Panduan Lengkap Penggunaan Partikel dalam Bahasa Indonesia

6 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan Kamis 30 Apr 2026, 11:30 WIB
Partikel dalam bahasa Indonesia. (Sumber: Ayobandung.id)

Partikel dalam bahasa Indonesia. (Sumber: Ayobandung.id)

AYOBANDUNG.ID -- Pernahkah Anda membaca tulisan seperti "Apa pun kah yang terjadi?" atau "perbulan" dalam sebuah dokumen resmi? Atau melihat spanduk bertuliskan "siapa pun" yang seharusnya disambung karena berfungsi sebagai kata penghubung? Kesalahan seperti ini jauh lebih sering terjadi daripada yang kita sadari — bahkan di media massa, surat resmi, hingga unggahan akun-akun besar di media sosial.

Padahal, penulisan yang tepat bukan sekadar soal estetika. Dalam komunikasi profesional, kesalahan ejaan sekecil apa pun bisa menurunkan kredibilitas penulis dan membingungkan pembaca. Salah satu aspek ejaan yang kerap luput dari perhatian adalah penulisan partikel.

Partikel adalah kata atau unsur kata yang tidak memiliki makna leksikal mandiri, tetapi berfungsi memberikan tekanan, nuansa, atau hubungan gramatikal dalam kalimat. Dalam bahasa Indonesia, partikel yang diatur secara khusus oleh Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah -lah, -kah, -tah, pun, dan per. Masing-masing memiliki aturan penulisan tersendiri — dan itulah yang sering membuat penutur bahasa Indonesia kebingungan.

Artikel ini hadir sebagai panduan praktis agar Anda tidak lagi ragu saat menuliskan partikel-partikel tersebut.

Apa Itu Partikel?

Dalam tata bahasa Indonesia, partikel termasuk kelas kata tugas — kata yang tidak mengalami perubahan bentuk dan tidak bisa berdiri sebagai predikat dalam kalimat. Fungsinya bersifat gramatikal: memperkuat makna, menandai pertanyaan, atau menyatakan hubungan antarklausa.

EYD mengatur lima partikel utama yang perlu diperhatikan penulisannya:

  • -lah — memberikan tekanan atau perintah halus
  • -kah — menandai kalimat tanya
  • -tah — digunakan dalam ragam puisi atau bahasa lama
  • pun — bermakna 'juga', 'bahkan', atau sebagai bagian dari kata penghubung
  • per — bermakna 'demi', 'tiap', 'mulai', atau 'melalui'

Kesalahan umum yang sering terjadi meliputi: memisahkan -lah dan -kah dari kata dasarnya, menyambung pun yang seharusnya dipisah, atau sebaliknya memisahkan pun yang merupakan bagian dari kata penghubung. Untuk partikel per, kesalahan paling sering adalah menggabungkannya dengan kata yang mengikutinya, seperti menulis perbulan alih-alih per bulan.

Partikel -lah, -kah, dan -tah — Disambung, Bukan Dipisah

Aturan

Partikel -lah, -kah, dan -tah ditulis serangkai, yakni disambung langsung , dengan kata yang mendahuluinya. Tidak ada spasi, tidak ada tanda hubung.

Fungsi Masing-Masing

-lah berfungsi untuk memperhalus perintah atau memberikan penegasan pada kalimat perintah dan pernyataan. Kata ini membuat kalimat terasa lebih sopan dan tidak terkesan kasar.

-kah digunakan untuk membentuk kalimat tanya, khususnya dalam ragam tulisan yang lebih formal. Dalam percakapan sehari-hari, -kah memang jarang digunakan, tetapi dalam jurnalisme dan karya tulis, partikel ini masih relevan.

-tah merupakan partikel yang kini lebih banyak ditemukan dalam karya sastra lama atau puisi. Penggunaannya dalam tulisan modern sangat terbatas, tetapi penting untuk dikenali.

Contoh Penggunaan Benar vs. Salah

❌ Salah

✅ Benar

Baca lah buku itu!

Bacalah buku itu!

Apa kah yang terjadi?

Apakah yang terjadi?

Siapa kah gerangan dia?

Siapackah gerangan dia?

Apa tah gunanya?

Apatah gunanya?

Tips Mudah Mengingatnya

Bayangkan -lah dan -kah seperti akhiran, layaknya -an atau -kan dalam kata turunan. Sama seperti kita tidak menulis makan an, kita pun tidak perlu menulis baca lah. Keduanya menyatu dengan kata sebelumnya karena secara gramatikal memang tidak bisa berdiri sendiri.

