Kata-Kata Khas Ramadan yang Sering Salah Kaprah

3 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Pasar Cihapit (Foto: Ayobandung.com/Kavin Faza)
Pasar Cihapit (Foto: Ayobandung.com/Kavin Faza)

AYOBANDUNG.ID -- Setiap Ramadan tiba, ruang publik dipenuhi istilah khas bulan puasa. Dari media sosial, iklan, ceramah, hingga percakapan warung kopi, kata-kata khas yang hanya muncul di periode ini menyeruak. 

Menariknya, banyak kata tersebut dipakai berulang-ulang tanpa benar-benar dipahami maknanya. Akibatnya, terjadi fenomena salah kaprah: kata terasa “benar” karena sering digunakan, padahal tidak sepenuhnya sesuai dengan makna dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Bahasa, seperti pasar, bergerak mengikuti kebiasaan mayoritas. Namun, tanpa literasi, kebiasaan itu bisa melanggengkan kekeliruan. 

Berikut beberapa kata khas Ramadan yang paling sering mengalami salah kaprah, beserta penjelasan kebahasaannya.

1. Takjil Bukan Sekadar Gorengan dan Es Buah

Di masyarakat, takjil hampir selalu diasosiasikan dengan kolak, gorengan, atau minuman manis untuk berbuka. Padahal, menurut KBBI, takjil berarti “hidangan untuk berbuka puasa”.

Artinya, takjil tidak dibatasi jenis tertentu. Nasi, roti, sup, bahkan air putih pun secara makna bisa disebut takjil jika fungsinya sebagai sajian pembuka puasa. Penyempitan makna ini terjadi karena praktik sosial: pasar Ramadan menjual makanan ringan sebagai simbol berbuka, lalu maknanya mengerucut.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana bahasa mengikuti pola konsumsi masyarakat. Yang laku di pasar akhirnya membentuk persepsi makna.

2. Imsak Bukan Waktu “Haram Makan”

Kata imsak sering dipahami sebagai batas mutlak berhenti makan. Bahkan tidak sedikit yang menganggap makan setelah imsak sudah “melanggar”.

Dalam KBBI, imsak berarti “penahanan diri” atau “awal waktu mulai berpuasa”. Dalam praktik fikih, imsak lebih tepat dipahami sebagai penanda kehati-hatian sebelum masuk waktu Subuh, bukan batas syariat utama. Secara bahasa, imsak menekankan proses menahan, bukan larangan absolut.

Kesalahpahaman ini muncul karena pemaknaan praktis yang terlanjur populer. Di sini terlihat bagaimana fungsi sosial kadang lebih dominan daripada makna leksikal.

3. Ramadan atau Ramadhan?

Soal ejaan, ini termasuk yang paling sering diperdebatkan. Dalam KBBI, bentuk baku yang digunakan adalah Ramadan, bukan Ramadhan.

Huruf “dh” memang ada dalam transliterasi Arab, tetapi dalam sistem ejaan bahasa Indonesia, bunyi tersebut diserap menjadi “d”. Hal yang sama berlaku pada kata salat, bukan shalat.

Penggunaan bentuk tidak baku tetap marak karena faktor kebiasaan religius dan estetika visual. Banyak orang merasa penulisan dengan “h” terlihat lebih “islami”, walaupun secara kaidah bahasa Indonesia tidak tepat.

Ilustrasi puasa Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdullah Arif)
Ilustrasi puasa Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdullah Arif)

4. Berbuka dan Buka Puasa

Secara makna, berbuka berarti “mengakhiri puasa”. Sementara buka puasa sering dipakai sebagai frasa yang merujuk pada aktivitas makan saat magrib.

Masalah muncul ketika muncul frasa seperti “berbuka takjil”. Secara struktur, ini kurang tepat karena berbuka adalah peristiwa berhentinya puasa, bukan aktivitas mengonsumsi makanan tertentu. Bentuk yang lebih tepat misalnya: “berbuka puasa dengan takjil”.

Kesalahan kecil ini sering terjadi karena dorongan kepraktisan bahasa lisan yang kemudian terbawa ke tulisan.

5. Fitri Bukan Sinonim Lebaran

Kata fitri sering dipakai sebagai padanan Lebaran, misalnya “suasana fitri” atau “mudik fitri”. Dalam KBBI, fitri bermakna “suci” atau “bersih dari dosa”.

Makna ini sebenarnya bersifat konseptual, bukan penamaan peristiwa. Ketika fitri dipakai sebagai sinonim hari raya, terjadi perluasan makna yang bersifat kultural. Ia tidak salah secara komunikasi, tetapi perlu dipahami bahwa maknanya sudah bergeser dari akar katanya.

Ini contoh klasik bagaimana budaya memengaruhi semantik.

Baca Juga: 5 Keuntungan Menulis di Ayobandung.id lewat Kanal Ayo Netizen

Jika dilihat dari sudut ekonomi bahasa, istilah yang sering salah kaprah tetap bertahan karena “laku” di pasar komunikasi. Media, brand, dan kreator konten memilih kata yang cepat dipahami audiens, meskipun tidak selalu paling tepat secara kamus.

Misalnya, kata “takjil” lebih menjual dibanding “hidangan pembuka puasa”. Lebih singkat, lebih familiar, dan lebih emosional. Inilah kompromi antara akurasi dan daya tarik.

Namun, di sinilah peran literasi bahasa menjadi penting: agar popularitas tidak sepenuhnya mengalahkan ketepatan makna. KBBI berfungsi sebagai rujukan standar agar bahasa publik tetap terjaga.(*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 19:22

Ruang Kreatif Revitalisasi Bahasa Ibu

Sering kali orang tua jarang menggunakan bahasa daerah di rumah karena memilih membiasakan anak berbahasa Indonesia. Terkait ini ketika orang tua berlatar beda suku dan beda bahasa.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 18:23

Mengenang Peristiwa G30S Melalui Lembaran Berita Yudha

Membuka kembali Berita Yudha edisi 30 Oktober 1965, berarti membuka sebuah jendela menuju Indonesia beberapa pekan setelah G30S.

Halaman Muka surat kabar Berita Yudha edisi Oktober 1965, yang merekam pemberitaan mengenai situasi dan peristiwa penting di Indonesia pasca-G30S. (Foto: Kin Sanubary)
Bandung 06 Okt 2026, 17:53

Mengintip Potensi Ekonomi Kreatif Kota Bandung Lewat Layar Perfilman dan Kolaborasi Komunitas

Tren pemutaran film independen, festival sinema alternatif, hingga pertumbuhan ruang pemutaran komunitas di Kota Kembang membuktikan tingginya dahaga publik terhadap ragam narasi visual.

Bandung World Cinema (BWC) 2026 dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif di Kota Bandung.