Mewujudkan Kota Bandung yang Ramah bagi Wisata Pedestrian

5 menit baca
Eli Rusli
Ditulis oleh Eli Rusli diterbitkan
Pengerjaan revitalisasi trotoar di sepanjang Jalan Lombok Kota Bandung pada Jumat, 26 September 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Pengerjaan revitalisasi trotoar di sepanjang Jalan Lombok Kota Bandung pada Jumat, 26 September 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)

Kota Bandung itu ibarat perempuan cantik yang menjadi buah bibir semua kalangan, tidak hanya pemuda, pemudi, bapak-bapak, ibu-ibu, kakek-kakek, nenek-nenek hingga anak-anak membicarakannya. Tidak membicarakan Bandung sebagai salah satu destinasi wisata di Indonesia rasanya kurang lengkap.

Penegasan ini tidak terlalu berlebihan karena sejak jaman Hindia Belanda, Kota Bandung sudah direkomendasikan menjadi salah satu kota tujuan wisata. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya sebuah buku yang berjudul Boekoe Penoendjoek Djalan Boeat Plesiran di Kota Bandoeng dan Daerahnja. Buku ini dicetak oleh N.V. Handel Mij. & Drukkerij, voorheen KWEE KHAY KHEE, Malang.  Dibawah judul ini ada peringatan yang tertulis, ‘PERINGETAN! Boeat segala orang jang ingin maoe taoe, kebagoesanja dari iboe kota Bandoeng (Parijsnja tanah Djawa) baik ini beli boekoe, harga f 1.-.’ Merujuk kepada buku ini, banyak sekali tempat-tempat wisata di sekitaran Kota Bandung khususnya yang berhubungan dengan wisata alam.

Bumi berputar, jaman berubah namun Kota Bandung tetap menjadi salah satu primadona tujuan wisata tidak hanya bagi warga Jawa Barat tetapi juga bagi penduduk di tanah air dan penduduk mancanegara. Bandung tidak hanya menyediakan pemandangan alam yang menyejukkan mata, tetapi juga gudangnya fashion dan kuliner yang terkenal ke penjuru nusantara. Belum lagi acara musiknya.

Belakangan, event atau acara-acara yang diselenggarakan di Kota Bandung juga mampu menyedot wisatawan untuk mengunjungi Kota Bandung, seperti Asia Afrika Festival, pawai kendaraan hias dalam rangka memeriahkan HUT Kota Bandung, Pasar Seni ITB, berbagai event lari di Kota Bandung, dan Braga Beken (Braga Bebas Kendaraan) yang rutin dilaksanakan seminggu sekali. Masih banyak sebenarnya event atau acara-acara yang tidak bisa penulis sebutkan dalam tulisan singkat ini.

Dari sekian banyak acara, satu masalah yang sering menjadi perhatian penulis, yaitu setiap ada acara terjadi kemacetan lalu lintas dimana-mana. Trotoar-trotoar yang seharusnya diperuntukkan bagi pedestrian beralih fungsi menjadi tempat parkir kendaraan, khususnya roda dua. Sisi-sisi jalan utama dipenuhin kendaraan roda empat sehingga terjadi penyempitan jalan. Dan yang lebih memprihatinkan setiap ada acara selalu dilakukan penutupan jalan supaya tidak terjadi kemacetan yang imbasnya terjadi kemacetan di tempat lainnya.

Pejalan kaki melintas di trotoar yang sudah diperbaiki di Jalan Lombok, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Pejalan kaki melintas di trotoar yang sudah diperbaiki di Jalan Lombok, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)

Dari berbagai kasus tersebut, kita dapat melihat bahwa setiap ada acara, fasilitas-fasilitas yang diperuntukkan bagi pedestrian atau pejalan kaki selalu diserobot oleh kepentingan yang tidak seharusnya. Meski kantong-kantong parkir disediakan dan himbauan menggunakan angkutan umum digaungkan oleh penyelenggara acara, sepertinya hanya masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Bagaimana cara mewujudkan agar Kota Bandung ramah terhadap wisata pedestrian?

