Ketika Persija, Persib, dan Persis Bantu Korban Tragedi Trowek

5 menit baca
Dimas Wahyu Indrajaya
Ditulis oleh Dimas Wahyu Indrajaya diterbitkan
Pemandangan mengenaskan kecelakaan kereta api di Trowek, Tasikmalaya, Jawa Barat pada 28 Mei 1959. (Sumber: Harian Umum)
Pemandangan mengenaskan kecelakaan kereta api di Trowek, Tasikmalaya, Jawa Barat pada 28 Mei 1959. (Sumber: Harian Umum)

Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, menjadi sorotan khalayak pada pengujung April 2026. Tepatnya pada Senin, 27 April, terjadi kecelakaan yang melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) di stasiun kota satelit bagi Jakarta tersebut.

Kronologinya, bermula dari satu unit mobil taksi Green SM yang mogok di perlintasan dan tertemper oleh KRL dari arah Cikarang menuju Jakarta. Situasi ini membuat KRL dari arah sebaliknya menunda perjalanan di Stasiun Bekasi Timur sampai menunggu sinyal aman untuk jalan.

Dalam posisi berhenti itu, KA Argo Bromo Anggrek melaju dari arah Jakarta sehingga lokomotifnya menabrak gerbong belakang KRL yang dikhususkan untuk penumpang perempuan. Imbas dari kejadian itu puluhan penumpang di gerbong perempuan menderita luka-luka, dan nahasnya di antaranya terdapat 16 orang kehilangan nyawa.

Duka menganga lantas terasa dan masih terus terasa selang sepekan tragedi memilukan itu. Bantuan-bantuan pun berdatangan bagi korban yang masih dirawat dan keluarga korban yang ditinggalkan. Dari PT Kereta Api Indonesia, instansi pemerintah, hingga sejumlah organisasi kemanusiaan nasional turun tangan memberikan santunan. Sesama pengguna KRL yang ikut prihatin turut pula memperlihatkan simpati dengan meletakkan rangkaian bunga di Stasiun Bekasi Timur.

Peristiwa kecelakaan kereta yang memakan korban jiwa sejatinya bukan kali ini saja terjadi di Indonesia. Semenjak negara ini merdeka, terdapat banyak tragedi yang menimpa dunia perkeretaapian nasional.

Dari banyaknya tragedi salah satunya terjadi di Trowek pada 1959. Saat itu kereta api yang hendak melintas di jalur menanjak tidak kuat sehingga membuat empat gerbong penumpang masuk jurang. Peristiwa mengenaskan ini lalu mengundang simpati banyak orang termasuk dari kalangan pencinta sepak bola dalam negeri.

Tragedi KA Trowek

Pada 28 Mei 1959, kereta api trayek Banjar – Bandung melintas di Trowek, dekat dengan Kota Tasikmalaya. Kereta dengan penumpang berjumlah ratusan itu tiba-tiba kesulitan menjinakkan lintasan rel menanjak yang bersinggungan dengan tebing curam.

Majalah Star Weekly dalam artikel “Terdjadinja Ketjelakaan Kereta Api di Trowek” terbitan 6 Juni 1959, mengabarkan kronologi sebelum terjadinya kecelakaan. Masinis kereta dikabarkan menghubungi bantuan lokomotif lain untuk membantu menarik rangkaian.

Mulanya lokomotif pembantu mampu menarik lokomotif Banjar – Bandung yang membawa sebagian gerbong ke atas tanjakan. Namun, setelahnya yang tercipta ialah petaka. Keempat gerbong yang sedang dipasang rem dan sedang menunggu ditarik meluncur ke bawah sehingga malapetaka pun terjadi.

Kesedihan pun menggerayangi Djawatan Kereta Api (DKA, nama PT KAI saat itu) imbas dari kejadian tersebut. Bendera setengah tiang lalu dipasang di Balai Besar DKA di Bandung sebagai tanda berkabung.

Di tengah situasi berduka, Menteri Perhubungan Sukardan langsung meninjau lokasi kecelakaan. Proses evakuasi pun berjalan di bawah komando sang menteri di mana sampai 5 Juni 1959 terdapat 92 orang tews, 61 luka berat, dan 53 luka-luka ringan. Akibat tragedi itu DKA pun melarang masinis menghentikan kereta di jalur tanjakan.

