Potret Buruh Perempuan di Bandung: Independent Woman atau Tuntutan Kapitalisme?

Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan Jumat 01 Mei 2026, 20:01 WIB
Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Hal pertama yang saya ingat jika mendengar kata hari buruh adalah “MARSINAH”. Siapa yang tak kenal dengan Perempuan Tangguh satu ini. Ia adalah simbol perjuangan dan perlawanan yang gigih menuntut hak-hak pekerja. Meski kematianya sangat mengenaskan akibat pemerkosaan dan pembunuhan tapi dentuman suaranya terekam dalam jejak Sejarah.

Mundur kembali untuk menelisik Sejarah—dicetuskannya 1 Mei sebagai hari buruh berawal dari perjuangan dan aksi mogok kerja massal buruh di Amerika Serikat pada tahun 1886. Isi tuntutan dalam demo yaitu meminta pengurangan jam kerja menjadi 8 jam/ hari yang memicu bentrokan berdarah di Chicago sehingga tanggal tersebut dijadikan symbol perjuangan hak pekerja internasional.

Sementara di Indonesia sendiri peresmiannya baru ada 1 Mei 2014 berdasarkan Keputusan presiden. Sebetulnya sejak zaman Belanda hari buruh sudah diperingati tepatnya 1 Mei 1918 oleh serikat buruh Kung Tang Hwee. Namun kegiatan ini sempat vakum karena dilarang saat orde baru dan dianggap sebagai Gerakan kiri.

Satu bulan ke belakang saya sedang melaksanakan kegiatan PKPA di daerah Riung Bandung. Untuk menempuh lokasi tersebut biasanya saya memilih jalan Cisirung Palasari. Jalan ini dipenuhi dengan sejumlah pabrik yang berdiri sangat kokoh. Bahkan setiap pagi dan sore ketika saya melewati jalan tersebut banyak pekerja yang hilir-mudik masuk gerbang megah.

Sepanjang pengamatan saya—jumlah Perempuan yang masuk area pabrik jumlahnya lebih banyak dari laki-laki. Dengan seragam warna biru saya sering melihat mereka berburu jajanan anak sd atau sarapan berat yang ada di sepanjang pabrik. Ada yang sedang membeli batagor, membeli teman nasi, baso, cakue, buah-buahan dan aneka jenis makanan yang lain. Bahkan ada beberapa yang berjualan baju dan perlengkapan rumah tangga.

Narasi mengenai jumlah Perempuan yang lebih banyak dibandingkan laki-laki di dunia. Jumlah pekerja Perempuan pun seringnya begitu. Saya sering bertanya di dalam diri “apakah ini menunjukkan eksistensial atau justru tuntutat ekonomi keluarga karena sistem kapitalisme yang sedang berjalan”?

Setiap berpergian saya selalu suka mengobservasi orang atau keadaan yang saya temui dan alami secara langsung di jalan. Saya pernah melihat Perempuan berada di profesi yang secara sosial tak lazim ada pada dirinya. Misalnya di daerah Cibaduyut saya pernah melihat pekerja Perempuan sedang memperbaiki motor di sebuah bengkel. Saya pernah berbincang dengan seorang ibu yang berprofesi sebagai driver ojek online karena suaminya sakit. Saya pernah melihat remaja Perempuan berjualan tahu bulat. Dan masih banyak Perempuan-perempuan lainnya yang menjelma sebagai buruh atau pekerja.

Perempuan seringkali di tuntut untuk diam di rumah dan mengurus pekerjaan domestik saja. Tapi bagi para Perempuan yang lahir dalam garis kemiskinan tampaknya hal tersebut hanya angan-angan belaka. Pada usia tertentu Perempuan dituntut untuk segera menikah. Beberapa diantaranya hanya manut saja. Tak peduli laki-laki yang dipilih atau memilihnya sudah punya ekonomi stabil atau belum. Yang jelas mereka merasa telah bebas dari beban sosial dengan julukan “perawan tua”.

Ilustrasi buruh perempuan. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ilustrasi buruh perempuan. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Keluarga ini lalu melahirkan seorang anak tanpa pertimbangan yang matang. Menjadikan anak kekurangan asupan makanan yang bergizi, tidak memiliki kesempatan mengenyam pendidikan tinggi. Pada akhirnya pasrah menerima Nasib dan kembali mengulang rantai yang sama—kemiskinan structural.

