Viral! Wahana Air Bernuansa Alam Ini Tawarkan Serunya Bermain Tanpa Merusak Lingkungan

3 menit baca
manda navizalita
Ditulis oleh manda navizalita diterbitkan
Gerbang utama Dusun Bambu menyambut pengunjung dengan panorama hijau khas Lembang yang menenangkan di Jalan Kolonel Masturi KM 11, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, (06/11/2025). (Foto: Manda Navizalita)
Gerbang utama Dusun Bambu menyambut pengunjung dengan panorama hijau khas Lembang yang menenangkan di Jalan Kolonel Masturi KM 11, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, (06/11/2025). (Foto: Manda Navizalita)

Udara sejuk Lembang menyapa siapa pun yang melangkahkan kaki ke Dusun Bambu, kawasan ekowisata favorit keluarga di Jalan Kolonel Masturi KM 11, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (06/11/2025). Di antara pepohonan hijau yang tetap lestari, berdiri bangunan semi permanen yang ramah lingkungan, menjadi bukti nyata harmoni antara inovasi wisata dan pelestarian alam.

Konsep sustainable tourism Dusun Bambu yang ramah lingkungan dan berdayakan warga lokal. Dyah, Front Office Leader Dusun Bambu, menegaskan bahwa sejak awal kawasan ini dirancang sebagai destinasi yang mengedepankan pariwisata berkelanjutan.

“Dusun Bambu itu konsepnya sustainable tourism. Ramah lingkungan dan berbasis tidak merugikan warga sekitar, baik wahana maupun pengelolaan dusunnya,” tuturnya.

Transformasi terbesar Dusun Bambu juga terjadi pada area wahana bermain.

“Dulu fokus kita hanya restoran dan penginapan. Baru sekitar 2021 diadakan wahana, sebagai respons kebutuhan pengunjung keluarga,” ujarnya.

Salah satu yang menonjol adalah wahana Water Coaster sepanjang 400 meter, unik karena bukan sekadar Waterpark melainkan perpaduan taman bermain dengan lanskap asli Lembang. Penempatannya pun memperhatikan keseimbangan ekologis,

“Area Water Coaster tetap banyak taman dan tanaman, area hijaunya tidak dibabat habis, supaya kesan alami tetap terasa,” tegasnya.

Selain itu, perubahan turut terjadi pada penginapan dari tenda menuju kabin yang lebih aman dari cuaca ekstrim, namun tetap mengusung konsep back to nature.

Pemandangan sekitar Water Coaster Dusun Bambu menampilkan perpaduan taman hijau, bebatuan alami, dan langit biru yang menciptakan suasana asri serta menenangkan. Di Jalan Kolonel Masturi KM 11, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, (06/11/2025). (Foto: Manda Navizalita)

Dalam proses pengembangannya, Dusun Bambu melibatkan kolaborasi antara pemilik Rony Lukito pendiri brand Eiger dengan desainer lokal dan konsultan lingkungan.

Setiap aspek dirancang secara hati-hati, mulai dari pengelolaan air, tanah, hingga tata ruang yang memperhatikan daya dukung ekosistem sekitar.

Dusun Bambu memberdayakan banyak karyawan dari komunitas sekitar dan memastikan bangunan didesain agar tidak merusak tanah tanpa fondasi beton yang merusak struktur tanah, melainkan didirikan dengan sistem panggung.

Dari 16 hektare lahan yang dimiliki, hanya setengah area yang dibangun, sisanya dibiarkan alami sebagai ruang hijau, membuat kawasan ini tetap asri dan tak terasa sesak oleh berbagai fasilitas buatan.

Penggunaan teknologi hijau juga mulai diterapkan seperti panel surya dan sistem pengolahan sampah untuk mendukung operasional harian, Dusun Bambu sudah menggunakan panel surya di area food court dan sebagian wahana, seperti Mystical Forest, serta lampu LED hemat energi. Kendaraan operasional mengadopsi teknologi listrik, mengurangi emisi karbon secara signifikan.

“Pengolahan sampah juga sudah mulai memakai magot, jadi sampah organik tidak semuanya dibuang ke tempat pembuangan akhir,” jelasnya.

