Di Kampung Beledug, Pernah Terdengar Ledakan dari Dalam Bumi

T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan Jumat 01 Mei 2026, 14:58 WIB
Peta daerah Cintapada dan Maja tahun 1914-1916. (Sumber: Peta koleksi KITLV)

Peta daerah Cintapada dan Maja tahun 1914-1916. (Sumber: Peta koleksi KITLV)

Terdengar suara ledakan yang datang dari dalam bumi. Tidak setiap bulan, bahkan tidak setiap tahun terdengar ledakan atau bunyi ngabeledug. Namun, datangnya suara ngabeledug itu selang waktunya tidak tetap. Para pinisepuh di Blok Calingcing, Desa Sukasari Kidul, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, pernah mendengar tuturan dari orangtuanya, dari kakek-neneknya, bahwa di kampungnya pernah terdengar suara ledakan yang datang dalam dari dalam bumi. Mereka sudah lama tidak mendengar lagi suara beledug itu. Bunyi ngabeledug yang terjadi di kampungnya itulah yang mengispirasi penduduk zaman baheula yang mengawali tinggal di Desa Sukasari Kidul untuk menamai tempat mereka bermukim itu Dusun Beledug.  

Dalam bahasa Sunda (RA Danadibrata, 2015), lema beledug dapat berarti suara guludug atau petir di langit, atau suara letusan di kejauhan. Nama geografis yang terkait peristiwa meteorologis, seperti suara petir yang menggelegar, umumnya dinamai Gumuruh, bukan Beledug. Jadi, sangat mungkin, nama geografis Dusun Beledug terinspirasi oleh peristiwa yang berulang terdengarnya suara ngabeledug, suara ledakan di kejauhan. Ketika suara ngabeledug itu terdengar, tidak sedang terjadi letusan Gunung Cereme, yang jaraknya sekitar 10 km. Itulah yang menyebabkan para sepuh masa lalu yang bermukim di sana mengambil keyakinan, bahwa suara itu datang dari dalam bumi. 

Sebagai perbandingan, di Lombok Utara pernah diguncang gempa bumi yang terjadi pada tahun 2018, dengan kekuatan 6,9 - 7,0. Beberapa detik sebelum gempa bumi itu mengguncang, penduduk di permukiman yang terdampak kuat gempabumi, mendengar suara dentuman, ledakan, dan gemuruh seperti suara pesawat besar yang terbang rendah bergerak mendekat ke perkampungannya. Hanya beberapa detik kemudian dari gemuruh itu datang, terjadilah guncangan gempabumi yang dahsyat. Ketika gemuruh dan dentuman itu datang berulang, masyarakat dilanda ketakutan yang sangat mencekam.

Gempabumi di Lombok Utara itu termasuk gempa darat dengan kedalaman dangkal. Frekuensi getaran yang sangat tinggi itu akibat terjadinya deformasi batuan yang terjadi karena adanya perubahan posisi blok batuan karena patah, bergeser, turun di lajur sesar. Ketika frekuensi tinggi itu mencapai permukaan, menimbulkan suara beledug atau ledakan dan gemuruh.

Selain nama geografis Beledug, terdapat gejala kebumian lain yang menimbulkan suara dan menjadi nama geografis. Contoh di Cekungan Bandung, seperti Batureok yang berada di Desa Gudangkahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Batureok ini persis berada di garis Patahan/Sesar Lembang, yang bercabang dari lajur utama ke arah selatan mengikuti jalan raya Lembang, mulai pertigaan Jl Peneropongan Bintang hingga Pusdik Kowad. Contoh lain nama geografis yang bersumber dari suara, Ciharegem (geraman harimau), Cigalukguk (suara babi hutan), Cigenter, Cibaregbeg (suara air sungai yang sangat besar).

Bila pada masa lalu di Kampung Beledug terjadi ledakan yang bersumber dari dalam bumi, inilah beberapa kemungkinan yang menjadi penyebabnya. Pertama, Kampung Beledug di Kecamatan Argapura berada di pertemuan dua lajur sesar yang berarah tenggara–baratlaut (Djuri, 2011. Peta Geologi Lembar Arjawinangun, Pusat Survei Geologi, Badan Geologi). Dalam peta itu tergambar, lajur sesar sisi barat panjangnya sekitar 10 km, dengan bagian timur dari lajur itu yang relatif turun. Saat ini, penurunan itu dapat diukur tinggi dindingnya, ada yang mencapai 360 m, dengan lembah terendahnya yang dialiri sungai. Lajur sesar sisi timur melintasi Gunung Pucuk, panjangnya sekitar 11,5 km. 

Gejala kebumian lainnya yang menunjukkan terdapatnya lajur patahan setempat di sana adalah Talaga Sangiang, berupa gunung api maar, tipe gunung api terkecil, dengan kawahnya yang diisi air membentuk danau kawah. Talaga Sangiang berada di Desa Sagiang, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka. 

Ada juga gejala kebumian berupa mata air panas yang terdapat di Kecamatan Argapura. Dan, yang menguatkan lainnya, terdapatnya gejala kebumian gunung api purba (dalam peta geologi ditulis dengan istilah batuan terobosan), seperti Gunung Sela, serta gunungapi muda Gunung Cereme.

