Mewujudkan Kota Bandung yang Ramah bagi Wisata Pedestrian

Eli Rusli
Ditulis oleh Eli Rusli diterbitkan Jumat 21 Nov 2025, 17:02 WIB
Pengerjaan revitalisasi trotoar di sepanjang Jalan Lombok Kota Bandung pada Jumat, 26 September 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)

Pengerjaan revitalisasi trotoar di sepanjang Jalan Lombok Kota Bandung pada Jumat, 26 September 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)

Kota Bandung itu ibarat perempuan cantik yang menjadi buah bibir semua kalangan, tidak hanya pemuda, pemudi, bapak-bapak, ibu-ibu, kakek-kakek, nenek-nenek hingga anak-anak membicarakannya. Tidak membicarakan Bandung sebagai salah satu destinasi wisata di Indonesia rasanya kurang lengkap.

Penegasan ini tidak terlalu berlebihan karena sejak jaman Hindia Belanda, Kota Bandung sudah direkomendasikan menjadi salah satu kota tujuan wisata. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya sebuah buku yang berjudul Boekoe Penoendjoek Djalan Boeat Plesiran di Kota Bandoeng dan Daerahnja. Buku ini dicetak oleh N.V. Handel Mij. & Drukkerij, voorheen KWEE KHAY KHEE, Malang.  Dibawah judul ini ada peringatan yang tertulis, ‘PERINGETAN! Boeat segala orang jang ingin maoe taoe, kebagoesanja dari iboe kota Bandoeng (Parijsnja tanah Djawa) baik ini beli boekoe, harga f 1.-.’ Merujuk kepada buku ini, banyak sekali tempat-tempat wisata di sekitaran Kota Bandung khususnya yang berhubungan dengan wisata alam.

Bumi berputar, jaman berubah namun Kota Bandung tetap menjadi salah satu primadona tujuan wisata tidak hanya bagi warga Jawa Barat tetapi juga bagi penduduk di tanah air dan penduduk mancanegara. Bandung tidak hanya menyediakan pemandangan alam yang menyejukkan mata, tetapi juga gudangnya fashion dan kuliner yang terkenal ke penjuru nusantara. Belum lagi acara musiknya.

Belakangan, event atau acara-acara yang diselenggarakan di Kota Bandung juga mampu menyedot wisatawan untuk mengunjungi Kota Bandung, seperti Asia Afrika Festival, pawai kendaraan hias dalam rangka memeriahkan HUT Kota Bandung, Pasar Seni ITB, berbagai event lari di Kota Bandung, dan Braga Beken (Braga Bebas Kendaraan) yang rutin dilaksanakan seminggu sekali. Masih banyak sebenarnya event atau acara-acara yang tidak bisa penulis sebutkan dalam tulisan singkat ini.

Dari sekian banyak acara, satu masalah yang sering menjadi perhatian penulis, yaitu setiap ada acara terjadi kemacetan lalu lintas dimana-mana. Trotoar-trotoar yang seharusnya diperuntukkan bagi pedestrian beralih fungsi menjadi tempat parkir kendaraan, khususnya roda dua. Sisi-sisi jalan utama dipenuhin kendaraan roda empat sehingga terjadi penyempitan jalan. Dan yang lebih memprihatinkan setiap ada acara selalu dilakukan penutupan jalan supaya tidak terjadi kemacetan yang imbasnya terjadi kemacetan di tempat lainnya.

Pejalan kaki melintas di trotoar yang sudah diperbaiki di Jalan Lombok, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Pejalan kaki melintas di trotoar yang sudah diperbaiki di Jalan Lombok, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)

Dari berbagai kasus tersebut, kita dapat melihat bahwa setiap ada acara, fasilitas-fasilitas yang diperuntukkan bagi pedestrian atau pejalan kaki selalu diserobot oleh kepentingan yang tidak seharusnya. Meski kantong-kantong parkir disediakan dan himbauan menggunakan angkutan umum digaungkan oleh penyelenggara acara, sepertinya hanya masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Bagaimana cara mewujudkan agar Kota Bandung ramah terhadap wisata pedestrian?

