Senjakala Sepeda Boseh Bandung: Ramai Saat Weekend, Sepi Saat Weekday

3 menit baca
Bob Yanuar
Ditulis oleh Bob Yanuar diterbitkan
Bike on the Street Everybody Happy alias Sepeda Boseh Bandung di salah satu shelter. (Sumber: Ayobandung)
Bike on the Street Everybody Happy alias Sepeda Boseh Bandung di salah satu shelter. (Sumber: Ayobandung)

AYOBANDUNG.ID - Orang Bandung itu kreatif, bahkan sampai bikin akronim. Bayangkan saja, program penyewaan sepeda diberi nama Bike on The Street Everybody Happy. Kalau disingkat jadi Boseh, kedengarannya bukan seperti program pemerintah, melainkan tagline iklan permen karet. Diluncurkan tahun 2017 oleh Ridwan Kamil yang waktu itu masih Wali Kota Bandung, program ini digadang sebagai solusi gaya hidup sehat, mengurangi macet, sekaligus menambah aura turisme kota.

Tarifnya tidak bikin kantong bolong. Cuma Rp1.000 di jam pertama, Rp2.000 per jam berikutnya. Artinya, dengan Rp3.000 saja orang bisa sepedaan dua jam penuh. Lebih murah daripada parkir motor di mal. Kalau mau lebih gaya, ada sepeda listrik dengan tarif Rp30 ribu per jam—mirip harga nongkrong sekali ngopi.

Secara konsep, program ini bisa jadi cerita manis. Tapi di lapangan, Boseh lebih mirip warung bakso depan sekolah: baru rame kalau Sabtu-Minggu. Di hari kerja, sepedanya parkir rapi menunggu jodoh yang tak kunjung datang. “Kalau hari biasa sih emang paling yang sewa 10-15 kali dengan rata-rata durasi 1-2 jam. Tapi kalau akhir pekan ini memang biasanya disewa semua unitnya, kadang sampai antri,” ujar Marissa, petugas di shelter Dalem Kaum.

Shelter Boseh awalnya mencapai 30 titik. Tapi makin ke sini, jumlahnya menyusut. Belasan sudah off. Ada shelter yang terlihat seperti bangkai proyek: docking rusak, kunci patah, sepeda raib. Di Jalan Sukabumi, tepat di sebelah Gedung DPRD, shelter Boseh malah seperti monumen diam: tanpa sepeda, tanpa penyewa.

Baca Juga: Pertempuran Ciseupan Subang 1949, Pasukan Siliwangi di Lembah Dua Sungai

Padahal sistemnya dibuat canggih. Untuk bisa pakai, warga harus mendaftar jadi member. Bawa KTP atau kartu pelajar, lalu dapat kartu Brizzi khusus. Setelah itu tinggal tap di mesin, masukkan PIN, pilih sepeda, dan kunci otomatis terbuka. Seharusnya terdengar modern. Tapi kalau shelter tak ada penjaga, sistem ini bikin orang awam kebingungan. “Pernah waktu itu mau nyewa sepeda di Taman Pramuka, tapi ngga ada yang jaga. Jadi bingung gimana caranya mau nyewa kan. Terus jalur sepeda juga belum memadai, ditambah karakter jalan di Kota Bandung itu padat dan kecil, kurang nyaman,” kata Zaini Novit Yusuf, warga yang mencoba peruntungan sewa Boseh.

Program Unggulan yang Sepi Peminat

Sekitar delapan tahun sudah Boseh hadir di Bandung. Awalnya ia sempat jadi simbol gaya hidup urban. Ada 200 sepeda yang tiap pagi diangkut Dishub dari gudang, disebar ke 23 shelter aktif, lalu sore harinya diangkut lagi. Di kertas, ini tampak seperti program modern. Di lapangan, situasinya tak seindah proposal.

Ridwan Kamil menjajal Boseh saat masih menjadi wali kota Bandung. (Sumber: Humas Pemkot Bandung)
Ridwan Kamil menjajal Boseh saat masih menjadi wali kota Bandung. (Sumber: Humas Pemkot Bandung)

Contohnya shelter Alun-alun Bandung. Sepedanya memang ada, berjajar rapi. Tapi tak ada petugas yang jaga. Orang bingung, harus nanya ke siapa kalau mesin mogok. Di Taman Pramuka, kondisinya lebih mengenaskan: dari delapan dock yang tersedia, cuma ada dua sepeda terparkir. Shelter-shelter yang mati seperti di Cikudapateuh, malah lebih mirip bangkai bangunan kota yang terlupakan.

Walau begitu, masih ada yang cinta dengan Boseh. Arini, warga Bandung yang doyan gowes, mengaku terbantu. “Misal kita mau sepedahan di tengah kota, sedangkan kita yang rumahnya di pinggiran kota bisa bawa kendaraan dulu tanpa harus ribet bawa sepeda dari rumah. Jadi, pas di sini tinggal sewa dan jalan-jalan pakai sepeda,” ujarnya. Tarif murah jadi alasan ia tetap setia.

Baca Juga: Tragedi AACC Bandung 2008, Sabtu Kelabu Konser Beside

Tapi suara pedagang kecil di sekitar shelter justru lebih jujur. Ujang, penjual minuman keliling di dekat Taman Cibeunying, hafal betul pola sepinya. “Jarang ada yang sewa di sini, paling kalau Sabtu-Minggu aja baru ramai yang pake. Kalau hari biasa mah sepi,” katanya. Didin, pemilik kios dekat shelter Taman Pramuka, menimpali: “Mungkin karena disini tempatnya kagok ya, jadi sepedanya paling parkir doang di situ. Sesekali ada memang yang sewa, tapi gak banyak.”

Boseh hari ini ibarat band indie yang cuma naik panggung saat festival akhir pekan. Program yang dulu sempat jadi kebanggaan Pemkot Bandung kini seperti jalan di tempat. Ia belum benar-benar jadi transportasi alternatif, masih sebatas hiburan gowes musiman.

Kalau terus begini, bisa jadi Boseh hanya jadi legenda kota, disebut-sebut dengan nada nostalgis seperti “dulu Bandung pernah punya program sewa sepeda murah, tapi sekarang tinggal kenangan.”

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)