Rumah dan Harapan: Mendekatkan Mimpi Punya Hunian dalam Genggaman Tangan

Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan Selasa 03 Mar 2026, 13:03 WIB
Aplikasi balé by BTN. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

Aplikasi balé by BTN. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

AYOBANDUNG.ID -- Digitalisasi perbankan bukan lagi sekadar soal migrasi layanan ke layar ponsel. Inovasi ini telah menjadi strategi ekonomi untuk menekan biaya, memperluas basis dana murah, sekaligus mempercepat intermediasi kredit.

Di tengah kompetisi industri yang semakin berbasis platform, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menempatkan transformasi digital sebagai fondasi strategi jangka menengahnya. Melalui super app balé by BTN, bank yang selama ini identik dengan pembiayaan perumahan mencoba membangun “rumah digital” bagi nasabah; dan pada saat yang sama, membangun mesin pertumbuhan baru bagi bisnisnya.

Momentum peluncuran balé by BTN pada awal 2025 bukan sekadar rebranding aplikasi. Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan bahwa peluncuran ini merupakan bagian dari transformasi menyeluruh.

Sebagai bagian dari Transformasi BTN, hari ini menjadi hari yang penuh makna. Kami resmi meluncurkan Bale by BTN, sebuah Super App yang memberikan pengalaman perbankan baru bagi nasabah dengan journey lengkap. Kami sengaja menggunakan nama Bale untuk Super App ini karena berasal dari kata ‘balai’ yang berarti ‘rumah’, jadi ini adalah ‘rumah’ bagi masyarakat Indonesia.

Secara ekonomi, perubahan ini penting. Model super app memungkinkan bank tidak hanya menyediakan transaksi dasar, tetapi membangun ekosistem, menggabungkan tabungan, pembayaran, deposito, pembiayaan, hingga kebutuhan gaya hidup dalam satu platform. Pendekatan ini meningkatkan stickiness pengguna dan memperbesar potensi monetisasi jangka panjang.

Angka adopsi pun menjadi indikator awal keberhasilan strategi tersebut. Saat grand launching, balé by BTN telah tersambung dengan 2,3 juta pengguna, dengan tambahan sekitar 100 ribu pengguna baru setiap bulan.

Per Mei 2025, jumlah pengguna telah melampaui 2,5 juta, meningkat menjadi 2,8 juta pada Juli, dan mencapai sekitar 3,7 juta pengguna hingga akhir 2025, atau tumbuh sekitar 66 persen secara tahunan.

Dalam logika ekonomi digital, pertumbuhan ini mencerminkan network effect. Semakin banyak pengguna, semakin besar nilai platform (baik bagi nasabah maupun bagi bank sebagai penyedia layanan). Skala yang membesar juga memungkinkan efisiensi biaya operasional, karena sebagian transaksi berpindah dari cabang fisik ke kanal digital.

Pertumbuhan pengguna diikuti lonjakan nilai transaksi. Pada fase awal 2025, transaksi melalui balé telah mencapai sekitar Rp6,6 triliun per bulan. Sepanjang semester I 2025, nilai transaksi tercatat Rp43,1 triliun, dan hingga akhir 2025 menembus sekitar Rp103,6 triliun, tumbuh hampir 79 persen secara tahunan.

Frekuensi penggunaan pun tinggi, dengan total transaksi mencapai miliaran kali sepanjang tahun. Artinya, aplikasi ini tidak sekadar diunduh, tetapi benar-benar digunakan secara aktif.

Ihwal yang lebih penting, dampaknya terasa pada sisi pendanaan bank. Pengguna balé by BTN berkontribusi terhadap penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sekitar Rp22,8 triliun hingga akhir 2025.

Dalam perspektif ekonomi perbankan, ini signifikan. Digital channel cenderung mendorong pertumbuhan dana murah (CASA), yang menurunkan biaya dana (cost of fund). Ketika biaya dana turun, ruang bagi ekspansi kredit (termasuk KPR) menjadi lebih luas tanpa menekan margin.

