Membangun Indonesia dengan Rumah 1 Sarjana

7 menit baca
Maya Pone
Ditulis oleh Maya Pone diterbitkan
Ilustrasi wisuda kuliah. (Sumber: Pexels | Foto: Gül Işık)
Ilustrasi wisuda kuliah. (Sumber: Pexels | Foto: Gül Işık)

Ditulis oleh Maya Pone, mahasiswa hukum Universitas Katolik Parahyangan Bandung.

Seorang tokoh terkenal dari Afrika Selatan bernama Nelson Mandela pernah mengatakan bahwa pendidikan adalah senjata untuk merubah dunia. Perkataan ini menjadi bukti bahwa pendidikan adalah kunci perubahan untuk suatu negara ke arah yang lebih baik. Tidak ada satupun negara maju di dunia ini yang pendidikannya terbelakang justru negara-negara tersebut maju karena sektor pendidikannya juga maju. 

Dan data sudah menunjukkan bagaimana korelasi antara pendidikan suatu negara terhadap majunya suatu negara. Contohnya saja Jepang negara yang terkenal dengan sebutan “Negeri Matahari Terbit” menjadi negara maju karena kualitas SDM yang sangat bagus dan pastinya menjadikan pendidikan sebagai senjata nomor satu untuk memajukan Jepang. Dan jika lihat betapa pentingnya pendidikan kenapa Indonesia menjadi salah satu negara yang justru paling terbelakang dalam hal pendidikan. 

Kenapa negara dengan ratusan juta penduduk ini tidak menempatkan pendidikan sebagai salah satu hal yang wajib diprioritaskan? Negara dengan julukan Macan Asia yang konon katanya sedang tertidur ini justru lebih senang tidur daripada bangun? Dan dari situlah muncul ide bagaimana jika pemerintah membuat sebuah program 1 kepala keluarga 1 sarjana dan ini menyasar masyarakat kelas bawah yang mengalami kesulitan keuangan untuk pendidikan.

Data BPS di tahun 2024 yang dilansir dari Kompas menunjukkan bahwasanya hanya 10,20% penduduk Indonesia di atas 15 tahun yang menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Dan data ini menunjukkan ada sebuah masalah dalam pendidikan kita yang mana banyak pihak yang sulit mengakses pendidikan hingga perguruan tinggi karena beberapa sebab dan keterbatasan finansial menjadi dasar utama. Dan negara harus hadir untuk membantu banyak keluarga di Indonesia agar mereka bisa menyekolahkan anak mereka hingga sarjana. 

Ditambah lagi akses pendidikan untuk masyarakat kecil pun belum merata terutama di pelosok Indonesia yang membuat dunia pendidikan negara kita ini jauh dari kata maju. Sehingga dengan uluran tangan negara yang membuat masyarakat akar rumput bisa mengakses pendidikan hingga sarjana akan membantu mereka keluar dari lingkaran kemiskinan dan pastinya akan berdampak kepada negara kita ini. Dengan demikian program 1 keluarga 1 sarjana menjadi jawaban untuk mengatasi masalah tersebut.

Pendidikan sebagai Jalan Pemutus Rantai Kemiskinan

Program yang pernah dicanangkan oleh Pak Ganjar Pranowo waktu mencalonkan diri sebagai presiden tentu menarik perhatian penulis. Bagaimana tidak, program ini memiliki pesan tersirat tentang bagaimana pemerintah berusaha untuk memutus rantai kemiskinan dengan membuat program 1 keluarga 1 sarjana. 

Selain itu, bagaimana pemerintah menggunakan program ini sebagai salah satu cara untuk memajukan pendidikan di Indonesia yang masih tertinggal jauh dari negara-negara maju seperti Jepang dan China. Tentu program tersebut sangat membantu apalagi bagi masyarakat kecil di daerah terpelosok bagaimana dengan program ini bisa memutus rantai kemiskinan serta dapat meningkatkan kualitas SDM serta daya saing di masyarakat.

Anak sekolah di Indonesia. (Sumber: indonesia.go.id)
Anak sekolah di Indonesia. (Sumber: indonesia.go.id)

Dilansir dari data GoodStats tingkat pendidikan di Indonesia saat ini dominan diisi oleh lulusan SD yaitu hanya 22,27% dimana angka tersebut sangat memprihatinkan dan bahkan yang tamatan perguruan tinggi (D3-S1) hanya 6,82% dari total penduduk di Indonesia. Angka-angka tersebut tentu memiliki banyak faktor salah satunya kemiskinan. Kemiskinan yang merajalela di Indonesia menjadi salah sebab mengapa pendidikan di Indonesia saat ini masih sangat rendah dan tertinggal jauh dari negara lain.

