Jalan Kota Bandung yang Tak Lagi Ramah di Mata Pengguna Sepeda

Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan Rabu 07 Jan 2026, 08:34 WIB
Pengecatan ulang garis jalur khusus sepeda di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Rabu 10 Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Pengecatan ulang garis jalur khusus sepeda di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Rabu 10 Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

AYOBANDUNG.ID - Wajah jalanan Bandung pada 2026 kian sesak. Namun, di tengah deru mesin yang mendominasi ruang jalan, fasilitas bagi pesepeda yang sempat gencar dibangun beberapa tahun lalu justru memudar dan terabaikan.

Kondisi lajur pesepeda di Kota Bandung nyatanya masih menyisakan pekerjaan rumah yang cukup besar. Dukungan fasilitas yang belum sepenuhnya berpihak serta budaya bersepeda yang masih dipertanyakan menjadi dua sisi persoalan yang terus disorot. Lantas, bagaimana seharusnya cara pandang yang diterapkan untuk mewujudkan sistem lingkungan kota yang adil dan inklusif bagi seluruh pengguna jalan?

“Kita jangan terjebak dalam pemikiran dikotomis. Jadi mindset-nya masih kebijakan itu berdasarkan demand. Kalau demand-nya nggak ada, nggak ada kebijakan,” ucap Ketua Bike To Work Bandung, Moch Andi Nurfauzi, beberapa waktu lalu.

Ketua Bike To Work Bandung, Moch Andi Nurfauzi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ketua Bike To Work Bandung, Moch Andi Nurfauzi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

“Nah, itu adalah cara berpikir pengembangan kebijakan yang kurang tepat. Karena kebijakan itu layanan publik yang tidak bisa transaksional gitu,” tambahnya.

Beberapa hasil temuan seperti fasilitas lajur sepeda yang belum merata, praktik parkir liar di lajur sepeda, perbaikan jalan yang belum selesai, hingga lajur yang hilang menjadi persoalan yang disoroti oleh anggota kolektif warga pesepeda Bandung, atau yang dikenal dengan Bike To Work (B2W) Bandung.

Pertama, parkir liar di lajur pesepeda ditemukan di tiga ruas jalan, yakni di sekitar Balai Kota, Jalan Aceh, dan Jalan Karapitan.

Kedua, bekas tambalan jalan yang belum diperbaiki masih dijumpai di Jalan Suci, kawasan Dago, serta di Jalan Merdeka.

Ketiga, lajur sepeda yang terputus ditemukan di kawasan BKR dan di Jalan Soekarno Hatta.

Pengecatan ulang jalur khusus sepeda untuk meningkatkan kenyamanan dan juga meningkatkan keselamatan lalulintas pengguna sepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Pengecatan ulang jalur khusus sepeda untuk meningkatkan kenyamanan dan juga meningkatkan keselamatan lalulintas pengguna sepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Peraturan mengenai keselamatan dan fasilitas pendukung pesepeda sejatinya telah tertuang dalam Permenhub No. 59 PM Tahun 2020 serta Peraturan Wali Kota (Perwali) Bandung Nomor 47 Tahun 2022. Regulasi ini mengatur ketentuan umum, ruang lingkup, jenis sepeda, persyaratan keselamatan pesepeda, tata cara bersepeda, fasilitas pendukung, budaya bersepeda, hingga monitoring dan evaluasi.

Hasil observasi Bike To Work Bandung menilai bahwa makna keselamatan yang tertuang dalam Perwali bagi pengguna sepeda masih dilekatkan pada dukungan fasilitas semata.

“Artinya kalau sudah ada parkir sepeda, kalau sudah ada lajur, maka insyaallah parkir sepeda dijamin selamat gitu. Tapi belum ada indikator keselamatan berdasarkan risiko,” jelas Andi.

Ketidakadilan ruang jalan di Bandung masih sangat car- and motorcycle-centric, sementara pengguna jalan lain seperti pesepeda dan pejalan kaki kerap diposisikan sebagai warga kelas dua.

“Fokus pada fasilitas itu adalah standar minimal yang harus ada karena itu bukan hanya kebutuhan kita, tapi itu adalah amanat yang sudah tertuang dalam Perwali tadi,” ujar Andi.

Bagi B2W, memisahkan antara pembangunan fisik dan pembentukan budaya merupakan pola pikir yang keliru. Jika salah satunya diabaikan, fasilitas yang dibangun berpotensi hanya menjadi ‘monumen’ tanpa fungsi maksimal.

