Bandung dan Mereka yang Pulang dalam Lelah

Pernando Aigro S
Ditulis oleh Pernando Aigro S diterbitkan Jumat 08 Mei 2026, 17:20 WIB
ekanan hidup di kota membuat banyak masyarakat terus berjalan, meski lelah perlahan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. (Sumber: Freepik)

ekanan hidup di kota membuat banyak masyarakat terus berjalan, meski lelah perlahan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. (Sumber: Freepik)

Kota Bandung sering dikenal sebagai kota yang nyaman untuk ditinggali—udara yang sejuk, deretan tempat hiburan, serta suasana yang dekat dengan anak muda membuat kota ini selalu terasa ramai. Dari pagi hingga malam, Bandung seakan tidak pernah benar-benar berhenti berjalan. Di tengah padatnya rutinitas, banyak orang tetap menjalani hari meski lelah telah menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Di balik keramaian itu, ada ribuan orang yang menjalani hari dengan cara-caranya sendiri. Ketika sebagian orang menikmati suasana kota, sebagian lainnya sudah memulai pekerjaan sejak pagi demi memenuhi kebutuhan hidup. Jalanan di kota ini banyak dipenuhi oleh para pekerja, pedagang, pengemudi ojek online, hingga mahasiswa yang harus membagi waktu antara kuliah dan mencari penghasilan tambahan sambil mencoba bertahan hidup di kota perantauan.

Bandung terasa sesak bukan hanya karena jalanannya yang padat, tetapi juga karena tekanan hidup yang terus berjalan di dalamnya. Banyak orang harus menjalani rutinitas yang melelahkan setiap hari demi mempertahankan hidup di kota ini.

Bandung kini bukan hanya tentang tempat untuk menikmati hidup, tetapi juga kota tempat banyak orang berjuang untuk mempertahankan hidupnya. Di tengah biaya hidup yang terus meningkat dan tuntutan kehidupan perkotaan yang semakin besar, bekerja menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Bandung sehari-hari.

Keluarga korban longsor Cisarua menangis usai mendengar informasi salah satu keluarganya ditemukan. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Keluarga korban longsor Cisarua menangis usai mendengar informasi salah satu keluarganya ditemukan. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Kota yang Ramai, tetapi Tidak Ramah bagi Semua Orang

Bandung hampir tidak pernah benar-benar sepi. Bahkan pada malam hari, kendaraan masih memenuhi jalanan, tempat hiburan tetap ramai, dan pusat kota seperti Alun-Alun Bandung masih dipadati masyarakat.

Masih banyak masyarakat kecil yang hidup di sisi kota ini dengan keadaan serba pas-pasan. Sebagian dari mereka harus memikirkan pekerjaan untuk esok hari, mencari tambahan penghasilan, hingga menahan kebutuhan hidup untuk dirinya dan keluarganya yang terus meningkat. Tidak sedikit pula orang yang bekerja dari pagi hingga malam seperti sopir angkot, buruh harian, atau pedagang kecil—hanya untuk memastikan dapur tetap menyala.

Bagi mereka, hidup di Bandung bukan tentang menikmati kota, melainkan bertahan di tengah kerasnya kehidupan perkotaan. Banyak dari mereka pulang saat malam hari dengan tubuh yang lelah, lalu kembali memulai rutinitas yang sama keesokan harinya.

Perkembangan kota yang begitu cepat juga perlahan mengubah cara hidup masyarakatnya. Tempat-tempat modern terus bermunculan, tetapi bersamaan dengan itu biaya tempat tinggal, kebutuhan sehari-hari, dan gaya hidup kota ikut meningkat. Tidak semua orang mampu mengikuti perubahan tersebut dengan mudah.

Di balik perkembangan dan ramainya Bandung, ada banyak masyarakat kecil yang menjadi penopang kehidupan kota ini. Mereka terus bekerja setiap hari, meskipun kehidupan yang dijalani tidak selalu berjalan dengan mudah.

Ketika Rakyat Menopang Kota, tetapi Tidak Selalu Didengar

Bulan Mei ini, kehidupan di Bandung terus berjalan bersama masyarakat kecil yang menjadi pihak paling banyak berkontribusi dalam menjaga kota ini tetap hidup. Para pedagang kaki lima yang mulai berjualan sejak pagi di sisi jalan hingga pasar, pengemudi ojek online berkeliling mencari penumpang, buruh bekerja tanpa mengenal cuaca, hingga petugas kebersihan yang tetap bekerja ketika sebagian orang masih terlelap tidur. Mereka hadir di setiap sudut kota dan menjadi bagian penting dari kehidupan Bandung sehari-hari.

