Kesabaran Pedagang Pasar Baleendah dan ‘Lautan Sampah’ yang Tiada Akhir

3 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Tumpukan sampah di kawasan Jalan Siliwangi, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Kamis, 5 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Toni Hermawan)
Tumpukan sampah di kawasan Jalan Siliwangi, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Kamis, 5 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Toni Hermawan)

DI TENGAH lautan sampah”—sekitar 400 ton—yang membusuk dan menimbulkan bau menusuk, di Pasar Baleendah, Kabupaten Bandung, terpampang spanduk kuning bertuliskan warna merah “Jangan Membuang Sampah di Sini”—sebuah pesan larangan yang terasa satire dan entah siapa pembuatnya. 

Membaca tulisan dalam spanduk itu, Sekda Jabar, Herman Suryatman, hanya tersenyum lebar. Dengan menahan bau, ia pun berkeliling ke sekitar pasar dan berdialog dengan pedagang serta pengunjung pasar sebelum memimpin aksi bersih-bersih. Aksi bersih-bersih ini dilakukan karena ia menyoroti buruknya pengelolaan sampah di pasar tradisional tersebut, padahal sejumlah pedagang mengaku membayar iuran kebersihan Rp2.000 per hari.

Persoalan “lautan sampah” yang menimbulkan bau tak sedap ini bukan persoalan Pasar Baleendah saja. Di awal-awal kepemimpinan Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebagai Gubernur Jabar, masalah ini adalah masalah—masih belum tuntas—di Pasar Induk Gedebage dan di Pasar Caringin, mungkin juga masalah di pasar-pasar yang lain. Bahkan, di dua pasar induk tersebut KDM harus turun langsung memberi solusi permasalahan sampah yang tampaknya tiada akhir ini. 

Urusan “lautan sampah” di Pasar Baleendah sebenarnya bukan persoalan baru, tetapi merupakan “PR” wajib dari bupati ke bupati Kabupaten Bandung. Saya masih ingat Bupati Dadang Supriatna—ketika masih menjadi anggota dewan Kab. Bandung—pernah turun langsung ke “gunungan sampah” di pasar ini dan melakukan pembakaran sampah di tempat secara langsung. 

Kini, KDM dan Bupati Kabupaten Bandung tidak terjun langsung ke TKP. KDM Bapak Aing menugaskan Sekda Jabar, Herman Suryatman, dan Pak Bupati Bandung, diwakili Pak Sekda Kabupaten Bandung. Juga didampingi kadis, camat, dan pengelola pasar setempat. 

Sampah di Pasar Baleendah bukan sekadar tumpukan, bukan timbunan, tetapi ini mah “lautan sampah”. Sampah hampir menutupi jalan. Dari dalamnya tampak keluar belatung-belatung yang menjijikan. Drainase tidak berjalan dengan semestinya karena tertutup sampah. Bau menusuk hidung. Akibatnya terjadilah banjir ke kios-kios, jalan becek, yang pada akhirnya aktivitas perekonomian di pasar itu terganggu.

“Apakah sampah sayur-mayur seperti ini suka ada petugas yang ngambil? Sampahnya dikemanakan?” tanya Herman ke pedagang sayur.

“Ada petugas yang ngambil. Tetapi hanya disimpan di sudut, diantepkeun we,” jawab seorang pedagang.

Dadang Anwar, seorang pedagang baju, mengatakan, ia merasa terganggu dengan adanya “lautan sampah” itu. Ia merasa sudah tidak betah lagi berjualan di pasar ini. Tapi, ia tidak tahu harus ke mana? 

Sejumlah bocah menaiki perahu saat banjir di Baleendah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan al Faritsi)
Sejumlah bocah menaiki perahu saat banjir di Baleendah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan al Faritsi)

“Sampah yang menggunung ini sangat bau. Pasar ini kotor dan becek. Enggak ada yang ambil sampah ke sini. Selokan air tidak berfungsi. Jadinya air banjir hingga ke sini. Yang belanja juga kadang banyak yang pulang lagi. Pasar ini kayak nggak ada yang ngurus. Sampah di mana-mana. Bagaimana ya agar ada perhatian dari pemerintah?” kata Dadang.

“Kondisi ini harus kita biarkan terus? Kita bisa tenggelam di lautan sampah? Ayo, mari kita bereskan. Ini PR kita semua yang enggak bisa hanya mengandalkan pemerintah,” kata Sekda.

