Membaca May Day, sebagai Proses Komunikasi

Aldin Aldama Dosen Fikom Unisba
Ditulis oleh Aldin Aldama Dosen Fikom Unisba diterbitkan Jumat 01 Mei 2026, 12:40 WIB
Sejumlah buruh perempuan melakukan aksi peringatan Hari Perempuan Internasional di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (8/3/2018). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)

Sejumlah buruh perempuan melakukan aksi peringatan Hari Perempuan Internasional di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (8/3/2018). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)

1 Mei 2026 diperingati sebagai Hari Buruh Internasional, yang juga dikenal secara luas dengan sebutan May Day atau International Workers Day. Di Indonesia, hari tersebut merupakan hari libur nasional yang digunakan sebagai momentum perjuangan dan refleksi atas hak, perlindungan, serta kesejahteraan pekerja di berbagai sektor.

Peringatan Hari Buruh, tampil sebagai arena besar komunikasi publik yang mempertemukan beragam kepentingan, mulai dari perjuangan hak-hak mendasar pekerja hingga kekhawatiran atas keberlanjutan stabilitas ekonomi nasional. Dilihat dari sudut pandang ilmu komunkasi, May Day tidak dapat dipandang semata sebagai demonstrasi massal. Ia merupakan rangkaian proses penyampaian pesan yang dirancang secara sadar, memanfaatkan simbol, teknologi digital, serta beroperasi dalam tarik menarik relasi kuasa. Dalam konteks ini, Hari Buruh menjadi ruang artikulasi kepentingan buruh yang sarat makna dan strategi, sekaligus mencerminkan dinamika komunikasi publik kontemporer.

Dari perspektif teori kritis yang banyak dipengaruhi oleh pemikiran Jurgen Habermas, Hari Buruh dapat dibaca sebagai upaya kolektif untuk merebut dan menghidupkan kembali public sphare atau ruang publik. Melalui aksi-aksi yang dilakukan secara terbuka, buruh berusaha menempatkan isu-isu mereka ke dalam wilayah diskursus yang sebelumnya didominasi oleh negara dan pemilik modal. Di tahun 2026 ini, fokus perjuangan tersebut mengalami pergeseran penting, terutama terkait otomatisasi kerja dan praktik ekstraksi data tenaga kerja dalam ekonomi digital. Dalam situasi ini, buruh mencoba mengomunikasikan ketimpangan posisi tawar mereka di hadapan kekuatan modal yang semakin kompleks dan abstrak, sekaligus menegaskan bahwa transformasi teknologi tidak boleh meminggirkan keadilan sosial.

Buruh yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Bandung Raya saat menggelar aksi unjukrasa di depan Gedung Sate, Jalan Dipenogoro, Kota Bandung, Kamis (15/11/2018). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Buruh yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Bandung Raya saat menggelar aksi unjukrasa di depan Gedung Sate, Jalan Dipenogoro, Kota Bandung, Kamis (15/11/2018). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Pendekatan interaksionisme simbolik sebagaimana dikembangkan oleh Herbert Blumer memberi pemahaman tambahan terhadap makna aksi-aksi buruh di May Day. Atribut dan gestur yang digunakan massa aksi bukanlah elemen spontan tanpa makna, melainkan bahasa sosial yang kuat. Simbol-simbol seperti sapu lidi yang dibawa oleh kelompok perempuan sebagai metafora "membersihkan kotoran negara", atau dominasi warna merah sebagai penanda perlawanan, merupakan pesan non verbal yang dirancang untuk menggugah perhatian publik dan media. Melalui simbolisasi tersebut, buruh tidak hanya menyampaikan tuntutan, tetapi juga membingkai ulang realitas sosial mereka agar dipahami secara lebih empatik oleh masyarakat luas.

Strategi komunikasi buruh dapat dibaca melalui kerangka agenda setting yang dikemukakan oleh Maxwell McCombs dan Donald Shaw. Dengan merumuskan enam tuntutan utama, di antaranya revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan dan penghapusan sistem outsourcing, serta mengoordinasikan aksi secara serentak di 38 provinsi, organisasi buruh secara efektif memaksa media dan pemerintah untuk menjadikan isu ketenagakerjaan sebagai agenda utama percakapan nasional. Dalam konteks ini, May Day berfungsi sebagai alat komunikasi politik yang mampu menggeser perhatian publik dari isu-isu lain yang tengah berkembang.

