Wisata Religius untuk Mengenang Eril

4 menit baca
Vito Prasetyo
Ditulis oleh Vito Prasetyo diterbitkan
Makam Eril di Cimaung, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Makam Eril di Cimaung, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Kematian seseorang akan selalu menjadi kenangan yang membekas dalam ingatan kita. Ada cerita-cerita yang sulit dijelaskan secara logika, tetapi makna religiusnya menjadi nilai-nilai humanis yang patut dikenang. Dalam karya sastra acapkali dianalogikan sebagai ziarah puisi.

Di sebuah pagi yang jernih di kawasan Cimaung, Kabupaten Bandung, para peziarah mulai berdatangan menuju tempat peristirahatan terakhir Emmeril Kahn Mumtadz—atau yang lebih akrab disapa Eril. Di tengah hamparan bukit yang hijau dan udara pegunungan yang sejuk, tempat itu telah menjadi salah satu destinasi wisata religius bagi masyarakat yang ingin mengenang keteladanan dan kebaikan seorang anak muda yang dipanggil terlalu cepat.

Ketika langkah kaki menyusuri jalan menuju makam, desiran angin terasa seperti membawa pesan tenang—seolah alam pun ikut menjaga ketenteraman tempat itu. Makam Eril dirancang dengan sederhana namun indah, mencerminkan kepribadian beliau yang dikenal rendah hati dan penuh kebaikan. Batu nisan putih berdiri tenang, dikelilingi taman yang tertata rapi dan elemen arsitektur bernuansa Islami yang membuat siapa pun merasakan kedamaian saat memandangnya.

Para pengunjung biasanya berhenti sejenak di tepian taman, membaca doa, dan mengirimkan al-Fatihah. Mereka yang datang tidak hanya berasal dari Bandung atau Jawa Barat, tetapi dari berbagai daerah di Indonesia. Ada yang datang karena rasa duka yang pernah mereka rasakan bersama bangsa, ada pula yang datang karena terinspirasi oleh ketegaran keluarga Ridwan Kamil, yang menerima takdir dengan penuh keikhlasan dan penghambaan kepada Allah.

Di sisi area pemakaman, terdapat lorong-lorong kecil yang dipenuhi catatan harapan dan doa yang ditinggalkan para peziarah. Sebagian bertuliskan doa untuk keluarga, sebagian lain menuliskan refleksi pribadi—bagaimana kisah kepergian Eril membuat mereka lebih dekat dengan Tuhan, lebih menghargai keluarga, dan lebih memahami arti ikhlas.

Wisata religius ini pun berkembang menjadi ruang perenungan. Banyak orang duduk sambil menikmati lanskap perbukitan, meresapi makna kehidupan, dan mendoakan kebaikan untuk almarhum. Di kejauhan, suara azan dari masjid setempat sering terdengar, menambah suasana spiritual yang hangat dan menenangkan.

Di tempat ini, pengunjung tidak hanya mengenang sosok Eril sebagai putra dari seorang pemimpin publik, tetapi juga mengenang semangat mudanya—seorang pemuda yang mencintai keluarga, berkomitmen pada pendidikan, serta dikenal ramah dan membantu sesama. Kisah hidup Eril terus mengalir melalui kunjungan demi kunjungan, seakan menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak pernah benar-benar hilang; ia hanya berpindah tempat, dari dunia kepada kenangan banyak hati.

Wisata religius untuk mengenang Eril bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan batin. Setiap langkah menuju makamnya mengajarkan makna kesabaran, setiap doa yang dipanjatkan mengajarkan rasa syukur, dan setiap hembusan angin di tempat itu menyampaikan pesan tentang keikhlasan yang mendalam.

Di antara bukit-bukit hijau Bandung Selatan, nama Eril akan terus dikenang—bukan karena kepergiannya yang tragis, tetapi karena cahaya kebaikan yang ia tinggalkan. Dan setiap peziarah yang datang membawa pulang ketenangan, seakan-akan tempat itu menjadi jembatan kecil menuju kedekatan dengan Sang Pencipta.

Kepergian Eril telah menumbuhkan rasa empati yang tinggi. Bahwasannya sebuah kematian juga bisa menumbuhkan tradisi baru dalam suasana berbeda dengan makna wisata itu sendiri. Nuansa wisata religi sering lebih menarik, karena lebih bersifat abstrak dan batin. Ini sering dilakukan oleh masyarakat, khususnya kaum muslim.

Berikut info kapan Emmeril Kahn Mumtadz (sering dipanggil Eril) meninggal — dan beberapa hikmah/kilas renungan yang bisa diambil dari peristiwa kepergiannya.

Eril hilang saat berenang di Sungai Aare, Bern, Swiss pada 26 Mei 2022. Setelah pencarian selama dua pekan, jenazah Eril ditemukan di Bendungan Engehalde, Bern, pada 8 Juni 2022. Keluarga kemudian menyatakan bahwa Eril telah meninggal dunia.

Makam Eril di Cimaung, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Makam Eril di Cimaung, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Hikmah dan pelajaran dari Kepergian Eril yang bisa kita renungkan dari kisah Eril:

Hidup singkat tapi bisa berarti — Meskipun waktu hidup Eril di dunia relatif singkat, kebaikan, akhlak, dan kenangan yang ia tinggalkan menunjukkan bahwa kualitas hidup — bukan durasi — yang paling berharga.

Kesadaran atas ketidakpastian hidup — Peristiwa tragis seperti hilang tenggelamnya Eril mengingatkan kita bahwa hidup ini penuh ketidakpastian; kapan dan bagaimana ajal datang adalah rahasia Ilahi. Hal ini menumbuhkan rasa rendah hati, tawakal, dan kesadaran bahwa kita perlu memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.

Beramal dan berbuat baik tanpa menunda — Eril dikenang sebagai sosok yang ramah, rendah hati, dan menyenangkan oleh banyak orang. Ini mengingatkan bahwa memperlakukan orang lain dengan baik — keluarga, teman, orang asing — adalah investasi amal dan kebaikan yang tidak mengenal waktu.

Kekuatan doa, empati, dan solidaritas — Kepergian Eril mempersatukan banyak orang — keluarga, sahabat, masyarakat — dalam doa, empati, dan simpati. Ini mengajarkan pentingnya saling mendukung dalam suka maupun duka, serta nilai kemanusiaan bersama.

Menerima ketetapan dengan ikhlas — dari ungkapan keluarganya, tampak bagaimana mereka belajar menerima takdir dengan hati lapang, serta menjadikannya sebagai pelajaran spiritual: bahwa kematian adalah bagian dari siklus hidup, bukan akhir dari makna hidup.

Kisah Eril menyentuh banyak orang, karena peristiwa itu bukan sekadar kehilangan individu — tapi melibatkan sebuah keluarga, masyarakat luas, dan menjadi simbol kemanusiaan serta kerentanan kita sebagai manusia. Kehilangan yang dialami keluarga pun bersifat universal: harapan, kehilangan, ikhlas, doa.

Karena kisah ini mengajak introspeksi: membandingkan betapa kita mungkin sering menunda kebaikan, lupa berbuat baik, atau menganggap hidup seakan abadi — padahal tak ada yang tahu kapan segala sesuatunya berakhir. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)