kecelakaan. Masinis kereta dikabarkan menghubungi bantuan lokomotif lain untuk membantu menarik rangkaian.

Mulanya lokomotif pembantu mampu menarik lokomotif Banjar – Bandung yang membawa sebagian gerbong ke atas tanjakan. Namun, setelahnya yang tercipta ialah petaka. Keempat gerbong yang sedang dipasang rem dan sedang menunggu ditarik meluncur ke bawah sehingga malapetaka pun terjadi.

Kesedihan pun menggerayangi Djawatan Kereta Api (DKA, nama PT KAI saat itu) imbas dari kejadian tersebut. Bendera setengah tiang lalu dipasang di Balai Besar DKA di Bandung sebagai tanda berkabung.

Di tengah situasi berduka, Menteri Perhubungan Sukardan langsung meninjau lokasi kecelakaan. Proses evakuasi pun berjalan di bawah komando sang menteri di mana sampai 5 Juni 1959 terdapat 92 orang tews, 61 luka berat, dan 53 luka-luka ringan. Akibat tragedi itu DKA pun melarang masinis menghentikan kereta di jalur tanjakan.

Potongan artikel yang memaparkan hasil investigasi tragedi KA Trowek. (Sumber: Harian Umum)
Potongan artikel yang memaparkan hasil investigasi tragedi KA Trowek. (Sumber: Harian Umum)

“Mengingat akan peristiwa di Trowek tersebut oleh pimpinan DKA Jawa Barat segera diambil tindakan larangan untuk meninggalkan sebagian rangkaian kereta api di tanjakan dengan lereng lebih dari 5 0/00, yang berarti untuk lebih menjamin keamanan perjalanan kereta api,” lapor Harian Umum dalam artikel “Sebab2 Tragedi Trowek: Rangkaian K.A. Dilepaskan Orang, Petugas2 DKA Abaikan Sjarat2 jang Sudah Ditentukan,” terbitan 10 Juni 1959.

Sumbangan dari Laga Sepak Bola

Tragedi Trowek membuat sejumlah pihak terpicu untuk berderma. Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) salah satunya yang menunjukkan perhatiannya terhadap para korban.

Pada 17 Juli, PPFI menyatakan memutar film di seluruh bioskop ibu kota Indonesia. Hasil keuntungan dari pertunjukan film itu 50 persennya diserahkan untuk membantu korban dan keluarganya yang terdampak.

Tak hanya dari perfilman, karena dari dunia olahraga khususnya sepak bola juga ikut andil untuk para korban tragedi Trowek sekaligus Tombatu - sebuah kota kecil di Minahasa Tenggara yang terkena serangan Permesta. Sebuah pertandingan segitiga lalu dengan melibatkan Persija Jakarta, Persib Bandung, dan Persis Solo.

Skuad Persib saat beraksi di pertandingan segitiga melawan Persija dan Persis. Terdapat tiga pemain Timnas Indonesia yang tampil yaitu Omo, Henky Timisela, dan Kiat Sek. (Sumber: Aneka/Koleksi MemoriOlahraga)
Skuad Persib saat beraksi di pertandingan segitiga melawan Persija dan Persis. Terdapat tiga pemain Timnas Indonesia yang tampil yaitu Omo, Henky Timisela, dan Kiat Sek. (Sumber: Aneka/Koleksi MemoriOlahraga)

“Walaupun pada lahirnya ia diselenggarakan PSSI, namun pada hakikatnya BKS (Badan Kerja Sama) Wanita-Militer lah yang jadi promotor dan pengambil inisiatif, yakni dalam usahanya mengumpulkan uang guna disumbangkan kepada korban-korban dari Trowek dan Tombatu,” tulis Adnoes St. Sinaro Sati melalui majalah Aneka dalam artikel “Persidja dalam Segitiga – Trowek-Tembatu: Draw dg. Solo, Kalahkan Persib 5-2” edisi 20 Juli 1959.

Ketiga tim tersebut bermain di Lapangan Ikada, Jakarta pada 10-12 Juli 1959. Sebelum turnamen mini itu dimulai, sejumlah media mengimbau agar penggemar sepak bola di ibu kota datang ke stadion dengan jaminan laga akan berjalan seru dan hasil tiket akan diteruskan membantu korban tragedi Trowek.