Partikel pun — Pisah atau Sambung?

Inilah bagian yang paling sering menimbulkan kebingungan. Partikel pun memiliki dua perilaku penulisan yang berbeda tergantung pada fungsinya dalam kalimat.

Aturan Umum: pun Ditulis Terpisah

Ketika pun berfungsi sebagai partikel yang bermakna 'juga', 'bahkan', atau memberikan penekanan, maka ia ditulis terpisah dari kata sebelumnya.

Contoh:

  • Apa pun permasalahan yang muncul, dia dapat mengatasinya dengan bijaksana.
  • Jangankan dua kali, satu kali pun engkau belum pernah berkunjung ke rumahku.
  • Jika kita hendak pulang tengah malam pun, kendaraan masih tersedia.

Pada contoh-contoh di atas, pun bisa digantikan dengan kata 'juga' atau 'bahkan' tanpa mengubah makna kalimat secara drastis. Itulah penanda bahwa pun di sini berfungsi sebagai partikel biasa dan harus dipisah.

Pengecualian Penting: pun Sebagai Kata Penghubung

Ketika pun sudah menyatu dan menjadi bagian integral dari sebuah kata penghubung (konjungsi), maka penulisannya disambung. Kata-kata ini sudah memiliki makna tersendiri sebagai konjungsi dan tidak bisa dilepas dari pun-nya.

Berikut daftar lengkap kata penghubung yang mengandung pun dan ditulis serangkai:

adapun, andaipun, ataupun, bagaimanapun, biarpun, jikapun, kalaupun, kendatipun, maupun, meskipun, sekalipun, sementangpun, sungguhpun, walaupun.

Contoh penggunaannya:

  • Meskipun sibuk, dia dapat menyelesaikan tugas tepat waktu.
  • Dia tetap bersemangat walaupun lelah.
  • Adapun penyebab kemacetan itu belum diketahui.
  • Bagaimanapun pekerjaan itu harus selesai minggu depan.

Cara Membedakan Keduanya

Kunci membedakan pun terpisah dan pun serangkai cukup sederhana: coba hilangkan pun dari kalimat. Jika kalimat masih masuk akal dan konjungsinya masih berfungsi, berarti pun itu terpisah. Tetapi jika menghilangkan pun membuat kata penghubungnya hilang atau kalimat tidak logis, berarti pun itu bagian dari kata penghubung dan harus disambung.

Contoh menarik: Sekalipun teman dekat, dia belum pernah sekali pun datang ke rumahku.

Perhatikan bahwa dalam satu kalimat tersebut, sekalipun (disambung) berfungsi sebagai konjungsi bermakna 'meskipun', sementara sekali pun (dipisah) berfungsi sebagai partikel penegas bermakna 'bahkan satu kali pun tidak'. Inilah bukti bahwa kedua aturan bisa hadir sekaligus dalam satu kalimat!

Partikel dalam bahasa Indonesia. (Sumber: Ayobandung.id)
Partikel dalam bahasa Indonesia. (Sumber: Ayobandung.id)

Partikel per — Selalu Dipisah

Aturan

Berbeda dengan -lah dan -kah yang disambung, partikel per selalu ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Aturan ini berlaku konsisten untuk semua konteks penggunaannya.

Empat Makna per

EYD mendefinisikan empat makna per yang relevan dalam penggunaannya:

1. 'Demi' — menunjukkan urutan atau satu per satu Contoh: Mereka masuk ke ruang rapat satu per satu.

2. 'Tiap' — menunjukkan satuan Contoh: Harga kain itu Rp50.000,00 per meter.

3. 'Mulai' — menunjukkan waktu berlaku Contoh: Karyawan itu mendapat kenaikan gaji per 1 Januari.

4. 'Melalui' — menunjukkan sarana atau media Contoh: Dia menghubungiku per telepon.

Kesalahan Umum yang Sering Ditemui

Penulisan per yang disambung dengan kata berikutnya sangat sering ditemukan, terutama dalam konteks bisnis dan administrasi:

❌ Salah

✅ Benar

perbulan

per bulan

pertahun

per tahun

perkilogram

per kilogram

perorang

per orang

perhari

per hari

Kesalahan ini sangat lazim muncul di faktur, laporan keuangan, pengumuman harga, hingga iklan promosi. Mulai sekarang, pastikan selalu ada spasi antara per dan kata yang mengikutinya.

