Viral! Wahana Air Bernuansa Alam Ini Tawarkan Serunya Bermain Tanpa Merusak Lingkungan

3 menit baca
manda navizalita
Ditulis oleh manda navizalita diterbitkan Minggu 23 Nov 2025, 16:03 WIB
Gerbang utama Dusun Bambu menyambut pengunjung dengan panorama hijau khas Lembang yang menenangkan di Jalan Kolonel Masturi KM 11, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, (06/11/2025). (Foto: Manda Navizalita)

Gerbang utama Dusun Bambu menyambut pengunjung dengan panorama hijau khas Lembang yang menenangkan di Jalan Kolonel Masturi KM 11, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, (06/11/2025). (Foto: Manda Navizalita)

Udara sejuk Lembang menyapa siapa pun yang melangkahkan kaki ke Dusun Bambu, kawasan ekowisata favorit keluarga di Jalan Kolonel Masturi KM 11, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (06/11/2025). Di antara pepohonan hijau yang tetap lestari, berdiri bangunan semi permanen yang ramah lingkungan, menjadi bukti nyata harmoni antara inovasi wisata dan pelestarian alam.

Konsep sustainable tourism Dusun Bambu yang ramah lingkungan dan berdayakan warga lokal. Dyah, Front Office Leader Dusun Bambu, menegaskan bahwa sejak awal kawasan ini dirancang sebagai destinasi yang mengedepankan pariwisata berkelanjutan.

“Dusun Bambu itu konsepnya sustainable tourism. Ramah lingkungan dan berbasis tidak merugikan warga sekitar, baik wahana maupun pengelolaan dusunnya,” tuturnya.

Transformasi terbesar Dusun Bambu juga terjadi pada area wahana bermain.

“Dulu fokus kita hanya restoran dan penginapan. Baru sekitar 2021 diadakan wahana, sebagai respons kebutuhan pengunjung keluarga,” ujarnya.

Salah satu yang menonjol adalah wahana Water Coaster sepanjang 400 meter, unik karena bukan sekadar Waterpark melainkan perpaduan taman bermain dengan lanskap asli Lembang. Penempatannya pun memperhatikan keseimbangan ekologis,

“Area Water Coaster tetap banyak taman dan tanaman, area hijaunya tidak dibabat habis, supaya kesan alami tetap terasa,” tegasnya.

Selain itu, perubahan turut terjadi pada penginapan dari tenda menuju kabin yang lebih aman dari cuaca ekstrim, namun tetap mengusung konsep back to nature.

Pemandangan sekitar Water Coaster Dusun Bambu menampilkan perpaduan taman hijau, bebatuan alami, dan langit biru yang menciptakan suasana asri serta menenangkan. Di Jalan Kolonel Masturi KM 11, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, (06/11/2025). (Foto: Manda Navizalita)

Dalam proses pengembangannya, Dusun Bambu melibatkan kolaborasi antara pemilik Rony Lukito pendiri brand Eiger dengan desainer lokal dan konsultan lingkungan.

Setiap aspek dirancang secara hati-hati, mulai dari pengelolaan air, tanah, hingga tata ruang yang memperhatikan daya dukung ekosistem sekitar.

Dusun Bambu memberdayakan banyak karyawan dari komunitas sekitar dan memastikan bangunan didesain agar tidak merusak tanah tanpa fondasi beton yang merusak struktur tanah, melainkan didirikan dengan sistem panggung.

Dari 16 hektare lahan yang dimiliki, hanya setengah area yang dibangun, sisanya dibiarkan alami sebagai ruang hijau, membuat kawasan ini tetap asri dan tak terasa sesak oleh berbagai fasilitas buatan.

Penggunaan teknologi hijau juga mulai diterapkan seperti panel surya dan sistem pengolahan sampah untuk mendukung operasional harian, Dusun Bambu sudah menggunakan panel surya di area food court dan sebagian wahana, seperti Mystical Forest, serta lampu LED hemat energi. Kendaraan operasional mengadopsi teknologi listrik, mengurangi emisi karbon secara signifikan.

“Pengolahan sampah juga sudah mulai memakai magot, jadi sampah organik tidak semuanya dibuang ke tempat pembuangan akhir,” jelasnya.

Tanggapan pengunjung dalam keasrian dan inovasi juga menjadi daya tarik meski belum banyak pengunjung yang memberi testimoni eksplisit mengenai konsep ekowisata, namun umpan balik yang umum diterima selalu menyoroti keasrian, kesejukan, dan nilai alami Dusun Bambu.

