Berangkat Ke Bandung : D'Renced Tampil Memberikan Suasana Jernih tapi Berisik

Muhammad Assegaf
Ditulis oleh Muhammad Assegaf diterbitkan Jumat 08 Mei 2026, 13:34 WIB
Live performance debut single D'Renced at Waroeng Bako Bandung. (Foto: Moga Yudha melalui Screenshoot Video)

Live performance debut single D'Renced at Waroeng Bako Bandung. (Foto: Moga Yudha melalui Screenshoot Video)

Perjalanan yang menguras tenaga membawa sebuah istikamah D'Renced dalam berkarya menjadi terus berjalan, bertemu dengan berbagai musisi bukanlah suatu hal yang tiba-tiba tapi dari mereka memang memiliki sebuah karya dan mulai belajar banyak hal khususnya dalam bermain itu sendiri. Pemilihan genre Pop Punk dengan lirik yang bersifat mengkritik muncul dari analisis peristiwa hari ini mengenai keadaan dibeberapa kalangan, membuat lirik itu semakin beragam.

D'Renced dengan jumlah 5 personil diantaranya : Sugil (Vokalis), Udok (Bassist), Moga Yudha (Guitarist 1), Gilang (Guitarist 2), dan DJ (Drummer) berangkat ke Bandung untuk mengenalkan aliran musik genre Pop Punk yang berasal dari Majalengka memberikan nuansa jernih tapi berisik di Waroeng Bako (Bandar Kopi) di Jl. Pertamina Blok L 1 Cipandung Bandung pada Kamis, 30 Mei 2026. Beberapa Band yang turut berkontribusi dalam acara Nobar Noribet Kick Of Persib VS Bayangkara FC terdiri dari Deru Darat dengan genre Pop, Peluru Kata dengan genre Ballad, dan D'Renced dengan genre Pop Punk.

Foto bersama Para Performance (Foto: Maldy's phone)
Foto bersama Para Performance (Foto: Maldy's phone)

D'Renced membawakan tiga single lagu diantaranya : Mars Renced, Ala Primata, dan Babibu. Udok sebagai Bassis mengungkapkan bahwa: "Mars Renced mengingatkan sesama insan agar terus berjuang mencapai titik tertinggi dan tetap semangat untuk terus berkarya. Ala primata menceritakan tentang kritik bagi penguasa yang memanfaatkan rakyat kelaparan dan menganggap itu adalah aset untuk dijadikan lumbung suara. Selain itu Babibu juga menceritakan tentang krisis negara, namun dibalik lirik itu ada sebuah diksi yang membahas tentang Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang tidak baik-baik saja seperti terjadinya keracunan, porsi yang kurang, dan oknum-oknum yang menjadikan proyek itu sebagai ladang korupsi." lalu cuci tangan di atas mimbar, bukannya evaluasi.

Namun opini lain hadir dari Sugil sebagai Vokalis D'Renced menegaskan bahwa : " Mars Renced menceritakan makna mengenai ide/gagasan, maka dari itu kita harus berani untuk melangkah dan melawan sifat diri kita sendiri agar menjadi lebih baik. Lagu "Ala Primata" ini menjelaskan bahwa peraturan-peraturan yang dibuat itu untuk memajukan sesuatu apa yang sedang di bangun atau di jalankan untuk kemajuan tapi malah sebaliknya. Makna dari lagu "BABIBU" ini adalah bagaimana kita harus berani berbicara untuk menyuarakan pendapat, tidak harus selamanya kita tunduk, dan di lirik lagu ini ada bagian lirik yang sangat menonjol sebenarnya itu bukan menuduh tapi menanyakan keadaan."

Bandung, bukan tanpa alasan band Pop Punk asal Majalengka (D'Renced) memilih kota ini untuk memperluas jangkauan gerakan perlawanan yang dibalut karya musik bergenre pop punk, ada fakta yang tidak bisa dipungkiri bahwa Bandung sudah menjadi barometer skena musik Indonesia, dan D'Renced sangat memahami itu. Terlebih lagi, D'Renced disambut dengan baik oleh kawan-kawan skena musik di sana. Bentuk support pergerakan konkret yang dapat memperjelas posisi D'Renced adalah terciptanya sebuah wadah yang bernama (Noribet kolektif) yang di inisiasi oleh kawan-kawan di Bandung dan dieksekusi bersama dengan persiapan yang cukup matang. Tegas Moga Yudha sebagai Leader D'Renced.

Noribet Kolektif

Apabila kita lihat dari namanya, Gerakan Noribet kolektif ini tanpa perlu dikupas secara mendalam pun sudah sangat jelas, yaitu sebuah pergerakan yang mengusung konsep DIY (Do it by Yourself) yang memanfaatkan peralatan yang ada dan dikumpulkan secara kolektif untuk memulai, hal ini juga dikonfirmasi oleh Moga Yudha seorang Gitaris D'Renced yang menjadi salah satu eksekutor gerakan Noribet Kolektif ini.

