Kehidupan Sehari-hari sebagai ‘Arsip’

Prof. Dr. Moch Fakhruroji
Ditulis oleh Prof. Dr. Moch Fakhruroji diterbitkan Kamis 30 Apr 2026, 18:41 WIB
Internet tidak hanya membangun hubungan kolaboratif antar-pengguna secara individual, tetapi juga “merekam” serangkaian tindakan online kita setiap hari. (Sumber: Pexels | Foto: Şevval Pirinççi)

Internet tidak hanya membangun hubungan kolaboratif antar-pengguna secara individual, tetapi juga “merekam” serangkaian tindakan online kita setiap hari. (Sumber: Pexels | Foto: Şevval Pirinççi)

Mungkin tidak semua menyadari bahwa internet tidak hanya membangun hubungan kolaboratif antar-pengguna secara individual, tetapi juga “merekam” serangkaian tindakan online kita setiap hari. Bentuk-bentuk komunikasi online yang muncul di internet berkembang beriringan dengan struktur dan kapasitas barunya bagi penyimpanan dan pengarsipan informasi. Gane dan Beer (2008) memulai pembahasan terkait konsep arsip dalam media baru dengan membangun hubungan konseptual dengan analisis atas teknologi arsip karya Jacques Derrida, Archive Fever (1998).

Derrida (1998) menguraikan bahwa kata archive berasal dari Yunani arkhe, yang berarti permulaan atau perintah. Menurutnya, istilah yang bernuansa filosofis ini sangat penting karena istilah arsip secara historis berhubungan dengan pemerintahan, kekuasaan dan hukum. Fokus perhatian utama dari penjelasan ini adalah bahwa arsip pada mulanya merupakan sesuatu yang bersifat privat dan istimewa yang diatur oleh beberapa pihak tertentu yang memiliki otoritas.

Sebagai contoh praktis, jika kita seorang karyawan di sebuah perusahaan, maka pihak manajemen memiliki serangkaian catatan tentang kita; foto, alamat, latar belakang pendidikan, tempat dan tanggal lahir, riwayat penyakit, keluarga, etnis, keahlian, dan seterusnya. Dengan kata lain, pihak manajemen mencatat dan mengumpulkan informasi ini sebagai arsip yang disimpan rapi dan digunakan untuk berbagai kepentingan. Dengan demikian, boleh jadi arsip merupakan salah satu bentuk privilege karena tidak semua orang memiliki peluang ini. Namun, arsip juga bersifat privat karena hanya orang-orang tertentu saja yang dapat mengakses arsip tersebut, dalam hal ini pihak manajemen perusahaan dan kita sebagai pemilik informasi itu.

Privat ke Publik

Namun dalam era media baru, tampak realitas sebaliknya. Hari ini, kehidupan pribadi setiap orang secara rutin ditampilkan dan diarsipkan secara publik melalui berbagai platform internet dan terutama media sosial. Hal ini membuat setiap orang dapat mengaksesnya secara bebas dan hampir tidak terbatas. Internet dan media sosial tidak hanya memungkinkan pengguna untuk memiliki akses ke data publik, tetapi juga untuk mengarsipkan kehidupan mereka sendiri dan seringkali secara real-time. Hal ini misalnya tampak pada semakin banyaknya orang-orang membagikan pandangan, minat atau aktivitas sehari-hari melalui Youtube, Instagram atau platform media sosial lainnya.

Dengan kata lain, dalam konteks media baru, konsep arsip mengalami perubahan mendasar terutama pada sifatnya yang pada awalnya privat menjadi lebih bersifat publik. Meskipun terdapat ratusan website seperti archive.org yang secara khusus mengumpulkan arsip tertentu seperti buku, musik, software, audio, dan seterusnya, namun istilah arsip telah mengalami perubahan mendasar dimana beragam internet resources ini tidak hanya menjadi core-business para provider tertentu saja, namun menjadi domain setiap pengguna, terutama di media sosial.