Senior Executive Vice President Digital Business BTN, Thomas Wahyudi, menyebut pertumbuhan ini sebagai refleksi transformasi internal.

Performance digital BTN menunjukkan pertumbuhan positif dengan peningkatan user aktif Bale by BTN. Hal ini karena BTN telah bertransformasi sedemikian rupa sehingga transaksi digitalnya mengalami lompatan yang signifikan.

Digitalisasi KPR

Warga beraktivitas di salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Warga beraktivitas di salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Keunikan balé by BTN dibanding banyak aplikasi perbankan lain terletak pada integrasinya dengan ekosistem perumahan. Platform BTN Properti telah digabungkan ke dalam aplikasi, termasuk fitur pengajuan KPR secara digital.

Dalam rangka menghubungkan nasabah dengan ekosistem perumahan, BTN telah menggabungkan platform BTN Properti ke dalam Bale by BTN dan mengembangkan fitur pengajuan KPR online yang lebih efisien.

Secara ekonomi, digitalisasi KPR berarti menurunkan transaction cost: pengumpulan dokumen, verifikasi, hingga pemantauan proses menjadi lebih cepat dan transparan. Ketika friksi berkurang, waktu persetujuan kredit dapat dipangkas. Implikasinya jelas, volume kredit berpotensi meningkat, risiko moral hazard lebih terkendali melalui sistem digital, dan pengalaman nasabah menjadi lebih baik.

Di sinilah digitalisasi bukan hanya soal kemudahan transaksi, melainkan tentang mempercepat fungsi intermediasi bank dalam sektor riil, khususnya perumahan yang memiliki efek berganda besar terhadap ekonomi.

BTN secara terbuka menyebut balé by BTN sebagai bagian dari visi 2025–2029 “Beyond Mortgage”, yakni memperluas peran bank dari sekadar pembiayaan perumahan menjadi mitra pemberdayaan finansial keluarga Indonesia.

Pendekatan ini rasional secara bisnis. Ketika basis nasabah tumbuh melalui layanan transaksi dan lifestyle, peluang cross-selling produk kredit (termasuk KPR) menjadi lebih besar. Super app berfungsi sebagai pintu masuk (front door) untuk seluruh produk perbankan.

Baca Juga: Rumah untuk Siapa: Potret Pembiayaan Perumahan di Tengah Rekor Pertumbuhan

Data pengguna yang menembus jutaan, transaksi ratusan triliun rupiah, serta kontribusi puluhan triliun terhadap DPK menunjukkan bahwa balé by BTN bukan sekadar proyek teknologi. Aplikasi ini jadi bagian instrumen ekonomi.

Digitalisasi dalam konteks ini bekerja pada tiga lapis sekaligus: menekan biaya, memperluas basis dana murah, dan mempercepat penyaluran kredit (terutama KPR yang menjadi fondasinya BTN). Dalam industri perbankan yang semakin kompetitif, keunggulan tidak lagi hanya ditentukan oleh jaringan cabang, melainkan oleh kualitas ekosistem digital.

Jika transformasi ini konsisten dijaga (dari sisi keamanan, literasi, hingga inovasi fitur) balé by BTN berpotensi menjadi lebih dari sekadar aplikasi. Bisa menjadi fondasi baru pertumbuhan berkelanjutan BTN, sekaligus kanal nyata untuk mempermudah akses perbankan dan kepemilikan rumah bagi masyarakat Indonesia. (*)

Berita Terkait

News Update

Linimasa 05 Mar 2026, 21:19

UIN Bandung Sebelum dan Sesudah Magrib Saat Ramadan

Setiap Ramadan, kawasan UIN Sunan Gunung Djati Bandung berubah ramai oleh mahasiswa yang ngabuburit dan berburu takjil.