Banyaknya akses menuju Kota Bandung dengan menggunakan angkutan umum seharusnya mampu mengurangi jumlah kendaraan yang hilir mudik menikmati suasana Kota Bandung, khususnya dari luar kota. Wisatawan dari luar kota bisa masuk ke dalam Kota Bandung dengan menggunakan kereta cepat Whoosh, kereta api, bus kota, dan kendaraan travel yang semakin menjamur.

Untuk memudahkan wisatawan menuju Kota Bandung, pemerintah harus menyediakan feeder atau kendaraan pengumpan dari titik-titik pemberhentian wisatawan luar kota. Apa yang dilakukan dinas perhubungan provinsi Jawa Barat bersama PT Jasa Sarana dengan menyediakan feeder penghubung antara kawasan pemukiman dengan halte bus terdekat, patut dicontoh meski belum sepenuhnya terakomodasi. Hal ini bakal efektif mengurangi wisatawan yang datang ke Kota Bandung dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Hotel-hotel atau penginapan yang berada di Kota Bandung menyediakan fasilitas kendaraan untuk menjemput tamu-tamunya dari luar kota seperti video jaman kolonial yang beredar di media-media sosial. Dalam tayangan itu, kita bisa melihat tamu-tamu yang akan menginap di Hotel Savoy Homann, yang datang menggunakan kereta api dijemput di Stasiun Kota Bandung menggunakan kendaraan yang disediakan pihak hotel.

Selain menyediakan feeder dari tempat-tempat pemberhentian wisatawan luar kota, pemerintah juga wajib menyediakan feeder ke tempat tujuan wisata. Menarik apa yang dilakukan dinas perhubungan Kabupaten Bandung yang dananya masih berasal dari pemerintah provinsi Jawa Barat dengan menyediakan trayek Soreang-Ciwidey sebagai feeder untuk koridor BRT Soreang-Leuwi Panjang. Harapannya tentu akan mengurangi kemacetan wisatawan yang akan mengunjungi area Ciwidey dan sekitarnya. Kita tunggu saja.

Mewujudkan Kota Bandung menjadi kota yang ramah bagi wisata pedestrian tidak semudah membalikan tangan karena harus mengurangi jumlah kendaraan yang lalu lalang di Kota Bandung. Perlu regulasi dari pemerintah untuk membatasi kendaraan karena ajakan atau himbauan sepertinya sudah tidak mempan. Selain itu kesadaran dari warga Kota Bandung agar lalu lintas tidak pajeujeut sangat diperlukan. Jangan hanya mengomel tentang kemacetan sementara dirinya sendiri juga merupakan bagian dari kemacetan itu sendiri.

Warga mengambil air sumur yang berada di trotoar Jalan Cipaganti, Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Warga mengambil air sumur yang berada di trotoar Jalan Cipaganti, Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)

Jika melihat kegiatan warga dan wisatawan yang datang ke Kota Bandung di akhir pekan, yang sering memenuhi jalan-jalan dengan lari atau jalan santai, sering terlihat di hari kerja juga, dan menggunakan sepeda rasanya tidak mustahi jika warga Kota Bandung kembali menggunakan angkutan umum supaya jalan bagi pedestrian terbuka lebar. Warga sepertinya jenuh walau belum sepenuhnya dengan hari-hari yang dipenuhi dengan riuh rendahnya kendaraan yang memenuhi jalan-jalan kota.

Hari ini Sabtu, 16 November 2025, prfmnews melaporkan calon penumpang Armada Metro Jabar Trans (MJT) Koridor 1 Leuwipanjang-Soreang tak bisa diangkut karena bus sudah penuh sesak. Semoga saja kabar ini menjadi berita baik bagi warga Kota Bandung agar kembali memenuhi angkutan-angkutan umum. Dan ini menjadi sinyal bagi pemerintah supaya menyediakan angkutan umum yang nyaman, aman, dan murah tentunya.

