Desa Kasturi, Tempat Tumbuh Mangga Kasturi 

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Buah kasturi (Mangifera casturi) sudah tidak dikenali lagi di Jawa Barat, tapi abadi dalam toponim Desa Kasturi yang terdapat di Kabupaten Majalengka dan di Kabupaten Kuningan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T Bachtiar)
Buah kasturi (Mangifera casturi) sudah tidak dikenali lagi di Jawa Barat, tapi abadi dalam toponim Desa Kasturi yang terdapat di Kabupaten Majalengka dan di Kabupaten Kuningan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T Bachtiar)

Di Jawa Barat, sedikitnya ada dua nama geografis Kasturi. Pertama Desa Kasturi di Kecamatan Cukijing, Kabupaten Majalengka, dan kedua Desa Kasturi di Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan. Kedua desa ini berada di kaki Gunung Cereme. Desa Kasturi (Majalengka) berada di baratdaya Gunung Cereme, sedangkan Desa Kasturi (Kuningan, berada di tenggara Gunung Cereme.

Inilah kisah yang disarikan dari web Desa Kasturi (Kuningan). Riwayat desanya dimulai dari kisah adanya dua orang janda bernama Baniah dan Baniem. Karena setiap orang harus mempunyai tanggungjawab terhadap kehidupannya sendiri, maka kedua janda itu dianjurkan untuk meninggalkan keluarga dan kampungnya, untuk mencari pasangan di tempat lain. Kedua janda itu ditujukan untuk menempati daerah yang saat ini bernama Kasturi. Akhirnya kedua janda itu mendapatkan pasangan, menikah dan berumahtangga, menetap di sana, beranak-pinak. Sampai saat ini para remaja wanita dan janda di sana terdengar “harum” laksana wangi minyak kasturi.

Kisah Desa Kasturi (Majalengka) pun disarikan dari web desa tersebut. Kisah desa ini pun sama, mengambil analogi seperti wangi bunga kasturi, dengan kisah dan tokoh yang berbeda. Dikisahkan ada seorang pemuka agama terkenal dari daerah tersebut yang belajar agama Islam di Tanah Suci, Mekah. Sepulang dari sana, pemuka agama itu mendirikan pesantren, yang berkembang maju. Banyak santri yang sudah tamat belajar, kemudian menyebar ke berbagai daerah untuk mendakwahkan ilmu agama yang sudah dipelajarinya. Tersebarnya ajaran agama oleh para lulusannya itu, membuat pesantren dan daerah tempat pesantren itu berada menjadi wangi, laksana bunga kasturi.  

Ada beberapa nama geografis, yang warganya sendiri tidak mengetahui kisah kampungnya. Di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, misalnya, ada dua nama tempat yang memakai nama areng, yaitu Kampung Areng di Desa Wangunsari, dan di Desa Cibodas. Nama geografis ini bukan diambil dari kata areng dalam bahasa Sunda yang berarti arang, tapi nama pohon, Ki areng (Diospyros pseudo-ebenum K. & V.). Dinamai pohon Ki areng, karena kayunya berwarna hitam seperti arang. Kayu kualitas nomor satu, yang sudah tidak ada jejaknya di Kecamatan Lembang, sehingga penduduknya pun tidak mengetahui lagi pohon Ki areng.

Hal yang sama, nama geografis Desa Cibeusi di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, yang diambil dari nama pohon Ki beusi (Rhodam cinerea Jack). Seperti di Kampung Areng, pohon Ki beusi sudah tidak ada lagi, sehingga penduduk Desa Cibeusi sudah tidak mengenali lagi pohon Ki beusi. Demikian juga penduduk di sekitar Pantai Punaga di Desa Mandalakasih, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut. Warga setempat sudah tidak mengenali lagi asal-usul nama tempatnya, karena pohon Punaga sudah tidak dikenali lagi, karena nama pohon pantai/muara itu sudah berganti nama menjadi Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.).

Dengan contoh Kampung Areng, Desa Cibeusi, dan Pantai Punaga yang warga desanya sendiri sudah tidak mengenalinya lagi asal-usul daerahnya, apalagi wujud pohon Ki areng, Ki beusi, dan Punaga. Pohon Ki areng dan Ki beusi, masih ada di Nusa Tenggara, di Kalimantan, dan di beberapa tempat lainnya, sehingga benih pohonnya masih dapat dipesan dengan mudah.

Kedua desa dengan nama yang sama, yaitu Desa Kasturi, tapi latar kisah sejarah desanya berbeda, walau dengan analogi yang sama, yaitu laksana harum minyak kasturi. Padahal bila ada nama tempat yang sama, sudah lazim, latar kisahnya haruslah sama, di mana pun nama geografis itu berada.