Menariknya, peringatan Hari Buruh juga menandai perubahan signifikan dalam strategi komunikasi. Aksi buruh tidak lagi semata-mata dibingkai sebagai konfrontasi fisik, melainkan mulai bergerak ke arah komunikasi yang lebih dialogis. Di sejumlah daerah, seperti Makassar, pemerintah daerah mencoba menghadirkan format "Festival May Day" sebagai medium komunikasi organisasi untuk membangun hubungan yang lebih terbuka dan setara antara buruh dan negara. Upaya ini mencerminkan keinginan untuk menggeser citra aksi buruh dari ancaman terhadap stabilitas menjadi ruang dialog yang konstruktif dan solutif.

Meski demikian, tantangan komunikasi justru semakin kompleks seiring dengan fragmentasi pesan di media sosial. Arus informasi yang cepat dan terpecah-pecah membuat pesan buruh rentan disalahpahami atau dipelintir. Karena itu, strategi komunikasi Hari Buruh ke depan harus lebih adaptif, mampu mengelola ketegangan antara tuntutan ekonomi yang mendesak dan kebutuhan menjaga stabilitas nasional. May Day, dengan segala dinamikanya, pada akhirnya memperlihatkan bahwa perjuangan buruh tidak hanya berlangsung di jalanan, tetapi juga di medan komunikasi yang semakin strategis dan menentukan arah kebijakan publik. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Aldin Aldama Dosen Fikom Unisba
Dosen & Praktisi Komunikasi

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 01 Mei 2026, 15:40

Jelajah Taman Cimanuk, Ruang Publik Bersejarah di Pusat Indramayu

Jelajahi Taman Cimanuk Indramayu dengan panduan lengkap mencakup sejarah pelabuhan, fasilitas taman, serta aktivitas santai di ruang publik kota.

Taman Cimanuk, Indramayu.
Ayo Netizen 01 Mei 2026, 14:58

Di Kampung Beledug, Pernah Terdengar Ledakan dari Dalam Bumi

Dalam bahasa Sunda (RA Danadibrata, 2015), lema beledug dapat berarti suara guludug atau petir di langit, atau suara letusan di kejauhan.

Peta daerah Cintapada dan Maja tahun 1914-1916. (Sumber: Peta koleksi KITLV)
Ayo Netizen 01 Mei 2026, 12:40

Membaca May Day, sebagai Proses Komunikasi

Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 dimaknai sebagai arena komunikasi publik, tempat buruh merebut ruang sosial, membentuk agenda, dan menegosiasikan kuasa di era digital.

Sejumlah buruh perempuan melakukan aksi peringatan Hari Perempuan Internasional di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (8/3/2018). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 01 Mei 2026, 10:40

Refleksi Awal Bulan Mei: Belajar dari Perilaku Binatang

Mungkinkah kita belajar dari perilaku binatang?

Boli dan Cimol berbagi tempat dan pengasuhan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kurniawan Abuwijdan)
Beranda 01 Mei 2026, 04:20

Potret Kehidupan Warga Usia Senja di Kecamatan dengan Jumlah Lansia Terbanyak di Kota Bandung

Potret keseharian warga lanjut usia di kecamatan dengan jumlah lansia terbanyak di Kota Bandung, menghadapi tantangan kesehatan, ekonomi, dan kesepian di tengah perubahan kota.

Lili Sutisna menikmati masa lansianya dengan aktif bekerja dan mengurus kebun kecilnya di Kiaracondong. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 30 Apr 2026, 20:12

Tema Ayo Netizen Mei 2026: Bersabar, Bekerja, dan Berkorban demi Hidup di Bandung

Mei bukan sekadar bulan kelima dalam kalender. Di Bandung, Mei adalah bulan yang sesak.

Keluarga korban longsor Cisarua menangis usai mendengar informasi salah satu keluarganya ditemukan. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Mayantara 30 Apr 2026, 18:41

Kehidupan Sehari-hari sebagai ‘Arsip’

Internet tidak hanya membangun hubungan kolaboratif antar-pengguna secara individual, tetapi juga “merekam” serangkaian tindakan online kita setiap hari.

Internet tidak hanya membangun hubungan kolaboratif antar-pengguna secara individual, tetapi juga “merekam” serangkaian tindakan online kita setiap hari. (Sumber: Pexels | Foto: Şevval Pirinççi)
Wisata & Kuliner 30 Apr 2026, 18:00

Panduan Wisata Curug Citambur, Eksotisme Tersembunyi di Cianjur Selatan

Panduan wisata Curug Citambur, air terjun 130 meter di Cianjur Selatan, lengkap rute, tiket, dan tips berkunjung.

Curug Citambur. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 30 Apr 2026, 17:12

Menakar Geliat Inovasi di Lereng Subang: Tinjauan Kritis atas Transformasi Ekonomi Berbasis Kopi

Dalam konstelasi perdagangan global, kopi bukan sekadar komoditas penyegar, melainkan instrumen strategis yang menentukan posisi tawar sebuah negara.

