Jalan Kota Bandung yang Tak Lagi Ramah di Mata Pengguna Sepeda

3 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan
Pengecatan ulang garis jalur khusus sepeda di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Rabu 10 Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Pengecatan ulang garis jalur khusus sepeda di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Rabu 10 Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

AYOBANDUNG.ID - Wajah jalanan Bandung pada 2026 kian sesak. Namun, di tengah deru mesin yang mendominasi ruang jalan, fasilitas bagi pesepeda yang sempat gencar dibangun beberapa tahun lalu justru memudar dan terabaikan.

Kondisi lajur pesepeda di Kota Bandung nyatanya masih menyisakan pekerjaan rumah yang cukup besar. Dukungan fasilitas yang belum sepenuhnya berpihak serta budaya bersepeda yang masih dipertanyakan menjadi dua sisi persoalan yang terus disorot. Lantas, bagaimana seharusnya cara pandang yang diterapkan untuk mewujudkan sistem lingkungan kota yang adil dan inklusif bagi seluruh pengguna jalan?

“Kita jangan terjebak dalam pemikiran dikotomis. Jadi mindset-nya masih kebijakan itu berdasarkan demand. Kalau demand-nya nggak ada, nggak ada kebijakan,” ucap Ketua Bike To Work Bandung, Moch Andi Nurfauzi, beberapa waktu lalu.

Ketua Bike To Work Bandung, Moch Andi Nurfauzi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ketua Bike To Work Bandung, Moch Andi Nurfauzi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

“Nah, itu adalah cara berpikir pengembangan kebijakan yang kurang tepat. Karena kebijakan itu layanan publik yang tidak bisa transaksional gitu,” tambahnya.

Beberapa hasil temuan seperti fasilitas lajur sepeda yang belum merata, praktik parkir liar di lajur sepeda, perbaikan jalan yang belum selesai, hingga lajur yang hilang menjadi persoalan yang disoroti oleh anggota kolektif warga pesepeda Bandung, atau yang dikenal dengan Bike To Work (B2W) Bandung.

Pertama, parkir liar di lajur pesepeda ditemukan di tiga ruas jalan, yakni di sekitar Balai Kota, Jalan Aceh, dan Jalan Karapitan.

Kedua, bekas tambalan jalan yang belum diperbaiki masih dijumpai di Jalan Suci, kawasan Dago, serta di Jalan Merdeka.

Ketiga, lajur sepeda yang terputus ditemukan di kawasan BKR dan di Jalan Soekarno Hatta.

Pengecatan ulang jalur khusus sepeda untuk meningkatkan kenyamanan dan juga meningkatkan keselamatan lalulintas pengguna sepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Pengecatan ulang jalur khusus sepeda untuk meningkatkan kenyamanan dan juga meningkatkan keselamatan lalulintas pengguna sepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Peraturan mengenai keselamatan dan fasilitas pendukung pesepeda sejatinya telah tertuang dalam Permenhub No. 59 PM Tahun 2020 serta Peraturan Wali Kota (Perwali) Bandung Nomor 47 Tahun 2022. Regulasi ini mengatur ketentuan umum, ruang lingkup, jenis sepeda, persyaratan keselamatan pesepeda, tata cara bersepeda, fasilitas pendukung, budaya bersepeda, hingga monitoring dan evaluasi.

Hasil observasi Bike To Work Bandung menilai bahwa makna keselamatan yang tertuang dalam Perwali bagi pengguna sepeda masih dilekatkan pada dukungan fasilitas semata.

“Artinya kalau sudah ada parkir sepeda, kalau sudah ada lajur, maka insyaallah parkir sepeda dijamin selamat gitu. Tapi belum ada indikator keselamatan berdasarkan risiko,” jelas Andi.

Ketidakadilan ruang jalan di Bandung masih sangat car- and motorcycle-centric, sementara pengguna jalan lain seperti pesepeda dan pejalan kaki kerap diposisikan sebagai warga kelas dua.

“Fokus pada fasilitas itu adalah standar minimal yang harus ada karena itu bukan hanya kebutuhan kita, tapi itu adalah amanat yang sudah tertuang dalam Perwali tadi,” ujar Andi.

Bagi B2W, memisahkan antara pembangunan fisik dan pembentukan budaya merupakan pola pikir yang keliru. Jika salah satunya diabaikan, fasilitas yang dibangun berpotensi hanya menjadi ‘monumen’ tanpa fungsi maksimal.

Andi menyampaikan, “(Katanya) budayanya dulu harus ada, karena kalau budayanya ada, nanti fasilitas juga ngikutin. Iya kalau fasilitasnya ngikutin, dijamin nggak? anggarannya ada untuk pengembangannya? kan nggak tentu juga,” ucap dia.

“Jadi fasilitas dan budaya itu harus bareng-bareng. Nggak bisa terpisah-pisah mikirnya gitu,” tambahnya.

Agar gerakan ini tidak berhenti sebagai kritik musiman atau sekadar wacana di meja diskusi, diperlukan payung hukum yang lebih tinggi dan mengikat. B2W memandang kebijakan setingkat Peraturan Daerah (Perda) sebagai kunci untuk mengunci komitmen jangka panjang Pemerintah Kota.

“Cara melegitimasi perubahan paradigma itu, kami berniat untuk mendorong terbentuknya Perda tentang mobilitas ramah lingkungan dan berkelanjutan. Selama perda itu belum terbentuk, maka gagasan-gagasan seperti ini hanya muncul dalam ruang-ruang diskusi,” tutupnya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)