Berangkat Ke Bandung : D'Renced Tampil Memberikan Suasana Jernih tapi Berisik

4 menit baca
Muhammad Assegaf
Ditulis oleh Muhammad Assegaf diterbitkan
Live performance debut single D'Renced at Waroeng Bako Bandung. (Foto: Moga Yudha melalui Screenshoot Video)
Live performance debut single D'Renced at Waroeng Bako Bandung. (Foto: Moga Yudha melalui Screenshoot Video)

Perjalanan yang menguras tenaga membawa sebuah istikamah D'Renced dalam berkarya menjadi terus berjalan, bertemu dengan berbagai musisi bukanlah suatu hal yang tiba-tiba tapi dari mereka memang memiliki sebuah karya dan mulai belajar banyak hal khususnya dalam bermain itu sendiri. Pemilihan genre Pop Punk dengan lirik yang bersifat mengkritik muncul dari analisis peristiwa hari ini mengenai keadaan dibeberapa kalangan, membuat lirik itu semakin beragam.

D'Renced dengan jumlah 5 personil diantaranya : Sugil (Vokalis), Udok (Bassist), Moga Yudha (Guitarist 1), Gilang (Guitarist 2), dan DJ (Drummer) berangkat ke Bandung untuk mengenalkan aliran musik genre Pop Punk yang berasal dari Majalengka memberikan nuansa jernih tapi berisik di Waroeng Bako (Bandar Kopi) di Jl. Pertamina Blok L 1 Cipandung Bandung pada Kamis, 30 Mei 2026. Beberapa Band yang turut berkontribusi dalam acara Nobar Noribet Kick Of Persib VS Bayangkara FC terdiri dari Deru Darat dengan genre Pop, Peluru Kata dengan genre Ballad, dan D'Renced dengan genre Pop Punk.

Foto bersama Para Performance (Foto: Maldy's phone)
Foto bersama Para Performance (Foto: Maldy's phone)

D'Renced membawakan tiga single lagu diantaranya : Mars Renced, Ala Primata, dan Babibu. Udok sebagai Bassis mengungkapkan bahwa: "Mars Renced mengingatkan sesama insan agar terus berjuang mencapai titik tertinggi dan tetap semangat untuk terus berkarya. Ala primata menceritakan tentang kritik bagi penguasa yang memanfaatkan rakyat kelaparan dan menganggap itu adalah aset untuk dijadikan lumbung suara. Selain itu Babibu juga menceritakan tentang krisis negara, namun dibalik lirik itu ada sebuah diksi yang membahas tentang Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang tidak baik-baik saja seperti terjadinya keracunan, porsi yang kurang, dan oknum-oknum yang menjadikan proyek itu sebagai ladang korupsi." lalu cuci tangan di atas mimbar, bukannya evaluasi.

Namun opini lain hadir dari Sugil sebagai Vokalis D'Renced menegaskan bahwa : " Mars Renced menceritakan makna mengenai ide/gagasan, maka dari itu kita harus berani untuk melangkah dan melawan sifat diri kita sendiri agar menjadi lebih baik. Lagu "Ala Primata" ini menjelaskan bahwa peraturan-peraturan yang dibuat itu untuk memajukan sesuatu apa yang sedang di bangun atau di jalankan untuk kemajuan tapi malah sebaliknya. Makna dari lagu "BABIBU" ini adalah bagaimana kita harus berani berbicara untuk menyuarakan pendapat, tidak harus selamanya kita tunduk, dan di lirik lagu ini ada bagian lirik yang sangat menonjol sebenarnya itu bukan menuduh tapi menanyakan keadaan."

Bandung, bukan tanpa alasan band Pop Punk asal Majalengka (D'Renced) memilih kota ini untuk memperluas jangkauan gerakan perlawanan yang dibalut karya musik bergenre pop punk, ada fakta yang tidak bisa dipungkiri bahwa Bandung sudah menjadi barometer skena musik Indonesia, dan D'Renced sangat memahami itu. Terlebih lagi, D'Renced disambut dengan baik oleh kawan-kawan skena musik di sana. Bentuk support pergerakan konkret yang dapat memperjelas posisi D'Renced adalah terciptanya sebuah wadah yang bernama (Noribet kolektif) yang di inisiasi oleh kawan-kawan di Bandung dan dieksekusi bersama dengan persiapan yang cukup matang. Tegas Moga Yudha sebagai Leader D'Renced.