“Sebagian besar pengunjung memuji suasana dan keasriannya. Banyak yang belum sadar operasional, tapi mereka selalu terkesan dengan konsep alamnya,” ujarnya. Kebaruan wahana seperti Rainbow Slide dan Roller Coaster ringan juga mendapat sambutan hangat karena dianggap belum Mainstream di kawasan Bandung Raya.

Namun menjaga keseimbangan antara bisnis dan lingkungan bukan hal mudah. Sebagian lahan Dusun Bambu termasuk kawasan perhutani, sehingga pembangunan harus memperhatikan izin dan kelestarian ekosistem.

“Setiap penambahan fasilitas selalu melalui banyak pertimbangan, supaya alamnya tidak rusak,” jelasnya.

Dusun Bambu menjadi inspirasi konkret bahwa wisata modern dapat tetap berpihak pada alam dan masyarakat. Dengan kombinasi inovasi, tata kelola lingkungan, dan pemberdayaan, kawasan ini terus berkembang tanpa kehilangan identitas ekowisatanya. Harmoni antara kenyamanan tamu dan kelestarian alam adalah pondasi utama, membuat Dusun Bambu bukan hanya destinasi liburan, tapi juga contoh masa depan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

manda navizalita
Mahasiswa Telkom University 24 S1 Digital Public Relation

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 01 Jun 2026, 18:48

Potret Federico Barba: Pemain Persib yang Pure Profesional Tanpa Ikatan Emosional

Dalam kultur sepakbola Bandung, ada sebuah prinsip tak tertulis "Pemain yang bermain tanpa sepenuh hati, lebih baik pergi".

Foto Federico Barba ACL 2. (Sumber: Ileague)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 17:23

Komunikasi Perubahan Pasca Haji dan Umrah

Secara spiritual pun orang yang sudah berhaji dan umrah adalah orang yang sudah memiliki level tinggi dalam ibadah.

Puncak Arafah di Makkah, Arab Saudi. (Sumber: Unsplash | Foto: ekrem osmanoglu)
Wisata & Kuliner 01 Jun 2026, 16:35

Kuliner Pindang Gunung, Sup Ikan Khas Pangandaran dengan Wangi Honje yang Kuat

Kuah kuning segar, aroma honje, dan ikan laut segar menjadikan pindang gunung sebagai salah satu kuliner tradisional paling khas di Pangandaran.

Kuliner Pindnang Gunung khas Pangandaran. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 15:28

Koperasi Merah Putih: Pemborosan Atau Strategi Tingkatkan Nilai Tawar Ekonomi Rakyat

Koperasi Merah Putih memunculkan banyak pro-kontra bagi masyarakat.

Koperasi Merah Putih Bentangan Klaten. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: BiographyWriter45)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 12:55

Adventure Tourism Berbasis Kendaraan: Antara Daya Tarik dan Risiko Kecelakaan

Adventure tourism berbasis kendaraan menawarkan pengalaman perjalanan yang unik. Di balik daya tariknya, keselamatan kendaraan, pengemudi, dan wisatawan perlu menjadi prioritas bersama.

Lava Tour Merapi, wisata jeep Jogja paling populer. (Sumber: labirutour.com)
Ikon 01 Jun 2026, 11:24

Pasar Malam, Hiburan Rakyat yang Membuat Waktu Seolah Berputar Mundur

Pasar malam tetap menjadi pilihan masyarakat karena murah, meriah, dan mampu membangkitkan memori masa lalu.

Pasar Malam di Desa Cigintung, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 10:53

Psikologi di Balik Viralnya “Mas Bahlil Ganteng”

Tapi kita sebagai individu yang melek media, tampaknya harus waspada saat hiburan menggantikan, bukan melengkapi diskusi substansial.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Sumber: BMPI Sekretariat Presiden)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 10:05

Eksistensi Koran dan Bapak Loper di Penghujung Era Digital

Koran dan bapak loper sama-sama berjuang di dunia yang semakin dinamis. Yang satu untuk literasi dan satunya bertahan hidup.

Koran sepertinya menolak hilang di telan sejarah. Bersama dengan mereka yang menyebarkan literasi lewat penjual koran. Begitu juga mereka bertahan hidup di Kota Metropolitan (Sumber: Generated AI dari foto asli | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 18:21

Kehidupan yang Terburu-buru Tidak Layak Dinikmati: Pesan Waisak untuk Bandung

Waisak mengingatkan bahwa kebijaksanaan tidak lahir dari tergesa-gesa.