Bahkan, ada anak-anak saat ini yang tidak sekolah bukan karena tidak ingin sekolah melainkan fasilitas pendidikan yang tidak layak atau bahkan faktor ekonomi yang tidak memadai. Sungguh sangat ironis bagaimana sektor ekonomi dapat membunuh impian seseorang. Dari hal tersebut dapat di simpulkan bahwa tingkat pendidikan di Indonesia masih jauh dari kata mumpuni. Banyak mimpi yang harus terkubur akibat pemerintah seolah menganggap mereka hanya sebagai lumbung suara ketika ingin menjadi pemenang ketika pemilu akan tetapi ketika menang membiarkan banyak masyarakat miskin ini terendap dalam pilu. Program yang justru dikeluarkan pemerintah saat ini untuk membantu masyarakat bisa dikatakan lebih memilih membeli ikan daripada mancing bagaimana negara lebih memperhatikan isi perut daripada isi kepala.

Dengan program 1 keluarga 1 sarjana tentu sangat dapat membantu masyarakat agar dapat memutus rantai kemiskinan serta dapat meningkatkan ekonomi di masyarakat. Tentu dengan adanya program ini dapat membantu banyak masyarakat kecil yang kesulitan untuk bersekolah agar dapat memiliki kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan hingga tingkat sarjana.

Pengaruh Pendidikan Terhadap Kualitas SDM di Indonesia

Apa yang terjadi jika negara kita memiliki banyak sarjana? Itu tentu menjadi bayang-bayang kita semua, bagaimana negara ini akan menjadi lebih maju, tingkat ekonomi akan berkembang pesat seperti tenaga kerja terampil hingga kualitas SDM yang meningkat, tingkat sosial seperti, masyarakat lebih produktif serta sadar akan hak dan kewajibannya hingga dapat menciptakan generasi emas seperti yang diharapkan akan terjadi di Indonesia pada tahun 2045 mendatang yaitu “Indonesia Emas”, serta yang paling penting dan sangat diharapkan kita semua yaitu angka kemiskinan menurun serta kesejahteraan dalam keluarga akan meningkat. Itu semua tidak didapatkan dengan mudah serta bagaimana pemerintah harus berusaha seperti membuat sebuah program pendidikan yang dapat diikuti semua kalangan masyarakat, seperti yang ada pada judul yaitu 1 rumah 1 sarjana. Program ini sangat membantu bagi keluarga-keluarga yang ekonominya tidak memadai.

Seperti yang kita tahu, di Indonesia saat ini tidak semua keluarga menempuh pendidikan, tidak juga semua anggota keluarganya merasakan pendidikan yang layak serta seharusnya. Bagaimana pemerintah mengambil langkah cepat agar pendidikan di Indonesia saat ini dapat meningkat. Tentu semua membutuhkan peran pemerintah tidak semata hanya masyarakat saja, bagaimana pemerintah seharusnya lebih peka terhadap isu pendidikan yang terjadi saat ini.

Contoh saja negara dengan kualitas pendidikan terbaik seperti Singapura, Cina, hingga Jepang. Negara-negara tersebut merupakan negara maju saat ini bagaimana kualitas pendidikan negara mereka menggambarkan kemajuan pesat negara tersebut. Hal tersebut dapat menjadi gambaran bagi kita bahwa bagaimana tingkatan maupun kualitas sebuah pendidikan sangat berpengaruh terhadap majunya sebuah negara. Dengan program ini dapat menjadi langkah awal bagi pemerintah agar bisa dengan pelan-pelan memulai membangun kualitas pendidikan di Indonesia dan bisa menjadi lebih melek bagaimana kualitas pendidikan sebuah negara dapat mempengaruhi kualitas negara itu sendiri.

Baca Juga: Keamanan Siber di Era Kebebasan Informasi 

Sudah cukup membuat program-program yang justru membuat pendidikan berada di posisi dua bahkan dianggap tidak penting. Jika dilihat dari apa yang selalu dikatakan oleh presiden kita saat ini yang mana Indonesia adalah bangsa yang besar cukup menyedihkan karena faktanya kita tidak ada apa-apanya dimata bangsa lain. Indonesia adalah negara yang lebih mempedulikan lambung daripada otak, yang lebih mempedulikan perut daripada kepala dan masalah ini hanya sebuah titik kecil dari banyaknya masalah di dunia pendidikan Indonesia. Mulai dari gaji guru yang menyedihkan, fasilitas yang tidak layak hingga perubahan kurikulum yang inkonsisten dan membuat bingung para pendidik hingga para peserta didik.

