Kehidupan Sehari-hari sebagai ‘Arsip’

4 menit baca
Prof. Dr. Moch Fakhruroji
Ditulis oleh Prof. Dr. Moch Fakhruroji diterbitkan
Internet tidak hanya membangun hubungan kolaboratif antar-pengguna secara individual, tetapi juga “merekam” serangkaian tindakan online kita setiap hari. (Sumber: Pexels | Foto: Şevval Pirinççi)
Internet tidak hanya membangun hubungan kolaboratif antar-pengguna secara individual, tetapi juga “merekam” serangkaian tindakan online kita setiap hari. (Sumber: Pexels | Foto: Şevval Pirinççi)

Mungkin tidak semua menyadari bahwa internet tidak hanya membangun hubungan kolaboratif antar-pengguna secara individual, tetapi juga “merekam” serangkaian tindakan online kita setiap hari. Bentuk-bentuk komunikasi online yang muncul di internet berkembang beriringan dengan struktur dan kapasitas barunya bagi penyimpanan dan pengarsipan informasi. Gane dan Beer (2008) memulai pembahasan terkait konsep arsip dalam media baru dengan membangun hubungan konseptual dengan analisis atas teknologi arsip karya Jacques Derrida, Archive Fever (1998).

Derrida (1998) menguraikan bahwa kata archive berasal dari Yunani arkhe, yang berarti permulaan atau perintah. Menurutnya, istilah yang bernuansa filosofis ini sangat penting karena istilah arsip secara historis berhubungan dengan pemerintahan, kekuasaan dan hukum. Fokus perhatian utama dari penjelasan ini adalah bahwa arsip pada mulanya merupakan sesuatu yang bersifat privat dan istimewa yang diatur oleh beberapa pihak tertentu yang memiliki otoritas.

Sebagai contoh praktis, jika kita seorang karyawan di sebuah perusahaan, maka pihak manajemen memiliki serangkaian catatan tentang kita; foto, alamat, latar belakang pendidikan, tempat dan tanggal lahir, riwayat penyakit, keluarga, etnis, keahlian, dan seterusnya. Dengan kata lain, pihak manajemen mencatat dan mengumpulkan informasi ini sebagai arsip yang disimpan rapi dan digunakan untuk berbagai kepentingan. Dengan demikian, boleh jadi arsip merupakan salah satu bentuk privilege karena tidak semua orang memiliki peluang ini. Namun, arsip juga bersifat privat karena hanya orang-orang tertentu saja yang dapat mengakses arsip tersebut, dalam hal ini pihak manajemen perusahaan dan kita sebagai pemilik informasi itu.

Privat ke Publik

Namun dalam era media baru, tampak realitas sebaliknya. Hari ini, kehidupan pribadi setiap orang secara rutin ditampilkan dan diarsipkan secara publik melalui berbagai platform internet dan terutama media sosial. Hal ini membuat setiap orang dapat mengaksesnya secara bebas dan hampir tidak terbatas. Internet dan media sosial tidak hanya memungkinkan pengguna untuk memiliki akses ke data publik, tetapi juga untuk mengarsipkan kehidupan mereka sendiri dan seringkali secara real-time. Hal ini misalnya tampak pada semakin banyaknya orang-orang membagikan pandangan, minat atau aktivitas sehari-hari melalui Youtube, Instagram atau platform media sosial lainnya.

Dengan kata lain, dalam konteks media baru, konsep arsip mengalami perubahan mendasar terutama pada sifatnya yang pada awalnya privat menjadi lebih bersifat publik. Meskipun terdapat ratusan website seperti archive.org yang secara khusus mengumpulkan arsip tertentu seperti buku, musik, software, audio, dan seterusnya, namun istilah arsip telah mengalami perubahan mendasar dimana beragam internet resources ini tidak hanya menjadi core-business para provider tertentu saja, namun menjadi domain setiap pengguna, terutama di media sosial.