Tabel Cepat Penulisan Partikel

Berikut tabel ringkas yang bisa Anda jadikan referensi cepat:

Partikel

Cara Penulisan

Contoh

-lah

Serangkai

Bacalah, Pergilah

-kah

Serangkai

Apakah, Siapakah

-tah

Serangkai

Apatah

pun (partikel biasa)

Terpisah

apa pun, siapa pun

pun (kata penghubung)

Serangkai

meskipun, walaupun, adapun

per

Terpisah

per bulan, per meter, per orang

Penulisan partikel mungkin terkesan detail dan remeh, tetapi justru di sinilah cerminan ketelitian seorang penulis terlihat. Kesalahan kecil dalam ejaan bisa memengaruhi kesan profesionalisme sebuah tulisan, baik itu artikel berita, laporan kerja, surat resmi, maupun konten media sosial.

Kabar baiknya, aturan partikel dalam EYD sejatinya tidak terlalu rumit. Dengan memahami fungsi masing-masing partikel dan mengingat pola dasarnya — -lah/-kah/-tah disambung, pun biasa dipisah, pun konjungsi disambung, per selalu dipisah — Anda sudah menguasai sebagian besar kasus yang akan ditemui dalam praktik menulis sehari-hari.

Jadikan EYD sebagai rujukan utama setiap kali ragu. Menulis dengan ejaan yang benar bukan hanya soal mengikuti aturan, tetapi juga bentuk penghormatan kepada pembaca dan kepada bahasa Indonesia itu sendiri. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 18 Jun 2026, 07:46

Tapa Sebelum Melobangi Gunung

"Gubernur kedah tapa di Gunung Gede-Pangrango."

Sebuah spanduk di depan kantor ESDM Provinsi Jawa Barat (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 18 Jun 2026, 06:40

Merawat Cahaya di Tengah Rimba Digital

Hijrah digital mengajarkan tentang perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Sudah saatnya memastikan jemari kita menjadi jalan hadirnya kebaikan bagi sesama, kemaslahatan umat.

Ilustrasi muslimah sedang membaca alquran digital. (Sumber: Pexels | Foto: Thirdman)
Ayo Netizen 18 Jun 2026, 06:24

Pesepeda Tewas di Jalan Soekarno-Hatta: Apakah Kita Terlalu Cepat Menyalahkan Korban?

Kecelakaan pesepeda di Jalan Soekarno-Hatta mengingatkan bahwa keselamatan jalan bukan hanya soal perilaku pengguna, tetapi juga kualitas infrastruktur yang tersedia.

Polisi melakukan olah TKP. (Sumber: Dok. Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 20:29

Di Balik Publikasi Digital Program Operasi Katarak Gratis

Analisis publikasi digital program operasi katarak gratis Summarecon Agung dalam melihat konsistensi pesan, strategi komunikasi, dan pengelolaan citra perusahaan melalui berbagai media

Penulis sedang menganalisis teknik penulisan Summarecon Agung Tbk dari tiga platform.
Wisata & Kuliner 17 Jun 2026, 20:09

Tamasya ke Taman Harmoni dan Hutan Bambu Keputih, Oase Hijau di Tengah Kota Surabaya

Taman Harmoni dan Hutan Bambu Keputih Surabaya merupakan bekas TPA yang disulap menjadi ruang terbuka hijau dengan taman tematik dan fasilitas rekreasi.

Taman Harmoni & Hutan Bambu Keputih jadi tempat wisata favorit di Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)
Linimasa 17 Jun 2026, 19:12

Hikayat Taman Alun-alun Regol, Dari Bantaran Sungai Tempat Pembuangan Sampah Menjadi Tumpuan UMKM Hingga Tak Terawat

Kisah Alun-alun Regol Bandung yang berubah dari bantaran sungai penuh sampah menjadi ruang publik lalu mulai meredup.

Alun-alun Regol, Kota Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 19:09

Toponimi Lembang (Bagian 2)

Dengan mempelajari ilmu Toponimi kita jadi lebih tahu akar sejarah sebuah kawasan, termasuk sejarah Lembang.

Kartu pos yang memperlihatkan suasana Lembang tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 18:01

Mampukah Mahasiswa Menjaga Konsentrasi Belajar dari Distraksi Media Sosial?

Media sosial bisa jadi teman belajar atau justru pengganggu konsentrasi. Tulisan ini membahas cara mahasiswa tetap fokus dan produktif tanpa harus meninggalkan dunia digital.