Hari Raya Waisak mengajarkan bahwa kebijaksanaan tidak lahir dari kehidupan yang serba cepat, melainkan dari kesabaran dalam menjalani setiap proses kehidupan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 15:42

Empat Single D'Renced Menjadi Napas Pergerakan

Mereka tidak menjanjikan apapun, meraka hanya memastikan suara-suara ini tak pernah mati.

Band lokal D'Renced. (Foto: Sinan)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 12:28

Apoteker Bertahan Melawan Penyalahgunaan Obat di Bandung tapi Tidak dengan Regulasinya

Terlalu banyak lahan basah yang bisa disalahgunakan dalam dunia kesehatan.

Dari dulu eksistensi apoteker di masyarakat belum setenar dokter ataupun perawat dan profesi tenaga kesehatan lainnya. (Sumber: Pexels/Kaboompics.com)
Wisata & Kuliner 31 Mei 2026, 10:27

5 Pilihan Restoran dan Kafe Bandung Favorit Wisatawan Luar Daerah

Bandung punya banyak kafe baru, tapi lima tempat ini tetap jadi favorit wisatawan karena suasana nyaman, makanan enak, dan lokasi strategis.

Lebak Caring, Dago. Salah satu restoran favorit di Bandung.
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 09:54

Identifikasi Toponimi ‘Wangi’ di Zona Sesar Lembang

Literasi toponimi sangat dibutuhkan oleh masyarakat, salah satunya adalah toponimi dengan nama spesifik "wangi" di sepanjang zona Sesar Lembang.

Warga melintas di dekat rambu zona Sesar Lembang di kawasan Gunung Batu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 22 Agustus 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ikon 30 Mei 2026, 15:27

Bunga Rawa Rancaupas, Tanaman Langka Penjaga Ekosistem Rawa Dataran Tinggi

Bunga rawa di Rancaupas dikenal sebagai bunga abadi yang tidak mudah layu dan hanya ditemukan di lokasi tertentu di Indonesia.

Bunga rawa di Rancaupas. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 30 Mei 2026, 10:48

Kekerasan terhadap Perempuan Tak Selalu Berdarah, Kadang Hadir dalam Bentuk yang Dianggap Biasa

Pameran NeoFemisida di Bandung mengajak publik melihat kekerasan terhadap perempuan yang tak selalu berupa luka fisik, tetapi juga pembungkaman, stigma, dan penghi

Ima Suswanto menjelaskan makna di balik salah satu karya yang dipamerkan dalam pameran NeoFemisida kepada pengunjung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 30 Mei 2026, 10:06

Menelusuri Sejarah, Filosofi, dan Kehidupan Baru Karinding di Tangan Generasi Muda

Buku “Sejarah Karinding Priangan” dan “Dangiang Karinding” terpampang di antara jajaran karinding tersebut.

Buku Sejarah Karinding Priangan memuat hasil penelitian Kimung mengenai jejak sejarah dan perkembangan karinding di Tatar Sunda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 18:02

Terima Kasih untuk yang Berkurban

Adanya orang-orang yang bekurban adalah bukti masih ada yang mau memberi dan membuat bahagia masyarakat yang tidak mampu berkurban

Panitia bersiap melakukan penyembelihan hewan kurban berupa sapi dan domba di halaman Masjid Lautze 2, Jalan Tamblong, Kota Bandung pada Rabu, 27 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mei 2026, 17:57

Kafe ACD Taraju, Tempat Healing dengan Rumah Pohon di Tengah Kebun Teh

Kafe ACD di Taraju Tasikmalaya menawarkan suasana ngopi di tengah perkebunan teh dan rumah pohon estetik.

Kafe ACD Taraju. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 16:30

Tentang Makna Do'a Pernikahan

Pernikahan memang menjadi momen bahagia dan bersejarah bagi setiap orang.

Ilustrasi pernikahan. (Sumber: Pexels | Foto: fadhil wy_)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 15:34

KLCBS, Gelombang Jazz dari Bandung yang Tak Pernah Padam

Salah satu siaran yang tetap hidup dalam ingatan itu adalah Radio KLCBS Bandung.

Ruang siaran dan studio KLCBS yang asri dan nyaman. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)