Sekda mengajak semua pihak--warga pasar, warga masyarakat—mari  mulai mengelola sampah sejak dari rumah tangga, sejak dari warung, sejak dari hulu. Kurangi sampah, manfaatkan sampah, daur ulang sampah. 

Ia meminta ada pengolahan yang mandiri di pasar ini. Ia juga meminta ke pak camat agar warga sekitar RT, RW, lurah bahu-membahu menyelesaikan sampah di lingkungannya masing-masing.

Warga sekitar, jangan membuang sampah ke pasar. TPS pasar hanya untuk sampah pasar yang dikelola secara mandiri oleh pengelola pasar. Bukan tidak mungkin Bandung Raya akan jadi “lautan sampah” lagi kalau tidak ada kesadaran masyarakat.

Lalu, sebanyak 350-400 ton “lautan sampah” di Pasar Baleendah itu dibersihkan tim gabungan dengan mengerahkan alat berat dan truk tronton. Sampah-sampah itu diangkut secara darurat ke TPA Sarimukti di ujung April hingga awal Mei 2026. 

Sekda berpesan, setelah ini, bukan berarti permasalahan sampah ini selesai. Masyarakat harus bisa secara mandiri mengelola sampah. Tidak bisa dibantu terus karena TPA Sarimukti juga sudah penuh.  (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 23 Jun 2026, 18:54

Panduan Wisata Waduk Jatiluhur, Bendungan Terbesar Indonesia yang jadi Destinasi Favorit

Panduan lengkap Waduk Jatiluhur Purwakarta, mulai dari sejarah bendungan terbesar di Indonesia, aktivitas wisata, kuliner khas, hingga tips berkunjung terbaru.

Waduk Jatiluhur. (Sumber: Disparbud Purwakarta)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 18:11

Penyalin Cahaya: Ketika Kekerasan Seksual tidak Memandang Gender

Kekerasan dan Pelecehan Seksual hari ini tidak memandang gender karena bisa terjadi kepada perempuan maupun laki-laki.

Penyalin Cahaya adalah film yang merepresentasikan kekerasan dan pelecehan seksual yang tidak memandang gender. (Istimewa)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 17:56

Membedah Konsistensi Pesan Promo Launching Brand oleh Perusahaan Sportswear di Berbagai Platform

Kolaborasi Nike dan NAKED Copenhagen menghadirkan produk yang menggabungkan unsur fashion dan sneakers dalam satu desain yang unik.

Diambil dari Website Resmi Nike
Ayo Biz 23 Jun 2026, 17:38

'Ngeureuyeuh' Membawa Athiya Cake dari Dapur Rumahan Jadi Pemberi Lapangan Kerja

Kini, di pertengahan 2026, dapur Rika tidak lagi sepi seperti dahulu. Pesanan mengalir hampir setiap hari.

Produk Athiya Cake di kompleks perumahan Mega Mutiara Tasik Regency, Kabupaten Tasikmalaya, (20/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Sejarah 23 Jun 2026, 16:25

Hikayat Ngamplang, dari Pusat Pemulihan Paru Pertama Hingga Pemberi Julukan Swiss Van Java

Dibangun pada 1912 sebagai sanatorium, Ngamplang kemudian berkembang menjadi wisata yang mendunia.

Salah satu sudut bangunan Sanatorium Ngamplang Garut yang kini berubah fungsi jadi lapangan golf. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 16:04

Trotoar, PKL, dan Keadilan Ruang Kota

Kebutuhan trotoar, PKL yang tertata dan berkelanjutan hingga adanya keadilan ruang kota.

Warga berjalan di trotoar kawasan Jalan Ahmad Yani, Cicadas, Kota Bandung, Kamis 4 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 15:11

Optimasi Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Industri Kendaraan Listrik

Audit teknologi tidak hanya terkait dengan transfer teknologi namun juga bertujuan untuk memperluas lapangan kerja yang layak secara berkesinambungan.

Ilustrasi kendaraan listrik. (Sumber: Pexels | Foto: Mad Knoxx)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 14:55

Kegagalan Penataan Kota, Menumbuhkan Tata Jalanan

Di balik semrawutnya Pasar Cicadas, membuat PKL terpaksa menutup akses toko. Namun justru memunculkan simbiosis sebagai jalan tengah keduanya tetap hidup.