Semoga ke depannya harapan supaya Kota Bandung menjadi kota yang ramah bagi wisata pedestrian segera terwujud. Kita berharap tidak melihat lagi, di Jalan Tamblong, Jalan Suniaraja, Jalan Braga, Jalan Naripan pabeulit antara parkir motor, mobil, pedagang kaki lima, dan pedestrian (pejalan kaki) apabila ada acara Braga Beken. Atau wisatawan bisa bebas mengeksplorasi Jalan Asia-Afrika dan sekitarnya tanpa harus takut terserempet kendaraan yang melintas di Jalan Asia-Afrika. Atau bisa bolak balik lari, jalan kaki, dan naik sepeda dari Dago Atas sampai Dago Bawah. Atau bisa wisata ke Lembang tanpa harus takut kehabisan waktu di jalan karena terjebak kemacetan. Semoga ….  (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Eli Rusli
Tentang Eli Rusli
Menulis cerita pendek dan opini dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 30 Agu 2026, 12:04

Sehat untuk Semua, Warga Desa Nagarawangi Ikuti CKG dan Edukasi Pertolongan Pertama

Warga Nagarawangi mengikuti CKG dan edukasi kesehatan, mulai dari pertolongan pertama dalam situasi darurat hingga kesehatan psikologis anak dan remaja bersama Puskesmas Rancakalong.

Kegiatan Pelaksanaan Program "Sehat  untuk Semua Warga Desa Nagarawangi" (KKN UNINUS Kel.5&6) (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 09:59

Budaya Mengaji di Tengah Kota

Di tengah modernitas dan dinamisnya kehidupan perkotaan. Masih ada ruang di sudut perkotaan untuk mempertemukan anak-anak dengan kehidupan sosial dan agamanya.

Mengaji di kalangan anak-anak menjadi memori yang begitu melekat. Melihat aktivitas tersebut masih berjalan di area perkotaan menjadi fenomena yang menarik untuk dibahas. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 18:08

Menerapkan Pompa Submersible Tenaga Surya untuk Atasi Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di berbagai wilayah dihadang masalah klasik yakni titik api jauh dari sumber air dan listrik.

Ilustrasi penggunaan sistem pompa untuk atasi karhutla (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 17:38

Alibasah Sentot Abdullah Mustafa Prawirodirdjo Menumpas Kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832

Kisah heroik Alibasah Sentot Prawirodirdjo saat memimpin pasukan menumpas kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832. Analisis sejarah mendalam tentang strategi dan dampaknya bagi kolonial.

Alibasah Sentot Prawirodirdjo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: G.L. Kepper: Wapenfeiten van het Nederlandsch-Indisch leger)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 16:29

Romantisme Membaca Majalah Mangle Edisi Agustus 1962: Jejak Mojang Bandung Doeloe dan Kiwari

Ada romantisme tersendiri ketika membuka kembali sebuah majalah tua yang telah berusia puluhan tahun.

Majalah Mangle edisi Agustus 1962, menampilkan mojang Bandung, Tatty Kartika, sebagai wajah sampul. (Sumber: Dokumentasi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 15:52

Riwayat Cikao dan Cikaobandung Sejak Dahulu Hingga Sekarang

Riwayat Cikaobandung dari masa lalu hingga masa kini. Menelusuri jejak perkembangan wilayah, peran strategis, transformasi sosial dan budaya yang kaya nilai historis dalam narasi yang mendalam.

Tjikao Koffiepakhuis – Gudang Kopi Cikao, 1880. (Sumber: Koleksi Leiden University Libraries)
Linimasa 28 Agu 2026, 15:09

Riwayat Hitam Kebakaran Hutan di Kalimantan, 4 Dekade Kabut di Lahan Gambut

Kebakaran hutan berulang di Kalimantan sejak 1982. Ketahui riwayat karhutla besar, El Niño, lahan gambut, hingga peristiwa 2026.