Andi menyampaikan, “(Katanya) budayanya dulu harus ada, karena kalau budayanya ada, nanti fasilitas juga ngikutin. Iya kalau fasilitasnya ngikutin, dijamin nggak? anggarannya ada untuk pengembangannya? kan nggak tentu juga,” ucap dia.

“Jadi fasilitas dan budaya itu harus bareng-bareng. Nggak bisa terpisah-pisah mikirnya gitu,” tambahnya.

Agar gerakan ini tidak berhenti sebagai kritik musiman atau sekadar wacana di meja diskusi, diperlukan payung hukum yang lebih tinggi dan mengikat. B2W memandang kebijakan setingkat Peraturan Daerah (Perda) sebagai kunci untuk mengunci komitmen jangka panjang Pemerintah Kota.

“Cara melegitimasi perubahan paradigma itu, kami berniat untuk mendorong terbentuknya Perda tentang mobilitas ramah lingkungan dan berkelanjutan. Selama perda itu belum terbentuk, maka gagasan-gagasan seperti ini hanya muncul dalam ruang-ruang diskusi,” tutupnya.

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Jan 2026, 11:05 WIB

Interior Bus Listrik Metro sebagai Pengalaman Ruang Bergerak di Kota Bandung

Transportasi publik dalam konteks ini, dipahami sebagai ruang interior bergerak yang dialami secara nyata oleh pengguna/penumpang.
Bus listrik metro. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Biz 24 Jan 2026, 21:30 WIB

Menyelami Dinamika Properti Indonesia: Antara Regulasi, Pasar, dan Integritas Developer

Industri properti kini bukan lagi sekadar urusan semen dan baja, melainkan pertarungan kecerdasan dalam menafsirkan naskah regulasi yang terus berganti.
Industri properti kini bukan lagi sekadar urusan semen dan baja, melainkan pertarungan kecerdasan dalam menafsirkan naskah regulasi yang terus berganti. (Sumber: Freepik)
Beranda 24 Jan 2026, 09:15 WIB

Memaknai Filosofi Warna Wayang Golek sebagai Cermin Karakter dan Arti Kehidupan

Tak hanya posisi mahkota, warna pada wajah wayang juga menjadi kunci untuk memahami filosofi karakter.
Tatang Ruhiana dan koleksi wayan goleknya yang dijual di galeri Alan Ruchiat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 22:10 WIB

Normalisasi Sungai Mandiri: Kepemimpinan RT/RW Menjawab Tantangan Banjir

Kabupaten Bandung termasuk wilayah yang hampir setiap musim penghujan mengalami banjir di sejumlah titik.
Ketua RT 02 dan warga membersihkan tumbuhan liar dan semak semak di aliran sungai. (Foto: Jumali indrayanto)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 20:43 WIB

Kualitas Perjalanan Warga Bandung Menurun, Evaluasi Infrastruktur Transportasi Mengemuka

Kemacetan di Bandung membuat perjalanan harian warga lebih lama, menurunkan produktivitas, dan menurunkan kenyamanan mobilitas. Perlu pengaturan lalu-lintas lebih baik.
Pengendara terjebak macet di Buah Batu Ketika hujan turun, Senin (01/12/2025). (Foto: Nabila Khairunnisa P)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 19:47 WIB

Lisa Blackpink di Bandung Barat: Antara Gengsi Global dan Ujian Tatakrama Kita

Lisa Blackpink syuting di Bandung Barat? Intip alasan Netflix memilih Citatah dan bagaimana warga menyikapi bocornya lokasi syuting tersebut.
Salah satu tebing karst yang terus dijaga bersama adalah Tebing Citatah 125 karena di sinilah sejarah panjat tebing Indonesia bermula. (Sumber: Eiger)
Ayo Biz 23 Jan 2026, 17:24 WIB

Industri Sepak Bola Putri Indonesia Sedang Bertumbuh di Tengah Kekosongan Liga Resmi

Dari Bandung, Tangerang hingga Samarinda, gairah sepak bola putri tumbuh dengan cepat, menghadirkan pemandangan baru yang beberapa tahun lalu masih jarang terlihat.
Dari Bandung, Tangerang hingga Samarinda, gairah sepak bola putri tumbuh dengan cepat, menghadirkan pemandangan baru yang beberapa tahun lalu masih jarang terlihat. (Sumber: MilkLife Soccer Challenge)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 16:58 WIB

Menata Ulang Wajah Transportasi Bandung

Lalu lintas Bandung yang terbilang sangat padat telah menjadi masalah bagi warga sejak tahun 2024.
Kemacetan Bandung Pada malam hari (21.52 WIB) di Jln. Terusan Buah Batu. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Muhammad Airell Fairuzia)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 16:24 WIB

