Kata-Kata Khas Ramadan yang Sering Salah Kaprah

3 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan Rabu 04 Feb 2026, 16:00 WIB
Pasar Cihapit (Foto: Ayobandung.com/Kavin Faza)

Pasar Cihapit (Foto: Ayobandung.com/Kavin Faza)

AYOBANDUNG.ID -- Setiap Ramadan tiba, ruang publik dipenuhi istilah khas bulan puasa. Dari media sosial, iklan, ceramah, hingga percakapan warung kopi, kata-kata khas yang hanya muncul di periode ini menyeruak. 

Menariknya, banyak kata tersebut dipakai berulang-ulang tanpa benar-benar dipahami maknanya. Akibatnya, terjadi fenomena salah kaprah: kata terasa “benar” karena sering digunakan, padahal tidak sepenuhnya sesuai dengan makna dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Bahasa, seperti pasar, bergerak mengikuti kebiasaan mayoritas. Namun, tanpa literasi, kebiasaan itu bisa melanggengkan kekeliruan. 

Berikut beberapa kata khas Ramadan yang paling sering mengalami salah kaprah, beserta penjelasan kebahasaannya.

1. Takjil Bukan Sekadar Gorengan dan Es Buah

Di masyarakat, takjil hampir selalu diasosiasikan dengan kolak, gorengan, atau minuman manis untuk berbuka. Padahal, menurut KBBI, takjil berarti “hidangan untuk berbuka puasa”.

Artinya, takjil tidak dibatasi jenis tertentu. Nasi, roti, sup, bahkan air putih pun secara makna bisa disebut takjil jika fungsinya sebagai sajian pembuka puasa. Penyempitan makna ini terjadi karena praktik sosial: pasar Ramadan menjual makanan ringan sebagai simbol berbuka, lalu maknanya mengerucut.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana bahasa mengikuti pola konsumsi masyarakat. Yang laku di pasar akhirnya membentuk persepsi makna.

2. Imsak Bukan Waktu “Haram Makan”

Kata imsak sering dipahami sebagai batas mutlak berhenti makan. Bahkan tidak sedikit yang menganggap makan setelah imsak sudah “melanggar”.

Dalam KBBI, imsak berarti “penahanan diri” atau “awal waktu mulai berpuasa”. Dalam praktik fikih, imsak lebih tepat dipahami sebagai penanda kehati-hatian sebelum masuk waktu Subuh, bukan batas syariat utama. Secara bahasa, imsak menekankan proses menahan, bukan larangan absolut.

Kesalahpahaman ini muncul karena pemaknaan praktis yang terlanjur populer. Di sini terlihat bagaimana fungsi sosial kadang lebih dominan daripada makna leksikal.

3. Ramadan atau Ramadhan?

Soal ejaan, ini termasuk yang paling sering diperdebatkan. Dalam KBBI, bentuk baku yang digunakan adalah Ramadan, bukan Ramadhan.

Huruf “dh” memang ada dalam transliterasi Arab, tetapi dalam sistem ejaan bahasa Indonesia, bunyi tersebut diserap menjadi “d”. Hal yang sama berlaku pada kata salat, bukan shalat.

Penggunaan bentuk tidak baku tetap marak karena faktor kebiasaan religius dan estetika visual. Banyak orang merasa penulisan dengan “h” terlihat lebih “islami”, walaupun secara kaidah bahasa Indonesia tidak tepat.

Ilustrasi puasa Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdullah Arif)
Ilustrasi puasa Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdullah Arif)

4. Berbuka dan Buka Puasa

Secara makna, berbuka berarti “mengakhiri puasa”. Sementara buka puasa sering dipakai sebagai frasa yang merujuk pada aktivitas makan saat magrib.

Masalah muncul ketika muncul frasa seperti “berbuka takjil”. Secara struktur, ini kurang tepat karena berbuka adalah peristiwa berhentinya puasa, bukan aktivitas mengonsumsi makanan tertentu. Bentuk yang lebih tepat misalnya: “berbuka puasa dengan takjil”.

Kesalahan kecil ini sering terjadi karena dorongan kepraktisan bahasa lisan yang kemudian terbawa ke tulisan.