Banyaknya akses menuju Kota Bandung dengan menggunakan angkutan umum seharusnya mampu mengurangi jumlah kendaraan yang hilir mudik menikmati suasana Kota Bandung, khususnya dari luar kota. Wisatawan dari luar kota bisa masuk ke dalam Kota Bandung dengan menggunakan kereta cepat Whoosh, kereta api, bus kota, dan kendaraan travel yang semakin menjamur.

Untuk memudahkan wisatawan menuju Kota Bandung, pemerintah harus menyediakan feeder atau kendaraan pengumpan dari titik-titik pemberhentian wisatawan luar kota. Apa yang dilakukan dinas perhubungan provinsi Jawa Barat bersama PT Jasa Sarana dengan menyediakan feeder penghubung antara kawasan pemukiman dengan halte bus terdekat, patut dicontoh meski belum sepenuhnya terakomodasi. Hal ini bakal efektif mengurangi wisatawan yang datang ke Kota Bandung dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Hotel-hotel atau penginapan yang berada di Kota Bandung menyediakan fasilitas kendaraan untuk menjemput tamu-tamunya dari luar kota seperti video jaman kolonial yang beredar di media-media sosial. Dalam tayangan itu, kita bisa melihat tamu-tamu yang akan menginap di Hotel Savoy Homann, yang datang menggunakan kereta api dijemput di Stasiun Kota Bandung menggunakan kendaraan yang disediakan pihak hotel.

Selain menyediakan feeder dari tempat-tempat pemberhentian wisatawan luar kota, pemerintah juga wajib menyediakan feeder ke tempat tujuan wisata. Menarik apa yang dilakukan dinas perhubungan Kabupaten Bandung yang dananya masih berasal dari pemerintah provinsi Jawa Barat dengan menyediakan trayek Soreang-Ciwidey sebagai feeder untuk koridor BRT Soreang-Leuwi Panjang. Harapannya tentu akan mengurangi kemacetan wisatawan yang akan mengunjungi area Ciwidey dan sekitarnya. Kita tunggu saja.

Mewujudkan Kota Bandung menjadi kota yang ramah bagi wisata pedestrian tidak semudah membalikan tangan karena harus mengurangi jumlah kendaraan yang lalu lalang di Kota Bandung. Perlu regulasi dari pemerintah untuk membatasi kendaraan karena ajakan atau himbauan sepertinya sudah tidak mempan. Selain itu kesadaran dari warga Kota Bandung agar lalu lintas tidak pajeujeut sangat diperlukan. Jangan hanya mengomel tentang kemacetan sementara dirinya sendiri juga merupakan bagian dari kemacetan itu sendiri.

Warga mengambil air sumur yang berada di trotoar Jalan Cipaganti, Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Warga mengambil air sumur yang berada di trotoar Jalan Cipaganti, Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)

Jika melihat kegiatan warga dan wisatawan yang datang ke Kota Bandung di akhir pekan, yang sering memenuhi jalan-jalan dengan lari atau jalan santai, sering terlihat di hari kerja juga, dan menggunakan sepeda rasanya tidak mustahi jika warga Kota Bandung kembali menggunakan angkutan umum supaya jalan bagi pedestrian terbuka lebar. Warga sepertinya jenuh walau belum sepenuhnya dengan hari-hari yang dipenuhi dengan riuh rendahnya kendaraan yang memenuhi jalan-jalan kota.

Hari ini Sabtu, 16 November 2025, prfmnews melaporkan calon penumpang Armada Metro Jabar Trans (MJT) Koridor 1 Leuwipanjang-Soreang tak bisa diangkut karena bus sudah penuh sesak. Semoga saja kabar ini menjadi berita baik bagi warga Kota Bandung agar kembali memenuhi angkutan-angkutan umum. Dan ini menjadi sinyal bagi pemerintah supaya menyediakan angkutan umum yang nyaman, aman, dan murah tentunya.