Potongan artikel yang memaparkan hasil investigasi tragedi KA Trowek. (Sumber: Harian Umum)
Potongan artikel yang memaparkan hasil investigasi tragedi KA Trowek. (Sumber: Harian Umum)

“Mengingat akan peristiwa di Trowek tersebut oleh pimpinan DKA Jawa Barat segera diambil tindakan larangan untuk meninggalkan sebagian rangkaian kereta api di tanjakan dengan lereng lebih dari 5 0/00, yang berarti untuk lebih menjamin keamanan perjalanan kereta api,” lapor Harian Umum dalam artikel “Sebab2 Tragedi Trowek: Rangkaian K.A. Dilepaskan Orang, Petugas2 DKA Abaikan Sjarat2 jang Sudah Ditentukan,” terbitan 10 Juni 1959.

Sumbangan dari Laga Sepak Bola

Tragedi Trowek membuat sejumlah pihak terpicu untuk berderma. Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) salah satunya yang menunjukkan perhatiannya terhadap para korban.

Pada 17 Juli, PPFI menyatakan memutar film di seluruh bioskop ibu kota Indonesia. Hasil keuntungan dari pertunjukan film itu 50 persennya diserahkan untuk membantu korban dan keluarganya yang terdampak.

Tak hanya dari perfilman, karena dari dunia olahraga khususnya sepak bola juga ikut andil untuk para korban tragedi Trowek sekaligus Tombatu - sebuah kota kecil di Minahasa Tenggara yang terkena serangan Permesta. Sebuah pertandingan segitiga lalu dengan melibatkan Persija Jakarta, Persib Bandung, dan Persis Solo.

Skuad Persib saat beraksi di pertandingan segitiga melawan Persija dan Persis. Terdapat tiga pemain Timnas Indonesia yang tampil yaitu Omo, Henky Timisela, dan Kiat Sek. (Sumber: Aneka/Koleksi MemoriOlahraga)
Skuad Persib saat beraksi di pertandingan segitiga melawan Persija dan Persis. Terdapat tiga pemain Timnas Indonesia yang tampil yaitu Omo, Henky Timisela, dan Kiat Sek. (Sumber: Aneka/Koleksi MemoriOlahraga)

“Walaupun pada lahirnya ia diselenggarakan PSSI, namun pada hakikatnya BKS (Badan Kerja Sama) Wanita-Militer lah yang jadi promotor dan pengambil inisiatif, yakni dalam usahanya mengumpulkan uang guna disumbangkan kepada korban-korban dari Trowek dan Tombatu,” tulis Adnoes St. Sinaro Sati melalui majalah Aneka dalam artikel “Persidja dalam Segitiga – Trowek-Tembatu: Draw dg. Solo, Kalahkan Persib 5-2” edisi 20 Juli 1959.

Ketiga tim tersebut bermain di Lapangan Ikada, Jakarta pada 10-12 Juli 1959. Sebelum turnamen mini itu dimulai, sejumlah media mengimbau agar penggemar sepak bola di ibu kota datang ke stadion dengan jaminan laga akan berjalan seru dan hasil tiket akan diteruskan membantu korban tragedi Trowek.

Apa yang dijanjikan kejadian. Persija di hari pertama melawan Persis yang bermain keras kepala. Kiper muda Yudo Hadianto bermain sigap dalam laga itu sehingga Persis mampu menahan imbang Persija 0-0.

Pada hari kedua, barulah Persis tidak mampu berkutik. Anak-anak Solo dikalahkan 3-5 oleh Persib yang bermain cepat dalam menyerang.

Potongan artikel harian Merdeka yang mengabarkan Persija menjuarai pertandingan segitiga untuk penggalangan dana Tragedi Trowek. (Sumber: Merdeka)
Potongan artikel harian Merdeka yang mengabarkan Persija menjuarai pertandingan segitiga untuk penggalangan dana Tragedi Trowek. (Sumber: Merdeka)

“Berhasilnya Omo cs memasukkan tidak kurang lima gol sebelum babak pertama berakhir adalah bukti nyata daripada kecepatan yang tiada terkira,” lapor Adnoes.

