Hadapi Kemarau Panjang dan Risiko Kebakaran, Diskar Kota Bandung Fokus Perkuat Sumber Air

3 menit baca
Toni Hermawan
Ditulis oleh Toni Hermawan diterbitkan
Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung melakukan pendinginan pada kios material barang bekas yang terbakar di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis 26 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung melakukan pendinginan pada kios material barang bekas yang terbakar di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis 26 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

AYOBANDUNG.ID - Menghadapi potensi kemarau panjang yang dapat meningkatkan risiko kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung terus memperkuat kapasitas penanganan di wilayah perkotaan yang kian kompleks.

Penguatan dilakukan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, sarana prasarana, hingga strategi operasional di lapangan. Tantangan utama dalam proses pemadaman bukan hanya pada jumlah armada, tetapi juga pada kemampuan petugas dalam menjangkau dan memanfaatkan sumber air secara cepat dan efektif.

Sekretaris Diskar PB Kota Bandung, Kurniawan, menyampaikan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan ketersediaan pasokan air saat terjadi insiden.

"Tentu kita melakukan pengembangan, baik dari personel maupun armada mobil pemadam kebakaran. Namun, yang paling krusial adalah kemampuan kita dalam menguasai dan mengakses sumber air di lokasi kejadian,” ujarnya, Selasa (28/04/2026).

Diskar PB Kota Bandung menyebutkan bahwa dalam praktik di lapangan, akses terhadap sumber air sering kali menjadi kendala utama, terutama di kawasan padat penduduk yang minim fasilitas hidran. Selama ini, pihaknya mengandalkan pemetaan titik berdasarkan pengalaman penanganan sebelumnya sebagai acuan utama operasi.

"Berdasarkan pengalaman operasi pemadaman selama ini, kami melakukan pemetaan titik hidran dan sumber air lainnya mengacu pada data historis penanganan di lapangan, termasuk titik-titik di kawasan pemukiman vertikal atau rumah bertingkat,” jelas Kurniawan.

Kurniawan menambahkan, pihaknya terus berupaya meningkatkan jumlah dan distribusi hidran di wilayah rawan kebakaran. Selain itu, koordinasi dengan instansi terkait diperkuat guna mendukung ketersediaan air. Menurutnya, jumlah hidran saat ini masih terbatas dan perlu ditambah agar dapat menjangkau seluruh wilayah secara optimal.

"Saat ini jumlahnya berkisar antara 22 hingga 29 titik. Kami juga bekerja sama dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) untuk memanfaatkan kolam retensi serta melakukan pemetaan sumber air alami yang berasal dari aliran sungai,” imbuhnya.

Identifikasi sumber air menjadi langkah krusial, terutama menjelang musim kemarau yang berpotensi menurunkan debit air. Proses ini dilakukan secara berkala agar data tetap akurat dan relevan saat dibutuhkan.

"Kami mengidentifikasi titik mana saja yang debit airnya tetap mencukupi saat musim kemarau. Pengecekan ini harus dilakukan secara berkelanjutan; tidak bisa hanya dicek hari ini lalu langsung diandalkan untuk musim kemarau nanti,” ungkapnya.

Pihaknya juga akan melakukan verifikasi ulang terhadap sumber air alami seperti sungai saat kemarau tiba untuk memastikan kelayakannya dalam mendukung operasi pemadaman.

"Nanti saat kemarau tiba, kami akan cek kembali sumber air alami di sungai-sungai. Kami pastikan apakah debitnya masih memadai atau tidak. Jika berkurang, kami harus segera mencari titik sumber air alternatif sebagai tambahan,” tegasnya.

Selain kesiapsiagaan teknis, peran masyarakat sangat vital dalam mencegah kebakaran. Kurniawan mengingatkan bahwa potensi bahaya bisa muncul dari aktivitas sehari-hari, baik dari penggunaan api maupun energi listrik.

"Kepada masyarakat Kota Bandung, potensi kebakaran itu selalu ada karena kita sehari-hari menggunakan api dan listrik. Kami imbau agar selalu waspada dan berhati-hati terhadap segala potensi risiko yang ada,” pungkasnya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)