Membaca May Day, sebagai Proses Komunikasi

3 menit baca
Aldin Aldama Dosen Fikom Unisba
Ditulis oleh Aldin Aldama Dosen Fikom Unisba diterbitkan
Sejumlah buruh perempuan melakukan aksi peringatan Hari Perempuan Internasional di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (8/3/2018). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Sejumlah buruh perempuan melakukan aksi peringatan Hari Perempuan Internasional di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (8/3/2018). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)

1 Mei 2026 diperingati sebagai Hari Buruh Internasional, yang juga dikenal secara luas dengan sebutan May Day atau International Workers Day. Di Indonesia, hari tersebut merupakan hari libur nasional yang digunakan sebagai momentum perjuangan dan refleksi atas hak, perlindungan, serta kesejahteraan pekerja di berbagai sektor.

Peringatan Hari Buruh, tampil sebagai arena besar komunikasi publik yang mempertemukan beragam kepentingan, mulai dari perjuangan hak-hak mendasar pekerja hingga kekhawatiran atas keberlanjutan stabilitas ekonomi nasional. Dilihat dari sudut pandang ilmu komunkasi, May Day tidak dapat dipandang semata sebagai demonstrasi massal. Ia merupakan rangkaian proses penyampaian pesan yang dirancang secara sadar, memanfaatkan simbol, teknologi digital, serta beroperasi dalam tarik menarik relasi kuasa. Dalam konteks ini, Hari Buruh menjadi ruang artikulasi kepentingan buruh yang sarat makna dan strategi, sekaligus mencerminkan dinamika komunikasi publik kontemporer.

Dari perspektif teori kritis yang banyak dipengaruhi oleh pemikiran Jurgen Habermas, Hari Buruh dapat dibaca sebagai upaya kolektif untuk merebut dan menghidupkan kembali public sphare atau ruang publik. Melalui aksi-aksi yang dilakukan secara terbuka, buruh berusaha menempatkan isu-isu mereka ke dalam wilayah diskursus yang sebelumnya didominasi oleh negara dan pemilik modal. Di tahun 2026 ini, fokus perjuangan tersebut mengalami pergeseran penting, terutama terkait otomatisasi kerja dan praktik ekstraksi data tenaga kerja dalam ekonomi digital. Dalam situasi ini, buruh mencoba mengomunikasikan ketimpangan posisi tawar mereka di hadapan kekuatan modal yang semakin kompleks dan abstrak, sekaligus menegaskan bahwa transformasi teknologi tidak boleh meminggirkan keadilan sosial.

Buruh yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Bandung Raya saat menggelar aksi unjukrasa di depan Gedung Sate, Jalan Dipenogoro, Kota Bandung, Kamis (15/11/2018). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Buruh yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Bandung Raya saat menggelar aksi unjukrasa di depan Gedung Sate, Jalan Dipenogoro, Kota Bandung, Kamis (15/11/2018). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Pendekatan interaksionisme simbolik sebagaimana dikembangkan oleh Herbert Blumer memberi pemahaman tambahan terhadap makna aksi-aksi buruh di May Day. Atribut dan gestur yang digunakan massa aksi bukanlah elemen spontan tanpa makna, melainkan bahasa sosial yang kuat. Simbol-simbol seperti sapu lidi yang dibawa oleh kelompok perempuan sebagai metafora "membersihkan kotoran negara", atau dominasi warna merah sebagai penanda perlawanan, merupakan pesan non verbal yang dirancang untuk menggugah perhatian publik dan media. Melalui simbolisasi tersebut, buruh tidak hanya menyampaikan tuntutan, tetapi juga membingkai ulang realitas sosial mereka agar dipahami secara lebih empatik oleh masyarakat luas.

Strategi komunikasi buruh dapat dibaca melalui kerangka agenda setting yang dikemukakan oleh Maxwell McCombs dan Donald Shaw. Dengan merumuskan enam tuntutan utama, di antaranya revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan dan penghapusan sistem outsourcing, serta mengoordinasikan aksi secara serentak di 38 provinsi, organisasi buruh secara efektif memaksa media dan pemerintah untuk menjadikan isu ketenagakerjaan sebagai agenda utama percakapan nasional. Dalam konteks ini, May Day berfungsi sebagai alat komunikasi politik yang mampu menggeser perhatian publik dari isu-isu lain yang tengah berkembang.

