Panduan Lengkap Penggunaan Partikel dalam Bahasa Indonesia

6 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Partikel dalam bahasa Indonesia. (Sumber: Ayobandung.id)
Partikel dalam bahasa Indonesia. (Sumber: Ayobandung.id)

AYOBANDUNG.ID -- Pernahkah Anda membaca tulisan seperti "Apa pun kah yang terjadi?" atau "perbulan" dalam sebuah dokumen resmi? Atau melihat spanduk bertuliskan "siapa pun" yang seharusnya disambung karena berfungsi sebagai kata penghubung? Kesalahan seperti ini jauh lebih sering terjadi daripada yang kita sadari — bahkan di media massa, surat resmi, hingga unggahan akun-akun besar di media sosial.

Padahal, penulisan yang tepat bukan sekadar soal estetika. Dalam komunikasi profesional, kesalahan ejaan sekecil apa pun bisa menurunkan kredibilitas penulis dan membingungkan pembaca. Salah satu aspek ejaan yang kerap luput dari perhatian adalah penulisan partikel.

Partikel adalah kata atau unsur kata yang tidak memiliki makna leksikal mandiri, tetapi berfungsi memberikan tekanan, nuansa, atau hubungan gramatikal dalam kalimat. Dalam bahasa Indonesia, partikel yang diatur secara khusus oleh Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah -lah, -kah, -tah, pun, dan per. Masing-masing memiliki aturan penulisan tersendiri — dan itulah yang sering membuat penutur bahasa Indonesia kebingungan.

Artikel ini hadir sebagai panduan praktis agar Anda tidak lagi ragu saat menuliskan partikel-partikel tersebut.

Apa Itu Partikel?

Dalam tata bahasa Indonesia, partikel termasuk kelas kata tugas — kata yang tidak mengalami perubahan bentuk dan tidak bisa berdiri sebagai predikat dalam kalimat. Fungsinya bersifat gramatikal: memperkuat makna, menandai pertanyaan, atau menyatakan hubungan antarklausa.

EYD mengatur lima partikel utama yang perlu diperhatikan penulisannya:

  • -lah — memberikan tekanan atau perintah halus
  • -kah — menandai kalimat tanya
  • -tah — digunakan dalam ragam puisi atau bahasa lama
  • pun — bermakna 'juga', 'bahkan', atau sebagai bagian dari kata penghubung
  • per — bermakna 'demi', 'tiap', 'mulai', atau 'melalui'

Kesalahan umum yang sering terjadi meliputi: memisahkan -lah dan -kah dari kata dasarnya, menyambung pun yang seharusnya dipisah, atau sebaliknya memisahkan pun yang merupakan bagian dari kata penghubung. Untuk partikel per, kesalahan paling sering adalah menggabungkannya dengan kata yang mengikutinya, seperti menulis perbulan alih-alih per bulan.

Partikel -lah, -kah, dan -tah — Disambung, Bukan Dipisah

Aturan

Partikel -lah, -kah, dan -tah ditulis serangkai, yakni disambung langsung , dengan kata yang mendahuluinya. Tidak ada spasi, tidak ada tanda hubung.

Fungsi Masing-Masing

-lah berfungsi untuk memperhalus perintah atau memberikan penegasan pada kalimat perintah dan pernyataan. Kata ini membuat kalimat terasa lebih sopan dan tidak terkesan kasar.

-kah digunakan untuk membentuk kalimat tanya, khususnya dalam ragam tulisan yang lebih formal. Dalam percakapan sehari-hari, -kah memang jarang digunakan, tetapi dalam jurnalisme dan karya tulis, partikel ini masih relevan.

-tah merupakan partikel yang kini lebih banyak ditemukan dalam karya sastra lama atau puisi. Penggunaannya dalam tulisan modern sangat terbatas, tetapi penting untuk dikenali.

Contoh Penggunaan Benar vs. Salah

❌ Salah

✅ Benar

Baca lah buku itu!

Bacalah buku itu!

Apa kah yang terjadi?

Apakah yang terjadi?

Siapa kah gerangan dia?

Siapackah gerangan dia?

Apa tah gunanya?

Apatah gunanya?

Tips Mudah Mengingatnya

Bayangkan -lah dan -kah seperti akhiran, layaknya -an atau -kan dalam kata turunan. Sama seperti kita tidak menulis makan an, kita pun tidak perlu menulis baca lah. Keduanya menyatu dengan kata sebelumnya karena secara gramatikal memang tidak bisa berdiri sendiri.

Partikel pun — Pisah atau Sambung?

Inilah bagian yang paling sering menimbulkan kebingungan. Partikel pun memiliki dua perilaku penulisan yang berbeda tergantung pada fungsinya dalam kalimat.

Aturan Umum: pun Ditulis Terpisah

Ketika pun berfungsi sebagai partikel yang bermakna 'juga', 'bahkan', atau memberikan penekanan, maka ia ditulis terpisah dari kata sebelumnya.

Contoh:

  • Apa pun permasalahan yang muncul, dia dapat mengatasinya dengan bijaksana.
  • Jangankan dua kali, satu kali pun engkau belum pernah berkunjung ke rumahku.
  • Jika kita hendak pulang tengah malam pun, kendaraan masih tersedia.