Untuk itulah dalam tulisan ini diajukan alternatif tafsir lain mengenai asal-usul nama geografis Desa Kasturi, baik yang ada di Kabupaten Majalengka maupun yang ada di Kabupaten Kuningan. Saya menduga, nama geografis Desa Kasturi itu diambil dari nama jenis mangga, yaitu Buah kasturi (Mangifera casturi). Seperti pohon keras Ki areng dan Ki beusi yang sudah tidak dikenali oleh masyarakatnya di kedua desa itu, Buah kasturi pun sudah tidak dikenali lagi oleh masyarakat di kedua desa itu. Bahkan masyarakatnya sudah tidak mengetahui lagi bahwa nama desanya berasal dari nama buah (manga) kasturi. 

Ada tiga alasan mengajukan alternatif tafsir tentang asal-usul nama geografis Desa Kasturi berasal dari nama jenis manga, yaitu Buah kasturi. Pertama, ketinggian kedua desa itu berada di antara +560 m dpl sampai +600 m dpl. Kedua, lokasinya sama berada di kaki Gunung Cereme, dan ketiga, di kawasan itu banyak dibudidayakan pohon mangga, walau pada saat ini lebih mengutamakan Buah gedonggincu.

Saat ini Mangga kasturi masih terdapat di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Usia pohonnya sudah lebih dari 50 tahun, sehingga hasil buahnya terus menurun dari tahun ke tahun. Untuk mengembalikan kejayaan hasil panennya, Mangifera casturi ditetapkan menjadi flora identitas Kalimantan Selatan. Dari kekhawatiran akan keberadaannya, muncul inisiatif dari masyarakat untuk menanam kembali Mangifera casturi.

Menurut tim penilai dari World Conservation Monitoring Centre, menetapkan status pohon Buah kasturi sudah berada pada kategori punah di alam liar (1998). Dalam laporan IUCN, mangga jenis ini sudah tidak ditemukan lagi di habitat aslinya, tapi masih terdapat di kebun campuran maupun di pekarangan rumah di Kalimantan Selatan.

Warna kulit Buah kasturi berubah sesuai tingkat kematangannya. Saat masih mentah, kulit buahnya berwarna hijau. Tapi, ketika buah itu sudah matang, kulit buahnya menjadi ungu gelap hingga kehitaman. Dagingnya berserat, warna daging buahnya jingga, dengan aroma wangi/harum yang kuat.

Desa Kasturi, baik yang berada di Kabupaten Majalengka maupun di Kabupaten Kuningan untuk terus secara terprogram mengembalikkan ke kejayaan Mangga kasturi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 11 Agu 2026, 20:01

Membaca Gaya Komunikasi di Balik Publikasi Koleksi Jam Tangan Edisi Khusus

Analisis ini berfokus pada cara perusahaan menyampaikan produknya kepada publik, bukan membahas spesifikasi produk secara rinci.

Ilustrasi iklan.
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 18:10

Menulis sebagai Cara Membangun Pengetahuan

Sebuah refleksi tentang menulis yang tidak berhenti pada keterampilan menyusun kata dan kalimat, tetapi melihat menulis sebagai bagian dari proses membangun pengetahuan dan membentuk cara berpikir.

Ilustrasi mengetik artikel dengan laptop. (Sumber: Unsplash | Foto: Sergey Zolkin)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 17:02

Indonesia Raya Tercipta di Bandung

Gagasan menciptakan lagu kebangsaan muncul setelah W.R. Soepratman membaca tantangan di majalah Timboel pada 1924.

Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 11 Agu 2026, 16:53

Bandung Makin Panas di Siang dan Makin Dingin di Malam, Ada Apa dengan Suhu Kota?

Suhu Kota Bandung menunjukkan perubahan menarik. Siang makin panas dan malam tetap dingin. Pohon serta ruang hijau punya peran pent

Kota Bandung tampak seperti cekungan dengan dominasi kawasan pemukiman serta industri. Sementara bagian hijau sudah sangat kurang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 16:08

Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan di Bandung

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung.

Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Wisata & Kuliner 11 Agu 2026, 15:39

Panduan Wisata Telaga Biru Cicerem, Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai

Jelajahi Telaga Biru Cicerem, telaga alami dengan air biru kehijauan yang jernih, ikan warna-warni, dan panorama kaki Gunung Ciremai.

Telaga Biru Cicerem. (Sumber: Instagram @telagabiruciceremofficial)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 15:17

Dilema PKL: Tertib atau Mati Pelan-pelan

Data menunjukkan bahwa sektor informal, seperti PKL, masih menjadi tulang punggung tenaga kerja di Indonesia.

Petugas Satpol PP Kota Bandung menggunakan alat berat merobohkan bangunan liar dan lapak PKL di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 10 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 13:48

Berjumpa dengan Bari Lukman, Pengibar Merah Putih Pertama di Bandung

Yang menarik, perjumpaan dengan Bari Lukman tidak diawali oleh pencarian seorang tokoh sejarah.