Tanggapan pengunjung dalam keasrian dan inovasi juga menjadi daya tarik meski belum banyak pengunjung yang memberi testimoni eksplisit mengenai konsep ekowisata, namun umpan balik yang umum diterima selalu menyoroti keasrian, kesejukan, dan nilai alami Dusun Bambu.

“Sebagian besar pengunjung memuji suasana dan keasriannya. Banyak yang belum sadar operasional, tapi mereka selalu terkesan dengan konsep alamnya,” ujarnya. Kebaruan wahana seperti Rainbow Slide dan Roller Coaster ringan juga mendapat sambutan hangat karena dianggap belum Mainstream di kawasan Bandung Raya.

Namun menjaga keseimbangan antara bisnis dan lingkungan bukan hal mudah. Sebagian lahan Dusun Bambu termasuk kawasan perhutani, sehingga pembangunan harus memperhatikan izin dan kelestarian ekosistem.

“Setiap penambahan fasilitas selalu melalui banyak pertimbangan, supaya alamnya tidak rusak,” jelasnya.

Dusun Bambu menjadi inspirasi konkret bahwa wisata modern dapat tetap berpihak pada alam dan masyarakat. Dengan kombinasi inovasi, tata kelola lingkungan, dan pemberdayaan, kawasan ini terus berkembang tanpa kehilangan identitas ekowisatanya. Harmoni antara kenyamanan tamu dan kelestarian alam adalah pondasi utama, membuat Dusun Bambu bukan hanya destinasi liburan, tapi juga contoh masa depan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

manda navizalita
Mahasiswa Telkom University 24 S1 Digital Public Relation

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 31 Agu 2026, 19:02

Dua Wajah Paten UMKM Bandung, Dua Jalan Berbeda untuk Naik Kelas di Pasar Digital

Kisah kontras Koku Footwear dan Dimsum Inmons, dua UMKM Bandung yang sama-sama tumbuh lewat Shopee namun dengan tingkat ketergantungan yang jauh berbeda.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin (pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear) dan Ani Andriyani (pemilik Dimsum Inmons). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 17:25

Maut Menjemput Putri Diana, Dunia Berduka

Catatan Nostalgia dan In Memoriam 29 Tahun Kepergian “Lady Di”.

Berita kepergian Putri Diana menjadi perhatian utama berbagai media cetak di Indonesia, mencerminkan besarnya duka dan perhatian masyarakat terhadap sosok Princess of Wales tersebut. (Sumber: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 16:28

Sejarah Nama Bulan (Bagian 2)

Dua belas bulan yang kita kenal hari ini ternyata menyimpan jejak perubahan zaman, kekuasaan, dan cara manusia menata waktu.

Februa atau Lupercalia, suatu festival penyucian di Romawi Kuno. (Sumber: Wikimedia Commons)
Beranda 31 Agu 2026, 16:20

PLN Nusantara Power UP Cirata Overhaul Unit 5 dan 6 Demi Keandalan Pasokan Listrik

PLN Nusantara Power UP Cirata melakukan overhaul Unit 5 dan 6 PLTA Cirata untuk menjaga keandalan pasokan listrik pelanggan.

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat keandalan PLTA Cirata melalui overhaul Unit 5 dan Unit 6 demi pelayanan listrik pelanggan.
Beranda 31 Agu 2026, 16:13

Hari Pelanggan Nasional, PLN NP UP Cirata Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Desa Ciroyom

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Milangkala Desa Ciroyom ke-171 di Hari Pelanggan Nasional.

PLN Nusantara Power UP Cirata berpartisipasi dalam Milangkala Desa Ciroyom ke-171 sebagai wujud sinergi bersama masyarakat dan lingkungan.
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 14:24

Rijsttafel Hidangan Perpaduan Belanda dan Nusantara di Priangan

Nikmati kelezatan Rijsttafel, tradisi kuliner unik era kolonial di Priangan. Perpaduan harmonis antara kemewahan rasa Belanda dan autentisitas rempah Nusantara dalam satu meja

Keluarga C.H. Japing dalam sebuah acara rijsttafel bersama Bibi Jet dan Paman Jan Breeman di Bandung. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Christoffel Hendrik)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 13:01

Medsos, Buku, dan Rindu

Algoritma semakin pandai mengenali, harusnya semakin pandai mengenali diri sendiri. Termasuk waktu berhenti pada satu video, apa dirasakan setelah menontonnya, dan nilai apa yang diambil hikmahnya.