Semoga ke depannya harapan supaya Kota Bandung menjadi kota yang ramah bagi wisata pedestrian segera terwujud. Kita berharap tidak melihat lagi, di Jalan Tamblong, Jalan Suniaraja, Jalan Braga, Jalan Naripan pabeulit antara parkir motor, mobil, pedagang kaki lima, dan pedestrian (pejalan kaki) apabila ada acara Braga Beken. Atau wisatawan bisa bebas mengeksplorasi Jalan Asia-Afrika dan sekitarnya tanpa harus takut terserempet kendaraan yang melintas di Jalan Asia-Afrika. Atau bisa bolak balik lari, jalan kaki, dan naik sepeda dari Dago Atas sampai Dago Bawah. Atau bisa wisata ke Lembang tanpa harus takut kehabisan waktu di jalan karena terjebak kemacetan. Semoga ….  (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Eli Rusli
Tentang Eli Rusli
Menulis cerita pendek dan opini dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda

Berita Terkait

News Update

Beranda 09 Mei 2026, 19:04

Anton Solihin, Pengumpul ‘Runtah’ Budaya yang Menjaga Batu Api Selama 27 Tahun

Perpustakaan Batu Api di Jatinangor bertahan selama puluhan tahun lewat ribuan koleksi buku, arsip, dan dedikasi Anton Solihin menjaga ruang literasi alternatif.

Pendiri Perpustakaan Batu Api, Anton Solihin, duduk di tengah tumpukan buku koleksi pribadinya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Biz 09 Mei 2026, 17:10

Menjaga Mimpi di Tengah Efisiensi: Peran Rumah BUMN di Masa Anggaran Ketat

Di sinilah cerita tentang ekosistem pemberdayaan UMKM yang belum sempurna bermula.

A. Radinal Pramudha Sirat CEO Rumah BUMN Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Biz 09 Mei 2026, 12:46

Inklusi di Atas Kain: Batik Difabel Cimahi dan Kriya yang Istimewa

Di sinilah, di Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat.

Nurdin (di kursi roda), penyandang polio, pertama kali datang ke GHD pada 2020. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 22:35

Ketika Persija, Persib, dan Persis Bantu Korban Tragedi Trowek

Tiga tim sepak bola beda kota menggelar laga segitiga yang seru di Lapangan Ikada. Hasil keuntungan pertandingan disumbangkan untuk korban kecelakaan KA yang mengenaskan di Trowek, Jawa Barat.

Pemandangan mengenaskan kecelakaan kereta api di Trowek, Tasikmalaya, Jawa Barat pada 28 Mei 1959. (Sumber: Harian Umum)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 21:06

Desa Kasturi, Tempat Tumbuh Mangga Kasturi 

Di Jawa Barat, sedikitnya ada dua nama geografis Kasturi.

Buah kasturi (Mangifera casturi) sudah tidak dikenali lagi di Jawa Barat, tapi abadi dalam toponim Desa Kasturi yang terdapat di Kabupaten Majalengka dan di Kabupaten Kuningan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T Bachtiar)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 19:32

Sepatu Berlubang untuk Mengukir Masa Depan

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi--yang ada proses bertahan yang selalu harus terus diperjuangkan untuk terus bertahan sebagai manusia dan juga menjadi masyarakat Kota Bandung yang lebih baik.

Pendidikan adalah senjata utama untuk keluar dari kemiskinan struktural. (Sumber: Pexels | Foto: Partiu Kenai)
Linimasa 08 Mei 2026, 17:40

Tanaman Pemangsa Serangga Ini Dibudidayakan di Rumah Pemuda Bandung

Seorang pemuda di Dayeuhkolot sukses membudidayakan tanaman karnivora hingga meraup omzet belasan juta rupiah.

Tanaman pemangsa hewan Venus flytrap yang dibudiayakan Khoerul Anwar di Dayeuhkolot. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 17:20

Bandung dan Mereka yang Pulang dalam Lelah

Di balik gemerlap dan ramainya Bandung, ada banyak orang yang tetap kembali bangun esok pagi meski lelah terus menjadi bagian dari hidup mereka—agar kota dan kehidupan mereka tetap berjalan.

ekanan hidup di kota membuat banyak masyarakat terus berjalan, meski lelah perlahan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 17:08

Merawat Kebersamaan, Meraih Kebahagiaan

Kebahagiaan sejati tidak hanya diukur dari pencapaian materi, justru dari kemampuan manusia menemukan makna hidup, menjaga keseimbangan batin, membangun hubungan yang sehat dengan Tuhan, diri sendiri

Sejumlah siswa Al Irsyad Satya Islamic School mengikuti tadarus Al-Quran di Masjid Al-Irsyad pada Kamis, 21 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 08 Mei 2026, 13:38

Jelajah Citarum, Sungai Pemberi Kehidupan Bagi Masyarakat

Di balik pencemaran dan banjir, Sungai Citarum masih menjadi sumber penghidupan masyarakat di sepanjang DAS.