5. Fitri Bukan Sinonim Lebaran

Kata fitri sering dipakai sebagai padanan Lebaran, misalnya “suasana fitri” atau “mudik fitri”. Dalam KBBI, fitri bermakna “suci” atau “bersih dari dosa”.

Makna ini sebenarnya bersifat konseptual, bukan penamaan peristiwa. Ketika fitri dipakai sebagai sinonim hari raya, terjadi perluasan makna yang bersifat kultural. Ia tidak salah secara komunikasi, tetapi perlu dipahami bahwa maknanya sudah bergeser dari akar katanya.

Ini contoh klasik bagaimana budaya memengaruhi semantik.

Baca Juga: 5 Keuntungan Menulis di Ayobandung.id lewat Kanal Ayo Netizen

Jika dilihat dari sudut ekonomi bahasa, istilah yang sering salah kaprah tetap bertahan karena “laku” di pasar komunikasi. Media, brand, dan kreator konten memilih kata yang cepat dipahami audiens, meskipun tidak selalu paling tepat secara kamus.

Misalnya, kata “takjil” lebih menjual dibanding “hidangan pembuka puasa”. Lebih singkat, lebih familiar, dan lebih emosional. Inilah kompromi antara akurasi dan daya tarik.

Namun, di sinilah peran literasi bahasa menjadi penting: agar popularitas tidak sepenuhnya mengalahkan ketepatan makna. KBBI berfungsi sebagai rujukan standar agar bahasa publik tetap terjaga.(*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Jun 2026, 15:07

Gor Saparua sebagai Ruang Ekspresi Anak Muda dan Panggung Musik Kota Bandung

Satu tempat yang sekarang banyak dipakai orang untuk mencurahkan keringat selama 1990-an-2000-an.

Gor Saparua Bandung. (Sumber: Magang Ayobandung | Foto: Miftahul Zikri)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 12:00

Perempuan yang Menjerit-Membuncah Keheningan Malam Kota Bandung

Bahkan di keheningan malam pun perempuan selalu ramai dengan isi kepalanya.

Suasana alam di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: KOSONGDANSATU)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 10:41

Ibu Kota di Bawah Hujan Plastik: Bagaimana Peran Pemerintah dalam Mengatasinya?

Hujan mikroplastik di Ibu Kota dan pernah menjadi berita hangat pada 2025 akhir tahun.

Banjir akibat hujan deras di Jakarta. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 09:43

Fenomena Geologi Mata Air Asin dalam Memori Kolektif dan Toponimi Desa Ciuyah

Fenomena mata air asin di Desa Ciuyah, Kab. Sumedang, berasal dari air laut purba (connate water).

Kondisi terkini situs mata air asin purba (connate water) di Desa Ciuyah, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, saat didokumentasikan pada 28 Maret 2026 pukul 10.50 WIB. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Fatia Siti Biladi)
Wisata & Kuliner 08 Jun 2026, 09:42

Panduan Wisata Sea World: Dunia Bawah Laut yang Bisa Dijelajahi dalam 3 Jam

Panduan lengkap Sea World Ancol mulai dari harga tiket, Antasena Tunnel, feeding shark, Jellyfish Sphere, hingga tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Sea World Indonesia. (Sumber: KCIC)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 09:02

Rompi "Psikolog Klinis" di Puskesmas: Niat Baik yang Menabrak Aturan

Pemasangan rompi bertuliskan "Psikolog Klinis" di puskesmas menuai sorotan. Di balik niat baik meningkatkan layanan, ada aturan profesi yang dipertanyakan.

Seorang warga berkonsultasi dengan psikolog di Puskesmas Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Rabu 13 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 08:26

Wujudkan Optimasi Pajak Bumi dan Bangunan dengan Drone  

Mengelola Pajak Bumi dan Bangunan dengan drone sangat efektif untuk melakukan pemetaan udara, pemutakhiran data blok, dan penilaian properti secara presisi.

Demo drone produksi Iter Aero di Kabupaten Subang terkait dengan bidang perkebunan (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 07 Jun 2026, 19:05

Bangsa Penghafal: Ketika Pancasila Dipisahkan dari Tradisi Berpikir yang Melahirkannya

Pancasila tidak lahir dari hafalan. Ia lahir dari pergulatan pemikiran yang panjang. Ironisnya, bangsa yang mewarisinya justru semakin terbiasa menghafal daripada memahami.