Nama geografis Kampung Beledug di Kecamatan Argapura, terinspirasi karena adanya suara ngabeledug atau ledakan yang terjadi di sana. Boleh jadi peristiwa itu terjadi jauh sebelum alat-alat pencatat getaran dari dalam bumi yang mulai dipasang pada awal abad ke-20 di Pasir Gegerbeas, sekitar 9 km dari kawah Gunung Cereme.

Gejala kebumian pada masa lalu yang menimbulkan suara ledakan, suara beledug dari dalam bumi yang terdengar oleh penduduk di sana, dapat diperkirakan penyebabnya karena gempabumi. Suara beledug itu ditimbulkan oleh frekuensi getaran yang sampai di permukaan akibat terjadinya deformasi batuan. Hal itu dapat terjadi karena adanya gempa bumi tektonik yang bersumber dari satu di antara dua lajur sesar, atau bersumber dari keduanya. Bisa juga suara beledug itu bersumber dari gempa bumi vulkanik dari Gunung Cereme. 

Penyebab suara beledug dalam tulisan ini bisa saja salah, dan nama geografis Kampung Beledug pun bisa tidak dikenali lagi. Tapi yang paling penting dari nama geografis Kampung Beledug di Kecamatan Argapura itu adalah untuk tindakan mitigasi. Apa yang harus dilakukan oleh semua kalangan sebelum gempa bumi terjadi, ketika gempabumi, dan setelah gempa bumi. Tanpa kesadaran bersama, tanpa upaya bersama, pengingat dari nama geografis itu menjadi tak bermakna apa-apa. (*)

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Mei 2026, 14:25

Hari Pendidikan Nasional 2026: Akses, Mutu, Relevansi, dan Efisiensi di Tengah Wacana Penataan Program Studi

Pendidikan adalah investasi peradaban. Setiap kebijakan, harus diarahkan untuk memastikan bahwa investasi itu benar-benar menghasilkan manusia yang unggul, berdaya, dan siap menghadapi masa depan.

Untuk menciptakan pendidikan yang bermutu, kita dihadapkan pada sederet tantangan. (Sumber: Pexels/muallim nur)
Wisata & Kuliner 03 Mei 2026, 11:58

Kebun Teh Ciater, Wisata Hijau dengan Sejarah Panjang di di Kaki Gunung Tangkuban Parahu

Dari eksploitasi kolonial hingga wisata populer, Kebun Teh Ciater menyuguhkan sejarah dan panorama alam yang menenangkan.

Kebun Teh Ciater, Subang. (Sumber: subang.go.id)
Ayo Netizen 03 Mei 2026, 09:36

Hardiknas 2026: Partisipasi Semesta Tanpa Fondasi Kuat Berisiko Jadi Semu

Partisipasi semesta dalam pendidikan tinggi menghadapi tantangan kualitas, relevansi prodi, dan kesejahteraan dosen, sehingga perlu penguatan kebijakan berbasis data dan kolaborasi.

Potret Ki Hadjar Dewantara yang dianugerahi gelar sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 03 Mei 2026, 09:12

Mereka Tak Melihat Dunia, Tapi Dunia Perlu Melihat Mereka

Kisah pelajar difabel di SLB ABCD Caringin yang belajar mandiri, menghadapi keterbatasan, dan menunjukkan bahwa mereka mampu berkarya serta layak mendapat perhatian dan kesempatan setara.

Fathur Rohman M. Farel dan Aulia Ramadhani, siswa SLB ABCD Caringin, menjalani proses belajar dengan cara masing-masing. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 03 Mei 2026, 08:37

Renjana: Hidup yang Tertunda di Bandung

Bandung bukan sekadar tempat hidup, tetapi ruang bertahan. Melalui Renjana, tulisan ini membaca kesabaran, kerja, dan pengorbanan sebagai hidup yang terus tertunda.

Gitar disebuah taman kecil. (Foto: Abah Omtris)
Ayo Netizen 03 Mei 2026, 07:12

Buruh, Kerja, dan Ibadah

Saatnya menempatkan empat falsafah kerja: ikhlas, cerdas, keras, dan tuntas.

Aksi Hari Buruh di Dago Diwarnai Pembakaran Water Barrier (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 02 Mei 2026, 18:34

Langkah Panjang Tatang Bangun SLB ABCD Caringin bagi Anak Difabel di Bandung

Kisah Tatang, pendiri SLB ABCD Caringin, yang berjuang membangun sekolah difabel dari rumah demi membuka akses pendidikan inklusif di Bandung.

Tatang, pendiri SLB ABCD Caringin, mendedikasikan hidupnya untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak difabel di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Beranda 02 Mei 2026, 18:34

Ketika Api Menjadi Guru: Pelajaran Bertahan Hidup Mengatasi Kebakaran Tanpa Panik

Kunjungan edukatif yang mengajak peserta masuk lebih dalam ke dunia para penjaga garis terdepan dari ancaman api.