Sejumlah spanduk penolakan pembangunan jalur BRT yang dipasang oleh para pedagang terlihat di depan lapak PKL, Jalan Ahmad Yani, Cicadas, Kota Bandung, (17/12026). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 14:37

Fenomena Live Shopping, Mengapa Mahasiswa Sulit Menahan Godaan Belanja?

Menilik fenomena live shopping dari sudut pandang mahasiswa. Mengapa diskon temporal dan live shopping begitu adiktif hingga memicu gaya hidup konsumtif?

ilustrasi live shopping. (Sumber: gemini)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 12:26

World Cup TVRI

Selain tahun ini, TVRI pernah melakukannya pada tahun 1970.

Bola Piala Dunia 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: UKinUSA)
Wisata & Kuliner 23 Jun 2026, 11:51

Panduan Wisata Kota Lama Semarang: Riwayat Jejak Kolonial di Jantung Kota Pelabuhan

Kota Lama Semarang menawarkan pengalaman berjalan kaki di antara bangunan kolonial, museum, galeri seni, dan kuliner legendaris Jawa Tengah.

Kota Lama Semarang. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 11:40

Jejak Keemasan Majalah Vista

Jejak Keemasan Majalah Vista: Menelusuri Dunia Hiburan Era 1980-90-an

Pebulutangkis nasional Hastomo Arbi menghiasi sampul depan Majalah Vista edisi Juni 1985. (Sumber: Koleksi Majalah Vista milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 10:48

Menelisik Bisnis Jastip Fashion, Antara Peluang Ekonomi dan Celah Kebocoran Pajak

Jastip fashion membuka peluang ekonomi, tetapi berisiko menimbulkan kebocoran pajak jika tidak diatur.

Ilustrasi jastip fashion. (Sumber: gemini.ai | Foto: gemini.ai)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 09:50

Ngertaken Bumi Lamba di Gunung Tangkuban Parahu

Ritual Upacara Ngeurtakeun Bumi Lamba di Tangkuban Parahu adalah upacara adat Sunda untuk menjaga harmoni manusia dan alam, sarat makna spiritual dan kebersamaan lintas budaya.

Ngertaken Bumi Lamba di Gunung Tangkuban Parahu. (Sumber: Penulis | Foto: Rio Praja)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 08:06

Menelusuri Jejak Selabintana, Hotel Tua di Sukabumi dari Masa Kolonial

Sekilas sejarah mengenai Hotel Selabintana, hotel legendaris dari masa kolonial yang masih bertahan hingga masa kini

Hotel Selabintana sekitar Tahun 1928 (Foto: Sumber: Digital Collection KITLV Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 20:07

Depresi pada Remaja dan Urgensi Aplikasi Konseling

Sejumlah remaja berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan mental karena kehidupan mereka, stigma, dan kurangnya akses terhadap layanan berkualitas.

Ilustrasi Talkshow Kesehatan Jiwa Happiness Project di Cafe Halaman, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Farits)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 18:52

Ketika THR Berubah Menjadi Aset

Meninjau kebijakan PT ANTAM (Persero) Tbk meluncurkan emas tematik edisi Idulfitri 1447H/2026 bertema “Gempita Hari Raya”.

Emas Batangan Edisi Idulfitri 1447H.
Ayo Biz 22 Jun 2026, 17:24

Menempuh Jarak Ratusan Kilometer untuk Melihat Teladan dari 2 Desa BRILian

Dua desa di Kabupaten Sumedang membuktikan bahwa teladan ekonomi desa tidak butuh keistimewaan, justru hanya perlu sistem yang kuat untuk memutar roda nasib.

Siluet dari Ilham Fadilah, Direktur BUMDes Cisurat, di tepian Waduk Jatigede, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, (11/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Wisata & Kuliner 22 Jun 2026, 16:55

Wisata Tembok Ratapan Solo, Destinasi Viral Satire Digital

Fenomena Tembok Ratapan Solo bermula dari satire di Google Maps dan berkembang menjadi arus kunjungan publik ke rumah Jokowi di Solo.

Tembok Ratapan Solo
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 16:49

Cantik yang Mengkhianati: Ketika Aksesori Menjadi Ancaman

Risiko ganda logam saat MRI: luka bakar arus radiofrekuensi dan distorsi gambar pemindaian.

Lepuhan pada kulit pasien akibat arus induksi saat pemindaian MRI. (Foto: Radiology Business)