Ilustrasi gangguan media sosial. (Sumber: ChatGPT)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 17:30

Rupiah Melemah, BBM Naik: Ibulah yang Paling Dulu Merasakan Dampaknya

Rupiah melemah, BBM naik, dan biaya hidup kian mencekik. Ibulah yang paling dulu merasakan dampaknya. Lalu, apa akar persoalan sebenarnya?

Ilustrasi pasar kaget. (Sumber: Pexels | Foto: AHMAD GHANI)
Wisata & Kuliner 17 Jun 2026, 17:05

Itinerary 1–2 Hari Surabaya: Telusur Sejarah, Kuliner Legendaris, dan Wajah Baru Kota Pahlawan

Rekomendasi itinerary Surabaya untuk 1–2 hari, mulai Tugu Pahlawan, Ampel, hingga kuliner legendaris.

Balai Kota Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 16:58

Seni sebagai Perlawanan: Dari Raden Saleh ke Era Digital

Peran seni sebagai perlawanan, baik pada masa Raden Saleh maupun era digital saat ini.

Ilustrasi lukisan karya Raden Saleh dan seni modern. (Sumber: istimewa)
Bandung 17 Jun 2026, 16:44

Menghidupkan Ekosistem F&B Lewat Industry Night 2026, Saat Komunitas dan Kolaborasi Menjadi Kunci Bertahan

Dinamika industri F&B kini tidak lagi sekadar bicara soal persaingan menu viral atau estetika visual semata, melainkan bergeser ke arah kekuatan kolektif yang digerakkan oleh komunitas.

Di Industry Night, batas-batas kompetisi dilebur menjadi energi positif yang mendorong lahirnya koneksi, inspirasi baru, serta pertumbuhan usaha yang berkelanjutan secara bersama-sama. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 16:33

Hubungan Dagang Banten dan Lampung dalam Perniagaan Lada Abad ke-17

Menengok kembali sejarah perdagangan lada abad ke-17 di Banten dan Lampung.

Ilustrasi gambar lada. (Sumber: disbun.kaltimprov.go.id)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 15:47

Topeng Banjet : Warisan Budaya yang Mulai Tergerus Waktu

Kesenian Topeng Banjet yang ada sejak awal abad ke-20 merupakan kesenian tradisional yang berasal dari Karawang.

Topeng Banjet merupakan kesenian tradisional khas Karawang, Jawa Barat. (Sumber: Wonderful Indonesia)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 15:27

Geliat Industri vs Infrastruktur Sukabumi Utara: Jalan Pakuwon Mendesak untuk Dibenahi

Kami memahami bahwa perbaikan total membutuhkan waktu, namun kami tidak bisa terus hidup dalam ketidakpastian dan ancaman bahaya.

Ilustrasi peta Kabupaten Sukabumi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 13:48

Membangun Stigma Positif Kesadaran Kolektif dalam Pajak

Narasi tentang pajak, sering kali menjadi stigma negatif dalam kehidupan sosial. Apa karena masyarakat masih berpikir stereotip, atau tata kelola pajak yang dianggap kurang adil.

Ilustrasi mengurus pajak. (Sumber: Pexels/Mikhail Nilov)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 13:27

Sebelum Selebgram Ada Japanisasi: Propaganda Kecantikan dari 1943

Ketika iklan makeup dijadikan daya tarik propaganda pada masa Pendudukan Jepang 1942-1945.

Iklan Bedak Virgin dalam majalah Djawa Baroe edisi 15 Juli 1945 (Sumber: Website : universiteitleiden.nl)
Beranda 17 Jun 2026, 08:59

Cerita Pekerja Informal yang Ngalong di Tengah Cuaca Dingin Kota Bandung yang Kian Menggigit

Cerita para pekerja informal di Bandung yang terpaksa "ngalong" demi mencari nafkah di tengah cuaca Kota Bandung yang kian menggigit.

Di tengah udara dingin yang menggigit, Raja tetap setia berjualan cilok kuah hingga menjelang subuh di kawasan Dago Cikapayang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 08:01

Maradona, Malvinas, Juni dan Bandung

Sebuah memori siaran pertandingan Piala Dunia 1986 yang memunculkan legenda sepak bola dunia Maradona serta serunya masyarakat Bandung menonton saat itu

Ilustrasi Maradona. (Sumber: Flickr | Foto: Diego3336)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 07:12

Ambisi di Balik Coretax

Sistem Coretax dirilis untuk menyatukan 19 proses bisnis pajak lama.

Ilustrasi web coretax DJP. (Sumber: Pexels | Foto: Cottonbro Studio)