Misalnya, seorang ayah merekam aktivitas anak laki-lakinya yang sedang belajar berenang, atau prosesi upacara pernikahan anggota keluarga, momen kelahiran anak pertama, dan momen-momen lainnya yang sesungguhnya bersifat privat. Namun semua dokumen ini dapat menjadi bersifat publik ketika diposting di Youtube, Tiktok atau platform media sosial lainnya. Meskipun mungkin tampak sepele, namun hal ini menggambarkan perubahan yang lebih luas pada struktur sosial atau budaya yang mendasari konsep arsip sebagai sesuatu yang pada awalnya merupakan domain privat dan dijaga sedemikian rupa. Dalam era internet dan media sosial, arsip menjadi semakin bersifat publik dan berimplikasi pada rekonstruksi, pemeliharaan, dan kontrol individu.

Di media sosial, kita memang punya kontrol lebih terhadap citra diri, termasuk untuk kecantikan wajah. (Sumber: Pexels/cottonbro studio)
Di media sosial, kita memang punya kontrol lebih terhadap citra diri, termasuk untuk kecantikan wajah. (Sumber: Pexels/cottonbro studio)

Secara revolusioner, internet telah menjadi ruang dimana setiap penggunanya dapat mengakses data dan informasi orang lain, bahkan dapat melakukan pengaturan untuk mendapatkan informasi terbaru ketika orang tersebut memproduksi konten yang baru. Ketika kita subscribe pada channel Youtube tertentu, kita akan menerima notifikasi tentang konten terbaru melalui e-mail. Hal ini menggambarkan tentang perubahan fundamental dimana setiap pengguna dapat membangun hubungan dengan arsip. Tidak hanya kita yang dapat mengakses arsip pihak lain, namun hal ini juga berlaku sebaliknya, pihak lain juga dapat dengan mudah mengakses arsip kita.

Dengan karakteristik semacam ini, keseharian atau waktu luang (leisure time) kita memiliki makna baru dimana melalui arsip ini kita dapat selalu terhubung dengan jejaring kita—friend, follower atau subscriber—sebagaimana bakal diuraikan dalam pembahasan selanjutnya. Bahkan sebagai pengguna, ketika melakukan posting—yang kemudian diarsipkan oleh platform yang kita gunakan—kita akan menyertakan sejumlah kata kunci yang secara teknis disebut sebagai meta-tag atau tag, sebuah kode dengan fungsi tertentu yang secara praktis sering disebut sebagai mention atau poke. Untuk me-mention pengguna lain, tag biasanya mengaplikasikan simbol @ sebagai kode integral dalam username pengguna yang dimaksud. Selain itu, kita juga telah akrab dengan simbol # yang kita kenal sebagai hashtag atau tagar untuk melakukan kontekstualisasi konten yang dimaksud.

Hidup dalam Jejaring

Dalam ungkapan Featherstone (2000) seluruh fenomena ini menandakan perubahan mendasar bentuk arsip yang mencakup sumber-sumber seperti; video dari smartphone, vlog, rekaman suara, foto digital, dan rekaman video rumahan. Salah satu konsekuensi utama dari perkembangan ini adalah bahwa hal-hal biasa dan rutin berpeluang untuk menjadi bagian dari arsip digital karena orang-orang merekam dan kemudian membagikan keseharian mereka, bersama-sama dengan preferensi pribadi mereka yang seringkali terjadi secara real-time (Gane & Beer, 2008).