Menariknya, peringatan Hari Buruh juga menandai perubahan signifikan dalam strategi komunikasi. Aksi buruh tidak lagi semata-mata dibingkai sebagai konfrontasi fisik, melainkan mulai bergerak ke arah komunikasi yang lebih dialogis. Di sejumlah daerah, seperti Makassar, pemerintah daerah mencoba menghadirkan format "Festival May Day" sebagai medium komunikasi organisasi untuk membangun hubungan yang lebih terbuka dan setara antara buruh dan negara. Upaya ini mencerminkan keinginan untuk menggeser citra aksi buruh dari ancaman terhadap stabilitas menjadi ruang dialog yang konstruktif dan solutif.

Meski demikian, tantangan komunikasi justru semakin kompleks seiring dengan fragmentasi pesan di media sosial. Arus informasi yang cepat dan terpecah-pecah membuat pesan buruh rentan disalahpahami atau dipelintir. Karena itu, strategi komunikasi Hari Buruh ke depan harus lebih adaptif, mampu mengelola ketegangan antara tuntutan ekonomi yang mendesak dan kebutuhan menjaga stabilitas nasional. May Day, dengan segala dinamikanya, pada akhirnya memperlihatkan bahwa perjuangan buruh tidak hanya berlangsung di jalanan, tetapi juga di medan komunikasi yang semakin strategis dan menentukan arah kebijakan publik. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Aldin Aldama Dosen Fikom Unisba
Dosen & Praktisi Komunikasi

Berita Terkait

News Update

Beranda 20 Jun 2026, 05:35

Membongkar Operasi Informasi yang Tak Kasat Mata di Ruang Digital

Jurnalis diajak mengenali operasi manipulasi informasi di ruang digital, mulai dari disinformasi, narasi terkoordinasi, hingga rekayasa tren di media sosial.

Ika Ningtyas, Koordinator Cek Fakta Tempo, memaparkan cara mengenali operasi manipulasi informasi yang bekerja secara terorganisasi di ruang digital kepada para jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 19 Jun 2026, 20:59

Dobrak Batas Sinema Remaja, Film ‘Dan Bandung’ Garapan Rudi Soedjarwo Angkat Isu Strict Parents

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung.

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 20:00

Ciparay: Lumbung Padi Jawa Barat dari Dulu sampai Kini

Kecamatan Ciparay merupakan sentra produksi beras terbesar di wilayah Jawa Barat.

 (Sumber: KITLV, Diakses tangal 3 Juni 2026)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 18:45

Memahami Cara Ngiklan Game Digital, Bagaimana Valorant Memperkenalkan Skin Senjata agar Tak Biasa

Valorant resmi merilis skin terbarunya yang berjudul “Kuronami 2.0”, sebuah koleksi skin premium yang hadir untuk senjata Phantom, Operator, Guardian, Ghost, dan Melee.

Gambar Skin Senjata Kuronami 2.0
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:43

Naik Kereta Sambil Ketemu Karakter Favorit? Ternyata Ada Strategi Besar di Baliknya

Bagaimana sebuah kolaborasi karakter animasi lokal berhasil membuat audiens connect di berbagai platform dengan pendekatan yang disesuaikan, tanpa kehilangan benang merahnya.

Transportasi publik yang digunakan masyarakat Indonesia setiap harinya. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 17:09

Hutan Pinus Rahong Pangalengan, Destinasi Sejuk dengan Sungai dan Camping Ground

Hutan Pinus Rahong menawarkan suasana teduh, camping, rafting, hingga glamping. Kenali 6 klaster wisata dan daya tarik alamnya sebelum berkunjung.

Hutan Pinus Rahong, Pangalengan.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:00

Toponimi Lembang (bagian 3 – Habis)

Di Lembang terdapat sebuah bukit yang berada di selatan observatorium Bosscha, yang dahulunya hanya merupakan bukit biasa yang ditumbuhi ilalang.

Kampung Lapang, Cikole, Lembang, pada saat pendudukan Jepang. Dapat terlihat Gunung Putri di belakang sebagai latar. (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 16:18

Jari, Kata, dan Hati

Sentuhan jari di atas gawai, dapat mengirim kabar baik, berbagi ilmu, menguatkan persaudaraan, sebaliknya bisa menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah.

Saatnya menulis di Ayo Bandung (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:46

Wewenang Kekuasaan Adityawarman di Kerajaan Malayu

Membahas mengenai peran Raja Adityawarman selama memimpin Kerajaaan Malayu.

