Perjalanan yang menguras tenaga membawa sebuah istikamah D'Renced dalam berkarya menjadi terus berjalan, bertemu dengan berbagai musisi bukanlah suatu hal yang tiba-tiba tapi dari mereka memang memiliki sebuah karya dan mulai belajar banyak hal khususnya dalam bermain itu sendiri. Pemilihan genre Pop Punk dengan lirik yang bersifat mengkritik muncul dari analisis peristiwa hari ini mengenai keadaan dibeberapa kalangan, membuat lirik itu semakin beragam.
D'Renced dengan jumlah 5 personil diantaranya : Sugil (Vokalis), Udok (Bassist), Moga Yudha (Guitarist 1), Gilang (Guitarist 2), dan DJ (Drummer) berangkat ke Bandung untuk mengenalkan aliran musik genre Pop Punk yang berasal dari Majalengka memberikan nuansa jernih tapi berisik di Waroeng Bako (Bandar Kopi) di Jl. Pertamina Blok L 1 Cipandung Bandung pada Kamis, 30 Mei 2026. Beberapa Band yang turut berkontribusi dalam acara Nobar Noribet Kick Of Persib VS Bayangkara FC terdiri dari Deru Darat dengan genre Pop, Peluru Kata dengan genre Ballad, dan D'Renced dengan genre Pop Punk.

D'Renced membawakan tiga single lagu diantaranya : Mars Renced, Ala Primata, dan Babibu. Udok sebagai Bassis mengungkapkan bahwa: "Mars Renced mengingatkan sesama insan agar terus berjuang mencapai titik tertinggi dan tetap semangat untuk terus berkarya. Ala primata menceritakan tentang kritik bagi penguasa yang memanfaatkan rakyat kelaparan dan menganggap itu adalah aset untuk dijadikan lumbung suara. Selain itu Babibu juga menceritakan tentang krisis negara, namun dibalik lirik itu ada sebuah diksi yang membahas tentang Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang tidak baik-baik saja seperti terjadinya keracunan, porsi yang kurang, dan oknum-oknum yang menjadikan proyek itu sebagai ladang korupsi." lalu cuci tangan di atas mimbar, bukannya evaluasi.
Namun opini lain hadir dari Sugil sebagai Vokalis D'Renced menegaskan bahwa : " Mars Renced menceritakan makna mengenai ide/gagasan, maka dari itu kita harus berani untuk melangkah dan melawan sifat diri kita sendiri agar menjadi lebih baik. Lagu "Ala Primata" ini menjelaskan bahwa peraturan-peraturan yang dibuat itu untuk memajukan sesuatu apa yang sedang di bangun atau di jalankan untuk kemajuan tapi malah sebaliknya. Makna dari lagu "BABIBU" ini adalah bagaimana kita harus berani berbicara untuk menyuarakan pendapat, tidak harus selamanya kita tunduk, dan di lirik lagu ini ada bagian lirik yang sangat menonjol sebenarnya itu bukan menuduh tapi menanyakan keadaan."
Bandung, bukan tanpa alasan band Pop Punk asal Majalengka (D'Renced) memilih kota ini untuk memperluas jangkauan gerakan perlawanan yang dibalut karya musik bergenre pop punk, ada fakta yang tidak bisa dipungkiri bahwa Bandung sudah menjadi barometer skena musik Indonesia, dan D'Renced sangat memahami itu. Terlebih lagi, D'Renced disambut dengan baik oleh kawan-kawan skena musik di sana. Bentuk support pergerakan konkret yang dapat memperjelas posisi D'Renced adalah terciptanya sebuah wadah yang bernama (Noribet kolektif) yang di inisiasi oleh kawan-kawan di Bandung dan dieksekusi bersama dengan persiapan yang cukup matang. Tegas Moga Yudha sebagai Leader D'Renced.
Noribet Kolektif
Apabila kita lihat dari namanya, Gerakan Noribet kolektif ini tanpa perlu dikupas secara mendalam pun sudah sangat jelas, yaitu sebuah pergerakan yang mengusung konsep DIY (Do it by Yourself) yang memanfaatkan peralatan yang ada dan dikumpulkan secara kolektif untuk memulai, hal ini juga dikonfirmasi oleh Moga Yudha seorang Gitaris D'Renced yang menjadi salah satu eksekutor gerakan Noribet Kolektif ini.

"Kami tidak menunggu sempurna untuk memulai, kami juga tidak mencari moment untuk berjalan, tapi kami menciptakan moment itu sendiri, wadah ini sangat berarti bagi D'Renced, dengan adanya Noribet Kolektif ini kami bisa menjangkau audien yang lebih luas lagi, kami memulainya dari yang kami punya, apalagi kita sambil mengadakan Nonton Bareng Persib VS Bhayangkara FC, acaranya semakin menarik." Begitu sambungnya dalam sebuah wawancara.
Membuat Kandang Show
Pergerakan ini tidak selesai sampai di sini, setelah Noribet Kolektif Volume 1 terlaksana, D'Renced juga akan mengumpulkan energi yang lebih besar lagi di Majalengka sebagai upaya memperkenalkan ruang yang disebut "Kandang D'Renced" melalui program Kandang Show.

Kandang Show adalah ruang bagi para band lokal yang bukan hanya diberi ruang, tapi juga ditunjukkan arah supaya memiliki kemandirian, bukan mengemis panggung di berbagai acara. Kandang Show ini akan dihadiri juga oleh kawan-kawan Bandung dan berbagai band lokal asli Majalengka sebagai ajang showcase, promo musik, dan upaya menghidupkan kembali skena musik di Majalengka, Kandang Show juga bertepatan dengan Grand Launching beberapa single D'Renced yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2026. (*)