Bung Karno (Foto: Dokumen Historia.ID)
Bandung 07 Jun 2026, 18:19

Dari K-Pop hingga Kuliner, Mengintip Cara Bandung dan Korea Selatan Ubah Hubungan Kultural Jadi Peluang Bisnis Kreatif

Dari kegemaran menikmati musik hingga tren produk kecantikan, adaptasi kultural ini perlahan tapi pasti membuka ruang-ruang usaha baru yang melibatkan para pelaku industri kreatif lokal.

“Oullim Korea: Rhythm & Recipes” yang memadati 23 Paskal Shopping Center, Bandung, pada 5–7 Juni 2026.
Bandung 07 Jun 2026, 15:04

Dari Tren Jadi Cuan, Kisah Mawaru Matcha Ekspansi Ratusan Gerai Lewat Minuman Kalcer

Gelombang hype yang mengakar dari tren makanan hingga minuman kalcer masa kini seperti dessert, kopi, sampai matcha greentea, kian menarik respons positif masyarakat.

Mawaru Matcha. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Sejarah 07 Jun 2026, 09:41

Riwayat Cibiru, Pusat Kesenian Hingga Kemacetan

Cibiru dikenal karena kemacetannya, tetapi kawasan ini juga menjadi rumah bagi benjang dan wayang golek.

Kondisi kemacetan di Cibiru, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 07 Jun 2026, 08:33

Jelajah Yogyakarta untuk Pemula: Destinasi, Kuliner, dan Itinerary Pilihan

Panduan lengkap untuk pertama kali ke Yogyakarta, mulai dari transportasi, tempat menginap, wisata budaya, hingga kuliner khas yang wajib dicoba.

Tugu Jogja. (Sumber: Kemenparekraf)
Ayo Netizen 07 Jun 2026, 07:09

Menelusuri Jejak Bioskop Capitol di Sukabumi

mengenai bioskop capitol di sukabumi, yang pernah menjadi pusat hiburan masyarakat ditahun 90-an

Bioskop Capitol sudah ada sejak masa kolonial Belanda. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 06 Jun 2026, 12:29

Sasapedahan

Saatnya memberi kesempatan kepada sepeda untuk menunjukkan kemampuannya.

Asyiknya bermain sepeda. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Jun 2026, 20:28

Tanara Berarti Tanah Merah

Toponim Tanara merujuk pada keadaan kawasan tersebut, yaitu tanah yang berwarna merah.

SD Negeri Tanara di Kampung Cibolang, Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 05 Jun 2026, 19:09

Antara Batik dan Jas: Gaya Berpakaian Pribumi di Batavia

Evolusi berpakaian pribumi di Batavia pada tahun 1900-1942.

Kumpulan pribumi menggenakan jas dan sarung batik. (Sumber: Koleksi Digital Universitas Leiden)
Ayo Netizen 05 Jun 2026, 18:32

Obsesi Nasi: Hilangnya Diversitas Pangan Pokok Indonesia & Lingkaran Setan Food Estate

Membedah kebijakan penguasa membuat rakyat Indonesia ketergantungan beras dan kehilangan keragaman pangan lokal.

Presiden Soeharto panen padi perdana di Desa Jatimulya, Kec. Pusakanegara, Kabupaten Subang, Jawa Barat (8/7/1987). (Sumber: Perpusnas | Foto: Perpusnas)
Ayo Netizen 05 Jun 2026, 18:05

10 Netizen Terpilih Mei 2026 dan Format Baru untuk Bulan Berikutnya

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Warga beraktivitas di trotoar kawasan Jalan Ahmad Yani, Cicadas, Kota Bandung, Kamis 4 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Jun 2026, 17:04

Bahan Bakar Plastik Menyisakan Risiko Lingkungan

Sampah dapat berkurang, tapi pencemarannya belum tentu hilang. Inilah sisi lain dari pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif yang jarang dibahas.

Tumpukan sampah plastik di Indonesia. (Sumber: pexels | Foto: Tom Fisk)