Kota Wisata dengan Beban Mobilitas Tinggi: Tantangan Tata Transportasi Bandung

Pemerintah sudah mencoba menerapkan berbagai cara untuk mengatasi permasalahan kemacetan, namun masih tak kunjung menemukan solusi yang tepat.
Kemacetan arus lalu lintas di ruas jalan Buah Batu, Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, menjadi pemandangan sehari hari bagi warga yang melintas (03/12/2025). (Sumber: Ramadhan Dwiadya Nugraha)
Ayo Biz 23 Jan 2026, 15:58 WIB

Menjaga Pertumbuhan di Tengah Krisis Fiskal: Strategi Obligasi dan Sukuk Jawa Barat

Ekonomi Jawa Barat pada Triwulan II 2025 tumbuh solid sebesar 5,23% year-on-year. Namun, di balik angka yang tampak menjanjikan itu, terdapat bayangan tantangan fiskal yang semakin nyata.
Ilustrasi obligasi dan sukuk daerah memperluas inklusi keuangan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 15:01 WIB

Ketika Mobilitas Tersendat, Kepercayaan Publik Ikut Tergerus

Kemacetan yang terus menerus terjadi membuat masyarakat Bandung semakin resah.
Pengendara mobil dan motor yang menunggu macet di malam hari (02/11/2025). (Foto: Sherina Khairunisa)
Ayo Jelajah 23 Jan 2026, 14:03 WIB

Kisah Para Warga Bandung yang Terjerat Tipu Daya Judi Online Kamboja

Judi online jaringan Kamboja menjalar hingga Bandung lewat iklan kerja digital. Anak muda direkrut sebagai operator dari rumah kontrakan atau luar negeri dengan janji gaji bulanan yang terlihat wajar.
Ilustrasi judi Kamboja.
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 13:38 WIB

Dana Indonesiana Tertunda, Pelestari Budaya Ngada Alami Tekanan Mental

Dana Indonesiana belum cair, program budaya Ngada tertunda, pelakunya menghadapi tekanan sosial dan mental di kampungnya sendiri.
Desa Adat Bena. (Sumber: Arsip pribadi narasumber)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 12:08 WIB

Catatan Awal Tahun dari Wargi Bandung

Januari 2026 tiba, udara Bandung terasa berbeda.
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di dekat Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 10:07 WIB

Semestinya Kita Berefleksi dari Bencana Sumatra

Peristiwa ini bukan sekadar kabar duka dari satu wilayah, melainkan cermin rapuhnya kesiapsiagaan kita menghadapi bencana yang berulang.
Sisa banjir di Sumatra Barat pada awal Desember 2025. (Sumber: pkp.go.id)
Beranda 23 Jan 2026, 06:49 WIB

Konsistensi infoantapani Menyapa Warga Antapani Selama 12 Tahun, Bukan Cuma Urusan Algoritma dan Engagement

Akun ini tidak ingin dipandang sebagai media yang semata-mata mengutamakan kecepatan, namun juga tidak memilih gaya bahasa yang saklek, kaku, atau terlalu formal.
Owner dan founder @infoantapani, Venda Setya Nugraha. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 06:33 WIB

Bunderan Cibiru dan Tumpukan Kendaraan

Bunderan Cibiru menjadi salah satu titik macet yang ada di Bandung.
Macet menjelang Malam Natal dan Tahun Baru. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 22 Jan 2026, 21:00 WIB

Hanya 'Keajaiban' yang Bisa Menuntaskan Masalah Kemacetan di Kota Bandung

Macetnya Kota Bandung kerap menjadi sorotan, bagaimana cara mengatasinya?
Padatnya Kota Bandung pada sore hari, Rabu (3/12/2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Venecia Fiantika)
Ayo Biz 22 Jan 2026, 18:39 WIB

Industri Belajar Bernapas Hijau: Ketika Sustainability Jadi Nafas Baru

Dengan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, industri dapat menekan dampak negatif melalui efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan pemanfaatan bahan baku ramah lingkungan.
Dengan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, industri dapat menekan dampak negatif melalui efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan pemanfaatan bahan baku ramah lingkungan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 22 Jan 2026, 18:14 WIB

Cinta Bobotoh pada PERSIB, Sebuah Kesetiaan Tanpa Syarat

Kesetiaan Bobotoh terhadap PERSIB Bandung yang tidak bergantung pada kemenangan atau prestasi semata.
Jadi warna lain yang menyapa di laga Persib, Bobotoh Unyu-unyu bukan sekadar pendukung tapi wajah baru dalam dinamika suporter sepak bola Indonesia. (Sumber: dok. Bobotoh Unyu-unyu)