Pada contoh-contoh di atas, pun bisa digantikan dengan kata 'juga' atau 'bahkan' tanpa mengubah makna kalimat secara drastis. Itulah penanda bahwa pun di sini berfungsi sebagai partikel biasa dan harus dipisah.

Pengecualian Penting: pun Sebagai Kata Penghubung

Ketika pun sudah menyatu dan menjadi bagian integral dari sebuah kata penghubung (konjungsi), maka penulisannya disambung. Kata-kata ini sudah memiliki makna tersendiri sebagai konjungsi dan tidak bisa dilepas dari pun-nya.

Berikut daftar lengkap kata penghubung yang mengandung pun dan ditulis serangkai:

adapun, andaipun, ataupun, bagaimanapun, biarpun, jikapun, kalaupun, kendatipun, maupun, meskipun, sekalipun, sementangpun, sungguhpun, walaupun.

Contoh penggunaannya:

  • Meskipun sibuk, dia dapat menyelesaikan tugas tepat waktu.
  • Dia tetap bersemangat walaupun lelah.
  • Adapun penyebab kemacetan itu belum diketahui.
  • Bagaimanapun pekerjaan itu harus selesai minggu depan.

Cara Membedakan Keduanya

Kunci membedakan pun terpisah dan pun serangkai cukup sederhana: coba hilangkan pun dari kalimat. Jika kalimat masih masuk akal dan konjungsinya masih berfungsi, berarti pun itu terpisah. Tetapi jika menghilangkan pun membuat kata penghubungnya hilang atau kalimat tidak logis, berarti pun itu bagian dari kata penghubung dan harus disambung.

Contoh menarik: Sekalipun teman dekat, dia belum pernah sekali pun datang ke rumahku.

Perhatikan bahwa dalam satu kalimat tersebut, sekalipun (disambung) berfungsi sebagai konjungsi bermakna 'meskipun', sementara sekali pun (dipisah) berfungsi sebagai partikel penegas bermakna 'bahkan satu kali pun tidak'. Inilah bukti bahwa kedua aturan bisa hadir sekaligus dalam satu kalimat!

Partikel dalam bahasa Indonesia. (Sumber: Ayobandung.id)
Partikel dalam bahasa Indonesia. (Sumber: Ayobandung.id)

Partikel per — Selalu Dipisah

Aturan

Berbeda dengan -lah dan -kah yang disambung, partikel per selalu ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Aturan ini berlaku konsisten untuk semua konteks penggunaannya.

Empat Makna per

EYD mendefinisikan empat makna per yang relevan dalam penggunaannya:

1. 'Demi' — menunjukkan urutan atau satu per satu Contoh: Mereka masuk ke ruang rapat satu per satu.

2. 'Tiap' — menunjukkan satuan Contoh: Harga kain itu Rp50.000,00 per meter.

3. 'Mulai' — menunjukkan waktu berlaku Contoh: Karyawan itu mendapat kenaikan gaji per 1 Januari.

4. 'Melalui' — menunjukkan sarana atau media Contoh: Dia menghubungiku per telepon.

Kesalahan Umum yang Sering Ditemui

Penulisan per yang disambung dengan kata berikutnya sangat sering ditemukan, terutama dalam konteks bisnis dan administrasi:

❌ Salah

✅ Benar

perbulan

per bulan

pertahun

per tahun

perkilogram

per kilogram

perorang

per orang

perhari

per hari

Kesalahan ini sangat lazim muncul di faktur, laporan keuangan, pengumuman harga, hingga iklan promosi. Mulai sekarang, pastikan selalu ada spasi antara per dan kata yang mengikutinya.

Tabel Cepat Penulisan Partikel

Berikut tabel ringkas yang bisa Anda jadikan referensi cepat:

Partikel

Cara Penulisan

Contoh

-lah

Serangkai

Bacalah, Pergilah

-kah

Serangkai

Apakah, Siapakah

-tah

Serangkai

Apatah

pun (partikel biasa)

Terpisah

apa pun, siapa pun

pun (kata penghubung)

Serangkai

meskipun, walaupun, adapun

per

Terpisah

per bulan, per meter, per orang

Penulisan partikel mungkin terkesan detail dan remeh, tetapi justru di sinilah cerminan ketelitian seorang penulis terlihat. Kesalahan kecil dalam ejaan bisa memengaruhi kesan profesionalisme sebuah tulisan, baik itu artikel berita, laporan kerja, surat resmi, maupun konten media sosial.

Kabar baiknya, aturan partikel dalam EYD sejatinya tidak terlalu rumit. Dengan memahami fungsi masing-masing partikel dan mengingat pola dasarnya — -lah/-kah/-tah disambung, pun biasa dipisah, pun konjungsi disambung, per selalu dipisah — Anda sudah menguasai sebagian besar kasus yang akan ditemui dalam praktik menulis sehari-hari.

Jadikan EYD sebagai rujukan utama setiap kali ragu. Menulis dengan ejaan yang benar bukan hanya soal mengikuti aturan, tetapi juga bentuk penghormatan kepada pembaca dan kepada bahasa Indonesia itu sendiri. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)