Kaligrafi nama Nabi Muhammad berbentuk hati (Sumber: ayobandung.com)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 11:09

Ketika Rumput Habis, Bagaimana Mitigasi Pakan Ternak?

Berharap agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) membuat program massal sistem mitigasi bencana untuk hewan ternak maupun hewan liar.

Ilustrasi kondisi ternak rakyat ketika musim kemarau ekstrim. (Sumber: dikreasi denganvGemini | Foto: Totok Siswantara)
Beranda 31 Agu 2026, 10:30

Pernah Jadi Pintu Masuk Ratusan Ribu Wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara Kini Bangkit Lagi

Dulu jadi pintu gerbang ratusan ribu wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara sempat mati suri akibat pandemi dan pencabutan status internasional.

Suasana bandara saat pesawat jet komersial Garuda Indonesia mendarat perdana di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat 14 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 09:14

Manajemen Dapur Umum dan Menu Ideal untuk Korban Bencana Alam

Perencanaan dan pemilihan lokasi dapur umum harus bebas dari risiko bencana susulan.

Ilustrasi aktivitas dapur umum untuk korban bencana alam. (Sumber: by AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 08:13

Sisi Lain Sang Jenderal: Menelusuri Makna Filosofis dan Tradisi di Balik Kuliner Favorit Soeharto

Kegemaran kuliner Presiden ke-2 RI, Soeharto, tidak lepas dari perjalanan hidupnya yang berakar di Desa Kemusuk.

Momen Presiden Soeharto dan Ibu Tien memotong tumpeng saat merayakan HUT pernikahan di Jalan Cendana, Jakarta, Juni 1986, disaksikan ibu mertua dan Sumitro Djoyohadkusumo. (Sumber: ANRI, Setneg 634)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 20:52

Ketika Seniman Memilih untuk Tidak Diam, Jangan Biarkan Kezaliman Menjadi Kelaziman

Ketika kezaliman menjadi kelaziman, diam bukan lagi netral. Manifesto Seniman Bandung adalah ajakan untuk bersuara—bukan sekadar nyinyir dari kejauhan.

Aliansi Bandung Ngagoak mengadakan aksi ekspresi seni di Kebun Seni Jalan Tamansari 56 Bandung. (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 18:14

Menciptakan Kembali Televisi Pendidikan

Televisi pendidikan sebagai proyek nasional pun sudah seharusnya menjadi keputusan pemerintah.

Ilustrasi televisi. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 16:45

Cerita Tomakur Milik KWT Desa Nagarawangi Terpilih untuk Pendaftaran Legalitas Merek

Tomakur milik KWT Desa Nagarawangi terpilih mendapat pendampingan pendaftaran merek melalui program KKN UNINUS untuk memperkuat legalitas dan identitas produk UMKM.

Sosialisasi dan Pendampingan Proses Pendaftaran HKI (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 14:11

Kedaulatan di Atas Meja Makan: Diplomasi Kuliner Sukarno pada Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung

Sukarno menegaskan visi bahwa "kemerdekaan dimulai dari lidah"—sebuah manifestasi dari prinsip Berdikari (Berdiri di Atas Kaki Sendiri).

Momen jamuan makan malam resmi pada Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Hotel Savoy Homann, Bandung, pada 19 April 1955. (Sumber foto: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 12:04

Sehat untuk Semua, Warga Desa Nagarawangi Ikuti CKG dan Edukasi Pertolongan Pertama

Warga Nagarawangi mengikuti CKG dan edukasi kesehatan, mulai dari pertolongan pertama dalam situasi darurat hingga kesehatan psikologis anak dan remaja bersama Puskesmas Rancakalong.

Kegiatan Pelaksanaan Program "Sehat  untuk Semua Warga Desa Nagarawangi" (KKN UNINUS Kel.5&6) (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 09:59

Budaya Mengaji di Tengah Kota

Di tengah modernitas dan dinamisnya kehidupan perkotaan. Masih ada ruang di sudut perkotaan untuk mempertemukan anak-anak dengan kehidupan sosial dan agamanya.

Mengaji di kalangan anak-anak menjadi memori yang begitu melekat. Melihat aktivitas tersebut masih berjalan di area perkotaan menjadi fenomena yang menarik untuk dibahas. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)