Bari Lukman (memegang bolpoin) bersama rekan-rekan wartawan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi  Kin Sanubary)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 12:27

Jejak Memori Rijsttafel: Simfoni Akulturasi dan Potret Budaya Kolonial di Nusantara

Sebagai warisan budaya, Rijsttafel mengajak kita untuk melakukan penelusuran terhadap sebuah tradisi adiboga yang tumbuh di tengah ketegangan kolonialisme.

Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 08:58

Membangkitkan Kembali Pesawat Kebanggaan Indonesia 

Membangkitkan kembali pesawat asli Indonesia sebenarnya perwujudan yang logis bagi Indonesia, pemerintahan saat ini pun perlu mendanainya dengan sungguh-sungguh.

Kondisi Bandara Husein Sastranegara sebelum penerbangan dipindahkan. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 18:19

Resensi Novel 'Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname': Kisah Jungkir Balik Sebuah Keluarga Jawa

Novel ini menceritakan tentang sebuah keluarga Jawa yang mencoba untuk mengadu nasib ke Suriname.

Buku "Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname". (Sumber: Ayobandung.id)
Bandung 10 Agu 2026, 17:54

Inovasi Kudapan Nostalgia, Cara Kuliner Lokal Bandung Bikin Biskuit Gabin Naik Kelas

Dinamika jajanan di Kota Bandung rasanya tidak pernah kehabisan akal untuk memanjakan lidah para pencintanya, tak terkecuali untuk inovasi biskuit gabin.

Biskuit gabin, kudapan sederhana yang akrab dengan memori masa kecil yang dapat panggung untuk tampil lebih modern dan kekinian. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 17:47

Berburu Buku Tahun 1980-an

Kilasan informasi masa tahun 1980-an tentang literasi yang dominasi membaca buku, koran, majalah, novel dan komik

Ilustrasi toko buku di Pasar Palasari. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 10 Agu 2026, 17:47

Warung Perkedel Ibu Kokom, Hidden Gem Kuliner Bandung di Cimenyan

Warung Ibu Kokom menjadi destinasi kuliner favorit di Cimenyan berkat perkedel renyah, sambal terasi, dan terutama pemandanagan serta suasana alam yang sejuk.

Perkedel di Warung Ibu Kokom Cimenyan. (Sumber: Instagram @warung_ibukokom)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 16:24

Shrinkflation Tanda Inflasi Tersembunyi pada Suatu Negara

Shrinkflation adalah fenomena ekonomi ketika perusahaan mengurangi kuantitas atau ukuran suatu produk tanpa menaikkan harga jual secara langsung. Fenomena ini umumnya jarang diketahui oleh konsumen.

Ilustrasi shrinkflation dengan kemasan produk yang makin kecil akibat inflasi. (Sumber: Flickr | Foto: Brett Jordan)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 15:52

Makna Kemerdekaan untuk Kembalikan Esensi Pajak Penerangan Jalan di Bandung

Sangat ironis jika bulan kemerdekaan diwarnai dengan ruas jalan dan ruang publik yang gelap gulita.

Ilustrasi makna hari kemerdekaan untuk mengatasi kegelapan di ruas jalan dan ruang publik. (Sumber: Hasil kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 12:51

Ketika Tuntutan Produktivitas dalam Hustle Culture Memicu Beban Mental Mahasiswa

Berangkat dari keresahan mahasiswa terhadap tuntutan selalu produktif, yang di mana sering disalahartikan sebagai keharusan selalu terlihat sibuk.

Seorang wanita duduk di atas tempat tidur sambil memegang bantal, dikelilingi kertas dan laptop, menunjukkan ekspresi stress. (Sumber: pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 11:12

Sawah, Kerbau (Baja), dan Kenangan

Munding boleh berganti traktor. Sawah bisa saja berubah wajah menjadi rumah, kos-kosan. Permainan anak-anak boleh berganti zaman. Tapi kenangan tentang kebersamaan semestinya tetap tumbuh

Asyiknya membajak sawah menggunakan kerbau dulu, kini digantikan perannya oleh traktor (Sumber: Instagram @kangnandarvlog)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 09:27

Kala Kemarahan Pejabat Jadi Konten Pemerintahan

Sebuah teguran langsung pejabat kepada bawahannya dan viral dapat membuat masyarakat merasa pemerintah hadir. Itu bukan sesuatu yang harus diremehkan.

Ilustrasi pejabat memarahi bawahan (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 19:39

Dari Uang Tunai ke Sekali Klik dalam Perubahan Perilaku Keuangan Mahasiswa

Peralihan ke dompet digital mempermudah transaksi mahasiswa, namun berisiko memicu perilaku konsumtif.

Kemudahan transaksi dompet digital melalui pemindaian kode QR semakin efisien dan dekat dengan aktivitas harian mahasiswa. (Sumber: Pexels/Pavel Danilyuk)