Tak dapat dipungkiri, aktivitas kita sehari-hari telah berkelindan dengan sistem jejaring yang didemonstrasikan melalui postingan kita dengan berbagai konten; pengalaman, pandangan, sikap, curhat, keluhan, keluh-kesah, protes, kritik, dukungan, sikap politik, dan seterusnya yang tidak hanya berbentuk teks, tetapi juga gambar atau video. Seluruh informasi ini akan menjadi arsip yang tersimpan rapi dalam jejaring internet dan platform media sosial. Namun Kevin Young mengingatkan bahwa arsip di internet dapat menyimpan sesuatu dengan aman, tapi tidak sepenuhnya bersifat rahasia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Prof. Dr. Moch Fakhruroji
Direktur dan co-founder Center for Digital Culture and Society (CDiCS)

Berita Terkait

News Update

Beranda 20 Jun 2026, 05:35

Membongkar Operasi Informasi yang Tak Kasat Mata di Ruang Digital

Jurnalis diajak mengenali operasi manipulasi informasi di ruang digital, mulai dari disinformasi, narasi terkoordinasi, hingga rekayasa tren di media sosial.

Ika Ningtyas, Koordinator Cek Fakta Tempo, memaparkan cara mengenali operasi manipulasi informasi yang bekerja secara terorganisasi di ruang digital kepada para jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 19 Jun 2026, 20:59

Dobrak Batas Sinema Remaja, Film ‘Dan Bandung’ Garapan Rudi Soedjarwo Angkat Isu Strict Parents

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung.

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 20:00

Ciparay: Lumbung Padi Jawa Barat dari Dulu sampai Kini

Kecamatan Ciparay merupakan sentra produksi beras terbesar di wilayah Jawa Barat.

 (Sumber: KITLV, Diakses tangal 3 Juni 2026)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 18:45

Memahami Cara Ngiklan Game Digital, Bagaimana Valorant Memperkenalkan Skin Senjata agar Tak Biasa

Valorant resmi merilis skin terbarunya yang berjudul “Kuronami 2.0”, sebuah koleksi skin premium yang hadir untuk senjata Phantom, Operator, Guardian, Ghost, dan Melee.

Gambar Skin Senjata Kuronami 2.0
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:43

Naik Kereta Sambil Ketemu Karakter Favorit? Ternyata Ada Strategi Besar di Baliknya

Bagaimana sebuah kolaborasi karakter animasi lokal berhasil membuat audiens connect di berbagai platform dengan pendekatan yang disesuaikan, tanpa kehilangan benang merahnya.

Transportasi publik yang digunakan masyarakat Indonesia setiap harinya. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 17:09

Hutan Pinus Rahong Pangalengan, Destinasi Sejuk dengan Sungai dan Camping Ground

Hutan Pinus Rahong menawarkan suasana teduh, camping, rafting, hingga glamping. Kenali 6 klaster wisata dan daya tarik alamnya sebelum berkunjung.

Hutan Pinus Rahong, Pangalengan.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:00

Toponimi Lembang (bagian 3 – Habis)

Di Lembang terdapat sebuah bukit yang berada di selatan observatorium Bosscha, yang dahulunya hanya merupakan bukit biasa yang ditumbuhi ilalang.

Kampung Lapang, Cikole, Lembang, pada saat pendudukan Jepang. Dapat terlihat Gunung Putri di belakang sebagai latar. (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 16:18

Jari, Kata, dan Hati

Sentuhan jari di atas gawai, dapat mengirim kabar baik, berbagi ilmu, menguatkan persaudaraan, sebaliknya bisa menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah.

Saatnya menulis di Ayo Bandung (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:46

Wewenang Kekuasaan Adityawarman di Kerajaan Malayu

Membahas mengenai peran Raja Adityawarman selama memimpin Kerajaaan Malayu.

Candi Muaro Jambi (Sumber: Pemerintah Provinsi Jambi (jambiprov.go.id))
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:09

Mengapa SNI Gempa Masih Jadi Formalitas di Indonesia

Esai ini membahas lemahnya penerapan SNI 1726:2019 sebagai standar ketahanan gempa pada bangunan rumah tinggal di Indonesia, yang saya telaah dari sudut pandang keilmuan teknik sipil.

Ilustrasi kerusakan akibat gempa.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 13:39

Strategi Penyampaian Pesan dalam Publikasi Film melalui Website dan Media Sosial

Website resmi menyajikan informasi yang lebih lengkap mengenai film, pemeran, dan jadwal penayangannya.