Suasana menjelang magrib saat Ramadan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 05 Mar 2026, 19:20

10 Netizen Terpilih Februari 2026: Bandung Raya dan Bulan Puasa

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Pameran Al-Qur’an Mushaf Sundawi berhias motif khas budaya Jawa Barat di Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 05 Mar 2026, 14:47

Sejarah Bandung Dijuluki Twente van Indonesië, Kota Kembang Diproyeksikan jadi Pusat Industri

Catatan koran 1949 menggambarkan Bandung dipenuhi pabrik tekstil yang membuatnya dibandingkan dengan Twente di Belanda.

Nederlandsch-Indische Metaalwaren en Emballage Fabrieken (NIMEF) di Bandung tahun 1950-an (Sumber: Wikimedia)
Mayantara 05 Mar 2026, 14:05

Kemarahan Digital Perang Iran dan Keuntungannya bagi Platform Media Sosial

Beberapa hari terakhir ini, linimasa media sosial dan juga WhatsApp Group di Indonesia dipenuhi umpatan dan kutukan.

Imbauan pemberhentian perang. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 05 Mar 2026, 12:06

Suara Tionghoa Menyigi Ruang Dialog, Sosial, Ekonomi, dan Budaya

Ruang perjumpaan dari berbagai umat beragama menjadi taman bertumbuh, tempat pengalaman yang dibagikan tanpa takut, juga tempat identitas dirayakan tanpa curiga.

Suara Tionghoa di Majalengka. (Dok. Penulis)
Beranda 05 Mar 2026, 11:53

Night Walk di Bulan Ramadan, Kaki Besi Perkuat Tren Komunitas Jalan Kaki di Bandung

Meski digelar pada bulan Ramadan, antusiasme peserta tidak surut. Dengan dress code serba hitam yang telah ditentukan panitia, para peserta memadati trotoar dengan tambahan aksesori khas.

Salah satu event komunitas Kaki Besi. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)
Seni Budaya 05 Mar 2026, 10:03

Sejarah Tari Saman, Jejak Warisan Syeikh di Dataran Tinggi Gayo

Jejak nama Saman dikaitkan dengan ulama abad ke-14 dan pengaruh Islam di Aceh, membentuk tarian komunal yang sarat syair moral.

Pagelaran Tari Saman terbesar di dunia dengan 12.262 penari. Acara kolosal ini diadakan pada 13 Agustus 2017 di Stadion Seribu Bukit, Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Mar 2026, 09:25

Renungan Ramadan dan Jadwal Puasa Bandung 1969 dalam Koran Lawas

Membuka kembali lembaran surat kabar lama sering menghadirkan pengalaman yang unik.

Surat kabar Berdikari terbitan Bandung, 28 November 1969, bertepatan dengan 18 Ramadan 1389 Hijriah (57 tahun silam). (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 05 Mar 2026, 06:55

Berawal dari Konten Viral, Kaki Besi Menjadi Komunitas Jalan Kaki Terbesar di Bandung

Berawal dari konten viral di media sosial, Komunitas Kaki Besi berkembang menjadi komunitas jalan kaki terbesar di Bandung. Didirikan oleh Insan Buana, Kaki Besi kini memiliki puluhan ribu pengikut.

Salah satu event Komunitas Kaki Besi. Dalam waktu kurang dari satu tahun, komunitas ini mencatat ribuan anggota aktif. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)
Bandung 04 Mar 2026, 21:33

Menilik Eksistensi Kue Balok Kang Didin, Kuliner Legendaris Bandung sejak 1950 yang Melawan Arus Zaman

Bertempat di Jalan Abdul Rahman Saleh, No. 52, Husen Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Kue Balok Kang Didin disebut berbeda dari ciri khas kue balok lainnya.

Bertempat di Jalan Abdul Rahman Saleh, No. 52, Husen Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Kue Balok Kang Didin disebut berbeda dari ciri khas kue balok lainnya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 16:42

Kisah Ramadan dalam Lagu ‘Lebaran Sebentar Lagi’

Lagu Lebaran Sebentar Lagi merupakan salah satu lagu remake dari band Gigi yang sebelumnya dinyanyikan pertama kali oleh Bimbo. 