 (Foto: Moga Yudha)
(Foto: Moga Yudha)

"Kami tidak menunggu sempurna untuk memulai, kami juga tidak mencari moment untuk berjalan, tapi kami menciptakan moment itu sendiri, wadah ini sangat berarti bagi D'Renced, dengan adanya Noribet Kolektif ini kami bisa menjangkau audien yang lebih luas lagi, kami memulainya dari yang kami punya, apalagi kita sambil mengadakan Nonton Bareng Persib VS Bhayangkara FC, acaranya semakin menarik." Begitu sambungnya dalam sebuah wawancara.

Membuat Kandang Show

Pergerakan ini tidak selesai sampai di sini, setelah Noribet Kolektif Volume 1 terlaksana, D'Renced juga akan mengumpulkan energi yang lebih besar lagi di Majalengka sebagai upaya memperkenalkan ruang yang disebut "Kandang D'Renced" melalui program Kandang Show.

Nekt Event Kandang Show Skena Majalengka
Nekt Event Kandang Show Skena Majalengka

Kandang Show adalah ruang bagi para band lokal yang bukan hanya diberi ruang, tapi juga ditunjukkan arah supaya memiliki kemandirian, bukan mengemis panggung di berbagai acara. Kandang Show ini akan dihadiri juga oleh kawan-kawan Bandung dan berbagai band lokal asli Majalengka sebagai ajang showcase, promo musik, dan upaya menghidupkan kembali skena musik di Majalengka, Kandang Show juga bertepatan dengan Grand Launching beberapa single D'Renced yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2026. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Assegaf
Pegiat Literasi

Berita Terkait

News Update

Linimasa 08 Mei 2026, 17:40

Tanaman Pemangsa Serangga Ini Dibudidayakan di Rumah Pemuda Bandung

Seorang pemuda di Dayeuhkolot sukses membudidayakan tanaman karnivora hingga meraup omzet belasan juta rupiah.

Tanaman pemangsa hewan Venus flytrap yang dibudiayakan Khoerul Anwar di Dayeuhkolot. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 17:20

Bandung dan Mereka yang Pulang dalam Lelah

Di balik gemerlap dan ramainya Bandung, ada banyak orang yang tetap kembali bangun esok pagi meski lelah terus menjadi bagian dari hidup mereka—agar kota dan kehidupan mereka tetap berjalan.

ekanan hidup di kota membuat banyak masyarakat terus berjalan, meski lelah perlahan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 17:08

Merawat Kebersamaan, Meraih Kebahagiaan

Kebahagiaan sejati tidak hanya diukur dari pencapaian materi, justru dari kemampuan manusia menemukan makna hidup, menjaga keseimbangan batin, membangun hubungan yang sehat dengan Tuhan, diri sendiri

Sejumlah siswa Al Irsyad Satya Islamic School mengikuti tadarus Al-Quran di Masjid Al-Irsyad pada Kamis, 21 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 08 Mei 2026, 13:38

Jelajah Citarum, Sungai Pemberi Kehidupan Bagi Masyarakat

Di balik pencemaran dan banjir, Sungai Citarum masih menjadi sumber penghidupan masyarakat di sepanjang DAS.

Sungai Citarum jadi sumber kehidupan masyarakat di sekitarnya. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 13:34

Berangkat Ke Bandung : D'Renced Tampil Memberikan Suasana Jernih tapi Berisik

Bandung, bukan tanpa alasan band Pop Punk asal Majalengka (D'Renced) memilih kota ini untuk memperluas jangkauan gerakan perlawanan yang dibalut karya musik bergenre pop punk.

Live performance debut single D'Renced at Waroeng Bako Bandung. (Foto: Moga Yudha melalui Screenshoot Video)
Wisata & Kuliner 08 Mei 2026, 13:13

Tamasya ke Karang Resik Tasikmalaya, Wisata Keluarga dengan Sejarah Tersembunyi

Panduan wisata Karang Resik Tasikmalaya, taman hiburan keluarga yang berdiri di lokasi sejarah Agresi Militer Belanda 1947.

Wisata Karang Resik Tasikmalaya. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 12:34

Kesabaran Pedagang Pasar Baleendah dan ‘Lautan Sampah’ yang Tiada Akhir

Persoalan “lautan sampah” yang menimbulkan bau tak sedap ini bukan persoalan Pasar Baleendah saja.

Tumpukan sampah di kawasan Jalan Siliwangi, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Kamis, 5 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 09:55

Pasang Surut Perkembangan Radio Siaran di Bandung

Di tengah gempuran platform digital, radio sesungguhnya masih memiliki kekuatan yang sulit tergantikan, yakni kedekatan emosional dan interaktivitas yang alami.