Noribet Kolektif

Apabila kita lihat dari namanya, Gerakan Noribet kolektif ini tanpa perlu dikupas secara mendalam pun sudah sangat jelas, yaitu sebuah pergerakan yang mengusung konsep DIY (Do it by Yourself) yang memanfaatkan peralatan yang ada dan dikumpulkan secara kolektif untuk memulai, hal ini juga dikonfirmasi oleh Moga Yudha seorang Gitaris D'Renced yang menjadi salah satu eksekutor gerakan Noribet Kolektif ini.

 (Foto: Moga Yudha)
(Foto: Moga Yudha)

"Kami tidak menunggu sempurna untuk memulai, kami juga tidak mencari moment untuk berjalan, tapi kami menciptakan moment itu sendiri, wadah ini sangat berarti bagi D'Renced, dengan adanya Noribet Kolektif ini kami bisa menjangkau audien yang lebih luas lagi, kami memulainya dari yang kami punya, apalagi kita sambil mengadakan Nonton Bareng Persib VS Bhayangkara FC, acaranya semakin menarik." Begitu sambungnya dalam sebuah wawancara.

Membuat Kandang Show

Pergerakan ini tidak selesai sampai di sini, setelah Noribet Kolektif Volume 1 terlaksana, D'Renced juga akan mengumpulkan energi yang lebih besar lagi di Majalengka sebagai upaya memperkenalkan ruang yang disebut "Kandang D'Renced" melalui program Kandang Show.

Nekt Event Kandang Show Skena Majalengka
Nekt Event Kandang Show Skena Majalengka

Kandang Show adalah ruang bagi para band lokal yang bukan hanya diberi ruang, tapi juga ditunjukkan arah supaya memiliki kemandirian, bukan mengemis panggung di berbagai acara. Kandang Show ini akan dihadiri juga oleh kawan-kawan Bandung dan berbagai band lokal asli Majalengka sebagai ajang showcase, promo musik, dan upaya menghidupkan kembali skena musik di Majalengka, Kandang Show juga bertepatan dengan Grand Launching beberapa single D'Renced yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2026. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Assegaf
Pegiat Literasi

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 23 Jun 2026, 18:54

Panduan Wisata Waduk Jatiluhur, Bendungan Terbesar Indonesia yang jadi Destinasi Favorit

Panduan lengkap Waduk Jatiluhur Purwakarta, mulai dari sejarah bendungan terbesar di Indonesia, aktivitas wisata, kuliner khas, hingga tips berkunjung terbaru.

Waduk Jatiluhur. (Sumber: Disparbud Purwakarta)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 18:11

Penyalin Cahaya: Ketika Kekerasan Seksual tidak Memandang Gender

Kekerasan dan Pelecehan Seksual hari ini tidak memandang gender karena bisa terjadi kepada perempuan maupun laki-laki.

Penyalin Cahaya adalah film yang merepresentasikan kekerasan dan pelecehan seksual yang tidak memandang gender. (Istimewa)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 17:56

Membedah Konsistensi Pesan Promo Launching Brand oleh Perusahaan Sportswear di Berbagai Platform

Kolaborasi Nike dan NAKED Copenhagen menghadirkan produk yang menggabungkan unsur fashion dan sneakers dalam satu desain yang unik.

Diambil dari Website Resmi Nike
Ayo Biz 23 Jun 2026, 17:38

'Ngeureuyeuh' Membawa Athiya Cake dari Dapur Rumahan Jadi Pemberi Lapangan Kerja

Kini, di pertengahan 2026, dapur Rika tidak lagi sepi seperti dahulu. Pesanan mengalir hampir setiap hari.

Produk Athiya Cake di kompleks perumahan Mega Mutiara Tasik Regency, Kabupaten Tasikmalaya, (20/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Sejarah 23 Jun 2026, 16:25

Hikayat Ngamplang, dari Pusat Pemulihan Paru Pertama Hingga Pemberi Julukan Swiss Van Java

Dibangun pada 1912 sebagai sanatorium, Ngamplang kemudian berkembang menjadi wisata yang mendunia.

Salah satu sudut bangunan Sanatorium Ngamplang Garut yang kini berubah fungsi jadi lapangan golf. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 16:04

Trotoar, PKL, dan Keadilan Ruang Kota

Kebutuhan trotoar, PKL yang tertata dan berkelanjutan hingga adanya keadilan ruang kota.

Warga berjalan di trotoar kawasan Jalan Ahmad Yani, Cicadas, Kota Bandung, Kamis 4 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 15:11

Optimasi Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Industri Kendaraan Listrik

Audit teknologi tidak hanya terkait dengan transfer teknologi namun juga bertujuan untuk memperluas lapangan kerja yang layak secara berkesinambungan.