Sehari kemudian yang menjadi pertandingan terakhir dimulailah laga antara Persija versus Persib. Kedua tim bermain sama kuat 1-1 pada babak pertama di mana Persib mencetak gol lewat Omo, sementara Persija via Ottis de Fretes. Kedudukan sama kuat, tetapi kisahnya menjadi lain pada babak kedua. Serangan Persib kendur setelah Omo diganti Ade Dana. Persib pun hanya bisa menambah satu gol, sedangkan Persija membalas dengan empat gol sehingga menang 5-2.

Persija dinyatakan juara, Persib runner-up, dan Persis di peringkat ketiga. Namun, mengenai prestasi itu tidak begitu jadi perhatian karena terpenting ketiganya dinyatakan memiliki andil membantu korban tragedi KA Trowek. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dimas Wahyu Indrajaya
Pengasuh Instagram @memoriolahraga.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 11 Agu 2026, 20:01

Membaca Gaya Komunikasi di Balik Publikasi Koleksi Jam Tangan Edisi Khusus

Analisis ini berfokus pada cara perusahaan menyampaikan produknya kepada publik, bukan membahas spesifikasi produk secara rinci.

Ilustrasi iklan.
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 18:10

Menulis sebagai Cara Membangun Pengetahuan

Sebuah refleksi tentang menulis yang tidak berhenti pada keterampilan menyusun kata dan kalimat, tetapi melihat menulis sebagai bagian dari proses membangun pengetahuan dan membentuk cara berpikir.

Ilustrasi mengetik artikel dengan laptop. (Sumber: Unsplash | Foto: Sergey Zolkin)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 17:02

Indonesia Raya Tercipta di Bandung

Gagasan menciptakan lagu kebangsaan muncul setelah W.R. Soepratman membaca tantangan di majalah Timboel pada 1924.

Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 11 Agu 2026, 16:53

Bandung Makin Panas di Siang dan Makin Dingin di Malam, Ada Apa dengan Suhu Kota?

Suhu Kota Bandung menunjukkan perubahan menarik. Siang makin panas dan malam tetap dingin. Pohon serta ruang hijau punya peran pent

Kota Bandung tampak seperti cekungan dengan dominasi kawasan pemukiman serta industri. Sementara bagian hijau sudah sangat kurang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 16:08

Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan di Bandung

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung.

Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Wisata & Kuliner 11 Agu 2026, 15:39

Panduan Wisata Telaga Biru Cicerem, Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai

Jelajahi Telaga Biru Cicerem, telaga alami dengan air biru kehijauan yang jernih, ikan warna-warni, dan panorama kaki Gunung Ciremai.

Telaga Biru Cicerem. (Sumber: Instagram @telagabiruciceremofficial)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 15:17

Dilema PKL: Tertib atau Mati Pelan-pelan

Data menunjukkan bahwa sektor informal, seperti PKL, masih menjadi tulang punggung tenaga kerja di Indonesia.

Petugas Satpol PP Kota Bandung menggunakan alat berat merobohkan bangunan liar dan lapak PKL di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 10 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 13:48

Berjumpa dengan Bari Lukman, Pengibar Merah Putih Pertama di Bandung

Yang menarik, perjumpaan dengan Bari Lukman tidak diawali oleh pencarian seorang tokoh sejarah.

Bari Lukman (memegang bolpoin) bersama rekan-rekan wartawan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi  Kin Sanubary)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 12:27

Jejak Memori Rijsttafel: Simfoni Akulturasi dan Potret Budaya Kolonial di Nusantara

Sebagai warisan budaya, Rijsttafel mengajak kita untuk melakukan penelusuran terhadap sebuah tradisi adiboga yang tumbuh di tengah ketegangan kolonialisme.

Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 08:58

Membangkitkan Kembali Pesawat Kebanggaan Indonesia 

Membangkitkan kembali pesawat asli Indonesia sebenarnya perwujudan yang logis bagi Indonesia, pemerintahan saat ini pun perlu mendanainya dengan sungguh-sungguh.