Dengan demikian dapat dilihat bahwa pendidikan di Indonesia masih jauh dari kata cukup. Slogan 2045 Indonesia Emas hanya habis di atas kerta tanpa ada tindakan nyata. Pendidikan yang justru menjadi senjata untuk merubah keadaan negara ini malah dianggap tidak penting. Bahkan dengan situasi yang sudah seburuk ini masih saja banyak pihak yang menjadikan pendidikan sebagai ladang korupsi dan itu sangat menyedihkan.

Bagaimana mungkin ada pihak-pihak tertentu yang justru menjatuhkan racun ke tanah tempat generasi yang akan datang harus diberikan pupuk untuk bertumbuh bukan sebaliknya. 1 keluarga 1 sarjana akan menjadi program yang sangat membantu kalangan akar rumput untuk mengakses pendidikan hingga sarjana. Wacana ini akan sangat bagus jika diterapkan saat ini karena banyak masyarakat butuh dukungan untuk mencapai akses pendidikan yang lebih tinggi. Di sini bukan menunjukkan bahwa program yang saat ini sedang berjalan itu buruk akan tetapi lebih ke arah bahwa ada yang lebih penting daripada sekedar makan gratis.

Kendatipun demikian untuk merealisasikan hal ini bukan sebuah hal yang mudah. Selain itu, sekiranya kita sebagai warga masyarakat bisa lebih paham bahwa pendidikan bukan hanya sebagai formalitas saja melainkan juga, sebagai garis awal guna memajukan negara kita sendiri. Dengan pendidikan tentu saja yang diuntungkan bukan hanya kita sendiri melainkan orang-orang di sekitar kita.  (*)

Daftar Pustaka

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Maya Pone
Tentang Maya Pone
Persoalan tentang akses pendidikan di indonesia serta pengaruhnya dalam sektor ekonomi. Dengan kita menempuh pendidikan sangat berpengaruh terhadap ekonomi.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 07 Agu 2026, 20:15

Narasi Adiboga Sunda dalam Panggung Gastrodiplomasi Handrawina Adiboga Nusantara

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia.

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia. (Sumber: Kementrian Luar Negeri)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 18:24

Wujudkan Tipe Rumah SOHO Idaman Keluarga di Bandung

Rumah tipe SOHO multi fungsi, untuk tempat tinggal keluarga sekaligus tempat usaha.

Ilustrasi tipe rumah SOHO idaman warga Bandung (Sumber: dikreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 16:50

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (Bagian 2)

Warga Bandung bahu-membahu untuk mempersiapkan kemerdekaan, mereka dengan penuh suka cita dan dada yang menggebu-gebu mempersiapkan segalanya dengan seksama dan hati-hati.

Pasukan Pembela Tanah Air (PETA). (Sumber: 360doc)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:52

Nomor Proklamasi: Ketika Majalah Selecta Menyambut Hari Kemerdekaan RI 1969

Di sampul depan Majalah Selecta Nomor 413, terbit 17 Agustus 1969 terpampang sederhana namun penuh makna: "Nomor Proklamasi".

Sampul depan Majalah Selecta Edisi Khusus Proklamasi, terbit 17 Agustus 1969, menampilkan aktris Alice Iskak sebagai model sampul. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:23

Melacak Jejak Gastronomi Jawa dalam Kokki Bitja (1854): Identitas, Karakteristik, dan Kontinuitas

Buku Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854 merupakan salah satu artefak sejarah kuliner tertua dan paling signifikan di Hindia Belanda.

Buku "Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854". (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 07 Agu 2026, 15:20

Jelajah Sungai Cigerendong, Surga Tersembunyi di Dusun Cukanggaleuh Pangandaran

Jelajahi Sungai Cigerendong di Desa Parakanmanggu dengan air jernih berwarna toska, pepohonan rindang, dan suasana yang masih alami.

Sungai Cigerendong Pangandaran. (Sumber: TikTok @cigerendongpangandaran)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 13:53

Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan

Apakah masyarakat kita memang masih menonton film di bioskop dengan cara yang sama seperti sebelumnya?

Ilustrasi Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan. (Sumber: Mochamad Arbani)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 11:58

Cipatat dan Krisis Kesehatan yang Tak Terlihat

Negara wajib memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dibangun di atas kesehatan dan penderitaan masyarakat. 

