Keranjingan Info Bites Konten Religi 

4 menit baca
Muhammad Sufyan Abdurrahman
Ditulis oleh Muhammad Sufyan Abdurrahman diterbitkan
Ilustrasi muslimah sedang memandang smartphone. (Sumber: Pexels | Foto: MART PRODUCTION)
Ilustrasi muslimah sedang memandang smartphone. (Sumber: Pexels | Foto: MART PRODUCTION)

Sebelum masuk bulan puasa tahun ini --apalagi nanti pas waktunya-- salah satu fenomena yang terus menguat adalah keranjingan scrolling video pendek religi. Pendek karena sengaja dibuat seringkas itu, dan atau pendek karena mayoritas hasil clipper dari durasi video lebih panjang. Para akademisi dunia mayoritas menyemati prilaku tersebut sebagai, “Info Bites.”

Menjadi telisikan serius dalam tulisan opini ini, terutama didasarkan premis terbaru Tingting Yan et al. (2024) dalam jurnal quartile 2, Frontier in Human Neuroscience, per 27 Juni 2024 lalu. 

Bahwa kecenderungan mengakses video pendek/ konten yang tidak utuh namun viral terutama di TikTok, reels Instagram, Youtube Shorts, hingga status Whatsapp, menyisakan ruang renung serius.  Musababnya, ujar peneliti dari Jurusan Psikologi dan Ilmu Perilaku Zhejiang University, Hangzhou, China, tersebut, info bites berdampak buruk terhadap kesehatan fisik dan mental. 

“Adanya korelasi negatif yang signifikan antara kecenderungan kecanduan video pendek dan indeks osilasi saraf yang terkait dengan jaringan kontrol eksekutif di area frontal. Semakin tinggi tingkat kecanduan, maka berdampak langsung pada fungsi otak yang mendasari kemampuan berpikir kritis, pengambilan keputusan, dan menciptakan kontrol diri yang lebih rendah,” tulisnya. 

Boom! Jika sekedar merujuk tesis riset tersebut, hal ini mencakup pula pada perilaku gandrung clipper berbau religi di tanah air. Baik kutipan ayat, sepenggal kalimat motivasi religius, tausiah asatiz sohor, alunan dzikir pagi petang, hingga seliweran ayat 1000 dirham pembuat kaya-raya. 

Situasi ini wajar terjadi karena sekalipun konten religi yang penuh nuansa ahsan, tidak kemudian membuat warganet terpaku melihat komplit seluruh video tersebut. Suara merdu qori tak jua membuat ingin mendengar utuh sekedar satu ayat pun, atau berhasrat merapal dzikir dari awal sampai akhir. 

Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)

Yang kerap terjadi justru distraksi sisi eye catching (untuk tidak menyebut showbiz) dari konten religi tersebut. Alih-alih simak serius hingga resapi kalbu kontennya, justru mencari adakah penampakan yang keren, wah, dan sophisticated dari para aktor yang ada di video tersebut. 

Apabila seekor ikan koki perlu 8 detik dalam melihat dan memutuskan apakah akan terus fokus pada suatu objek di hadapannya. Maka, rasa-rasanya, orang yang gandrung info bites religi memiliki ambang batas 3-5 detik saja sebelum memutuskan manteng/tidak. 

Karenanya, penulis pernah melihat, netizen lebih sibuk menulis komentar karena kesalahan teknis dari “bintang” clipper. Mulai dari salah ucap, busana yang dinilai tidak konkuren dengan situasi kondisi, hingga ekspresi wajah qoriah –dibandingkan komentari substansi berbasis ayat/hadis.

Sekjen PP Muhammadiyah, yang kini Mendikdasmen RI, Prof Abdul Mu’ti (2016) sejak lama memitigasi dan mewaspadai hal tersebut. Menurutnya, dakwah digital selain punya daya lesat maksimal, juga beresiko dengan menawarkan konten tidak utuh sehingga memungkinkan salah paham. 

Maka, setidaknya pada keluarga kita masing-masing, sangat perlu kita perhatikan bagaimana posibilitas info bites religi menimpa pula anak, istri, ponakan, dst. Setidak-tidaknya, perlu kita ingatkan akan bahayanya untuk menumpulkan kemampuan berpikir kritis, pengambilan keputusan, dan kontrol diri. Plus mengajak mereka untuk bersama seimbangkan diri dengan ikut pola akses “tradisional” yakni mengakses konten religi secara talaqqi. 

Ini dirasa mendesak ketika kita lihat hasil survei Sharing Vision (2025) pimpinan Dr Dimitri Mahayana. Menurutnya, generasi Y dan Z (dua kelompok usia produktif) saat ini menghadapi masalah kecanduan digital serius. Secara khusus, berdasarkan Internet Addiction Test (IAT) versi Kimberly Young, 3,3 persen responden generasi Y dan 4,5 persen responden generasi Z dikategorikan memiliki tingkat kecanduan internet yang berat (severe). Jika dikuantifikasian, maka pada tahun 2025 sedikitnya sekitar 5,65 juta orang muda sudah berada di zona kecanduan severe! 

Detoksifikasi Info Bites

Ada tawaran menarik dalam mengurangi candu info bites dari Jordan Peterson dalam 12 Rules for Life (2018). Beberapa poin penting layak dicoba untuk semua pembaca AyoBandung khususnya dan audiens media massa pada umumnya. 

Pertama, jangan biarkan tubuh membungkuk pada layar, letakkan ponsel sejajar mata. Hal ini akan mencegah sakit leher atau punggung sekaligus membantu masyarakat lebih kuat dan siap menghadapi hari. 

Kedua, pastikan hanya akses yang bermakna, bukan yang sekadar viral dan mudah. Konten instan sering mengisi waktu tanpa makna. Jadi, daripada scrolling tanpa tujuan, bisa gunakan untuk membaca buku digital, mendengarkan podcast bermutu, hingga menjalankan meditasi ringan.

Ketiga, berjejaringlah dengan orang yang menginginkan terbaik untuk Anda. Secara digital, ini berarti memilah akun atau teman maya yang positif dan sehat. Dalam detoksifikasi digital, unfollow-lah akun yang memicu kecemasan. Beranilah untuk ganti dengan interaksi nyata seperti panggilan suara/video atau pertemuan tatap muka rutin.

Keempat, jangan biarkan keluarga Anda melakukan hal yang membuat Anda tidak suka mereka. Dalam konteks gawai, orang tua bertanggung jawab membantu anak tidak kecanduan. Kita bisa menerapkan aturan semacam no gadget saat makan malam, lantas gantilah waktu itu untuk berbicara bersama atau aktivitas keluarga lain.

Kesembilan, anggap selalu orang yang Anda dengar, mungkin tahu sesuatu tidak kita ketahui dan menawarkan hal baru dipelajari. Artinya membuka telinga terhadap wawasan bermakna. Dengarkan tayangan mendalam di media sosial, ikuti webinar berkualitas, dan juga mematikan notifikasi saat berdiskusi langsung dengan orang lain.

Akhirul kalam, jangan sampai Ramadhan beberapa hari ke depan (juga di luar bulan puasa), waktu terbuang sia-sia saat berselancar. Apalagi jika sampai menjadikan atas nama konten religi, kita seolah memiliki garda moral justifikasi info bites. Seperti sempurna, padahal kosong .... (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)