Kondisi Bandara Husein Sastranegara sebelum penerbangan dipindahkan. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 18:19

Resensi Novel 'Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname': Kisah Jungkir Balik Sebuah Keluarga Jawa

Novel ini menceritakan tentang sebuah keluarga Jawa yang mencoba untuk mengadu nasib ke Suriname.

Buku "Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname". (Sumber: Ayobandung.id)
Bandung 10 Agu 2026, 17:54

Inovasi Kudapan Nostalgia, Cara Kuliner Lokal Bandung Bikin Biskuit Gabin Naik Kelas

Dinamika jajanan di Kota Bandung rasanya tidak pernah kehabisan akal untuk memanjakan lidah para pencintanya, tak terkecuali untuk inovasi biskuit gabin.

Biskuit gabin, kudapan sederhana yang akrab dengan memori masa kecil yang dapat panggung untuk tampil lebih modern dan kekinian. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 17:47

Berburu Buku Tahun 1980-an

Kilasan informasi masa tahun 1980-an tentang literasi yang dominasi membaca buku, koran, majalah, novel dan komik

Ilustrasi toko buku di Pasar Palasari. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 10 Agu 2026, 17:47

Warung Perkedel Ibu Kokom, Hidden Gem Kuliner Bandung di Cimenyan

Warung Ibu Kokom menjadi destinasi kuliner favorit di Cimenyan berkat perkedel renyah, sambal terasi, dan terutama pemandanagan serta suasana alam yang sejuk.

Perkedel di Warung Ibu Kokom Cimenyan. (Sumber: Instagram @warung_ibukokom)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 16:24

Shrinkflation Tanda Inflasi Tersembunyi pada Suatu Negara

Shrinkflation adalah fenomena ekonomi ketika perusahaan mengurangi kuantitas atau ukuran suatu produk tanpa menaikkan harga jual secara langsung. Fenomena ini umumnya jarang diketahui oleh konsumen.

Ilustrasi shrinkflation dengan kemasan produk yang makin kecil akibat inflasi. (Sumber: Flickr | Foto: Brett Jordan)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 15:52

Makna Kemerdekaan untuk Kembalikan Esensi Pajak Penerangan Jalan di Bandung

Sangat ironis jika bulan kemerdekaan diwarnai dengan ruas jalan dan ruang publik yang gelap gulita.

Ilustrasi makna hari kemerdekaan untuk mengatasi kegelapan di ruas jalan dan ruang publik. (Sumber: Hasil kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 12:51

Ketika Tuntutan Produktivitas dalam Hustle Culture Memicu Beban Mental Mahasiswa

Berangkat dari keresahan mahasiswa terhadap tuntutan selalu produktif, yang di mana sering disalahartikan sebagai keharusan selalu terlihat sibuk.

Seorang wanita duduk di atas tempat tidur sambil memegang bantal, dikelilingi kertas dan laptop, menunjukkan ekspresi stress. (Sumber: pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 11:12

Sawah, Kerbau (Baja), dan Kenangan

Munding boleh berganti traktor. Sawah bisa saja berubah wajah menjadi rumah, kos-kosan. Permainan anak-anak boleh berganti zaman. Tapi kenangan tentang kebersamaan semestinya tetap tumbuh

Asyiknya membajak sawah menggunakan kerbau dulu, kini digantikan perannya oleh traktor (Sumber: Instagram @kangnandarvlog)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 09:27

Kala Kemarahan Pejabat Jadi Konten Pemerintahan

Sebuah teguran langsung pejabat kepada bawahannya dan viral dapat membuat masyarakat merasa pemerintah hadir. Itu bukan sesuatu yang harus diremehkan.

Ilustrasi pejabat memarahi bawahan (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 19:39

Dari Uang Tunai ke Sekali Klik dalam Perubahan Perilaku Keuangan Mahasiswa

Peralihan ke dompet digital mempermudah transaksi mahasiswa, namun berisiko memicu perilaku konsumtif.

Kemudahan transaksi dompet digital melalui pemindaian kode QR semakin efisien dan dekat dengan aktivitas harian mahasiswa. (Sumber: Pexels/Pavel Danilyuk)