Buku "Geliat Desa Membangun Inovasi Kopi Subang: Status Quo" (Sumber: BRIN)
Ayo Netizen 30 Apr 2026, 15:30

Jalan Nasional Rasa Jalan Lokal: Mengapa Macet dan Kecelakaan Terus Terjadi di Koridor Caringin–Cimahi?

Kemacetan dan kecelakaan bukan sekadar ulah pengguna, tetapi akibat kegagalan sistem: akses tak terkendali, hambatan samping tinggi, dan simpang tanpa pengaturan yang andal.

Kepadatan arus lalu lintas di Jalan Raya Cimareme, Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Beranda 30 Apr 2026, 14:59

Hadapi Kemarau Panjang dan Risiko Kebakaran, Diskar Kota Bandung Fokus Perkuat Sumber Air

Diskar PB Kota Bandung perkuat akses sumber air melalui pemetaan hidran dan kolam retensi guna pastikan penanganan kebakaran yang cepat dan efektif selama musim kemarau panjang.

Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung melakukan pendinginan pada kios material barang bekas yang terbakar di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis 26 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Apr 2026, 11:30

Panduan Lengkap Penggunaan Partikel dalam Bahasa Indonesia

Panduan praktis agar tidak lagi ragu saat menuliskan partikel-partikel bahasa.

Partikel dalam bahasa Indonesia. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 30 Apr 2026, 11:17

Kuliner Soto Bongko Sumedang, Sarapan Ratusan Tahun yang Bertahan di Balik Bayang Tahu

Sarapan khas Sumedang ini menawarkan kuah santan gurih, lontong besar, dan tahu Sumedang dalam tradisi pagi yang bertahan sejak ratusan tahun.

Kuliner Soto Bongko Sumedang. (Sumber: Instagram @sajiansedap)
Wisata & Kuliner 30 Apr 2026, 11:17

Hikayat Opak, Camilan Tradisional yang Masih Bertahan Bahkan Menjadi Ciri Khas

Opak Sukamanah dibuat turun-temurun dengan resep rahasia. Pulen, gurih, dan jadi andalan oleh-oleh khas Bandung.

Opak di Kampun Sukamanah, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 30 Apr 2026, 09:27

Dari Bekasi untuk Evaluasi: Keselamatan KRL Bukan Soal Posisi Gerbong

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur menyoroti bahwa keselamatan KRL bukan soal posisi gerbong, melainkan tentang keandalan sistem perkeretaapian dalam mencegah kecelakaan dan melindungi seluruh penumpang.

Stasiun Bekasi Timur. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Fikri RA)
Wisata & Kuliner 29 Apr 2026, 20:34

Wisata Pantai Karangsong, Tamasya Santai di Pesisir Utara Jawa Barat

Panduan lengkap Pantai Karangsong Indramayu dengan info lokasi, biaya masuk, wisata mangrove, serta pengalaman menikmati pantai di pesisir utara.

Pantai Karangsong Indramayu. (Sumber: Ayomedia)
Beranda 29 Apr 2026, 18:48

Mereka yang Agamanya Pernah ‘Dihapus’ dari KTP, Kini Gencar Menebar Hal Baik

Hidup pada masa Orde Baru tidaklah mudah. Terutama jika keturunan Tionghoa dan beragama Konghucu.

Fam Kiun Fat yang akrab disapa Akiun, salah satu tokoh Tionghoa dan Konghucu ternama di Bandung Raya. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 29 Apr 2026, 16:54

Kota ini Tak Lagi Sama(Pah) Tanpamu

Tidak ada langkah yang lebih realistis untuk mengatasi masalah sampah di Kota Bandung selain mengendalikan petugas pengelola sampah dan terus mengedukasi masyarakat

Gunungan Sampah di TPST Batununggal Bandung. Rabu, 29 April 2026 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 29 Apr 2026, 15:35

Heritage: Mana yang Usang, Mana yang (harus) Terbuang

Konsep warisan kita sangat dibentuk oleh kolonialisme. Oleh karena itu, tulisan ini jadi ajakan dekonstruksi warisan yang elitis menjadi lebih inklusif, emansipatif, dan adil bagi pemilik properti.

Gedung-gedung peninggalan masa kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: Neermana Studio)
Beranda 29 Apr 2026, 15:16

Biaya Mahal yang Harus Dikeluarkan Setiap Hari untuk Mengurus Sampah Kota Bandung

Kelola ribuan ton sampah setiap hari, Kota Bandung harus mengeluarkan ribuan liter BBM demi memastikan ratusan armada pengangkut tetap bergerak menyisir lingkungan warga.

"Gunung"sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Dakota di Jl. Gunung Batu, Sukaraja, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung pada Jumat, 7 November 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)