Menikmati kehangatan secangkir kopi di tengah rintik hujan, pada Sabtu (01/11/2025), menjadi pengalaman khas di kawasan wisata alam Gunung Puntang, Desa Campakamulya, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Kawasan ini dikenal dengan udara sejuk, pepohonan rindang, dan aliran sungai kecil yang menenangkan, menjadikannya tempat ideal untuk melepas penat dari hiruk pikuk kota.
Menurut pengelola wisata Gunung Puntang, Tata, kawasan ini mulai dikelola secara lebih serius sejak awal tahun 2010-an.
“Minat masyarakat terhadap wisata alam meningkat pesat, jadi kami berusaha menata kawasan ini agar tetap alami namun lebih nyaman bagi pengunjung,” ujarnya.
Salah satu daya tarik baru di kawasan ini adalah Berg Coffee Puntang, tempat ngopi bernuansa alam terbuka yang berada di tengah suasana pegunungan.
“Konsepnya sederhana tapi berkesan, yaitu menghadirkan suasana alam terbuka dengan udara segar dan pemandangan hijau yang menenangkan.”
Kini, keberadaan Berg Coffee Puntang menjadi magnet baru bagi wisatawan yang datang ke Gunung Puntang. Tidak hanya sebagai tempat beristirahat, kafe ini juga menjadi spot favorit untuk berfoto, bersantai di area outdoor, hingga menikmati kabut yang perlahan turun di sore hari.
Dalam pengelolaannya, pihak Berg Coffee bekerja sama dengan pengelola wisata Gunung Puntang untuk menjaga kebersihan dan kelestarian alam. Keduanya rutin mengadakan kerja bakti, menyediakan tempat sampah di berbagai titik, serta mengedukasi pengunjung agar lebih sadar menjaga lingkungan.
Namun, pengelolaan kawasan ini juga menghadapi sejumlah tantangan. Cuaca dan akses jalan masih jadi kendala utama, apalagi saat hujan deras atau kabut tebal.

Meski demikian, keberadaan wisata alam dan Berg Coffee Puntang memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Banyak warga yang kini bekerja sebagai pemandu, barista, hingga membuka warung kecil di sekitar lokasi wisata, sehingga roda ekonomi lokal ikut bergerak.
Ke depan, pengelola berencana menambah fasilitas seperti jalur trekking dan area glamping untuk memberikan pengalaman wisata yang lebih beragam. Tata berharap wisatawan yang datang ke Gunung Puntang tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga belajar menghargai alam.
“Kalau alamnya rusak, keindahan yang dinikmati hari ini bisa hilang besok,” ujarnya. (*)