Banyak yang saya temui dan ajak bicara dari para Perempuan-perempuan yang menjadi buruh. Ada yang suaminya mokondo karena enggan mencari pekerjaan—setiap hari hanya mengurusi burung yang dipeliharanya dalam sangkar. Ada Perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga karena memiliki sosok ayah yang tak pernah hadir dalam hidupnya. Ada Perempuan yang bekerja karena ingin memenuhi kebutuhan sekundernya karena suaminya pelit. Ada seorang Perempuan tua yang berjualan baso ikan karena tidak ingin membebankan hidup kepada anak-anaknya.

Narasi di atas menjadi sebuah fakta bahwa Perempuan buruh atau pekerja tidak selalu lahir dari keinginan dan cita-citanya. Justru diam-diam ia menjelma dari tekanan sosial dan sistem kapitalisme yang berjalan di dunia ini. Bahkan fakta menyedihknnya meski Perempuan lebih banyak dibutuhkan dalam sektor industry dan manufaktur—mereka menjadi golongan yang mendapat gaji lebih kecil dibandingkan dengan laki-laki.

Dilansir dari situs  UN WOMEN menyataka bahwa Perempuan dibayar lebih rendah dengan kesenjangan gender mencapai 16 persen. Bahkan kesenjangan lebih besar didapatkan oleh Perempuan pekerja yang memiliki anak dan kondisi ini diperparah setelah dampak wabah Covid-19.

Masih dalam artikel yang sama mengatakan jika dibandingkan dengan kondisi global Perempuan Indonesia justru memperoleh pendapatan 23 persen lebih rendah dibandingkan laki-laki. Serta fakta mencengangkannya tingkat pendidikan Perempuan belum mampu mempersempit kesenjangan upah gender.

Menurut saya istilah “Indepent Woman” tidak selalu lahir dari kesadaran Perempuan untuk berdikari dalam segala hal dihidupnya. Melainkan ia banyak menjelma dari kondisi sosial yang tidak ideal—misalnya kehilangan sosok laki-laki di rumahnya—baik itu ayah, adik, kakak, paman, kakek dan saudara laki-laki lainnya.

Banyak dari Perempuan independent justru melihat sosok ibunya di rumah yang selalu kuat. Mampu mengurusi rumah tangga, mampu berjualan untuk menambah penghasilan, diam ketika disakiti oleh suaminya. Dan pertahanan diri lainnya yang sering dianggap sebagai kekuatan.

Meski demikian tak bisa dipungkiri bahwa ada independent woman yang lahir dari kesadaran dalam dirinya. Ia ingin memiliki dampak yang luas bagi Perempuan lainnya sehingga ia menunjukkan bahwa dirinya mampu berdiri tanpa sokongan laki-laki dibelakangnya. Ia ingin menunjukkan kepada Perempuan yang sering dinarasikan lemah untuk terinspirasi bangkit dan tidak bertahan dalam hubungan toxic hanya karena takut kehilangan finansial. Perempuan ini juga ingin menunjukkan emansipasi bahwa Perempuan berhak dan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam bidang pendidikan. Perempuan ini biasanya memiliki kebebasan memilih dan tidak terkungkung dengan stigma Perempuan baik itu harus manut. Biasanya tipe independent woman ini banyak lahir dari mereka yang memiliki previlage dalam keluarganya. Contohnya saja Cinta Laura. Ia lahir menjadi indepent woman karena keresahannya terhadap sikap dunia kepada Perempuan.

Sementara Perempuan- Perempuan buruh pekerja dipaksa menjadi independent woman untuk berperan ganda dalam memenuhi kebutuhan dirinya, keluarganya, anak-anaknya dan bahkan suaminya. Jadi sudah bisa terjawab secara singkat bahwasannya pemberdayaan Perempuan dipengaruhi oleh previlage yang dimiliki dalam keluarganya.