Apa yang dijanjikan kejadian. Persija di hari pertama melawan Persis yang bermain keras kepala. Kiper muda Yudo Hadianto bermain sigap dalam laga itu sehingga Persis mampu menahan imbang Persija 0-0.

Pada hari kedua, barulah Persis tidak mampu berkutik. Anak-anak Solo dikalahkan 3-5 oleh Persib yang bermain cepat dalam menyerang.

Potongan artikel harian Merdeka yang mengabarkan Persija menjuarai pertandingan segitiga untuk penggalangan dana Tragedi Trowek. (Sumber: Merdeka)
Potongan artikel harian Merdeka yang mengabarkan Persija menjuarai pertandingan segitiga untuk penggalangan dana Tragedi Trowek. (Sumber: Merdeka)

“Berhasilnya Omo cs memasukkan tidak kurang lima gol sebelum babak pertama berakhir adalah bukti nyata daripada kecepatan yang tiada terkira,” lapor Adnoes.

Sehari kemudian yang menjadi pertandingan terakhir dimulailah laga antara Persija versus Persib. Kedua tim bermain sama kuat 1-1 pada babak pertama di mana Persib mencetak gol lewat Omo, sementara Persija via Ottis de Fretes. Kedudukan sama kuat, tetapi kisahnya menjadi lain pada babak kedua. Serangan Persib kendur setelah Omo diganti Ade Dana. Persib pun hanya bisa menambah satu gol, sedangkan Persija membalas dengan empat gol sehingga menang 5-2.

Persija dinyatakan juara, Persib runner-up, dan Persis di peringkat ketiga. Namun, mengenai prestasi itu tidak begitu jadi perhatian karena terpenting ketiganya dinyatakan memiliki andil membantu korban tragedi KA Trowek. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dimas Wahyu Indrajaya
Pengasuh Instagram @memoriolahraga.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Jun 2026, 11:04

Karya Purbakala di Hari Purbakala: Sambung Menyambung Tentang Kota Bandung

Karya-karya mahasiswa arkeologi tentang Kota Bandung

Sebuah gua alami yang menyimpan situs purbakala, Gua Pawon. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nuryahya64)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:31

Mengenang Ny. Liem: Maestro Boga dari Kota Kembang dan Legacy di Industri Tata Boga Indonesia

Ny. Liem menempati posisi penting sebagai pionir yang menetapkan standar emas dalam seni pembuatan kue dan pastry.

Produk kemasan dari toko Ny. Liem di Jln. Naripan No.52, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Google Maps Review | Foto: Elvita Yuli)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:19

Peran para Pendukung Tim Lokal di Kota Bandung Terhadap Keberlangsungan Persib

Menelaah faktor keberhasilan Maung Bandung pada periode terbaru di era sepakbola modern.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 08:40

Biaya Parkir: Faktor Kecil yang Ternyata Menentukan Pilihan Kita Saat Belanja

Biaya parkir ternyata ikut menentukan pilihan tempat belanja kita. Kecil tapi berdampak besar pada persepsi, kepuasan, dan loyalitas konsumen.

Keputusan Konsumen untuk belanja goyah karena adanya parkir (Foto: muhammad yogi)
Bandung 15 Jun 2026, 21:16

Kolaborasi Bekali Kopi Bersama Petani Lembang Dorong Peningkatan Ekonomi dan Regenerasi Sektor Kopi

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting.

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 18:19

UMKM 'Jangan Cuma Dagang' untuk Berkembang, Belajar dari Perjalanan Bisnis Kebab Factory

Bagi Widya, Rumah BUMN Bandung bukan sekadar tempat pelatihan.

Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 17:27

Perjalanan Sate Maranggi sebagai Kuliner Khas Kabupaten Purwakarta

Lebih dari sekadar nilai gastronomi, Sate Maranggi mengandung nilai-nilai sosial sebagai pemersatu masyarakat Purwakarta.