Salat Idulfitri. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Beranda 04 Mar 2026, 15:22

Hampir 9 Tahun Bertahan, Begini Cara Dagelan Jabar Mengikuti Perubahan Zaman di Instagram

Berawal dari repost meme receh khas tongkrongan warganet Jawa Barat, akun ini tak memaksa diri menjadi media berita, tetapi juga tak bertahan sebagai sekadar akun humor.

Admin Dagelan Jabar Nono Sugianto. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 15:04

Cikalintu, Tempat yang Keliru Dipilih

Dalam nama Cikalintu, kata 'Kalintu' berarti keliru atau ditukar.

Toponim Cikalintu dalam Peta Topografi Lembar Bandoeng Tahun 1905 (diperbaiki dari peta tahun 1904). Dipetakan oleh Topographisch Bureau, Batavia. (Sumber: Peta koleksi KITLV Heritage)
Sejarah 04 Mar 2026, 14:46

Misteri Danau Cipanas Rancaekek, Tempat Pemandian Bupati Bandung Zaman Dulu

Warga menyebut penambangan bukit Gunung Cipanas memicu lenyapnya sumber panas yang dulu jadi tempat rekreasi elite Bandung.

Danau Cipanas Rancaekek. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 13:30

Benny Soebardja Pelopor Progresif Rock Indonesia

Musisi rock asal Bandung, Benny Soebardja, dikenal lewat band-band yang pernah ia bentuk, mulai dari The Peels, Shark Move, hingga Giant Step.

Benny Soebardja dengan vinyl "Shark Move" (1973) di Delft, Belanda. Dijuluki oleh media asing sebagai The Godfather of Indonesian Progrock Underground. (Sumber: Istimewa)
Ikon 04 Mar 2026, 13:15

Jejak Pitalka, Roti Pipih Ramadan dari Kosovo yang Bertahan Sejak Era Ottoman

anya muncul setahun sekali di Kosovo, pitalka menjadi warisan kuliner sejak masa Ottoman yang tetap hidup di meja iftar Prizren.

Pitalka, roti khas Kosovo yang jadi iftar Ramadan.
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 11:09

Siwok Cante, Konsep Puasa dalam Masyarakat Sunda Pra-Islam

Siwok cante, merupakan salah satu hal yang harus dihindari oleh mereka yang sedang mengemban tugas negara.

Buku hasil transliterasi dan terjemahan pertama Sanghyang Siksakandang Karesian bersama dua naskah Sunda kuna lainnya oleh Tim Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda 1987. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 09:38

Bukan Sekadar Nunggu Azan Magrib, 5 Aktivitas Ngabuburit Berfaedah

Sejatinya, ngabuburit bukan sekadar cara “mengisi waktu”, menunggu azan magrib.

Aktivitas apik ngabuburit di Masjid Raya Al Jabbar. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 03 Mar 2026, 20:40

Sentuhan Estetika di Balik The Edit, Titik Temu Kurasi Fashion Muslim Premium di Bandung

The Edit menghadirkan ruang kurasi fashion yang tidak sekadar menjual produk, namun juga mengusung karya, karakter, dan cerita dari para desainer berbakat Indonesia.

The Edit menghadirkan ruang kurasi fashion yang tidak sekadar menjual produk, namun juga mengusung karya, karakter, dan cerita dari para desainer berbakat Indonesia. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 03 Mar 2026, 19:24

Rumah Tumbuh, Akses Menguat: Ujian Transformasi BTN di Tengah Rekor Pembiayaan

Di tengah lanskap itu, PT Bank Tabungan Negara (BTN) tampil sebagai aktor sentral.

Pekerja merampungkan proyek rumah subsidi di El Hago Residence, Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang (3/12/2020). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Deni Suhendar/Magang)