Ilustrasi kendaraan listrik. (Sumber: Pexels | Foto: Mad Knoxx)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 14:55

Kegagalan Penataan Kota, Menumbuhkan Tata Jalanan

Di balik semrawutnya Pasar Cicadas, membuat PKL terpaksa menutup akses toko. Namun justru memunculkan simbiosis sebagai jalan tengah keduanya tetap hidup.

Sejumlah spanduk penolakan pembangunan jalur BRT yang dipasang oleh para pedagang terlihat di depan lapak PKL, Jalan Ahmad Yani, Cicadas, Kota Bandung, (17/12026). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 14:37

Fenomena Live Shopping, Mengapa Mahasiswa Sulit Menahan Godaan Belanja?

Menilik fenomena live shopping dari sudut pandang mahasiswa. Mengapa diskon temporal dan live shopping begitu adiktif hingga memicu gaya hidup konsumtif?

ilustrasi live shopping. (Sumber: gemini)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 12:26

World Cup TVRI

Selain tahun ini, TVRI pernah melakukannya pada tahun 1970.

Bola Piala Dunia 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: UKinUSA)
Wisata & Kuliner 23 Jun 2026, 11:51

Panduan Wisata Kota Lama Semarang: Riwayat Jejak Kolonial di Jantung Kota Pelabuhan

Kota Lama Semarang menawarkan pengalaman berjalan kaki di antara bangunan kolonial, museum, galeri seni, dan kuliner legendaris Jawa Tengah.

Kota Lama Semarang. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 11:40

Jejak Keemasan Majalah Vista

Jejak Keemasan Majalah Vista: Menelusuri Dunia Hiburan Era 1980-90-an

Pebulutangkis nasional Hastomo Arbi menghiasi sampul depan Majalah Vista edisi Juni 1985. (Sumber: Koleksi Majalah Vista milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 10:48

Menelisik Bisnis Jastip Fashion, Antara Peluang Ekonomi dan Celah Kebocoran Pajak

Jastip fashion membuka peluang ekonomi, tetapi berisiko menimbulkan kebocoran pajak jika tidak diatur.

Ilustrasi jastip fashion. (Sumber: gemini.ai | Foto: gemini.ai)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 09:50

Ngertaken Bumi Lamba di Gunung Tangkuban Parahu

Ritual Upacara Ngeurtakeun Bumi Lamba di Tangkuban Parahu adalah upacara adat Sunda untuk menjaga harmoni manusia dan alam, sarat makna spiritual dan kebersamaan lintas budaya.

Ngertaken Bumi Lamba di Gunung Tangkuban Parahu. (Sumber: Penulis | Foto: Rio Praja)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 08:06

Menelusuri Jejak Selabintana, Hotel Tua di Sukabumi dari Masa Kolonial

Sekilas sejarah mengenai Hotel Selabintana, hotel legendaris dari masa kolonial yang masih bertahan hingga masa kini

Hotel Selabintana sekitar Tahun 1928 (Foto: Sumber: Digital Collection KITLV Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 20:07

Depresi pada Remaja dan Urgensi Aplikasi Konseling

Sejumlah remaja berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan mental karena kehidupan mereka, stigma, dan kurangnya akses terhadap layanan berkualitas.

Ilustrasi Talkshow Kesehatan Jiwa Happiness Project di Cafe Halaman, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Farits)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 18:52

Ketika THR Berubah Menjadi Aset

Meninjau kebijakan PT ANTAM (Persero) Tbk meluncurkan emas tematik edisi Idulfitri 1447H/2026 bertema “Gempita Hari Raya”.

Emas Batangan Edisi Idulfitri 1447H.
Ayo Biz 22 Jun 2026, 17:24

Menempuh Jarak Ratusan Kilometer untuk Melihat Teladan dari 2 Desa BRILian

Dua desa di Kabupaten Sumedang membuktikan bahwa teladan ekonomi desa tidak butuh keistimewaan, justru hanya perlu sistem yang kuat untuk memutar roda nasib.

Siluet dari Ilham Fadilah, Direktur BUMDes Cisurat, di tepian Waduk Jatigede, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, (11/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Wisata & Kuliner 22 Jun 2026, 16:55

Wisata Tembok Ratapan Solo, Destinasi Viral Satire Digital

Fenomena Tembok Ratapan Solo bermula dari satire di Google Maps dan berkembang menjadi arus kunjungan publik ke rumah Jokowi di Solo.

Tembok Ratapan Solo
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 16:49

Cantik yang Mengkhianati: Ketika Aksesori Menjadi Ancaman

Risiko ganda logam saat MRI: luka bakar arus radiofrekuensi dan distorsi gambar pemindaian.

Lepuhan pada kulit pasien akibat arus induksi saat pemindaian MRI. (Foto: Radiology Business)