Sungai Citarum jadi sumber kehidupan masyarakat di sekitarnya. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 13:34

Berangkat Ke Bandung : D'Renced Tampil Memberikan Suasana Jernih tapi Berisik

Bandung, bukan tanpa alasan band Pop Punk asal Majalengka (D'Renced) memilih kota ini untuk memperluas jangkauan gerakan perlawanan yang dibalut karya musik bergenre pop punk.

Live performance debut single D'Renced at Waroeng Bako Bandung. (Foto: Moga Yudha melalui Screenshoot Video)
Wisata & Kuliner 08 Mei 2026, 13:13

Tamasya ke Karang Resik Tasikmalaya, Wisata Keluarga dengan Sejarah Tersembunyi

Panduan wisata Karang Resik Tasikmalaya, taman hiburan keluarga yang berdiri di lokasi sejarah Agresi Militer Belanda 1947.

Wisata Karang Resik Tasikmalaya. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 12:34

Kesabaran Pedagang Pasar Baleendah dan ‘Lautan Sampah’ yang Tiada Akhir

Persoalan “lautan sampah” yang menimbulkan bau tak sedap ini bukan persoalan Pasar Baleendah saja.

Tumpukan sampah di kawasan Jalan Siliwangi, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Kamis, 5 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 09:55

Pasang Surut Perkembangan Radio Siaran di Bandung

Di tengah gempuran platform digital, radio sesungguhnya masih memiliki kekuatan yang sulit tergantikan, yakni kedekatan emosional dan interaktivitas yang alami.

Penulis bersama para penyiar B-Radio Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 08:35

Tentang Angka dan Ketakberhinggaan dalam Pelestarian Cagar Budaya

Katanya, hidup ini adalah tentang angka. Lantas, bagaimana dengan cagar budaya? Berapa angka yang akan kita sematkan pada warisan budaya kebendaan ini?

Salah satu gedung cagar budaya di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 07 Mei 2026, 20:32

Strategi Monel Gaet Konsumen Hijab, Andalkan Uniqueness Warna dan Diskon Agresif di Event Fashion

Hijab tak lagi hanya sekedar kebutuhan dalam hal berpakaian. Hijab kini bertransformasi jadi bagian ekspresi gaya hingga pembuktian identitas pada wanita muslim.

Band hijab Monel mengandalkan strategi diskon besar beserta eksplorasi beragam warna yang ditampilkan pada etalasenya supaya menarik atensi pengunjung. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 07 Mei 2026, 19:59

Lembang 1994-1997: Lembangku Sayang, Lembangku Malang (Bagian 2)

Lembang tahun 1994 merujuk pada satu kata, “Hening”.

Kawasan Situ Umar masa kolonial, terlihat Gunung Burangrang di kejauhan. Kawasan Situ Umar kini berganti menjadi wisata selfie floating market Lembang. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 07 Mei 2026, 18:12

Tamasya Taman Bunga Cianjur, 35 Hektar Lanskap Dunia dalam Satu Kawasan Puncak

Taman Bunga Nusantara di Cianjur menawarkan taman tematik dunia, tiket sekitar Rp50 ribu, dan strategi kunjungan agar bisa menjelajah 35 hektar tanpa kelelahan.

Taman Bunga Nusantara Cianjur.
Bandung 07 Mei 2026, 17:52

Bukan Lagi Kaku, Batik Kini Jadi Tren Lifestyle Praktis Lewat Desain One Set

Eksistensi batik kini telah bertransformasi, dan tidak lagi sekadar kain tradisional kaku yang pemakaiannya terbatas pada acara-acara sakral atau formal saja.

Eksistensi batik kini telah bertransformasi, dan tidak lagi sekadar kain tradisional kaku yang pemakaiannya terbatas pada acara-acara sakral atau formal saja. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 07 Mei 2026, 17:30

Pekerja Swasta adalah Petarung Sejati

Banyak masyarakat yang bekerja di sektor swasta untuk mendapatkan penghidupan dengan penuh kesabaran dan pengorbanan supaya bisa bertahan hidup di Kota Bandung.

Pekerja menyelkesaikan produksi tas di salah satu pabrik produksi di Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)