Namun ironisnya, mereka yang paling banyak berkorban dan berjuang demi kehidupan kota ini, justru merekalah yang sering menjadi pihak yang paling jarang diperhatikan. Di saat masyarakat kecil harus memikirkan pekerjaan, biaya hidup, dan kebutuhan keluarga, sebagian pejabat terlihat hidup dengan kenyamanan yang jauh dari keresahan masyarakat kecil. Mereka datang dengan fasilitas, pengawalan, dan penghormatan, sementara rakyat kecil tetap menjalani hidup dengan penuh ketidakpastian tentang hari esok.

Ketimpangan inilah yang perlahan terasa nyata di tengah kehidupan kota. Rakyat terus bekerja demi menjaga kehidupan tetap berjalan, tetapi kesejahteraan yang diharapkan tidak selalu datang bersamaan dengan perjuangan kerja keras itu. Banyak masyarakat yang akhirnya hanya mampu bertahan, bukan benar-benar hidup dengan layak.

Oleh karenanya, Bandung bukan hanya tentang kota yang ramai dan penuh hiburan. Kota ini juga dibangun oleh orang-orang yang setiap hari pulang membawa lelah. Di balik gemerlap dan ramainya Bandung, ada banyak orang yang tetap kembali bangun esok pagi meski lelah terus menjadi bagian dari hidup mereka—agar kota dan kehidupan mereka tetap berjalan. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Pernando Aigro S
Mahasiswa FH Unpar. Quotes "Jangan takut gagal, karna gagal ga takut kamu"- Leonico Joedo. 🗿

Berita Terkait

News Update

Linimasa 08 Mei 2026, 17:40

Tanaman Pemangsa Serangga Ini Dibudidayakan di Rumah Pemuda Bandung

Seorang pemuda di Dayeuhkolot sukses membudidayakan tanaman karnivora hingga meraup omzet belasan juta rupiah.

Tanaman pemangsa hewan Venus flytrap yang dibudiayakan Khoerul Anwar di Dayeuhkolot. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 17:20

Bandung dan Mereka yang Pulang dalam Lelah

Di balik gemerlap dan ramainya Bandung, ada banyak orang yang tetap kembali bangun esok pagi meski lelah terus menjadi bagian dari hidup mereka—agar kota dan kehidupan mereka tetap berjalan.

ekanan hidup di kota membuat banyak masyarakat terus berjalan, meski lelah perlahan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 17:08

Merawat Kebersamaan, Meraih Kebahagiaan

Kebahagiaan sejati tidak hanya diukur dari pencapaian materi, justru dari kemampuan manusia menemukan makna hidup, menjaga keseimbangan batin, membangun hubungan yang sehat dengan Tuhan, diri sendiri

Sejumlah siswa Al Irsyad Satya Islamic School mengikuti tadarus Al-Quran di Masjid Al-Irsyad pada Kamis, 21 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 08 Mei 2026, 13:38

Jelajah Citarum, Sungai Pemberi Kehidupan Bagi Masyarakat

Di balik pencemaran dan banjir, Sungai Citarum masih menjadi sumber penghidupan masyarakat di sepanjang DAS.

Sungai Citarum jadi sumber kehidupan masyarakat di sekitarnya. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 13:34

Berangkat Ke Bandung : D'Renced Tampil Memberikan Suasana Jernih tapi Berisik

Bandung, bukan tanpa alasan band Pop Punk asal Majalengka (D'Renced) memilih kota ini untuk memperluas jangkauan gerakan perlawanan yang dibalut karya musik bergenre pop punk.

Live performance debut single D'Renced at Waroeng Bako Bandung. (Foto: Moga Yudha melalui Screenshoot Video)
Wisata & Kuliner 08 Mei 2026, 13:13

Tamasya ke Karang Resik Tasikmalaya, Wisata Keluarga dengan Sejarah Tersembunyi

Panduan wisata Karang Resik Tasikmalaya, taman hiburan keluarga yang berdiri di lokasi sejarah Agresi Militer Belanda 1947.

Wisata Karang Resik Tasikmalaya. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 12:34

Kesabaran Pedagang Pasar Baleendah dan ‘Lautan Sampah’ yang Tiada Akhir

Persoalan “lautan sampah” yang menimbulkan bau tak sedap ini bukan persoalan Pasar Baleendah saja.

Tumpukan sampah di kawasan Jalan Siliwangi, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Kamis, 5 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 09:55

Pasang Surut Perkembangan Radio Siaran di Bandung

Di tengah gempuran platform digital, radio sesungguhnya masih memiliki kekuatan yang sulit tergantikan, yakni kedekatan emosional dan interaktivitas yang alami.