Acara "Siaga Rumah Aman 2026" pada 2 Mei 2026, di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 02 Mei 2026, 12:47

Di Tengah Riuh Stasiun Bandung, Musisi Tunanetra Menemukan Irama Kehidupan

Di tengah hiruk-pikuk Stasiun Bandung, musisi tunanetra menghadirkan harmoni yang tak hanya menghibur, tetapi juga menjadi cara mereka bertahan, berkarya, dan menantang stigma.

Virly Aulyvia, Rendra Jaya Ambara, dan Martin Aflatun. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Wisata & Kuliner 02 Mei 2026, 12:01

Panduan Wisata Pantai Ujung Genteng Sukabumi: Estimasi Biaya, Penginapan dan Spot Pilihan

Panduan lengkap Ujung Genteng Sukabumi mulai dari rute perjalanan, biaya tiket, penginapan, hingga pantai terbaik dan konservasi penyu.

Pantai Tenda Biru Ujung Genteng Sukabumi. (Sumber: Ayomedia)
Beranda 01 Mei 2026, 20:54

Terima Kasih Kawan! Jalan Masih Panjang

Hari ini 1 Mei 2026, ayobandung.id tepat berusia satu tahun. Ini adalah catatan reflektif.

ayobandung.id mensyukuri perjalanan 1 tahun. (Sumber: Unsplash | Foto: Marcel Eberle)
Ayo Netizen 01 Mei 2026, 20:01

Potret Buruh Perempuan di Bandung: Independent Woman atau Tuntutan Kapitalisme?

Independent women acap kali lahir dari kesadaran seorang perempuan untuk berdikari sebagai manusia. Tapi apakah buruh perempuan juga lahir dari itu atau menjelma dari sistem kapitalis?

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 01 Mei 2026, 18:04

Jangan Anggap Sepele, Kelalaian Kecil di Rumah Bisa Picu Kebakaran Besar

Kelalaian kecil di rumah seperti listrik dan gas bisa memicu kebakaran besar. Simak langkah sederhana untuk mencegah dan melindungi diri serta keluarga dari risiko kebakaran.

Petugas Damkar Kota Bandung melakukan pendinginan usai kebakaran kios barang bekas di Jalan Soekarno-Hatta, Kamis (26/3/2026) dini hari yang menghanguskan belasan bangunan tanpa korban jiwa. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 01 Mei 2026, 15:40

Jelajah Taman Cimanuk, Ruang Publik Bersejarah di Pusat Indramayu

Jelajahi Taman Cimanuk Indramayu dengan panduan lengkap mencakup sejarah pelabuhan, fasilitas taman, serta aktivitas santai di ruang publik kota.

Taman Cimanuk, Indramayu.
Ayo Netizen 01 Mei 2026, 14:58

Di Kampung Beledug, Pernah Terdengar Ledakan dari Dalam Bumi

Dalam bahasa Sunda (RA Danadibrata, 2015), lema beledug dapat berarti suara guludug atau petir di langit, atau suara letusan di kejauhan.

Peta daerah Cintapada dan Maja tahun 1914-1916. (Sumber: Peta koleksi KITLV)
Ayo Netizen 01 Mei 2026, 12:40

Membaca May Day, sebagai Proses Komunikasi

Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 dimaknai sebagai arena komunikasi publik, tempat buruh merebut ruang sosial, membentuk agenda, dan menegosiasikan kuasa di era digital.

Sejumlah buruh perempuan melakukan aksi peringatan Hari Perempuan Internasional di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (8/3/2018). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 01 Mei 2026, 10:40

Refleksi Awal Bulan Mei: Belajar dari Perilaku Binatang

Mungkinkah kita belajar dari perilaku binatang?

Boli dan Cimol berbagi tempat dan pengasuhan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kurniawan Abuwijdan)
Beranda 01 Mei 2026, 04:20

Potret Kehidupan Warga Usia Senja di Kecamatan dengan Jumlah Lansia Terbanyak di Kota Bandung

Potret keseharian warga lanjut usia di kecamatan dengan jumlah lansia terbanyak di Kota Bandung, menghadapi tantangan kesehatan, ekonomi, dan kesepian di tengah perubahan kota.

Lili Sutisna menikmati masa lansianya dengan aktif bekerja dan mengurus kebun kecilnya di Kiaracondong. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 30 Apr 2026, 20:12

Tema Ayo Netizen Mei 2026: Bersabar, Bekerja, dan Berkorban demi Hidup di Bandung

Mei bukan sekadar bulan kelima dalam kalender. Di Bandung, Mei adalah bulan yang sesak.

Keluarga korban longsor Cisarua menangis usai mendengar informasi salah satu keluarganya ditemukan. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Mayantara 30 Apr 2026, 18:41

Kehidupan Sehari-hari sebagai ‘Arsip’

Internet tidak hanya membangun hubungan kolaboratif antar-pengguna secara individual, tetapi juga “merekam” serangkaian tindakan online kita setiap hari.

Internet tidak hanya membangun hubungan kolaboratif antar-pengguna secara individual, tetapi juga “merekam” serangkaian tindakan online kita setiap hari. (Sumber: Pexels | Foto: Şevval Pirinççi)