Ilustrasi menonton film. (Sumber: Pexels | Foto: Pavel Danilyuk)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 11:44

Menelusuri Jejak dan Pola Aktivitas Manusia Masa Lampau di Situs Gua Batu

Daerah Pegunungan Meratus adalah surga bagi kehidupan ribuan tahun silam.

Kondisi Gua Batu dari Luar (Sumber: Geopark Meratus)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 11:06

Wisata Kawasan Tunjungan Surabaya: Sejarah, Kuliner, dan Walking Tour Heritage

Jelajahi Kawasan Tunjungan Surabaya yang memadukan sejarah perjuangan, bangunan kolonial, wisata kuliner, hingga walking tour heritage yang sedang populer.

Kawasan Tunjungan Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 10:47

Siapa yang Menceritakan Indonesia? Perpektif dalam 'Semua untuk Hindia' dan 'Indonesia Calling'

Mengupas dilema orang Eropa hingga solidaritas buruh internasional demi melihat kemerdekaan dari sisi kemanusiaan.

Cover buku Kumpulan Carpen Semua Untuk Hindia dan Tangkapan Layar Pribadi Film Indonesia Calling (Sumber: Indonesiana.id dan channel youtube @pcasmilus)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 10:22

Jejak Galian Tambang yang Menggerus Alam dan Mengoyak Sejarah Sungai Cisadane

Rumpin menyimpan sejarah panjang perubahan, dari perkebunan kolonial hingga tambang galian C yang menggerus Sungai Cisadane dan membelah masyarakatnya.

Sungai Cisadane Dahulu. (Sumber: COLLECTIE TROPENMUSEUM  | Foto: G.F.J. (Georg Friedrich Johannes) Bley)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 10:04

Jalan Berlubang, Nyawa Melayang: Pelajaran dari Tragedi di Pasteur

Tragedi di Jalan Pasteur menjadi pengingat bahwa jalan berlubang dapat memicu kecelakaan fatal dan menegaskan pentingnya prinsip jalan berkeselamatan.

Seorang pengemudi ojek online tewas usai terjatuh karena lubang di Jalan Dr. Djunjunan Kota Bandung, Rabu (17/6/2026). (Sumber: Dok. Unit Gakkum Polrestabes Bandung)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 09:28

Endorse Jutaan, Hasil Recehan

Memilih influencer sebagai strategi marketing perusahaan produk fashion tidak lagi menjadi daya tarik yang kuat bagi konsumen Gen Z karena Gen Z lebih peduli terhadap produk murah dan diskon.

Sejumlah pengunjung memilih pakaian di Pasar Baru Trade Center, Kota Bandung, Jumat 13 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 09:09

Mengapa Internet Tidak Gratis Bagi Pendidikan?

Kebutuhan internet gratis sangat tepat untuk menjadikan sekolah berselancar dengan internet sehingga wawasan pendidikan makin terbuka.

ilustrasi berselancar di internet. (Sumber: Pexels/Towfiqu barbhuiya)
Ayo Netizen 18 Jun 2026, 20:17

Dari Tanam Paksa ke Investasi Modern: Mengkritisi Pola Investasi Masa Kolonial untuk Masa Kini

Investasi Indonesia berubah dari eksploitatif di era kolonial menjadi lebih inklusif di era modern, dengan realisasi Rp1.418 triliun dan 1,8 juta lapangan kerja pada 2023.

Tembakau kering di Jawa Timur sebelum tahun 1939. (Sumber: Wereldmuseum Amsterdam)
Ayo Biz 18 Jun 2026, 20:06

Belajar Kebijaksanaan dari BUMDes Cisurat, Bersaing Sehat dengan Agen BRILink Warganya

Dahulu, warga Desa Cisurat harus menempuh perjalanan rata-rata 10 kilometer untuk urusan perbankan.

Ilham Fadilah, Direktur BUMDes Cisurat (Wibawa Mukti), Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, (11/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)