Misalnya, seorang ayah merekam aktivitas anak laki-lakinya yang sedang belajar berenang, atau prosesi upacara pernikahan anggota keluarga, momen kelahiran anak pertama, dan momen-momen lainnya yang sesungguhnya bersifat privat. Namun semua dokumen ini dapat menjadi bersifat publik ketika diposting di Youtube, Tiktok atau platform media sosial lainnya. Meskipun mungkin tampak sepele, namun hal ini menggambarkan perubahan yang lebih luas pada struktur sosial atau budaya yang mendasari konsep arsip sebagai sesuatu yang pada awalnya merupakan domain privat dan dijaga sedemikian rupa. Dalam era internet dan media sosial, arsip menjadi semakin bersifat publik dan berimplikasi pada rekonstruksi, pemeliharaan, dan kontrol individu.

Di media sosial, kita memang punya kontrol lebih terhadap citra diri, termasuk untuk kecantikan wajah. (Sumber: Pexels/cottonbro studio)
Di media sosial, kita memang punya kontrol lebih terhadap citra diri, termasuk untuk kecantikan wajah. (Sumber: Pexels/cottonbro studio)

Secara revolusioner, internet telah menjadi ruang dimana setiap penggunanya dapat mengakses data dan informasi orang lain, bahkan dapat melakukan pengaturan untuk mendapatkan informasi terbaru ketika orang tersebut memproduksi konten yang baru. Ketika kita subscribe pada channel Youtube tertentu, kita akan menerima notifikasi tentang konten terbaru melalui e-mail. Hal ini menggambarkan tentang perubahan fundamental dimana setiap pengguna dapat membangun hubungan dengan arsip. Tidak hanya kita yang dapat mengakses arsip pihak lain, namun hal ini juga berlaku sebaliknya, pihak lain juga dapat dengan mudah mengakses arsip kita.

Dengan karakteristik semacam ini, keseharian atau waktu luang (leisure time) kita memiliki makna baru dimana melalui arsip ini kita dapat selalu terhubung dengan jejaring kita—friend, follower atau subscriber—sebagaimana bakal diuraikan dalam pembahasan selanjutnya. Bahkan sebagai pengguna, ketika melakukan posting—yang kemudian diarsipkan oleh platform yang kita gunakan—kita akan menyertakan sejumlah kata kunci yang secara teknis disebut sebagai meta-tag atau tag, sebuah kode dengan fungsi tertentu yang secara praktis sering disebut sebagai mention atau poke. Untuk me-mention pengguna lain, tag biasanya mengaplikasikan simbol @ sebagai kode integral dalam username pengguna yang dimaksud. Selain itu, kita juga telah akrab dengan simbol # yang kita kenal sebagai hashtag atau tagar untuk melakukan kontekstualisasi konten yang dimaksud.

Hidup dalam Jejaring

Dalam ungkapan Featherstone (2000) seluruh fenomena ini menandakan perubahan mendasar bentuk arsip yang mencakup sumber-sumber seperti; video dari smartphone, vlog, rekaman suara, foto digital, dan rekaman video rumahan. Salah satu konsekuensi utama dari perkembangan ini adalah bahwa hal-hal biasa dan rutin berpeluang untuk menjadi bagian dari arsip digital karena orang-orang merekam dan kemudian membagikan keseharian mereka, bersama-sama dengan preferensi pribadi mereka yang seringkali terjadi secara real-time (Gane & Beer, 2008).

Tak dapat dipungkiri, aktivitas kita sehari-hari telah berkelindan dengan sistem jejaring yang didemonstrasikan melalui postingan kita dengan berbagai konten; pengalaman, pandangan, sikap, curhat, keluhan, keluh-kesah, protes, kritik, dukungan, sikap politik, dan seterusnya yang tidak hanya berbentuk teks, tetapi juga gambar atau video. Seluruh informasi ini akan menjadi arsip yang tersimpan rapi dalam jejaring internet dan platform media sosial. Namun Kevin Young mengingatkan bahwa arsip di internet dapat menyimpan sesuatu dengan aman, tapi tidak sepenuhnya bersifat rahasia. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Prof. Dr. Moch Fakhruroji
Direktur dan co-founder Center for Digital Culture and Society (CDiCS)

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 20 Mei 2026, 11:38

Inflasi Mengganas: Pilih Menabung Sampai Bonyok atau Berutang Biar Jadi Bos?