Penulis bersama para penyiar B-Radio Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 08:35

Tentang Angka dan Ketakberhinggaan dalam Pelestarian Cagar Budaya

Katanya, hidup ini adalah tentang angka. Lantas, bagaimana dengan cagar budaya? Berapa angka yang akan kita sematkan pada warisan budaya kebendaan ini?

Salah satu gedung cagar budaya di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 07 Mei 2026, 20:32

Strategi Monel Gaet Konsumen Hijab, Andalkan Uniqueness Warna dan Diskon Agresif di Event Fashion

Hijab tak lagi hanya sekedar kebutuhan dalam hal berpakaian. Hijab kini bertransformasi jadi bagian ekspresi gaya hingga pembuktian identitas pada wanita muslim.

Band hijab Monel mengandalkan strategi diskon besar beserta eksplorasi beragam warna yang ditampilkan pada etalasenya supaya menarik atensi pengunjung. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 07 Mei 2026, 19:59

Lembang 1994-1997: Lembangku Sayang, Lembangku Malang (Bagian 2)

Lembang tahun 1994 merujuk pada satu kata, “Hening”.

Kawasan Situ Umar masa kolonial, terlihat Gunung Burangrang di kejauhan. Kawasan Situ Umar kini berganti menjadi wisata selfie floating market Lembang. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 07 Mei 2026, 18:12

Tamasya Taman Bunga Cianjur, 35 Hektar Lanskap Dunia dalam Satu Kawasan Puncak

Taman Bunga Nusantara di Cianjur menawarkan taman tematik dunia, tiket sekitar Rp50 ribu, dan strategi kunjungan agar bisa menjelajah 35 hektar tanpa kelelahan.

Taman Bunga Nusantara Cianjur.
Bandung 07 Mei 2026, 17:52

Bukan Lagi Kaku, Batik Kini Jadi Tren Lifestyle Praktis Lewat Desain One Set

Eksistensi batik kini telah bertransformasi, dan tidak lagi sekadar kain tradisional kaku yang pemakaiannya terbatas pada acara-acara sakral atau formal saja.

Eksistensi batik kini telah bertransformasi, dan tidak lagi sekadar kain tradisional kaku yang pemakaiannya terbatas pada acara-acara sakral atau formal saja. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 07 Mei 2026, 17:30

Pekerja Swasta adalah Petarung Sejati

Banyak masyarakat yang bekerja di sektor swasta untuk mendapatkan penghidupan dengan penuh kesabaran dan pengorbanan supaya bisa bertahan hidup di Kota Bandung.

Pekerja menyelkesaikan produksi tas di salah satu pabrik produksi di Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Wisata & Kuliner 07 Mei 2026, 14:44

5 Wisata Pilihan di Pangandaran: dari Pantai, Hutan hingga Sungai

Rekomendasi wisata Pangandaran dari pantai hingga ngarai sungai. Lengkap dengan jam buka, harga tiket, dan aktivitas.

Pantai Pangandaran. (Sumber: Pexels)
Linimasa 07 Mei 2026, 14:43

Sampah Plastik dan Kebiasaan Penggunaan Kemasan Daging Kurban

Penggunaan kantong plastik saat pembagian daging kurban dinilai memperparah masalah sampah di Bandung Raya.

Penggunaan besek saat Iduladha sebagai alternatif kantong plastik untuk daging kurban. (Sumber: Ayomedia | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 07 Mei 2026, 08:17

Memahami Aturan Penulisan Angka dan Bilangan dalam Bahasa Indonesia (EYD V)

Mari memahami aturan penulisan angka dan bilangan.

Ilustrasi angka. (Sumber: Pexels | Foto: Black ice)
Bandung 06 Mei 2026, 20:20

Mulai Rp10 Ribu, Aksesori Batu Rimba Buktikan Produk Lokal Bisa Tampil Berkelas dan Bernilai Estetika Tinggi

Di tengah geliat keragaman aspek budaya nasional yang dipadu-padankan dengan ranah bisnis, kini pelaku UMKM aksesori turut menjadi sasaran atensi.

Batu Rimba asal Kalimantan, produk ini menampilkan gelang jenis batu alam hingga mutiara Lombok. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 18:29

Separuh Kehidupan untuk Kemacetan di Kota Bandung

Bagi pengguna fasilitas transportasi umum, kemacetan adalah pergumulan yang melelahkan tapi harus dilewati setiap hari.

Kemacetan Cibaduyut Saat Ramadhan 2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 17:21

Bandung Kini, Mereka yang Bertahan di Antara Deru Zaman

Di tengah impitan kondisi sosial yang terasa begitu tajam, warga Bandung harus bisa tetap bertahan hidup dengan cara pengorbanan dan kesabaran. Yang akhirnya akan menemukan solusi terbaik.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)