Sate Maranggi khas Purwakarta (Sumber: Dokumentasi milik pribadi)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 16:44

Panduan Wisata Kuliner Empal Gentong Cirebon, Jejak Sejarah Kota Pelabuhan dalam Semangkuk Kuah

Kenali sejarah empal gentong Cirebon, perbedaannya dengan empal asem, rekomendasi warung legendaris, serta tips menikmati hidangan khas ini.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 16:40

Punya Varian Produk Tak Biasa, Kebab Factory Bisa Ekspor ke Malaysia dan Singapura berkat 'Ide Anak'

Perjalanan Kebab Factory, UMKM Kota Bandung yang terkenal dengan produk uniknya.

Kebab ice cream mellowberry, salah satu varian produk Kebab Faktory di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 15:54

Wayang Wong: Kesenian Unik yang Mengganti Peran Boneka Menggunakan Manusia

Tentang wayang wong, salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggabungkan tari, musik, dan drama.

Wayang Wong Ramayana. (Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 13:17

Hijrah, Ubah, dan Arah

Hijrah digital bukanlah tentang meninggalkan teknologi, melainkan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk mendekat pada nilai-nilai kebaikan.

Diskusi Film "Hijrah Digital" Ajak Mahasiswa Refleksi Literasi Digital dan Peran AI dalam Keberagamaan (Sumber: instagram @moeslimah_produktif)
Beranda 15 Jun 2026, 13:02

Jejak Ksatria di Gang Maksudi: Menjaga Amanah, Menghidupkan Nadi Ekonomi Negeri

Kisah Hasan, seorang kurir JNE di Bandung yang sempat dibegal saat berteduh karena hujan, namun kini sudah kembali bekerja berkat bantuan dari tempatnya bekerja.

Kepala Cabang Utama JNE Bandung Iyus Rustandi menyerahkan bantuan sepeda motor baru kepada Hasan sebagai bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan karyawannya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Linimasa 15 Jun 2026, 12:58

Ketika Selisih Harga BBM Terasa Sampai Akhir Bulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengendara memilih antre demi mendapatkan Pertalite.

Pengendara rela mengantre lebih panjang di SPBU setelah kenaikan harga BBM Pertamax. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 11:28

Dulu Pakai Ritual, Kini Pakai Kimia: Perubahan Praktik Bertani di Desa Pamoyanan

Perjalanan pertanian Desa Pamoyanan merekam pergeseran dari sistem kepercayaan Sunda Buhun menuju metode pertanian modern yang dianggap lebih efektif dan rasional.

Foto Hamparan sawah di Desa Pamoyanan, Cianjur Selatan, pada 21 Maret 2026. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nadhil Ayudiya Az Zahra)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 09:59

Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

Mengatasi krisis bahan baku industri tekstil dengan ulat sutra.

Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)
Beranda 15 Jun 2026, 09:46

Jejak Persib di Kota Bandung, Jalan-jalan Bobotoh Menyusuri Memori yang Nyaris Dilupakan

Bobotoh menyusuri jejak sejarah Persib di berbagai sudut Kota Bandung, mengungkap kisah, tempat, dan memori yang nyaris terlupakan oleh waktu.

Peserta Bobotoh Story Walk menyusuri jalanan Bandung sambil mendengarkan kisah-kisah yang membentuk sejarah Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 15 Jun 2026, 08:43

Layangan Adu, Hobi yang Tidak Lekang oleh Usia

Layangan adu tetap digemari lintas usia dan menjadi ruang silaturahmi para pehobinya.

Layangan adu, hobi yang tak mengenal usia. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 08:40

Sinergi Batalyon Pangan dengan Petani Mengatasi Deflasi Komoditas Pertanian

Eksistensi Yonif TP sebaiknya turut menyelesaikan masalah hilir komoditas pertanian hingga ke pasar induk atau pasar tradisional serta pasar modern.

Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 19:00

Di Era Digital Kita Hidup dalam Situasi Alone Together

Di era digital, kita telah terjebak dengan hubungan teknologi dalam berkoneksi dengan sesama.

Ilustrasi teknologi digital di sekitar generasi muda saat ini. (Sumber: Pexels/Ron Lach)