Memegang uang tunai terlalu lama di dalam tabungan adalah sebuah kerugian karena nilainya menyusut.

Ilustrasi uang tunai rupiah. (Sumber: Pexels/Defrino Maasy)
Ayo Netizen 20 Mei 2026, 10:13

Hadiah Kecil untuk Lembang (Lembangku Sayang, Lembangku Malang)

Untuk melahirkan rasa sayang dan kepedulian itu maka, marilah mengenal Lembang lebih dekat.

Para pemuda yang tergabung dalam komunitas pecinta budaya Lembang mengikuti tur sejarah Lembang untuk meningkatkan kesadaran para pemuda. (Sumber: Dokumentasi Indra Riyadi)
Beranda 20 Mei 2026, 09:39

Menjaga Damai dan Bahagia para Oma hingga Tuhan Memanggilnya

Panti Nazareth di Bandung bukan sekadar tempat tinggal lansia, tetapi ruang untuk menemani para oma menjalani masa tua dengan hangat.

Yunanth, staf administrasi dan bagian umum di Panti Nazareth. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 20 Mei 2026, 08:51

Molornya Acara Nobar 'Pesta Babi': Pilih Bertahan atau Pergi

Untuk peduli dan mengajak banyak orang peduli dengan isu-isu krusial dan besar.

Bagaimana mungkin kita mengajak orang lain untuk peduli kepada mereka yang diperlakukan semena-mena. Sementara dengan orang terdekat kita tidak peduli dengan waktunya. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Wisata & Kuliner 20 Mei 2026, 05:35

Tamasya ke Pantai Pasir Putih Pangandaran, Surga Tersembunyi di Balik Hutan Pananjung

Tersembunyi di balik hutan Pananjung, Pantai Pasir Putih Pangandaran dikenal dengan air jernih, terumbu karang, dan suasana yang lebih sunyi.

Pantai Pasir Putih Pangandaran.
Wisata & Kuliner 20 Mei 2026, 03:00

Tamasya Bukit Strawberry Lembang, Bucket List Wisata Panorama Perbukitan di Bandung Barat

Panduan wisata Bukit Strawberry Lembang lengkap: tiket masuk, petik strawberry, wahana keluarga, glamping, kuliner, hingga waktu terbaik berkunjung.

Bukit Strawberry Lembang.
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 20:05

Bertahan dari Stereotipe 'Perempuan Belum Menikah'

Seberdaya apapun seorang perempuan tapi jika belum menikah, mereka seringkali dianggap tidak cukup lengkap hidup di tengah masyarakat.

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Fanny Hariadi)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 17:52

Eksistensialisme Mahasiswa Zaman Now: Daya Nalar Mengikis, yang Penting Eksis!

Menurunnya daya nalar adalah lampu kuning bagi masa depan.

Ilustrasi mahasiswa. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Magang Foto/Habib Riyadhi A.S)
Wisata & Kuliner 19 Mei 2026, 17:35

Panduan Berkunjung ke Keraton Kanoman Cirebon, Jejak Kesultanan Zaman Baheula

Keraton Kanoman Cirebon menawarkan wisata sejarah, museum pusaka, dan tradisi kesultanan yang masih bertahan di tengah hiruk-pikuk pasar kota tua.

Gedung Gajah Mungkur di kompleks Keraton Kanoman CIrebon. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 19 Mei 2026, 16:25

Bagi Wagino, Menjaga Buku Sama Artinya dengan Menjaga Harapan Orang untuk Belajar

Di tengah budaya digital, Wagino M Putra tetap menjaga toko bukunya di Dipatiukur, Bandung, dan percaya membaca adalah pondasi penting bagi generasi muda.

Wagino M Putra tetap setia menjaga toko bukunya di Dipatiukur, Bandung, sambil meyakini bahwa buku tidak akan tergantikan oleh layar ponsel. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Biz 19 Mei 2026, 16:25

Digitalisasi yang Tanpa Sadar Mendongkrak Kenaikan Kelas UMKM Cikopi Mang Eko

Inilah sisi menarik lain dari Cikopi Mang Eko yang jarang diceritakan, tentang peran vital digitalisasi yang tanpa sadar telah mendongkrak 'UMKM Naik Kelas'.