Meski demikian kedu Perempuan ini hebat dalam bidangnya masing-masing—yang satu berjuang lebih untuk dirinya – Perempuan satu lagi berjuang lebih untuk dunia. Seperti Marsinah—hiduplah terus dengan keberanian untuk menyuarakan hak-hak dan keadilan yang sudah sepantasnya kita dapatkan. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Beranda 01 Mei 2026, 20:54

Terima Kasih Kawan! Jalan Masih Panjang

Hari ini 1 Mei 2026, ayobandung.id tepat berusia satu tahun. Ini adalah catatan reflektif.

ayobandung.id mensyukuri perjalanan 1 tahun. (Sumber: Unsplash | Foto: Marcel Eberle)
Ayo Netizen 01 Mei 2026, 20:01

Potret Buruh Perempuan di Bandung: Independent Woman atau Tuntutan Kapitalisme?

Independent women acap kali lahir dari kesadaran seorang perempuan untuk berdikari sebagai manusia. Tapi apakah buruh perempuan juga lahir dari itu atau menjelma dari sistem kapitalis?

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 01 Mei 2026, 18:04

Jangan Anggap Sepele, Kelalaian Kecil di Rumah Bisa Picu Kebakaran Besar

Kelalaian kecil di rumah seperti listrik dan gas bisa memicu kebakaran besar. Simak langkah sederhana untuk mencegah dan melindungi diri serta keluarga dari risiko kebakaran.

Petugas Damkar Kota Bandung melakukan pendinginan usai kebakaran kios barang bekas di Jalan Soekarno-Hatta, Kamis (26/3/2026) dini hari yang menghanguskan belasan bangunan tanpa korban jiwa. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 01 Mei 2026, 15:40

Jelajah Taman Cimanuk, Ruang Publik Bersejarah di Pusat Indramayu

Jelajahi Taman Cimanuk Indramayu dengan panduan lengkap mencakup sejarah pelabuhan, fasilitas taman, serta aktivitas santai di ruang publik kota.

Taman Cimanuk, Indramayu.
Ayo Netizen 01 Mei 2026, 14:58

Di Kampung Beledug, Pernah Terdengar Ledakan dari Dalam Bumi

Dalam bahasa Sunda (RA Danadibrata, 2015), lema beledug dapat berarti suara guludug atau petir di langit, atau suara letusan di kejauhan.

Peta daerah Cintapada dan Maja tahun 1914-1916. (Sumber: Peta koleksi KITLV)
Ayo Netizen 01 Mei 2026, 12:40

Membaca May Day, sebagai Proses Komunikasi

Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 dimaknai sebagai arena komunikasi publik, tempat buruh merebut ruang sosial, membentuk agenda, dan menegosiasikan kuasa di era digital.

Sejumlah buruh perempuan melakukan aksi peringatan Hari Perempuan Internasional di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (8/3/2018). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 01 Mei 2026, 10:40

Refleksi Awal Bulan Mei: Belajar dari Perilaku Binatang

Mungkinkah kita belajar dari perilaku binatang?

Boli dan Cimol berbagi tempat dan pengasuhan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kurniawan Abuwijdan)
Beranda 01 Mei 2026, 04:20

Potret Kehidupan Warga Usia Senja di Kecamatan dengan Jumlah Lansia Terbanyak di Kota Bandung

Potret keseharian warga lanjut usia di kecamatan dengan jumlah lansia terbanyak di Kota Bandung, menghadapi tantangan kesehatan, ekonomi, dan kesepian di tengah perubahan kota.

Lili Sutisna menikmati masa lansianya dengan aktif bekerja dan mengurus kebun kecilnya di Kiaracondong. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 30 Apr 2026, 20:12

Tema Ayo Netizen Mei 2026: Bersabar, Bekerja, dan Berkorban demi Hidup di Bandung

Mei bukan sekadar bulan kelima dalam kalender. Di Bandung, Mei adalah bulan yang sesak.

Keluarga korban longsor Cisarua menangis usai mendengar informasi salah satu keluarganya ditemukan. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Mayantara 30 Apr 2026, 18:41

Kehidupan Sehari-hari sebagai ‘Arsip’

Internet tidak hanya membangun hubungan kolaboratif antar-pengguna secara individual, tetapi juga “merekam” serangkaian tindakan online kita setiap hari.