Beberapa truk bayawak pengangkut batu kapur terparkir di wilayah Cipatat Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ananda)
Ikon 07 Agu 2026, 11:15

Alun-alun Kota Cimahi, Pusat Pertemuan antara Warga dengan Ojol

Alun-alun Kota Cimahi menjadi pusat aktivitas warga, tempat bersantai, berolahraga, hingga titik berkumpul para driver ojol.

Rindang, strategis, dan nyaman, Alun-alun Kota Cimahi menjadi ruang publik sekaligus titik berkumpul para driver ojol setiap hari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 08:40

Saat Pohon Tumbang dan Rasa Aman Dipertaruhkan

Bandung sedang menghadapi ujian besar. Ujian yang menuntut respons yang tegas, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) melakukan pemangkasan sejumlah pohon di ruas jalan Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 20:09

Menyambut Hari Kemerdekaan 2026, Deretan Ide Tulisan dari Semangat Kemerdekaan hingga Dinamika Kota Bandung

Tema tulisan tetap tidak dibatasi. Selama relevan dengan isu yang berkembang, setiap penulis bebas menentukan sudut pandang yang ingin diangkat.

Warga Kampung Pengkolan Pasang Bendera Merah Putih Sepanjang 540 Meter pada tahun 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 18:33

Rahasia Komunikasi Digital yang Bikin Sebuah Merek Kecantikan Mudah Diingat

Menganalisis komunikasi iklan melalui website resmi dan media sosial Instagram yang menunjukkan adanya upaya perusahaan dalam membangun komunikasi yang saling terhubung.

Ilustrasi komunikasi digital merek kecantikan.
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 18:07

Jelajah Gunung Salak Bogor: Pendakian, Kawah Ratu, Harga Tiket, dan Cara Booking Online

Panduan lengkap Gunung Salak mulai jalur pendakian, Kawah Ratu, harga tiket, booking online, hingga cara menuju kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Gunung Salak Bogor. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 16:17

Berita Yudha: Potret Sejarah dari Lembaran Surat Kabar Lawas

Kini, setelah 56 tahun berlalu, Berita Yudha tetap memiliki daya tarik yang kuat sebagai sumber sejarah.

Surat kabar Berita Yudha, salah satu harian berpengaruh pada era Orde Baru yang diterbitkan oleh TNI Angkatan Darat. (Sumber: Koleksi: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 15:59

Curug Panetean Tasikmalaya, Surga Tersembunyi dengan Leuwi Jernih

Temukan pesona Curug Panetean yang terkenal dengan kolam batu alami, air sejernih kaca, dan pengalaman berendam di tengah alam.

Curug Panetean Tasikmalaya. (Sumber: Instagram @r_dony26)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 15:27

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (bagian 1)

Hal-hal yang jarang diketahui khalayak menjelang proklamasi kemerdekaan pada 1945 di Kota Bandung.

Menjelang masa agresi militer di Bandung 1945- 1946. (Sumber: Album Perjuangan Kemerdekaan 1945-1950)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 14:43

Pabrik Boleh Berpindah, tetapi Kehidupan Buruh Tidak Semudah Itu Dipindahkan

Kala terjadi PHK, opsi untuk beralih profesi tidak selalu terbuka luas. Ini membuat ketergantungan pada industri garmen semakin kuat, sekaligus mempersempit ruang negosiasi buruh.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Agu 2026, 11:40

Jelajah Cigondewah, Pusat Perdagangan Kain Kerakyatan di Bandung

Cigondewah menjadi pusat kain di Bandung sejak 1980-an. Ketahui sejarah, daya tarik, dan perkembangan bisnis tekstilnya.

Cigondewah Bandung, pusat belanja kain eceran hingga grosir yang legendaris. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 11:26

Mahalnya Ongkos Kemerdekaan

Negeri kita memiliki sejarah yang wajib diproklamirkan tidak hanya di bulan kemerdekaan. Sejatinya mesti dijaga dan dirawat dengan sangat baik di pikiran bukan sekadar di buku pelajaran.

Beragam bendera merah putih yang dijual para pedagang selama bulan Agustus. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 08:33

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 2): Kesegaran Tradisi dan Kekayaan Cita Rasa

Berikut adalah 5 hidangan berikutnya dari daftar 10 kuliner Jawa Barat terbaik versi Taste Atlas.

Karedok (salad sunda) di Indonesia. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)