Ilustrasi kebakaran hutan.
Sejarah 28 Agu 2026, 14:30

Sejarah Gempa NTT, Tercatat Sejak 1898

Sejarah gempa besar NTT berlangsung lebih dari satu abad, dengan sejumlah peristiwa disertai tsunami dan korban jiwa besar.

Dampak tsunami Lunyuk 1977. (Sumber: Pulau Sumba News)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 14:01

Peran Unpad Membantu Gen Z Raih LoA Universitas Top Dunia

Saat ini adalah momentum untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) agar setara dengan negara maju.

Ilustrasi peran Unpad membantu siswa memperoleh LoA dari universitas top dunia (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 12:42

Jangan Menjadikan ‘Pitbull’ sebagai Tersangka Tunggal

Dalam kasus pitbull di Arjasari, Anjing itu memang yang menyerang anak. Itu terlihat jelas dalam rekaman video yang sempat viral di media sosial. 

Ilustrasi anjing sebagai hewan peliharaan. (Sumber: Magnific)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 10:25

Motivasi dan Peluang Mahasiswa Wirausaha

Sebab di era digital dan era yang penuh ketidakpastian ini, mahasiswa sangat ditekankan untuk mengelola setiap keputusannya.

Ilustrasi mahasiswa (Sumber: Pexels | Foto: hartono subagio)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 20:20

Ayyuhal Walad: Kumpulan Nasihat Imam Al-Ghazali untuk Orang yang Sedang Mencari

Ayyuhal Walad merupakan kumpulan nasihat yang ditulis ketika Al-Ghazali mendapatkan surat dari salah satu murid kinasihnya.

Buku "Ayyuhal Walad". (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 18:34

Sudahkah Hukum Berpihak pada Korban Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur?

Mengangkat isu mengenai kekerasan seksual pada anak sebagai persoalan yang sensitif dan penting, memaparkan berbagai kekerasan seksual, dan membahas mengenai sulitnya bagi korban untuk bersuara.

Ilustrasi anak yang mengalami trauma kekerasan. (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 17:25

Istilah Sunda untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Masyarakat Sunda memiliki lima istilah untuk menggambarkan tingkat guncangan gempabumi, dari riyeg hingga pralaya, yang berkaitan dengan skala MMI dan dampak kerusakannya.

Gambar tafsir baru mitologi gempabumi. Bola bumi berada di ujung tanduk sapi yang berdiri di atas paus. Bila paus dan sapi bergerak, terjadilah gempabumi. (Sumber: Dok. T Bachtiar)
Beranda 27 Agu 2026, 16:55

Kemenkes Temukan Jutaan Kasus PTM lewat Cek Kesehatan Gratis, Prioritaskan Tata Laksana demi Indonesia Emas 2045

Skrining Cek Kesehatan Gratis terhadap 73,8 juta peserta hingga Juli 2026 mengungkap jutaan kasus penyakit tidak menular yang selama ini tidak terdeteksi.

Pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 27 Agu 2026, 16:20

73,8 Juta Peserta Jangkau Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Ubah Paradigma Menuju Indonesia Emas 2045

Generasi yang sakit akan sulit menjadi generasi unggul, sementara generasi yang sehat menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045.

Program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 15:17

Selawatan, Muludan, dan Perdamaian 

Dari buku yang semula hanya tergeletak di rak sederhana tiba-tiba menjadi pintu masuk untuk membicarakan Islam tidak hanya mengajarkan bagaimana mencintai Nabi, tetapi harus menjadi landasan bersama

Anak-anak tengah asyik diskusi sebelum belajar ngaji bersama. (Sumber: instagram @jaro_numoto)