Candi Muaro Jambi (Sumber: Pemerintah Provinsi Jambi (jambiprov.go.id))
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:09

Mengapa SNI Gempa Masih Jadi Formalitas di Indonesia

Esai ini membahas lemahnya penerapan SNI 1726:2019 sebagai standar ketahanan gempa pada bangunan rumah tinggal di Indonesia, yang saya telaah dari sudut pandang keilmuan teknik sipil.

Ilustrasi kerusakan akibat gempa.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 13:39

Strategi Penyampaian Pesan dalam Publikasi Film melalui Website dan Media Sosial

Website resmi menyajikan informasi yang lebih lengkap mengenai film, pemeran, dan jadwal penayangannya.

Ilustrasi menonton film. (Sumber: Pexels | Foto: Pavel Danilyuk)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 11:44

Menelusuri Jejak dan Pola Aktivitas Manusia Masa Lampau di Situs Gua Batu

Daerah Pegunungan Meratus adalah surga bagi kehidupan ribuan tahun silam.

Kondisi Gua Batu dari Luar (Sumber: Geopark Meratus)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 11:06

Wisata Kawasan Tunjungan Surabaya: Sejarah, Kuliner, dan Walking Tour Heritage

Jelajahi Kawasan Tunjungan Surabaya yang memadukan sejarah perjuangan, bangunan kolonial, wisata kuliner, hingga walking tour heritage yang sedang populer.

Kawasan Tunjungan Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 10:47

Siapa yang Menceritakan Indonesia? Perpektif dalam 'Semua untuk Hindia' dan 'Indonesia Calling'

Mengupas dilema orang Eropa hingga solidaritas buruh internasional demi melihat kemerdekaan dari sisi kemanusiaan.

Cover buku Kumpulan Carpen Semua Untuk Hindia dan Tangkapan Layar Pribadi Film Indonesia Calling (Sumber: Indonesiana.id dan channel youtube @pcasmilus)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 10:22

Jejak Galian Tambang yang Menggerus Alam dan Mengoyak Sejarah Sungai Cisadane

Rumpin menyimpan sejarah panjang perubahan, dari perkebunan kolonial hingga tambang galian C yang menggerus Sungai Cisadane dan membelah masyarakatnya.

Sungai Cisadane Dahulu. (Sumber: COLLECTIE TROPENMUSEUM  | Foto: G.F.J. (Georg Friedrich Johannes) Bley)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 10:04

Jalan Berlubang, Nyawa Melayang: Pelajaran dari Tragedi di Pasteur

Tragedi di Jalan Pasteur menjadi pengingat bahwa jalan berlubang dapat memicu kecelakaan fatal dan menegaskan pentingnya prinsip jalan berkeselamatan.

Seorang pengemudi ojek online tewas usai terjatuh karena lubang di Jalan Dr. Djunjunan Kota Bandung, Rabu (17/6/2026). (Sumber: Dok. Unit Gakkum Polrestabes Bandung)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 09:28

Endorse Jutaan, Hasil Recehan

Memilih influencer sebagai strategi marketing perusahaan produk fashion tidak lagi menjadi daya tarik yang kuat bagi konsumen Gen Z karena Gen Z lebih peduli terhadap produk murah dan diskon.

Sejumlah pengunjung memilih pakaian di Pasar Baru Trade Center, Kota Bandung, Jumat 13 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 09:09

Mengapa Internet Tidak Gratis Bagi Pendidikan?

Kebutuhan internet gratis sangat tepat untuk menjadikan sekolah berselancar dengan internet sehingga wawasan pendidikan makin terbuka.

ilustrasi berselancar di internet. (Sumber: Pexels/Towfiqu barbhuiya)
Ayo Netizen 18 Jun 2026, 20:17

Dari Tanam Paksa ke Investasi Modern: Mengkritisi Pola Investasi Masa Kolonial untuk Masa Kini

Investasi Indonesia berubah dari eksploitatif di era kolonial menjadi lebih inklusif di era modern, dengan realisasi Rp1.418 triliun dan 1,8 juta lapangan kerja pada 2023.

Tembakau kering di Jawa Timur sebelum tahun 1939. (Sumber: Wereldmuseum Amsterdam)
Ayo Biz 18 Jun 2026, 20:06

Belajar Kebijaksanaan dari BUMDes Cisurat, Bersaing Sehat dengan Agen BRILink Warganya

Dahulu, warga Desa Cisurat harus menempuh perjalanan rata-rata 10 kilometer untuk urusan perbankan.

Ilham Fadilah, Direktur BUMDes Cisurat (Wibawa Mukti), Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, (11/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)