Muchtar Koswara, pemiliki Cikopi Mang Eko,  di Jalan Golf Dalam, Arcamanik, Kota Bandung, (11/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 15:27

Menolak Lupa Mei 98: Kini Indonesia Cemas akan Rupiah Kian Melorot

Jika pemerintah terus abai, krisis kepercayaan publik yang meruntuhkan Orde Baru bukan tidak mungkin akan terulang kembali.

Massa membakar kursi dan benda lainnya saat kerusuhan Mei 1998 di Jakarra. (Sumber: Publication of the Indonesian government without copyright notice)
Wisata & Kuliner 19 Mei 2026, 14:53

Panduan Jelajah Wisata Lembang Bandung, Iteneray Liburan Pilihan Destinasi Favorit

Jelajahi wisata favorit Lembang seperti Farmhouse, Floating Market, The Lodge Maribaya, hingga Curug Maribaya lengkap dengan tips waktu kunjungan terbaik.

Farmhouse Susu Lembang. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ikon 19 Mei 2026, 14:05

Jembatan BBS, Dari Muara Sampah Sampai Jadi Tempat Nongkrong

Jembatan BBS di Bandung Barat dikenal sebagai spot nongkrong estetik di atas Citarum, meski kawasan ini juga menjadi tempat penumpukan sampah.

Jembatan Babakan Sapan (BBS) di Bandung Barat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 13:44

Dari Pesisir Lasem hingga Jadi Maestro Kuliner di Bandung: Mengenang Dedikasi Julie Sutarjana

Julie Sutarjana pernah melewati "masa sulit" perjuangan ekonomi di Bandung.

Julie Sutarjana. (Sumber: Instagram | Foto: kedainyonyarumah.bdg)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 11:49

Untuk Bertahan Jangan jadi Manusia Polos di Bandung

Bertahan bukan tentang bisa makan dan memiliki pekerjaan saja melainkan bertahan dari segala tindak kriminalitas dan modus penipuan yang terjadi di ruang publik di Kota Bandung.

Ilustrasi rawan modus penipuan di ruang publik di Kota Bandung (Sumber: AI)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 10:36

Bangkit di Kota Hujan: Dari PHK hingga Peluang Baru

Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, menjadi perjuangan nyata bagi warga Bandung di tengah badai PHK.

Kota Hujan di Bandung. (Sumber: Humas Kota Bandung)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 09:11

Mengapa Kasus Ban Truk Lepas Terus Berulang?

Kasus ban truk lepas yang terus berulang menunjukkan pentingnya perawatan kendaraan, inspeksi rutin, dan penguatan budaya keselamatan transportasi jalan.

Dua gerobak pedagang di Kawasan Simpang DAM, Kota Batam, hancur dihantam ban truk pengangkut tanah yang lepas pada Senin (30/6/2025). (Sumber: Youtube/Official UTV)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 08:10

Syukur, Takabur, dan Kufur

Dari momen sederhana itu tersimpan harapan agar langkah kecil hari ini menjadi motivasi untuk terus mencintai Al-Qur’an, menjaganya dalam ingatan, dan menghidupkannya dalam keseharian.

Di balik kelancaran menghafal hingga 5 juz para murid hari ini, Sabtu (16/6/2026) ada komitmen dan disiplin kuat dalam menjaga rutinitas. (Sumber: Tangkap layar Instagram @sdialamanahbdg)
Ayo Netizen 18 Mei 2026, 20:54

Potret Bandung Era Tahun 70-an dalam Koran GALA Edisi Lawas

Membaca surat kabar lama sering kali terasa seperti menaiki mesin waktu.

Halaman depan surat kabar GALA edisi 16 Mei 1973, terbit 53 tahun silam, yang menjadi salah satu potret dinamika sosial, politik, dan kehidupan Kota Bandung pada masanya. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)