Penulis bersama para penyiar B-Radio Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 08:35

Tentang Angka dan Ketakberhinggaan dalam Pelestarian Cagar Budaya

Katanya, hidup ini adalah tentang angka. Lantas, bagaimana dengan cagar budaya? Berapa angka yang akan kita sematkan pada warisan budaya kebendaan ini?

Salah satu gedung cagar budaya di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 07 Mei 2026, 20:32

Strategi Monel Gaet Konsumen Hijab, Andalkan Uniqueness Warna dan Diskon Agresif di Event Fashion

Hijab tak lagi hanya sekedar kebutuhan dalam hal berpakaian. Hijab kini bertransformasi jadi bagian ekspresi gaya hingga pembuktian identitas pada wanita muslim.

Band hijab Monel mengandalkan strategi diskon besar beserta eksplorasi beragam warna yang ditampilkan pada etalasenya supaya menarik atensi pengunjung. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 07 Mei 2026, 19:59

Lembang 1994-1997: Lembangku Sayang, Lembangku Malang (Bagian 2)

Lembang tahun 1994 merujuk pada satu kata, “Hening”.

Kawasan Situ Umar masa kolonial, terlihat Gunung Burangrang di kejauhan. Kawasan Situ Umar kini berganti menjadi wisata selfie floating market Lembang. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 07 Mei 2026, 18:12

Tamasya Taman Bunga Cianjur, 35 Hektar Lanskap Dunia dalam Satu Kawasan Puncak

Taman Bunga Nusantara di Cianjur menawarkan taman tematik dunia, tiket sekitar Rp50 ribu, dan strategi kunjungan agar bisa menjelajah 35 hektar tanpa kelelahan.

Taman Bunga Nusantara Cianjur.
Bandung 07 Mei 2026, 17:52

Bukan Lagi Kaku, Batik Kini Jadi Tren Lifestyle Praktis Lewat Desain One Set

Eksistensi batik kini telah bertransformasi, dan tidak lagi sekadar kain tradisional kaku yang pemakaiannya terbatas pada acara-acara sakral atau formal saja.

Eksistensi batik kini telah bertransformasi, dan tidak lagi sekadar kain tradisional kaku yang pemakaiannya terbatas pada acara-acara sakral atau formal saja. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 07 Mei 2026, 17:30

Pekerja Swasta adalah Petarung Sejati

Banyak masyarakat yang bekerja di sektor swasta untuk mendapatkan penghidupan dengan penuh kesabaran dan pengorbanan supaya bisa bertahan hidup di Kota Bandung.

Pekerja menyelkesaikan produksi tas di salah satu pabrik produksi di Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Wisata & Kuliner 07 Mei 2026, 14:44

5 Wisata Pilihan di Pangandaran: dari Pantai, Hutan hingga Sungai

Rekomendasi wisata Pangandaran dari pantai hingga ngarai sungai. Lengkap dengan jam buka, harga tiket, dan aktivitas.

Pantai Pangandaran. (Sumber: Pexels)
Linimasa 07 Mei 2026, 14:43

Sampah Plastik dan Kebiasaan Penggunaan Kemasan Daging Kurban

Penggunaan kantong plastik saat pembagian daging kurban dinilai memperparah masalah sampah di Bandung Raya.

Penggunaan besek saat Iduladha sebagai alternatif kantong plastik untuk daging kurban. (Sumber: Ayomedia | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 07 Mei 2026, 08:17

Memahami Aturan Penulisan Angka dan Bilangan dalam Bahasa Indonesia (EYD V)

Mari memahami aturan penulisan angka dan bilangan.

Ilustrasi angka. (Sumber: Pexels | Foto: Black ice)
Bandung 06 Mei 2026, 20:20

Mulai Rp10 Ribu, Aksesori Batu Rimba Buktikan Produk Lokal Bisa Tampil Berkelas dan Bernilai Estetika Tinggi

Di tengah geliat keragaman aspek budaya nasional yang dipadu-padankan dengan ranah bisnis, kini pelaku UMKM aksesori turut menjadi sasaran atensi.

Batu Rimba asal Kalimantan, produk ini menampilkan gelang jenis batu alam hingga mutiara Lombok. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 18:29

Separuh Kehidupan untuk Kemacetan di Kota Bandung

Bagi pengguna fasilitas transportasi umum, kemacetan adalah pergumulan yang melelahkan tapi harus dilewati setiap hari.

Kemacetan Cibaduyut Saat Ramadhan 2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 17:21

Bandung Kini, Mereka yang Bertahan di Antara Deru Zaman

Di tengah impitan kondisi sosial yang terasa begitu tajam, warga Bandung harus bisa tetap bertahan hidup dengan cara pengorbanan dan kesabaran. Yang akhirnya akan menemukan solusi terbaik.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)