Internet tidak hanya membangun hubungan kolaboratif antar-pengguna secara individual, tetapi juga “merekam” serangkaian tindakan online kita setiap hari. (Sumber: Pexels | Foto: Şevval Pirinççi)
Wisata & Kuliner 30 Apr 2026, 18:00

Panduan Wisata Curug Citambur, Eksotisme Tersembunyi di Cianjur Selatan

Panduan wisata Curug Citambur, air terjun 130 meter di Cianjur Selatan, lengkap rute, tiket, dan tips berkunjung.

Curug Citambur. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 30 Apr 2026, 17:12

Menakar Geliat Inovasi di Lereng Subang: Tinjauan Kritis atas Transformasi Ekonomi Berbasis Kopi

Dalam konstelasi perdagangan global, kopi bukan sekadar komoditas penyegar, melainkan instrumen strategis yang menentukan posisi tawar sebuah negara.

Buku "Geliat Desa Membangun Inovasi Kopi Subang: Status Quo" (Sumber: BRIN)
Ayo Netizen 30 Apr 2026, 15:30

Jalan Nasional Rasa Jalan Lokal: Mengapa Macet dan Kecelakaan Terus Terjadi di Koridor Caringin–Cimahi?

Kemacetan dan kecelakaan bukan sekadar ulah pengguna, tetapi akibat kegagalan sistem: akses tak terkendali, hambatan samping tinggi, dan simpang tanpa pengaturan yang andal.

Kepadatan arus lalu lintas di Jalan Raya Cimareme, Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Beranda 30 Apr 2026, 14:59

Hadapi Kemarau Panjang dan Risiko Kebakaran, Diskar Kota Bandung Fokus Perkuat Sumber Air

Diskar PB Kota Bandung perkuat akses sumber air melalui pemetaan hidran dan kolam retensi guna pastikan penanganan kebakaran yang cepat dan efektif selama musim kemarau panjang.

Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung melakukan pendinginan pada kios material barang bekas yang terbakar di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis 26 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Apr 2026, 11:30

Panduan Lengkap Penggunaan Partikel dalam Bahasa Indonesia

Panduan praktis agar tidak lagi ragu saat menuliskan partikel-partikel bahasa.

Partikel dalam bahasa Indonesia. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 30 Apr 2026, 11:17

Kuliner Soto Bongko Sumedang, Sarapan Ratusan Tahun yang Bertahan di Balik Bayang Tahu

Sarapan khas Sumedang ini menawarkan kuah santan gurih, lontong besar, dan tahu Sumedang dalam tradisi pagi yang bertahan sejak ratusan tahun.

Kuliner Soto Bongko Sumedang. (Sumber: Instagram @sajiansedap)
Wisata & Kuliner 30 Apr 2026, 11:17

Hikayat Opak, Camilan Tradisional yang Masih Bertahan Bahkan Menjadi Ciri Khas

Opak Sukamanah dibuat turun-temurun dengan resep rahasia. Pulen, gurih, dan jadi andalan oleh-oleh khas Bandung.

Opak di Kampun Sukamanah, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 30 Apr 2026, 09:27

Dari Bekasi untuk Evaluasi: Keselamatan KRL Bukan Soal Posisi Gerbong

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur menyoroti bahwa keselamatan KRL bukan soal posisi gerbong, melainkan tentang keandalan sistem perkeretaapian dalam mencegah kecelakaan dan melindungi seluruh penumpang.

Stasiun Bekasi Timur. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Fikri RA)
Wisata & Kuliner 29 Apr 2026, 20:34

Wisata Pantai Karangsong, Tamasya Santai di Pesisir Utara Jawa Barat

Panduan lengkap Pantai Karangsong Indramayu dengan info lokasi, biaya masuk, wisata mangrove, serta pengalaman menikmati pantai di pesisir utara.

Pantai Karangsong Indramayu. (Sumber: Ayomedia)
Beranda 29 Apr 2026, 18:48

Mereka yang Agamanya Pernah ‘Dihapus’ dari KTP, Kini Gencar Menebar Hal Baik

Hidup pada masa Orde Baru tidaklah mudah. Terutama jika keturunan Tionghoa dan beragama Konghucu.

Fam Kiun Fat yang akrab disapa Akiun, salah satu tokoh Tionghoa dan Konghucu ternama di Bandung Raya. (Sumber: Ayobandung.id)